Anda di halaman 1dari 15

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Sebagai salah satu kelenjar endokrin, pankreas memiliki peranan yang cukup besar terhadap pengaturan sistem hormonal tubuh. Selain sebagai endokrin, pankreas juga berfungsi sebagai kelenjar eksokrin.Pankreas merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan yangmemiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin dan glukagon. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Sistem endokrin adalah sistem kontrol kelenjar tanpa saluran

(ductless)yang menghasilkan hormon yang tersirkulasi di tubuh melalui aliran darah untuk mempengaruhi organ-organ lain. Hormon bertindak sebagai "pembawa pesan"dan dibawa oleh aliran darah ke berbagai sel dalam tubuh, yang selanjutnya akan menerjemahkan "pesan" tersebut menjadi suatu tindakan. Sistem endokrin tidak memasukkan kelenjar eksokrin seperti kelenjar ludah, kelenjar keringat, dankelenjar-kelenjar lain dalam saluran gastroinstestin. Pankreas merupakan organ tubuh istimewa yang berfungsi ganda sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Sebagai kelenjar eksokrin pankreas membantudan berperan penting dalam sistem pencernaan dengan mensekresikan enzim-enzim pankreas seperti amilase, lipase dan tripsin. Sebagai kelenjar endokrin, pankreas dikenal dengan produksi hormon-hormon insulin dan glukagon yang berperan dalam metabolisme glukosa. Fungsi endokrin pankreas dilakukan oleh pulaupulau Langerhans yang tersebar di antara bagian eksokrin pankreas. 1.2. Rumusan Masalah

1.2.1. Bagaimana definisi kelenjar pangkreas? 1.2.2. Bagaimana komponen yang ada didalam kelenjar pangkreas? 1.2.3. Bagaimana fungsi-fungsi kelenjar pangkreas?

1.3.

Tujuan Penulisan

1.3.1. Untuk mengetahui definisi kelenjar pangkreas. 1.3.2. Untuk mengetahui komponen yang ada didalam kelenjar pangkreas. 1.3.3. Untuk mengetahui fungsi-fungsi kelenjar pangkreas.

1.4.

Manfaat Penulisan Manfaat penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa dapat mengetahui

tentang kelenjar pankreas, komponen-komponen yang ada di dalamnya serta fungsi-fungsinya, dan gambar kelenjar pankreas.

BAB 2 TINJAUAN TEORI 2.1. Anatomi Kelenjar Pankreas Pankreas merupakan suatu organ berupa kelenjar dengan panjang dantebal sekitar 12,5 cm dan tebal + 2,5 cm (pada manusia). Pankreas terbentang dariatas sampai ke lengkungan besar dari perut dan biasanya dihubungkan oleh duasaluran ke duodenum (usus 12 jari), terletak pada dinding posterior abdomen di belakang peritoneum sehingga termasuk organ retroperitonial kecuali bagian kecilcaudanya yang terletak dalam ligamentum lienorenalis. Strukturnya lunak dan berlobulus.

2.1.1. Bagian Pankreas Pankreas dapat dibagi ke dalam: 1. Caput Pancreatis berbentuk seperti cakram dan terletak di dalam bagian cekung duodenum. Sebagian caput meluas di kiri di belakang arteri dan vena mesenterica superior serta dinamakanProcessus Uncinatus. 2. Collum Pancreatis merupakan bagian pancreas yang mengecil danmenghubungkan caput dan corpus pancreatis. Collum pancreatisterletak di depan pangkal vena portae hepatis dan tempatdipercabangkannya arteria mesenterica superior dari aorta. 3. Corpus Pancreatis berjalan ke atas dan kiri, menyilang garistengah. Pada potongan melintang sedikit berbentuk segitiga. 4. Cauda Pancreatis berjalan ke depan menuju ligamentumlienorenalis dan mengadakan hubungan dengan hilum lienale. 2.1.2. Hubungan 1. Ke anterior : Dari kanan ke kiri: colon transversum dan

perlekatanmesocolon transversum, bursa omentalis, dan gaster.

2. Ke posterior : Dari kanan ke kiri: ductus choledochus, vena portae hepatisdan vena lienalis, vena cava inferior, aorta, pangkal arteria mesenterica superior, musculus psoas major sinistra, glandula suprarenalis sinistra, rensinister, dan hilum lienale. 2.1.3. Vaskularisasi 1. Arteriae a. A.pancreaticoduodenalis superior (cabang A.gastroduodenalis) b. A.pancreaticoduodenalis inferior (cabang A.mesenterica cranialis) c. A.pancreatica magna dan A.pancretica caudalis dan inferior cabang A.lienalis 2. Venae Venae yang sesuai dengan arteriaenya mengalirkan darah ke sistem porta. 2.1.4. Aliran Limfatik Kelenjar limfe terletak di sepanjang arteria yang mendarahi

kelenjar.Pembuluh eferen akhirnya mengalirkan cairan limfe ke nodi limfe coeliaci danmesenterica superiors. 2.1.5. Inervasi Berasal dari serabut-serabut saraf simpatis (ganglion seliaca)

dan parasimpatis (vagus). 2.1.6. Ductus Pancreaticus 1. Ductus Pancreaticus Mayor (Wirsungi ) Mulai dari cauda dan berjalan di sepanjang kelenjar menuju ke caput,menerima banyak cabang pada perjalanannya. Ductus ini bermuara ke parsdesendens duodenum di sekitar pertengahannya bergabung dengan ductuscholedochus membentuk papilla duodeni mayor vateri. Kadang-kadang muara ductus pancreaticus di duodenum terpisah dari ductus choledochus. 2. Ductus Pancreaticus Minor Mengalirkan getah pancreas dari bagian atas caput pancreas dan kemudian bermuara ke duodenum sedikit di atas muara ductus pancreaticus pada papilla duodeni minor.

3. Ductus Choleochus et Ductus Pancreaticus Ductus choledochus bersama dengan ductus pancreaticus bermuara kedalam suatu rongga, yaitu ampulla hepatopancreatica (pada kuda). Ampullaini terdapat di dalam suatu tonjolan tunica mukosa duodenum, yaitu papilladuodeni major. Pada ujung papilla itu terdapat muara ampulla.

2.2.

Definisi Kelenjar Pangkreas Pulau-pulau sel intra-alveolar, disebut juga Langerhans, yang adalah

kelompok sel-sel yang terletak diantara sel penyekresi getah pankreas. Sel-sel itu hanya membentuk sekitar 1 persen dari total jaringn pankreas. Inisulin adalah hormon yang dihasilkan dalam sel beta pulau sel intraalveolar. Sel ini terdiri dari asam amino. Produksinya oleh sel beta dirangsang oleh peningkatan gula darah, seperti yang terjadi setelah makan yang mengandung karbohidrat , inisulin bersirkulasi dalam darah da akhirnya dihancurkan oleh ginjal dan hati. Fungsinya adalah merangsang transfer glukosa oleh sel dan mencegah peningkatan gula darah di atas batas normal. Glukogen adalah hormon yang dihasilkan oleh sel alfa pulau sel intra-alveolar. Fungsi utamanya adalah mengkonversi glikogen dalam hepar menjadi glukosa. Kerja ini menimbulkan efek berlawanan dengan kerja inisulin. Produksi hormon ini dirangsang oleh penurunan gula darah, yang latihan sedang sampai berat. Diabetes melitus adalah penyait dimana terdapat kekurangan atau tidak adanya inisulin akibat kegagalan produksi, penyebab kegagalan belum diketahui. Gula darah meningkat, metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein terganggu. Pemberian inisulin melalui injeksi adalah salah satu cara menagani penyakit ini. Inisulin tidak dapat diberikan melalui mulit karena asam amino yang membentuknya akan mengalami pencernaan normal dalam lambung dan usus dan akan sia-sia. dapat diakibatkan oleh puasa atau melakukan

2.3.

Komponen-komponen Yang Ada Didalam Kelenjar Pangkreas Pancreas adalah kelenjar terpanjang yang berukuran besar dan terletak

dibalik kurvatura besar lambung. Sel-sel endokrin (pulau-pulau langerhana) menyekresi hormone insulin dan glucagon. Sel-sel eksokrin menghasilkan enzim pencernaan dan larutan air yang mengandung ion karbonat dalam konsentrasi tinggi. Komposisi cairan pankreas tergantung pada rangsangan yang diterima oleh sel-sel sekretoris pankreas. Cairan pankreas yang mengandung enzim dapat ditingkatkan produksinya melalui rangsangan saraf maupun rangsangan hormonal. Rangsangan nervus vagus meningkatkan konsentrasi enzim didalam cairan pankreas, di iringi dengan menurunnya jumlah butiran yang terdapat di dalam selsel asiner (berbentuk seperti anggur) pada pankreas. Serabut saraf parasimpatis menginervasi sel-sel aciner (sel berbentuk anggur) dan berhubungan dengan sel-sel dari pulau-pulau langerhana. Serabut saraf simpatis akan berakhir pada pembuluh darah pankreas dan rangsangan terhadap saraf simpatis akan mengakibatkan meningkatnya sekresi cairan pankreas. Pemasukan HCL ke dalam duodenum mengakibatkan terjadinya sekresi cairan pankreas. Sekresi ini oleh HCL masih berlangsung ketika semua saraf yang menginervasi pankreas diputuskan. Saraf memegang peranan di dalam sekresi cairan pankreas, berkenaan dengan peranan hormonal terhadap sekresi cairan pankreas. Zat aktif yang diperoleh dari ekstrak duodenum dikenal dengan nama sekretin yang meningkatkan pelarut enzim yang terdapat dalam cairan pankreas. Cairan pankreas dihasilkan sebagai respons terdapat sekretin yang mempunyai berat jenis yang rendah, tetapi mempunyai pH yang lebih tinggi dibandingkan dengan cairan pankreas yang dihasilkan sebagai respons terhadap rangsangan saraf. Cairan pankreas mempunyai pH kearah basa (pH 8,4) keadaan ini disebabkan adanya NaHCO, sebesar 0,3-0,6 % yang berfungsi menetralisir asam, dalam 24 jam disekresi sebanyak 500-2000 cc dan mengandung 8 gram NaCL.

Cairan pankreas mengandung 2 macam protein yaitu albumin dan globin, serta mengandung 3 macam enzim yaitu lipase, amilase, dan tripsin. Tripsin adalah enzim proteolitik yang bekerja dengan optimal pada medium yang bersifat basa. Enzim ini akan menguraikan protein menjadi polipeptida selanjutnya diuraikan menjadi asam amino. Amilase akan menguraikan pati menjadi maltosa diubah menjadi 2 mulekul glukosa oleh maltose yang terdapat didalam cairan usus halus (succus enterkcus). Lipase akan menguraikan lemak netral (trigliserida) menjadi digliserida, monogliserida, asam lemak bebas, dan gliserol, pH optimum amilase adalah 7,0 dan limpase adalah 8,0 dalam proses pencernaan lemak garam-garam empedu berperan secara khusus untuk mengaktifkan lipase. Efek khusus yang mempengaruhi lipase adalah kemampuan garam-garam empedu untuk membuat lemak yang dikomsumsi berubah bentuk dari sebuah emulsi sehingga permukaan lemak menjadi lebih besar dan memudahkan bagi lipase untuk mencernanya. Pankreas berperan sebagai kelenjar eksokrin dan endokrin. Kedua fungsi tersebut dilakukan oleh sel-sel yang berbeda. 1. Bagian eksokrin 2. Pankreas dapat digolongkan sebagai kelenjar besar, berlobus dan merupakan tubuloasinosa kompleks. Asinus berbentuk

tubular,dikelilingi lamina basal dan terdiri 5-8 sel berbentuk pyramid yang tersusun mengelilingi luen sempit. Diantara asini, terdapat jaringan ikat halus mengandung pembuluh darah, pembuluh limfe, saraf dan saluran keluar. 3. Bagian Endokrin 4. Bagian endokrin pankreas, yaitu Pulau Langerhans, tersebar di seluruh pankreas dan tampak sebagai massa bundar, tidak teratur, terdiri atas sel pucat dengan banyak pembuluh darah yang berukuran 76175 mm dan berdiameter 20 sampai 300 mikron tersebar di seluruh pankreas, walaupun lebih banyak ditemukan di ekor daripada kepala dan badan pankreas.(Derek Punsalam, 2009).Pulau ini dipisahkan oleh jaringan retikular tipis dari jaringan eksokrin disekitarnya dengan sedikit

serat-serat retikulin di dalam pulau.(Anonymous, 2009).Sel-sel ini membentuk sekitar 1% dari total jaringan pankreas.(John Gibson,1981) Pada manusia, pulau Langerhans terdapat sekitar 1-2 juta pulau.vMasingmasing memiliki pasokan darah yang besar. Darah dari pulau Langerhans mengalir ke vena hepatika. Sel-sel dalam pulau dapat dibagi menjadi beberapa jenis bergantung pada sifat pewarnaan dan morfologinya. Dengan pewarnaan khusus, sel-sel pulau Langerhans terdiri dari empat macam: 1. Sel Alfa, sebagai penghasil hormon glukagon. Terletak di tepi pulau,mengandung gelembung sekretoris dengan ukuran 250nm, dan batas intikadang tidak teratur. 2. Sel Beta, sebagai penghasil hormon insulin. Sel ini merupakan sel terbanyak dan membentuk 60-70% sel dalam pulau. Sel beta terletak di bagian lebih dalam atau lebih di pusat pulau, mengandung kristaloidromboid atau poligonal di tengah, dan mitokondria kecil bundar dan banyak. 3. Sel Delta, mensekresikan hormon somatostatin. Terletak di bagian manasaja dari pulau, umumnya berdekatan dengan sel A, dan

mengandunggelembung sekretoris ukuran 300-350 nm dengan granula homogen. 4. Sel F, mensekresikan polipeptida pankreas. Pulau yang kaya akan sel F berasal dari tonjolan pankreas ventral. 2.3.1. Komposisi cairan pankreas Cairan pankreas mengandung enzim untuk mencerna protein, karbohidrat, dan lemak. 1. Enzim proteolitik pankreas (protease) a. Tripsinogen yang disekresi oleh pankreas diaktivasi menjadi tripain oleh enterotinase yang di produksi oleh usus halus. Tripain mencerna protein dan polipeptida besar untuk membentuk peptide dan polipeptida yang lebih kecil. b. Kimotripsin: teraktivasi oleh kimotripsinigen, memiliki fungsi yang sama seperti tripsin terhadap protein.

c. Karboksipeptidase, aminopeptidase, dan dipeptidase: adalah enzim yang melanjutkan proses pencernaan protein untuk menghasilkan asam amino bebas. 2. Lipase pankreas: menghidrolisis lemak menjadi asam lemak dan gliserol setelah lemak diemulsi oleh garam-garam empedu. 3. Amilase pankreas menghidrolisis zat tepung yang tidak tercerna oleh amilase salvia menjadi disakarida (maltose, sukrosa, dan laktosa). 4. Ribonuklease dan deoksiribonuklease menghidrolisis RNA dan DNA menjadi blok-blok pembentuk nukleotida. 2.3.2. Efek fisologis insulin 1. Insulin menyediakan glukosa untuk sebagian besar sel tubuh , terutama untuk otot dan adiposa, melalui peningkatan aliran glukosa yang melewati membran sel dalam mekanisme carrier. (mekanisme ini tidak menfasilitasi aliran glikosa kejaringan otak, tubulus ginjal, mukosa usus, atau ke sel-sel darah merah). 2. Insulin memperbesar simpanan lemak dan protein dalam tubuh. a. Insulin meningkatkan transpor asam amino dan asam lemak dari darah ke dalam sel. b. Insulin meningkatkan sintesis protein dan lemak, serta menurunkan katabolisme protein dan lemak. 3. Insulin meningkatkan penggunaan karbohidrat untuk energi. a. Insulin menfasilitasi penyimpanan glukosa dalam bentuk glikogen pada otot rangka dan hati. b. Insulin memperbesar cadangan glukosa berlebihan dalam bentuk lemak pada jaringan adiposa. 2.3.3. Efek fisiologi glukagon 1. Glukagon meningkatkan penguraian glikogen hati menjadi glukosa (glikogenesis), sehingga kadar glikosa dalam darah meningkat. 2. Glukagon meningkatkan sintesis glukosa dari sumber nonkarbohidrat (gluokoneogenesis) dalam hati.

2.3.4. Kendali sekresi insulin 1. Efek terhadap kadar glukosa darah a. Meningkatkan kadar glukosa darah, misalnya setelah makan akan menstimulasikan sel beta untuk memproduksi insulin. Insulin menyebabkan glukosa berdifusi kedalam sel yang akan

memakainya sebagai energi, mengubahnya menjadi glikogen dalam hati, atau menjadi lemak dalam jaringan adiposa. b. Jika kadar glukosa darah turun, laju sekresi insulin juga turun. 2. Efek glukagon a. Glukagon mempengaruhi sekresi insulin melalui peningkatan konsentrasi glukosa darah. Efek glukagon dan insulin berlawanan. Hal ini untuk mempertahankan kadar gula darah normal selama berpuasa atau makan. b. Sekresi glukagon dikendalikan oleh kadar gula darah. 1. Kadar gula darah yang rendah menstimulasikan sel-sel alfa untuk memproduksikan glukagon. 2. Glukagon menyebabkan pelepasan glukosa dari hati, sehingga glukosa darah meningkat. 3. Peningkatan kadar glukosa darah menghambat pelepasan glukagon melalui mekanisme umpan balik negatif. 3. hormon yang secara tidak langsung mempengaruhi sekresi insulin: a. hormon pertumbuhan, ACTH, dan hormon gastrointestinal, seperti gastrin, sekretin dan kolestokinin, semuannya menstimulasikan sekresi insulin. b. somatostatin, diproduksi oleh sel-sel delta pangkreas dan hipotalamus, menghambat sekresi insulin dan glukagon serta menghalangi absorpsi intestinal terhadap glukosa. 2.3.5. Abnormaliats sekresi 1. Diabetes melitus terjadi karena defisiensi insulin a. Jenis diabetes melitus 1. Pada diabetes tipe I, atau disebut diabetes melitus dependen insulin (insulin-dependent diabetes melitus (IDDM)),

10

pangkreas gagal mensekresi insulin, baik melalui degenerasi, atau pun inaktivitas sel-sel beta. 2. Diabetes tipe II, atau diabetes mellitus dependen noninsulin (noninsulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM), insulin diproduksi oleh sel-sel beta dalam jumlah normal atau mendekati normal, tetapi sel-sel tubuh tidak mampu

menggunakanya kareana defisiensi atau gangguan reseptor insulin. b. Penyebab diabetes melitus tidak diketahui sepenuhnya, tetapi faktor genetik, obesitas, penyakit autoimun, dan virus, juga faktor lingkungan, ekonomi, dan faktor budaya, semuannya dapat mempengaruhi. c. Gejala diabetes 1. Diabetes mellitus ditandai dengan hiperglikemia (peningkatan glukosa darah) dan gangguan metabolisme karbohidrat, yang mengakibatkan efek berikut: a. Glikosuria (kehilangan glukosa dalam urine) karena ambang ginjal untuk mereabsorbsi glukosa membesar. b. Poliuria (kehilangan natrium dan air dalam jumlah besar pada urine) terjadi karena tekanan osmotik yang dibentuk oleh glukosa berlebih dalam tubulus ginjal dapat

mengurangi reapsorpsi air. c. Polidipsia (rasa haus dan konsumsi air berlebihan) terjadi karena penurunan volume darah mengaktivitasi pusat haus di hipotelamus. d. Polifagia (nafsu makan besar dan lahap) terjadi karena kekurangan karbohidrat dalam sel-sel tubuh. e. Ketonemia dan ketonuria, atau penumpukan asam lemak dan keton dalam darah dan urine, terjadi akibat katabolisme abnormal lemak sebagai sumber energi. Ini dapat diakibatkan asidosis dan koma.

11

d. Individu penderita diabetes secara statistik memiliki resiko lebih besar terhadap penyakit jantung koroner, kebutaan, gangguan sirkulasi, infeksi, penyembuhan yang lambat, gangren dan gangguan ginjal. 2. Hiperinsulinisme lebih jarang terjadi dari pada kasus hipoinsulinisme, penurunan gula darah (hipoglikemia) menyebabkan kelemahan tubuh, kecemasan, banyak keringat dan disorientasi mental.

2.4.

Fungsi-fungsi Kelenjar Pangkreas Fungsi kelenjar pankreas dalam pencernaan adalah menghasilkan getah

pankreas. Getah pankreas dialirkan ke dalam saluran pencernaan pada duodenum melalui ductus coledochus bersama cairan empedu. Getah pankreas mengandung lipase, garam karbonat, dan tripsinogen. Lipase adalah enzim yang digunakan untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Tripsinogen adalah enzim yang belum aktif, jika sudah aktif akan menjadi tripsin dan berperan mencerna protein secara kimiawi. Garam karbonat berperan dalam pencernaan lemak. Selain itu, pankreas membantu usus halus dalam proses pencernaan. Pankreas memiliki dua fungsi utama, yaitu menghasilkan hormon yang mengatur glukosa darah dan menghasilkan pancreatic juice. Pancreatic juice merupakan sekresi pankreas yang bercampur dengan air. Pancreatic juice ini akan masuk ke dalam duodenum melalui saluran pankreatik. Pancreatic juice akan menetralkan kandungan asam pada makanan sebelum masuk ke usus halus. Pancreatic juice juga mengandung beberapa enzim pencernaan, yaitu lipase, amilase, tripsin, kemotripsin dan karbo peptidase. Pangkreas adalah organ pipih yang terletak dibelakang dan sedikit dibawah lambung dalam abdomen. Organ ini memiliki dua fungsi: fungsi endokrin dan fungsi eksokrin

12

1. Bagian eksokrin Dari pangkreas berfungsi sebagai sel asinar pengkreas, memproduksi cairan pangkreas yang disekresi melalui duktus pangkreas kedalam usus halus. 2. Sel endokrin dapat ditemukan dalam pulau-pulau Langerhans, yaitu kumpulan kecil sel yang tersebar keseluruh organ. Ada empat jenis sel penghasil hormon yang teridentifikasi dalam pulau-pulau tersebut. a. Sel alfa mensekresi glukagon, yang meningkatkan kadar gula darah b. Sel beta mensekresi insulin, yang menurunkan kadar gula darah. c. Sel delta mensekresikan sematostasin atau hormon penghalang, hormon pertumbuhan, yang menghambat sekresi glukagon dan insulin. d. Sel F mensekresikan polipeptida pankreas, sejenis hormon pencernaan untuk fungsi yang tidak jelas, yang dilepaskan setelah makan. Beberapa fungsi dari pankreas adalah: 1. Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasandari hati. 2. Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot.Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya (Anonymous, 2009). Ketika fungsi pankreas tidak lagi bekerja dengan baik, baik karena pola makan yang buruk ataupun kelainan genetik, maka keseimbangan kadar gula dalam tubuh pun ikut terganggu. Hal ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit, bahkan dapat menyebabkan kematian.Maka dari itu kita harusmengetahui terlebih dahulu bagaimana keadaan pankreas secara anatomis, histologis, serta fisiologis normalnya.

13

2.5.

Gambar Kelenjar Pangkreas

14

BAB 3 PENUTUP 3.1. Simpulan Pankreas merupakan salah satu organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi utama: menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting seperti insulin dan glukagon. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat dengan duodenum (usus dua belas jari). Beberapa fungsi dari pankreas adalah: Mengatur kadar gula dalam darah melalui pengeluaran glukagon, yang menambah kadar gula dalam darah dengan mempercepat tingkat pelepasandari hati. Pengurangan kadar gula dalam darah dengan mengeluarkan insulin yang mana mempercepat aliran glukosa ke dalam sel pada tubuh, terutama otot. Insulin juga merangsang hati untuk merubah glukosa menjadi glikogen dan menyimpannya di dalam sel-selnya. 3.2. Saran Dalam setiap mengerjakan suatu tugas makalah diperlukan banyak referensi agar materi yang disajikan lengkap dan pada saat akan

mempresentasikan materi perlu banyak belajar agar dapat menguasai materi yang dibawakan.

15