Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH IRIGASI DRAINASE AUDIT IRIGASI

Oleh : Nama NIM Kelas Dosen : Lina Dwi Agustina : 115040213111013 :I : Pak Didik Suprayogo

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

PENJELASAN LEMBAR KERJA PROSES PENILAIAN CEPAT (RAP)

Intensitas penggunaan air irigasi lebih banyak menggunakan air sungai selain dari air tanah. Peran serta P3A ( Perhimpunan pemakaian penggunaan air ) dalam distribusi air secara nyata hanya pengoptimalan sebanyak 85% saja. Proses Penilaian Cepat (RAP) untuk proyek irigasi adalah suatu proses pengumpulan dan analisis data selama 1-2 minggu baik di kantor maupun di lapangan. Dalam sistem kanal, bangunan terdapat kelemahan yaitu adanya rembesan air ke dalam tanah sehingga mempengaruhi debit aliran. Pengoperasian pintu air pada kanal berada pada tingkat sedang. Pekerja melakukan tindakan pengoperasian berdasarkan ide masing-masing, walaupun jaringan komunikasi berjalan baik. Proses memeriksa input eksternal, seperti suplai (ketersediaan) air, dan output seperti pemanfaatan air (ET, aliran air permukaan, dan lain-lain). Proses tersebut merupakan pemeriksaan sistematis menyangkut perangkat keras dan aturan yang digunakan untuk mengalirkan dan

mendistribusikan air l ke semua tingkat di dalam lingkup internal proyek tersebut (mulai dari sumber air hingga lahan usahatani). Indikator eksternal (luar) dan indikator internal (dalam) dikembangkan untuk menyediakan (i) data dasar dan informasi awal yang akan digunakan sebagai pembanding dengan kinerja di masa depan setelah dilakukan modernisasi (ii) Acuan (benchmarking) untuk perbandingan dengan proyek-proyek irigasi lain, dan (iii) dasar untuk memberikan rekomendasi spesifik dalam rangka modernisasi dan perbaikan pelayanan penyaluran air. Untuk mengaudit proses penilaian cepat (RAP) dibutuhkan yang pertama kalinya adalah pesiapan untuk kerja lapangan, yang mana sebelum melakukan berbagai lembar kerja kita perlu mengetahui total areal proyek, total areal lahan usaha tani dalam areal layanan, perkiraan efisiensi penyaluran, perkiraan laju rembesan air (seepage) untuk tanaman padi, perkiraan kehilangan air permukaan dari tanaman padi ke pembuangan (drain), perkiraan efisiensi irigasi lahan untuk tanamantanaman lainnya, kapasitas debit aliran (flow rate capacity) di saluran-saluran utama pada titik-titik penyaluran /pengambilan, debit aliran puncak yang sesungguhnya ke saluran-saluran utama pada titiktitik penyaluran/pengambilan, dan rata-rata ECe dari air irigasi. Setelah itu baru kita mengisi lebar kerja exel yang mana nantinya dikirim kepada proyek. a. Lembar kerja "1. Input - tahun 1" yang mana pada lembar ini merupakan tahun normal dengan berbagai pengisian table seperti berikut : 1. Tabel 1 (Koefisien Lahan dan Ambang Batas Ece Tanaman) Tabel ini terdapat 12 sel yang harus diisi, dimana menunjukkan koefisien lahan selama 12 bulan. Pada tabel dimulai dari bulan Maret-Februari. Terdapat 17 baris yang nantinya dapat berisi 17 nama tanaman. Tabel tersebut sudah mempunyai nama-nama default (aslinya) untuk 3 kali tanam padi, karena begitu banyak proyek mempunyai 3 atau lebih tanam padi per tahun, selain itu terdapat 2 tanaman yang ditanam. Kolom koefisien lahan

yang terisi ada pada tanaman padi 1 dan 2 dan juga tanaman 4 dan 5.Rata-rata Salinitas Air Irigasi (ECw), dS/m. Satuan dS/m ekuivalen dengan mmho/cm. Ambang batas ECe adalah salinitas dari ekstrak tanah jenuh yang mulai mempengaruhi penurunan hasil panen. Nilai ECe tanaman padi 1 dan 2 dan juga tanaman 4 dan 5 adalah 3; 2; 2; 1,5. Sehingga pada 4 tanaman tersebut mengandung rata-rata salinitas irigasi 3; 2; 2; 1,5 dS/m. Koefisien lahan sama dengan koefisien tanaman. Koefisien tanaman telah digunakan untuk memperkirakan evapotranspirasi (ET) tanaman. Rumus yang digunakan yaitu ETc = Kc x ETo, yang mana Kc adalah koefisien tanaman dan ETo adalah evapotranspirasi tanaman. Nilai ETo (mm) per bulan harus dihitung setiap jam dengan menggunakan metode Penman-Monteith. Untuk prosedur RAP sendiri pada tanaman yang menggunakan air irigasi untuk pra-tanam (misalnya, persiapan lahan padi, prairigasi kapas) adalah sebagai berikut :

Koefisien tanaman > 0 untuk mempertimbangkan evaporasi tanah baik air irigasi maupun curah hujan efektif. Curah hujan efektif yang dilaporkan selama bulan itu akan mencakup air yang disimpan untuk ET setelah penanaman, ditambah kontribusi curah hujan pada evaporasi tanah tersebut sebelum penanaman.

Kebanyakan tanaman ladang tidak kekurangan air /stress (kapas, padi, jagung) mempunyai koefisien tanaman mendekati 1,1 begitu tanaman itu telah mencapai 100% daun tumbuh.

2. Tabel 2 - Nilai ETo Bulanan yakni nilai ETo (mm) per bulan harus dimasukkan, sesuai dengan koefisien tanaman. Idealnya, ETo harus dihitung setiap jam dengan

menggunakan metode Penman-Monteith, yang mengikuti prosedur (Allen dan kawankawan (1998). Pada tabel 2 Eto tertinggi berada pada bulan September dan Oktober yaitu sebanyak 250 mm. 3. Tabel 3 - Air Permukaan yang memasuki Areal Pelayanan (Command Area (MCM) yang mana pada tabel ini menggunakan tiga kategori umum aliran permukaan yakni: Pada tabel ini sumber irigasi berasal dari sungai. Irigasi yang masuk dengan nilai tertinggi terjadi pad bulan September-November dengan nilai 80 MCM. Volume air permukaan tersebut hanya dihitung jika air tersebut digunakan untuk irigasi. Nilai yang penting di sini ialah volume air yang masuk ke areal pelayanan tersebut, BUKAN volume air yang dipompa dari air buangan (drain) hingga mungkin saja juga mencakup resirkulasi (pemakaian kembali) air limpahan dan aliran permukaan lahan.

4. Tabel 4 - Sumber Air Permukaan Internal (MCM) pada nilai-nilai di Tabel 4 tidak menggambarkan suplai air sesuai asalnya, karena sumber permukaan tersebut telah

dihitung dalam Tabel 3. Melainkan, ini adalah volume air yang diresirkulasi (dipakai kembali) atau dipompa dari sumber permukaan di dalam proyek tersebut 5. Tabel 5 - Luasan Hektar Tiap-tiap Tanaman di Areal Pelayanan per Bulan memberikan informasi tentang seberapa luas lahan yang digunakan untuk masing-masing tanaman untuk tiap-tiap bulan. 6. Tabel 6 - Data Air Tanah (Ground Water) menjelaskan jika suplai air yang digunakan merupakan resirkulasi (pemakaian kembali) air permukaan. Adanya sirkulasi akan menjadikan irigasi yang efisien apabila terjadi diatas lahan-lahan itu sendiri. Pada table 6 terdapat 6 kategori yang harus dimasukkan datanya yaitu, (1) Ground water pumped by farmers Inside the Command Area, (2) Ground water pumped by the Project Authorities Inside the Command Area, (3) Ground water pumped from the Aquifer, but which remains outside the Command Area, (4) Ground water pumped outside the Command Area and then brought into the command area, (5) Total ground water pumped outside Command Area, dan (6) Total Ground water pumped Inside the Command Area. Yang mana pada Total ground water pumped outside Command Area didapat dari nilai Ground water pumped outside the Command Area and then brought into the command area, sedangkan pada Total Ground water pumped Inside the Command Area didapat dari hasil penambahan Ground water pumped by farmers Inside the Command Area dan Ground water pumped by the Project Authorities Inside the Command Area.

7. Tabel 7 - Curah Hujan, Curah Hujan Efektif dan Perkolasi Curah Hujan Bahwasannya sudah terdapat pada table sebelumnya, yang mana pada 5 tanaman dimana 3 tanaman diantaranya adalah padi. Pada tiap tanaman terdapat kolom ET lahan, presipitasi efektif (%), presipitasi efektif (mm), dan perkolasi presipitasi (mm). Perhitungan ET lahan yang berasal dari tabel-tabel sebelumnya yang diperoleh dari perhitungan ETo dan Kc.

8. Tabel 8 - Keperluan Khusus Terkait Sifat Agronomis (mm) pada tabel 8, padi #1 diberi air irigasi pada bulan Maret, berarti dilakukan penggenangan pada awal bulan. Misalnya penanaman dilakukan di bulan yang sama pada tanggal 15 Maret, sehingga dilakukan penggenangan sebelum penanaman. Tanah yang selalu basah berarti memiliiki Kc 1,05. Kc 1,05 pada bulan Maret mencakup jumlah perkolasi air irigasi dan yang memasuki petak lahan ke drainase permukaan. 9. Tabel 9 - Hasil Panen dan Nilai Uang yaitu pengisian input akhir yang memasukkan hasil panen dan nilai uang pada tabel, yang meliputi kurs mata uang lokal ($US/rupiah), ratarata hasil panen untuk masing-masing tanaman, dalam ton per hektar, dan harga jual di

ladang masing-masing tanaman, dalam mata uang lokal/ton, sehingga didapatkan nilai total hasil dari produksi.

b. Lembar kerja "2. Input - tahun 2", dan "3. Input - tahun 3" yang mana lembar kerja ini sama dengan yang sebelumnya (lembar kerja 1), jadi tinggal mengikuti tata cara seperti lembar kerja 1. Ketiga lembar kerja INPUT pertama memerlukan data untuk tiga tahun berbeda: a. Tahun 1 tahun normal b. Tahun 2 tahun kering c. Tahun 3 tahun basah c. Lembar kerja "4. External indicators, pada lembar ke 4 ini terdapat beberapa indikator yang perlu diperoleh datanya seperti: Efisiensi Penyaluran, Bobot Efisiensi Irigasi Lahan, Area secara fisik ditanamai di areal pelayanan, Area tanaman beririgasi didalam areal pelayanan, Intensitas pertanaman di area pelayanan, termasuk pertanaman dua kali, Aliran masuk (inflow dari luar areal pelayanan utama (bruto), Curah hujan bruto di areal pelayanan, Curah hujan efektif pada lahan-lahan beririgasi, Pengambilan akifer bersih (net aquifer) oleh karena irigasi di areal pelayanan, Total suplai air eksternal, Pemompaan/resirkulasi (recirculation) air permukaan internal oleh petani, Air tanah bruto (gross ground water) yang dipompa oleh petani didalam areal pelayanan, Air tanah bruto (gross ground water) yang dipompa oleh Otoritas Proyek didalam areal pelayanan, Perkiraan total air sumber internal, Efisiensi penyaluran (conveyance efficiency) sumber air internal, Penyaluran air irigasi permukaan eksternal ke pengguna, Pemberian air sumber internal ke pengguna, pemberian air irigasi ke pengguna, ET tanaman yang diirigasi di areal pelayanan, ET air irigasi, Air irigasi yang dibutuhkan untuk pengendalian salinitas (net), Air irigasi yang diperlukan untuk kebutuhan khusus, Total kebutuhan air irigasi NET, Kapasitas debit aliran (flow rate capacity) saluran utama di titik pengambilan, Debit aliran puncak aktual (actual peak flow rate) saluran utama, Total kebutuhan puncak irigasi NET (peak NET irrigation requirement) untuk lahan, Kebutuhan puncak irigasi BRUTO (peak gross irrigation requirement), Debit puncak (liter/detik/ha) irigasi permukaan yang masuk ke saluran pada tahun ini, Suplai air relatif (relative water supply - RWS), Efisiensi Irigasi Tingkat Areal Pelayanan Tahunan, Efisiensi Irigasi Lahan (perhitungan), RGCC Kapasitas Saluran Bruto relatif (relative gross canal capacities), RACF Aliran di saluran Aktual Relatif (relative actual canal flow), Kapasitas tahunan bruto produksi pertanian berdasar jenis tanaman, dan Total nilai tahunan produksi pertanian.

Internal indikator

d. Lembar kerja "5. Kuisioner (daftar pertanyaan) untuk kantor proyek, dalam lembar kerja ke5 ini sebagian besar pertanyaan dalam lembar kerja ini harus diisi oleh petugas proyek rigasi sebelum kunjungan, karena lembar kerja ini mencakup banyak nilai data sederhana seperti upah/gaji, jumlah pekerja, dan kebijakan proyek secara tertulis. Jawabannya bisa berupa bilangan atau kata (Yes/No), namun evaluator harus menjawab beberapa pertanyaan tersebut selama kunjungan.

e. Lembar kerja "6. Pekerja proyek Dalam lembar kerja ke-6 ini berisi tentang pertanyaan yang sebagian besar memerlukan penilaian kualitatif tentang kondisi dalam proyek, dengan pemberian nilai antara 0-4 untuk tiap pertanyaan. Adapun topik yang ditanyakan meliputi: Kecukupan pelatihan untuk pekerja, Ketersediaan aturan kinerja secara tertulis, Kemungkinan pekerja untuk mengambil keputusan secara mandiri, Kemampuan proyek untuk memecat pekerja dengan alasan dan Penghargaan kepada para pekerja atas kerja yang baik.

f.

Lembar kerja "7. P3A pada lembar ini sebagian besar pertanyaan di lembar ini mirip dengan pertanyaan-pertanyaan yang digunakan dalam lembar kerja 5, sedangkan P3A merupakan singkatan dari Perkumpulan Petani Pemakai Air. Beberapa proyek irigasi memiliki P3A besar yang mengoperasikan seluruh sistem saluran proyek, namun pendistribusian air akhir dilakukan oleh beberapa P3A yang lebih kecil.

g. Lembar kerja "8. Saluran utama dengan format lembar kerja 8 yakni saluran utama adalah Pengamatan-pengamatan umum harus tercatat, serta peringkat penilaian diberikan pada berbagai aspek operasi, pemeliharaan, dan proses. Sebagian dari cabang ini tergantung pada pengamatan umum yang dicatat dalam lembar kerja yang sama. penilaian lainnya berdiri sendiri. Lembar kerja ini dimulai dengan 6 pertanyaan mengenai kondisi-kondisi umum proyek. Jawaban-jawaban tersebut memiliki interval kepercayaan yang besar (telah

didefinisikan sebelumnya, dalam bagian yang mencakup indikator-indikator eksternal), tetapi oleh karena terdapat perbedaan besar antara berbagai proyek, jawaban-jawaban tersebut adalah sangat berarti. Pertanyaan-pertanyaan lainnya sama dengan pertanyaan-pertanyaan untuk Saluran Sekunder dan Saluran Tersier.

h. Lembar kerja "9. Saluran sekunder (second level canals) pada lembar ini harus bisa melihat kembali hasil dari lembar kerja ke-8. Saluran Sekunder adalah saluran-saluran yang menerima air dari Saluran Utama. Secara umum, Saluran Sekunder dioperasikan secara berbeda dengan Saluran Utama (primer).

i.

Lembar kerja "10. Saluran tersier (third level canal) ) pada lembar ini juga harus bisa melihat kembali hasil dari lembar kerja ke-8. Dalam banyak proyek berukuran menengah, Saluran Tersier tidak ada, jadi lembar kerja ini tak perlu diisi jika kasusnya demikian.

j.

Lembar kerja "11. Penyaluran akhir (final deliveries) pada pengisian lembar kerja ini perlu adanya indikator penting untuk diskusi ini, yakni jumlah lahan usahatani (Satuan Petak Kepemilikan Individu) di bagian hilir tentang Perubahan Manajemen, dan penyadapan (turnout) yang dioperasikan per petugas. Jumlah titik

k. Lembar kerja "12. Indikator internal (internal indicators) Lembar kerja ini berisi 3 tipe nilai:

1. Ringkasan beberapa sub-indikator internal yang dinilai dalam workshop sebelumnya yang
kemudian dihitung bobot nilai untuk masing-masing Indikator Primer.

2. Sub-Indikator dan Indikator Primer, nilai-nilai yang dimasukkan secara langsung ke


lembar kerja ini (bukannya ditransfer dari lembar kerja sebelumnya). Nilai-nilai ini adalah Indikator I-32, I-33, dan I-34. Seluruh nilai ini memiliki angka 0-4.

3. Beberapa Indikator (I-35+) yang tidak sesuai dengan skala nilai 0-4. Umumnya indikator
ini adalah perbandingan langsung nilai-nilai atau nilai-nilai individual yang memiliki makna signifikan dan khusus.

l.

Lembar kerja "13. Indikator IPTRID pada lembar kerja ini sudah jelas bahwa lembar kerja ini didesain untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk upaya dalam acuan (Benchmarking) IPTRID secara global. Upaya tersebut terfokus pada indikator-indikator eksternal perbandingan pemasukan (input) dan pengeluaran (output).