Anda di halaman 1dari 27

BAB.

I PENDAHULUAN
A. Deskripsi Judul

Konsep elektronika digital merupakan modul yang berkelanjutan hingga Siswa menguasai kompentensi akhir yaitu pengendalian peralatan industri

yang berbasis pemprograman, dimana dalam modul ini dengan menggunakan PLC (Progamable Logic Control). Modul ini terdiri dari 3 kegiatan belajar yaitu: Kegiatan belajar 1 berisi Otomatisasi Sistem Diskrit yaitu, pengendalian proses atau

otomatisasi suatu sistem di industri dimulai dari pengendalian


komponen

menggunakan

relay elektromagnetik. Peralatan ini di beri

pengawatan untuk melakukan suatu fungsi khusus, seperti pengendalian pergerakan konveyor, lamanya waktu pengepresan, pengendalian level permukaan cairan dan lain sebagainya. Kemudian ketika transistor muncul, penggunaan

solid

state

relay

diterapkan

untuk

menggantikan

relay

elektromagnetik untuk kontrol dengan kecepatan tinggi. Kedua sistem ini kita
sebut otomatisasi diskrit atau wired logic, sistem ini sebagai dasar untuk memahami otomasi system programmable yang menjadi bahasan pada kegiatan belajar berikutnya, kegiatan belajar 2. membahas mengenai ladder diagram beserta pemrogramannya, kegiatan belajar 3 yaitu Menginstall

software PLC menggunakan PLC komputer.


B. Prasyarat

Untuk melaksanakan Modul Sistem Otomasi berbasis pemprograman PLC, membutuhkan prasyarat yang harus dimiliki oleh peserta diklat yaitu: 1. Peserta telah memiliki pemahaman menggunakan komputer 2. Peserta diklat telah memahami digital squensial 3. Peserta diklat telah memahami digital aplikasi
Modul EIND 2 OE.PEM.O18

4. Peserta diklat telah memahami pemprograman

C. Petunjuk Penggunaan Modul

Langkah langkah yang harus diperhatikan untuk mempelajari modul adalah sebagai berikut: 1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. Bacalah dengan seksama lembaran informasi yang telah disediakan pada setiap kegiatan belajar 3. Cermati langkah kerja pada setiap kegiatan belajar, bila belum jelas tanyakan pada forum diskusi di mailing list jika belajar tanpa instruktur 4. Ulangi sekali lagi setiap langkah-langkah yang ada pada lembar kerja supaya menghasilkan data yang benar dan dapat dipercaya 5. Jika telah selesai praktek kembalikan alat dan bahan kepada posisi semula. Dan jangan lupa sebelumnya pastikan power sudah tidak terhubung

D. Tujuan Akhir

Peserta dapat mengoperasikannya, mengendalikan peralatan industri dengan menggunakan PLC meliputi: 1. Merencanakan karakteristik pengendalian beserta input/output 2. Membuat ladder diagram 3. Menyusun pemrograman

4. Menginstalasi software
5. Men-download program 6. Mengoperasikan peralatan industri

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

E. Kompetensi

KOMPETENSI

: Memprogram Peralatan Sistem Elektronik yang Berkaitan dengan I/O Berbantuan: PLC, Komputer, dan Pneumatic

KODE

: ELIND 2

DURASI PEMELAJARAN : 300 Jam @ 45 menit

LEVEL KOMPETENSI KUNCI

A 3

B 3

C 3

D 3

E 2

F 3

G 3

Unjuk kerja ketrampilan kognitif namun dengan imajinasi psiko-motorik seperti unit kompetensi ini bisa dicapai dengan kondisi: KONDISI KINERJA Memiliki kemampuan dasar tentang konsep sistem Memiliki kompetensi dasar elektronika Memiliki kemampuan mengenai petunjuk keselamatan kerja secara umum Memiliki kemampuan menulis laporan kerja yang baik.

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR SIKAP 1. Menguasai Ladder Diagram pada Pemrograman PLC Diidentifikasi sistem komponen dalam PLC Ditunjukkan elemenelemen program da-lam PLC Mampu menunjukkan elemen-elemen program dalam PLC Identifikasi arsitektur PLC Identifikasi elemenelemen program dalam PLC Prosedur operasi baku pembuatan ladder diagram pada PLC Tekun, teliti, dan cermat dalam mengidentifikasi arsitektur PLC Tekun, teliti, dan cermat dalam mengidentifikasi elemen-elemen program dalam PLC Tekun, teliti, dan cermat dalam melaksanakan pembuatan ladder diagram pada PLC
2. Menguasai Bahasa

PENGETAHUAN Arsitektur PLC Fungsi blok dalam PLC Elemen-elemen program dalam PLC Tekun, teliti, & cermat dalam melaksanakan pembuatan ladder diagram pada PLC

KETERAMPILAN Mampu mengidentifikasi - Arsitektur PLC - Fungsi blok dalam PLC Mampu menunjukkan elemen-elemen program dalam PLC Tekun, teliti, dan cermat dalam melaksanakan pembuatan ladder diagram pada PLC

Didentifikasi konfigurasi I/O pada sistem komputer

Identifikasi konfigurasi I/O pada sistem komputer

Tekun, teliti, dan cermat dalam mengidentifikasi konfigurasi I/O pada sistem komputer

Konfigurasi I/O pada sistem komputer

Mampu mengkonfigurasi I/O pada sistem komputer

Pemrograman yang dapat Berinteraksi dengan I/O pada Sistem Komputer

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR SIKAP Dikuasainya bahasa pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer Penggunaan bahasa pemrograman dalam proses pembacaan dan pengiriman data melalui port I/O yang didemokan Aplikasi sistem komputer pada salah satu sistem elektronik dengan menggunakan I/O sebagai bagian inti dari pengembangan dan didemokan Prosedur operasi baku pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer Identifikasi bahasa pemrograman dalam proses pembacaan dan pengiriman data melalui port I/O Prosedur operasi baku implementasi pemakaian jalur I/O pada sistem komputer sebagai unit antar muka sistem Tekun, teliti, dan cermat dalam melaksanakan pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer Identifikasi bahasa pemrograman dalam proses pembacaan dan pengiriman data melalui port I/O Tekun, teliti, dan cermat dalam melaksanakan implementasi pemakaian jalur I/O pada sistem komputer sebagai unit antar muka sistem PENGETAHUAN Bahasa pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem kompute Studi kasus penggunaan bahasa pemrograman untuk keperluan pengiriman dan pembacaan data me-lalui I/O Tekun, teliti, dan cermat dalam melaksanakan implementasi pemakaian jalur I/O pada sistem komputer sebagai unit antar muka sistem KETERAMPILAN Mampu memahami dan mengimplementasikan bahasa pemrograman yang dapat berinteraksi dengan I/O pada sistem komputer Mampu mengimplemen-tasikan penggunaan bahasa pemrograman melalui studi kasus penggunaan bahasa pemrograman untuk keperluan pengiriman dan pembacaan data melalui I/O

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Mampu melaksanakan implementasi hubungan antara I/O dengan rangkaian antar muka

3. Mengintalasi electropneumatic sebagai bagian dari sistem otomasi elektronik.

Diidentifikasi komponen-komponen elektro pneumatik Penguasaan instalasi elektro-pneumatic ditunjukkan dengan didemokannya sistem yang diujicoba Dimplementasikan elektro-pneumatic pada sistem elektronik

Identifikasi komponenkomponen elektropneumatik Uji coba instalasi elektro-pneumatic Implementasi sistem elektronik menggunakan elektropneumatic

Tekun, teliti, dan cermat dalam mengidentifikasi komponen-komponen elektro-pneumatik Tekun, teliti, dan cermat dalam menguji coba instalasi elektropneumatic

Komponen-komponen dalam pneumatic Instalasi electropneumatic

Mampu mengidentifikasi Komponen-komponen dalam pneumatic Mampu melaksanakan instalasi electropneumatic

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

MATERI POKOK PEMELAJARAN SUB KOMPETENSI KRITERIA KINERJA LINGKUP BELAJAR SIKAP Tekun, teliti, dan cermat dalam mengimplementasi kan sistem elektronik menggunakan elektropneumatic PENGETAHUAN Studi kasus pada sistem otomasi elektronik menggunakan electropneumatic sebagai unit utama dalam proses pengontrolan KETERAMPILAN Mampu mengimplementasikan sistem melalui studi kasus pada sistem otomasi elektronik menggunakan electropneumatic sebagai unit utama dalam proses pengontrolan 4. Membuat Laporan Laporan hasil pekerjaan dibuat sesuai dengan format dan prosedur/ Instruksi Kerja yang ditetapkan. Prosedur baku pelaporan sementara yang dituangkan dalam buku catatan kegiatan dan prosedur baku cara pelaporan resmi Tekun, teliti, cermat, dan menjunjung tinggi kejujuran profesional. Pembuatan laporan prosedur penggunaan komputer dan Mampu membuat laporan hasil pekerjaan dan menganalisis hasil pekerjaan berdasarkan kaidah-kaidah metode ilmiah

menganilisis jika terjadi kekeliruan-kekeliruan dalam proses pelaporan dengan menggunakan pendekatan statiska terapan

Tabel 3. Kompetensi

Modul EIND 2 OE.PEM.O18

F. Cek Kemampuan

Tabel dibawah ini untuk mengetahui kemampuan awal yang telah Anda miliki, maka berilah tanda cek list ( ) dengan sikap jujur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Saya dapat melakukan Kompetensi Pernyataan pekerjaan ini dengan kompeten Tidak Menguasai dasar Elektronika Digital dan Komputer Saya dapat merecanakan pengendalian beserta input/output Saya dapat membuat diagram ladder Saya dapat membuat pemrograman untuk PLC Saya dapat menginstalasi soft ware PLC Saya dapat mendown load program PLC Saya dapat mengoperasikan peralatan industri dengan PLC Kerjakan tes formatif 2 Kerjakan tes formatif 3 Kerjakan tes formatif 4 Kerjakan tes formatif 5 Kerjakan tes formatif 6 Ya Jika, Ya Kerjakan tes formatif 1

Tabel 4. Cek Kemampuan

Apabila Anda menjawab TIDAK pada salah satu pernyataan di atas, maka pelajarilah pada sub kompetensi modul ini yang tidak Anda kuasai sampai Anda kompeten.

BAB. II PEMELAJARAN
A. Rencana Belajar Peserta Diklat

Kompetensi Sub Kompetensi

: :

Menguasai Dasar Elektronika Digital dan Komputer Memrogram peralatan sistim otomasi elektronik yang berkaitan dengan I/O berbantuan PLC

Jenis Kegiatan Tanggal Waktu

Tempat Belajar

Alasan Perubahan

Tanda Tangan Guru

Tabel 5. Pembelajaran

B.

Kegiatan Belajar

Kegiatan Belajar 1. DASAR-DASAR SISTEM KENDALI PLC

a.

Tujuan Pemelajaran Setelah pemelajaran Siswa dapat: Mengidentifikasi peralatan sistem kendali PLC Menjelaskan cara kerja sistem kendali PLC Menjelaskan keunggulan PLC Menyebutkan daerah penerapan PLC Mengidentifikasi struktur PLC

b.

Uraian Materi

1.

Sistem Kendali Istilah sistem kendali dalam teknik listrik mempunyai arti suatu peralatan atau sekelompok peralatan yang digunakan untuk mengatur fungsi kerja suatu mesin dan memetakan tingkah laku mesin tersebut sesuai dengan yang dikehendaki. Fungsi kerja mesin tersebut mencakup antara lain menjalankan (start), mengatur (regulasi), dan menghentikan suatu proses kerja. Pada umumnya, sistem kendali merupakan suatu kumpulan peralatan listrik atau elektronik, peralatan mekanik, dan peralatan lain yang menjamin stabilitas dan transisi halus serta ketepatan suatu proses kerja. Sistem kendali mempunyai tiga unsur yaitu input, proses, dan output.

10

Input

PROSES

Output

Gambar 3. Unsur-unsur sistem kendali Input pada umumnya berupa sinyal dari sebuah transduser, yaitu alat yang dapat merubah besaran fisik menjadi besaran listrik, misalnya tombol tekan, saklar batas, termostat, dan lain-lain. Transduser memberikan informasi mengenai besaran yang diukur, kemudian informasi ini diproses oleh bagian proses. Bagian proses dapat berupa rangkaian kendali yang menggunakan peralatan yang dirangkai secara listrik, atau juga berupa suatu sistem kendali yang dapat diprogram misalnya PLC. Pemrosesan informasi (sinyal input) menghasilkan sinyal output yang selanjutnya digunakan untuk mengaktifkan aktuator (peralatan

output) yang dapat berupa motor listrik, kontaktor, katup selenoid,


lampu, dan sebagainya. Dengan peralatan output, besaran listrik diubah kembali menjadi besaran fisik. Sistem kendali dibedakan menjadi dua, yaitu sistem kendali loop

terbuka dan sistem kendali loop tertutup.

a) Sistem Kendali Loop Terbuka Sistem kendali loop terbuka adalah proses pengendalian di mana variabel input mempengaruhi output yang dihasilkan. Gambar 2 menunjukkan diagram blok sistem kendali loop terbuka.

11

Gangguan

Setting

Peralatan Kendali

Sistem yang dikendalikan

Output

Gambar 4. Diagram blok sistem kendali loop terbuka Dari gambar 2 di atas, dapat dipahami bahwa tidak ada informasi yang diberikan oleh peralatan output kepada bagian proses sehingga tidak diketahui apakah hasil output sesuai dengan yang dikehendaki. b) Sistem Kendali Loop Tertutup Sistem kendali loop tertutup adalah suatu proses

pengendalian di mana variabel yang dikendalikan (output) disensor secara kontinyu, kemudian dibandingkan dengan besaran acuan. Variabel yang dikendalikan dapat berupa hasil pengukuran temperatur, kelembaban, posisi mekanik, kecepatan putaran, dan sebagainya. Hasil pengukuran tersebut diumpan-balikkan ke

pembanding (komparator) yang dapat berupa peralatan mekanik, listrik, elektronik, atau pneumatik. Pembanding membandingkan sinyal sensor yang berasal dari variabel yang dikendalikan dengan besaran acuan, dan hasilnya berupa sinyal kesalahan. Selanjutnya, sinyal kesalahan diumpankan kepada peralatan kendali dan diproses untuk memperbaiki kesalahan sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang dikehendaki. Dengan kata lain, kesalahan sama dengan nol.

12

Gangguan Error Settin g Peralatan Kendali Sistem yang dikendalikan (Proses) Outpu t Sensor

Umpan balik Gambar 5. Sistem kendali loop tertutup

c) Sistem Kendali PLC Hingga akhir tahun 1970, sistem otomasi mesin dikendalikan oleh

relai

elektromagnet.

Dengan

semakin

meningkatnya

perkembangan teknologi, tugas-tugas pengendalian dibuat dalam bentuk pengendalian terprogram yang dapat dilakukan antara lain menggunakan PLC (Programmable Logic Controller). Dengan PLC, sinyal dari berbagai peralatan luar diinterfis sehingga fleksibel dalam mewujudkan sistem kendali. Disamping itu, kemampuannya dalam komunikasi jaringan memungkinkan penerapan yang luas dalam berbagai operasi pengendalian sistem. Dalam sistem otomasi, PLC merupakan Jantung sistem kendali. Dengan program yang disimpan dalam memori PLC, dalam eksekusinya, PLC dapat memonitor keadaan sistem melalui sinyal dari peralatan input, kemudian didasarkan atas logika program menentukan rangkaian aksi pengendalian peralatan output luar. PLC dapat digunakan untuk mengendalikan tugas-tugas sederhana yang berulang-ulang, atau di-interkoneksi dengan yang lain menggunakan komputer melalui sejenis jaringan komunikasi untuk mengintegrasikan pengendalian proses yang kompleks.

13

Cara kerja sistem kendali PLC dapat dipahami dengan diagram blok seperti ditunjukkan pada Gambar 4.

Catu Daya

Peralatan Penunjang

interfis output

Peralatan input

interfis input

CPU
memori

Gambar 6. Diagram blok PLC

Dari gambar terlihat bahwa komponen sistem kendali PLC terdiri atas PLC, peralatan input, peralatan output, peralatan

penunjang, dan catu daya. Penjelasan masing-masing komponen sebagai berikut: 1. PLC PLC terdiri atas CPU (Central Processing Unit), memori, modul interface input dan output program kendali disimpan dalam memori program. Program mengendalikan PLC sehingga saat sinyal input dari peralatan input ON, timbul respon yang sesuai. Respon ini umumnya meng-ON-kan sinyal output pada peralatan output. CPU adalah mikroprosesor yang mengkordinasikan kerja sistem PLC. Ia mengeksekusi program, memproses sinyal input/ output, dan mengkomunikasikan dengan peralatan luar. Memori adalah daerah yang menyimpan sistem operasi dan data pemakai. Sistem operasi sesungguhnya software sistem

Peralatan output

14

yang mengkordinasikan PLC. Program kendali disimpan dalam memori pemakai. Ada dua jenis memori yaitu: ROM (Read Only Memory) dan RAM (Random Access Memory). ROM adalah memori yang hanya dapat diprogram sekali. Penyimpanan program dalam ROM bersifat permanen, maka ia digunakan untuk menyimpan sistem operasi. Ada sejenis ROM, yaitu EPROM (Erasable Programmable

Read Only Memory) yang isinya dapat dihapus dengan cara


menyinari menggunakan sinar ultraviolet dan kemudian diisi program ulang menggunakan PROM Writer.

Interface adalah modul rangkaian yang digunakan


untuk menyesuaikan sinyal pada peralatan luar. Interface input menyesuaikan sinyal dari peralatan input dengan sinyal yang dibutuhkan untuk operasi sistem. Interface output menyesuaikan sinyal dari PLC dengan sinyal untuk mengendalikan peralatan output.

2. Peralatan Input Peralatan input adalah yang memberikan sinyal kepada PLC dan selanjutnya PLC memproses sinyal tersebut untuk mengendalikan peralatan output. Peralatan input itu antara lain: Berbagai jenis saklar, misalnya tombol, saklar togel, saklar batas, saklar level, saklar tekan, saklar proximity. Berbagai jenis sensor, misalnya sensor cahaya, sensor suhu, sensor level. Rotary encoder

15

3. Peralatan Output Sistem otomasi tidak lengkap tanpa ada peralatan output yang dikendalikan. Peralatan output itu misalnya: Kontaktor Motor listrik Lampu Buzer

4. Peralatan Penunjang Peralatan penunjang adalah peralatan yang digunakan dalam sistem kendali PLC, tetapi bukan merupakan bagian dari sistem secara nyata. Maksudnya, peralatan ini digunakan untuk keperluan tertentu yang tidak berkait dengan aktifitas

pegendalian. Peralatan penunjang itu, antara lain : berbagai jenis alat pemrogram, yaitu komputer, software

ladder, konsol pemprogram, programmable terminal, dan


sebagainya. Berbagai software ladder, yaitu: SSS, LSS, Syswin, dan CX Programmer. Berbagai jenis memori luar, yaitu: disket, CD , flash disk. Berbagai alat pencetak dalam sistem komputer, misalnya printer, plotter.

16

5. Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan digital dan setiap peralatan digital membutuhkan catu daya DC. Catu daya ini dapat dicatu dari luar, atau dari dalam PLC itu sendiri. PLC tipe modular membutuhkan catu daya dari luar, sedangkan pada PLC tipe compact catu daya tersedia pada unit.

d) Komponen Unit PLC Unit PLC dibuat dalam banyak model/tipe. Pemilihan suatu tipe harus mempertimbangkan: yang dibedakan menurut: Jenis catu daya Jumlah terminal input/output Tipe rangkaian output

1. Jenis Catu Daya PLC adalah sebuah peralatan elektronik. Dan setiap peralatan elektronik untuk dapat beroperasi membutuhkan catu daya. Ada dua jenis catu daya untuk disambungkan ke PLC yaitu AC dan DC. 2. Jumlah I/O Pertimbangan lain untuk memilih unit PLC adalah jumlah terminal I/O nya. Jumlah terminal I/O yang tersedia bergantung kepada merk PLC. Misalnya PLC merk OMRON pada satu unit tersedia terminal I/O sebanyak 10, 20, 30, 40 atau 60. Jumlah terminal I/O ini dapat dikembangkan dengan memasang Unit I/O Ekspansi sehingga dimungkinkan memiliki 100 I/O. Pada umumnya, jumlah terminal input dan output megikuti perbandingan tertentu, yaitu 3 : 2. Jadi, PLC dengan

17

terminal I/O sebanyak 10 memiliki terminal input 6 dan terminal output 4. 3. Tipe Rangkaian Output PLC dibuat untuk digunakan dalam berbagai rangkaian kendali. Bergantung kepada peralatan output yang dikendalikan, tersedia tiga tipe rangkaian output yaitu: output relay, output transistor singking dan output transistor soucing. Di bawah ini diberikan tabel yang menunjukkan jenis catu daya, jumlah I/O, dan tipe rangkaian output.

Gambar 7. Port I/O Beberapa Type PLC

18

Gambar 8. Terminal CPU

Penjelasan Komponen 1. Terminal input catu daya Hubungkan catu daya (100 s.d 240 VAC atau 24 VDC) ke terminal ini 2. Terminal Ground Fungsional Pastikan untuk membumikan terminal ini (hanya untuk PLC tipe AC) untuk meningkatkan kekebalan terhadap derau (noise) dan mengurangi resiko kejutan listrik 3. Terminal Ground Pengaman Pastikan untuk membumikan terminal ini untuk mengurangi resiko kejutan listrik 4. Terminal catu daya luar PLC tertentu, misalnya CPM2A dilengkapi dengan terminal output catu daya 24 VDC untuk mencatu daya peralatan input

19

5.

Terminal input Sambunglah peralatan input luar ke terminal input ini

6.

Terminal Output Sambunglah peralatan output luar ke terminal output ini

7.

Indikator status PLC Indikator ini menunjukkan status operasi PLC, seperti ditunjukkan pada tabel berikut ini: Indikator PWR (hijau) RUN (hijau) OFF Status ON OFF ON Arti Daya sedang dicatukan ke PLC Daya tidak sedang dicatu ke PLC PLC beroperasi dalam mode RUN atau MONITOR PLC beroperasi dalam mode PROGRAM, atau terjadi kesalahan fatal COMM (kuning) OFF Berkedip Data sedang ditransfer melalui port peripheral atau port RS-232C Data tidak sedang ditransfer melalui port peripheral atau port RS-232C ERR/ALM (merah) ON Terjadi kesalahan fatal

Berkedip Terjadi kesalahan tidak fatal OFF Operasi berlangsung normal

Tabel 6. Indikator Status PLC 8. Indikator input Indikator input menyala saat terminal input yang sesuai ON. Indikator input menyala selama refreshing input/output Jika terjadi kesalahan fatal, indikator input berubah sebagai berikut:

20

Kesalahan fatal Kesalahan unit CPU, kesalahan bus I/O, atau terlalu banyak unit I/O Kesalahan memori atau kesalahan FALS (sistem fatal) Padam

Indikator input

Indikator akan berubah sesuai status sinyal input, tetapi status input tidak akan diubah pada memori

Tabel 7. Indikator Kesalahan 9. Indikator output Indikator output menyala saat terminal output yang sesuai ON 10. Analog Control Putarlah control ini untuk setting analog (0 s.d 200) pada IR 250 dan IR 251 11. Port peripheral Sambungan PLC ke peralatan pemrogram: Konsol Pemrogram, atau komputer 12. Port RS 232C Sambungan PLC ke peralatan pemrogram: Konsol Pemrogram,

komputer, atau Programmable Terminal 13. Saklar komunikasi Saklar ini untuk memilih apakah port peripheral atau port RS-232C akan menggunakan setting komunikasi pada PC Setup atau setting standar 14. Batere Batere ini mem-back-up memori pada unit PLC 15. Konektor ekspansi Tempat sambungan PLC ke unit I/O ekspansi atau unit ekspansi (unit I/O analog, unit sensor suhu) 21

e) Spesifikasi Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya. Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). Berikut ini diberikan spesifikasi unit PLC yang terdiri atas spesifikasi umum, spesifikasi input, dan spesifikasi output. 1. Spesifikasi Umum Butir Tegangan catu Tegangan operasi Penggunaan daya Catu daya luar AC DC AC DC AC DC Tegangan catu Kapasitas output Tahanan isolasi Kuat dielektrik Suhu ruang Ukuran sekerup terminal Berat AC DC Spesifiasi 100 s.d 240 VAC, 50/60 Hz 24 VDC 85 s.d 264 VAC 20,4 s.d 26,4 VDC 60 VA maks 20 W maks 24 VDC 300 mA 20 M minimum 2300 VAC 50/60 Hz selama 1 menit 0o s.d 55o M3 650 g 550 g

Tabel 8. Spesifikasi Umum

22

2.

Spesifikasi Input Butir Tegangan input Impedansi input Arus input Tegangan/arus on Tegangan/arus off Tunda on Tunda off Konfigurasi rangkaian input 24 VDC 2,7 k 8 mA 17 VDC input, 5 mA 5 VDC maks, 1 mA 10 ms 10 ms
+10%

Spesifikasi /-15%

23

3.

Spesifikasi Output Butir Spesifikasi 2 A, 250 VAC (cos = 1) 2 A, 24 VDC 10 mA, 5 VDC

Kapasitas switching maksimum Kapasitas switching minimum Usia kerja relai

Listrik

: 150.000 operasi (beban resistif 24 VDC) 100.000 operasi (beban induktif)

Mekanik : 20.000.000 operasi Tunda on Tunda off Konfigurasi rangkaian output 15 ms maks 15 ms maks

f) Perbandingan Sistem Kendali Elektromagnet dan PLC Pada sistem kendali relay elektromagnetik (kontaktor), semua pengawatan ditempatkan dalam sebuah panel kendali. Dalam beberapa kasus panel kendali terlalu besar sehingga memakan banyak ruang (tempat). Tiap sambungan dalam logika relay harus disambung. Jika pengawatan tidak sempurna, maka akan terjadi kesalahan sistem kendali. Untuk melacak kesalahan ini, perlu waktu

24

cukup lama. Pada umumnya, kontaktor memiliki jumlah kontak terbatas. Dan jika diperlukan modifikasi, mesin harus diistirahatkan, dan lagi boleh jadi ruangan tidak tersedia serta pengawatan harus dilacak untuk mengakomodasi perubahan. Jadi, panel kendali hanya cocok untuk proses yang sangat khusus. Ia tidak dapat dimodifikasi menjadi sistem yang baru dengan segera. Dengan kata lain, panel kendali elektromagnetik tidak fleksibel. Dari uraian di atas, dapat disimpulkan adanya kelemahan sistem kendali relay elektromagnetik sebagai berikut: Terlalu banyak pengawatan panel Modifikasi sistem kendali sulit dilakukan Pelacakan gangguan sistem kendali sulit dilakukan Jika terjadi gangguan mesin harus diistirahatkan untuk melacak kesalahan sistem Kesulitan-kesulitan di atas dapat diatasi dengan menggunakan sistem kendali PLC.

g) Keunggulan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan sistem kendali elektromagnetik sebagai berikut: Pengawatan sistem kendali PLC lebih sedikit Modifikasi sistem kendali dapat dengan mudah dilakukan dengan cara mengganti program kendali tanpa merubah pengawatan input/output Tidak diperlukan komponen kendali seperti timer dan hanya diperlukan sedikit kontaktor sebagai penghubung peralatan output ke sumber tenaga listrik 25 sejauh tidak ada tambahan peralatan

Kecepatan operasi sistem kendali PLC sangat cepat sehingga produktivitas meningkat Biaya pembangunan sistem kendali PLC lebih murah dalam kasus fungsi kendalinya sangat rumit dan jumlah peralatan input/outputnya sangat banyak Sistem kendali PLC lebih andal Program kendali PLC dapat dicetak dengan cepat

h) Penerapan Sistem Kendali PLC Sistem kendali PLC digunakan secara luas dalam berbagai bidang antara lain untuk mengendalikan: Traffic light Lift Konveyor Sistem pengemasan barang Sistem perakitan peralatan elektronik Sistem pengamanan gedung Robot Pemrosesan makanan

i) Langkah-Langkah Desain Sistem Kendali PLC Pengendalian sistem kendali PLC harus dilakukan melalui langkah-langkah sistematik sebagai berikut: 1. Memilih PLC dengan spesifikasi yang sesuai dengan sistem kendali 2. Memasang Sistem Komunikasi

26

3. Membuat program kendali 4. Mentransfer program ke dalam PLC 5. Memasang unit 6. Menyambung pengawatan I/O 7. Menguji coba program 8. Menjalankan program

c.

Rangkuman

1.

PLC adalah kependekan dari Programmable Logic Controller yang berarti pengendali yang bekerja secara logika dan dapat diprogram.

2.

Peralatan sistem kendali PLC terdiri

atas Unit PLC, peralatan input,

peralatan output, peralatan penunjang, dan catu daya. 3. Pemilihan suatu unit PLC didasarkan atas pertimbangan jenis catu daya untuk PLC, jumlah I/O dan tipe rangkaian output. 4. Penggunaan PLC harus memperhatikan spesifikasi teknisnya.

Mengabaikan hal ini dapat mengakibatkan PLC rusak atau beroperasi secara tidak tepat (mal-fungsi). 5. Dibandingkan sistem kendali elektromagnet, PLC lebih unggul dalam banyak hal, antara lain pengawatan sistem lebih sederhana, gambar sistem kendali mudah dicetak, lebih murah dalam kasus rangkaian kendali yang rumit, mempunyai fungsi self diagnostic, dan lain-lain. 6. PLC diterapkan dalam hampir segala lapangan industri sebagai pengendali mesin dan proses kerja alat.

27