Anda di halaman 1dari 16

PEDOMAN PELATIHAN ASESOR

LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL National Construction Services Development Board

JAKARTA 2007
1

PENGANTAR

B
1. 2. 3.

uku pedoman ini merupakan acuan untuk Pelaksanaan Pelatihan Asesor dimulai dari tahap persiapan,

pelaksanaan sampai dengan penentuan hasil pelatihan.

Peserta pelatihan dan trainer disarankan untuk membaca pedoman ini dengan seksama, agar konsep dan aktivitas dalam pelatihan Asesor ini dapat dipahami. Unit kompetensi yang harus dicapai dalam pelatihan ini adalah : Merencanakan Asesment Melaksanakan Asesment Mengkaji ulang Asesment Pedoman ini disusun berdasarkan model Diklat hasil kerjasama Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan dengan Indonesia Australia Partnership for Skill Development (IAPSD) sejak tahun 2002-2004. Saran yang konstrukstif sangat diharapkan untuk lebih menyempurnakan buku pedoman ini. Terimakasih disampaikan kepada pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pelatihan Asesor ini.

Jakarta, 7 Juni 2007 Tim Penyusun


2 i

DAFTAR ISI
Pengantar .............................................................................. Daftar Isi .................................................................................. i ii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................... B. Tujuan Pelatihan ................................................... C. Sasaran ................................................................ D. Lingkup Materi ...................................................... E. Sumber Dana ....................................................... F. Penjelasan Istilah ................................................. 1 3 3 4 6 6

BAB II

PELAKSANAAN PELATIHAN
A. Strategi Pelaksanaan ........................................... B. Alur Pelaksanaan ................................................. C. Tempat Pelatihan ................................................. D. Peserta Pelatihan ................................................. E. Hak dan Kewajiban Peserta ................................ F. Kriteria Peserta Pelatihan ............................ G. Kriteria Fasilitator ................................................... H. Keluaran Pelatihan ................................................ 7 9 9 9 10 10 11 11

BAB III

PENUTUP ........................................................... 13

ii 3

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam rangka meningkatkan mutu orang perseorangan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri serta mampu bersaing di pasar global, maka perlu disiapkan tenaga Asesor yang terlatih dan berkualitas. Hal ini didasari pada Undang-undang No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi, Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dan Undang-undang No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Mengantisipasi pelaksanaan Pasal 9 UU No. 18 Tahun 1999 diatas maka LPJK Nasional perlu mempersiapkan sistem sertifikasi kompetensi kerja yang mampu melayani kebutuhan anggota asosiasi Profesi dan Institusi Diklat atau orang perseorangan tentang Keterampilan Kerja Jasa Konstruksi. Agar asosiasi profesi dan Institusi Diklat dapat melaksanakan tugasnya perlu tersedia Asesor yang mampu melaksanakan Asesmen serta memiliki kualifikasi yang baik. Untuk itu perlu diselenggarakan pendidikan dan latihan atau pelatihan Asesor yang pesertanya berasal dari asosiasi
1

profesi yang relevan atau dari Institusi Diklat atau orang perseorangan yang menangani jasa konstruksi. Selama ini sejak tahun 2002 sampai tahun 2004, Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan bekerja sama dengan Indonesia Australia Partnership for Skill

Development (IAPSD) telah menyelenggarakan pelatihan Asesor yang diikuti oleh industri/dunia kerja dan lingkungan pendidikan. Pelatihan ini merupakan bagian dari pelatihan Certificate IV in Asesmen and Workplace Training yang mencakup unit kompetensi : 1. Merencanakan Asesmen 2. Melaksanakan Asesmen 3. Mengkaji ulang Asesmen 4. Merencanakan suatu sesi program pelatihan 5. Menyajikan pelatihan 6. Melatih kelompok kecil 7. Mengkaji ulang pelatihan 8. Merencanakan dan mempromosikan pelatihan Pelatihan Asesor yang akan dilaksanakan ini mencakup 3 unit kompetensi yaitu : Merencanakan Asesmen,

Melaksanakan Asesmen, Mengkaji ulang Asesmen. Kegiatan pelatihan Asesor ini merupakan bagian dari rencana LPJK Nasional untuk mendorong Badan sertifikasi
2

yang ada di asosiasi profesi dan Institusi Diklat untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi keahlian kerja dan sertifikasi Keterampilan Kerja Jasa Konstruksi.

B. Tujuan Pelatihan
Pelatihan Asesor bertujuan agar peserta mampu : 1. Memahami konsep Pelatihan Berbasis Kompetensi 2. Mengembangkan pengetahuan tentang pelaksanaan Asesmen 3. Merancang perangkat uji kompetensi berdasarkan standar kompetensi tertentu dan prinsip Asesmen 4. Melaksanakan Asesmen 5. Melaporkan hasil Asesmen

C. Sasaran
Sasaran kegiatan pelatihan Asesor adalah Peserta yang berasal dari asosiasi profesi dan Institusi Diklat serta pihak lain/orang perseorangan yang memenuhi kriteria Asesor. Sasaran akhir adalah semua Asesor di asosiasi profesi dan Institusi Diklat memiliki sertifikat Asesor.

D. Lingkup Materi
Lingkup Materi untuk bidang ASMET Jasa Konstruksi antara lain : 1. Konsep dan pengertian pelatihan berbasis

kompetensi 2. Regulasi Jasa Konstruksi Indonesia 2.1. Undang-undang No. 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi 2.2. Pengaturan Sertifikasi Tenaga Ahli dan

Terampil Jasa Konstruksi 2.3. Pengenalan LPJK, asosiasi terakreditasi, dan hubungan dengan BNSP 2.4. Kebijakan Profesi dan etika Profesional 3. Standar Kompetensi 3.1 Pengertian Standar 3.2 Pengertian Standar Kompetensi 3.3 Pemetaan Standar Kompetensi 3.4 Format Standar Kompetensi 4. Standar Latih Kompetensi 4.1 Pengertian Standar Latih Kompetensi 4.2 Format Standar Latih Kompetensi 5. Metodologi Asesmen Berbasis Kompetensi 5.1 Peranan Asesor
4

5.2 Merencanakan Asesmen Berbasis Kompetensi 5.2.1 Pengertian Asesmen 5.2.2 Tujuan, Metoda, Jenis Asesmen 5.2.3 Prinsip, proses Asesmen 5.2.4 Tahapan Asesmen 5.2.5 Merancang dokumen Asesmen - Memilih unit Kompetensi - Membuat matriks pengujian Bank Pertanyaan Cek list observasi unjuk kerja Cek list pengumpulan bukti Konsultasi pra uji Teknik memberikan umpan balik Teknik membuat keputusan Asesmen Praktik pembuatan soal (tulis, lisan, observasi) - Simulasi Asesmen dan monitoring, Role Play dan kuis 5.3 Menyelenggarakan Asesmen 5.3.1 Menyelenggarakan pelatihan Asesor 5.3.2 Menyelenggarakan Asesmen secara Asesmen ditempat

mandiri di lapangan/industri terkait 5.4 Pembuatan Laporan Asesmen


5

6. Monitoring Sertifikasi Kompetensi 6.1 Tujuan dan Manfaat Monitoring Sertifikasi

Kompetensi 6.2 Prosedur dan Format Monitoring Sertifikasi Kompetensi 7. Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) 7.1 Pengertian dan tujuan KKNI 7.2 Kegunaan KKNI 7.3 Perumusan KKNI 7.4 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia

E. Sumber Dana
Adapun sumber dana yang digunakan untuk mendukung kegiatan pelatihan Asesor ini adalah bersumber pada anggaran LPJKN dan dari sumbangan atau

pembayaran peserta pelatihan Asesor.

F. Penjelasan Istilah
Dalam pelatihan Asesor ini ada beberapa perubahan istilah pemakaian kata yaitu : 1. Penilaian menjadi Asesmen 2. Penilai menjadi Asesor 3. Peserta pelatihan menjadi Assessee 4. Pembina pelatihan menjadi Fasilitator.
6

BAB II PELAKSANAAN PELATIHAN


A. Strategi Pelaksanaan
Strategi pelaksanaan terdiri dari dua tahap, yaitu pembekalan penyampaian pelaksanaan dan pelatihan dan di kelas dalam Asesmen oleh bentuk serta peserta

materi Asesmen

simulasi

secara

mandiri

pelatihan Asesor di lapangan / industri terkait. Pelatihan ini menerapkan adult learning dengan metoda : 1. Ceramah, diskusi, kerja kelompok, 2. Sosio drama diterapkan dalam Role-Play 3. Simulasi pada waktu melakukan Asesmen di tempat kerja
Pelatihan di kelas Pelatihan 2 hari, Praktek 1 hari Jam 08.00 17.00 24 jam Proyek mandiri Asesmen ditempat kerja yang ditugaskan asosiasi profesi/Institusi Diklat selama 3 kali dan hasilnya dikirim ke LPJK Nasional

Sertifikat Asesor

Sertifikat Pelatihan Asesor

Peserta yang memenuhi persyaratan pelatihan, akan menerima sertifikat keikutsertaan, (Certificate of Attendence) yang belum menyatakan bahwa peserta tersebut sudah menjadi Asesor. Peserta pelatihan yang telah melaksanakan Asesmen di lapangan/industri/asosiasi/diklat dan menyampaikan laporan kepada penyelenggara serta setelah ditelaah dan dievaluasi dinyatakan memenuhi persyaratan yang ditetapkan diberi sertifikat Asesor uji kompetensi (Certificate of Competence). Penandatanganan sertifikat pelatihan Asesor adalah Ketua dan Sekretaris Bidang Profesi LPJK Nasional. Penandatanganan sertifikat Asesor adalah Ketua Umum LPJK Nasional dan Sekretaris Umum LPJK Nasional.

B.

Alur Pelaksanaan
Regulasi Kompetensi Standar kompetensi Standar Latih Mekanisme Asesment Monev Role Play Pelaksanaan Asesment

Kebijakan Perundangan

-Prinsip Asesment -Proses

Membuat perencanaan Asesment

Praktik konsultasi pra Asesment

Role Play Konsultansi pra Asesment

Membuat perangkat Asesment

Membuat persiapan Dokumentasi Asesment

Praktik Pelaksanaan Asesment

Membuat laporan Asesment

C. Tempat Pelatihan
Pelaksanaan pelatihan Asesmen di pusat-pusat pelatihan yang memenuhi persyaratan untuk pelatihan Asesor atau tempat lain yang cukup nyaman untuk pelatihan Asesor.

D. Peserta Pelatihan
Pelaksanaan pelatihan Asesor akan diikuti oleh peserta dari : 1. Anggota Asosiasi Profesi
9

2. Institusi Diklat 3. Perguruan Tinggi 4. Orang perseorangan yang memenuhi syarat Jumlah peserta pergroup pelatihan Asesor minimal 20 orang

E. Hak dan Kewajiban Peserta


Selama pelatihan peserta berhak memperoleh :

Bahan / materi pelatihan Asesor Sertifikat pelatihan Asesor (Workplace Certificate Asesor) bagi yang hadir 100% Training Kit Konsumsi selama pelatihan Asesor Peserta Berkewajiban : Membayar biaya peserta pelatihan Asesor Mengikuti pelatihan selama tiga hari sesuai jadwal Melakukan praktik / simulasi Asesmen Menyusun laporan dokumen bukti lengkap dari hasil praktik/simulasi Asesmen Menyerahkan hasil pelaksanaan Asesmen setelah melaksanakan Asesmen 3 kali yang ditugaskan Asosiasi Profesi/Diklat

F. Kriteria Peserta Pelatihan


Peserta dari Asosiasi Profesi diusulkan oleh Asosiasi Profesi Peserta dari Institusi Diklat diusulkan oleh Institusi Diklat
10

Peserta dari Perguruan Tinggi diusulkan oleh Perguruan Tinggi Peserta orang perseorangan diusulkan oleh asosiasi lain atau inisiatif sendiri dengan memenuhi kriteria Asesor Minimal memiliki kualifikasi pendidikan D3 atau yang setara sesuai dengan bidang Keahlian Kerja dan Keterampilan Kerja Jasa Konstruksi Memiliki pengalaman Kerja di bidang Jasa Konstruksi minimal 10 tahun dengan melampirkan CV Bersedia mengikuti pelatihan sesuai jadwal dan melaksanakan tugas yang disyaratkan

G. Kriteria Fasilitator
Memiliki sertifikat pelatihan Asesor Memiliki sertifikat Asesor Memiliki Sertifikat Trainer Asesor (Sertifikat Trainer Asesor dari IAPSD) atau Certificate IV Asesmen and Workplace Training dari Australia) Bersedia melaksanakan pelatihan sesuai kebutuhan Melaksanakan pelatihan sesuai dengan buku pedoman pelatihan Asesor Mampu memeriksa tugas-tugas yang dilaksanakan peserta serta memberikan umpan balik

H. Keluaran Pelatihan
Pelatihan Asesor yang dilaksanakan oleh LPJK Nasional memiliki keluaran/output sbb : Menjadi Asesor tingkat nasional LPJK Nasional Asesor yang dihasilkan diakui menjadi Asesor di asosiasi atau diklatnya
11

Secara spesifik Asesor dapat melatih Asesor bidang kompetensi di asosiasinya bersama LPJKN Menjadi Asesor jasa konstruksi yang memiliki kompetensi Asesmen sesuai standar kompetensi Asesor bidang ASMET Jasa Konstruksi.

12

BAB III PENUTUP


Pedoman pelatihan Asesor yang telah disusun ini kiranya dapat digunakan untuk pelaksanaan pelatihan Asesor di LPJK Nasional. Agar pelatihan Asesor berjalan lancar maka pedoman pelatihan ini perlu ditaati oleh semua peserta pelatihan atau assessee dan semua fasilitator.

13