Anda di halaman 1dari 4

FILTRASI GLOMERULUS KOMPOSISI FILTRAT GLOMERULAR Pembentukan urin diawali dengan filtrasi cairan melalui kapiler glomerular ke kapsul

Bowman. Kapiler glomerulus impermeable terhadap protein sehingga filtrat umumnya bebas protein dan selular elemen lain termasuk RBC. Konsentrasi konstituen lain mirip dengan plasma, kecuali substansi yang berat molekulnya rendah seperti kalsium dan asam lemak plasma diikat dengan protein sehingga tidak terfiltrasi melalui kapiler glomerular.

Gambar 1. Kapiler Glomerulus dan Sawar Filtrasi Glomerulus Nilai laju filtrasi glomerulus (GFR) ditentukan oleh (1) keseimbangan antara kekuatan hydrostatic dan colloid osmotic, dan (2) koefisien filtrasi (Kf) yang ditentukan oleh permeabilitas dan luas permukaan filtrasi kapiler. Kapiler glomerulus memiliki laju filrasi yang lebih tinggi daripada kapiler lain karena tingginya tekanan hidrostatik glomerulus dan besarnya nilai Kf. Pada orang dewasa GFR sekitar 125 ml/menit atau 180L/hari dengan fraksi 0.2.
Filtration fraction = GFR/Renal plasma flow

Membran kapiler glomerular mirip dengan kapiler lain namun meliliki 3 lapisan yaitu endothelium, membran basalis glomerulus dan podosit berperan sebagai sawar filtrasi glomerulus yang memfilter cairan dan solute lebih banyak dari kapiler lain. Endothelium memiliki banyak lubang kecil yang disebut fenestrae yang cukup besar, namun bermuatan negatif sehingga menolak plasma protein. Membran basalis glomerulus terdiri dari kolagen dan fibril proteoglikan yang memiliki ruang besar sehingga air dan solute kecil bisa lewat, dan bermuatan negatif akibat adanya proteoglikan. Sel epithelial memiliki podosit yang membentuk gap berupa slit pores tempat lewatnya filtrat, juga memiliki muatan negatif.

Membran kapiler glomerular lebih tebal daripada kapiler lain namun lebih berpori. Membrane juga selektif menentukan molekul yang akan difilter berdasarkan ukuran dan muatan elektrik. Molekul besar dan bermuatan negatif lebih sulit terfiltrasi daripada molekul lain yang berukuran sama namun bermuatan positif. Pada penyakit ginjal tertentu membran basalis glomerulus dapat kehilangan muatan negatifnya sehingga protein yang berat molekulnya rendah seperti albumin akan terfiltrasi dan ada pada urin. DETERMINAN GFR GFR ditentukan berdasarkan total hydrostatic dan colloid osmotic force yang melalui membran glomerular, koefisien filtrasi kapiler glomerular. Meningkatnya koefisien filtrasi kapiler glomerular meningkatkan GFR. Meningkatnya tekanan hidrostatis kapsula Bowman meningkatkan GFR. Meningkatnya tekanan koloid osmotik kapiler menurunkan GFR. Meningkatnya tekanan hidrostatik kapiler glomerular meningkatkan GFR.

Gambar 2. Tekanan yang berperan dalam filtrasi glomerulus Sehingga dapat diturunkan rumus: GFR = Kf X Net filtration pressure GFR = Kf x ( PG PB G+ B )

KONTROL FISIOLOGIS GFR DAN RENAL BLOOD FLOW Aktivasi sympathetic nervous system menurunkan GFR. Norepinephrine, epinehrine, dan endothelin mengkonstriksikan pembuluh darah renal dan menurunkan GFR. Angiotensin II mengkonstriksikan arteriole efferent. Nitric oxide menurunkan resistensi vaskuler dan meningkatkan GFR. Prostaglandin dan Bradikinin senderung meniingkatkan GFR.

Penentu Renal Blood Flow

AUTOREGULASI GFR DAN RENAL BLOOD FLOW Merupakan mekanisme umpan balik intrinsik pada ginjal, berfungsi untuk mempertahankan GFR agar relatif konstan dan kontrol yang tepat pada eksresi air dan zat terlarut oleh ginjal meskipun terdapat perubahan pada tekanan darah arterial. Peran Umpan balik Tubuloglomerular dalam Autoregulasi GFR Untuk melaksanakan fungsi autoregulasi, ginjal memiliki mekanisme umpan balik yang menghubungkan perubahan sodium chloride di dalam macula densa terhadap tubulus distal dan membantu mencegah fluktuasi dari ekresi renal yang mungkin terjadi.

Gambar 3. Aparatus Juxtaglomerulus dan mekanisme umpan balik tubuloglomerular pada autoregulasi GFR Autoregulasi Miogenik GFR dan Renal Blood Flow Mekanisme miogenic merupakan kemampuan pembuluh darah individual untuk menahan peregangan selama peningkatan tekanan arterial untuk mempertahankan konstan renal blood flow dan GFR. Respon terhadap peningkatan tekanan atau peregangan dinding pembuluh darah melalui konstraksi otot polos vaskular. Peregangan dari dinding vaskular akan meningkatkan pergerakan ion kalsium dari cairan ekstraselular menuju sel, sehingga menyebabkan kontraksi. Kontraksi ini akan mencegah distensi yang berlebih dari pembuluh darah dan pada saat yang bersamaan, meningkatkan resistansi vaskular, membantu mencegah peningkatan yang berlebihan dari renal blood flow dan GFR saat peningkatan tekanan arteri. Faktor lain yang meningkatkan GFR dan Renal Blood Flow: Diet Tinggi Protein dan Peningkatan Glukosa Darah Meskipun renal blood flow dan GFR relatif stabil dalam berbagai kondisi, namun dapat meningkat 20 sampai 30% dalam 1 - 2 jam setelah seseorang mengkonsumsi makanan tinggi protein ataupun pada pasien diabetes mellitus yang tidak terkontrol. Mekanisme mengapa hal tersebut terjadi belum dapat dijelaskan secara pasti, namun penjelasan yang mungkin yaitu: Diet tinggi protein menyebabkan banyaknya asam amino beredar di dalam darah (atau pada pasien diabetes terjadi peningkatan glukosa darah) yang selanjutnya akan direabsorpsi di tubulus proximal. Karena asam amino dan glukosa direabsorpsi bersama natrium, peningkatan reabsorpsi asam amino dan glukosa akan menstimulasi reabsorpsi natrium di tubulus proximal. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan jumlah natrium yang dibawa ke makula densa dan memicu terjadinya mekanisme umpan balik tubuloglomerular untuk autoregulasi GFR.