Anda di halaman 1dari 2

TUGAS

HAK KELOMPOK KHUSUS BESERTA CONTOH


Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Etika Keperawatan

Disusun oleh : Vinda Astri Permatasari (P07120112080)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN 2013

HAK KELOMPOK KHUSUS


1. Hak wanita hamil Wanita hamil berhak menerima layanan senyaman mungkin : misalnya apabila seorang ibu hamil mendatangi sebuah klinik keperawatan untuk melakukan suatu konsultasi maupun perawatan, dia berhak mendapatkan pelayanan yang ramah, jelas, tanpa tekanan, aman dan berkualitas baik bagi dirinya sendiri maupun bagi bayi dalam kandungannya. 2. Hak anak-anak Anak-anak berhak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, memperoleh gizi yang adekuat, rekreasi, perawatan serta pengobatan bila membutuhkannya : misalnya seorang anak seharusnya didukung perkembangan dan pertumbuhannya baik oleh keluarga, lingkungan, maupun pemerintah sehingga dapat berkembang dengan baik sesuai usianya. Dan juga memperoleh makanan dengan gizi yang seimbang untuk mendukung pertumbuhannya, untuk berekreasi dengan keluarga dan memperoleh perlakuan yang adil dan layak apabila membutuhkan pengobatan dan perawatan. 3. Hak individu dengan cacat fisik dan mental Individu dengan cacat fisik dan mental berhak dijamin atas akses terhadap perumahan, gedung, transportasi publik, jalan dan semua lingkungan fisik lainnya : misalnya tersedianya akses jalan khusus untuk para tunanetra, biasanya dipasang di trotoar dengan tekstur tersendiri sehingga memudahkan para tunanetra untuk berjalan dengan tongkatnya. 4. Hak individu lansia Lansia berhak mendapatkan penyuluhan oleh tenaga kesehatan tentang kesehatan dan penyakit berhubung semakin menurunnya fungsi tubuh misalnya : lansia mendapatkan penyuluhan tentang pola makanan dengan menu seimbang sesuai dengan keadaannya saat ini, seiring dengan menurunnya fungsi organ-organ vital lansia sehingga dapat mencegah dan menghambat kerusakan organ (komplikasi). 5. Hak individu yang akan meninggal Orang yang akan meninggal berhak untuk meninggal dengan tenang, bebas dari kesakitan dan selanjutnya dirawat sesuai adat, budaya dan keyakinan agamanya : misalnya orang terminal contohnya pasien Parkinson berhak meninggal dengan tenang dan damai. Untuk perawatannya sendiri, pasien juga berhak untuk dirawat sesuai dengan wasiatnya sebelum meninggal ataupun sesuai dengan agamanya. Dapat juga disesuaikan dengan adat dan kebudayaan di lingkungan sekitarnya, misalnya untuk orang Bali dan beragama Hindu biasanya mayatnya dibakar hingga menjadi abu, dan abunya kemudian disimpan maupun dihanyutkan ke laut. 6. Hak individu dengan retardasi mental Individu dengan retardasi mental berhak untuk mendapatkan pengasuhan, perawatan, perhatian, kasih sayang, dan dorongan ekstra untuk mendukung perkembangannya baik secara konseptual maupun sosial sehingga kehidupannya menjadi lebih berkualitas : misalnya anak dengan retardasi mental berhak untuk mendapatkan kasih sayang yang tidak pandang bulu dari orang tuanya, bahkan dia harus mendapatkan perhatian lebih, dan juga mendapatkan pendidikan dan ketrrampilan khusus yang layak dan berkualitas demi mendukung perkembangan bahasa dan sosialnya, meskipun secara perlahan-lahan.

Anda mungkin juga menyukai