Anda di halaman 1dari 2

Kepada Panitia Pelatihan

Implementasi Audit Medis di Rumah Sakit


Mohon didaftar sebagai peserta :

: ------------------------------------------------Nama Lengkap : ------------------------------------------------Jabatan Instansi/Lembaga : ------------------------------------------------: ------------------------------------------------Alamat Lengkap : ------------------------------------------------Telp/Fax./Kantor : ------------------------------------------------HP Biaya Pelatihan sebesar Rp. 3.900.000 (Tiga Juta Sembilan Ratus Ribu Rupiah)
Rp. 3.400.000 (Tiga Juta Empat Ratus Ribu Rupiah ) Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer melalui Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta, a.n. H. Abdul Ghoffar c.q. BUMI MADANI dengan nomor Rekening : 137-00-04039398 dibayarkan saat registrasi.

Pelatihan Implementasi Audit Medis di Rumah Sakit

Lembaga Pengembangan Manajemen Kesehatan

Jl. Kaliurang km 12.5, Candikarang RT 4/9, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Telp./Fax. : 0274 897 267 Blog : bumimadaniconsulting.blogspot.com Email : bumimadani@yahoo.com Contact Person : Rias 081 392 070 080

19 - 21 Juni 2013 Hotel Wisma MM UGM *** Jl. Colombo No. 1,Yogyakarta 55281

Dasar Pemikiran
Dalam Bab II, pasal 3, UU No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran disebutkan bahwa pengaturan praktik kedokteran bertujuan untuk: memberikan perlindungan pada pasien; mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan medis yang diberikan oleh dokter dan dokter gigi; dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, dokter dan dokter gigi. Mutu pelayanan medis merupakan indikator penting yang menentukan baik buruknya pelayanan di rumah sakit. Selain itu, mutu pelayanan sangat terkait dengan safety (keselamatan). Karena itu, implementasi audit medis sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan medis dan patient safety. Selain itu, pencegahan terhadap terjadinya medical error merupakan sesuatu yang sangat penting.harus dilakukan oleh Rumah Sakit sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas rumah sakit terhadap publik. Di luar negeri, masalah medical error merupakan masalah serius, karena semakin banyaknya data terkait dengan medical error tersebut. E.A. McGlynn, 1998, melaporkan tentang over-use pelayanan dan under-use pelayanan. Over-use pelayanan terjadi karena ketidaktaatan pada prosedur, di Inggris hal tersebut mencapai 21% dan di Kanada 9%. Sedangkan under-use yang sering terjadi adalah kesalahan dalam pemberian obat (medication safety). Medical error sering berakhir dengan tuntutan pasien. Laporan dari NHS di Inggris pada tahun 1998 menyebutkan bahwa dana yang terkait dengan tuntutan pasien berjumlah 380 juta pound (sekitar Rp. 6,6 trilyun), dimana 325 juta pound untuk medical error. Di Amerika, angka kematian yang disebabkan oleh medical error ini tiidak kurang dari 100 ribu/orang/tahun. Di Indonesia, data medical error secara pasti belum ada, tapi beberapa kasus telah mencuat ke permukaan, dan telah menjadi masalah hukum akibat adanya tuntutan dari pasien. Hal ini harus

segera diantisipasi, yang salah satunya adalah dengan melakukan Audit Medis secara baik. Audit Medis ini diperlukan selain untuk memperoleh data medical error secara valid, juga dalam kaitannya dengan semangat good clinical governance.

96/MENKES/SK-/IV/2005, salah satu cara untuk mengatasi medical error adalah dengan mengimplementasikan Audit Medis. 2. Pentingnya SPM dalam Audit Medis Pelaksanaan Audit Medis ini tidak dapat dipisahkan dari adanya Standar Pelayanan Medis yang menjadi acuan penilaian. Standar Pelayanan Medis merupakan tatanan yang terpadu dan mendasar bagi setiap tenaga medis dalam melakukan pelayanan medis kepada pasien di rumah sakit. Dengan adanya Standar Pelayanan Medis, dapat dinilai apakah suatu tindakan yang dilakukan oleh seorang tenaga medis masuk dalam kategori melanggar atau tidak. 3. Penyelenggaraan Rekam Medis yang Baik berdasarkan Permenkes No. 269 Tahun 2008 Permenkes No. 269 Tahun 2008 telah mengatur secara rinci dan jelas. Sesi ini akan mencermatinya secara komperhensif. 4. Prasyarat dan komponen Pelaksanaan Audit Medis Untuk melaksanakan sistem Audit Medis secara baik, dibutuhkan beberapa prasyarat. Diantaranya: 1) pelaksanaan audit medis harus penuh tanggungjawab untuk meningkatkan mutu pelayanan; 2) Pelaksanan audit medis harus obyektif, independen dan memperhatikan aspek kerahasiaan pasien dan wajib menyimpan rahasia kedokteran; 3) pelaksa-naan analisis hasil audit medis harus dilakukan oleh kelompok staf medis terkait yang mempunyai

kompetensi, pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang pelayanan dan atau kasus yang diaudit; 4) publikasi hasil audit harus tetap memperhatikan aspek kerahasiaan pasien dan citra rumah sakit di mata masyarakat. Sesi ini membicarakan bagai-mana menyiapkan prasyarat-prasyarat tersebut agar audit medis dapat berjalan dengan baik. 5. Tata Laksana Implementasi Audit Medis Untuk menghasilkan audit yang baik diperlukan tata laksana audit yang diantaranya meliputi pemilihan topik yang akan diaudit, penetapan standar dan kriteria, penetapan sampel, membandingkan standar/kriteria dengan pelaksanaan pelayanan, analisis data, tindakan korektif, dan re-audit. Tata laksana itu disusun sedemikian rupa, sehingga memudah-kan proses dan evaluasi. 6. Praktek Audit Medis di Rumah Sakit Ada dua sesi dalam praktek ini; pertama, praktek audit rekam medis dan SPM. Kedua, praktek audit kasus khusus kematian dan ICD 10.

Peserta
Peserta adalah Rumah Sakit Rumah Sakit dan Unit-unit Pelayanan Kesehatan di seluruh Indonesia. Peserta yang diharapkan dalam Pelatihan ini adalah: 1. Direktur Rumah Sakit 2. Wakil Direktur Rumah Sakit 3. Kepala Instalasi Rumah Sakit 4. Komite Medis Rumah Sakit 5. Tim Pelaksana Audit Medis Rumah Sakit 6. Pihak-pihak yang berminat terhadap program ini

Penyelenggara

Lembaga Pengembangan Manajemen Kesehatan

Tujuan
Setelah mengikuti Pelatihan audit medis ini, peserta diharapkan: 1. Memiliki pemahaman akan pentingnya Audit Medis untuk mengurangi medical eror dan meningkatkan mutu pelayanan medis di Rumah Sakit 2. Mengetahui prasyarat dan komponen pelaksanaan Audit Medis di Rumah Sakit 3. Mampu mengimplementasikan Audit Medis di Rumah Sakit

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan


Waktu : 19 - 21 Juni 2013 Tempat : Wisma MM UGM Jl. Colombo No. 1, Yogyakarta 55281

Jl. Kaliurang km 12.5, Candikarang RT 4/9, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta Telp./Fax. : 0274 897 267 Blog : bumimadaniconsulting.blogspot.com Email : bumimadani@yahoo.com Contact Person : Rias 081 392 070 080

Jadwal Pelatihan
Rabu, 19 Juni 2013 14.00 - 21.00 Check in di Hotel dan Registrasi Peserta
*Keterangan: Mohon konfrimasi kepada panitia paling lambat 2 (dua) hari sebelum registrasi terkait penyiapan akomodasi peserta.

Cara Pendaftaran
Calon peserta wajib mendaftarkan diri dengan cara mengirim formulir pendaftaran/kontak melalui telepon atau SMS dengan menyebutkan nama, instansi, alamat instansi serta no hp/telp yang bisa dihubungi.

Materi
1. Audit Medis dan Strategi Mengurangi Medical Error Dalam pasal 50 dan 51 UU no.29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran menyebutkan bahwa dokter berhak dan berkewajiban memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi, standar prosedur operasional dan kebutuhan medis pasien. Ternyata dalam keseharian, masih banyak terjadi medical error. Sesuai dengan Kepmen Menteri Kesehatan No.4

Trainer dan Fasilitator


1. dr. Elisabeth Siti Herini, Sp. A(K) Ketua Tim Audit Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta 2. dr. Endro Basuki, SpBS, M.Kes Ahli bedah syaraf RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Staf pengajar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada 3. dr. Ismail Setyopranoto, SpS Kepala Unit Stroke RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Staf pengajar pada Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, 4. dr. Endang Suparniati, M.Kes Mantan Tim Audit Medis RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Biaya
Biaya Pelatihan sebesar Rp. 3.900.000 (tiga juta sembilan ratus ribu rupiah) per-peserta, dengan akomodasi di hotel 2 malam fullboard, fasilitas untuk peserta: 1. Training Kits 2. Sertifikat Atau Rp. 3.400.000 (tiga juta empat ratus ribu rupiah) dengan non rest (non akomodasi), fasilitas untuk peserta: 1. Training Kits 2. Sertifikat 3. Paket meeting (2x coffee break dan 1x lunch)

Kamis, 20 Juni 2013 08.00 - 08.15 Pembukaan 08.15 - 09.45 Sesi I Audit Medis dan Strategi Mengurangi Medical Error 09.45 - 10.00 Coffee break 10.00 - 11.30 Sesi II Prasyarat dan komponen Pelaksanaan Audit Medis 11.30 - 12.30 Lunch 12.30 - 14.00 Sesi III Penyelenggaraan Rekam Medis yang Baik berdasarkan Permenkes No. 269 Tahun 2008 14.00 - 15.30 Sesi IV Tata Laksana Implementasi Audit Medis 15.30 - 16.00 Coffee break 16.00 - 17.30 Sesi V Praktek Audit Kasus Khusus Kematian dan ICD 10 Jum'at, 21 Juni 2013 08.00 - 09.30 Sesi VI Pentingnya SPM dalam Audit Medis 09.30 - 10.00 Coffee break 10.00 - 11.30 Sesi VII Praktek Audit Rekam Medis dan SPM di Rumah Sakit 11.30 - 11.45 Penutupan 11.45 - 13.00 Lunch, Check out

Pembayaran
Pembayaran bisa dilakukan dengan transfer melalui Bank Mandiri Cabang UGM Yogyakarta, a.n. H. Abdul Ghoffar c.q. BUMI MADANI dengan nomor Rekening : 137-00-04039398 Atau dibayarkan saat registrasi.