Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS KONDILOMA AKUMINATA

Oleh: Erma Ismayani NIM : 05.06.0015

Pembimbing : dr Retno W Sp.KK

DALAM RANGKA MENGIKUTI KEPANITRAAN KLINIK MADYA BAGIAN ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM 2013

PENDAHULUAN

Kondiloma akuminata ialah vegetasi oleh human papilloma virus tipe tertentu, bertangkai, dan permukaannya berjonjot. Penyakit ini termasuk penyakit akibat hubungan seksual ( P. H. S ). Frekuensinya pada pria dan wanita sama. Tersebar kosmopolit dan transmisi melalui kontak kulit langsung. Virus papilloma humanus ( VPH ), ialah virus DNA yang tergolong dalam keluarga virus Papova. Sampai saat ini telah dikenal sekitar 70 tipe VPH, namun tidak seluruhnya dapat menyebabkan kondiloma akuminatum. Tipe yang pernah ditemui pada kondiloma akuminatum adalah tipe 6, 11, 16, 18, 30, 31, 32, 39, 41, 42, 44, 51, 52, 52, 56. Beberapa tipe VPH tertentu mempunyai potensi onkogenik yang tingg, yaitu tipe 16, dan 18. Tipe ini merupakan jenis virus yang paling sering dijumpai pada kanker serviks. Sedangkan tipe 6 dan 11 lebih sering dijumpai pada kondiloma akuminatum dan neoplasma intraepitelial serviks derajat ringan. 1 Infeksi HPV dapat menyebar melalui kontak langsung atau autoinokulasi. Masa inkubasi bervariasi dari 1-12 bulan dengan rata-rata 2-3 bulan. Infeksi HPV pada genital diduga subklinis sampai 70%, dan tidak disadari oleh pasien tetapi terdeteksi dengan pemeriksaan klinis lengkap, histologis, dan sitologis atau analisis molekular . 2 Modalitas terapi utama untuk kondiloma akuminata adalah terapi destruktif, seperti kauterisasi, krioterapi dengan nitrogen cair, eksisi, tingtura podofilin, podofilin resin, asam trikloroasetat (TCA), injeksi bleomisin sulfat, krim imiquimod dan laser vaporisasi, tetapi tidak ada dari modalitas terapi ini yang memberikan jaminan kesembuhan dan rekurensi biasa terjadi.2 Diperkirakan sekitar 24 juta orang terinfeksi HPV di Amerika serikat; antara 500,000 ribu sampai 1 juta ditemukan kasus baru HPV yang berupa kutil kelamin ditemukan setiap tahun. Di Amerika Serikat, 1% pria yang aktif secara seksual dan wanita antara usia 18 dan 49 tahun diperkirakan memiliki kutil kelamin eksternal. 3 Berikut ini akan dibahas laporan kasus mengenai Tn. S yang berusia 20 tahun yang mengeluhkan terdapat kutil pada alat kelaminnya tepat dimuara saluran

kencing. Laporan kasus ini akan membahas mengenai anamnesis, pemeriksaan fisik dan dan pemeriksaan penunjang yang dilakukan untuk menegagkan diagnosis pada pasien ini. Tatalaksanan, serta prognosis dari kasus ini kedepannya. Adapun tujuan

dari laporan kasus ini yaitu untuk mengetahui dan memahami bagaimana mendiagnosa serta penatalaksaan dari Kondiloma Akuminata.

LAPORAN KASUS 1. Identitas Pasien Nama Usia Jenis Kelamin Pekerjaan Alamat Suku Bangsa Agama : Tn S : 20 thn : Laki-laki : Pegawai Hotel : Dasan Agung : Sasak : Islam

Pendidikan Terakhir : SMA Waktu Pemeriksaan : 09 April 2013 NO RM : 07 88 23

2. Anamnesis Keluhan Utama :

Kutil di muara saluran kencing.

Riwayat Penyakit Sekarang

: dimuara

Pasien mengeluh terdapat kutil pada alat kelamin tepat

saluran kencing muncul sejak 1 minggu sebelum pasien datang berobat ke Poli Kulit dan Kelamin RSUP NTB. Keluhan ini tidak pernah dialami oleh pasien sebelumnya. Awalnya kutil muncul hanya sedikit pada lubang kencing kemudian makin bertambah banyak hingga ke dinding lubang kencing bagian luar. Kutil tidak gatal dan tidak nyeri serta tidak pernah berdarah. Pasien mengaku riwayat kontak seksual dengan lebih dari 1 perempuan bahkan pernah melakukan hubungan seksual dengan PSK beberapa kali. Pasien menyangkal melakukan hubungan seksual dengan sesama laki-laki. Pasien tidak pernah memiliki riwayat penyakit lain di alat kelamin dengan gejala seperti tukak atau lecet dan kencing nanah. Setiap melakukan hubungan seksual, pasien kadang menggunakan kondom dan hubungan seksual dilakukan secara genito-oral. Keluhan demam (-), nyeri kepala (-), lemah badan (-).

Pasien menyangkal bahwa pacarnya memiliki sakit yang sama seperti dirinya. Keluhan kutil kelamin ini merupakan pertama kalinya dialami oleh pasien.

Riwayat Penyakit Dahulu

Riwayat keluhan serupa sebelumnya (-), riwayat keluhan penyakit kelamin lain (-).

Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang memilki keluhan yang sama dengan pasien.

Riwayat Sosial dan Pekerjaan

Pasien adalah seorang pegawai hotel diwilayah senggigi.

Riwayat Pengobatan

Pasien mengaku meminum antibiotik (amoxillin) sejak 4 hari yang lalu dan pasien membeli sendiri, pasien mengatakan bahwa tidak teratur meminum obat tersebut.

3. Pemeriksaan Fisik a. Status Generalis Keadaan umum Kesadaran GCS Nadi Pernapasan Berat badan : baik : komposmentis : E4V5M6 : 82x/menit : 20x/menit : 55 kg

b. Status Dermstologis Lokasi : Penis / Meatus Urethra Externa

Lesi kulit : Papul verukosa multiple bergerombol pada meatus urethra externus

4. Diagnosis Banding Kondiloma akuminata Veruka vulgaris Kondiloma latum.

5. Pemeriksaan penunjang Saran Pemeriksaan : - Test Asam Asetat 5 %.

6. Diagnosis Kerja Kondiloma Akuminata

7. Terapi Asam Triklorasetat 60% + meylon Asam Mefenamat 500 mg 3x1 K/P

8. Prognosis Qua ad vitam Qua ad sanationam Qua ad kosmetikam : Bonam : Dubia ad bonam : Dubia ad bonam

9. Saran Pasien ini disarankan untuk tidak melakukan hubungan seksual sampai dinyatakan sembuh atau menggunakan kondom jika ingin melakukan hubungan seksual.

PEMBAHASAN

Pasien Tn S usia 20 tahun datang mengeluh terdapat kutil pada alat kelamin tepat dimuara saluran kencing . Keluhan ini tidak pernah dialami oleh pasien sebelumnya. Awalnya kutil muncul hanya sedikit pada lubang kencing kemudian makin bertambah banyak hingga ke dinding lubang kencing bagian luar. Dari anamnesis, didapatkan keluhan terdapatnya kutil pada alat kelamin yang awalnya hanya sedikit pada lubang kencing kemudian makin bertambah banyak hingga ke dinding lubang kencing bagian luar. Tidak gatal dan tidak nyeri serta tidak pernah berdarah, pasien tidak pernah memiliki riwayat penyakit lain di alat kelamin dengan gejala seperti tukak atau lecet dan kencing nanah. Dari anamnesis, maka diagnosa yang mungkin yaitu Kondiloma Akuminata, Veruka Vulgaris, Kondiloma Latum. Diagnosis banding ini didapatkan berdasarkan keterangan pasien mengenai keluhan yang mengatakan bahwa terdapat kutil sehingga semua diagnosis banding tersebut diatas dimasukkan. Pada Veruka Vulgaris terdapatnya kutil biasanya didaerah ekstrimitas bagian ekstensor, mukosa mulut dan hidung. Dengan bentuk lesi berbentuk bulat warna abuabu, besarnya lentikular atau kalau berkonfluensi berbenruk plakat, permukaan kasar ( verukosa ) . Kondiloma Latum terjadi pada sifilis stadium II, dimana disertai juga dengan gejala klinis berupa demam, lemah dan dengan lesi berbentuk plakat yang erosif . 1 Keluhan demam (-), nyeri kepala (-), lemah badan (-). Pada pasien ini, gejala yang timbul sangat sesuai dengan Kondiloma Akuminata, dimana terdapat papul verukose multiple bergerombol pada muara meatus uretra eksternus. Pasien pada kasus ini memiliki riwayat hubungan seksual dengan lebih dar 1 perempuan, dan sempat beberapa kali berhubungan seksual dengan PSK. Setiap melakukan hubungan seksual, pasien kadang menggunakan kondom dan terkadang tidak menggunakan kondom, hubungan seksual dilakukan secara genito-oral. Dan pasien menyangkal bahwa pacarnya memiliki sakit yang sama seperti dirinya. Kutil anogenital yang sering disebut kondiloma akuminata adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Human Papilomavirus (HPV). Infektivitas HPV antara mitra seksual diperkirakan 60 persen.
2

Kondiloma akuminata biasanya timbul pada

bagian tubuh yang lembab dimana epitelnya sedikit berkreatin seperti rongga preputial, meatus kemih, labia minora, introitus, vagina, leher rahim, anus kanal

andanal, tetapi dapat mempengaruhi daerah intertriginosa juga (pangkal paha, perineum dan daerah anal). 2 Modalitas terapi utama untuk kondiloma akuminata adalah terapi destruktif, seperti kauterisasi, krioterapi dengan nitrogen cair, eksisi, tingtura podofilin, podofilin resin, asam trikloroasetat (TCA), injeksi bleomisin sulfat, krim imiquimod dan laser vaporisasi, tetapi tidak ada dari modalitas terapi ini yang memberikan jaminan kesembuhan dan rekurensi biasa terjadi.2 Sedangkan pengobatan pada pasien ini digunakan TCA 60% + meylon. Dimana pengobatan menggunakan TCA memiliki clearance rates pada akhir pada akhir pengobatan adalah 50-81%. 4 TCA adalah agen kaustik yang menyebabkan kerusakan kulit dengan koagulasi protein seluler . Hal ini paling cocok untuk akuminata kecil atau kutil papular tapi kurang berkhasiat untuk lesi berkeratin atau lesi besar. TCA sangat korosif dan penggunaan berlebihan dapat menyebabkan rasa sakit yang berlebihan, ulserasi jauh ke dalam dermis dan jaringan parut. Karena sifat TCA yang sangat koresif, maka diberikanlah Meylon ( Natrium bikarbonat ) sebagai penetral sifat asam dari TCA agar daerah sekitar lesi tidak terkena. Dan untuk mengurangi rasa nyeri akibat pemberian TCA diberikan juga asam mefenamat 500 mg 3 kali sehari bila diperlukan.

RINGKASAN

Pasien Tn S usia 20 tahun datang mengeluh terdapat kutil pada alat kelamin tepat dimuara saluran kencing . Keluhan ini tidak pernah dialami oleh pasien sebelumnya. Awalnya kutil muncul hanya sedikit pada lubang kencing kemudian makin bertambah banyak hingga ke dinding lubang kencing bagian luar. Kutil tidak gatal dan tidak nyeri serta tidak pernah berdarah. Pasien tidak pernah memiliki riwayat penyakit lain di alat kelamin dengan gejala seperti tukak atau lecet dan kencing nanah. Pasien pada kasus ini memiliki riwayat hubungan seksual dengan multipatner, dan sempat beberapa kali berhubungan seksual dengan PSK. Setiap melakukan hubungan seksual, pasien kadang menggunakan kondom dan terkadang tidak menggunakan kondom, hubungan seksual dilakukan secara genito-oral. Keluhan kutil kelamin ini merupakan pertama kalinya dialami oleh pasien. Riwayat keluhan serupa sebelumnya (-), riwayat keluhan penyakit kelamin lain (-).Tidak ada anggota keluarga yang memilki keluhan yang sama dengan pasien. Dari pemeriksaan fisik didapatkan papul verukosa multiple bergerombol pada meatus uretrha externus. Diagnosa yang diajukan pada pasien ini adalah Kondiloma Akuminata yang ditegagkan berdasarkan anamnesis, dan pemeriksaan fisik dengan diagnosis banding Veruka Vulgaris dan Kondiloma Latum. Dan saran pemeriksaan penunjangnya tes asam asetat 5%. Pengobatan yang diberikan adalah tutul TCA 60 % + meylon tiap minggu sampai kutil menghilang. Dan asam mefenamat untuk mengurangi rasa nyeri dengan dosis 3 x 500mg bila diperlukan.

DOKUMENTASI

Veruka Vulgaris : Papul verukosa multiple bergerombol dengan warna putih sampai keabuan.

Kndiloma Latum : Plakat dengan permukaan erosif

DAFTAR PUSTAKA

1. Handoko . P , Ronny . Penyakit Virus,. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. 2010. Hal 113-114. 2. Yenny W Satya dan Hidayah Rahmah. Kondiloma Akuminata Pada Wanita Hamil: Salah Satu Modalitas Terapi. Jurnal Kesehatan Andalas 2013.

3. External Genital Warts: Report of the American Medical Association Consensus Conference. Karl R. Dkk. 2013. cid.oxfordjournals.org/content/27/4/796.full.pdf. 4. Bunker, B , Cristopher. Chapter 75 Diseases and Disorders of the Male Genitalial; Fizpatricks Dermatology in General Medicine ( two vol. Set ) sevend ed. New York: McGraw-Hill;2008. Hal 663-664.