Anda di halaman 1dari 9

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Materi Pokok Sub Materi Pokok Pertemuan Kelas / Semester Waktu : SMK PGRI 2 CIMAHI : Akuntansi : Administrasi Pajak : Perhitungan PPN dan PPn-BM : Pajak Pertambahan Nilai dan Penjualan Barang Mewah : : XI Akuntasi / 3 dan 4 : 2 X 45 menit

I. Standar Kompetensi Mengelola administrasi pajak II. Kompetensi Dasar Menyiapkan SPT Masa Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas barang mewah (PPn-BM) III. Indikator a. Menjelaskan tentang PPN dan PPn-BM b. Memahami PPN dan PPn-BM IV. Tujuan Pembelajaran Khusus Setelah proses kegiatan belajar mengajar selesai, diharapkan : a. Siswa dapat menjelaskan tentang PPN dan PPn-BM b. Siswa dapat memahami PPN dan PPn-BM V. Materi Pembelajaran Pengertian PPN (Pajak Pertambahan Nilai) Pajak yang dikenakan terhadap pertambahan nilai (value added) yang timbul akibat dipakainya faktor-faktor produksi disetiap jalur perusahaan dalam menyiapkan , menghasilkan, menyalurkan dan memperdagangkan barang atau pemberian pelayanan jasa kepada konsumen. Keuntungan Sistem Pajak Pertambahan Nilai

Dibandingkan dengan sistem pajak peredaran maupun pajak penjualan yang bersifat kumulatif, sistem PPN tentunya memiliki keuntungan-keuntungan yang dapat disebutkan sebagai berikut : Tidak ada unsur pajak berganda Dalam sistem PPN tidak ada unsur pajak berganda karena kredit pajak sepenuhnya diberikan tidak hanya terhadap pajak yang telah dipungut atas bahan mentah atau barang setengah jadi, tetapi juga terhadap pajak yang telah dibayar atas perolehan barang-barang modal.

Netral dalam persaingan dalam negeri Jumlah pajak yang dibayar akan sama besar dengan adanya proses pembuatan barang yang dilakukan oleh satu perusahaan atau oleh beberapa perusahaan yang berbeda-beda dalam suatu jalur produksi. Hal ini tentunya akan menjamin sifat netral pemungutan pajak dalam negeri, karena perusahaan kecil dan menengah dapat bersaing dalam kondisi yang sama dengan perusahaan perusahaan besar yang mempunyai sifat produksi terpadu secara vertikal.

Netral dalam perdagangan internasional Perdagangan internasional sangat penting karena : Dalam hal ekspor : diberikan pengembalian beban pajak yang melekat pada waktu perolehan harga barang yang diekspor. Dalam hal impor : jumlah pajak yang dipungut sama dengan jumlah pajak yang dikenakan atas barang yang diproduksi di dalam negeri pada tingkat harga yang sama, karena itu menciptakan persaingan yang sehat untuk keuntungan konsumen.

Netral bagi pola konsumsi Dalam sistem PPN yang mempunyai satu tarif untuk seluruh barang konsumsi (kecuali bahan makanan yang belum diolah yang dibebaskan dari pengenaan pajak) tidak akan memberikan pengaruh kepada pola konsumsi atas pembelanjaan barang hasil proses produksi.

Menghindarkan penyelundupan pajak

PPN denga tarif tunggal 10% bagi pengusaha tentu sangat mudah melaksanakannya dan bagi Direktorat Jenderal Pajak juga mempermudah dalam hal pengawasan dan pemeriksaan apalagi setelah dipergunakannya komputer di lingkungan Ditjen Pajak, bahkan dengan cara uji silang ( cross check) akan mudah melacak setiap bentum penyelundupan pajak dan lebih siap dan penyelundup pajak. Karakteristik PPN Dari uraian butir 1 dan 2 yang telah dikemukakan diatas, dapat diketahui adanya beberapa karakteristik PPN yang berlaku di Indonesia yaitu : Pajak merupakan pajak tidak langsung Karakter ini membawa konsekuensi yuridis antara pemikul beban pajak (destinataris pajak) dengan penanggung jawab pajak atas pembayaran pajak ke kas negara yang berada pada pihak yang berbeda. Secara ekonomi beban pajaknya dialihkan ke pihak lain, yaitu pihak yang akan mengonsumsi barang atau jasa yang menjadi objek pajak. PPN merupakan pajak objektif Yang dimaksud dengan pajak objektif adalah suatu jenis pajak yang saat timbulnya kewajiban pajak ditentukan oleh faktor objektif yang dinamakan tatbestand, yaitu suatu keadaan , peristiwa atau perbuatan hukum yang dapat dikenakan pajak, yang lebih lazim disebut dengan objek pajak. PPN merupakan multi stage tax Karakteristik ini berarti bahwa yang dikenakan PPN ialah setiap mata rantai jalur produksi maupun jalur distribusi. Tiap penyerahan barang yang menjadi objek PPN dari tingkat pabrikan sampai pedagang besar dan pedagang eceran dikenakan PPN. Pemungutan menggunakan faktur pajak Berdasarkan faktur pajak ini, akan dihitung jumlah pajak yang terutang dalam sutu masa pajak yang wajib disetor ke kas negara. Sedangkan pihak pembeli atau penerima jasa atau importir, faktur pajak yang diterima merupakan bukt pembayaran pajak. cepat mengambil tindakan terhadap para

PPN merupakan pajak atas konsumsi di dalam negeri. Setiap orang yang akan melakukan pengeluaran untuk konsumsi di dalam negeri, akan dikenakan PPN, karena tujuan akhir PPN adalah penyerahan pajak atas konsumsi di dalam negeri ( tax on consumption expenditure ) Objek Pajak PPN Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas : a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalamDaerah Pabean yang dilakukan oleh Pengusaha. (UU No 11 Tahun 1994) b. c. impor Barang Kena Pajak. (UU No 11Tahun 1994) penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabeanyang dilakukan oleh Pengusaha. (UU No 18 Tahun 2000) d. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujuddari luar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean. (UU No 11 Tahun 1994) e. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dariluar Daerah Pabean di dalam Daerah Pabean; atau (UU No 11 Tahun 1994) f. ekspor Barang Kena Pajak oleh PengusahaKena Pajak. (UU No 18 Tahun 2000)

VI. Metode Pembelajaran a. Metode Ceramah b. Metode Simulasi c. Metode Pemberian Tugas d. Metode Tanya Jawab VII. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan Kegiatan salam Awal Guru memeriksa daftar hadir siswa. Alokasi Guru menyampaikan apersepsi mengenai materi yang 10 menit terkait. Eksplorasi Guru menjelaskan tentang pengertian PPN dan PPn-BM Guru menjelaskan tentang PPN dan PPn-BM Elaborasi Membiasakan siswa membaca dan menulis melalui Kegiatan Inti tugas-tugas tertentu yang bermakna mengenai PPN dan Alokasi PPn-BM 60 menit Memberikan kesempatan berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut Memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif materi PPN dan PPn-BM Memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk

Nilai Karakter: - religius Nilai Karakter: - berpikir logis - santun Nilai Karakter: - mandiri - berpikir logis - cinta ilmu - kerjasama - kerja keras - kreatif - percaya diri - kritis

meningkatkan prestasi belajar terutama dalam materi PPN dan PPn-BM Siswa berdiskusi untuk menyelesaikan soal tersebut Siswa mengadakan simulasi pencatatan kedalam PPN dan PPn-BM dan menyampaikan hasilnya didepan kelas. Tanya jawab apabila ada kesulitan dan ada materi yang belum dipahami oleh siswa. Konfirmasi Guru melakukan tanya jawab tentang hal-hal yang belum dimengerti siswa Guru bersama siswa meluruskan masalah, memberikan penguatan, dan membuat kesimpulan dari tanya jawab Kegiatan Penutup Alokasi Waktu 20 menit

Nilai Karakter: - berpikir logis - kerjasama - kreatif - percaya diri

Guru bersama dengan siswa bersama-sama membuat kesimpulan tentang materi yang telah diberikan Nilai Karakter: Guru memberikan tugas kepada siswa Guru memberikan informasi mengenai materi - Religius pembelajaran yang akan dibahas pada pertemuan - Santun berikutnya. Guru memberikan kata-kata penutup.

VIII. Media/Sumber Pembelajaran a. Media Pembelajaran Papan tulis, spidol, LKS, Infokus b. Sumber Pembelajaran Buku Mengelola Administrasi Pajak IX. Evaluasi (Terlampir) X. Penilaian a. Prosedur penilaian-penilaian acuan patokan (KKM) 1. Penilaian proses belajar Sikap dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran baik dalam bertanya, menjawab pertanyaan (soal) maupun dalam menyampaikan pendapat yang berkaitan dengan materi. (Ranah Afektif dan Ranah Kognitif). Penugasan menjawab pertanyaan tertulis secara terstruktur. (Ranah Psikomotor).

2. Penilaian Hasil Belajar b. Hasil dan Bentuk Tes 1. Simulasi 2. Studi Kasus c. Kriteria Penilaian No Kriteria Jawaban Kriteria Penilaian

1 2 3 4 5

Soal no.1 Soal no.2 Soal no.3 Soal no.4 Soal no.5

20 20 20 20 20

Nilai = Skor Total A. Kognitif (70%) C1 = Pengetahuan C2 = Pemahaman C3 = Penerapan C4 = Analisis Indikator 1. Membuat format Persamaan Akuntansi 2. Mencatat transaksi ke dalam Persamaan Akuntansi JUMLAH SKOR Ranah C1 Instrumen Buatlah Format dari Persamaan Akuntansi C4
Studi Kasus :

C5 = Sintesis C6 = Evaluasi

Skor 10

Persamaan

90

Akuntansi 100

B. Afektif (30%) No. 1 2 3 Keterangan : Aspek Yang Dinilai 1. Tidak terlambat mengikuti pelajaran 2. Mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk 3. Santun dalam berkomunikasi 4. Aktif dalam pembelajaran 5. Perhatian
Kriteria skor: Kriteria penilaian:

Nama Siswa

Aspek Yang Dinilai 1 2 3 4 5

Jumlah Skor

Nilai

1 = sangat kurang 2 = kurang 3 = cukup 4 = baik

17 20 = A ( sangat baik) 13 16 = B (baik) 9 12 = C (cukup) 5 8 = D (belum tuntas) 0 4 = E (tidak tuntas)

Cimahi, Mei 2013 Guru Mata Pelajaran/ Dosen Luar Biasa Praktikan

Drs. Riza Munandar NUPTK:7153.7416.4420.0013

Dede Azis NIM. 0906629

LAMPIRAN
1. PKP "A" bulan Januari 1996 menjual tunai kepada PKP "B" 100 pasang sepatu @ Rp.100.000,00 = Rp.10.000.000,00 PPN terutang yang dipungut oleh PKP"A" 10% x Rp.10.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00 Berapa jumlah yang harus dibayar PKP B

2. Menjual 80 pasang sepatu @ Rp.120.000,00 = Rp. 9.600.000,00 Memakai sendiri 5 pasang sepatu untuk pemakaian sendiri, DPP adalah harga jual tanpa menghitung laba kotor, yaitu Rp 100.000,- per pasang = Rp 500.000,00. Berapa jumlah PPN terutangnya?

3. PKP Pedagang Eceran (PE) "C" menjual BKP seharga = Rp.10.000.000,00 Bukan BKP =Rp. 5.000.000,00 Rp.15.000.000,00 Berapa PPN terutang dan yang harus disetor?

4. PKP "D" pabrikan yang menghasilkan mesin cuci pakaian. Mesin cuci pakaian dikategorikan sebagai BKP yang tergolong mewah dan dikenakan PPn BM dengan tarif sebesar 20%. Dalam bulan Januari 1996 PKP "D" menjual 10 buah mesin cuci kepada PKP "E" seharga Rp.30.000.000,00. Berapa PPN dan PPn-Bm terutangnya? 5. PKP "E" bulan Januari 1996 menjual 10 buah mesin cuci tersebut diatas seharga Rp.40.000.000,00. Berapa PPN terutangnya ?

JAWABAN 1. Jumlah yang harus dibayar PKP "B" = Rp.11.000.000,00, yaitu Rp 10.000.000 + Rp 1.000.000 = Rp 11.000.000 2. PPN yang terutang : Atas penjualan 80 pasang sepatu 10% x Rp.9.600.000,00 = Rp 960.000,00 Atas pemakai sendiri 10% x Rp.500.000,00 = Rp 50.000,00

Jumlah PPN terutang = Rp 1.010.000,00 3. PPN yang terutang 10% x Rp.10.000.000,00 = Rp. 1.000.000,00 PPN yang harus disetor 10% x 20% x Rp.15.000.000,00 = Rp. 300.000,00 4. PPN yang terutang 10% x Rp.30.000.000,00 = Rp 3.000.000,00 PPn BM yang terutang 20% x Rp. 30.000.000,000 = Rp 6.000.000,00 PPN dan PPn BM yang terutang PKP "D" = Rp. 9.000.000,00 5. PPN yang terutang 10% x Rp.40.000.000,00 = Rp. 4.000.000,00