Anda di halaman 1dari 4

ESTIMASI UMUR BUMI MENGGUNAKAN METODE

PENTARIKHAN URANIUM-TIMBAL
Toni Alchofino (10205013), Ragil Rudi Priyanto(10205022), Nuri Trianti (10205042)
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung,
Program Studi Fisika

Toni_Alchofino@s.itb.ac.id

Abstrak
Umur bumi dapat diestimasi berdasarkan materi radioaktif yang ditemukan. Salah
satu peluruhan yang menjadi patokan dalam menentukan umur bumi adalah proses
peluruhan uranium-timbal. Dengan mengetahui konstanta peluruhan dan berapa
jumlah uranium dan timbal yang ada saat ini maka lama proses peluruhan uranium
menjadi timbal dapat diperoleh. Waktu peluruhan dari unsur radioaktif ini dapat
dijadikan sebagai acuan yang menggambarkan umur bumi.

Keywords : umur bumi, radioaktifitas, konstanta peluruhan, uranium-timbal.

1. Pendahuluan
Di alam, isotop uranium yang
Mineral batuan secara alamiah mengalami peluruhan pada umumnya
mengandung unsur-unsur radioaktif yang dapat dibagi menjadi peluruhan U238-
terus mengalami proses peluruhan. Pb206 dan U235-Pb207. Suatu proses
Dengan mengetahui berapa jumlah unsur peluruhan dapat ditulis sebagai berikut
radioaktif yang meluruh dan konstanta
peluruhannya, maka pentarikhan umur dN
suatu mineral dapat dimungkinkan untuk = −λ N
dt
dilakukan. Salah satu unsur radioaktif di
dN
bumi yang mengalami peluruhan adalah ∫ N = ∫ − λdt
uranium dengan produk akhirnya adalah
timbal. N (t ) = N o e −λt (1)

Pada awal terbentuknya bumi, dapat Dengan N(t) menyatakan jumlah unsur
dianggap bahwa unsur-unsur radioaktif radioaktif setelah mengalami peluruhan
tersebut belum mengalami peluruhan. dalam waktu t dan N0 adalah jumlah
Dari beberapa peluruhan radioaktif yang awal unsur radioaktif tersebut. Apabila
ada di bumi, peluruhan uranium-timbal selama selang waktu t peluruhan, unsur
adalah peluruhan yang memiliki waktu produk yang terbentuk dari hasil
paruh yang paling besar. Dengan peluruhan adalah D, maka setelah selang
anggapan bahwa dari awal terbentuknya waktu t, N=N0-D.sehingga, persamaan
bumi hingga saat ini uranium mengalami (1) di atas dapat kita tuliskan lebih lanjut
proses peluruhan, maka dengan sebagai berikut :
mengetahui jumlah uranium saat ini dan
N 0 − D = N 0 e − λt
jumlah hasil peluruhannya yaitu timbal,
maka lama proses peluruhan tersebut D = N 0 (1 − e −λt )
dapat dapat dianggap menggambarkan D = N (e λt − 1)
berapa umur bumi saat ini. (2)
Artinya, dengan mengetahui jumlah
2. Karadioaktifan Uranium unsur produk hasil peluruhan dan jumlah
unsur radioaktif yang mengalami
peluruhan dan konstanta peluruhan
diketahui, maka selang waktu proses
peluruhan tersebut dapat diketahui.

Berdasarkan persamaan (2) di atas,


rumus reaksi peluruhan U238-Pb206 dan
U235-Pb207 dapat ditulis sebagai
berikut :

[ 206
Pb ]now = [ 238
U ] (e
now
λ 238 t
−1 ) (3)

[ 207
Pb ]now = [ 235
U ] (e
now
λ 235 t
−1 ) (4)

Pb (tiimbal) di alam tidak semuanya


merupakan hasil peluruhan uranium,
isotop Pb tersebut adalah isotop Pb 204
yang dapat kita asumsikan jumalahnya
tetap sejak terbentuknya bumi hingga
saat ini.

Dengan membandingkan 2 persamaan di


atas, dan melakukan normalisasi Gambar 1
terhadap uranium yang bukan Sumber : http://www.atral.com/U2381.html
radiogenik, maka didapat persamaan
berikut :

[ 207
] [ ] [
Pb now / 204Pb now − 207
][
Pb 0 / 204Pb 0
=
]
1 eλ235T −1
(5)
( )
[ 206
] [ ] [
Pb now / 204Pb now − 206
][ ]
Pb 0 / 204Pb 0 137.88 eλ238T −1 ( )
Dari persamaan (5) didapat bahwa
ternyata t dapat diperoleh dengan rasio
timbal sehingga tidak harus betul-betul
diketahui konsentrasinya.

3. Perumusan

Peluruhan U238-Pb206 dan U235-Pb207


pada kenyataannya berupa deret reaksi
yang panjang seperti ditunjukkan tabel
berikut :

Gambar 2
Sumber www.downtheyellowcakeroad.com/
1/137.88 adalah rasio U238/U235 (IUGS
Karena basis penelitian pada papper ini : Steiger and Jäger, 1977).
adalah waktu, maka unsur lain pada
deret reaksi itu dapat diabaikan. Hal ini Nilai rasio Pb207/Pb204 dan
disebabkan waktu paruh unsur lainnya Pb206/Pb204 yang digunakan untuk
dalam deret reaksi peluruhan U235 dan menentukan umur bumi di antaranya
U238 ordenya tidak terlalu signifikan diukur dari rasio batuan-batuan bumi
dibandingkan dengan orde waktu yang diyakini paling tua dan batuan-
peluruhan unsur parental utama yaitu batuan meteorit.
uranium. Maka, persamaan
peluruhannya dapat dituliskan seperti Di antara nilai rasio yang digunakan
pada persamaan (3) dan (4). adalah nilai rasio dari pengukuran
Canyon Diablo iron meteorite yang
bernilai 206Pb/204Pb = 9.310;
207Pb/204Pb = 10.296. Bondoc
meteorite Pb 206 / Pb 204 = 20.11, Pb
207 / Pb 204 = 18.53.

4. Analisis

Karena hanya sedikit data pengukuran


yang diperoleh, maka untuk menentukan
umur bumi dan perubahan rasio seiring
Gambar 3 Uranium 238 Life Clock dengan waktu, maka dipergunakan
interpolasi.

Perubahan rasio Pb207/Pb204 dan


Pb206/Pb204 bersifat linier. Terlihat dari
persamaan (6). Oleh sebab itu, untuk
mengetahui nilai di antara kedua titik
data eksperimen, maka cukup digunakan
interpolasi linier.

Gambar 4. Uranium 235 Life Clock ⎛ y − y1 ⎞


y = ⎜⎜ 2 ⎟⎟( x − x1 ) + y1 (7)
Dalam kondisi awal, dapat diasumsikan ⎝ x 2 − x1 ⎠
belum ada Pb 206 dan Pb 207 yang
terbentuk. Artinya, kita dapat Dari kedua data rasio yang diketahui
mensubstrak rasio kondisi inisial pada sebelumnya, maka dapat diperoleh data
persamaan (5) sehingga persamaannya lainnya dengan menggunakan interpolasi
menjadi : dan diperoleh kurva sebagai berikut


⎜⎜
207
Pb / 204 Pb ⎞
⎟ =
1 (
⎡ e λ 2t − 1 ⎤)

206
x ⎢
(
Pb / 204 Pb ⎟⎠ 137.88 ⎣ e λ1t − 1 ⎦

)
(6)

Dengan λ2 (λU235) = 9.8485 x 10-10 dan


λ1 (λU238) =1.55125 x 10-10 dan
Hasil Interpolasi y = 0.8049x + 8.8104
6. Referensi
R2 = 0.9869
20
Beiser, Arthur. 1987. Concepts of
Pb207/Pb204

15
Modern Physics. McGraww Hill.
10

5
Fauzi,Umar, Prihadi S. Abdoessoeki.
0
9.31 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20.1
Fisika Untuk Geologi. ITB
Pb206/Pb204

Fowler,C.M.R.1990.The Solid Earth : An


Gambar 4
Hasil Interpolasi dan kemudian diregresi untuk Introduction to Global Geophysics.2nd
mendapatkan persamaannya. ed. Cambridge Unoversity Press.

Kohut, Milan. Geochemistry and U-Pb


Persamaan yang diperoleh y = 0.8049x + detrital zircon ages of
8.8104 dengan R2 = 0.9869. metasedimentary rocks of the Lower
Unit,Western Tatra Mountains
Jika dibandingkan dengan persamaan (Slovakia).Acta Geologica Polonica,
(6), dengan y = rasio Pb207/Pb204 x = Vol. 58 (2008), No. 4, pp. 371-384
rasio Pb206/Pb204 sedangan gradiennya

adalah
1 ⎡ e λ 2t − 1 ⎤ ( ) http://geology.about.com/od/geotime_da
⎥ , maka umur ting/a/uraniumlead.htm
x ⎢ λ1t
137.88 ⎣ e − 1 ⎦ ( )
bumi adalah http://adsabs.harvard.edu/abs/1968GeCo
1 λ 2t
⎡ e −1 ⎤ ( ) A..32.1013M
⎥ = 0.8049 , yaitu 4.3
x ⎢ λ1t
137.88 ⎣ e − 1 ⎦ ( ) http://adsabs.harvard.edu/abs/1996GeCo
x109 tahun yang lalu. A..60.4785T

5. Kesimpulan http://adsabs.harvard.edu/abs/1973E&PS
L..19..321T
Dibandingkan dengan hasil Faure (1986)
(umur bumi =4.55 × 109 tahun), maka http://www.talkorigins.org/faqs/faq-age-
hasil interpolasi ini mendekati nilai yang of-earth.html
sama. Data-data rasio yang banyak dari www.scifun.org
batuan-batuan yang tepat dapat
membantu memberikan hasil yang lebih http://www.atral.com/U2381.html
baik.
http://www.csupomona.edu/~pbsiegel/www/deca
ychain/U235.html
Hasil yang diperoleh merupakan hasil
estimasi umur bumi, sehingga ada
kemungkinan akan diperoleh nilai yang
baru atas perkiraan umur bumi dengan
metode lainnya.

Batuan yang tepat sama dengan bumi


saat terbentuk tidak ada seratus persen
yang sama bahkan batuan meteorit
sekalipun.