Anda di halaman 1dari 13

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR.

M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Fenty Sulistio Ertanti (08700109) Lukas Anjar (08700295)

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Sumitro : laki-laki : 20 tahun : Probolinggo : Islam : Belum menikah : Tukang Listrik

SUBJEKTIF (S)

DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : Tangan sebelah kiri gemetaran

Riwayat penyakit sekarang : Pasien mengeluh tangan sebelah kiri gemetaran sejak 1 tahun yang lalu. Gemetaran timbulnya terus menerus. Sakitnya timbul dengan waktu yang tidak menentu, terutama waktu kerja. Nyeri tersebut berhenti saat tidur Selain mengeluh tangan kiri gemetaran, juga mengeluh nyeri kepala dibagian belakang, terasa berputar-putar dan cenut-cenut. Setiap pagi hari setelah bangun tidur mengeluh muntah , 1 hari sekali tanpa mual dan tidak terdapat darah Kedua mata kabur sejak tangan gemetaran, tanpa disertai kelumpuhan wajah, tanpa kejang, dan tanpa gangguan BAK dan BAB

Riwayat penyakit dahulu Tidak pernah sakit seperti ini, dan sebelumnya aktif tidak sakit-sakitan.

Riwayat penyakit keluarga : Di keluarga tidak ada yang pernah sakit seperti ini. Riwayat darah tinggi dan kencing manis tidak ada.

Riwayat pengobatan : Sebelumnya belum pernah berobat dan tidak ada alergi obat.

Riwayat Psikososial : Merokok 1 hari menghabiskan 2 batang , tidak meminum alcohol Makanan sehari-hari biasa saja. Tidak nafsu makan sering muntah

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin : Sumitro : laki-laki

Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan KELUHAN UTAMA

: 20 tahun : Probolinggo : Islam : Belum Menikah : Tukang Listrik : Tangan sebelah kiri gemetaran

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG KELUHAN UTAMA Mulai kapan? 1 tahun yang lalu Mengapa : Untuk mengetahui berapa lama dan seberapa jauh perjalanan penyakitnya Untuk mengetahui apakah penyakit tersebut bersifat akut atau kronis.

Gemetarannya terus menerus atau sekali kali? Terus menerus Pada tumor otak perjalanan penyakit lambat,karena tumor awalnya kecil kemudian akan bertambah besar. Gemetarannya pada saat aktifitas atau pada saat istirahat? KELUHAN PENYERTA Disertai Muntah? iya a. Muntahnya bagaimana? Muntah sebelum makan atau sesudah makan? Siang, pagi, malam? Pagi hari setelah bangun tidur. Untuk mengetahui apakah muntah proyektil ( tidak ada rangsangan atau didahului dengan rangsangan) Pada tumor otak tekanan intra cranial meningkat, yang menyebabkan muntah tanpa rangsangan b. Didahului mual? Tidak

Disertai Nyeri kepala? Iya Nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal Mata kabur sebelah mana? Kabur? Kedua mata atau salah satu mata? kedua mata kabur Pada tumor otak, terjadi papil bendung dengan gangguan visus yang menetap,gangguan lapang pandang Pengecapan susah berbicara? Susah menelan? Bicara pelo? Tidak Susah menulis? Tidak Susah mengenali orang? Tempat? Bingung? Tidak Mudah tersinggung? Emosi? Pelupa? Cemas? Iya, kadang2 emosi karena tangannya gemeteran Gangguan berjalan? Tidak RIWAYAT PENYAKIT DAHULU 1. Apa dulu pernah sakit seperti ini? Tidak pernah Untuk mengetahui kemungkinan berulangnya penyakit dan kesehatan sebelumnya atau ketahan tubuh 2. Apakah pernah mengalami darah tinggi, kencing manis, atau penyakit lainnya? Tidak Ada Untuk mengetahui faktor penyebab, faktor resiko yang berhubungan atau memperberat keluhan pasien Pada tumor otak mengakibatkan TIK meningkat yang menimbulkan salah satu gangguan tanda vital, diantaranya trias chusing (bradikardia, hipertensi sistolik, frekuensi pernafasan menurun) untuk mengetahui faktor penyebab, faktor resiko yang berhubungan atau memperberat keluhan pasien RIWAYAT KELUARGA 1. Apakah ada keluarga menderita seperti ini? Tidak ada 2. Apakah ada keluarga yang menderita kanker atau tumor? Tidak Ada

untuk mengetahui adanya faktor keturunan, resiko penularan, dan lifestyle dalam lingkungan keluarga

RIWAYAT SOSIAL 1. apakah ada hal yang menggangu pikiran? Stress? Tidak Ada 2. Bapak merokok? Iya, 1 hari 2 batang 3. Minum kopi? Tidak 4. Makanannya gimana pak? Ya biasa aja gitu pak 5. Kalau ditempat kerja atau di rumah gimana pak? Tidak ada masalah 6. Kalau tidur malam hari gimana pak? Susah 7. Sering emosi atau marah pak? Iya kadang kadang 8. Bagaimana dengan pola makan? Teratur? Suka makanan instan? Berlemak? Nafsu makan menurun

Pertanyaan diatas untuk mengetahui aspek psikososial dari pasien.

RIWAYAT OBAT 1. Pernah berobat ke dokter sebelumnya? Tidak pernah untuk mengetahui riwayat pengobatan dan membantu dokter dalam rencana terapi selanjutnya 2. Saat gemeteran dan nyeri kepala diminumi obat apa? Belum minum obat apa-apa untuk mengetahui apakah obat yang telah di minum pasien terbukti efektif atau malah memperburuk keadaan pasien 3. Apa ada alergi obat? Seperti gatal-gatal biduran? Kulit kemerahan? Tidak ada untuk mengetahui riwayat pengobatan dan membantu dokter dalam rencana terapi selanjutnya Diagnose : Tumor Cerebellum

TUMOR OTAK I. DEFINISI


Tumor otak adalah neoplasma padat intrakranial, tumor di dalam otak atau di pusat kanal tulang belakang. Tumor otak termasuk semua tumor di dalam tengkorak atau di kanal tulang belakang pusat. Muncul oleh pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkendali, biasanya baik dalam otak itu sendiri (neuron, sel-sel glial (astrocytes, oligodendrocytes, sel ependymal, mielin-yang memproduksi sel Schwann), limfatik jaringan, pembuluh darah), di saraf kranial, diselaput otak (meningen), tengkorak, kelenjar di bawah otak dan pineal, atau penyebaran dari kanker terutama yang terletak di organ lain (metastasis tumor). Setiap tumor otak secara inheren serius dan mengancam nyawa karena karakter yang invasif dan infiltrasi terbatas di ruang rongga intrakranial. Namun, tumor otak (bahkan yang ganas) tidak secara otomatis menyebabkan kematian. Tumor otak atau neoplasmaintrakranial dapat bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak), namun definisi neoplasma ganas atau jinak berbeda dari yang umum digunakan pada jenis kanker atau non-neoplasma kanker dalam tubuh. Tingkat ancaman tergantung pada faktor seperti jenis tumor, lokasi, dan ukuran. Karena otak juga dilindungi oleh tengkorak, deteksi dini tumor otak hanya terjadi ketika alat diagnostik diarahkan pada rongga intrakranial. Biasanya terjadi pada tahap deteksi lanjut saat kehadiran tumor memiliki efek samping yang menyebabkan gejala yang tidak jelas. Tumor otak primer (sejati) biasanya terletak di fosa posterior tengkorak pada anak-anak dandalam dua-pertiga anterior belahan otak pada orang dewasa, meski dapat mempengaruhi setiap bagian dari otak.

II. KLASIFIKASI
Tumor Primer Neoplasma primer adalah tumor otak yang berasal dalam lingkup intrakranial atau pusat kanal tulang belakang, berdasarkan jaringan organik yang membentuk otak dan tulang belakang. Otak itu sendiri terdiri dari neuron dan glia. Neuron itu sendiri jarang menjadi dasar untuk tumor, walaupun tumor dari sel glial adalah glioma dan merupakan tipe kanker tersering. Otak dikelilingi oleh suatu sistem membran jaringan ikat yang disebut meningen yang memisahkan tengkorak dari otak. Tumor pada meningen adalah meningioma yang sering timbul sebagai neoplasma jinak. Di bawah otak dan kelenjar hipofisis yang menjadi dasar untuk jenisnya sendiri jarang merupakan neoplasma kelenjar yang bersifat jinak.

Tumor Sekunder

Tumor otak sekunder adalah tumor metastatik yang menyerang wilayah intrakranialdari kanker terutama yang terletak di organ lainnya. Ini berarti bahwa neoplasma ganas (kanker) telah berkembang di organ lain dan sel kanker tersebut lolos dari tumor primer tersebut . Sel-sel yang lolos masuk ke dalam sistem limfatik dan pembuluh darah, beredar melalui aliran darah, dan disimpan didalam jaringan normal tempat lain di dalam tubuh, dalam hal ini di dalam otak. Lalu sel-sel tersebut terus tumbuh & membagi diri dan menjadi neoplasma invasif lain dari jaringan kanker primer. Tumor otak sekunder sangat umum dalam fase terminal pasien dengan kanker metastase yang tidak dapat tersembuhkan, Jenis kanker paling umum dari tumor sekunder dari otak adalah kanker paru-paru, kanker payudara dan melanoma ganas (kanker kulit), kanker ginjal dan kanker usus besar. Struktur tulang tengkorak juga dapat dikenakan neoplasma yang sifatnya sangat mengurangi volume rongga intrakranial, dan dapat merusak otak. Tumor otak dapat diklasifikasikan menurut lokasi, asal sel dan WHO. 1. Berdasarkan lokasi Tumor Supratentorial Cerebral lobe and deep hemispheric tumor (astrocytoma & glioblastoma) Meningioma Metastase Pitutary adenoma Craniopharyngioma Acoustic schwannoma Brainstem glioma Metastases Hemangioblastoma Meningioma Medulloblastoma Ependymoma Gliomas

Sella turcica tumor

Tumor Infratentorial

dewasa

Cerebellopontine angle tumor

anak-anak

Bagian otak lain Midline tumor

Tumor lobus cerebellum

Astrocytoma

III. EPIDEMIOLOGI
Insidens tumor otak primer terjadi pada sekitar enam kasus per 100.000 populasi per tahun. Dimana tumor otak primer tersebut kira-kira 41% adalah glioma, 17%meningioma, 13% adenoma hipofisis dan 12% neurilemoma. Pada orang dewasa 60%terletak supratentorial sedang pada anak 70% terletak infratentorial. Pada anak yang paling sering ditemukan adalah tumor serebellum yaitu meduloblastoma dan astrositoma,sedangkan pada dewasa adalah glioblastoma multiforme.

IV. ETIOLOGI
Faktor etiologi yang berperan dalam timbulnya tumor otak adalah : 1. Bawaan (meningioma, astrositoma dan neurofibroma) 2. Bangunan embrional yang tersisa (kraniofaringioma, teratoma intrakranial, kordoma) 3. Radiasi dengan dosis terapeutik dapat merangsang sel-sel mesenkhimal. Beberapa laporan bahwa radiasi berperan timbulnya meningioma. 4. Virus (virus Epstein Barr) disangka berperan dalam genesisnya Burkitts lymphoma juga karsinoma anaplastik nasofaring. 5. Zat-zat karsinogenik methylcholanthrone menyebabkan tumor otak primer. dan nitro-ethyl-urea dapat

V. PATOFISIOLOGI
Tumor otak menyebabkan gangguan neurologis. Gejala-gejala terjadi berurutan. Hal ini menekankan pentingnya anamnesis dalam pemeriksaan klien. Gejala-gejalanya sebaiknya dibicarakan dalam suatu perspektif waktu. Gejala neurologik pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh 2 faktor

gangguan fokal, disebabkan oleh tumor dan tekanan intrakranial. Gangguan fokal terjadi apabila penekanan pada jaringan otak dan infiltrasi/invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neuron. Tentu saja disfungsi yang paling besar terjadi pada tumor yang tumbuh paling cepat. Perubahan suplai darah akibat tekanan yang ditimbulkan tumor yang tumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai kehilangan fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan cerebrovaskuler primer. Serangan kejang sebagai manifestasi perubahan kepekaan neuro dihubungkan dengan kompresi invasi dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. Beberapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkim otak sekitarnya sehingga memperberat gangguan neurologis fokal.

VI. TANDA DAN GEJALA


Menurut lokasi tumor : 1. Lobus frontalis Gangguan mental / gangguan kepribadian ringan : depresi, bingung, tingkah laku aneh, sulit memberi argumenatasi/menilai benar atau tidak, hemiparesis, ataksia, dan gangguan bicara. 2. Kortek presentalis posterior Kelemahan/kelumpuhan pada otot-otot wajah, lidah dan jari 3. Lobus parasentralis Kelemahan pada ekstremitas bawah 4. Lobus Oksipitalis Kejang, gangguan penglihatan 5. Lobus temporalis Tinitus, halusinasi pendengaran, afasia sensorik, kelumpuhan otot wajah 6. Lobus Parietalis Hilang fungsi sensorik, kortikalis, gangguan lokalisasi sensorik, gangguan penglihatan 7. Cerebulum - Umumnya di dapatkan gangguan berjalan dan gejala TIK akan cepat terjadi disertai dengan papil - Nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otototot servikal Gangguan Gerak Pada Tumor Serebelum Gangguan Tremor intensional Asinergia Dekomposisi gerakan Keterangan Tremor osilasi yang paling jelas pada akhir gerakan halus Kurangnya kerjasama antara otot-otot Gerakan dilakukan secara terpisah-pisah bukan

Dismetria Deviasi dari jalur gerakan Disdiadokokinesis Nistagmus

sebagai satu gerakan yang utuh Kesalahan dalam mengarahkan gerakan Salah tujuan gerakan Tidak dapat melakukan gerkan yang bergantian Osilasi mata yang cepat saat memandang atau meilah suatu benda

Tanda dan Gejala Umum : Tumor otak bisa mengenai segala.usia, tapi umumnya pada usia dewasa muda atau pertengahan, jarang di bawah usia 10 tahun atau di alas 70 tahun. Sebagian ahli menyatakan insidens pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita, tapi sebagian lagi menyatakan tak ada perbedaan insidens antara pria dan wanita. Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa : Nyeri Kepala (Headache) Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk, bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring, dan berkurang bila duduk. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura, pembuluh darah atau serabut saraf. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis. Muntah Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual, dan jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala. Edema Papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Gambarannya berupa kaburnya batas papil, warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat, pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputusputus. Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan, tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menckan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrocepallus. Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya, sedang kejang yang sifatnya umum atau general sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak.

Lemah satu bagian tubuh lemah. Perubahan tingkah laku beberapa contoh termasuk kecacatan dalam penilaian, penalaran, hilang ingatan, perubahan suasana hati cepat dan kebingungan. Neurologis mengantuk, perubahan penglihatan, gangguan bicara, masalah keseimbangan, jalan limbung kaku, pusing dan muntah.

VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Elektroensefalografi (EEG) 2. Foto polos kepala 3. Angiografi 4. Computerized Tomografi (CT Scan) 5. Magnetic Resonance Imaging (MRI

IX. PILIHAN PENATALAKSANAAN


Tujuan pengobatan tergantung pada pasien atau faktor lainnya. Tujuannya mungkin menyembuhkan atau meringankan gejala. Operasi Ini mungkin berbentuk: 1. Biopsi: pengangkatan bagian kecil tumor untuk memastikan jenis pasti tumor atau untuk membantu diagnosa kanker primer jika belum ditentukan. 2. Reseksi: ini disarankan jika kondisi kesehatan pasien baik, tidak terdapat metastasis lainnya di bagian tubuh lainnya, kanker utama tidak bereaksi secara positif terhadap terapi radiasi, dan terdapat metastasis tunggal yang dapat didekati secara bedah tanpa menyebabkan kerusakan neurologis yang tidak semestinya. Reseksi bisanya diikuti dengan radiasi otak keseluruhan. Terapi Radiasi Radiasi membunuh sel kanker langsung atau mengganggu pertumbuhan mereka. Dua tipe terapi radiasi tersedia. 1. Terapi radiasi konvensional: Keseluruhan otak diradiasi selama 1-2 minggu. Ini mungkin merupakan pengobatan satu-satunya yang digunakan untuk pasien dengan limfoma atau sel kecil kanker paru-paru karena kanker ini sangat radiosensitif. Radiasi keseluruhan otak sering diikuti dengan reseksi bedah. 60-80% dari semua pasien bereaksi terhadap terapi radiasi mengalami keringanan gejala. 2. Bedah radiasi: Mesin Gamma Knife menggunakan 201 pancaran sempit sinar gama, secara akurat ditujukan pada tumor dari banyak arah mengelilingi kepala. Setiap bagian otak yang dilalui pancaran menerima hanya jumlah kecil dosis total, yang memungkinkan dosis besar dihantarkan ke tumor. Metode ini membutuhkan lokasi pasti tumor, dan ini dicapai dengan

memasang cincin spesial (bingkai stereotaktik Leksel) pada kepala dibawah bius lokal dan melakukan scan MRI dengan rangka stereotaktik di tempat. Bedah radiasi cocok untuk metastasis berdiameter 3 cm atau kurang. Itu tidak memerlukan rawat inap dan tidak terdapat resiko infeksi atau komplikasi bedah. Namun, bedah radiasi tidak menawarkan kesempatan untuk histologis konfirmasi diagnosis, hasil pengobatan tidak segera. Kemoterapi Kemoterapi disarankan untuk metastasis cairan tulang belakang dan tetap dibawah investigasi untuk digunakan melawan tumor otak metastatik. Jika tumor primer bergantung hormon, hormon atau obat penghalang hormon mungkin digunakan. Kanker payudara yang merupakan reseptor-esterogen positif diobati dengan tamoxifen yang mungkin juga mengecilkan tumor metastatik. Metastasis kanker prostat juga diobati dengan hormone. Steroid mungkin efektif pada pasien dengan limfoma. Steroid Steroid seperti Dexamethasone, berindak cepat untuk mengurangi gejala peningkatan tekanan intrakranial disebabkan pembengkakan otak yang menyertai tumor otak metastatik tetapi tidak membunuh sel tumor. Peningkatan diketahui dalam enam hingga dua-puluh jam. Terapi ini efektif pada enam puluh hingga delapan puluh persen pasien dengan tumor otak metastatik. Steroid seringkali ditentukan selama terapi radiasi untuk mengurangi pembengkakan akibat radiasi. Penggunaan steroid dipantau oleh dokter karena potensi efek sampingnya seperti nyeri lambung dan ambeyen, keadaan penyakit gula memburuk, kemampuan tubuh melawan infeksi menurun dll. XI. DIFFERENTIAL DIAGNOSA
1. Abses otak

Radang otak brainstem

2. EpendimomaInfark

XII. PROGNOSIS Meskipun diobati, hanya sekitar 25% penderita kanker otak yang bertahan hidup setelah 2 tahun. Prognosis yang lebih baik ditemukan pada astrositoma dan oligodendroglioma, dimana kanker biasanya tidak kambuh dalam waktu 3-5 tahun setelah pengobatan. Sekitar 50% penderita meduloblastoma yang diobati bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Pengobatan untuk kanker otak lebih efektif dilakukan pada: 1. Penderita yang berusia dibawah 45 tahun. 2. Penderita astrositoma anaplastik. 3. Penderita yang sebagian atau hampir seluruh tumornya telah diangkat melalui pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA
1. FKUI, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Media Gesapius 2. Ganong, WF, (1996), Fisiologi Kedokteran, Jakarta, EGC 3. Mardjono M, 1989, Neurologi Klinis Dasar, edisi V : hal 41-43, PT Dian Rakyat, Jakarta. 4. Sidharta, P, 1992, Neurologi Klinis dalam praktek Umum : ha; 160-162, PT Dian Rakyat, Jakarta.