Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH Elektro Pneumatik

Nama Kelompok :
1. 2. 3. 4. 5. 6. Inam Annurdiyansah Lalu Didik Hamzani Melanda Devi Amanta M. Faisal Fanani R Novan Iman A Nurul Hidayati

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MALANG 2013

Problem 1 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 50 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

40

Single acting cy linder

30

20

10

mm

Rangkaian Elektro-Pneumatik :
+24V 1 2 +24V 3

S1

K1

S2

2 2 1Y 1 1 3 K1 1Y 1 1Y 2 1 0V 3 0V 1Y 2

Komponen yang dibutuhkan :


Designation S1 K1 K1 1Y 1 Component Description Compressed air supply Pushbutton (make) Relay Make switch Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V Single acting cy linder 3/2-way solenoid v alv e, normally closed S2 Pushbutton (make) Electrical connection 0V Electrical connection 24V 1Y 2 Valv e solenoid Compressed air supply Single acting cy linder 3/2-way solenoid v alv e, normally closed

Prinsip Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 2 menutup dan membuat katub solenoid 1Y1 bekerja.

Problem 2 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 5 10 15 20 25

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-Pneumatik :
+24V 1 2

S1

K1

1Y1 5 1 3 K1 1Y1

0V

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply S1 K1 K1 1Y 1 Pushbutton (make) Relay Make switch Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

Prinsip Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 2 menutup dan membuat katub solenoid 1Y1bekerja.

Problem 3 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :

+24V

S1

S2

K1

1Y 1 5 1 3 K1 1Y 1

0V

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply S1 S2 K1 K1 1Y 1 Pushbutton (make) Pushbutton (make) Relay Make switch Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

Prinsip Kerja : Apabila Push Button S1 atau S2 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 2 menutup dan membuat katub solenoid bekerja

Problem 4 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 2 4 6 8 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2 3 4

S1

S2

K1

K2

1Y1 5 1 3

1Y2

K1 0V

K2

1Y1

1Y2

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description Double acting cy linder Compressed air supply K1 1Y 1 Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V K1 1Y 2 K2 K2 S1 S2 Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Make switch Relay Pushbutton (make) Pushbutton (make)

Prinsip Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 3 menutup dan membuat katub solenoid 1Y1 pada jalur 3 bekerja (beregerak maju). Apabila Push Button S2 pada jalur 2 ditekan maka kontaktor pada jalur 2 bekerja yang mengakibatkan kontak K2 menutup dan membuat katub solenoid 1Y2 bekerja (bergerak mundur).

Problem 5 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2 3 4

1S2 S1 1S2 K1 K2

1Y1 5 1 3

1Y2 K1 0V K2 1Y1 1Y2

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description Double acting cy linder Compressed air supply K1 1Y 1 Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V K1 1Y 2 K2 K2 S1 1S2 Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Make switch Relay Pushbutton (make) Make switch

Prinsip Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 3 menutup dan membuat katub solenoid 1Y1 pada jalur 3 bekerja (beregerak maju). Apabila Limit Switch 1S2 pada jalur 2 ditekan maka kontaktor pada jalur 2 bekerja yang mengakibatkan kontak K2 menutup dan membuat katub solenoid 1Y2 bekerja (bergerak mundur).

Problem 6 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 1 2 3 4

S1

1S2

K1

K2

2 1S1

1Y1 5 1 3

1Y2

K1 0V

K2

1Y1

1Y2

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description Double acting cy linder Compressed air supply K1 1Y 1 Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V K1 1S1 1Y 2 1S2 K2 K2 S1 Make switch Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Make switch Make switch Relay Detent switch (make)

Cara Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka Limit Switch akan bekerja dan kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 3 menutup dan membuat katub solenoid 1Y1 pada jalur 3 bekerja (beregerak maju). Apabila Limit Switch 1S2 pada jalur 2 ditekan maka kontaktor pada jalur 2 bekerja yang mengakibatkan kontak K2 menutup dan membuat katub solenoid 1Y2 bekerja (bergerak mundur). Problem 7 Diagram Langkah :
Component Description Designation 0 50 40 Single acting cy linder 1A 30 20 10 mm 100 80 Double acting cy linder 2A 60 40 20 mm 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2 3

S1

K1

K1

1S2

1S2

2 K1 1Y1

1Y1 1 3

1Y1 5 1 3 0V

2 3

Komponen yang dibutuhkan :


Designation 2A Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply Compressed air supply 1A K1 1Y 1 Single acting cy linder 3/2-way solenoid v alv e, normally closed Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V 1S2 S1 K1 K1 Break switch Pushbutton (make) Make switch Make switch

Cara kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 2 menutup dan kontak K1 pada jalur 3 menutup sehingga membuat katub solenoid 1Y1 pada jalur 3 bekerja (beregerak maju).

Problem 8A Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2

1S1

1S2 S1 1S2

1S1

1Y1 5 1 3

1Y2 1Y1 0V 1Y2

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description Double acting cy linder Compressed air supply 1Y 1 Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V S1 1S1 1Y 2 1S2 Pushbutton (make) Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Make switch

Cara Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur 1 ditekan, maka akan mengakibatkan Katub Solenoid 1Y1pada jalur 1 bekerja ( bergerak maju) kemudian Limit switch 1S2 pada jalur 2 menutup dan mengakibatkan Katub Solenoid 1Y2 pada jalur 2 bekerja (bergerak mundur)

Problem 8B Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 S1 1 2 3 4

K1

1S2

K1

2 1S1

1Y 1 5 1 3

K2

K1 0V

K2

1Y 1

2 4

Komponen yang dibutuhkan :


Designation Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply K1 1Y 1 Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V S1 K1 K1 1S1 K2 1S2 K2 Pushbutton (make) Make switch Make switch Make switch Break switch Make switch Relay

Cara Kerja : Apabila Push Button S1 pada jalur pertama ditekan maka kontaktor K1 akan bekerja yang mengakibatkan kontak K1 pada jalur 2 menutup dan kontak K1 pada jalur 4 menutup sehingga membuat katub solenoid 1Y1 pada jalur 4 bekerja (beregerak

maju). Apabila Limit Switch 1S2 pada jalur 3 ditekan maka kontaktor K2 pada jalur 3 bekerja dan langsyang mengakibatkan kontak K2 menutup dan membuat katub solenoid 1ang memutuskan aliran listrik kontaktor K1 pada jalur 1.

Problem 9A Diagram Langkah :


0 100 2 4 6 8 10

Component Description Designation

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 S1 1 2 3 4

1S2

K1

K2

2 1S1

1Y 1 5 1 3

1Y 2

K1 0V

K2

1Y 1

1Y 2

Komponen yang dibutuhkan:

Designation

Component Description Double acting cy linder Compressed air supply

K1 1Y 1

Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

S1 K1 1S1 1Y 2 K2 1S2 K2

Pushbutton (make) Make switch Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Relay with switch-on delay Make switch Make switch

Langkah kerja: Ketika tombol S1 maka katub solenoid 1Y1 akan menyala secara sesaat lalu setelah 5 detik, timer on delay akan menyalakan katub solenoid 1Y2 secara sesaat.

Problem 9B Diagram Langkah :

Component Description Designation

0 100

9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 S1 1 2 3 4

K1

1S2

K1

2 1S1

1Y 1 5 1 3

K2

K1 0V

K2

1Y 1

2 4

Komponen yang dibutuhkan:

Designation

Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply

K1 1Y 1

Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

S1 K1 K1 1S1 K2 1S2 K2

Pushbutton (make) Make switch Make switch Make switch Break switch Make switch Relay with switch-on delay

Prinsip Kerja: Ketika tombo S1 ditekan maka katub solenoid 1Y1 akan menyala lalu 5 detik kemudian katub solenoid 1Y1 akan mati.

Problem 10A Diagram Langkah :

Component Description Designation

0 100

9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 S1 1 2 3 4

1S2

K1

K2

2 1S1

1Y1 5 1 3

1Y2

K1 0V

K2

1Y1

1Y2

Komponen yang dibutuhkan:

Designation

Component Description Double acting cy linder Compressed air supply

K1 1Y 1

Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

S1 K1 1S1 1S2 1Y 2 K2 K2

Pushbutton (make) Make switch Make switch Break switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Valv e solenoid Break switch Relay with switch-of f delay

Prinsip Kerja: Ketika tombol S1 maka katub solenoid 1Y1 akan menyala secara sesaat lalu setelah 5 detik, timer off delay akan menyalakan katub solenoid 1Y2 secara sesaat.

Problem 10B Diagram Langkah :

Component Description Designation

0 100

9 10

80

Double acting cy linder

60

40

20

mm

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1S1 1S2 S1 1 2 3 4

K1

1S2

K1

2 1S1

1Y 1 5 1 3

K2

K1 0V

K2

1Y 1

2 4

Komponen yang dibutuhkan:

Designation

Component Description 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply

K2 K1 1Y 1

Relay with switch-of f delay Relay Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V

S1 K1 K1 K2 1S1 1S2

Pushbutton (make) Make switch Make switch Make switch Make switch Break switch

Prinsip Kerja: Ketika tombol S1 ditekan maka katub solenoid 1Y1 akan menyala lalu katub solenoid 1Y1 akan mati setelah menyala 5 detik oleh timer off delay.

Problem 11 Diagram Langkah :


Component Description Designation 0 100 80 Double acting cy linder 1A 60 40 20 mm 100 80 Double acting cy linder 2A 60 40 20 mm 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Rangkaian Elektro-pneumatik :

+24V

K1 S1 6 7

K1 11

1S1

K1

2B2 1S2 K2

2B1

K1 0V

K2

1Y1

2Y1

2Y2

1Y2

2 5

1A

1S1

1S2

2A

2B1

2B2

1V
1Y 1

2V
1Y 2 2Y 1

2Y 2 5 1 3

Komponen yang dibutuhkan:


Designation S1 1S1 K2 Component Description Pushbutton (make) Make switch Break switch Electrical connection 0V Electrical connection 24V K1 2B2 2B1 1Y 1 2Y 2 1Y 2 2Y 1 K2 K1 1S2 K1 K1 1V 1A 2V 2A Make switch Optical proximity switch Optical proximity switch Valv e solenoid Valv e solenoid Valv e solenoid Valv e solenoid Relay with switch-on delay Relay Make switch Make switch Break switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Double acting cy linder Compressed air supply 5/2-way solenoid impulse v alv e Double acting cy linder Compressed air supply

Prinsip Kerja : Posisi awal, optic proximity switch 2B2 dalam keadaan aktif yang kemudian mengaktifkan valve solenoid 1Y2. valve solenoid 2Y2 dalam keadaan aktif. Apabila tombol Push Button ditekan, relay K1 akan bekerja sehingga memutuskan aliran arus pada optic proximity switch 2B2 dan valve solenoid 2Y2. Kemudian valve solenoid 1Y1 akan aktif yang menyebabkan katub 5/2 bergerak kekanan sehingga silinder 1A bergerak maju. Setelah silinder 1A maju maksimum dan membuat limit switch 1S2 menutup maka solenoid 2Y1 bekerja dan akan mengakibatkan katub bergerak 5/2 kekanan sehingga akan menyebabkan silinder 2A bergerak maju.

Setelah silinder 2A maju maksimum sehingga menebabkan optic proximity switch 2B1 bekerja kemudian mengaktifkan relay timer ON delay K2. Setelah timer ON, kemudian timer akan memutuskan aliran arus pada K1 dan dan membuat valve solenoid 2Y2 bekerja dan mendorong katub 5/2 kekiri yang akan menyebabkan silinder 2A bergerak mundur yang kemudian mengaktifkan optic proximity switch 2B1. Setelah itu, optic proximity switch akan mengaktifkan valve solenoid 1Y2 yang akan mendorong katub 5/2 bergerak kekiri dan membuat silinder 1A bergerak mundur dan keadaan kembali seperti semula.

Problem 12

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2 3 4 5 6 7 8 9

S1

1S1

K1

1S2

K2

2S2

K3

2S1

K1

K2

K4

K1

K2

K3

K3

K1

K2

K3

K4

1Y 1

2Y 1

0V

2 3 8

4 5 9

6 7

1A

1S1

1S2

2A

2S1

2S2

1V
1Y 1

2V
2Y 1

Komponen yang dibutuhkan :


Designation K1 K2 K3 K4 2Y 1 1Y 1 K4 K3 S1 Component Description Relay Relay Relay Relay Valv e solenoid Valv e solenoid Break switch Break switch Pushbutton (make) Electrical connection 0V Electrical connection 24V 1S1 K1 1S2 K2 2S2 K3 2S1 K1 K2 1V Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply 2V 2A K1 K2 K3 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply Make switch Make switch Make switch

Prinsip Kerja : Apabila tombol push button ditekan relay K1 akan bekerja kemudian mengaktifkan solenoid 1Y1 sehingga silinder 1A bergerak maju sampai menyentuh limit switch 1S2 yang kemudian mengaktifkan relay K2. Setelah itu, relay yang tadinya aktif kemudian akan mengaktifkkan solenoid 2Y1 yang kemudian membuat silinder 2A

bergerak maju sampai menyentuh limit switch 2S2. Ketika limit switch 2S2 tersentuh oleh silinder 2A, maka limit switch 2S2 akan mengaktifkan relay K3 yang kemudian memutuskan aliran arus keselenoid 2Y1 sehingga silinder 2A kembali ke posisi awal dan menyentuh limit switch 2S1. Setelah limit switch 2S1 tersentuh, relay K4 akan aktif dan kemudian memutuskan aliran arus pada K1 sehingga memutuskan aliran ke solenoid 2Y1. Setelah solenoid 1Y1 tidak dialiri arus, maka silinder 1A kembali keposisi semula dan menyentuh 1S1 dan keadaan kembali seperti semula.

Problem 13

+24V

S1

2S1

K1

1S2

K2

2S2

K3

1S1

K1

K2

K4

K1

K2

K3

K3

K4

K1

K2

K3

K4

1Y 1

2Y 1

0V

2 3 8

4 5 9

6 7

1 9

1A

1S1

1S2

2A

2S1

2S2

1V
1Y 1

2V
2Y 1

Komponen yang dibutuhkan :


Designation K1 K2 K3 K4 2Y 1 1Y 1 K4 K4 K3 S1 Component Description Relay Relay Relay Relay Valv e solenoid Valv e solenoid Break switch Break switch Break switch Pushbutton (make) Electrical connection 0V Electrical connection 24V 2S1 K1 1S2 K2 2S2 K3 1S1 K1 K2 1V 1A 2V Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply K1 K2 K3 Make switch Make switch Make switch

Prinsip Kerja : Apabila tombol push button ditekan relay K1 akan bekerja kemudian mengaktifkan solenoid 1Y1 sehingga silinder 1A bergerak maju sampai menyentuh limit switch 1S2 yang kemudian mengaktifkan relay K2. Setelah itu, relay yang tadinya aktif kemudian akan mengaktifkkan solenoid 2Y1 yang kemudian membuat silinder 2A bergerak maju sampai menyentuh limit switch 2S2. Ketika limit switch 2S2 tersentuh oleh silinder 2A, maka limit switch 2S2 akan mengaktifkan relay K3 yang kemudian memutuskan aliran arus keselenoid 1Y1 sehingga silinder 2A kembali ke posisi awal dan menyentuh limit switch 2S1. Setelah limit switch 2S1 tersentuh, relay K4 akan aktif dan kemudian memutuskan aliran arus pada K1 sehingga memutuskan aliran ke solenoid 2Y1. Setelah solenoid 2Y1 tidak dialiri arus, maka silinder 1A kembali keposisi semula dan menyentuh 1S1 dan keadaan kembali seperti semula.

Problem 14 Diagram Langkah :

Rangkaian Elektro-pneumatik :
+24V 1 2 3 4 5 6 7 8 9

S1

2S1

K1

1S2

K2

1S1

K3

2S2

K1

K3

K4

K1

K2

K3

K2

K4

K1 0V

K2

K3

K4

1Y 1

2Y 1

2 3 8

4 5

6 7 9

1 9

1A

1S1

1S2

1V

2S1

2S2

2A
1Y 1

2V
2Y 1

Komponen yang dibutuhkan


Designation K1 K2 K3 K4 1Y 1 2Y 1 Component Description Relay Relay Relay Relay Valv e solenoid Valv e solenoid Electrical connection 0V Electrical connection 24V K4 K1 K2 K3 K2 K4 K1 1S2 K2 K3 2S2 K1 K3 S1 2A Break switch Make switch Make switch Make switch Break switch Break switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Make switch Pushbutton (make) 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply 2V 1V 2S1 1S1 5/2-way solenoid v alv e Double acting cy linder Compressed air supply Make switch Make switch

Prinsip Kerja Kontak 2S1 dan 1S1 tertekan akibat dari kondisi piston yang sedang dalam posisi off, jika tombol start s1 ditekan maka kontaktor K1 akan aktif dan kontak bantu K1 pada jalur 2, 3 dan jalur 8 akan menutup, sehingga menyebabkan kontaktor solenoid 1Y1 pada jalur 8 akan bekerja dan

memberikan sinyal kepada katup 5/2 NC untuk mendorong piston 1A untuk bergerak maju karena piston bergerak maju maka tombol 1S1 otomatis terbuka. Saat piston 1A bergerak maju dan mencapai batas maksimum kontak 1S2 akan menutup menyebabkan kontaktor K2 pada jalur 2 akan bekerja. Kontak bantu K2 pada jalur 4 akan terkunci sehingga saat tombol 1S2 pada jalur 3 terbuka kontak bantu K2 pada jalur 4 masih aktif, dan saat itu juga kontak bantu pada jalur 5 akan menutup. Kemudian Piston 1 A akan

kembali bergerak mundur. Saat piston 1A bergerak mundur, maka tombol tombol 1S1 akan menutup dan menyebabkan kontaktor K3 pada jalur 5 akan bekerja, dan mengunci kontak bantu K3 pada jalur 6 dan kontak bantu K3 pada jalur 9. Kontaktor solenoid 2Y1 pada jalur 9 akan bekerja dan memberikan sinyal kepada katup 5/2 NC untuk menggerakkan piston 2A bergerak maju. Saat piston 2A bergerak maju mencapai batas maksimum maka akan menekan tombol 2S2 pada jalur 7 dan kontaktor K4 pada jalur 7 akan bekerja mengakibatkan kontak bantu K4 NC pada jalur 9 akan membuka sehingga piston 2A akan kembali bergerak mundur.

Problem 15 Diagram Langkah :

+24V

3 4

10

S1

1S2

2S1

1S1

2S2

K4

K3

K3 K1

K4

K3 0V

K4

K1

1Y1

2Y1

1Y2

2Y2

5 6

3 10

1A

1S1

1S2

2A

2S1

2S2

1V
1Y1

2V
1Y2 2Y1

2Y2 5 1 3

Komponen yang dibutuhkan :


Designation K1 K3 K4 1Y 1 2Y 1 1Y 2 2Y 2 Component Description Relay counter Relay Relay Valv e solenoid Valv e solenoid Valv e solenoid Valv e solenoid Electrical connection 24V Electrical connection 0V 1S1 S1 2S2 K4 K3 K4 K1 K3 2S1 1S2 1V Make switch Pushbutton (make) Make switch Make switch Make switch Make switch Changeov er switch Make switch Make switch Make switch 5/2-way solenoid impulse v alv e Compressed air supply Double acting cy linder 2V 5/2-way solenoid impulse v alv e Compressed air supply Double acting cy linder

Prinsip Kerja : Saat tombol S1 ditekan kontaktor K3 berkerja mengaktifkan kontak NO K3 pada jalur 6. Kontak NO K3 pada jalur 6 menutup sehingga selenoid 1Y1 bekerja. Silinder 1A bergerak maju mengaktifkan limit switch 1S2 sehingga Counter K1 akan menggerakkan silinder 2A maju dan mundur sebanyak 3 putaran. Pada putaran terakhir, changeover K1 mengaktifkan selenoid 1Y2 sehingga silinder 1A bergerak mundur.