Anda di halaman 1dari 4

PERTANYAAN:

1. apa perbedaan penyebab dan gejala klinis antara dermatitis kontak iritan akut, dermatitis kontak iritan lambat akut, dan dermatitis kontak iritan kronis? 2. bagaimana perbedaan secara spesifik antara dermatitis kontak Alergi dan dermatitis kontak iritan? 3. kenapa jenis kelamin menjadi salah satu faktor endogen pada dermatitis kontak iritan? Apa faktor penyebabnya.. 4. Pada slide pemeriksaan penunjang tadi disampaikan bahwa salah satu pemeriksaan yg disarankan pada pasien ini adalah dengan melakukan PATCH TEST dan IgE, apa tujuan pemeriksaan tersebut? 5. Pada slide anamnesa pasien: pasien sering memanaskan tangan diatas kompor dan diberi minyak tawon, apakah bias dipakai sebagai terapi?

JAWABAN: 1.

2.

3. Sebagaimana kita ketahui bahwa Gambaran klinik dermatitis kontak iritan paling banyak pada tangan, dan wanita dilaporkan paling banyak dari semua pasien. Dari hubungan antara jenis kelamin dengan dengan kerentanan kulit, wanita lebih banyak terpajan oleh bahan iritan, kerja basah dan lebih suka perawatan dari pada laki-laki. Tidak ada pembedaan jenis kelamin untuk dermatitis kontak iritan yang ditetapkan berdasarkan penelitian.

4. Patch test digunakan untuk menentukan substansi yang menyebabkan kontak dermatitis dan digunakan untuk mendiagnosis DKA. Konsentrasi yang digunakan harus tepat. Jika terlalu sedikit, dapat memberikan hasil negatif palsu oleh karena tidak adanya reaksi. Dan jika

terlalu tinggi dapat terinterpretasi sebagai alergi (positif palsu). Patch tes dilepas setelah 48 jam, hasilnya dilihat dan reaksi positif dicatat. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan kembali dilakukan pemeriksaan pada 48 jam berikutnya. Jika hasilnya didapatkan ruam kulit yang membaik, maka dapat didiagnosis sebagai DKI,1 Pemeriksaan patch tes digunakan untuk pasien kronis, dengan dermatitis kontak yang rekuren. Peningkatan IgE dapat menyokong adanya riwayat atopi. 5.Tidak biasa, karena dapat memperparah iritasi.