Anda di halaman 1dari 25

TUGAS FISIKA TERAPI

BRACHYTERAPI dan PERCENTAGE DEPT DOSE (PDD)

Nama

: Muh. Stani Amrullah A Npm : 1006806450

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS INDONESIA 2011

BRACHYTERAPI

Brachy berasal dari Bahasa Yunani brachios yang berarti dekat, sehingga brachytherapy secara bahasa dapat diartikan sebagai terapi dari jarak dekat. Istilah ini digunakan untuk terapi radiasi sehingga brachytherapy secara istilah berarti terapi radiasi

dengan mendekatkan sumber radiasi ke sumber penyakit. Metode terapi ini sering dinamakan dengan terapi radiasi sumber tertutup karena sebagian besar brachytherapy menggunakan sumber radiasi tertutup (sealed source). Pada tahun 1901, Pierre Curie pertama kali memanfaatkan jarum mengandung radioisotope radium untuk menangani tumor di Rumah Sakit St. Louis di Paris. Secara terpisah, pada tahun 1903 Alexander Graham Bell melakukan hal yang sama. Dari percobaan ini diperoleh hasil bahwa tumor dapat mengecil setelah ke dalamnya ditusukkan jarum radium. Keberhasilan ini merupakan awal brachytherapy. Sejalan dengan perkembangan teknologi produksi radioisotop, brachyterapy mengalami perkembangan yang pesat dengan memanfaatkan radioisotop buatan. Terapi ini pertama kali dilakukan menggunakan jarum mengandung radium-226 (226Ra) seperti dijelaskan di atas. Radium-226 adalah radioisotope pemancar yang ada di alam. Radioisotop ini memiliki waktu paruh yang panjang (1600 tahun). Radiasi yang dipancarkan digunakan untuk mematikan sel kanker. Radioisotop ini meluruh menghasilkan radioisotop gas mulia radon-222 (222Rn) yang juga merupakan pemancar dengan waktu paruh 3,824 hari. Radon-222 perlu dikendalikan karena dikhawatirkan memberikan efek samping. Sumber Brachyterapi yang ideal 1. 2. dibuat. 3. 4. Radiation energy : menentukan jangkauan radiasi dalam jaringan Gamma emisi alam : beta atau alpha terlalu pendek jangkauan radiasinya dan menghasilkan dosis yang sangat tinggi untuk jaringan sekitar sumber 5. Gamma energy cukup tinggi untuk dosis di target dengan dosis homogen yang cukup rendah untuk jaringan normal disekitarnya dan membutuhkan Pelindung radiasi 6. Aktivitas spesifik yang tinggi : Cocok juga untuk aplikasi dosis tinggi dan ukurannya kecil 7. Implant Sementara : Sumber harus mempunyai waktu paruh yang panjang, agar memungkinkan sumber dapat digunakan kembali ( ekonomis) Waktu paruh : Waktu paruh dari aktifitas asli masih ada di sumber Aktifitas spesifik (ukuran) : Aktifitas per gram dari suatu sumber. Semakin tinggi aktivitas spesifik dari sumber,semakin kecil sumber dari suatu aktifitas dapat

8. 9.

Implant Permanen : Sumber harus mempunyai waktu paruh yang medium Beberapa jenis bentuk sumber untuk Brachyterapi pellets = berbentuk seperti butiran bola dengan diameter sekitar 3 mm seeds = berbentuk silinder kecil dengan diameter 1 mm dan panjang 4 mm, contoh sumber: 125-I, 103-Pd atau 198-Au untuk implant permanen seperti kanker prostat needles = dengan panjang antara 15 sampai 45 mm.contoh sumber: Ir-192 tubes = mempunyai panjang 14 mm, biasanya digunakan untuk implant ginekologi hairpins = berbentuk seperti jepit rambut dengan panjang sekitar 60 mm. contoh sumber: Ir-192 wire = ukuran panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan, pada bagian ujung dari kawat dapat ditambah. Contoh sumber: Ir-192 Sumber HDR = sumber berbentuk miniature silinder dengan aktivitas tinggi, dengan diameter sekitar 1mm dan panjang 10mm

Sumber Radiasi Brachyterapi Radionuclide


226 222 60

Half-life 1600 years 3.83 days 5.26 years 30.0 years 74.2 days 2.7 days 60.2 days 17.0 days

Photon Energy (MeV) 0.047 - 2.45 (0.83 ave) 0.047 - 2.45 (0.83 ave) 1.17, 1.33 0.662 0.136 - 1.06 (0.38 ave) 0.412 0.028 ave 0.021 ave

Half-value Layer (mm lead) 8.0 8.0 11.0 5.5 2.5 2.5 0.025 0.008

Ra

Rn Cs Ir I

Co

137

192 198

Au Pd

125 103

Klasifikasi Brachyterapi sesuai dose rate sumber radioaktif 1. High dose rate (HDR) ( > 12 Gy/h)

a. Microselectron High Dose Rate (mHDR Ir-192) Nucletron Sesuai dengan namanya modalitas brachyterapi ini menggunakan sumber radiasi terbungkus iridium 192. Aktivitas jenis yang cukup tinggi membuat iridium radioaktif 10 12 Curie hanya mempunyai dimensi fisik yang sangat kecil, dengan ukuran 3.5 mm dengan diameter <1 mm. Ukuran fisik yang relative kecil tersebut membuat sumber dapat dimasukkan ke tubuh pasien melalui perantaraan aplikator yang ukuran diameternya juga kecil. Dengan demikian modalitas terapi ini dapat digunakan untuk banyak aplikasi (general purpose). Energi yang relative rendah membuat jangkauannya pendek sehingga cocok dengan tujuan brachyterapi, yaitu menghancurkan sel - sel ganas di sekitar sumber sekaligus penerimaan dosis yang rendah pada daerah yang relative lebih jauh dari sumber. Energi yang relative rendah juga memudahkan teknik proteksi radiasi. Waktu paruh (T 1/2) Iridium relative pendek yaitu hanya berkisar 74 hari sehingga juga memudahkan penanganan limbah radioaktifnya. Meskipun demikian karena jaraknya yang cukup jauh dengan negara asalnya membuat pemanfaatan sumber terkadang kurang efektif. Sumber radiasi terkadang habis dalam perjalanan pengiriman dan menunggu proses perijinan. Mempunyai jamngkauan energy antara 136 1062 KeV ( dengan energy efektif sekitar 350 KeV ) b. Cesium 137 Biasa digunakan untuk aplikasi kanker cervix waktu paruhnya 30 tahun, perlu dilakukan koreksi setiap 6 bulan sekali Sumber mahal dan perlu diganti setiap 10 15 tahun sekali

c. Cobalt 60 Cobalt 60 telah digunakan untuk brachytherapy tetapi sekarang sudah jarang digunakan. Keuntungan utama dari Cobalt 60 adalah aktivitas spesifik yang tinggi, yang memungkinkan pembuatan sumber kecil diperlukan untuk beberapa aplikator khusus. Namun, itu lebih mahal daripada 137Cs dan memiliki waktu paruh yang lebih singkat (5,26 tahun), dan harus lebih sering diganti serta sistem persediaan yang kompleks. Sumber brakiterapi Cobalt biasanya dibuat dalam bentuk kawat yang dikemas dalam sebuah selubung iridium platinum atau stainless steel. Sumber dapat digunakan untuk menggantikan 226Ra dalam aplikasi Intracavitary.

2. Medium dose rate (MDR) (2 - 12 Gy/h) a. Gold-198 Benih yang terdiri dari isotop radioaktif emas 198Au, digunakan untuk implan interstisial. Mereka digunakan dalam cara yang sama seperti biji radon dan telah digunakan untuk implan permanen. 198Au memiliki waktu paruh 2,7 hari dan memancarkan sinar monoenergetic energi 0,412 MeV.mempunyai energi maksimum 0,96 MeV tetapi diserap oleh dinding platinum dengan tebal 0,1 mm sekitar benih. Sebuah benih emas biasanya mempunyai panjang 2,5 mm dengan diameter luar 0,8 mm. b. Radioaktif lain yang digunakan dalam MDR: Cesium, Cobalt, Iridium.

3. Low dose rate (HDR) a. paladium-103 (103Pd)

(< 1Gy/h sekitar 0.5Gy/h)

Akhir akhir ini, paladium-103 (103Pd) mulai digunakan sebagai sumber radiasi. Paladium-103 merupakan pemancar gamma murni dengan energi 358 keV dengan intensitas yang sangat rendah 0,022%. Anak luruh dari Pd-103 yaitu rhodium103m (103mRh) memancarkan radiasi dengan energi 20,2 keV dengan intensitas 63,9%. Paladium-103 memiliki waktu paruh 17 hari. Contoh: kanker Prostat

b. Iodium 125 Energinya sangat rendah yaitu 28 KeV sehingga perisai mudah TVL timbale setebal 0.08 mm dan mempunyai waktu paruh 60 hari.Umumnya digunakan untuk Implant karena radiasinya mudah diserap pada pasien: implan permanen yang mBanyak digunakan dalam bentuk biji. contoh aplikasi: kanker prostat

Gambar sumber I-125 c. Ir-192 wire Mempunyai aktifitas sekitar 0.5 and 10mCi per cm Digunakan untuk interstitial implants Mempunyai tingkat dose rate yang rendah sampai medium Kawat dapat dipotong sesuai dengan panjang yang diinginkan

4. Pulsed Dose Rate

( 1 Gy/h)

Jenis Brachyterapi : Interstitial, sumber radiasi diselipkan ke dalam jaringan, diameter sumber relatif . Contoh : tumor lidah, payudara, vulva, dan anus, tumor prostat ( I -125). Intracaviter , Contoh : tumor ginekologi (cervix dan vagina). Intraluminal,

Contoh : tumor oesophagus dan bronchus. Superficial, Aplikator permukaan, untuk terapi superficial tumor yang terletak di atas organ/jaringan normal sensitif. Contoh : tumor lidah. Intraoperative, Implantasi dilakukan selama operasi Intra vaskuler , Intravascular brachytherapy adalah penanganan penyakit dengan meletakkan sumber radiasi di dalam pembuluh darah menggunakan kateter.

BRACHYTERAPI

Brakhiterapi adalah penggunaan dari isotop radioaktif tertutup untuk pengobatan, dengan menempatkan bahan radioaktif ke dalam atau berdekatan dengan sasaran radiasi. Hal ini bertujuan agar diperoleh distribusi dosis radiasi yang tinggi dan homogen dalam ruang lingkup yang sesuai dengan bentuk dan volume sasaran radiasi, sedang dosis pada jaringan sehat disekitarnya rendah, sehingga dapat dicapai kontrol lokal yang tinggi dengan efek samping yang rendah.

Gambar komponen Brakhiterapi Jenis Brakhiterapi berdasarkan laju dosis radiasi (dose rate) yaitu : 1. Low Dose Rate ( LDR ) : 0.4 2 Gy / jam Radioaktif temporary yang digunakan : Radium, Cesium, Iridium Radioaktif permanent yang digunakan : Radon, Iodium 125 Contoh : radiasi jarum radium pada pengobatan Ca. cerviks 2. Medium Dose Rate (MDR) : 212 Gy/jam Radioaktif yang digunakan : Cesium, Cobalt, Iridium.

3. High Dose Rate (HDR) : >12 Gy/jam

Saat ini HDR paling banyak digunakan. Dan Radioaktif yang digunakan : Cobalt dan Iridium. Ditinjau dari segi proteksi radiasi, penggunaan Radium 226 tidak lagi direkomendasikan untuk pemakaian dalam radioterapi. Adapun teknik aplikasi yang digunakan dalam brakhiterapi yaitu : 1. Teknik Manual, hanya untuk LDR. 2. Teknik Afterloading: Digunakan untuk LDR, MDR, HDR.

Gambar salah satu teknik Brakhiterapi Tujuan Utama treatment planning dalam brakhiterapi adalah :

Untuk memperoleh distribusi dosis yang akan digunakan untuk menentukan dosis perskripsi, dengan cara memberikan dosis yang tinggi pada target volume namun pada jaringan normal akan mendapatkan dosis seminimal mungkin (dosis toleransi).

Karena dalam brakhiterapi, distribusi dosis dalam target volume sangat tidak homogen. Daerah dekat sumber akan menerima dosis yang sangat tinggi. Selain itu, planning dipersulit oleh kenyataan bahwa geometri sumber tidak selalu dapat persis

seperti yang direncanakan karena kesulitan penempatan sumber dalam jaringan. Oleh karenanya, ketidaktelitian planning dalam brakhiterapi relatif lebih longgar yaitu : 15 %.

PERCENTAGE DEPT DOSE (PDD)

Kenapa kurva Percentage Deep Dose (PDD) seperti di bawah ini:

Gambar Kurva PDD 1

Gambar Kurva PDD 2

Kurva percentage Depth Dose (PDD) berbentuk seperti di atas adalah terkait dengan Charge Particle Equilibrium (CPE) yaitu dimana pada saat CPE terjadi ionisasi sehingga tercapai titik keseimbangan elektron (seluruh electron yang bergerak menghasilkan ionisasi) atau jumlah electron yang datang sama dengan jumlah ionisasi yang dihasilkan. Biasanya CPE terjadi pada titik maksimum (titik Build Up). Setelah mencapai titik Buid Up (CPE) kurva kemudian turun akan tetapi tidak sampai nol, hal ini dikarenakan ionasi dalam tubuh tidak akan pernah habis (lama habisnya).

Untuk lebih lengkapnya tentang Percentage Depth Dose (PDD) :

Pengukuran berkas foton yang keluar dari pesawat linac lebih akurat dapat diketahui dengan memperhatikan data, grafik dan profil persentase kedalaman dosis, dimana nilai persentase dosis pada suatu kedalaman tertentu dibandingkan dengan dosis pada kedalaman maksimum yang dinamakan PDD (percentage depth dose). Dosis serap pada suatu titik dibawah permukaan kulit semakin berkurang dengan bertambahnya kedalaman dari permukaan kulit. Pada kedalaman maksimum persentase dosis memiliki nilai 100%. Sedangkan profil adalah kurva yang menunjukkan bentuk muka sinar pada sumbu horizontal yang tegak lurus dari arah datangnya sinar. Kurva profil menunjukkan intensitas pada suatu bidang radiasi (Gunilla, 1996). Pada kedalaman maksimum (rmaks) persentase dosis (Pm pada gambar 1) memiliki nilai 100%, maka pada titik sejauh d dari rmaks, persentase dosisnya (Pd) bernilai:
PDD = Dd x100% Dm

(2.5)

dimana :
Dd adalah dosis serap di titik d dan
Dm adalah dosis serap pada titik rmax.
Sumber

r maks

Pm d Pd

Gambar 1. Perbandingan persentase dosis pada titik rmaks dan titik d dari rmaks.

Berikut ini adalah data PDD dari British Journal of Radiology, Suplement #17. Tabel 1 PDD untuk Co-60 dengan SSD 80 cm Kedalaman (cm) 0.5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 4x4 100 97.2 91.4 85.4 79.7 73.9 68.4 63.3 58.5 53.9 49.7 45.9 42.4 39.1 36.1 33.2 30.8 28.3 26.2 24.1 22.2 6x6 100 97.7 92.6 87 81.6 76.2 70.8 66 61.2 56.8 52.5 48.7 45 41.6 38.7 35.7 33 30.5 28.3 26.1 24.1 8x8 100 97.9 93.2 88 82.8 77.8 72.6 67.9 63.2 58.8 54.8 50.7 47.2 43.8 40.7 37.6 35 32.5 30.2 28 25.8 Medan Radiasi (cm x cm) 10x10 12x12 15x15 100 100 100 98.1 98.2 98.3 93.7 93.9 94.1 88.7 89.1 89.5 83.7 84.3 84.9 78.8 78.5 80.3 73.9 74.9 75.9 70.3 70.3 74.5 64.7 65.3 67.1 60.5 61.7 63 56.4 57.7 59.2 52.5 53.8 55.3 48.9 50.3 51.9 45.6 47 48.6 42.4 43.7 45.4 39.4 40.8 42.5 36.8 38.1 39.7 34.1 35.5 37.1 31.7 33.1 34.7 29.5 30.8 32.4 27.4 28.7 20x20 100 98.3 94.3 90.1 85.6 81.3 76.9 72.6 68.6 68.6 60.8 57.2 53.7 50.5 47.4 44.5 41.8 39.2 36.7 34.4 30x30 100 98.5 94.7 90.5 86.3 82.1 78.1 73.9 70.1 70.1 62.6 59.1 55.8 52.8 49.8 46.9 44.2 41.6 39.2 36.9 -

PDD dipengaruhi oleh energi, luas lapangan, SSD dan komposisi medium yang diradiasi. Tentu saja persentase dosis kedalaman pun berubah-ubah dengan kedalaman yang berbeda (Gunilla, 1996). Dalam praktek kliniknya, puncak dosis serap pada sumbu utama disebut juga dosis maksimum. Dosis maksimum dari dosis yang diberikan atau dapat dirumuskan sebagai berikut:

Jarak antara pemukaan sampai dengan titik dengan dosis maksimum disebut kedalaman build-up atau sering juga disebut kedalaman maksimum. Kedalaman build-up dipengaruhi oleh lapangan radiasi dan energi radiasi. Sifat build-up pada berkas foton energi tinggi memiliki keuntungan dalam radioterapi dimana dosis kulit relatif rendah, sehingga reaksi kulit pasien juga rendah. Efek demikian disebut skin sparing (Leung, 1990). Karakteristik build-up ditemukan pada semua berkas foton. Perbedaan kualitas sinar ditandai oleh karakteristik build-up mereka, tipikal nilai-nilai ini dapat ditunjukkan pada tabel berikut:

Persentase dosis kedalaman diukur dengan menggunakan fantom airdengan kedalaman semitak hingga, radiasi datang tegak lurus permukaan, berhubungan dengan dosis pada sumbu utama. Jarak antara permukaan sampai dengan titik dengan dosis maksimum disebut kedalaman maksimum atau kedalaman buildup. Untuk energi radiasi tinggi, elektron sekunder hasil interaksi cenderung bergerak ke depan, sehingga jumlah ionisasi meningkat dan maksimum pada saat mencapai kedalaman sama dengan jangkauan elektron.

Kedalaman dosis maksimum juga sering disebut kedalaman buildup, dan daerah dari permukaan sampai dosis maksimum disebut daerah buildup. Kedalaman buildup dipengaruhi oleh lapangan radiasi dan energi radiasi primer. Kedalaman buildup hanya beberapa mm untuk sinar X orthovoltage, sekitar 5 mm untuk radiasi gamma 60Co, sekitar 1 cm untuk sinar X 4 MV, dan sekitar 2.5 cm untuk sinar X 10 MV.

Contoh kedalaman dosis maksimum untuk berbagai jenis foton dengan lapangan 5 x 5 cm2. superficial orthovoltage dmax 0 0 Co 60 0.5 4 MV 1 6MV 1.5 10MV 18MV 25MV 2.5 3.5 5

(cm)

Sifat buildup pada berkas foton energi tinggi memiliki keuntungan dalam radioterapi. Dosis kulit relatif rendah, sehingga reaksi kulit pasien juga rendah. Efek demikian disebut skin sparing. Efek ini dapat hilang bila berkas foton yang jatuh pada kulit pasien terkontaminasi oleh elektron. Sumber elektron dapat berasal dari: Tumbukan foton dengan udara Tumbukan foton dengan kolimator Tumbukan foton dengan pembentuk lapangan radiasi, misalnya blok Pb. Tumbukan foton dengan tempat pembentuk lapangan radiasi (tray). Elektron dari sumber 60Co

Secara umum bila energi foton naik, efek skin sparing dan kedalaman buildup meningkat. Lapangan radiasi kecil akan memperbesar efek skin sparing, sebaliknya lapangan radiasi besar akan menurunkan efek skin sparing. Agar efek skin sparing tidak menurun, kontaminasi elektron pada berkas foton dibuat sekecil mungkin. Bila radioterapi menggunakan radiasi gamma
60

Co , kontaminasi dapat dihindarkan dengan memberi filter pada dekat sumber.

Kontaminasi elektron juga tergantung pada jarak antara kolimator dengan kulit. Efek skin sparing dapat dinaikkan 10 15% dengan meletakkan permukaan pasien minimum 10 cm dari kolimator. Bila tray (tempat blok pembentuk lapangan) digunakan, untuk mengurangi kontaminasi elektron, direkomendasikan jarak tray dengan kulit minimum 15 cm. Sebagai contoh, lapangan radiasi 10 x 10 cm2 akan memberikan dosis permukaan sekitar 30% dosis maksimum untuk berkas radiasi gamma Co 60, sekitar 15% untuk berkas sinar X 6 MV, dan sekitar 10% untuk berkas sinar X 18 MV. Dosis permukaan diperoleh dari kontribusi berbagai dosis yang berasal dari: Foton yang dihamburkan oleh kolimator, flattening filter dan udara. Foton yang dihamburkan balik dari pasien. Elektron energi tinggi hasil interaksi foton dengan udara ataupun berbagai struktur dekat pasien.

Efek skin sparing juga menurun bila berkas foton jatuh pada kulit tidak tegak lurus. Kedalaman dosis maksimum tidak terjadi perubahan bila diukur sepanjang arah berkas. Efek penurunan skin sparing kelihatan jelas bila berkas foton arah tangen pada kulit.

Ilustrasi berkas foton jatuh pada permukaan tidak tegak lurus.

Penurunan efek skin sparing karena berkas foton jatuh pada permukaan kulit tidak tegak lurus. A. Efek Build-up Dengan pesawat Cobalt-60 energi 1.25 MeV, dosis maksimum berada pada kedalaman 0.5 cm di bawah permukaan kulit. Hal ini terjadi karena adanya efek build-up. yang melintasi jaringan kulit akan membangkitkan elektron-elektron Compton. Asumsikan lintasan elektronelektron ini adalah garis lurus. Ionisasi diproduksi sepanjang garis lurus lintasannya dan akan meningkat hingga akhir range elektronnya (jarak jangkau elektron, lihat gambar dibawah ini).

Puncak Bragg

Ionisasi relatif

Kurva ionisasi

Range elektron Jarak

Gambar . Range elektron (Mould, 1985) Pada gambar berikut, dimisalkan jaringan terdiri dari 7 lapisan. Foton yang datang akan berinteraksi di tiap lapisan menghasilkan elektron compton. Segitiga, lingkaran dan persegi menggambarkan elektron-elektron compton yang terionisasi oleh foton yang datang. Jika dianggap tidak ada atenuasi sepanjang lintasan, ionisasi maksimum terjadi pada lapisan ketiga. Jarak dari permukaan kulit hingga lapisan ketiga ini disebut kedalaman maksimum. Jarak dari permukaan kulit hingga kedalaman maksimum ini disebut daerah build-up.

Gambar . Penggambaran efek build-up untuk foton dengan sumber megavoltage (Mould, 1985).

B. Profile Profile adalah kurva yang menunjukkan bentuk muka sinar pada sumbu horisontal yang tegak lurus dari arah datangnya sinar. Kurva profil menunjukkan intensitas pada suatu bidang radiasi. Kuva profil sinar bergantung pada luas medan sinar dan filter atau blok yang digunakan saat penyinaran.

Gambar . Profile sinar radiasi Profil dosis memperlihatkan dosis relatif pada suatu daerah atau sebuah perencanaan perlakuan yang terdiri dari bermacam-macam penyinaran. Variasi dosis pada sebuah daerah yang diberikan kedalaman dapat ditentukan dari kesesuaian kurva isodosis dan adalah lebih baik lagi digambarkan oleh profil dosis seperti yang diperlihatkan gambar berikut (Gunilla, 1996).

C. Kurva Isodosis Kurva isodosis adalah kurva yang menghubungkan dosis-dosis yang sama untuk kedalaman tertentu di bawah kulit. Kurva ini didapatkan dengan mengalikan PDD dengan profile sinar. Kurva isodosis adalah kurva yang menghubungkan dosis-dosis yang sama untuk kedalaman tertentu di bawah kulit. Kurva ini didapatkan dengan mengalikan PDD dengan profil sinar. Pembuatan kurva isodosis berfungsi untuk melihat seberapa besar dosis radiasi yang akan diterima pada target volume maupun organ kritis yang berada disekelilingnya (Khan, 2003). Adapun contoh kurva isodosis dapat ditunjukkan pada gambar berikut:
Jarak dari sumbu utama (cm)

Kedalaman (cm)

Gambar Kurva isodose tunggal Setiap pesawat terapi mempunyai kedalaman maksimum (kedalaman di mana dosis mencapai harga paling tinggi) berbeda-beda, tergantung dengan energi radiasi. Pada pesawat energi rendah, dosis maksimum berada pada permukaan kulit. Sedangkan untuk pesawat energi

tinggi (megavoltage), dosis maksimum ini berada beberapa cm di bawah permukaan kulit. Hal ini disebabkan karena adanya efek efek build-up.Efek build up ini merupakan salah satu keuntungan penggunaan pesawat megavoltage untuk membunuh tumor di bawah permukaan kulit.

E. Backscatter Seperti yang telah dijelaskan di atas, total radiasi yang melewati kulit terdiri dari radiasi sinar primer dan hamburan. Rasio antara radiasi total dengan radiasi sinar primer disebut backscatter factor (BSF).

Badan pasien

Sinar Sinar primer sekunder

Gambar . Sinar primer dan sinar hamburan (Sprawls, 1995)

Untuk pesawat megavoltage, ICRU mengganti istilah BSF dengan PSF ( peak scatter factor). PSF adalah rasio dari dosis total terhadap dosis primer pada kedalaman maksimum. Nilai ini berbeda-beda bergantung pada luas bidang sinar dan jenis sumber radiasi. Berikut tabel PSF. Tabel 2.2. PSF untuk pesawat terapi megavoltage (British Institute of Radiologi, 1983)
Luas medan sinar (cm kuadrat) 25 49 100 144 1.034 1.044 1.056 1.062 1.018 1.025 1.035 1.041

Radiasi Megavoltage Cs-137, sinar gamma Co-60, sinar gamma

16 1.027 1.014

225 1.069 1.049

400 1.077 1.059

PSF berguna untuk mengetahui faktor paparan radiasi yang diserap pada permukaan kulit di kedalaman maksimum. PSF akan diketahui jika laju paparan radiasi di udara diketahui. Hubungan antara PSF, laju paparan radiasi di udara dan dosis yang diserap pada permukaan tubuh di kedalaman maksimum dirumuskan sebagai berikut.
absorpsi dosis maks =laju paparan radiasi di udara x PSF

(2.6)

F. Hukum Kebalikan Kuadrat terhadap Dosis


Sumber

ra

Da Db rb

Gambar 2.9. Penggambaran hukum kebalikan kuadrat Menurut hukum kebalikan kuadrat, fluks foton yang sampai di A jika dibandingkan dengan fluks foton yang sampai di B adalah

a rb2 = b ra2
Karena a Da dan b Db , maka

(2.7)

Da rb2 = Db ra2

(2.8)

Jadi menurut hukum kebalikan kuadrat, dosis atau fluks yang sampai pada sebuah titik berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya.