Anda di halaman 1dari 16

PERENCANAAN PUSH BACK PENAMBANGAN BATUBARA PT.

MADHANI TALATAH NUSANTARA DI KECAMATAN SESAYAP, KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN TIMUR

Proposal Tugas Akhir

Oleh : BUDI PRAKOSO 112.01.0049

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA 2005

PERENCANAAN PUSH BACK PENAMBANGAN BATUBARA PT. MADHANI TALATAH NUSANTARA DI KECAMATAN SESAYAP, KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN TIMUR

PROPOSAL TUGAS AKHIR Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Melaksanakan Tugas Akhir Pada Jurusan Teknik Pertambangan

Oleh : BUDI PRAKOSO 112.01.0049

Mengetahui,

Dosen Pembimbing I

(Dr.Ir. Waterman Sulistyana B, M.Sc.)

A. JUDUL : PERENCANAAN PUSHBACK TALATAH PENAMBANGAN NUSANTARA BATUBARA DI PT.

MADHANI

KECAMATAN

SESAYAP, KABUPATEN NUNUKAN, KALIMANTAN TIMUR

B. ALASAN PEMILIHAN JUDUL PT. Madhani Talatah Nusantara merupakan salah satu perusahaan swasta

nasional yang bergerak di bidang pertambangan pada berbagai daerah, salah satunya untuk daerah Sesayap di Kalimantan Timur. PT. Madhani Talatah Nusantara mengerjakan usaha penambangan batubara sebagai kontraktor dari PT. Mandiri Inti Perkasa di Sesayap Kalimantan Timur. Proyek yang dikerjakan oleh PT. Madhani Talatah Nusantara di Sesayap untuk PT. Mandiri Inti Perkasa adalah penambangan batubara dengan metode tambang terbuka. Adapun proyek yang dikerjakan meliputi Pembersihan Lahan, Pengupasan Tanah Penutup, Penggalian, Pemuatan dan Pengangkutan dari front penambangan ke tempat penimbunan (Stock Pile). Oleh karena itu, untuk mewujudkan pekerjaan yang aman, efektif dan efisien diperlukan perencanaan yang matang. Penambangan batubara yang dilakukan PT. Madhani Talatah Nusantara dilakukan dengan menerapkan sistem tambang terbuka menggunakan metode penambangan Open Pit. Open Pit adalah penambangan yang dilakukan dari permukaan yang relatif datar menuju ke arah bawah (tempat endapan batubara). Bentuk endapan batubara yang berupa perlapisan (graded seam), penyebaran endapan batubara, distribusi nilai kalori batubara, serta besarnya nilai striping ratio yang diterapkan merupakan sebagian faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam merencanakan pentahapan suatu penambangan (push back). Perencanaan push back penambangan yang tepat dan akurat akan membantu perusahaan untuk melakukan penambangan dengan aman dan memperoleh keuntungan yang maksimal dengan pengembalian modal secepat mungkin.

C. TUJUAN PENELITIAN Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh suatu rancangan push back penambangan batubara yang dapat memberikan gambaran perencanaan produksi yang akurat untuk melakukan penambangan secara aman, efektif dan menguntungkan. D. RUMUSAN MASALAH Mencari data-data yang akurat melalui pengamatan langsung terhadap kondisi struktur geologi dan keadaan topografi serta melakukan penelitian terhadap bentuk perlapisan batubara, arah perlapisan, distribusi nilai kalori, stripping ratio, geometri lereng, pit limit, dll. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan tersebut digunakan sebagai dasar untuk penentuan perencanaan push back yang tepat dengan memperhatikan faktor teknis dan faktor ekonomis. E. MANFAAT PENELITIAN 1. Bagi Mahasiswa Memberikan tambahan wawasan dan ilmu pengetahuan yang belum diperoleh dari kegiatan perkuliahan. Mendorong pengembangan ilmu pengetahuan yang akan memacu inovasi dan penemuan-penemuan baru. 2. Bagi Perusahaan Membantu perusahaan dalam menyelesaikan suatu permasalahan terutama dalam mendesain urutan penambangan yang optimal sesuai dengan stripping ratio yang ditentukan.

F. DASAR TEORI 1. Desain Push Back Push back merupakan bentuk-bentuk penambangan (mineable geometris) yang menunjukan bagaimana suatu pit akan ditambang dari titik awal masuk hingga bentuk akhir pit. Push back disebut juga Phase, slice, dan stage. Tujuan umum dari pentahapan (push back) adalah untuk membagi seluruh volume yang ada dalam pit ke dalam unit-unit perencanaan yang lebih kecil sehingga mudah ditangani. Adanya push back penambangan akan memudahkan perancangan tambang yang amat kompleks menjadi lebih sederhana. Dalam perancangan push back, parameter waktu dapat mulai diperhitungkan, karena waktu merupakan parameter yang sangat berpengaruh. Pada tahap perencanaan, pada awalnya diusahakan untuk mengkaitkan hubungan antara geometri penambangan dengan geometri perlapisan batubara. Dengan mempelajari tingkat perlapisan batubara dan topografi maka akan diperoleh suatu jalan untuk membuat strategi pengembangan pit secara logis dalam waktu yang relatif singkat. Tahapan-tahapan penambangan yang dirancang secara baik akan memberikan akses ke semua daerah kerja dan menyediakan ruang kerja yang cukup untuk operasi peralatan kerja tambang.

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Push Back a. Bentuk dan kemiringan perlapisan batubara Rencana penambangan batubara yang berbentuk perlapisan (gradded seam) akan berbeda dengan perencanaan penambangan untuk mineral bijih termasuk dalam penentuan geometri lerengnya. b. Striping Ratio (Nisbah Pengupasan) Nisbah pengupasan merupakan perbandingan antara tonase overburden yang harus dipindahkan terhadap satu ton batubara yang ditambang. Hasil suatu perancangan pit akan menentukan jumlah tonase overburden dan batubara yang mengisi pit. Perbandungan antara overburden dan batubara tersebut akan memberikan nisbah pengupasan rata-rata suatu pit. Menurut Jennings dan Black, ada dua nisbah pengupasan yang harus dibedakan: 1. Overall Stripping Ratio (R) R menyatakan volume overburden yang harus dipindahkan untuk menyingkap satu volume unit batubara.
R= Vpit Vbatubara Vbatubara

2. Break Even Striping Ratio (BESR) Untuk menganalisa kemungkinan sistem penambangan yang akan digunakan, apakah tambang terbuka atau tambang dalam, maka digunakan konsep Break Even Stripping Ratio (BESR). Tinggi rendahnya nilai BESR dipengaruhi oleh: - Nilai kalori batubara yang akan ditambang - Harga batubara a. BESR(1) (Overall Striping Ratio) Merupakan perbandingan antara biaya penambangan secara terbuka dengan biaya penambangan secara bawah tanah.
BESR (1) = ( A B) =D C

Dimana: A = Biaya penambangan secara bawah tanah /ton batubara. B = Biaya penambangan secara terbuka /ton batubara. C = Biaya pengupasan tanah penutup /ton overburden. Hal ini berarti hanya bagian endapan yang mempunyai BESR lebih kecil dari D yang dapat ditambang secra menguntungkan. Jadi D adalah BESR (1) tertinggi yang masih diperbolehkan untuk ditambang secara terbuka. b. BESR(2) (Economic Stripping Ratio) Merupakan besarnya keuntungan yang diperoleh bila endapan batubara ditambang secara terbuka.
BESR ( 2 ) = (E F ) G

Dimana: E = Pendapatan /ton batubara F = Biaya produksi /ton batubara G = Biaya pengupasan tanah /ton overburden c. BESR(3) Keuntungan maksimum dimasukan dalam pertimbangan BESR sebagai berikut:
F +G BESR (3) = E G

Dimana: H = Keuntungan minimum /ton batubara yang diharapkan c. Ultimate Pit Slope Merupakan salah satu faktor teknis yang berarti kemiringan atau batas luar tambang yang masih tetap stabil dan menguntungkan. Ultimate Pit Slope akan berhubungan dengan geometri lereng yang direncanakan. Hal ini berarti menentukan besarnya cadangan batubara yang akan ditambang (tonase dan nilai

kalorinya) yang akan memaksimalkan nilai bersih total dari cebakan batubara tersebut. Ultimate Pit slope juga akan berpengaruh terhadap eksplorasi lanjut, tahap evaluasi dan tahap persiapan yang didasarkan pada: a. BESR (Break Even Striping Ratio) yang diperkenankan b. Sifat fisik dan mekanik batuan c. Struktur geologi (sesar, kekar, bidang perlapisan, dan bidang geser) d. Air tanah, unsur kimia batuan dan waktu yang dibutuhkan. d. Cadangan a. Metode Blok Sistem Metode ini membagi daerah yang akan dihitung cadangannya atas blok-blok yang sama luasnya. Blok umumnya berbentuk balok dengan panjang sisi 1/2 -1/3 jarak lubang bor. Cadangan dihitung dengan menjumlahkan tonase masing-masing blok dan penaksiran rata-rata diperoleh dengan cara pembobotan Inverse Distance. Sebaran yang tidak mempunyai data (Blok A1) yang terletak diantara blok-blok yang mempunyai data.

Metode penaksiran berdasarkan atas jarak sample terhadap blok tersebut. Rumus yang dipakai adalah: 1. Metode Inverse Distance Weighting (IDW) Rumus: Z * = wi.Zi dimana wi =
i =1 n

1 di *

1 i 1 di k
n

Dimana Z* Wi d k = Nilai kalori / titik yang akan ditaksir = Bobot blok = Jarak pusat blok terhadap titik conto = Pangkat

2. Metode Blok Kriging Z * B = w1.Z ( si )


i 1 n

n n n E wi.Z ( si ) Z B = wim m = m wi = 1 = 0 atau i =1 i 1 i =1

wi = 1
i =1

wi (si, sj ) + = .(si, B)
i =1

.( si, B ) =

1 B

.( s, s

) ds 1

1 n2

( si sj )
sj B

Variansi Kriging
2 B = wi .( si, B) .( B, B) + i =1 n

.( B, B ) =

1 B2

.( s s

) dsds 1

1 n2

.( si, sj )
si , sj B

2. Metode Poligon Sampel Terdekat (Nearest Neighbor Polygon) Prinsip: Pembobotan kadar bernilai 1 untuk kadar dengan jarak terdekat dan bernilai 0 untuk kadar lainnya Rumus: Z * = wi.Zi
i =1 n

Dimana: Z* = kadar blok yang ditaksir Wi = Nilai bobot blok Zi = Kadar sample yang diketahui

G. Data Data a. Data-data yang berhubungan dengan daerah penelitian, yang meliputi antara lain: Data geologi, stratigrafi, topografi Data singkapan Data penyebaran sumur bor Data curah hujan

b. Data-data yang dibutuhkan untuk pengolahan data, yang meliputi : Data banyaknya sampel Data hasil pemboran Data singkapan dan lapisan penutup Data geometri lereng

c. Data pendukung Data-data yang dapat mendukung data-data lapangan guna menganalisa permasalahan yang ada untuk mencari alternatif penyelesaian masalah. Data pendukung dapat diambil antara lain dari laporan eksplorasi, brosur-brosur dari perusahaan, data dari instansi terkait dan dari literatur-literatur.

H. Analisa Analisa yang dilakukan terhadap data-data yang diambil tersebut diatas yang diantaranya : Analisa geologi, topografi, litologi

Analisa data hasil pemboran (misal : kualitas dan penyebarannya). I. METODOLOGI PENELITIAN 1. Studi Literatur Dalam hal ini dilakukan dengan menggabungkan antara teori dengan data-data di lapangan, adapun bahan-bahan diperoleh dari Instansi yang terkait dengan penelitian ini dan perpustakaan kampus dan daerah yang mana dapat berupa : a. Literatur b. Brosur-brosur c. Peta dasar, peta geologi, topografi dan litologi

2. Penelitian Langsung di lapangan Hal ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu : a. Observasi lapangan Yaitu dengan melihat langsung kondisi lapangan daerah penelitian, luas serta kesampaian daerah serta mencocokkan dengan data-data yang diperoleh. b. Penentuan titik pengamatan Yaitu dengan menentukan batas-batas penyebaran lubang bor yang diamati sesuai dengan data-data yang diperoleh. c. Cek kembali perumusan masalah Yaitu dengan menyesuaikan data-data yang diperoleh agar apa yang telah di dapat sesuai dengan yang dibutuhkan untuk masalah yang akan dipecahkan.

3. Pengambilan Data Dalam penelitian ini pengambilan data diperoleh dari : Perusahaan yang bersangkutan, baik melalui para karyawan secara lisan maupun tulisan. Instansi yang terkait, seperti P3TMB dan pusat informasi lainnya Perpustakaan, baik perpustakaan kampus UPN Veteran maupun

perpustakaan daerah. 4. Akuisisi Data Hal ini bertujuan untuk memudahkan dalam pengolahan data, diantaranya : Pengumpulan dan pengelompokan data Menghitung jumlah data dengan metode statistik

5. Pengolahan data Dilakukan dengan melakukan beberapa perhitungan dan penggambaran, selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau rangkaian perhitungan pada penyelesaian dalam suatu proses tertentu. 6. Analisa hasil pengolahan data Dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kesimpulan sementara. Selanjutnya kesimpulan sementara ini akan diolah lebih lanjut pada bagian pembahasan. 7. Kesimpulan Diperoleh setelah dilakukan korelasi antara hasil pengolahan dengan

permasalahan yang diteliti. Kesimpulan ini merupakan hasil akhir dari semua masalah yang dibahas.

. J. JADWAL KEGIATAN

Waktu No Kegiatan 1 Studi Pustaka 2 Pengamatan 3 Pengambilan Data 4 Pengolahan Data 5 Pembuatan Draft

Februari 1 2 3

Maret 1 2 3

April 1 2 3

K. RENCANA DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN Bab I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang I.2 Maksud Dan Tujuan I.3 Identifikasi Permasalahan I.4 Metode Pengumpulan Data I.5 Manfaat TINJAUAN UMUM 2.1 2.2 2.3 2.4 III Lokasi Dan Kesampaian Topograi dan Geologi Iklim Penambangan batubara

II

DASAR TEORI 3.1 Definisi Push Back 3.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Push Back 3.2.1 Bentuk Perlapisan Batubara 3.2.2 Striping Ratio 3.2.3 Ultimate Pit Slope 3.2.4 Cadangan ANALISIS PUSH BACK 4.1 Distribusi Kadar 4.2 Cadangan 4.3 Stripping Ratio 4.4 Penambangan. PEMBAHASAN 5.1 Penentuan Ultimate Pit Limit 5.2 Penentuan Urutan Penambangan KESIMPULAN

IV

VI

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

L. DAFTAR PUSTAKA

1. Howard, L. Hartman, Introductory Mining Engineering, John Willey and Sons. 2. Peurifoy, RL., (1987), Construction Planning, Equipment and Methods, Second Edition, Mc Graw Hill, Kogasukha, Ltd, Tokyo, Singapura, Sidney. 3. Sidney G. Seiffer, How To Conduct A Mine Feasibility Study Surface Coal Mines,____