Anda di halaman 1dari 21

Referat

RADIODIAGNOSTIK KEGANASAN PADA TULANG

Oleh: Viko Duvadilan Wibowo (04114708070) Sabrina Imania

Pembimbing: dr. Kemas. H.M. Sani, Sp.Rad.

BAGIAN ILMU RADIOLOGI RUMAH SAKIT DR. MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

HALAMAN PENGESAHAN

RADIODIAGNOSTIK KEGANASAN PADA TULANG

Oleh:

Viko Duvadilan Wibowo (04114708070) Sabrina Imania (04114708005)

Untuk memenuhi salah satu syarat guna menyelesaikan kepaniteraan klinik di bagian Radiologi RS. Dr. Mohammad Hoesin/FK UNSRI

Palembang, Desember 2012 Pembimbing

Dr. Kemas H.M. Sani, Sp.Rad.

BAB I PENDAHULUAN
Tumor atau neoplasma adalah sel abnormal yang tumbuh terus menerus tanpa batas, tidak terkoordinasi dengan jaringan sekitar dan tidak berguna bagi tubuh. Tumor ganas tulang jarang terjadi. Insidensi tumor ganas tulang menempati urutan kesebelas dari seluruh tumor ganas yang ada dan hanya 1.5% dari seluruh tumor ganas. Insidensi tumor ganas tulang berkaitan dengan usia, misalnya osteosarkoma yang banyak terjadi pada anak dan dewasa. Lokasi anatomi juga mempunyai kekhususan, yaitu sering terjadi pada daerah metafisis panjang, yaitu femur distal, tibia proksimal dan humerus proksimal. Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa faktor resiko utama tumor ganas pada tulang adalah faktor genetik. Gejala awal yang umum berupa nyeri berkepanjangan pada tulang. Nyeri juga dapat muncul akibat trauma benturan atau bahkan tanpa didahului nyeri, yaitu berupa pembengkakan pada tulang. Uniknya tumor ini potensial menyeran penderita berusia di bawah 20 tahun. Tumor tulang benigna ditatalaksana dengan eksisi atau kuretase. Defek tulang ditutup dengan tandur tulang. Neoplasma muskuloskeletal primer yang ganas secara umum ditatalaksana dengan pembedahan yang biasanya disertai dengan radioterapi dan kemoterapi.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Definisi Tumor dalam arti yang sempit berarti benjolan, sedangkan setiap pertumbuhan sel yang baru dan abnormal disebut neoplasma. Tumor adalah pertumbuhan sel baru, abnormal, progresif, dimana sel-sel tersebut tidak pernah menjadi dewasa. Tumor tulang merupakan kelainan pada tulang yang bersifat neoplastik yang dapat bersifat benigna (jinak ) atau maligna (ganas). Tumor ganas tulang dapat bersifat primer yang berasal dari unsur-unsur tulang sendiri atau sekunder dari metastasis (infiltrasi) tumor ganas primer organ lain ke tulang. 1. Tumor Jinak (Benigna) Tumor jinak (benign) tidak menyerang dan menghancurkan jaringan (sekumpulan sel terinterkoneksi yang membentuk fungsi serupa dalam suatu organisme) yang berdekatan, tetapi mampu tumbuh membesar secara lokal. Biasanya setelah dilakukan operasi pengangkatan (tumor jinak), tumor jenis ini tidak akan muncul lagi. 2. Tumor Ganas (Maligna) Tumor jenis ini lebih dikenal dengan istilah kanker, yang memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau menyebabkan terjadinya metastasis (migrasi sel kanker ke tempat yang jauh).

2.2. Insidensi Tumor Tulang Dari seluruh tumor tulang primer; 65,8% bersifat jinak dan 34,2% bersifat ganas. Tumor ganas tulang menempati urutan kesebelas dari seluruh tumor ganas yang ada dan hanya 1,5% dari seluruh tumor ganas. Perbandingan insiden tumor tulang pada pria dan wanita adalah sama.

Tumor jinak primer tulang yang paling sering ditemukan adalah osteoma (39,3%), osteokondroma (32,5%), kondroma (9,8%) dan sisanya tumor tulang jinak yang lain. Osteogenik sarkoma (48,8%) merupakan tumor ganas primer tulang yang paling sering ditemukan, diikuti giant cell tumor (17,5%), kondrosarkoma (10%) dan sisanya adalah tumor tulang ganas yang lain.

Tabel 1. Insidens tumor jinak dan tumor ganas primer pada tulang Tumor Jinak Jenis Osteoma Osteokondroma Kondroma Tumor jinak lainnya Insidens 39,3% 32,5% 9,8% 18,4% Jenis Osteogenik sarkoma Giant cell tumor Kondrosarkoma Tumor ganas lainnya Tumor Ganas Insidens 48,8% 17,5% 10% 23,7%

2.3. Klasifikasi Tumor Tulang Klasifikasi tumor tulang berdasarkan asal sel, antara lain: 1. Primer Tumor asal jaringan tulang (Osteogenik) Jinak: - Osteoma. - Osteoid osteoma. Ganas: - Osteosarkoma. Parosteal

osteosarkoma. - Osteoblastoma jinak. 1.2. Tumor asal jaringan tulang rawan (Kondrogenik) Jinak: Kondroma. Ganas: -

Kondrosarkoma. Kondrosarkoma juksta - Kondroblastoma jinak. - Fibroma kondromiksoid. - Kortikal. Osteokondroma. -

1.3. Tumor asal jaringan ikat (Fibrogenik) Jinak: - Non Ossifying Fibroma. - Lipoma. Ganas: - Fibrosarkoma. - Liposarkoma. ganas. berdiferensiasi 1.4 Tumor asal sumsum tulang (mielogenik) Ganas: - Sarkoma Ewing. - Limfosarkoma tulang. - Retikulo sarkoma tulang. - Mieloma Multipel. 1.5. Tumor asal vaskuler Jinak: - Hemangioma. - Limfangioma. - Tumor glomus. Intermediate: - Hemangio-endotelioma. - Hemangio-perisitoma. 1.6. Tumor tulang lainnya Jinak: - Giant cell tumor. - Neurilemoma. Adamantinoma. - Neurofibroma. 2. Sekunder/Metastatik Tumor yang berasal dari organ lain yang menyebar ke tulang. Contoh: tumor/kanker paru yang menyebar ke tulang, dimana sel-sel tumornya menyerupai sel paru dan bukan merupakan sel tulang. Yang termasuk dalam kategori tumor tulang sekunder adalah: berdekatan. Tumor Metastatik. Tumor yang berasal dari hasil penyebaran issue neoplasma yang Ganas: - Kordoma. Ganas: - Angiosarkoma. Sarkoma tak Mesenkimoma

Tumor yang merupakan hasil transformasi membahayakan dari luka atau tumor jinak yang sudah ada sebelumnya.

B. Klasifikasi menurut TNM, yaitu: - T = Tumor induk TX tumor tidak dapat dicapai. T0 T1 T2 T3 tidak ditemukan tumor primer. tumor terbatas dalam periost. tumor menembus periost. tumor masuk dalam organ atau struktur sekitar tulang.

- N = Kelenjar limf regional N0 N1 tidak ditemukan tumor di kelenjar limf. tumor di kelenjar limf regional.

- M = Metastasis jauh M0 M1 tidak ditemukan metastasis jauh. metastasis jauh.

I. Osteosarkoma/Sarkoma Osteogenik 1. Definisi Merupakan neoplasma tulang ganas primer yang paling sering didapat. Terjadi pada dekade ke-2 dari kehidupan dimana masa tersebut merupakan masa aktif pertumbuhan tulang, hanya kurang dari 5% terjadi pada anakanak usia kurang dari 10 tahun. Bersifat sangat ganas, cepat bermetastase ke paru-paru dengan melalui aliran darah.

2. Klinis Pria lebih banyak diserang daripada wanita dengan perbandingan 2:1. Didapat terutama pada usia muda, berusia 10-20 tahun. Keluhan utama penderita ialah perasaan sakit pada bagian tulang yang terkena disertai adanya benjolan. Didapat pula tanda-tanda keganasan umum seperti anemia, berat

badan menurun.

3. Lokasi Didapat pada metafisis tulang-tulang panjang terutama pada bagian distal femur, proksimal tibia dan proksimal humerus.

4. Radiologi: Didapat 3 macam gambaran radiologi, yaitu: i. utama. ii. Gambaran osteoblastik, yang diakibatkan oleh banyak pembentukan tumor tulang. iii. Gambaran campuran antara proses destruksi dan proses pembentukan tumor tulang. Gambaran osteolitik, dimana proses destruksi merupakan proses

5. Radiologis Adanya gambaran osteolitik dan osteoblatik, pada MRI ditemukan garis destruksi. 6. MRI ditemukan garis akibat proses destruksi dan ekstensi jaringan lunak sel-sel tumor. Pertumbuhan neoplasma yang cepat mengakibatkan terangkatnya

poriosteum dan tulang reaktif terbentuk antara periosteum yang terangkat dengan tulang dan padaX-Ray terlihat sebagai segitiga Codman. Kombinasi antara tulang reaktif dan tulang neoplastik yang dibentuk sepanjang pembuluh darah berjalan radier dari kortek tulang ke arah masa tumor membentuk gambaran Sunbrust.

II. Parosteal Osteosarkoma/Juxtakortikal Osteosarkoma 1. Definisi Merupakan neoplasma yang jarang didapat. Didapat pada golongan usia muda, dan paling sering mengenai bagian posterior distal femur. Kelainan ini berasal dari sel osteoblast periost dan paling sering tumbuh di sisi tulang. Neoplasma ini mempunyai perangai yang berbeda jauh dengan

osteosrakoma. Tumbuhnya lambat bila dibanding dengan osteosarkoma dan juga lambat bermetastase di paru-paru. Terapi adalah eksisi luas, kalau perlu amputasi. Prognosisnya baik, 5 years Survival Rate-nya lebih dari 50%. Sarcoma ini jarang menimbulkan nyeri dan patah tulang patologis. 2. Radiologis

III. Kondrosarkoma 1. Definisi Merupakan tumor ganas yang terdiri dari sel-sel kartilago (tulang rawan) yang dapat tumbuh spontan (kondrosarkoma primer) atau merupakan degenerasi maligna lesi jinak seperti esteokondroma, enkondroma (kondrosarkoma sekunder). Ditemukan usia antara 30-60 tahun.

Neoplasma ini tumbuhnya agak lambat dan hanya memberikan sedikit keluhan. Neoplasma ini lambat memberikan metastase.

2. Lokasi Terutama mengenai tulang ceper seperti pelvis dan skapula, tetapi dapat juga didapat pada tulang panjang seperti femur dan humerus.

3. Klinis Keluhan penderita adalah adanya masa tumor yang menjadi besar secara perlahan-lahan.

4. Radiologi Tampak sebagai lesi osteolitik ditengah metafisis tulang dengan bercakbercak kalsifikasi yang berasal dari matriks kartilago disertai proses destruksi kortek, sehingga tumor dapat dilihat meluas ke jaringan lunak

disekitarnya.

IV. Fibrosarkoma 1. Definisi Jaringan ikat dalam rongga tulang merupakan asal dari tumor ganas ini, tumor ganas tulang ini membentuk matrik kolagen tetapi tidak membentuk osteoid ataupun chondroid. Jarang didapat dan merupakan noplasma sel spindle yang ganas. Kejadian pada wanita dan pria hampir sama. Fibrosarkoma dapat dihubungkan dengan adanya pagets disease, fibrous dysplasia, giant sel tumor, osteomielitis kronis. Neoplasma ini juga dapat merupakan neoplasma sekunder, sebagai akibat radiasi terhadap tumor tulang jinak.

2. Klinis Didapat pada usia 20-60 tahun dengan keluhan sakit yang sangat pada benjolan yang membesar dengan lambat. Dapat terjadi fraktur patologis.

3. Lokasi Mengenai tulang-tulang panjang, paling banyak pada tulang femur, tibia dan humerus. Tumor didapat di daerah metafisis yaitu pada lesi di intramedular dan periosteal.

4. Radiologi Tampak sebagai lesi yang radiolusen, sebagai akibat proses destruksi cortikal tulang , batas tumor tidak jelas.

V. Sarkoma Ewing 1. Definisi Tumor ganas yang jarang didapat. Disebut juga Small Round Blue Cell. Menyerang golongan usia muda, kebanyakan dibawah usia 20 tahun

dengan prevalensi kurang lebih 80%. Lebih banyak didapat pada kaum pria.

2. Klinis Penderita mengeluh sakit dengan diseretai adanya benjolan. Kemungkinan ada suhu badan yang meninggi, berkeringat berlebih, lekositosis dan laju endap darah meningkat.

3. Lokasi Pada diafsisi tulang-tulang panjang, paling sering pada femur, humerus, tibia, ulna dan fibula, dapat juga mengenai tulang-tulang tipis. 4. Radiologi Tampak proses destruksi tulang dengan batas yang tidak jelas. Pembentukan tulang reaktif baru oleh periosteum bisa berlapis-lapis yang memberikan gambaran Onion Skin atau tegak lurus yang nampak sebagai Sunbrust.

5. Pada MRI menunjukkan kerusakan kortek dan gangguan pada jaringan lunak sekitarnya.

VI. Retikulo Sarkoma Tulang 1. Definisi Tumor ganas yang gambaran mikroskopisnya mirip sekali dengan sarkoma Ewing, tetapi mempunyai perangai klinis yang berlainan. Didapat terutama pada usia dewasa, terutama mengenai tulang-tulang panjang, pelvis dan iga. Tumbuh lebih lambat daripada sarkoma Ewing, sehingga

mengakibatkan rasa sakit yang lebih sedikit. Secara lokal proses destruksinya lebih banyak, dengan akibat dapat terjadi fraktur patologis.

2. Radiologi Mirip dengan sarkoma Ewing.

VII. Mieloma Multipel /Plasma Sel Mieloma/Plasmasitoma 1. Definisi Neoplasma tulang ganas yang sering didapat akibat dari penyebaran kerusakan osteolitik tulang. Lebih banyak didapat pada kaum pria dengan usia diatas 40 tahun.

2. Klinis Tumor mengakibatkan rasa sakit. Pada penderita dapat ditemukan anemia, hiperkalsemia, suhu badan yang meninggi, berat badan yang menurun dan perasaan mudah lelah. Di dalam darah ada peninggian kadar

gammaglobulin. Urin mengandung protein spesifik yaitu protein Bence Jones, yang dapat ditemukan pada lebih kurang 50% mieloma. Fraktur patologis merupakan komplikasi yang sering terjadi karena adanya proses destruksi yang cepat dengan disertai sedikit reaksi pembentukan tulang reaktif. Tidak adanya pembentukan tulang reaktif penyebab tumor ini tidak sering terdeteksi dengan bone scan. Diagnosis ditegakkan dengan dengan pemeriksaan B.M.P (Bone Marrow Puncture) di daerah sternum atau kista iliaka dimana akan dilihat adanya sel-sel plasma abnormal. Adanya protein bence jones dalam urin dan peninggian gammaglobulin pada elektro foresis.

3. Lokasi Pada orang tua sumsum tulang masih masih didapat tulang vertebra, pelvis dan tengkorak, dan thoraks maka neoplasma ini paling sering ditemukan pada tulang-tulang tersebut.

4. Radiologi

Lesi mengakibatkan gambaran punched out, berupa lesi osteolitik yang bulat irreguler. Tidak terdapat reaksi periosteal. Erosi dimulai dari intramedular hingga ke kortek.

VIII. Angiosarkoma 1. Definisi Tumor ganas yang jarang ditemukan, secara histologist ditandai dengan pembentukan anastomosis vaskuler yang ireguler yang dilapisi oleh satu/lebih sel-sel endotelial yang atipik dan biasa terdapat gambaran sel yang imatur disertai dengan massa padat yang kurang berdiferensiasi (anaplastik). Lesi pada kelainan ini merupakan lesi multiple pada satu tulang, kemudian dengan sangat cepat akan metastasis ke tulang sekitarnya atau menuju ke paru-paru. Lympangioma yang tumbuh cepat dapat mengakibatkan destruksi tulang luas (massive osteolysis) dan memberikan gambaran X-Ray dissapearing bone atau phantom bone.

2. Lokasi Terutama pada tulang panjang pada diafisis tulang.

3. Klinis Nyeri yang berat pada bagian diafisis tulong terutama tulang ekstremitas bawah.

4. Radiologi Terdapat gambaran lesi pada mid-diafisis ataupun ipsilateral tulang dan pada bagian kontralateral dari lesi yang pertama. CT Scan thorak menunjukkan nodule pada paru, jika dilakukan biopsy akan ditegakkan diagnosis angiosarkoma derajat tinggi.

IX. Giant Cell Tumor/Tumor Sel Raksasa/Osteoklastoma 1. Definisi Tulang tumor yang asalnya masih kontroversial, ada yang berpendapat tumor ini berasal dari jaringan ikat, pendapat lain mengatakan tumor ini asalnya dari sel osteoklas, tetapi ada juga yang berpendapat asal tumor ini asalnya tidak diketahui. Tumor ini mempunyai sifat dan kecenderungan untuk berubah menjadi ganas dan agresif sehingga dikategorikan sebagai suatu tumor ganas. Tumor sel raksasa menempati urutan kedua (17,5%) dari seluruh tumor ganas tulang, terutama ditemukan pada umur 20-40 tahun dan jarang sekali di bawah umur 20 tahun dan lebih sering pada wanita daripada pria.

2. Lokasi Didapat pada epifisis tulang panjang yang dapat meluas ke arah metafisis. Tempat yang paling sering terjadi adalah proksimal tibia, distal femur dan distal radius. Juga dapat ditemukan di pelvis dan sacrum.

3. Klinis Keluhan rasa nyeri yang terus bertambah serta pembengkakan pada bagian tulang yang mengalami lesi, terutama pada lutut dan mungkin ditemukan efusi sendi serta gangguan gerakan pada sendi.

4. Radiologi Tampak daerah osteolitik di epifisis dengan batas yang jelas dan memberikan kesan multilokuler gambaran soap bubble. Terjadi penipisan kortek.

X. Kordoma 1. Definisi

Merupakan tumor ganas yang berasal dari sisa notokordal, sering ditemukan pada usia dewasa muda dengan prevalensi tertinggi pada usia 50 hingga 70 tahun. Perbandingan kejadian pada laki-laki dan perempuan adalah 2:1.

2. Lokasi Tumor ini berkembang secara progresif pada daerah sakrum dan koksigis (50%). Kordoma dapat juga ditemukan pada tulang belakang dan akan memberikan nyeri pada pinggang bawah. Apabila terjadi sakrum, kordoma dapat menimbulkan obstruksi uretra/rektum dan pada tingkat lanjut dapat timbul gejala-gejala neurologis. Terdapat juga laporan bahwa tumor ini dapat terjadi pada tulang kepala.

3. Klinis Gejala kinis tergantung pada tempat terjadinya, kadang terdapat keluhan nyeri, gangguan pada system urogenital, keluhan sakit kepala jika terjadi pada tulang kepala.

4. Radiologis Gambaran radiologik secara plain yang dapat ditemukan adalah gambaran radiolusen pada daerah sakrum yang menunjukkan adanya lesi dengan pengrusakan tulang. Terdapat fokal kalsifikasi. Dengan CT-scan dan MRI dapat dilihat penyebaran dan pembesaran tumor intrapelvik, kalsifikasi epidural.

XI. Adamantinoma 1. Definisi

Merupakan tumor ganas tulang yang jarang ditemukan, terutama mengenai diafisis tulang tibia (90%) dan sering ditemukan pada umur 20-25 tahun. Tumor ini termasuk dalam tumor low grade dan bermetastasis secara lambat.

2. Lokasi Terutama terletak pada diafisis tulang tibia, juga pada tulang rahang (mandibula).

3. Klinis Nyeri tumpul pada tulang yang kronik, jaringan lunak disekitarnya terasa nyeri melingkari tulang yang nyeri.

4. Radiologis Gambaran radiologik terlihat gelembung khas berupa defek pada korteks anterior tibia. Mungkin pula ditemukan penebalan dari tulang sekitarnya. Lesi radiolusen mengelilingi bagian tulang yang sklerosis, dan terdapat juga lesi-lesi kecil dengan gambaran yang serupa. Dengan pemeriksaan CT-scan dapat dilihat adanya penyebaran tumor ke dalam medula atau penyebaran di luar periosteum.

XII. Tumor Tulang Sekunder 1. Definsi Merupakan jenis tumor tulang ganas yang sering didapat. Kemungkinan tumor tulang merupakan tumor metastatik yang harus selalu difikirkan, pada penderita yang berusia lanjut. Pada usia dewasa/lanjut jenis keganasan yang sering bermetastase ke tulang ialah karsinoma payudara, paru-paru, lambung, ginjal, usus, prostat dan tiroid. Sedang pada anak-anak ialah neuroblastoma. Penderita-penderita yang meninggal akibat karsinoma, pada pemeriksaan bedah mayat ternyata paling sedikit seperempatnya menunjukkan tanda-tanda metastase ke

tulang. Sel-sel anak sebar mencapai tulang dengan melalui jalan darah, saluran limfe atau dengan cara ekstensi langsung. Sumsum tulang merupakan tempat yang subur untuk pertumbuhan sel-sel anak sebar, dengan demikian tulang vertebra, pelvis, iga dan bagian proksimal tulangtulang panjang merupakan tempat yang paling sering dihinggapi oleh selsel anak sebar. Pada penderita dengan kemungkinan keganasan tulang metastasik, maka harus dilakukan pemeriksaan pada semua tulang misalnya dengan bone survey atau bone scan. Keluhan penderita yang paling menonjol ialah rasa sakit. Rasa sakit dapat diakibatkan oleh fraktur patologis. Dalam beberapa keadaan justru lesi metastatik ditulang yang terlebih dulu ditemukan dan didiagnosis, dimana hasil pemeriksaan mikroskopik menunjukkan suatu jenis neoplasma tulang metastatik yang kadangkadang jaringan asalnya sulit ditentukan, sehingga harus dicari dengan cermat lokasi daripada tumor primernya.

2. Radiologi Pada umumnya tumor metastatik akan mengakibatkan gambaran osteolitik, sedang pada metastase Ca prostat nampak gambaran osteoblatik/osteosklerosis. Kadar Calsium meninggi karena terjadi pelepasan kalsium ke dalam darah akibat proses resorpsi osteoblastik pada tulang-tulang. Adanya pembentukan tulang reaktif ditandai oleh kadar fosfatase alkali yang meningkat. Pada metastase Ca prostat, kadar fosfatase asam meninggi.

XIII. GAMBARAN RADIOGRAFI KONVENSIONAL 1. Gambaran lesi - Destruksi tulang - Reaksi periosteal - Matriks tumor - Ekspansi lesi

- Keterlibatan jaringan lunak

2. Reaksi tulang terhadap tumor Respon terbatas tulang o o o Kecepatan pertumbuhan tumor menentukan respon o o Batas antar tumor dan tulang normal terlihat pada foto polos Proses pertumbuhan tumor yang slow progresif akan menghasilkan batas yang tegas antara tumor dan jaringan tulang sekitarnya Proses pertumbuhan tumor yang sangat progresif mendestruksi tulang akan menghasilkan batas yang kabur antara tumor dan jaringan tulang sekitarnya

Tipe destruksi ada 3 macam yaitu: Geographic Moth-eaten Permeative

Geographic Bone Destruction

Batas tegas

Zona transisi sempit

Matriks tumor Osteoblastik o Fluffy, cotton-like or cloud-like densities Osteosarcoma

Cartilaginous o Comma-shaped, punctate, annular, popcorn-like Enchondroma, chondrosarcoma, chondromyxoid fibroma

Tumor matrix

Osteoblastic Cartilaginous

Keterlibatan jaringan lunak Indikasi o o Biasa keganasan Seperti massa jaringan lunak yang tegas Lesi jinak dgn keterlibatan jaringan lunak

XIV. PRINSIP 1. Radioterapi Radiasi dengan energi tinggi merupakan suatu cara untuk eradikasi tumortumor ganas yang radiosensitif dan dapat juga sebagai pengobatan awal sebelum tindakan operasi dilakukan. Kombinasi radioterapi dapat pula diberikan bersama-sama dengan kemoterapi. Radioterapi dilakukan pada keadaan-keadaan yang in-operable misalnya adanya metastasis atau keadaan lokal yang tidak memungkinkan untuk tindakan operasi.

2. Kemoterapi Merupakan suatu pengobatan tambahan pada tumor ganas tulang dan jaringan lunak. Obat-obatan yang dipergunakan adalah metotreksat, adriamisin, siklofosfamid, vinkristin, sisplatinum. Pemberian kemoterapi biasanya dilakukan pada pre/pasca operasi.

BAB III KESIMPULAN

Tumor tulang merupakan kelainan pada tulang yang bersifat neoplastik. Dengan istilah lain Tumor Tulang adalah pertumbuhan abnormal pada tulang yang bisa jinak atau ganas. Dari seluruh tumor tulang primer; 65,8% bersifat jinak dan 34,2% bersifat ganas. Ini berarti dari setiap tiga tumor tulang terdapat satu yang bersifat ganas. Perbandingan insidens tumor tulang pada pria dan wanita adalah sama. Klasifikasi neoplasma tulang berdasarkan asal sel, yaitu: primer (osteogenik, kondrogenik, fibrogenik, mielogenik, tumor asal vaskuler, tumor tulang lainnya) dan sekunder/metastatik (tumor yang berasal dari organ lain yang menyebar ke tulang). Untuk menetapkan diagnosis tumor tulang diperlukan beberapa hal, yaitu: anamnesis, pemeriksaan klinik, pemeriksaan neurologis, pemeriksaan radiologis, pemeriksaan laboratorium, dan pemeriksaan biopsi. Metode pengobatan pada neoplasma tulang antara lain dengan operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Ada beberapa teknik operasi, yaitu: intralesional atau intrakapsuler, eksisi marginal, eksisi luas, serta operasi radikal.

DAFTAR PUSTAKA

Doherty, Gerard M. Current Surgical Diagnosis & Treatment 12th Chapter 42 page 1201 1205. Mc Graw Hill Rasjad C. Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi. Jakarta: Yarsif Watampone. 2007, Hal. 275-315. Reksoprodjo S. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Jakarta: Binarupa Aksara. 1995, Hal. 331-340. Sjamsuhidajat R, Wim de Jong. Buku Ajar Ilmu Bedah, edisi 2. Jakarta: EGC. 2005, Hal. 934-939. Suyadi A. Keganasan Tulang. Yogyakarta: Bagian Bedah FK UII. 2009, Hal. 111. http://naturindonesia.com/artikel-kanker/881-jenis-kanker-tulang.html http://www.scribd.com/doc/31348774/Tumor-Tulang http://www.scribd.com/doc/54186345/Neoplasma-Tulang