Anda di halaman 1dari 8

RANGKUMAN Ruang film processing Definisi Processing Room atau dark room adalah suatu area atau tempat

dilakukan pengolahan film sebelum dan sesudah di expose ( dari bayangan laten menjadi bayangan tetap ). Fungsi a. Mengisi atau mengosongkan kaset b. Memasukkan film ke dalam processing automatic c. Perawatan dan pemeliharaan processing automatic d. Penyimpanan film yang belum di expose e. Prosedur duplikasi atau substraksi f. Silver recovery Jenis Ruang Film Processing a. Daerah Proses Manual efisiensi menempatkan area pengolahan berdampingan ruang eksposur. Namun, pada departemen di mana radiasi dengan penetrasi tinggi digunakan, jumlah radiasi perisai dibutuhkan untuk melindungi personil dan film mungkin mahal, dalam hal ini, ruang pengolahan harus berada pada jarak yang aman. Loading Bench o Kegiatan kering seperti penanganan film yang belum diproses, bongkar muat kaset dan pemegang eksposur, dan pemuatan gantungan pengolahan o Alat ini dapat diletakkan berlawanan dengan processing tank di ruang yang sama atau dalam kamar terpisah yang letaknya berdekatan. o Barang-barang seperti kabinet mentransfer, kotak penyimpanan film, dan pengolahan kurung gantungan tersedia secara komersial. Processing Tank o Harus dilakukan di daerah yang terpisah dari loading bench. o fungsi: menghindari cipratan solusi di layar, film, dan area pemuatan dan, secara umum, untuk mencegah interferensi dengan operasi bongkar-bangku. o Tank-tank harus terbuat dari bahan yang tahan korosi (AISI Tipe 316 stainless steel dengan 2 sampai 3 persen dari molibdenum) o Kapasitas film daerah pengolahan seluruh ditentukan oleh ukuran tangki insert. Berdasarkan waktu pengembangan 5 menit, tangki pengembang 5 galon dapat menangani 40 film satu jam dengan empat gantungan ditangani secara bersamaan, dan memungkinkan terdapat waktu selama gantungan dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam wadah. Kapasitas tangki mandi berhenti harus sama dengan yang dari tangki pengembang, dan tangki fixer harus minimal dua kali lebih besar sebagai tangki pengembang. Tangki cuci harus ditahan setidaknya empat kali jumlah gantungan ditampung dalam tangki pengembang.??????? Pengering Film o Syarat utama adalah harus fast-acting tanpa membuat film overheat. o Udara panas, inframerah, dan pengering-pengering tersedia secara komersial. Bila mungkin, filter harus dimasukkan dalam airtake tersebut. Hal ini mungkin membuat resistensi pada aliran udara bersamaan dengan hal itu, membutuhkan kipas dengan kapasitas yang lebih besar daripada yang diperlukan tanpa filter.

o Drip pan dilepas di bawah setiap kompartemen film atau laci adalah berguna sebagai bantuan dalam menjaga pengering bersih. b. Daerah Pengolahan Otomatis Perbedaan utama antara kamar pengolahan untuk proses manual dan otomatis adalah adanya tangki pengolahan memakan ruang. Dalam perencanaan ruang pengolahan baru untuk prosesor otomatis, pertimbangan awal harus diberikan untuk menyediakan air, listrik, drainase, dan fasilitas pembuangan yang diperlukan oleh prosesor. Kelebihan a. Hemat waktu-film kering diproduksi dalam 5 menit. b. Ruang gelap sering tidak dibutuhkan. c. Pengontrolan, proses standarisasi mudah dipertahankan. d. Zat kimia dapat diisi secara otomatis oleh beberapa mesin. Kekurangan a. Sangat diperlukan pengawasan ketat dan pembersihan teratur; roller yang kotor dapat menghasilkan mark (bercak) pada film. b. Beberapa model harus benar-benar persis. c. Peralatannya mahal. d. Mesin kecil tidak dapat memproses film ekstraoral yang besar (lebar)

Spesifikasi Ruangan dan Kondisi a. Lokasi Mudah diakses jika dibutuhkan Terlindungi dari sinar langsung Bersebelahan dengan ruang pemeriksaan dan dihubungkan dengan kaset heatch b. Interior Dark Room Bagian basah ( wet side ) , contoh : tangki prosessing Bagian kering ( dry side ) , contoh : meja,film box, dll c. Ukuran Automatic prosessing : Sebaiknya bujur sangkar = Luas : 7 m2, Tinggi : 3 m Manual prosessing : Sebaiknya memanjang = Luas : 10 m2, Tinggi : 3 m 10 m2 (memanjang) dengan maksud memudahkan pengaturan bahan-bahan dalam kamar gelap d. Lantai Syaratnya : o Tidak mudah rapuh dan keropos serta tahan terhadap cairan prosessing o Tidak licin dan mudah dibersihkan o Dapat menyerap cairan kimia o Berwarna cerah Bahan o Bitumen ( turunan aspal ) o Keramik, porselin e. Dinding Syarat-syaratnya : o Tidak ada standar khusus untuk ketebalan dinding dan lantai dari ruang gelap o Suhu terjaganya di bawah 90 F o Harus terjamin proteksi radiasi o Warna cerah seperti merah jambu , kream dll

f.

g.

h.

i.

o Terbentuk dari batu alam karena batu alam menyimpan radiasi panas, karena itu dinding yang dibuat dari batu memberi rasa dingin lebih lama, saat material lain sudah panas. Dinding batu alam setebal 30 cm bisa menahan panas maksimum hingga 8 jam o Mudah dibersihkan o Dari bahan water proof / Porselin o Tahan terhadap korosi Syarat ketebalan : o Barium plaster 25cm campuran Ba2SO4 dengan semen o Batu bata yang ekuivalen dengan 2 mm Pb dengan tebal 25cm disusun miring o Kombinasi antara batu bata dengan bata yang dilapisi Barium plester setebal 1 cm o Dari beton yang tebalnya 15 cm o Balok dengan batang carbon : 25 cm o Papan biasa dilapisi dengan 2mm Pb Langit-langit Tinggi kurang lebih 2,7-3 m Bahan cat yang tidak mudah terkelupas / cat minyak Pencahayaan Penerangan umum atau general illumination, yaitu : o Lampu pijar o Lampu neon Penerangan khusus atau Special Illumination o Safe Light sebagai pengontrol processing film Vising box, yaitu untuk mengecek hasil dari processing film Lampu indikator, yaitu yang dipasang di depan pintu kamar gelap Ventilasi Berfungsi sebagai pertukaran udara dalam kamar gelap untuk menjaga kestabilan dari cairancairan prosesing Diatur agar udara berotasi 6-10 kali/jam Suhu dalam ruangan 180-220C Kelembaban 40%-60% Ventilasi dibuat di atas loteng dengan bentuk cerobong asap atau bisa menggunakan AC, kipas angin dll Pintu Masuk Kamar gelap Persyaratannya : o Kedap cahaya o Personil mudah masuk tanpa mengganggu jalannya processing o Harus memenuhi syarat processing o Dapat mengatur ventilasi Macam-macam pintu : o Sistem 1 pintu Lebih murah Menghemat ruangan (ekonomis) Memiliki pengunci otomatis yang dihubungkan dengan sistem pencahayaan sehingga ketika ruangan gelap, processing film, pintu terkunci Pintu tidak tembus cahaya o Sistem 2 pintu Menghemat tempat

Kunci otomatis Tiap pintu harus kokoh dan ditempatkan dengan baik untuk mencegah cahaya masuk ketika ditutup o Sistem pintu zig-zag Tidak memakan tempat Efisien dari segala hal Praktis o Sistem dinding penyekat ( Labirin ) Terdiri dari 2 lorong paralel perlu ruangan yang lebih luas dari sistem yang lain. Labirin akan terlihat lebih efektif bila : Permukaan tembok kasar dan dicat hitam Panjang tiap lorong min 3 m Lebar lorong tidak lebih dari 0,7 m Keuntungan : Mudah dan cepat untuk melalui setiap waktu Ventilasi processing room yang terus menerus o Sistem berputar Menggunakan metal yang berbentuk silinder dengan bagian terbuka pada sisi untuk masuk. Untuk dapat masuk ke dalam processing room, perlu melangkah ke silinder dan dirotasikan secara manual sampai tiba diprocesing room. Keuntungannya : hemat waktu. j. Ketersediaan dan Pembuangan Air Sirkulasi air di dalam kamar gelap harus selalu mengalir supaya kebersihan air dalam kamar gelap terus terjaga kebersihannya dan pada film tidak menimbulkan artefak. Tujuan sirkulasi air adalah untuk membersihkan film dari sisa-sisa developer dan fixer, dengan demikian cairan yang terbawa air akan mengalir serta mendukung kualitas gambar yang baik. k. Tempat penyimpanan dan pengeringan film Syarat-syarat penyimpanan film : o Terlindung dari radiasi pengion (sinar-X) dan sinar gamma. o Jauh dari bahan kimia seperti developer dan fixer. o Tidak terjadi tekanan mekanik baik di antara kotak-kotak film sendiri atau oleh benda-benda lain. o Suhu kira-kira 13 derajat Celcius o Kelembaban udara maksimal 50% dalam keadaan dingin dan kering. Teknik Penyimpanan Film : o Penyimpanan Film di Gudang : Udara dingin dan kering Ventilasi udara cukup Film harus disimpan secara tegak atau berdiri Harus di simpan tersusun menurut tanggal kadaluwarsa Temperature 20 derajat Celcius o Penyimpanan film di kamar gelap : Simpan di meja kering Pada saat membuka dalam keadaan gelap Disimpan tegak Kotak film selalu tertutup o Penyimpanan film di kamar pemeriksaan : Tersimpan dalam kaset Jauh dari sumber radiasi

Terpisah antara film yang sudah di ekspose dengan yang belum Pengeringan: o Menghilangkan air yang ada pada emulsi. o Hasil akhir dari proses pengolahan film adalah emulsi yang tidak rusak, bebas dari partikel debu, endapan kristal, noda, dan artefak. o Cara yang paling umum digunakan untuk melakukan pengeringan adalah dengan udara. o Tiga faktor penting yang mempengaruhinya, yaitu suhu udara, kelembaban udara, dan aliran udara yang melewati emulsi. l. Pipa Saluran Air dan Tangki Pemrosesan Fungsi: Tangki haruslah dapat mengeluarkan air panas dan dapat mempertahankan suhu antara 60 - 75 F. Ukuran : sekitar 20x25 cm (8x10 inci) yang dapat berfungsi sebagai jaket dua sisipan dilepas yang muat di dalam tangki lepasan/tangki utama. m. Iluminasi o Ruang gelap memiliki dua sumber cahaya iluminasi yaitu cahaya putih dan safelight. o Cahaya putih adalah sumber cahaya standar yang biasa digunakan di rumahrumah yang berfungsi untuk penerangan saat membersihkan ruangan regular di luar pemrosesan berlangsung. o Safelight adalah iluminasi intensitas rendah yang relatif memiliki panjang gelombang yang tinggi (merah) yang tidak mempengaruhi film tetapi mempermudah seseorang untuk melihat cukup baik di dalam ruang gelap. Untuk meminimalkan pemaparan (daya sebesar 15 Watt dan harus dipasang minimal 4 meter di atas permukaan dimana film diproses) o Film yang berada di bawah safelight tidak boleh lebih dari 5 menit karena emulsi pada film menunjukkan kepekaan cahaya dari safelight dengan pemaparan. Sarana dan Prasarana a. Kamar gelap dan counter tops untuk fasilitas radiografi harus dicat putih atau dengan warna terang, agar dapat membantu penglihatan dalam situasi di mana tingkat pencahayaan minim. b. Untuk kamar gelap yang lebih besar, pembersih udara elektrostatik yang berguna untuk mengurangi jumlah kotoran, debu dan listrik statis di kamar gelap. c. Seharusnya dalam kamar gelap diberi larangan merokok, makan, dan minum. d. Bubuk dari bahan kimia kering dapat menyebabkan artefak film dan dapat mengkontaminasi larutan kimia lainnya. e. Langit-langit kamar gelap harus dibangun dari bahan padat seperti drywall. Bila ada cahaya yang masuk saat prosesing maka akan dapat menimbulkan gambaran kabut pada hasil radiografi. f. Temperatur dijaga agar tetap pada tingkat yang nyaman bagi pekerja- pekerja yang ada dalam kamar gelap. g. Kelembaban harus dijaga agar berada diantara 40 dan 60 persen. Jika kelembaban turun di bawah 40 persen maka pada hasil film akan terjadi peningkatan tanda statis. Jika kelembaban naik di atas 60 persen, film terkadang menjadi lengket sehingga penanganan akan jadi sulit. h. Temperatur dan atau kelembaban yang tinggi akan menyebabkan perspirasi yang menyebabkan peningkatan tanda bekas jari pada hasil radiografi. Kelembaban yang tinggi atau rendah dapat menyebabkan kesusahan dalam transport film untuk

loader kaset otomatis dan sistem penanganan film dalam kamar gelap dan untuk rapid film changer. i. Sarana dan prasarana yang harus terdapat pada kamar gelap, yaitu : Meja kering : rak kaset, film hopper dan aksesoris lainnya. Meja basah : tangki prosesing Label printer ( pencetak identifikasi pasien ) Cassette Hatch : alat bantu transport kaset yang dipasang pada pembatas kamar gelap dan kamar pemeriksaan. Film Hopper : tempat penyimpanan film yang belum terkena expose Cupboard : tempat penyimpanan film dalam jumlah kecil untuk mengganti apabila persediaan film pada hopper habis, letaknya didalam loading bench Penerangan Hanger film Tower dispenser untuk mengering Termometer Time Manual processing Automatic procesing Transportasi a. Fungsi: transportasi film dari kamar gelap ke ruang pemeriksaan atau sebaliknya. b. Peralatan yang dibutuhkan: 1. Cassette Hatch terdiri dari dua kotak yaitu exposed dan unexposed dengan syarat tidak tembus radiasi, tidak ada bocoran sinar, dan bersifat interlock 2. Ban berjalan dengan syarat tidak bersebelahan dengan ruang pemeriksaan dan ada proteksi radiasi untuk melindungi cassette. Interior a. Dua bagian: daerah kerja basah (wet side) dan daerah kerja kering (dry side) Kamar Basah o Kelengkapan daerah basah : Safe light Rak gantungan film/film hanger Lemari tempat penyimpanan cassette dan box film Meja basah : tangki processing Bak yang terisi air yang mengalir Tangki pembangkit (developer) Tangki penetap (fixer) Kamar Kering o Kelengkapan daerah kering : Alat kamera identifikasi film Alat pengering fil Viewing box film/light cas Lemari untuk menyimpan film sinar X, kaset-kaset, penggantung film (hanger) b. Kegiatan prossesing radiografi dilaksanakan di kamar gelap: 1. Daerah kering dengan memasukkan film radiografi yang belum di ekspos (unekspose) ke dalam kaset. 2. Dilakukan eksposi terhadap film, serta member identitas.

3. Unloading (mengeluarkan film radiografi dari dalam kaset untuk dilakukan prossesing film radiografi). 4. Sedangkan kegiatan yang dilakukan di daerah basah adalah aktivitas memproses atau mengolah film secara kimiawi. Standarisasi mutu ruang pemroses film radiografi a. Pengujian terhadap rancangan ruangan Uji kebocoran kamar gelap o Tujuan: Pengujian ini bertujuan untuk menentukan ada atau tidaknya kebocoran cahaya yang ke atau berasal dari ruang gelap o Frekuensi: Setiap hari Uji safe light kamar gelap o Tujuan: Untuk menentukan waktu yang aman dalam penanganan film radiografi yang telah dan belum diekspos pada kondisi cahaya yang aman o Frekuensi: Dilakukan ketika diurigai terjadi kebocoran safelight dengan indikator penurunan kualitas citra radiografi b. Pengujian alat pemroses film radiografi otomatis Aktivitas larutan kimia o Aktivitas larutan kimia dipengaruhi beberapa variabel, termasuk diantaranya adalah suhu larutan, replenishment rate, pH larutan, specific gravity dan kesempurnaan campuran larutan o Frekuensi: Rutin setiap hari sesuai rekomendasi pabrik Pembersihan alat o Tujuan: melepas dan membersihkan sub-komponen alat pengolah otomatik seperti roller transport system, bak larutan kimia dan lain-lain dari kerak atau kemacetan system penggerak o Frekuensi: Enam bulan sekali (semi-annually) atau tergantung beban kerja alat mengacu rekomendasi pabrik Perawatan dan pemantauan kinerja alat. o Pemantauan kinerja alat merupakan bagian terpenting dari kendali mutu pengolah film otomatik. Pengendalian mutu radiograf agar konsisten dari waktu ke waktu ditentukan oleh dry-to-dry film processing. Dengan melakukan aplikasi sensitometry terhadap pengolah film otomatik setiap hari dan dikombinasi dengan pengecekan semua variabel yang berpengaruh terhadap aktivitas larutan kimia maka unjuk kerja yang optimal dari alat pemroses film otomatik dapat terjaga dari waktu ke waktu. Disamping itu, gangguan-gangguan alat bersifat sederhana (trobleshoots) yang dapat mereduksi kualitas ouput pemrosesan film dapat terdeteksi secara dini pula. o Frekuensi: Reguler seminggu sekali atau tergantung beban kerja alat, Perawatan sub komponen khususnya pada pompa-pompa larutan replenishment dan air sebaiknya dilakukan secara periodik sebulan sekali atau tergantung beban kerja alat mengacu rekomendasi pabrik c. Pengujian alat pemroses film radiografi secara manual Pengadukan larutan o Tujuan: Membuat konsentrasi dan kerja larutan yang sesuai dengan standar sehingga mampu mengolah film secara optimal. Sebelum melakukan kegiatan kendali mutu, hendaknya dalam membuat larutan pembangkit (developer) dan penetap (fixer) harus memperhatikan petunjuk teknis penggunaan dari produk yang digunakan o Frekuensi: Setiap hari

Penggantian larutan o Frekuensi: Setiap hari Penyimpanan bahan kimia o Tujuan: Memastikan bahwa penggunaan bahan kimia dalam pelayanan radiologi dapat menghasilkan radiograp yang optimal o Frekuensi: Setiap dilakukan pembelian dan penggantian larutan

Perawatan Ruang Film Processing a. Membersihkan screen debgan alcohol atau air sabun b. Membersihkan tangki processing / sirkulasi air c. Mengetes safe light d. Membersihkan kamar gelap e. Menjaga agar tidak ada cahaya yang dapat menembus kamar gelap f. Memperhatikan temperatur dan kelembaban udara g. Disiplin dalam bekerja Proteksi Ruang Film Processing a. Kamar gelap dan unit pengolahan dekstop Pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk memastikan safelights tidak menghasilkan fogging film. Unit Desktop harus sama diperiksa untuk cahaya yang sedikit b. Film Penyimpanan yang buruk misalnya di suhu yang tinggi, di dekat peralatan X-ray atau penanganan yang buruk semua dapat menyebabkan artefak. Film tidak boleh digunakan setelah tanggal kadaluarsanya dan program QA harus mencakup langkah-langkah pengendalian stok c. Kaset Kaset dapat menjadi rusak yang menyebabkan kebocoran cahaya dan kurangnya hasil film / kontak layar. Hal ini penting untuk mengenali kesalahan yang diproduksi dan untuk memeriksa film sebagai bagian dari program QA. Layar harus bersih dan tidak rusak untuk mempertahankan kualitas gambar yang baik. Munculnya artekfak sangatlah umum