Anda di halaman 1dari 273

Pendahuluan Penulis

UNTUK TULISAN BERBAHASA ARAB DAN AL-MATSNAWI

PENDAHULUAN INI BERISI LIMA PERIHAL


Perihal Pertama
Sekitar lima puluh tahun lalu, karena semakin sibuk dengan pemikiran rasional dan filsafat, Said lama mencoba meretas jalan menuju hakikat seperti ahli tarekat dan hakikat. Ia tidak hanya puas dengan gerakan kalbu semata sebagaimana kebanyakan ahli tarekat. Karena akal dan pikirannya terluka oleh hikmah filsafat pada tahap tertentu, maka perlu pengobatan. Kemudian ia ingin mengikuti jalan beberapa tokoh ahli hakikat yang menuju hakikat lewat akal dan kalbu. Dalam pandangannya, masing-masing tokoh memiliki keistimewaan menarik dan unik. Ia bimbang dalam memilih di antara mereka. Maka, yang terlintas dalam benak Said lama yang berbalut luka adalah perintah al-Imam ar-Rabbani kepadanya secara gaib yang terdapat dalam tulisannya, Satukan kiblat!1 . Jadi, maksud dari menyatukan kiblat adalah menjadikan seorang ustadz sebagai satu-satunya guru.
1) Imam ar-Rabbani adalah Ahmad ibn Abdul Ahad as-Sirhindi al-Faruqi (971-1034 H) yang diberi gelar Pembaharu milenium kedua. Ia dikenal menguasai ilmu pada masanya, perhatian terhadap pembinaan ruhani, penyucian jiwa, keikhlasan kepada Allah, kehadiran hati, serta menolah jabatan yang ditawarkan kepadanya.

Badiuzzaman Said Nursi

|1

Said Lama yang terluka berkata kepada kalbunya bahwa Ustadz hakiki adalah Alquran dan menyatukan kiblat bisa tercapai dengan ustadz itu. Maka, ia segera mengambil petunjuk guru suci tersebut untuk membina ruhani dan kalbunya dengan cara yang asing. Ia pun harus berjuang secara maknawi dan ilmiah untuk melawan nafsu ammarah berikut keraguan dan syubhat yang melekat padanya. Di saat menyusuri jalan tersebut dan di saat berjuang menyingkirkan segala keraguan, ia melewati berbagai kedudukan serta mempelajari isinya; tidak seperti kaum yang tenggelam dalam suluk dengan menutup mata. Namun, suluk atau perjalanan ruhani yang dilakukan seperti yang dilakukan oleh Imam Ghazali2, Imam ar-Rabbani, dan Jalaluddin ar-Rumi3 dengan membuka mata hati, jiwa, dan akal. Ia berjalan pada berbagai kedudukan tersebut serta melihat isinya lewat semua penglihatan tadi secara jelas tanpa ada yang samar.
Ia melawan fitnah yang dilakukan oleh Raja Akbar yang nyaris hendak menghancurkan Islam. Ia diberi taufik untuk mengalihkan negara Mongolia yang demikian kuat dari atheis dan agama budha kepada pangkuan Islam. Ia hembuskan ke dalamnya sistem baiat, ukhuwah, dan dakwah kepada manusia. Ia bersihkan paham tasawwuf dari noda. Dakwahnya berkembang di benua India hingga dari buahnya muncul Raja yang saleh, Aurangzeb. Pada masanya, kaum muslimin mendapatkan kemenangan. Tarekat Naqsyabandinya berkembang ke seluruh dunia Islam lewat Allamah Khalid asy-Syahrazuri yang dikenal dengan nama Maulana Khalid (1192 -1243 H). Ia menulis sejumlah tulisan. Yang paling terkenal adalah Maktbt yang diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh Muhammad Murad dalam dua jilid dan diberi judul ad-Durar alMaknnt. Ungkapan yang disebutkan dalam tulisan ke-75 dari jilid pertama berbunyi, Namun, engkau harus memperhatikan satu syarat. Yaitu menyatukan kiblat arah pandang. Imam Ghazali (450-505 H) adalah Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al-Ghazali. Ia seorang fakih, ahli ilmu kalam, filosof, sufi, serta reformis agama dan masyarakat. Ia penulis risalah spiritual. Pengaruhnya demikian tampak dalam kehidupan Islam. Ia dilahirkan di Thus, wilayah Khurasan. Belajar ilmu fikh dan kalam dari imam al-Haramayn. Lalu belajar ilmu filsafat, khususnya pandangan al-Farabi, Ibnu Sina, dan ilmu kejiwaan. Dalam ilmu-ilmu tersebut Ia tidak menemukan sesuatu yang memuaskan kebutuhan akalnya terhadap keyakinan serta keinginan kalbunya untuk bahagia. Ia sibuk mengajar di madrasah Nizhamiyyah serta bepergian ke banyak negeri. Di antaranya Damaskus, Baytul Maqdis, Kairo, Iskandariyah, mekkah, dan Madinah. Di antara tulisannya adalah Ihya Ulumuddin, Tahafut al-Falasifah, dan al-Munqidz min adhDhall. Maulana ar-Rumi (604-672 H) adalah seorang ulama yang bermadzhab Hanafi, serta menguasai berbagai ilmu. Kemudian ia menjadi sufi. Ia penulis al-Matsnawi

2)

3)

2|

Al-Matsnawi An-Nuri

Segala puji bagi Allah bahwa ia menemukan dan memasuki sebuah jalan yang menuju hakikat dengan pelajaran dan bimbingan Alquran. Bahkan dalam sejumlah Risalah Nur yang ditulis oleh Said Baru tertampak sebuah hakikat: Pada segala sesuatu terdapat tanda yang menunjukkan bahwa Dia Esa4

Perihal Kedua
Karena Said Lama berjalan dengan persatuan akal dan kalbu seperti Imam Ghazali, Imam Rabbani, dan Jalaluddin arRumi, maka Ia segera membalut berbagai luka kalbu dan ruhani, serta membebaskan jiwanya dari berbagai bisikan dan ilusi. Setelah bebas darinya, Said Lama berubah menjadi Said Baru. Ia pun membuat sejumlah tulisan sejenis al-Matsnawiyang aslinya berbahasa Persiadengan bahasa Arab dalam ungkapanungkapan yang singkat. Ketika ada kesempatan, ia pun berani menerbitkannya. Tulisan tersebut berupa tetesan, untaian benih, biji, bunga, partikel, semerbak, nyala, dan berbagai pelajaran lainnya. Ia kemudian ditambah dengan risalah berbahasa Turki: cahaya dan perihal. Ia menjelaskan persoalan tersebut selama sekitar setengah abad dalam Risalah Nur yang tidak hanya membahas jihad melawan hawa nafsu dan setan; tetapi seperti kompilasi keseluruhan dari al-Matsnawi. Buku ini menyelamatkan orangorang yang sedang bingung dan membutuhkan, serta menarik para filosof yang tergiring kepada kesesatan.

Perihal Ketiga
Perbincangan yang berlangsung antara Said Lama dan Said Baru telah mengusir setan dan menundukkan nafsu
yang terkenal dengan bahasa Persia dalam 26 ribu bait. Ia pendiri tarekat Maulawiyyah. Lahir di Balkh (Persia), lalu menetap di Konya pada tahun 623 H. Ia dikenal menguasai fikih dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Pernah mengajar di Konya pada empat sekolah setelah ayahnya meninggal pada tahun 628 H. Di antara karyanya adalah Dwn Kabr, Fhi ma Fhi , dan Maktbt. Oleh Abul Atahiyyah dalam kumpulan syairnya. Bait tersebut dinisbatkan kepada Ali ra. Sementara, Ibn Katsir dalam Tafsirnya menisbatkan kepada Ibn al-Mutaz.

4)

Badiuzzaman Said Nursi

|3

sehingga Risalah Nur menjadi dokter luar biasa bagi pencari hakikat yang sedang terluka. Ia membuat kaum atheis dan sesat terdiam. Jadi, jelas bahwa al-Matsnawi yang berbahasa Arab ini merupakan benih dan tunas bagi Risalah Nur. Ia membebaskan manusia dari berbagai syubhat yang dihembuskan oleh setan, baik dari golongan jin maupun manusia. Sejumlah informasi tersebut ibarat sesuatu yang terlihat jelas, jika pengetahuannya dengan ilm al yaqin mendatangkan kepuasaan dan ketenangan pada tingkat ain al yaqin.

Perihal Keempat
Said Lama lebih banyak menggeluti ilmu hikmah dan hakikat, berdialog dan berdiskusi dengan tokoh ulama dalam berbagai persoalan yang mendalam, memperhatikan tingkat pemahaman muridnya terdahulu yang perhatian terhadap ilmuilmu syariat, serta menunjukkan peningkatan jenjang pemikiran dan limpahan pengetahuan kalbunya lewat ungkapan yang sangat dalam dan ringkas yang hanya dipahami olehnya. Karena itu, tidak aneh kalau sebagiannya bisa jadi hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang memiliki pengetahuan luas setelah mencurahkan upaya optimal. Jika dijelaskan dengan lengkap, ia melaksanakan tugas Risalah Nur. Jadi, Buku al-Matsnawi yang merupakan tunas dari Risalah Nur bekerja dalam aspek anfusi dan internal seperti jalan khafi (tersembunyi), sehingga berhasil membuka jalan dalam kalbu dan ruh. Sementara, Risalah Nur yang merupakan kebunnya telah membuka jalan yang luas menuju makrifatullah dengan menghadap ke cakrawalasebagai jalan yang terbentang jelas di samping berjuang melawan nafsu. Ia seperti tongkat Musa as. yang ketika dipukulkan memancarkan air yang berlimpah di mana saja. Demikianlah, jalan yang ditempuh Risalah Nur tidak seperti jalan yang ditempuh oleh para ulamadan filosof . Akan tetapi, ia membuka jendela makrifatullah dari segala sesuatu dengan kemukjizatan maknawi dari Alquran. Ia telah memahami sebuah

4|

Al-Matsnawi An-Nuri

rahasia yang khusus dari Alquran seperti mengerjakan suatu pekerjaan yang dibutuhkan satu tahun dalam satu jam bahwa mampu mengalahkan serangan kaum zindiq yang tak terhingga pada masa yang dahsyat ini.

Perihal Kelima
Pada saat perubahan dari Said Lama ke Said Lama, ribuan hakikat masing-masing bernilai menjadi satu pembahasan dalam sebuah risalahyang terkait dengan ratusan ilmu ditulis oleh Said dalam bentuk Ilam (ketahuilah) pada setiap pembahasan dan diungkapkan dalam beberapa baris, satu paragraph atau satu halaman. Seolah-olah masing-masing ketahuilah merupakan inti dari sebuah risalah. Karena setiap ketahuilah ditulis sebagai indeks dari berbagai ilmu dan hakikat, maka para pembaca buku ini memperhatikan perihal-perihal di atas, sehingga jangan mengkritik.

Said Nursi

Badiuzzaman Said Nursi

|5

6|

Al-Matsnawi An-Nuri

Peringatan

PEMBERITAHUAN PERMINTAAN MAAF rts


Ketahuilah! isalah ini merupakan satu bentuk tafsir nyata terhadap sejumlah ayat Alquran berikut persoalan-persoalan yang terdapat di dalamnya. Ia ibarat sekuntum bunga yang kupetik dari kebun Alquran yang penuh hikmah. Janganlah engkau merasa aneh dengan bentuk redaksinya yang sulit dipahami, ringkas, dan singkat. Cobalah telaah kembali sehingga terbuka bagimu rahasia pengulangan Alquran, seperti ayat yang berbunyi, Milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Jangan takut dengan jiwa yang sulit dikendalikan. Sebab, jiwaku yang selalu memerintahkan pada keburukan dan melampaui batas telah tunduk. Ia berhasil dijinakkan lewat berbagai hakikat yang terdapat dalam risalah ini. Bahkan, setan terkutuk yang terdapat di tubuhku telah terdiam dan bersembunyi Siapapun dirimu, jiwa atau nafsumu tetaplah tidak lebih melampaui batas daripada nafsuku. Setan yang ada pada dirimu juga tidak lebih memperdaya daripada setan yang ada pada diriku. Wahai pembaca!
Badiuzzaman Said Nursi

|7

Janganlah mengira berbagai dalil dan petunjuk tauhid yang terdapat pada (bab pertama)5 sebagiannya telah mencukupi yang lain. Sebab, aku melihat masing-masing membutuhkan dalil sendiri yang khusus. Bisa jadi gerakan jihad membutuhkan sebuah lokasi di mana ia harus menyelamatkan diri dengan cara membuka satu pintu di lokasi tersebut sebab tidak mudah baginya saat ini menuju ke pintu-pintu lain yang telah terbuka. Selain itu, jangan dikira saya sengaja menjadikan redaksi risalah ini sulit dipahami. Pasalnya, risalah ini merupakan bentuk dialog seketika dengan diri sendiri pada waktu yang menakjubkan. Kalimat-kalimatnya keluar di saat terjadi perdebatan sengit seperti angin topan yang di dalamnya cahaya beradu dengan api. Dalam satu waktu kepalaku berputar dari bawah ke atas dan dari atas ke bawah; dari bumi ke langit. Aku meniti jalan yang tidak biasa dilewati dalam sebuah pembatas antara akal dan kalbu. Akalku bingung dengan kondisi jatuh dan bangun. Setiap kali melihat cahaya kuberi ia sebuah tanda untuk mengingatnya. Aku sering menulis kata atas sesuatu yang tak bisa diungkap untuk menjadi pengingat; bukan sebagai dalil. Aku sering menulis satu kata di atas cahaya yang agung. Selanjutnya aku menyaksikan bahwa cahaya yang membentang kepadaku di bumi kegelapan ini tidak lain merupakan kilau cahaya mentari Alquran yang tampak sebagai lentera bagiku. Ya Allah, jadikanlah Alquran sebagai cahaya bagi akal, kalbu, dan jiwa kami, serta sebagai pembimbing bagi diri kami. Amin. Wahai yang membaca buku ini, jika ada sesuatu yang bermanfaat darinya, Jangan lupa mengirimkan untukku fatihah atau doa yang tulus di jalan Allah.

5)

Peringatan ini terdapat edisi pertama di pendahuluan risalah Setetes lautan Tauhid. Hanya saja, karena penting ia diletakkan di awal tulisan.

8|

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Pertama

CAHAYA MENTARI TAUHID


(Teks Berbahasa Arab dari kata kedua puluh dua)6

rts
Bismillahirrahmanirrahim ahasuci Engkau wahai Zat yang seluruh alam yang beredar ini bertasbih memuji-Mu dengan tasbih lisan Muhammad saw. Gema tasbihnya yang mengiang-ngiang untuk-Mu secara turun-menurun dari generasi ke generasi dan dari masa ke masa seiring dengan perjalanan waktu. Ya Allah, abadikanlah gema tasbih Nabi saw di atas lembaran alam dan daun peredaran waktu hingga hari kiamat dan hari kemudian. Mahasuci Engkau wahai Zat yang bumi bertasbih memujiMu dengan bersujud di bawah arasy keagungan qudrat-Mu dengan lisan Muhammad saw. Pasalnya, beliaulah penutur dan penafsir dari tasbih bumi untuk-Mu dengan sikap dan perbuatannya. Dengan risalah beliau, bumi secara stabil bergerak di porosnya.
6) Risalah ini berikut dua risalah berjudul Percikan dan Terutama merupakan satu risalah dalam edisi kedua. Namun, keduanya merupakan risalah terpisah dalam naskah dan dalam terjemahan Turki. karena itu, kami memilih untuk memisahkannya menjadi risalah yang berbeda. Jadi, ketiga risalah ini ditulis oleh Said Baru dengan bahasa Arab. Ia menuliskannya di Barla sesudah dibuang ke sana pada tahun 1927.

Badiuzzaman Said Nursi

|9

Ya Allah, buatlah bumi berikut seluruh wilayahnya mengucap tasbih lisan Muhammad saw. Mahasuci Engkau wahai Zat yang seluruh mukmin dan mukminah bertasbih memuji-Mu di seluruh tempat dan waktu dengan lisan Muhammad saw. Pasalnya, beliau yang cahaya tasbihnya keluar untukmu dari mulut kaum beriman. Ya Allah, buatlah anak keturunan Adam hingga akhir umur manusia mengucap tasbih Muhammad untuk-Mu sesuai dengan kehormatan beliau dan rahmat-Mu. Kasihi kami dan umatnya. Amin!

10 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bismillahirrahmanirrahim

Penjelasan tentang Permata Kandungan Ayat Berikut7:

Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Kepunyaan-Nya kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi (QS az-Zumar: 62-63) Mahasuci Zat yang di tangan-Nya tergenggam kerajaan segala sesuatu (QS Yasin: 83) Perbendaharaan segala sesuatu terdapat pada Kami (QS alHijr: 21) Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya (QS Hud: 56) Wahai yang lalai dan tenggelam dalam dunia sebab-akibat. Sebab-akibat merupakan hijab yang menutupi gerak kekuasaan Allah. Pasalnya, kemuliaan dan keagungan-Nya mengharuskan adanya hijab. Hanya saja, Zat yang Maha berbuat itulah yang merupakan kekuatan abadi yang sebenarnya. Tauhid dan kemuliaan Allah mengharuskan demikian. Penguasa azali memiliki para pesuruh. Namun, mereka bukan perantara pelaksanaan sehingga menjadi sekutu bagi kekuasaan Tuhan.
7) Pelajaran keempat belas dari buku al-Madkhal il an-Nr (Pengantar Menuju Cahaya) yang dianggap sebagai tulisan pertama Said Baru dengan bahasa Turki.

Badiuzzaman Said Nursi

| 11

Mereka hanyalah penunjuk yang memproklamirkan berbagai prosedur Tuhan sekaligus sebagai saksi baginya. Ketika tunduk pada perintah Tuhan mereka sebenarnya melakukan sejumlah ibadah yang sesuai dengan kapasitas mereka. Mereka adalah perantara yang memperlihatkan kemuliaan qudrat-Nya dan keagungan rububiyah-Nya. Adapun manusia, kelemahan dan kondisi butuhnya memerlukan sarana dan pesuruh yang ikut serta dalam kekuasaannya. Karena itu, terdapat perbedaan antara pesuruh ilahi dan pesuruh manusia. Ya, penglihatan sebagian besar orang yang lalai tidak memahami kebaikan dan hikmah di balik berbagai kejadian. Ia mengeluhkan masa depan dan berpaling secara bodoh. Sebabakibat dijadikan sebagai sasaran keluhan. Apabila seseorang diberi taufik untuk menggapai hikmah dan kebenaran, sebabakibat itu akan hilang dari pandangannya. Lewat sebuah perumpamaan disebutkan bahwa malaikat Izrail as. mengeluh kepada Allah Swt., Hamba-Mu mengeluh karena aku merenggut nyawa mereka. Maka, Allah menjawab, Akan Kuletakkan antara dirimu dan mereka perantara berupa musibah sehingga keluhan mereka tertuju kepadanya; bukan kepadamu. Kesimpulannya, bahwa kekuasaan dan keagungan Allah mengharuskan adanya sebab-akibat yang terlihat secara lahiriah agar akal bisa melihat sentuhan tangan kekuasaan-Nya terhadap berbagai persoalan. Namun, tauhid dan kemuliaan-Nya tak bisa dipengaruhi oleh sebab-akibat.

Catatan:
Tauhid terbagi dua: Pertama, tauhid yang bersifat umum yaitu dengan berkata, Tiada sekutu bagi-Nya. Alam ini bukan milik selain-Nya. Dalam hal ini kelalaian dan kesesatan masih bisa bercampur ke dalam pemilik tauhid tersebut. Kedua, tauhid hakiki yaitu dengan berkata, Dia adalah Allah semata. Kerajaan, alam, dan segala sesuatu adalah milk-

12 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Nya. Ia melihat tanda kekuasaan-Nya pada segala sesuatu serta membaca stempel-Nya pada segala sesuatu. Ia menetapkan untuk-Nya dengan penuh kesadaran. Tauhid ini tidak bisa dimasuki oleh kesesatan dan ilusi. Di sini kami akan menjelaskan kepadamu sejumlah cahaya tauhid ini yang kami ambil dari Alquran.

CAHAYA PERTAMA
Pada setiap ciptaan terdapat tanda yang secara khusus menunjuk kepada Zat Pencipta segala sesuatu. Pada setiap makhluk terdapat stempel yang secara khusus menunjuk kepada Zat Pembuat segala sesuatu. Pada setiap lembar tulisan kekuasaanNya terdapat petunjuk menakjubkan yang tak bisa ditiru yang secara khusus menunjuk kepada Sang Penguasa azali dan abadi. Misalnya lihat pada tanda kekuasaan-Nya yang tak terhingga yang Allah letakkan pada kehidupan. Lihatlah kehidupan, bagaimana sesuatu menjadi segala sesuatu dan segala sesuatu menjadi sesuatu. Ya, air yang diminum dengan ijin Allah berubah menjadi organ dan perangkat makhluk hidup sehingga dengan perintah Allah sesuatu berubah menjadi segala sesuatu. Demikian pula dengan berbagai jenis makanan. Dengan ijin Allah, ia berubah menjadi tubuh, daging, dan organ lainnya. Dengan demikian, segala sesuatu berubah menjadi sesuatu dengan perintah Allah. Orang yang memiliki akal, perasaan, dan kalbu akan memahami bahwa proses membuat sesuatu menjadi segala sesuatu dan sebaliknya merupakan tanda khusus Zat Pencipta segala sesuatu, Allah Swt.

CAHAYA KEDUA
Lihatlah satu stempel dari sekian stempel yang tak terhingga yang terdapat pada makhluk hidup. Yaitu bahwa makhluk hidup seperti miniatur seluruh entitas, buah yang menerangi pohon alam, serta benih yang menyinari dunia. Sang Pencipta menanamkan di dalamnya model dari sebagian besar spesies alam. Seolah-olah makhluk hidup merupakan tetesan
Badiuzzaman Said Nursi

| 13

yang diperas dari seluruh alam dengan sistem yang cermat dan jelas. Ia ibarat satu titik komprehensif yang terambil dari seluruh neraca yang sensitif dan ilmiah. Tidak mungkin makhluk paling rendah sekalipun dicipta kecuali oleh Zat yang menggenggam kekuasaan seluruh entitas. Orang yang memiliki akal sehat pasti memahami bahwa Zat yang menciptakan lebah misalnya sebagai spesies indeks bagi sebagian besar sesuatu, Zat yang menuliskan dalam substansi manusia sebagian besar persoalan buku alam, Zat yang menanamkan dalam benih tin rancangan pertumbuhan pohon tin, Zat yang menjadikan kalbu manusia sebagai model dan teropong bagi ribuan makhluk, serta Zat yang menuliskan dalam ingatan manusia detil sejarah kehidupannya, tidak lain adalah Pencipta segala sesuatu. Semua kreasi dan perbuatan-Nya merupakan stempel khusus milik Tuhan Pemelihara semesta alam.

CAHAYA KETIGA
Lihatlah ukiran monogram yang tertulis pada proses penciptaan dan pemberian kehidupan. Kita bisa mengatakan bahwa sebagaimana mentari pada setiap lempengan mulai dari planet hingga serpihan kaca dan es memiliki cetakan dari manifestasinya dan ukiran yang khusus menjadi miliknya. Demikian pula dengan mentari keesaan dan keabadian Tuhan yang terdapat pada setiap makhluk dilihat dari proses penciptaan dan pemberian kehidupan. Padanya terdapat cetakan dari manifestasi keesaan-Nya. Andaikata seluruh sebabsuka atau tidak sukaberkumpul untuk meniru dan membuat sejenisnya, tentu mereka tidak akan mampu. Meski sebagian mereka dengan sebagian yang lain saling membantu (QS al-Isra: 88). Jika engkau tidak menisbatkan bayangan mentari yang bersinar pada setiap benda kepada manifestasi mentari yang sebenarnya, berarti terdapat mentari-mentari kecil pada setiap benda yang disinari oleh mentari tadi. Pada setiap kaca sinarnya terdapat mentari; bahkan pada setiap serpihan yang transparan terdapat mentari. Tentu saja ini merupakan puncak kebodohan. Demikian pula jika engkau tidak menisbatkan setiap

14 |

Al-Matsnawi An-Nuri

makhluk kepada manifestasi keesaan-Nya yang mencakup di mana kehidupan ini merupakan titik sentral dari manifestasi nama-nama-Nya yang merupakan sinar mentari keabadian. Berarti engkau berpandangan bahwa pada setiap makhluk bahkan pada lalat dan bunga sekalipunterdapat kekuasaan mencipta yang tak terhingga, pengetahuan yang mencakup, dan kehendak yang bersifat mutlak; serta bahwa pada benda-benda tersebut terdapat sifat-sifat yang hanya mungkin terdapat pada Zat Wajibul wujud. Akhirnya jika engkau menisbatkan sesuatu kepada dirinya sendiri, engkau terpaksa melekatkan sifat uluhiyah kepada setiap benih dan partikel. Atau, jika menisbatkan sesuatu kepada sebab, engkau juga harus meyakini bahwa setiap sebab yang tak terhingga memiliki sifat-sifat uluhiyah. Engkau juga harus menerima adanya sekutu Tuhan yang tak terhingga yang mestinya berdiri sendiri. Pasalnya, setiap partikelterutama jika ia berasal dari biji atau benihmemiliki kondisi yang rapi dan menakjubkan, serta sejalan dengan seluruh bagian makhluk yang merupakan bagian darinya. Bahkan, ia sejalan dengan spesiesnya; bahkan dengan seluruh entitas. Ia juga memiliki tugas dalam kelompoknya sebagaimana keberadaan prajurit dalam instansi kemiliteran. Jika engkau memutuskan hubungan benih tadi dari Tuhan Yang Mahakuasa, berarti engkau harus mengakui bahwa dalam benih tersebut terdapat mata yang dapat melihat segala sesuatu serta perasaan yang meliputi segala sesuatu. Kesimpulannya, jika engkau tidak menisbatkan mentarimentari kecil yang terdapat dalam tetesan air itu kepada manifestasi cahaya mentari, berarti engkau mengakui keberadaan mentari yang jumlahnya tak terhingga dalam benda-benda kecil seperti kunang-kunang yang terbang di waktu malam. Demikian pula jika engkau tidak menisbatkan segala sesuatu kepada Zat Yang Mahakuasa secara mutlak yang semua makhluk baik atom maupun mentari, yang kecil maupun yang besar, bernisbat kepadanya. Berarti engkau mengakui keberadaan tuhan yang jumlahnya tak terhingga sehingga engkau terjatuh dalam puncak kebodohan.
Badiuzzaman Said Nursi

| 15

CAHAYA KEEMPAT
Jika sebuah buku ditulis tangan, cukuplah ia ditulis oleh sebuah pena milik seseorang. Namun, jika buku tersebut dicetak, maka diperlukan sejumlah pena cetak sebanyak hurufnya dengan keikutsertaan banyak orang untuk mencetak huruf-huruf tersebut. Jika sebagian besar isinya ditulis dengan bentuk tulisan yang sangat kecil dalam sejumlah katamisalnya surat yasin ditulis dalam kata yasinmaka, untuk mencetak satu kata itu saja diperlukan pena-pena cetak sebanyak huruf tersebut. Demikian pula dengan buku alam ini. Apabila menurutmu ia ditulis dengan pena Zat Yang Mahaesa berarti engkau meniti jalan yang sangat mudah dan rasional di mana ia memang harus begitu adanya. Namun, apabila ia dinisbatkan kepada alam dan sebab, engkau akan melewati jalan yang sangat sukar yang tidak bisa diterima, tidak rasional, dan mustahil. Pasalnya, untuk mencetak setiap makhluk, alam harus menghadirkan semua perangkat yang dibutuhkan untuk sebagian besar entitas. Ini adalah khurafat yang bercampur dengan ilusi. Bahkan, dalam setiap bagian tanah, air, dan udara ia harus menghadirkan jutaan alat cetak dan mesin yang tersimpan di dalamnya sebanyak bunga dan buah guna membentuk berbagai bunga dan buah yang perangkat dan substansinya beraneka ragam. Atau, jika tidak terdapat satu kekuasaan yang mampu mencetak semua jenis tumbuhan, ilmu yang luar biasa yang mencakup seluruh detil seluruh pohon dan taman berikut perangkat dan neracanya pada setiap bagian tanah, air, dan udara karena setiap bagiannya bisa menjadi tempat tumbuh semua tumbuhan. Misalkan ada satu bidang tanah ditanami oleh berbagai benih dan biji secara bergantian. Lalu sebidang tanah tadi dikosongkan dan diganti dengan setumpuk tanah, ternyata hasilnya sama. Apa yang kau saksikan sudah cukup menjadi bukti. Engkau bisa menyaksikan dalam perjalanan di dunia ini bahwa sebagian besar tanah bisa menjadi tempat tumbuh sebagian besar tanaman padahal bentuk setiap tumbuhan yang berkembang dan berbuah berbeda-beda. Keteraturan, keseimbangan, dan keunikan yang dimiliki oleh setiap tumbuhan

16 |

Al-Matsnawi An-Nuri

merupakan model khusus dan spesifik yang mengharuskan keberadaan perangkat, mesin, dan alat cetak spesifik pula. Bahkan, ia mengharuskan adanya semua perangkat yang membentuk pohon dan tanaman pada setiap benihnya meski sangat kecil dan serupa. Alam harus menghadirkan semua perangkat, mesin, dan alat untuk membentuk segala sesuatu. Ini adalah omong-kosong yang orang ahli debat pun tidak mempercayainya. Ia adalah khurafat di mana pelawak yang senang mengutarakan khurafat sekalipun merasa malu dengannya.

CAHAYA KELIMA
Lihatlah! Di samping setiap huruf dari sebuah buku menunjukkan dirinya seukuran satu huruf dengan satu cara, namun ia menunjukkan eksistensi penulisnya dengan beragam cara serta memperkenalkan pembuatnya seukuran satu baris. Demikian pula dengan setiap huruf yang terpampang dalam buku alam ini. Ia menunjukkan dirinya seukuran bentuknya sekaligus memperlihatkan eksistensinya sesuai wujudnya. Namun, pada saat yang sama ia menunjukkan keberadaan Penciptanya dengan beragam cara. Ia juga menunjukkan nama-nama Pembuatnya serta menjelaskannya seukuran kumpulan bait syair yang panjang. Karena itu, kalau ada orang yang demikian dungu dengan mengingkari eksistensi dirinya dan alam, hendaknya ia berhenti memperlihatkan puncak kebodohannya yang mengingkari eksistensi Sang Pencipta.

CAHAYA KEENAM
Lihatlah! Sang Pencipta telah menuliskan pada setiap benda dan entitas segel khusus untuknya sebagaimana telah dijelaskan. Demikian juga Dia menuliskan pada setiap spesies dan entitas stempel yang khusus untuknya. Dia menyetempel seluruh penjuru langit dan bumi dengan stempel keesaan-Nya serta menuliskan pada seluruh alam tanda keesaan-Nya dengan bentuk yang sangat jelas dan terang. Lihatlah stempel yang ditunjukkan oleh ayat berikut:

Badiuzzaman Said Nursi

| 17

Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian benar-benar (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS ar-Rum: 50). Pasalnya, proses menghidupkan bumi merupakan bentuk kebangkitan dan pengumpulan seluruh manusia yang sangat menakjubkan. Dalam menghidupkannya dikumpulkan lebih dari 300 ribu spesies yang setiap bagian dari banyak spesies tersebut dalam setahun menyamai total keseluruhan manusia di dunia. Karena hikmah yang tersembunyi bukan entitas tersebut yang dihidupkan kembali, namun yang serupa dengannya. Bagaimanapun adanya hal itu menunjukkan mudahnya mengumpulkan semua manusia dan merupakan contoh dari kebangkitan dan pengumpulan manusia. Proses menghidupkan beragam spesies yang sudah saling bercampur dan berbaur serta bagaimana mereka dihidupkan kembali dengan cara yang sangat istimewa tanpa ada kesalahan sedikitpun merupakan wujud adanya stempel khusus milik Zat Yang Mahakuasa dan Maha Mengetahui. Demikian pula dengan penulisan 300 ribu buku yang beragam bahkan lebih dalam satu lembar permukaan bumi secara bercampur namun dengan sangat teratur tanpa terlewat dan tanpa ada cacat sedikitpun. Semua itu merupakan tanda khusus milik Zat yang di tangan-Nya tergenggam kerajaan dan perbendaharaan segala sesuatu; tanpa terlalaikan oleh apapun. Wahai orang yang mengingkari pengumpulan semua makhluk, lihatlah bagaimana proses menghidupkan bumi dengan seratus ribu contoh dan petunjuknya dalam enam pekan. Sikap ingkarmu sama seperti orang yang melihat Zat pemilik berbagai mukjizat yang dalam satu waktu dan satu lembar bisa menuliskan

18 |

Al-Matsnawi An-Nuri

banyak buku yang telah punah dalam ingatan-Nya. Atau, Dia mampu menuliskannya kembali seperti buku-buku yang telah punah itu. Lalu ada yang berkata kepada orang tadi, Penulis ini akan menuliskan bukumu yang Dia susun namun telah terhapus oleh air dalam satu halaman dengan sekejap. Orang tadi menjawab, Tidak mungkin. Bagaimana Dia akan bisa menuliskan semua huruf yang telah lenyap dalam sekejap?! Ia mengukur Penulis Yang Memiliki ingatan kuat dan Mahakuasa dengan dirinya yang bodoh dan lemah. Kalau ada yang mampu mengangkat gunungdengan isyaratuntuk menampakkan kehebatannya, lalu seseorang berkata bahwa ia tidak akan mampu menangkat batu besar yang menutupi jalan pelalu lalang yang diundang menuju kebun karunianya, berarti orang tersebut tidak waras dan bodoh. Ya. Pemeliharaan Allah dalam kreasi agung-Nya di musim semi memiliki stempel yang agung dan cermat. Ia benar-benar sangat rapi dan teratur dalam alam yang demikian luas secara sangat cepat dan mudah serta sangat istimewa. Stempel tersebut khusus milik Zat yang tidak terhalang oleh sebuah perbuatan dan tidak tertutup dan terberatkan oleh sesuatu. Ya. kita bisa menyaksikan pada permukaan bumi di musim semi aktivitas yang penuh hikmah, terarah dan mulia serta sebuah kreasi luar biasa dalam satu waktu dengan satu model pada setiap bagian dalam bentuk yang sangat rapi dan cepat. Ia memperlihatkan berbagai hal luar biasa secara teratur, sangat mudah, dan merata. Aktivitas dan kreasi ini tentu merupakan stempel milik Zat yang tidak berada di sebuah tempat karena berada di semua tempat, yang hadir dan menatap dengan kekuasaan dan pengetahuan-Nya; tanpa butuh pertolongan.

CAHAYA KETUJUH
Lihatlah! Sebagaimana di permukaan bumi serta di penjuru langit dan bumi stempel keesaan-Nya terlihat, demikian pula di seluruh alam ini stempel tauhid terlihat dengan sangat jelas. Pasalnya, alam seperti istana kecil, seperti pabrik yang tertata rapi dan seperti negeri yang dikelola secara sempurna. Di antara
Badiuzzaman Said Nursi

| 19

setiap komponen dan bagiannya terdapat kerjasama yang sangat baik. Sebagian membantu yang lain dalam sebuah perjalanan panjang dengan rapi tanpa pernah menyimpang pada saat yang dibutuhkan dan dengan cara yang tak terduga. Lihatlah bagaimana sebagian memberikan bantuan untuk kebutuhan yang lainnya. Dalam kerjasama ini terdapat upaya untuk saling merespon dengan berkata, Aku segera datang! lewat aksi nyata ketika ada yang meminta. Mereka saling mengulurkan tangan bantuan dan bekerja secara rapi. Mereka membantu setiap makhluk untuk menuju sebuah tujuan. Mereka taat dan tunduk kepada Zat Yang Maha Mengatur. Lihatlah bagaimana hukum kerjasama tersebut berjalan mulai dari matahari dan bulan, malam dan siang, musim panas dan dingin, sampai kepada upaya tanaman untuk terus memenuhi kebutuhan hewan dengan menyediakan rezekinya serta mengambilnya dari perbendaharaan rahmat Tuhan. Demikian pula dengan hewan yang memberikan bantuan kepada manusia. Lebah dan cacing mengambil madu dan sutera dari perbendaharaan Zat Yang Maha Penyayang guna diantarkan kepada manusia. Bahan-bahan nutrisi memberi kepada buah dengan beragam jenisnya. Serta partikel-partikel makanan membantu mengisi sel-sel tubuh dengan sangat sempurna, cermat, dan penuh hikmah. Fenomena ini semua, terutama bagaimana mereka bekerjasama dengan rapi dan sempurna, merupakan petunjuk yang sangat jelas dan terang bahwa mereka merupakan pelayan dari Pemelihara yang Maha Bijaksana serta pesuruh dari Pengatur Yang Mahamulia. Mereka bergerak sesuai dengan perintah, ijin, kekuatan, dan kebijaksanaan-Nya.

CAHAYA KEDELAPAN
Lihatlah bahwa rezeki yang didistribusikan kepada makhluk sejalan dengan kadar kebutuhan mereka dalam bentuk yang sesuai dengan masing-masing mereka. Rezeki menyeluruh yang terdapat dalam rahmat-Nya yang luas yang berisi kasih sayang, rahmat-Nya yang luas yang terdapat dalam perhatian-

20 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Nya yang sempurna yang berbalut kelembutan dan kemurahan, perhatian-Nya yang tampak dalam hikmah-Nya yang mencakup yang mengandung tujuan, hikmah-Nya yang terlihat dalam keteraturan yang ada, keteraturan yang terhampar secara nyata, keterhamparan dalam bingkai kerjasama dan tolong-menolong, serta kerjasama di antara partikel dan bagiannya itu, semuanya merupakan stempel khusus Tuhan Pemelihara dan Pengatur segala sesuatu. Ia menunjukkan keberadaan Zat yang matahari, bulan, dan bintang berjalan sesuai dengan perintah-Nya. Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaikbaiknya (QS as-Sajadah: 7) Jika menghendaki sesuatu, Dia berkata, Jadilah! Maka jadilah ia dengan seketika (QS Yasin: 82)

CAHAYA KESEMBILAN
Sebagaimana stempel keesaan-Nya terdapat pada partikel, bumi, dan alam, ia juga terdapat pada semua spesies yang bertebaran dan berbagai unsur. Sebagaimana proses penanaman benih di ladang menunjukkan bahwa ladang tersebut dikelola oleh pemilik benih dan benih tadi merupakan milik pengelola sawah, demikian pula dengan berbagai unsur di alam ini. Unsur tersebut yang merupakan ladang bagi entitas lewat keterhamparannya dalam ukuran tertentu dan bentuknya yang rapi, makhluk yang merupakan buah kasih sayang dan mukjizat kekuasaan-Nya lewat kondisinya yang bertebaran dengan penuh hikmah dan mirip serta lewat keberadaannya di berbagai penjuru dalam satu distribusi yang menakjubkan, semua itu menunjukkan bahwa area berikut unsurnya dan ladang berikut benihnya berada dalam genggaman Sang Pencipta yang esa. Setiap spesies dan unsur menjadi saksi bagi masing-masing dan semuanya bahwa Kalian adalah milik Zat yang memiliku. Jadi, setiap bunga, setiap buah, dan setiap hewan merupakan stempel dan segel yang menyatakan dengan lisan keteraturannya bahwa tempat ini adalah Milik Zat yang memiliku, ciptaan Zat yang menciptakanku, tulisan Zat yang
Badiuzzaman Said Nursi

| 21

aku menjadi hurufnya, dan kreasi Zat yang aku merupakan ukirannya. Karena itu, sebagaimana pengaturan hakiki terhadap makhluk yang paling kecil sekalipun, dan pemeliharaan terhadap entitas yang paling lemah sekalipun dilakukan oleh Zat yang semua unsur berada dalam genggaman-Nya, demikian pula dengan pengelolaan dan pengoperasian semua unsur dan elemen. Ia dilakukan oleh Zat mengatur dan mengendalikan semua hewan dan tumbuhan dalam genggaman pemeliharaan-Nya. Ini merupakan stempel tauhid yang dapat dilihat oleh orang yang matanya sehat dan kalbunya tidak tertutupi karat. Wahai orang yang sombong, cobalah apakah dirimu mampu menguasai sesuatu di alam ini? Pergilah dan dengarkan ucapan setiap makhluk yang berucap, Zat yang menguasai keseluruhan spesiesku dapat mengaku memilikiku. Jika tidak begitu, ia tidak bisa mengaku. Kemudian pergilah menuju spesies yang ada, masing-masing berkata dengan lisan ketersebarannya, Siapa yang dapat menguasai bumi entah bagian luar ataupun bagian dalamnya bisa mengaku menguasaiku. Jika tidak, pengakuannya dusta. Lalu, pergilah kepada bumi, maka lewat lisan kerjasama antara dirinya dan langit ia berucap, Siapa yang dapat menguasai seluruh entitas, ia boleh mengaku menguasai diriku. Jika tidak, maka pengakuannya palsu.

CAHAYA KESEPULUH
Apabila engkau melihat sejumlah stempel tauhid yang telah kami singgung yang terdapat pada partikel, entitas, seluruh alam, kehidupan dan makhluk hidup, maka lihatlah segel tunggal dari begitu banyak segel keesaan yang terhampar pada semua spesies dan seluruh alam. Ya, beban untuk menumbuhkan sebuah pohon yang memiliki buah sama mudahnya dengan beban untuk menumbuhkan satu buah karena sumber yang mengaturnya sama. Sumber yang sama, hukum yang sama, serta pengelolaan yang sama membuat beban, kesulitan, dan biayanya ringan. Ia sangat mudah sehingga tidak berbeda antara pohon yang memiliki buah tak terhitung

22 |

Al-Matsnawi An-Nuri

yang berada di satu tangan dengan satu buah yang berada di banyak tangan. Untuk memelihara satu buah saja, pengelola yang berjumlah banyak membutuhkan sesuatu yang bisa menumbuhkan pohon dengan sempurna berikut buahnya dilihat dari jumlah perangkat yang diperlukan. Tidak ada perbedaan antara keduanya kecuali dari segi cara. Sama halnya dengan pabrik dan mesin yang bekerja memproduksi perangkat militer untuk satu pasukan besar. Ia membutuhkan alat-alat yang juga diperlukan untuk memproduksi perangkat untuk satu orang. Perbedaan hanya terletak pada hal teknisnya saja. Contoh lain adalah ongkos untuk mencetak ribuan copy di percetakan sama bahkan lebih murah jika dibandingkan dengan ongkos untuk mencetak satu copy saja. Jika engkau meninggalkan percetakan yang satu itu untuk pergi kepada banyak percetakan, tentu engkau harus membayar ribuan kali lipat. Kesimpulannya, jika engkau tidak menisbatkan sesuatu yang banyak kepada yang satudi mana engkau terpaksa menisbatkan yang satu kepada yang banyaktentu beban dan biayanya bertambah sebanyak jumlah yang ada. Penciptaan semua spesies yang bertebaran dengan mudah dan luar biasa merupakan bentuk kemudahan dari tauhid dan keesaan.

CAHAYA KESEBELAS
Kesamaan antar semua entitas sejenis dan kemiripan antara spesies yang sama dalam beberapa organ utama menunjukkan stempel dan pena yang satu yang menjadi bukti bahwa semua kesamaan dan kemiripan tersebut merupakan kreasi tunggal. Demikian pula dengan kemudahan yang terlihat dan ringannya beban. Kedua hal tersebut menunjukkan bahwa semuanya merupakan tanda kreasi Pencipta Yang Mahaesa. Jika tidak, tentu yang muncul adalah kesulitan sampai pada tingkat di mana jenis dan spesies itu tidak mungkin terwujud. Karena itu, tidak mungkin Allah Swt memiliki sekutu. Jika tidak, tentu alam akan menjadi tidak beraturan. Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam berbuat sesuatu. Jika tidak, tentu alam ini tidak ada.

Badiuzzaman Said Nursi

| 23

CAHAYA KEDUABELAS
Lihatlah! Jika di satu sisi kehidupan merupakan petunjuk keesan-Nya dan dalil kemestian eksistensi-Nya, di sisi lain kematian merupakan bukti keabadiaan dan kekekalan-Nya. Jika tetesan sungai yang mengalir, buih yang bergelombang di lautan, serta benda di muka bumi menjadi saksi atas keberadaan matahari lewat cahaya yang dipantulkannya, maka hilang dan sirnanya tetesan, buih, dan benda tersebut padahal pantulan cahaya tadi masih terus tampak pada benda sejenis yang datang sesudahnya menjadi bukti akan eksistensi matahari yang terus ada dalam bentuk manifestasinya. Sementara, pantulan cahaya tadi hanya merupakan tanda keberadaan sebuah mentari. Ia menampakkan keberadaan matahari lewati wujudnya serta keabadian matahari lewat ketiadaannya. Demikianlah kondisi seluruh entitas. Keberadaannya menunjukkan keberadaan Sang Wajibul wujud (Allah), sementara ketiadaannya seiring dengan kedatangan entitas sejenis sesudahnya menunjukkan keabadian-Nya. Pasalnya, kemunculan kembali sejumlah ciptaan yang indah, serta pergantian berbagai entitas, dan kelenyapannya setelah kemunculan entitas sejenisnya seiring dengan pergantian siang dan malam dan pergantian musim, semua itu menunjukkan dengan sangat jelas eksistensi Pemilik keindahan Yang Mahaesa, kekal, tinggi, dan abadi. Lenyapnya berbagai sebab dan akibat seiring dengan pergantian tahun dan masa, lalu kemunculan kembali akibat dan sebab sejenis menunjukkan secara tegas bahwa semuanya lemah dan makhluk Tuhan yang dirangkai dengan sebuah hikmah yang sangat halus. Lebih dari itu, ia menunjukkan bahwa semua ciptaan yang halus tersebut dan seluruh entitas yang indah yang terus berputar merupakan kreasi Zat Yang Mahaesa, Mahaagung, dan Pemurah; Zat yang seluruh nama-Nya suci dan indah. Ia juga merupakan hasil ukiran-Nya yang terus berubah, cerminNya yang terus bergerak, serta segel-Nya yang terus berganti.

CAHAYA KETIGA BELAS


Lihatlah! Segala sesuatudari atom hingga planet, dari diri

24 |

Al-Matsnawi An-Nuri

hingga mentaridengan lisan ketidakberdayaannya menunjukkan eksistensi Penciptanya dan dengan tugas-tugas menakjubkan yang dilakukannya secara teratur menunjukkan keesan-Nya. Segala sesuatu memiliki dua saksi bahwa Dia ada dan esa. Segala yang hidup memiliki dua tanda bahwa Dia esa dan abadi. Dari kandungan Alquran aku memahami bahwa semua partikel alam menunjukkan eksistensi, keesaan, dan keabadian Allah lewat sekitar lima puluh lima lisan. Semuanya kujelaskan secara ringkas dalam risalah berbahasa Arab yang berjudul tetesan. Anda bisa merujuk kepadanya.

CAHAYA KEEMPAT BELAS


Ketahuilah bahwa semua entitas di samping membuktikan eksistensi dan keesaan Allah juga membuktikan semua sifat-Nya yang agung, indah, dan sempurna, membuktikan kesempurnaan zat-Nya, tanpa ada kekurangan entah pada zat, kondisi, sifat, nama, dan perbuatan-Nya. Sebab, kesempurnaan makhluk menunjukkan kesempurnaan perbuatan-Nya, kesempurnaan perbuatan-Nya secara otomatis menunjukkan kesempurnaan nama-Nya, dan kesempurnaan nama-Nya sudah pasti menunjukkan kesempurnaan sifat-Nya, kesempurnaan sifat tidak diragukan lagi menunjukkan kesempurnaan kondisi-Nya, serta kesempurnaan kondisi-Nya secara haqqul yakin menunjukkan kesempurnaan Zat-Nya. Jika kesempurnaan lukisan hiasan istana yang tanpa cacat memperlihatkan kesempurnaan perbuatan Sang Pencipta, maka kesempurnaan perbuatan-Nya menjelaskan kesempurnaan nama Pelakunya; yaitu Dia Pencipta yang mahir, Arsitek yang pandai, Pelukis yang bijak, dan seterusnya. Lalu, kesempurnaan namaNya menerangkan kesempurnaan sifat-Nya; yaitu berilmu, bijak, mencipta, dan merancang. Kesempurnaan sifat-Nya menunjukkan kesempurnaan kondisi-Nya; yaitu memiliki kemampuan unggul dan potensi yang baik. Sementara, kesempurnaan kondisiNya menyingkap sisi kesempurnaan Zat Sang Pelukis tersebut dalam bentuk yang layak dan sesuai dengan kedudukan-Nya.
Badiuzzaman Said Nursi

| 25

Kesempurnaan makhluk yang tampak di alam ini tanpa ada cacat dan kekurangan membuktikan kesempurnaan perbuatan yang tersembunyi di baliknya. Kesempurnaan perbuatan menunjukkan secara jelas kesempurnaan nama Pelakunya. Kesempurnaan nama-Nya menunjukkan kesempurnaan sifatNya; sebab nama tersebut bersumber dari penisbatan sifat. Lalu kesempurnaan sifat secara tegas menyingkap kesempurnaan kondisi-Nya yang merupakan landasan dari sifat-Nya yang suci. Serta kesempurnaan kondisi-Nya secara haqqul yakin menunjukkan kesempurnaan Zat sesuai dengan keberadaan-Nya. Bahkan, semua kesempurnaan dan keindahan yang terdapat di alam merupakan bayangan kecil jika diukur dengan kesempurnaan dan keindahan Allah Swt.

26 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Kedua

PERCIKAN LAUTAN MAKRIFAT NABI SAW8 rts


Bismillahirrahmanirrahim Catatan:
Yang diperkenalkan oleh Tuhan kepada kita tidaklah terhitung dan terhingga. Hanya saja, argumen dan dalil besarnya ada tiga: Pertama, alam ini. Engkau telah mengetahui sejumlah bukti dari kitab besar ini. Kedua, bukti terbesar dari kitab ini yang berupa stempel kenabian dan kunci perbendaharaan tersembunyi, Nabi saw. Ketiga, penjelas kitab alam dan argumen Allah atas manusia. Yaitu Alquran yang penuh hikmah. Kita harus mengetahui bukti kedua yang berbicara lalu kita perhatikan. Dari lautan makrifat beliau terdapat sejumlah percikan:

8)

Ustadz Nursi menerjemahkan percikan ini ke dalam bahasa Turki serta menjadikannya sebagai Kalimat Sembilan Belas. Karena itu, kami menyeleraskan dengannya.

Badiuzzaman Said Nursi

| 27

PERCIKAN PERTAMA
Ketahuilah bahwa argumen kedua ini memiliki kepribadian yang agung. Barangkali engkau bertanya, Apa itu? Dan apa substansinya? Jawabannya bahwa beliau lewat keagungan moralnya menjadikan atap bumi sebagai masjidnya, Mekkah menjadi mihrabnya, dan Madinah menjadi mimbarnya. Beliau adalah imam bagi seluruh kaum beriman yang bermakmum dengan berbaris di belakangnya. Beliau khatib bagi seluruh manusia yang menjelaskan tentang rambu-rambu kebahagiaan mereka. Beliau pemimpin seluruh nabi yang menyucikan dan membenarkan mereka lewat integralitas agamanya yang mencakup semua agama mereka. Beliau penghulu para wali yang membimbing dan mendidik mereka dengan mentari risalahnya. Beliau adalah poros dalam pusat halaqah zikir yang terdiri dari para nabi, orang-orang pilihan, kaum shiddiqin, kelompok yang taat, yang sepakat di atas kalimat-Nya. Beliau adalah pohon bersinar yang memiliki akar kokoh berupa para nabi dengan landasan samawi yang mereka miliki, memiliki ranting hijau dan segar berikut buah yang halus bercahaya; yaitu para nabi dengan makrifat mereka. Setiap pernyataan beliau dibuktikan oleh para nabi dengan bersandar kepada mukjizat mereka serta oleh para wali dengan bersandar kepada karomah mereka. Seolah-olah pada setiap pernyataan yang beliau buat terdapat stempel seluruh orang suci di atas. Misalnya beliau mengucap kalimat l ilha illallh (tiada Tuhan selain Allah) serta menyatakan tauhid. Ternyata kita mengetahui lewat dua kelompok mulia tersebutmentari dan bintang manusia yang menempati wilayah zikir dari masa lalu dan mendatang kalimat serupa yang terus mereka ulang dan mereka sepakati meski berbeda cara dan jalan. Seolah-olah mereka sepakat berkata, Engkau benar. Engkau menyatakan sesuatu yang benar. Tidak ada yang bisa menyanggah pernyataan yang didukung oleh kesaksian pihak-pihak yang tak terhitung banyaknya di mana mukjizat dan karomah mereka menjadi legitimasi.

28 |

Al-Matsnawi An-Nuri

PERCIKAN KEDUA
Ketahuilah bahwa argumen cemerlang ini yang menunjukkan kepada tauhid dan membimbing manusia kepadanya, di samping dua sisinya diperkuat oleh kenabian dan kewalian secara ijma dan mutawatir, ia juga dibenarkan oleh penjelasan kitab samawi seperti kabar gembira yang terdapat dalam Taurat, Injil, Zabur, dan kitab-kitab suci terdahulu. Selain itu, ia diperkuat oleh sejumlah bukti yang tampak jelas, diperkuat oleh kabar gembira yang demikian banyak, diperkuat oleh kesaksian para peramal yang diriwayatkan secara mutawatir, serta diperkuat oleh keberadaan ribuan mukjizat. Sebagai contoh: terbelahnya bulan, keluarnya air dari jari-jemari beliau, turunnya hujan di saat beliau berdoa, makanan sedikit yang bisa mengenyangkan banyak orang, serta bagaimana biawak, serigala, unta, dan batu berbicara di samping ribuan lainnya sebagaimana yang dijelaskan oleh para perawi terpercaya. Argumen tersebut juga diperkuat oleh syariat beliau yang mencakup kebahagiaan dunia dan akhirat. Engkau telah mendengar dan menyaksikan pada sejumlah pelajaran sebelumnya berbagai kilau mentari syariahnya yang mengantarkan kepada kebahagiaan. Karena itu, selama matamu bersih dan kalbumu jernih, hal tersebut telah cukup bagimu.

PERCIKAN KETIGA
Ketahuilah! Sebagaimana dalil-dalil langit membenarkannya, beliau juga seperti mentari yang menunjukkan keberadaannya lewat diri sendiri. Dengan kata lain, beliau dibenarkan oleh sejumlah petunjuk yang terdapat pada pribadi beliau. Yaitu seluruh akhlak mulia dan terpuji terkumpul dalam diri beliau. Demikian pula dengan karakter beliau yang memancarkan semua sifat-sifat luhur dan suci. Di samping itu adalah kekuatan iman beliau lewat sikap zuhud, takwa, dan ibadah yang ditampakkan. Lalu kesempurnaan keyakinan beliau yang terlihat dari perjalanan hidup, kesungguhan, dan keteguhannya. Juga ketenangan beliau dalam bergerak yang dibuktikan oleh ketentraman jiwanya. Semua itu membuktikan pengakuan dan sikap beliau yang berpegang pada
Badiuzzaman Said Nursi

| 29

kebenaran. Ia tak ubahnya seperti daun-daun hijau, bunga-bunga bersinar, serta buah yang segar yang menjadi saksi atas kehidupan pohonnya.

PERCIKAN KEEMPAT
Ketahuilah bahwa ruang lingkup waktu dan tempat memberikan pengaruh besar terhadap cara berpikir manusia. Misalnya mari kita lepaskan imajinasi waktu saat ini. Kita lepaskan pakaian yang kotor ini. Lalu, kita masuk ke lautan waktu yang mengalir. Kemudian kita berenang di dalamnya menuju era kebahagiaan yang berupa pulau subur dan indah di antara kumpulan waktu dan masa. Marilah kita melihat jazirah Arab yang merupakan kota cemerlang di pulau tersebut. Mari kita kenakan pakaian di era itu hingga sampai ke pusat risalah Islam; tempat beliau menunaikan tugas utama. Bukalah matamu, lalu lihatlah! Kerajaan pertama yang terlihat oleh kita adalah sosok manusia luar biasa yang memiliki tampilan istimewa dalam sejarah perjalanannya yang mulia. Beliau menggenggam kitab suci yang mulia. Lewat lisannya beliau mengungkapkan perkataan yang ringkas, penuh hikmah, dan berlaku sepanjang masa untuk seluruh umat; bahkan untuk seluruh jin dan manusia; dan seluruh entitas yang ada. Sungguh menakjubkan. Apa yang beliau katakan? Beliau mengatakan persoalan besar dan membahas berita agung. Beliau menjelaskan misteri tentang rahasia penciptaan alam; membuka dan menyingkap teka-teki tersembunyi mengenai rahasia hikmah alam; menerangkan tiga pertanyaan sulit yang membingungkan banyak orang karena merupakan pertanyaan setiap orang; yaitu siapa engkau? Dari mana? Dan hendak ke mana?

PERCIKAN KELIMA
Lihatlah sosok bersinar tersebut, bagaimana beliau memancarkan cahaya dan sinar kebenaran yang demikian terang. Beliau membuat malam manusia menjadi siang dan musim dinginnya menjadi musim semi. Seolah-olah semua entitas berganti bentuk sehingga alam ini tampak tertawa gembira setelah sebelumnya

30 |

Al-Matsnawi An-Nuri

cemberut dan masam. Jika kita tidak mengambil cahaya beliau, kita akan melihat alam ini menjadi tempat berkabung. Seluruh entitas akan tampak menjadi seperti orang asing dan musuh. Yang satu tidak mengenali yang lain; bahkan memusuhinya. Benda-benda tak ubahnya jenazah besar. Hewan-hewan dan manusianya seperti anak yatim yang meratapi kepergian dan perpisahan. Dengan seluruh gerak, ragam, perubahan, dan ukirannya, alam ibarat tempat bermain yang sia-sia; tak mempunyai arti. Lewat kelemahan dan pikirannya yang meratapi duka masa lalu dan kecemasan terhadap masa mendatang, manusia menjadi lebih hina dan rendah dari semua makhluk lainnya. Itulah esensi alam bagi orang yang tidak memasuki wilayah cahayanya. Sekarang lihatlah alam ini dengan cahayanya, lewat teropong agamanya, dan dalam wilayah syariatnya. Lihatlah bagaimana bentuk alam berubah. Rumah duka itu berubah menjadi masjid tempat zikir dan pikir serta majlis tempat memuji dan mengungkap rasa syukur. Musuh yang asing berubah menjadi kekasih dan saudara. Seluruh benda mati yang diam juga berubah menjadi hidup dan damai yang terhampar dan menjadi tanda kekuasaan Penciptanya. Makhluk hidup yang sebelumnya yatim, menangis, dan sedih berubah menjadi orang-orang yang berzikir dengan tasbih mereka; seraya menyukuri berbagai kemudahan dalam tugas mereka. Gerakan alam yang beragam dan berubah-ubah berganti dari yang tadinya sia-sia menjadi tulisan rabbani, lembaran bukti penciptaan, serta cermin langit ilahi sehingga alam demikian mulia dan menjadi kitab hikmah-Nya. Lihatlah bagaimana manusia naik dari lembah hewani yang lemah dan tak berdaya menuju puncak kepemimpinan lewat kadar kelemahannya, iringan kepapahannya, duri penghambaannya, obor kalbunya, dan kesederhanaan iman akalnya. Lalu, perhatikan bagaimana sebab-sebab kejatuhannya yang berupa kelemahan, kemiskinan, dan akalnya berubah menjadi sebab yang membuatnya naik karena mendapat cahaya sosok bersinar itu. Setelah itu lihatlah masa lalu, kuburan besar yang demikian gelap, bagaimana ia menjadi terang dengan mentari para nabi
Badiuzzaman Said Nursi

| 31

dan bintang para wali. Lihatlah masa depan yang merupakan malam yang sangat pekat. Ia menjadi terang oleh cahaya Alquran dan memperlihatkan taman-taman sorga. Karena itu, kalau seandainya sosok tersebut (Nabi saw) tidak ada tentu seluruh alam dan manusia serta segala sesuatu akan jatuh pada tingkat kehampaan; tak bernilai dan tak bermakna. Maka, alam yang indah ini membutuhkan keberadaan sosok luar biasa dan mulia tersebut. Jika beliau tidak ada, alam pun tiada sebab tidak lagi bermakna bagi kita. Mahabenar Allah yang befirman, Kalau bukan karenamu, Aku takkan menciptakan alam.9

PERCIKAN KEENAM
Barangkali engkau bertanya, Apa yang dikatakan oleh sosok yang kita lihat telah menjadi mentari bagi alam sekaligus lewat agamanya menyingkap berbagai kesempurnaan entitas? Sebagai jawabannya, lihat dan perhatikan apa yang beliau katakan! Beliau menjelaskan dan memberi kabar gembira tentang kebahagiaan abadi. Beliau menerangkan rahmat yang tak terhingga seraya mengungkapkannya dan mengajak manusia kepadanya. Beliau menjadi penunjuk jalan kepada kekuasaan rububiyah Tuhan; serta penyingkap hal-hal tersembunyi yang terdapat di langit ilahi. Perhatikan sisi tugas yang beliau emban. Engkau akan mendapatkan petunjuk kebenaran, lentera hakikat, mentari hidayah, dan sarana menuju bahagia. Kemudian, perhatikan sisi pribadinya yang merupakan perumpamaan cinta Tuhan, contoh rahmat-Nya, kehormatan hakikat manusia, serta buah pohon makhluk yang paling bersinar.

9)

Ini adalah hadits qudsi. Sejumlah peneliti telah mengkaji hadits tersebut. Ada yang mengakuinya tetapi, ada yang menganggapnya lemah, serta ada pula yang mengingkarinya. Barangkali pandangan yang terdapat dalam Syarh al-Syif (1/6) merupakan kesimpulan yang tepat. Disebutkan bahwa maknanya benar, meski riwayatnya lemah. Hal ini didukung oleh Ibnu Taymiyyah dilihat dari kebenaran maknanya seperti terdapat dalam Majmu Fatw (11/ 96-98).

32 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Lalu perhatikan bagaimana cahaya agamanya secepat kilat menyebar ke Timur dan Barat. Dengan penuh ketundukan terdapat sekitar separuh penduduk bumi dan seperlima manusia menerima petunjuk beliau di mana mereka siap mengorbankan nyawa untuknya. Mungkinkah nafsu dan setan bisa menyanggah berbagai pernyataan yang dibawa oleh sosok semacam beliau; apalagi terkait dengan prinsip utama dakwah beliau; tiada Tuhan selain Allah, dalam seluruh tingkatannya?

PERCIKAN KETUJUH
Jika engkau ingin mengetahui faktor yang menggerakkan beliau, maka ia tidak lain adalah kekuatan yang suci dan mulia. Lihatlah aksi-aksi beliau di wilayah yang luas tersebut! Tidakkah engkau melihat bagaimana bangsa yang buas yang menempati padang pasir, yang demikian fanatik terhadap tradisi mereka, keras kepala, dan berhati keras sehingga tega membunuh anak perempuannya hidup-hidup, berhasil dirubah oleh sosok tersebut. Beliau telah melenyapkan dan mencabut semua akhlak buruk yang ada hanya dalam waktu singkat. Lalu mereka dipoles dengan akhlak yang luhur dan mulia. Mereka berhasil dibentuk oleh sang guru dunia. Lihatlah bagaimana kekuasaan beliau tidak hanya dalam bentuk lahiriah yang membuat mereka takut sebagaimana penguasa lain. Namun, beliau justru membuka hati dan akal serta menundukkan banyak jiwa manusia sehingga menjadi sosok yang dicinta, pendidik akal, pembina dan penguasa jiwa.

PERCIKAN KEDELAPAN
Seperti diketahui bersama, merubah kebiasaan sederhana yang dimiliki sejumlah orang, merokok misalnya, sangatlah sulit dilakukan oleh penguasa besar sekalipun. Namun, kita melihat bagaimana beliau berhasil menghilangkan sejumlah kebiasaan utama dari satu bangsa yang fanatik terhadap tradisi dan keras kepala dengan kekuatan sederhana, tekad kecil, dan dalam waktu singkat. Kemudian beliau menggantikannya dengan sejumlah
Badiuzzaman Said Nursi

| 33

kebiasaan dan karakter yang melekat kuat pada diri mereka. Lihatlah pribadi Umar ra. sebelum dan sesudah mendapat petunjuk. Benih yang ada berubah menjadi pohon yang kekar. Demikianlah, terdapat ribuan aksi luar biasa beliau yang kita ketahui. Siapa yang masih belum mengetahui era tersebut, perlu masuk ke jazirah Arab. Dirinya perlu mencoba pergi ke dalamnya. Ajaklah seratus orang filosof untuk pergi bersama ke tempat tersebut dan bekerja selama seratus tahun. Dapatkah kiranya mereka melakukan satu hal saja dari seratus hal yang telah dilakukan oleh Nabi saw dalam setahun menurut ukuran masa itu?!

PERCIKAN KESEMBILAN
Perlu diketahui, jika engkau mengetahui tabiat manusia, orang berakal tidak akan mudah membuat sebuah pengakuan dusta yang diucapkan tanpa malu-malu, acuh, dan tanpa dibuatbuat yang diucapkan di hadapan musuh yang akan mengkritik, meski ia hanya orang kecil, memiliki jabatan rendah, pada lingkungan kecil, dan dalam persoalan sepele. Jika demikian, bagaimana mungkin hal itu akan dilakukan oleh sosok seperti beliau yang merupakan orang besar, memiliki tugas besar, dalam lingkungan besar, di hadapan musuh-musuh besar, dan dalam persoalan besar. Beliau menyampaikan perkataan beliau tanpa peduli dengan keberatan orang, tanpa ragu-ragu, dan tanpa rasa takut. Beliau sampaikan semuanya dengan jujur, menarik, dan cara yang membuat musuh emosi; yaitu dengan menghinakan akan mereka, merendahkan jiwa mereka, menghancurkan kehormatan mereka, serta dengan gaya yang sangat kuat. Mungkinkan manipulasi dan dusta terselip ke dalam pengakuan orang semacam beliau dalam kondisi seperti disebutkan di atas? Tentu saja tidak mungkin. Ia tidak lain merupakan wahyu yang diberikan padanya.10 Ya. Kebenaran tidak membutuhkan manipulasi dan pandangan terhadap hakikat kebenaran tidak bisa dimanipulasi.

10) Q.S. al-Najm: 4.

34 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Jalan beliau yang benar tidak membutuhkan manipulasi. Serta pandangan beliau yang menembus tidak akan membuat hakikat kebenaran bercampur dengan fantasi.

PERCIKAN KESEPULUH
Lihat dan perhatikan apa yang beliau katakan! Beliau membahas berbagai hakikat besar yang menakjubkan, mengingatkan manusia, menerangkan persoalan yang menarik perhatian kalbu dan akal, serta memberikan kabar gembira. Seperti diketahui, keingintahuan terhadap hakikat segala sesuatu telah menggiring banyak manusia untuk rela mengorbankan nyawa. Karena itu, ada yang berkata, Jika engkau habiskan setengah usiamu atau setengah dari hartamu, lalu turun seseorang dari bulan atau planet yang memberimu informasi tentang keadaan kedua benda langit itu sekaligus memberitahu tentang hakikat masa depanmu, apakah engkau rela dengan pengorbanan di atas? Sungguh aneh. Engkau rela memenuhi keingintahuanmu dengan mengorbankan setengah dari usia dan hartamu; sementara engkau tidak peduli dengan sabda Nabi saw yang dibenarkan oleh semua nabi, kaum shiddiqin, wali, dan para ahli hakikat yang telah menyaksikan. Beliau menerangkan kondisi kerajaan-Nya di mana bulan hanyalah seperti lalat yang terbang di sekitar kupu-kupu. Kupu-kupu itu terbang di sekitar lentera yang dinyalakan di sebuah lampu yang disiapkan untuk para tamu yang telah melakukan perjalanan dari ribuan rumahnya. Beliau memberitahukan tentang alam yang menjadi tempat kejadian berbagai hal luar biasa, di mana kalaupun bumi terbelah dan gunung-gunungnya beterbangan seperti awan, hal itu masih belum seberapa. Engkau bisa memperhatikan firman-firman Allah yang berbunyi, Apabila matahari digulung.11 Apabila langit terbelah.12 Apabila bumi digoncang dengan segoncang-goncangnya.13 Hari kiamat.14
11) 12) 13) 14) Q.S. al-Takwir: 1 Q.S. al-Infithr: 1. Q.S. al-Zilzalah: 1. Q.S. al-Qariah: 1.

Badiuzzaman Said Nursi

| 35

Beliau menceritakan tentang realitas masa depan. Masa depan dunia baginya hanyalah satu tetes fatamorgana yang tidak ada artinya jika diukur dengan lautan tak bertepi. Beliau memberitahukan tentang alam kebahagiaan. Baginya, kebahagiaan duniawi hanya seberkas kilat yang cepat menghilang jika diukur dengan mentari abadi. Ya, di balik hijab alam terdapat berbagai hal menakjubkan yang menantikan dan menatap kita. Untuk memberitahukan semua itu harus ada sosok luar biasa yang dapat menyaksikan untuk kemudian bersaksi, melihat untuk kemudian memberitakan. Dalam hal ini kita menyaksikan kondisi beliau bagaimana beliau menyaksikan dan kemudian bersaksi, lalu memberikan peringatan dan kabar gembira. Beliau juga memberitahukan tentang apa saja yang disukai dan dituntut oleh Tuhan Pemelihara alam semesta dari kita. Serta masih banyak lagi persoalan besar lainnya yang mesti diketahui, dan hakikat yang mesti dipahami di mana hanya itu kebahagiaan dapat terwujud. Sungguh rugi orang yang lalai. Sungguh rugi orang yang tersesat. Sungguh aneh mengapa sebagian besar manusia demikian dungu. Bagaimana mereka buta terhadap kebenaran dan tuli dengan hakikat yang ada. Mereka tidak peduli dengan berbagai hal menakjubkan yang terdapat pada sosok semacam beliau. Padahal, mestinya orang sepertinya layak dibela dengan nyawa dan segera dihampiri dengan meninggalkan dunia berikut segala isinya.

PERCIKAN KESEBELAS
Perlu diketahui, pribadi beliau yang tampak dengan moralitasnya, yang dikenal di dunia dengan ketinggian sifatnya, di samping merupakan petunjuk yang benar akan keesaan Tuhan dan dalil kebenaran tauhid, beliau juga merupakan petunjuk terang dan dalil cemerlang yang menjelaskan tentang kebahagiaan abadi. Lebih dari itu, sebagaimana lewat dakwah dan petunjuknya beliau menjadi sebab yang mengantarkan pada kebahagiaan abadi, lewat doa dan pengabdiannya beliau juga menjadi sebab terwujudnya kebahagiaan tersebut.

36 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Engkau bisa melihatnya ketika berada dalam salat terbesar yang dengan keluasaannya ia merubah jazirah Arab; bahkan seluruh dunia menjadi sosok yang melakukan salat semacam itu. Kemudian perhatikan bagaimana beliau melaksanakan salat tersebut dengan jamaah yang sangat banyak. Seolah-olah beliau menjadi imam dalam mihrab masanya diikuti oleh semua manusia yang mulia, dari sejak Adam hingga masa kini, dan bahkan hingga akhir zaman nanti. Mereka berbaris dalam barisan semua generasi dengan bermakmum dan mengamini doanya. Lalu, perhatikan apa yang beliau lakukan dalam salat tersebut dengan jamaah yang ada. Beliau berdoa untuk satu kebutuhan yang sangat penting, besar, dan integral yang semua ikut berdoa bersamanya; termasuk langit dan seluruh entitas. Mereka sama-sama berujar, Ya, wahai Tuhan. Terimalah doanya. Kamibersama seluruh manifestasi nama-Mujuga memohon agar bisa menggapai apa yang ia minta. Lalu perhatikan bagaimana beliau bermunajat dengan segala kepapahan dalam kerinduan yang sangat kuat dan kesedihan yang sangat mendalam di mana hal itu membuat seluruh alam ikut menangis dan ikut berdoa bersamanya. Kemudian perhatikan untuk tujuan apa beliau bermunajat. Beliau bermunajat dan berdoa untuk sebuah tujuan yang kalau tidak tercapai tentu manusia, bahkan seluruh alam dan seluruh entitas, akan terjatuh kepada derajat yang paling rendah; tidak memiliki nilai. Namun, dengan permintaan beliau, semua entitas naik menuju derajat kesempurnaannya. Selain itu, perhatikan bagaimana beliau bermunajat secara terusmenerus dengan segala kesungguhan dan mengharap belas kasih. Doa beliau terdengar oleh arasy dan semua langit dan mengundang simpati mereka. Sehingga seolah-olah arasy dan langit berkata, Ya Allah kabulkan doanya! Perhatikan pula kepada siapa beliau meminta? Ya beliau meminta kepada Zat Yang Mahakuasa, Maha Mendengar, Mahamulia, Maha Mengetahui, Maha melihat, dan Maha Mengasihi yang mendengar seluruh doa yang paling tersembunyi dari makhluk yang paling kecil terkait dengan kebutuhan yang paling samar. Dia mengabulkan dengan memenuhi hajat kebutuhannya secara langsung.
Badiuzzaman Said Nursi

| 37

Dia mengetahui harapan paling kecil pada makhluk yang paling rendah dalam tujuan yang paling dekat. Dia mengantarkan kepadanya lewat cara yang tidak disangka-sangka. Dia mengasihi dan mencintai dalam bentuk yang bijaksana dan sangat rapi. Tidak ada keraguan bahwa pemeliharaan dan pengaturan tersebut berasal dari Zat Yang Maha Mendengar, Mengetahui, Melihat, dan Bijaksana.

PERCIKAN KEDUA BELAS


Sungguh menakjubkan apa yang diminta oleh sosok yang tegak di atas bumi yang membuat seluruh nabi beserta seluruh manusia mulia berbaris di belakangnya. Beliau mengangkat tangan mengarah kepada arasy yang agung lalu berdoa dengan diamini oleh jin dan manusia. Dari kondisinya dapat diketahui bahwa beliau adalah manusia yang paling mulia, makhluk yang paling istimewa serta kebanggaan seluruh alam di sepanjang zaman. Beliau meminta syafaat lewat seluruh nama Tuhan yang tampak pada cermin entitas. Bahkan seluruh mereka juga meminta hal yang sama lewat nama-Nya. Perhatikan bagaimana beliau meminta keabadian, pertemuan, sorga, dan rida-Nya. Andaikan rahmat, pertolongan, hikmah, dan keadilan yang merupakan sebab pengantar kepada kebahagiaan abadi tidak ada, maka doa beliau sudah cukup lantaran Tuhan membangun sorga untuknya dan untuk anak-anaknya. Hal itu sebagaimana Dia mendatangkan sejumlah taman yang indah di setiap musim semi dengan berbagai ciptaan-Nya yang luar biasa. Jika risalah beliau menjadi sebab dunia ini dijadikan sebagai tempat ujian dan penghambaan, doa beliau menjadi sebab akhirat dijadikan sebagai tempat pemberian balasan dan ganjaran. Keteraturan yang luar biasa, rahmat-Nya yang demikian luas, ciptaan-Nya yang sangat sempurna tanpa cacat, serta keindahan yang tanpa cela sehingga orang semacam al-Ghazali berkata, Tidak ada yang lebih indah darinya, mungkinkah itu semua dihiasi dan digantikan oleh keburukan, kezaliman, dan kerancuan?! Pasalnya, mendengar dan memperhatikan suara yang paling hina pada makhluk yang paling rendah, terkait

38 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dengan kebutuhan yang paling sederhana, sementara di sisi lain tidak mau mendengar dan mengabulkan suara, doa, dan kebutuhan yang paling mulia, hal itu merupakan sesuatu yang paling buruk dan cacat. Hal itu tidak mungkin terjadi. Keindahan yang tanpa aib tersebut tidak mungkin menerima keburukan tadi. Jika tidak, tentu berbagai hakikat di atas akan berbalik dari baik menjadi buruk.

PERCIKAN KETIGA BELAS


Wahai sahabatku dalam petualangan yang menakjubkan ini, tidakkah apa yang kau saksikan sudah cukup?! Jika engkau ingin menjangkau seluruhnya tidak akan mampu. Namun, kalau engkau tetap berada di jazirah ini selama seratus tahun kita tidak akan bosan memandang satu bagian dari seratus bagian keajaiban tugas dan aksinya. Marilah kita kembali dan melihat generasi demi generasi, bagaimana semuanya demikian hijau dan mendapat curahan karunia dari era pertama tadi. Ya, kita melihat semua generasi yang kita lalui bunganya mekar oleh mentari era kebahagiaan tersebut. Generasi seperti Abu Hanifah,15 asy-Syafii,16 Abu Yazid al-Bustami,17 al-Junayd al-

15) Abu Hanifah (80-150 H) bernama Numan ibn Tsabit. Pendiri madzhab Hanafi, seorang fakih dan mujtahid. Ia salah seorang imam yang empat menurut ahlu sunnah. Lahir dan besar di Kufah, serta meninggal di Bagdad. Ia memiliki sejumlah tulisan. Di antaranya, Musnad dalam bidang hadits yang dikumpulkan oleh para muridnya, lalu al-Fiqh al-Akbar dan al-Makhrij dalam bidang fikih. (al-Alam karya az-Zarkaly, 8/36). 16) Asy-Syafii (150-204 H) salah seorang imam ahlu sunnah yang empat. Lahir di Gaza, Palestina dan dibawa ke Mekkah pada saat berusia dua tahun. Ia mengunjungi Bagdad dua kali, lalu pergi menuju Mesir pada tahun 199 H dan meninggal di sana. Kuburannya dikenal di Kairo. Ia termasuk keturunan Quraisy yang pandai memanah. Selain itu, ia mahir dalam bidang syair, bahasa dan sejarah Arab. Kemudian ia menekuni fikih dan hadits, serta mengeluarkan fatwa pada saat usianya baru menginjak dua puluh tahun. Ia memiliki banyak tulisan. Di antaranya yang terkenal adalah al-Umm dalam bidang fikih dan Ahkam al-Qurn (al-Alam 6/26). 17) Abu Yazid al-Bustami (188-261 H) bernama Thoyfur ibn Isa al-Bustami. Abu Yazid adalah seorang zuhud yang terkenal. Berasal dari daerah Bustam dan meninggal di sana (antara Khurasan dan Irak).

Badiuzzaman Said Nursi

| 39

Baghdadi,18 Syeikh Abdul Qadir al-Jilani,19 Imam al-Ghazali, Muhyiddin ibn Arabi,20 Abul Hasan al-Sydzily,21 Syah alNaqsyaband,22 al-Imam al-Rabbani, dan yang lain adalah ribuan buah bersinar yang bersumber dari limpahan petunjuk beliau. Penjelasan rinci tentang apa yang kita saksikan kita tunda pada waktu yang lain. Sekarang kita haturkan salawat dan salam kepada sosok bersinar yang memiliki sejumlah mukjizat, yakni Nabi Muhammad saw. Ya Allah limpahkan salawat dan salam kepada sosok bersinar yang padanya diturunkan Alquran oleh Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang dari arasy yang agung. Maksudnya junjungan kami Muhammad, beribu-ribu salawat dan salam sebanyak kebaikan umatnya semoga tercurah kepada sosok yang kedatangan risalahnya telah diinformasikan oleh kitab Taurat, Injil, Zabur dan kitab suci lainnya; yang kenabiannya telah
18) Ia adalah Junayd ibn Muammad (Abul Qasim al-zajja al-Qawariry) wafat tahun 297 H/ 1910 M. Seorang sufi yang zuhud sekaligus pemimpinnya. Lahir dan meninggal di Baghdad. Belajar ilmu fikih dari Sofyan al-Tsauri dan ilmu tasawwuf dari pamannya, al-Saiy al-Saqathy. 19) Abdul Qadir al-Jilani adalah putra dari Abu Salih Abu Muhammad al-Jaily. Lahir di Jaylan tahun 470 H. lalu masuk Baghdad dan mendengar dan mempelajari hadits dari Abu Said al-Makhrami al-Hambali. Ia salah seorang qutub yang terkenal di kalangan ahlu sunnah wal jamaah, serta seorang pembaharu besar. Banyak di antara kaum muslimin yang menjadi muridnya serta banyak pula kalangan yahudi dan Nasrani yang masuk Islam lewat tangannya. Di antara tulisannya adalah buku al-Ghuniyah, Futh al-Ghayb, dan al-Fath al-Rabbany. Ia wafat di Baghdad pada tahun 561 H. 20) Muhyiddin Ibn Arabi adalah Muhammad ibn Ali ibn Muhammad ibn Arabi, Abu Abdullah ath-Thai al-Andalusi yang dikenal dengan Ibnu Arabi dan dijuluki sebagai Syeikh al-Akbar. Lahir di Andalusia tahun 560 H dan meninggal di Damaskus pada tahun 638 H. Di antara tulisannya Fushs al-Hikam dan al-Futht al-Makkiyyah. 21) Al-Syadzily (591 -656 H) adalah Ali ibn Abdullah ibn Abdul Jabbar al-Syadzily. Syadzilah adalah sebuah desa di Afrika. Ia seorang zuhud yang singgah dan menetap di Iskandariyah. Pemimpin tarekat asy-Syadziliyyah dan penulis sejumlah wirid yang disebut dengan Hizb asy-Syadziliy. 22) Al-Naqsyaband adalah Muhammad Bahuddin, pendiri Tarekat an-Naqsyabandiyyah. Lahir di daerah Qasr al-Arifan, dekat Bukhara. Menuntut ilmu di Samarkand, menikah pada usia delapan belas tahun, serta menisbatkan diri kepada banyak guru. Terakhir ia kembali ke Bukhara hingga meninggal di sana. Di Bukhara ia mendirikan dan menyebarkan tarekatnya. Ia wafat tanggal 4 Rabiul Awal 791 H / 1389 M. yakni pada usia 73 tahun. Di antara tulisannya adalah Rislat alWaridat, al-Awrad al-Bahiyyah, dan Tanbih al-Ghafilin.

40 |

Al-Matsnawi An-Nuri

ditunjukkan oleh sejumlah keterangan yang berasal dari jin, wali, dan orang-orang suci; yang dengan isyaratnya bulan terbelah. Itulah junjungan kita, Nabi Muhammad saw. Beribu-ribu salawat dan salam sebanyak tarikan nafas umatnya semoga tercurah kepada sosok yang pepohonan datang menghampiri seruannya, yang hujan datang dengan cepat berkat doanya, yang awan melindunginya dari panas, yang ratusan manusia kenyang oleh makanan di nampannya, yang air memancar dari sela-sela jarinya seperti telaga al-kautsar, yang kadal, rusa, serigala, batang pohon, unta, gunung, batu, pepohonan dibuat bisa berbicara oleh Allah untuknya. Beliau adalah pribadi yang telah dimikrajkan. Junjungan dan pemberi syafaat bagi kita, Muhammad saw. Beribu-ribu salawat dan salam sebanyak huruf yang terbentuk dalam kata-kata yang terwujud dengan ijin Tuhan di cermin gelombang udara saat pembaca membaca setiap kata dari Alquran dari sejak awal turunnya hingga akhir zaman. Ampuni dan kasihi kami wahai Tuhan lewat setiap salawat darinya. Amin. Ketahuilah23 bahwa berbagai bukti kenabian Muhammad tidak terhingga banyaknya. Kami telah menyebutkan sebagiannya dalam kata kesembilan belas dan surat kesembilan belas. Di samping kesaksian berbagai mukjizatnya yang sampai berjumlah seribu dan kesaksian Alquran yang sisi kemukjizatannya mencapai empat puluh yang telah dijelaskan dalam kata kedua puluh lima pada risalah Muhammad saw., entitas alam dengan berbagai tandanya juga bersaksi atas kenabian beliau. Pasalnya, apabila dalam berbagai ciptaan yang tersebar di alam ini terdapat tanda dan petunjuk tentang entitas itu sendiri, pada waktu yang sama ia juga bersaksi atas keesaan zat-Nya, serta bukti yang ada padanya juga bersaksi atas risalah yang dibawa oleh Muhammad saw. Di antaranya adalah kesempurnaan ciptaan-Nya. Kesempurnaan ciptaan Tuhan yang terdapat pada makhluk dengan tegas menunjukkan risalah Muhammad saw. Karena keindahan
23) Bahasan penting terkait dengan petunjuk sejumlah entitas ini terpisah dari Percikan. Ustadz Nursi menerjemahkannya ke dalam bahasa Turki dan menjadikannya sebagai bagian ketiga dari kata kedelapan belas.

Badiuzzaman Said Nursi

| 41

makhluk memperlihatkan kepada yang melihatnya secara langsung kreasi dan hiasan-Nya yang bagus. Sementara kreasi dan hiasan tersebut secara otomatis menunjukkan bahwa dalam diri Penciptanya terdapat kehendak kuat untuk memperbagus dan memperindah. Kedua hal itu menunjukkan bahwa dalam diri Penciptanya terdapat rasa cinta mendalam terhadap ciptaanNya serta keinginan untuk memperlihatkan kesempurnaan ciptaan-Nya. Rasa cinta dan keinginan itu menunjukkan bahwa manusia yang merupakan makhluk paling sempurna dan paling indah merupakan manifestasi yang utuh dari rasa cinta dan keinginan-Nya. Selanjutnya, manusia sebagai makhluk yang paling komprehensif dan berperasaan memiliki pandangan dan sentuhan perasaan yang menyeluruh. Dengan pandangannya yang bersifat umum, ia mampu menatap seluruh pohon penciptaan. Dan dengan perasaannya yang menyeluruh ia mampu mengenali tujuan penciptaan. Manusia merupakan objek yang diajak bicara oleh Sang Pencipta. Karena pandangannya yang bersifat umum dan perasaannya yang menyeluruh menjadi sebab manusia dipilih sebagai objek yang diajak bicara, maka orang yang mencurahkan seluruh pandangan dan perasaannya untuk beribadah dan mencintai-Nya, lalu mengarahkan keduanya untuk menghormati ciptaan-Nya, serta mempergunakan semua pandangan, perasaannya, dan seluruh kekuatannya untuk menyukuri nikmat Tuhan dan mengajak umat manusia agar beribadah dan bersyukur pula, tentu orang istimewa semacam ini layak untuk menjadi mitra bicara yang didekatkan dan dicintai oleh-Nya. Wahai manusia, mungkinkah orang istimewa tersebut menurutmu bukan Muhammad saw.? Dapatkah sejarah memperlihatkan sosok lain yang lebih pantas mendapatkan kedudukan tersebut daripada Muhammad saw? Wahai yang memiliki penglihatan sehat dan mata hati, perhatikan dunia manusia di alam ini agar engkau dapat menyaksikan dengan jelas dua wilayah yang saling berhadapan dan dua sisi yang saling berlawanan: Yang satu adalah wilayah rububiyah yang sangat teratur dan rapi serta sisi penciptaan yang tertata dengan sangat

42 |

Al-Matsnawi An-Nuri

sempurna dan seimbang. Sementara satunya lagi adalah wilayah penghambaan yang bersinar dengan penuh ketundukan dan konsisten serta sisi yang berpikir, menghargai, bersyukur dan beriman. Jika engkau menyaksikan dua wilayah dan dua sisi tersebut, perhatikan keselarasan antara keduanya sehingga engkau dapat melihat secara jelas bahwa wilayah penghambaan seluruh sisinya bergerak dengan nama wilayah yang pertama sekaligus bekerja dengan seluruh kekuatannya untuk-Nya. Juga engkau dapat melihat dengan cermat bahwa sisi yang berpikir, bersyukur, menghargai, dan beriman menatap dengan seluruh makna dan isyaratnya kepada sisi penciptaan dan karunia-Nya. Apabila matamu menyaksikan hakikat tersebut, mungkinkah akalmu mengingkari keselarasan yang paling agung antara pimpinan wilayah ubudiyah dan Pemilik wilayah rububiyah? Akankah kalbumu tidak percaya bahwa pemimpin yang dengan ikhlas melayani tujuan Sang Pencipta untuk menghargai ciptaan-Nya memiliki keselarasan yang sangat agung dengan Sang Pencipta, memiliki hubungan yang kuat dengan-Nya, serta berbicara dan menerima risalah-Nya? Tak diragukan beliau adalah kekasih yang diterima di sisi Sang Pemilik kerajaan. Bahkan, beliau merupakan makhluk yang paling dicinta dan paling dekat dengan-Nya. Wahai manusia, mungkinkah engkau berpikir bahwa Sang Pencipta makhluk yang berhias dengan segala macam keindahan, Pemberi berbagai macam nikmat, Pemelihara berbagai sentuhan rasa yang terdapat di mulut makhluk tidak peduli dan tidak memperhatikan makhluk yang paling indah dan paling sempurna semacam beliau, yang menghadap kepada-Nya dengan rasa rindu, penghambaan, dan cinta yang sempurna; makhluk yang seluruh alam mendendangkan nyanyian kekaguman dan penghormatan lantaran indahnya kreasi Sang Pencipta, serta daratan dan lautan bergoncang karena tertarik oleh suara syukurnya atas kebaikan Tuhan dan gema takbirnya melihat keagungan Sang Pencipta? Mungkinkah Pencipta yang Maha Berbuat baik dan Maha
Badiuzzaman Said Nursi

| 43

Berkuasa tidak peduli terhadap makhluk-Nya yang selalu bersyukur ini? Mungkinkah Dia membiarkannya? Mungkinkah Dia tidak mengajaknya berbicara? Mungkinkah Dia tidak mencintainya? Mungkinkah beliau tidak didekati oleh-Nya? Mungkinkah Dia tidak ingin memperlihatkan watak dan sifat baik beliau kepada makhluk? Mungkinkah Dia tidak menjadikan beliau sebagai teladan bagi manusia agar mereka meniru akhlak dan perilakunya? Mungkinkah Dia tidak menjadikannya sebagai rasul bagi seluruh manusia? Atau, mungkinkah Pencipta makhluk yang tertata rapi yang lukisan kreasinya mengindikasikan adanya pengetahuan dan hikmah tak terbatas tidak memiliki sensitivitas dan pengetahuan terhadap makhluk-Nya yang paling sempurna dan paling indah? Atau, mungkinkah Dia mengetahui dan melihat, namun tidak berbicara dengannya? Atau, mungkinkah Dia mencintai dan berkenalan lewat ciptaan-Nya yang indah namun tidak mencintai dan mengenali sosok yang mencintai dan mengenal-Nya sebagaimana mestinya serta mendekat dan menunjukkan penghambaan pada-Nya dengan tulus?

PERCIKAN KEEMPAT BELAS


Bagian ini mencakup sejumlah tetesan dari laut mukjizat terbesar.

Tetesan Pertama
Perlu diketahui bahwa dalil-dalil kenabian Muhammad tidak terhitung dan tak terhingga. Hal itu telah dijelaskan oleh banyak peneliti. Dengan segala keterbatasan dan kekuranganku, aku telah menjelaskan beberapa kilau dari mentari tersebut dalam risalah berjudul Syut (Kilau-kilau). Aku juga telah menjelaskan secara global sejumlah aspek mukjizat terbesarnya, yakni Alquran. Dengan pemahamanku yang terbatas aku telah menerangkan sekitar empat puluh aspek kemukjizatan Alquran dalam al-Lawmi (Cahaya-cahaya).24 Di antara aspek tersebut aku
24) Diterbitkan sebagai lampiran tambahan dalam al-Kalimat.

44 |

Al-Matsnawi An-Nuri

telah menjelaskan salah satunya, yaitu retorikanya yang luar biasa, sebanyak empat puluh halaman dari tafsir berbahasa Arab yang kutulis yang berjudul Isyrt al-Ijz. Engkau bisa merujuk ke tiga buku di atas.

Tetesan Kedua
Ketahuilah! Dari pelajaran yang lalu engkau memahami jika Alquran yang bersumber dari Pencipta langit dan bumi dan diperkenalkan oleh Tuhan Pemelihara semesta alam kepada kita memiliki banyak kedudukan dan fungsi. Barangkali engkau bertanya, Apa itu Alquran? Jawabannya, ia adalah terjemah abadi bagi seluruh entitas dan bagi lisannya yang membaca ayat-ayat kauniyah, serta penafsir bagi buku alam. Ia juga penjelas bagi berbagai perbendaharaan langit yang tersembunyi dalam lembaran langit dan bumi. Ia kunci bagi berbagai hakikat yang tertutup dalam baris-baris kejadian. Ia lisan tak tampak dalam dunia nyata. Ia perbendaharaan kalam Tuhan yang abadi. Ia pilar dan mentari bagi dunia Islam. Ia peta bagi alam ukhrawi. Ia ucapan yang jelas, penafsir yang terang, bukti yang kuat, dan penerjemah cemerlang terkait dengan zat, sifat, nama, dan keadaan Allah. Ia pendidik bagi dunia manusia. Ia seperti air dan cahaya bagi umat manusia yang bernafaskan Islam. Ia hikmah hakiki bagi manusia sekaligus pengantar menuju tujuan penciptaan. Selain itu, bagi manusia di samping merupakan kitab syariat, Alquran juga merupakan kitab hikmah. Di samping merupakan kitab doa dan ibadah, ia juga kitab perintah dan dakwah. Di samping merupakan kitab zikir, ia juga merupakan kitab pemikiran. Di samping merupakan sebuah kitab yang mencakup begitu banyak kitab sejalan dengan semua kebutuhan manusia, ia juga seperti rumah suci yang terdiri dari sejumlah kitab dan risalah sehingga ia memperlihatkan untuk setiap jalan dari berbagai kelompok yang berbeda yang terdiri dari para wali, kaum shiddiqin, ahli makrifat, dan ahli hakikat sebuah risalah yang sesuai untuk menerangi dan menggambarkan jalan tersebut sehingga ia menjadi seperti kumpulan risalah.
Badiuzzaman Said Nursi

| 45

Tetesan Ketiga
Penjelasan tentang cahaya mukjizat di balik pengulangan ayat-ayat Alquran.25 Ia memuat enam hal: Pertama Perlu diketahui bahwa karena Alquran merupakan kitab zikir, kitab doa, dan kitab dakwah, maka pengulangan menjadi sesuatu yang tepat bahkan wajib. Pasalnya, zikir perlu diulangulang, doa perlu terus dipanjatkan, dan dakwah harus terus ditekankan. Dalam pengulangan zikir terdapat pencerahan, dalam pengulangan doa terdapat penetapan, dan dalam pengulangan dakwah terdapat penegasan. Kedua Perlu diketahui bahwa Alquran merupakan kalam dan obat bagi seluruh tingkatan manusia, mulai dari yang paling pandai hingga kepada yang paling bodoh, dari yang paling bertakwa hingga kepada yang paling celaka, dari yang mendapat taufik, bersungguh-sungguh, dan tidak tertarik pada dunia hingga kepada orang yang tertipu dan sibuk dengan dunia. Dengan demikian, setiap orang tidak akan selalu bisa membaca Alquran secara utuh yang merupakan obat bagi setiap orang di setiap waktu. Karena itu, Zat Yang Maha Bijaksana dan Penyayang memasukkan sebagian besar maksud Alquran dalam sebagian besar surat. Terutama, surat-surat yang panjang sehingga setiap surat menjadi semacam Alquran kecil. Jadi, Allah memudahkan jalan bagi setiap orang. Ia befirman,

Telah Kami mudahkan Alquran untuk menjadi peringatan, adakah yang mau mengambil pelajaran. 26

25) Persoalan kesepuluh dari kilau kesebelas. Ia menjelaskan hikmah pengulangan tersebut secara komprehensif. 26) Q.S. al-Qamar: 17.

46 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ketiga Perlu diketahui bahwa kebutuhan jasmani pada setiap waktu berbeda. Maka itu, untuk sebagian orang di setiap waktu ia seperti udara, untuk sejumlah orang di waktu panas ia seperti air, untuk sekelompok orang pada setiap hari seperti makanan, untuk beberapa orang di setiap minggu seperti cahaya, serta untuk sekian orang pada setiap bulan dan tahun ia seperti obat. Selain itu, kebutuhan spiritual manusia juga beragam. Bagi sejumlah orang di setiap waktu ia seperti Dia adalah Allah, untuk sebagian orang pada setiap masa ia seperti dengan nama Allah, serta bagi sekian orang pada setiap saat seperti tiada Tuhan selain Allah.. Demikian seterusnya. Jadi, pengulangan ayat dan kata adalah untuk menunjukkan berulangnya kebutuhan sekaligus mengisyaratkan adanya kebutuhan mendesak manusia terhadapnya, untuk mengingatkan dan membangunkannya, serta untuk mendorong munculnya rasa membutuhkan terhadap nutrisi spiritual tersebut. Keempat Perlu diketahui bahwa Alquran merupakan peletak dasar agama yang agung dan kokoh. Ia pengubah tatanan sosial manusia. Karena merupakan peletak dasar, ia membutuhkan pengulangan untuk menegaskan, menguatkan, dan memantapkan. Alquran juga memuat jawaban terhadap persoalan berbagai tingkatan manusia yang senantiasa berulang lewat bahasa ucapan dan realita. Kelima Perlu diketahui bahwa Alquran membahas berbagai persoalan besar seraya mengajak kalbu untuk mengimaninya. Ia juga memuat sejumlah hakikat secara detil seraya mengajak akal untuk mengetahuinya. Karena itu, untuk menanamkan di dalam kalbu dan untuk menguatkannya dalam opini umum diperlukan pengulangan dalam bentuk yang berbeda-beda dan gaya yang beragam.

Badiuzzaman Said Nursi

| 47

Keenam Perlu diketahui bahwa setiap ayat Alquran memiliki aspek lahir dan batin, awal dan batas akhir. Serta setiap tujuannya memiliki sejumlah aspek, hukum, pelajaran, dan maksud. Di satu tempat engkau bisa menemukan sebuah aspek, sementara di sisi lain engkau menemukan aspek berbeda. Di satu surat engkau mendapatkan sebuah tujuan, sementara di surat berbeda engkau mendapatkan tujuan lain. Demikian seterusnya. Jadi, sebenarnya tidak terdapat pengulangan di dalam Alquran.

Tetesan Keempat
Penjelasan cahaya mukjizat pengabaian Alquran terhadap persoalan filsafat alam, serta keterangannya yang kurang jelas dan umum di bagian lain. Hal ini mencakup enam hal: Hal Pertama Barangkali engkau bertanya, Mengapa Alquran tidak membahas tentang alam sebagaimana pembahasan dalam ilmu hikmah dan filsafat? Jawabannya adalah karena filsafat keluar dari jalur hakikat yang sebenarnya. Ia mempergunakan alam untuk kepentingan dirinya dengan makna simbolis. Sementara, Alquran diturunkan dengan membawa kebenaran serta turun pada tataran hakikat. Ia mempergunakan alam dengan pengertian harfiah; bukan untuk dirinya; tetapi untuk Penciptanya. Lalu mengapa Alquran hanya menjelaskan secara umum dan global esensi benda-benda langit dan bumi berikut bentuk dan gerakannya; tidak sebagaimana penjelasan sain di masa kini? Jawabannya adalah karena hal itu lebih penting dan lebih indah. Pertama, karena Alquran membahas tentang alam guna menjadi dalil atas zat dan sifat Allah. Sementara, syarat sebuah dalil harus jelas dan lebih jelas daripada konklusinya yang berupa mengenali zat, sifat, dan nama Allah. Seandainya bentuknya seperti yang diinginkan para ilmuwan dengan berbunyi, Wahai manusia, lihatlah kondisi matahari yang diam dan bumi yang

48 |

Al-Matsnawi An-Nuri

bergerak agar engkau mengetahui agungnya kekuasaan Penciptanya, tentu dalilnya lebih samar dan lebih tersembunyi daripada konklusinya serta lebih sulit dipahami sebagian besar manusia di sepanjang masa. Padahal, hak sebagian besar manusia untuk mendapatkan petunjuk dan hidayah lebih penting. Memperhatikan pemahaman mereka tidak berarti menafikan manfaat yang bisa didapat oleh para filosof yang jumlahnya sedikit. Hanya saja, memperhatikan jumlah yang minoritas seringkali mengalahkan yang mayoritas. Kedua, retorika dalam memberikan petunjuk harus sejalan dengan nalar masyarakat secara umum, harus memperhatikan sensitivitas mereka, dan harus melihat cara berpikir sebagian besar mereka. Hal itu agar tidak dianggap aneh oleh nalar dan pemikiran mereka. Nah, perkataan dan petunjuk yang paling bisa diterima oleh mereka adalah ketika jelas, sederhana, mudah tak rumit, singkat tak membosankan, dan global tanpa perlu dijelaskan lagi. Ketiga, Alquran tidak menjelaskan berbagai keadaan alam untuk dirinya; tetapi untuk Penciptanya. Karena itu, yang terpenting adalah keadaannya yang mengarah kepada Penciptanya. Adapun ilmu hikmah membahas alam untuk dirinya sehingga yang terpenting adalah keadaan yang mengarah kepada dirinya. Jadi, perbedaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Selain itu, Alquran berbicara kepada semua manusia dan memperhatikan pemahaman sebagian besar mereka agar benarbenar mengenal; tidak hanya bersikap taklid. Sementara, sain pada dasarnya berbicara kepada ilmuwan. Adapun masyarakat umum hanya bersikap taklid. Maka itu, apa yang dirinci oleh sain hanya dijelaskan secara global oleh Alquran atau bahkan diabaikan sesuai dengan sejauh mana manfaatnya bagi masyarakat secara umum. Keempat, karena Alquran petunjuk bagi semua strata manusia, maka secara retoris ia tidak boleh membuat sebagian besar manusia menyimpang dan mengingkari sejumlah aksioma yang terdapat dalam pandangan lahiriah mereka. Ia juga tidak boleh merubah tradisi mereka tanpa ada keperluan mendesak.
Badiuzzaman Said Nursi

| 49

Namun, ia harus membiarkan dan memperindah sesuatu yang memang mereka butuhkan dalam mengerjakan tugas. Misalnya Alquran membahas tentang matahari; bukan untuk matahari dan bukan dari sisi substansinya. Akan tetapi, ia dibahas untuk Zat yang telah membuatnya bersinar dan menjadikannya sebagai lentera serta dilihat dari fungsinya sebagai sumber keteraturan penciptaan, pusat tatanan makhluk, kumparan keserasian celupan dalam untaian lukisan azali bagi semua makhluk lewat tali malam dan siang di sepanjang musim. Hal itu dimaksudkan agar dengan tatanan keserasian makhluk Alquran dapat memperlihatkan kesempurnaan Penciptanya Yang Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui kepada kita. Gerakan matahari, entah secara lahiri ataupun hakiki tidaklah mempengaruhi tujuan Alquran. Sebab, tujuan Alquran adalah memperlihatkan untaian keteraturan yang penuh hikmah itu dalam bentuk memperlihatkan peredaran mentari yang tampak oleh mata. Hal Kedua Alquran berkata, Dia menjadikan matahari sebagai lentera.27 Matahari beredar dalam orbit yang telah ditetapkan untuknya.28 Barangkali engkau bertanya, Mengapa Alquran menyebut matahari sebagai lentera, padahal menurut sain ia tidak mengikuti bumi; justru ia yang menjadi pusat bumi dan tata surya? Jawabannya, penyebutan mentari sebagai lentera merupakan gambaran tentang alam sebagai sebuah istana berikut gambaran tentang segala sesuatu yang terdapat di dalamnya sebagai perlengkapan, hiasan, dan makanannya yang diperuntukkan bagi penduduk dan pelancong di istana tersebut. Ia mengingatkan bahwa semua itu disediakan untuk para tamu dan
27) Q.S. Nh: 16. 28) Q.S. Ysin: 38.

50 |

Al-Matsnawi An-Nuri

pelayannya oleh Tangan Yang Mahamulia dan Maha Penyayang. Matahari hanyalah makhluk yang diperintah, ditundukkan, serta lentera yang bersinar. Dengan menyebutnya sebagai lentera Alquran mengingatkan rahmat Sang Pencipta dalam keagungan rububiyah-Nya, memperkenalkan karunia-Nya dalam keluasan rahmat-Nya, mengingatkan kemurahan-Nya dalam tatanan kekuasaan-Nya, memberitahukan keesaan-Nya dengan memperlihatkan sesuatu yang dianggap oleh orang musyrik sebagai sesembahan. Matahari tidak lain hanyalah lentera yang dihamparkan oleh Tuhan. Karena itu, di manakah letak kepantasannya untuk disembah?! Dengan istilah beredar atau berjalan Allah ingin mengingatkan manusia kepada gerakan teratur yang menakjubkan di antara pergantian siang dan malam serta perputaran musim dingin dan panas. Di dalamnya tersirat keagungan qudrat Sang Pencipta dalam keesaan-Nya dan pemeliharaan-Nya. Dari titik matahari dan bulan akal pikiran diarahkan kepada lembaran malam dan siang, serta musim dingin dan panas. Dari sana, ia diarahkan kepada rangkaian peristiwa yang tertulis di rongganya. Maka, penyebutan kata beredar menunjukkan makna tersebut. Redaksi lahiriahnya sudah cukup tanpa perlu mengaitkan tujuan tersebut dengan hakikatnya. Perhatikan kosakata Alquran yang demikian mudah, sederhana, dan sudah dikenal, bagaimana ia menjadi pintu dan kunci bagi kekayaan makna yang tersembunyi. Lalu, perhatikan redaksi bahasa hikmah dan filsafat, di samping lemah, ia tidak mendatangkan kesempurnaan ilmiah, rasa spiritual, tujuan kemanusiaan, dan manfaat keagamaan. Tetapi, justru mendatangkan kebingungan yang luar biasa. Ia membuatmu terjatuh dari langit tauhid yang terang ke dalam lembah yang gelap gulita. Perhatikan sebagian ucapan filosof terkait dengan matahari, Ia adalah benda besar yang berasal dari cairan api. Bentuknya tiga ratus ribu kali lebih besar daripada bumi. Ia berotasi pada orbitnya. Percikan api, yaitu bumi dan sejumlah planet lain beterbangan darinya. Benda-benda angkasa yang berbeda-beda ukuran dan kedekatannya dengan matahari itu berputar lewat
Badiuzzaman Said Nursi

| 51

gravitasi umum di seputar matahari di angkasa raya. Jika salah satunya secara kebetulan keluar dari orbit akibat benturan di langit, misalnya karena terkena meteor, tentu hal itu akan mendatangkan kehancuran pada sistem tata surya, dan demikian pula di dunia di mana langit dan bumi akan bergoncang hebat. Perhatikanlah! Apa yang kau dapatkan dari pembahasan di atas? Subhanallah, bagaimana mungkin kesesatan membalikkan hakikat kebenaran? Matahari berikut planet-planetnya tidak lain merupakan ciptaan yang ditugaskan, dicipta, dan dihamparkan dengan perintah Penciptanya Yang Maha Bijaksana dan dengan kekuatan Tuhan Yang Mahakuasa. Meski ukurannya sangat besar, ia hanyalah satu tetes kilau di lautan langit. Padanya tampak manifestasi dari nama an-Nur (Maha Bersinar). Andaikan para filosof memasukkan cahaya Alquran ke dalam pembahasan mereka, dengan berkata, Allah membuat benda-benda angkasa itu memiliki tugas yang sangat rapi dan penuh hikmah. Ia sangat tunduk kepada perintah-Nya. Tentu dengan begitu pengetahuan mereka akan berguna. Namun, jika hanya menisbatkan kepada dirinya dan kepada sebab, ia seperti bunyi firman Allah,

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh. (QS al-Hajj: 31) Hal yang sama berlaku pada berbagai pembahasan lainnya. Hal Ketiga Perlu diketahui bahwa tujuan utama dan unsur fundamental Alquran adalah empat: tauhid, pengumpulan makhluk (di hari kiamat), keadilan, dan pengabdian. Karena itu, semua pembahasannya menjadi sarana bagi tercapainya tujuan tersebut.

52 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Terdapat sebuah kaidah yang berbunyi, Tidak dibahasnya sarana secara mendalam adalah agar kajian utamanya tidak terfokus kepada sesuatu yang tidak penting sehingga tujuannya tidak tercapai. Dari sini, Alquran mengabaikan atau menerangkan secara global berbagai persoalan alam. Selain itu, sebagian besar pembicaraan Alquran ditujukan kepada kalangan umum yang tidak mampu memahami sejumlah hakikat ilahi yang tersembunyi kecuali dengan perumpamaan dan penjelasan secara umum. Mereka tidak selalu siap untuk mengetahui sejumlah persoalan yang hanya dapat dijangkau oleh sebagian kecil filosof. Karena itulah, Alquran banyak memberikan perumpamaan. Di antara bentuk perumpamaannya adalah penyerupaan. Yaitu melukiskan berbagai hakikat ilahi yang tersembunyi. Selain itu, Alquran menerangkan secara umum sesuatu yang baru tersingkap pada beberapa masa kemudian setelah adanya sejumlah pendahuluan. Hal Keempat Perlu diketahui bahwa sebagaimana jam tidak tetap; tetapi sejumlah perangkatnya bergerak, demikian pula dunia yang merupakan jam besar. Dengan memasukkan zaman ke dalamnya, siang dan malam menjadi penunjuk detiknya, sementara tahun menjadi penunjuk menitnya, serta masa menjadi jarum yang menunjukkan jamnya. Lalu, dengan memasukkan tempat ke dalamnya, udaradengan kecepatan perubahannya menjadi tanda penghitung detik, bumi dengan permukaannya yang berisi tumbuhan dan hewan baik yang hidup maupun yang mati menjadi seperti jarum penunjuk menit, sementara dengan goncangan di dalam perutnya dan kemunculan gunung-gunungnya ia seperti jarum penunjuk jam, serta langit dengan segala perubahannya berikut gerakan benda-benda angkasa, meteor, dan gerhananya seperti tanda penghitung hari. Jadi, dunia yang dibangun di atas ketujuh pilar di atas bersifat fana, binasa, dan terus bergerak seperti air yang mengalir. Hanya saja, ia tampak diam akibat alpa sehingga menghijab akhirat. Filsafat yang sakit dan peradaban yang nista membuatBadiuzzaman Said Nursi

| 53

nya bertambah beku dan kotor lantaran uraian filosofis tersebut. Adapun Alquran menghembus dunia lewat ayat-ayatnya seperti kapas, membeningkan dengan keterangan-keterangannya, serta mencairkan dengan sinarnya, melenyapkan keabadiannya lewat kabar kematiannya, memisahkan kealpaan yang lahir untuk alam dengan sentuhannya. Maka, lewat kondisinya yang telah disebutkan hakikat dunia yang bergoncang membaca ayat yang berbunyi, Apabila Alquran dibacakan, perhatikan dan dengarkan baikbaik semoga kalian mendapat rahmat.(QS al-Arf: 204). Karena itu, Alquran menyebutkan secara global esensi sesuatu yang dirinci oleh filsafat. Sebaliknya, ia menyebutkan secara rinci tugas-tugasnya dalam mematuhi perintah penciptaan serta keadaannya yang menjadi dalil atas nama, perbuatan, dan kondisi Penciptanya. Sebagai kesimpulan, Alquran membahas makna dan petunjuk kitab alam, sementara filsafat hanya mengkaji tulisan dan keselarasan huruf-hurufnya. Ia tidak memperkenalkan entitas sebagai kata yang menunjukkan makna tertentu. Jika engkau ingin mengetahui perbedaan antara hikmah filsafat dan hikmah Alquran, maka dapat merujuk kepada penjelasan ayat yang berbunyi, Siapa yang diberi hikmah tersebut, berarti ia telah diberi kebaikan yang sangat banyak.29 Hal Kelima Bagian ini dimasukkan ke dalam tiga cahaya dari obor kedua pada kata kedua puluh lima, Mukjizat Alquran. Bagian ini memuat banyak sekali ayat Alquran. Jadi, di sini bukan dalam konteks menerangkannya.30

29) Q.S. al-Baqarah: 269. Penjelasan mengenai ayat tersebut terdapat dalam kata kedelapan belas. 30) Hal kelima ini secara utuh terdapat dalam risalah terakhir, Cahaya bintang Alquran.

54 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Hal Keenam Ketahuilah! Dari penjelasan sebelumnya dipahami bahwa Alquran hanya mengarah kepada aspek pembuktian alam sebagai dalil perbuatan Allah, kepada bagaimana perbuatan-Nya itu memperlihatkan nama-nama-Nya, kepada bentuk penuangan perbuatan tersebut kepada nama tadi, serta kepada kondisi namanama-Nyayang merupakan pantulan cahaya sifatyang meliputi segala sesuatu. Kesimpulannya, yang dilihat oleh Alquran dari entitas alam hanyalah sejumlah aspek yang mengarah kepada Penciptanya. Sebaliknya, yang dilihat oleh filsafat dari entitas alam hanyalah aspek yang mengarah kepada diri dan sebabnya, serta kepentingan filsafat semata. Betapa bodoh orang yang terlena dengan ilmu-ilmu filsafat lalu menjadikannya sebagai standar dalam mengkaji Alquran yang suci. Sungguh tepat ucapan yang berbunyi, Beragam disiplin ilmu adalah kegilaan sebagaimana kegilaan juga beragam.

Tetesan Kelima
Ketahuilah bahwa di antara cahaya kemukjizatan Alquran sebagaimana yang telah kusebutkan dalam benih adalah bahwa ia menggabungkan antara kefasihan yang istimewa, keserasian yang kokoh, keterpaduan antar kalimat, serta harmoni antar ayat dan tujuannya lewat kesaksian ilmu bayan dan semantik. Meski turun selama kurun waktu dua puluh tahun secara berangsurangsur sesuai kebutuhan dalam bentuk yang terpisah-pisah, namun ia sangat padu sehingga seolah-olah turun secara sekaligus dalam satu waktu. Meski turun dengan sebab-sebab yang berbeda, namun ia saling menguatkan sehingga seolah-olah sebabnya satu. Meski datang sebagai jawaban atas banyak pertanyaan yang beragam, ia demikian menyatu sehingga seolaholah pertanyaannya satu. Meski merupakan penjelasan bagi banyak peristiwa hukum, namun ia demikian teratur sehingga seolah-olah peristiwanya satu. Meski turun dalam berbagai gaya bahasa yang sesuai dengan tingkat pemahaman mitra bicara yang sangat berbeda-beda, namun ia sangat harmoni seolah-olah
Badiuzzaman Said Nursi

| 55

kondisinya sama. Meski datang berbicara kepada berbagai jenis manusia, namun ia sangat sederhana, rapi, dan jelas seolah-olah mitra bicaranya satu sehingga masing-masing merasa dirinya yang diajak bicara. Meski turun untuk mengantarkan kepada berbagai tujuan dakwah, namun ia sangat lurus dan seimbang seolah-olah tujuannya satu. Orang yang mata hatinya sehat, tentu akan mengetahui bahwa di dalam Alquran terdapat mata yang bisa melihat semua entitas alam yang tampak ataupun yang tersembunyi. Ia ibarat lembaran yang terang dan jelas yang bisa dibolak-balik sesuka hati serta maknanya bisa dikenali sesuai dengan kehendaknya.

Tetesan Keenam
Penjelasan bahwa Alquran tidak bisa dibandingkan dengan seluruh ucapan dan perkataan sebagaimana telah kusebutkan dalam risalah tetesan. Perlu diketahui bahwa sumber ketinggian, kekuatan, ketepatan, dan keindahan ucapan ada empat: pembicara, mitra bicara, tujuan, dan kedudukannya. Jadi, ia tidak hanya sekedar kedudukan sebagaimana anggapan sebagian sastrawan. Lihatlah kepada siapa yang berbicara, kepada siapa pembicaraan ditujukan, apa yang dibicarakan, serta apa isi pembicaraannya. Jika pembicaraannya berupa perintah dan larangan, bisa jadi ia mencakup kehendak dan kemampuan sesuai dengan tingkatan pembicaranya. Ya, bandingkanlah antara perintah yang tidak bernilai yang muncul dari angan-angan dimana ia tidak didengar dan perintah hakiki yang mengisyaratkan adanya kekuatan dan kehendak. Perhatikan bunyi firman Allah, Wahai bumi telanlah airmu, dan wahai langit (hujan) berhentilah!31 Lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi, Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa. Keduanya menjawab, Kami datang dengan suka hati.32 Bandingkan dengan ucapan manusia yang sedang
31) Q.S. Hd: 44. 32) Q.S. Fushshilat: 11.

56 |

Al-Matsnawi An-Nuri

mengigau, Wahai bumi, diamlah! Wahai langit terbelahlah! Wahai kiamat datanglah! Bandingkan antara perintah pemimpin yang ditaati oleh pasukan besar di mana ia berkata, Hei, serang musuh Allah! dan perintah yang berasal dari orang rendah yang perintahnya tidak dihiraukan! Bandingkan antara, Jika menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata, Jadi!, maka jadilah ia,33 dan ucapan manusia biasa. Juga, perhatikan gambaran yang diberikan oleh Penguasa hakiki; yang perintah-Nya sangat berpengaruh dan hukum-Nya pasti berlaku. Perhatikan penjelasan dari Pencipta yang mencipta dan Pemberi karunia yang di saat mencipta dan memberi Dia menggambarkan segala perbuatan-Nya dengan berkata, Aku telah melakukan ini dan itu serta berbuat ini dan itu. Perhatikanlah ayat yang berbunyi, Maka, apakah mereka tidak melihat langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya di mana langit itu tidak mempunyai retak sedikitpun? Kami hamparkan bumi dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh. Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mat untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi setiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya. Lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, serta pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang bersusun- susun sebagai rezeki bagi hamba. Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Nah seperti itulah terjadinya kebangkitan.34 Kemudian bandingkan ia dengan gambaran tak berarti dalam membahas aktivitas yang tidak ada nilainya. Ya, bandingkan mata bintang dengan berhala-berhala kecilnya yang tampak di keramaian. Perhatikanlah redaksi Alquran yang merupakan gema esensi petunjuk, sumber hakikat iman, dan pilar dasar Islam yang muncul dari arasy Zat Yang Maha Penyayang di mana redaksi tersebut berisi kalam azali berikut pengetahuan, qudrat, dan kehendak-Nya. Kemudian bandingkan ia dengan redaksi
33) Q.S. Ysin: 82. 34) Q.S. Qf: 6-11.

Badiuzzaman Said Nursi

| 57

manusia yang keluar, lemah, tanpa makna? Bandingkanlah Alquran yang ibarat pohon yang memberikan cabang, daun, bunga, dan buahnya untuk dunia Islam dengan segala makna, syiar, kesempurnaan, hukum, sifat, dan walinya sehingga banyak dari tunas pohon tuba tersebut yang berubah menjadi pohon berbuah. Dalam hal ini Allah befirman,

Katakan, Andaikan manusia dan jin berkumpul untuk membuat semacam Alquran, mereka tidak akan bisa melakukannya meski satu dengan yang lain saling membantu. 35 Alquran menghentak lewat kefasihan bahasanya, kedalaman maknanya, keindahan penjelasannya, keapikan redaksinya yang mencakup banyak aspek, ketepatan petunjuknya yang mencakup lautan syariat dan berisi hakikat serta jalan-jalan yang dilalui oleh para mujtahid, kaum arif, kalangan yang sampai pada-Nya, serta ahli hakikat. Alquran juga menghentak lewat kelenturannya di setiap masa, kesesuaiannya pada setiap era untuk setiap tingkatan. Ia menaklukkan para orator dan ulama jenius. Bahkan, ia membuat semua manusia tak berdaya untuk membuat satu surat semisalnya. Lalu, bandingkan dengan ucapan manusia. Perbedaannya antara langit dan bumi.

35) Q.S. al-Isr: 88.

58 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ya Allah, dengan kebenaran Alquran dan kebenaran sosok yang padanya Alquran diturunkan, terangi hati kami dengan cahaya Alquran. Jadikan Alquran sebagai obat segala penyakit bagi kami dan pemberi ketentraman di saat hidup dan mati. Jadikan ia sebagai teman pendamping kami di dunia, pemberi kedamaian di kubur, pemberi syafaat di hari kiamat, cahaya saat berada di atas jembatan shirath, tameng dan hijab dari neraka, sahabat menuju sorga, petunjuk kepada berbagai kebaikan, serta sebagai pemimpin dengan karunia, pujian, kemurahan, kebaikan, dan rahmat-Mu wahai Zat Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Sampaikan salawat dan salam kepada sosok yang kepadanya Engkau turunkan Alquran serta Kau utus ia sebagai rahmat bagi semesta alam. Juga kepada keluarga dan sahabatnya. Salawat yang membuatmu rida, yang membuatnya rida, serta Engkau rida dengannya wahai Tuhan Pemelihara semesta alam. Wahai Zat yang menurunkan Alquran dengan kebenaran
Badiuzzaman Said Nursi

| 59

Alquran, jadikan kitab suci ini sebagai wakil yang menggantikanku mengucapkan doa ini saat kematian membuat lisan terdiam. Amin.

60 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Ketiga

LASIYYAMA
(Bagian berbahasa Arab kedua dari kalimat kedua puluh delapan) (Landasan bagi kalimat kesepuluh)36

rts
Bismillhirrahmnirrahm

egala puji bagi Allah yang wujud dan keesaan-Nya disaksikan oleh seluruh partikel dan komposisi alam lewat lisan ketidakberdayaan dan kepapahannya. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya, penyingkap misteri alam dan kunci bagi tanda-tandanya, serta kepada keluarga, sahabat, dan saudaranya dari para nabi dan rasul. Demikian pula kepada para malaikat dan hamba Allah yang saleh baik di langit maupun di bumi. Ketahuilah wahai yang alam materi dan sebab-akibat telah menutup pintu syukur dan membuka pintu syirik baginya. Syirik dan kufur merupakan dua bentuk kekufuran yang terbangun di

36) Risalah ini penjelasan dari ringkasan risalah al-hasyr (kebangkitan makhluk di hari kiamat) yang sangat penting. Ia merupakan kalimat kesepuluh yang di dalamnya dibahas berbagai persoalan yang terkait dengan risalah ini dengan banyak perumpamaan serta dengan kordinasi yang apik sesuai dengan manifestasi nama-nama-Nya yang mulia. Sebelumnya terdapat pengantar untuk akal lewat sebuah dialog kecil dan penjelasan mengenai gambaran kebangkitan makhluk di hari kiamat.

Badiuzzaman Said Nursi

| 61

atas berbagai kemustahilan tak terhingga. Di antara kemustahilan tersebut adalah sebagai berikut. Apabila seorang kafir sadar lalu menatap kekufurannya dengan penglihatan ilmu, untuk mengikuti kekufurannya ia terpaksa harus memikulkan kepada setiap partikel beban seberat seribu kuintal sekaligus mengakui bahwa pada setiap partikel terdapat jutaan percetakan untuk alam serta pengetahuan terhadap seluruh detil penciptaan pada semua ciptaan. Pasalnya, setiap partikel udara misalnya, ia bisa melewati semua tumbuhan, bunga, pohon, dan buah serta bisa bekerja pada bangunannya. Karena itu, jika tidak diperintah dan tidak bekerja atas nama Zat Penggenggam segala sesuatu, berarti partikel dan kekuatan kecil yang tersembunyi di dalamnya harus mengetahui cara kerja dari perangkat seluruh bangunan yang dimasuki oleh partikel tadi serta cara pembentukannya. Padahal satu buah misalnya mengandung miniatur pohonnya dan benih atau tunasnya ibarat lembaran kerja pohon yang memuat sejarah perjalanan hidupnya. Buah melihat kepada keseluruhan pohon; serta kepada spesiesnya, bahkan juga kepada bumi. Dari sini, dengan melihat keagungan penciptaan dan substansinya di dalam bingkai besarnya penciptaan bumi, maka siapa yang membangunnya dengan keagungan maknawiyah dan penciptaannya haruslah mampu memikul dan membangun bumi. Karena itu, sungguh aneh orang kafir yang ingkar. Bagaimana mungkin ia mengaku cerdas dan berakal, sementara dengan kekufuran yang ia miliki di dalam hatinya terdapat cara berpikir yang dungu dan bodoh semacam itu. Ketahuilah bahwa segala sesuatu memiliki dua bentuk: Pertama, materi yang bisa terindera seperti baju yang dipotong sesuai dengan ukuran fisik secara sangat rapi. Kedua, sesuatu yang rasional yang tersusun dari banyak potongan dalam gerakannya sepanjang lautan waktu atau aliran sungai zaman. Misalnya gambar lingkaran bercahaya yang bersifat imajinatif yang dihasilkan dari putaran nyala api. Gambaran maknawiyah atau immateri dari sesuatu tersebut merupakan sejarah kehidupannya. Ia merupakan garis edar

62 |

Al-Matsnawi An-Nuri

ketentuan yang dikenal dengan nama takdir sesuatu. Sebagaimana sesuatuseperti pohon misalnyadalam bentuk materi memiliki titik akhir yang rapi dan berbuah serta tujuan yang seimbang dan berisi kebaikan, maka dalam bentuk immaterinya ia juga memiliki titik akhir yang rapi yang mengandung berbagai kebaikan serta batas-batas tertentu yang mencakup sejumlah hikmah tersembunyi. Seolah-olah kekuatan yang terdapat pada gambaran pertama ibarat pembangun dan ketentuannya ibarat rancang arsitektur, sementara pada yang kedua ia ibarat sumber dan ketentuannya ibarat penggaris. Kekuatan tersebut menulis kitab makna pada gambar ukuran takdir. Wahai orang kafir, dengan sikap kufur dan ingkarmu, ketika kembali kepada ilmu dan hakikat, engkau terpaksa harus menerima bahwa pada setiap partikel dan kekuatannya yang kecil terdapat pengetahuan penciptaan sampai ke tingkat di mana partikel tadi mampu memotong dan menggunting pakaian dan baju yang beragam sebanyak jumlah sesuatu di samping juga mampu mermperbaharui berbagai bentuk yang rusak akibat duri sejumlah kejadian di sepanjang zaman. Padahal, manusia sebagai buah pohon penciptaan, sebab yang paling memiliki kemampuan, serta paling bisa memilih, andaikan semua potensi penciptaannya dikumpulkan lalu ia ingin membuat sebuah baju bagi pohon berduri sesuai dengan kadar bagian-bagiannya, tentu ia tidak akan mampu melakukannya. Sementara, di lain sisi Penciptanya terus memakaikan kepadanya dalam pertumbuhannya berbagai baju yang terus baru, secara teratur, segar; tanpa menjadi kering oleh sinar mentari, berbalut warna hijau yang indah dan seimbang, dengan sangat mudah dan cepat tanpa susah payah. Mahasuci Zat yang, Sesungguhnya keadaan-Nya apabila menghendaki sesuatu, Dia hanyalah berkata kepadanya, Jadilah! Maka terjadilah ia. Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya tergenggam kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya kalian dikembalikan.37
37) Q.S. Yasin: 82-83.

Badiuzzaman Said Nursi

| 63

Ketahuilah bahwa Zat Yang Mahaesa dan Kekal memiliki segel, stempel, dan tanda pada segala sesuatu. Bahkan, Dia memiliki sejumlah tanda yang membuktikan bahwa semua merupakan milik dan ciptaan-Nya. Di antara segel keesaan dan stempel keabadian-Nya yang tak terhingga engkau bisa melihat segel yang terdapat di lembar permukaan bumi di musim semi dengan teropong sejumlah alinea berikut yang bersambung dan saling terkait. Dari sana engkau dapat melihat segel tersebut laksana mentari di tengah siang. Yaitu: Kita menyaksikan di permukaan bumi proses penciptaan yang menakjubkan dan penuh hikmah. Yaitu pada kemurahan yang demikian luas dan agung, pada kedermawanan mutlak yang terwujud secara rapi, dalam kemudahan yang terwujud dengan sangat teratur, pada kecepatan mutlak yang terwujud secara sangat seimbang, pada keluasan mutlak yang terwujud dalam bagusnya penciptaan, pada nilainya yang murah yang terwujud dalam sesuatu yang sangat mahal, pada percampuran mutlak yang terwujud secara sangat istimewa, pada kejauhan mutlak yang terwujud sangat apik, serta pada jumlahnya yang banyak yang terwujud dalam penciptaan terbaik. Masing-masing bagian sebenarnya sudah cukup untuk memperlihatkan segel atau stempel Allah. Pasalnya, Puncak kedermawanan di samping kerapian dan penciptaan yang sangat indah pada setiap bagian hanya dapat diwujudkan oleh Zat yang tidak disibukkan oleh sesuatu dari sesuatu di mana Dia memiliki kemampuan tak terbatas. Puncak kemudahan di samping puncak keteraturan hanya bisa diwujudkan oleh Zat yang tidak dikalahkan oleh apapun di mana Dia memiliki pengetahuan tak terbatas. Puncak kecepatan di samping puncak keseimbangan hanya bisa diwujudkan oleh Zat yang segala sesuatu tunduk padanya karena kekuasaan dan perintah-Nya. Puncak keluasaan perbuatanseiring dengan tersebarnya spesiesdi samping puncak penciptaan makhluk yang demikian baik hanya bisa diwujudkan oleh Zat yang tidak terdapat pada sesuatu, sementara Dia bersama segala sesuatu dengan kekuasaan

64 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dan pengetahuan-Nya. Puncak kemurahan dan pengorbanan di samping mahalnya nilai makhluk dilihat dari sisi penciptaan hanya bisa diwujudkan oleh Zat Pemilik kekayaan tak terhingga dan perbendaharaan tak terkira. Puncak percampuran dan pembauranantar beragam spesiesdisertai keberadaan karakter istimewa dan ciri pada masing-masingnya hanya bisa dilakukan oleh Zat Yang Maha Melihat dan Menyaksikan segala sesuatu; tanpa terhalang oleh apapun. Aktivitas yang disertai perbedaan antar entitas yang tersebar di berbagai penjuru bumi dengan keselarasannya dalam sisi bentuk dan penciptaan sehingga seolah-olah seluruh entitas spesies menantikan perintah khusus dari Zat yang mengaturnya, hal itu hanya bisa dilakukan oleh Zat yang seluruh bumi berada dalam genggaman perbuatan, pengetahuan, otoritas, dan kebijaksanaan-Nya. Varietas dan spesies yang demikian banyak disertai kesempurnaan penciptaan setiap entitas yang sangat sempurna hanya bisa diwujudkan oleh Zat Yang Mahakuasa yang bagi-Nya tidak ada perbedaan antara partikel dan bintang serta antara yang sedikit dan yang banyak. Pada setiap bagian terdapat tanda lain yang menunjukkan kreasi Zat Yang Mahakuasa. Yaitu kondisi kontras antara kedermawanan dan akurasi yang ekonomis, antara kecepatan dan keseimbangan, antara murah dan mahal, antara pembauran dan keunikan, dan seterusnya. Apabila setiap bagian sudah cukup untuk memperlihatkan stempel keesaan, bagaimana jika semuanya saling berkumpul dan menopang dalam satu aktivitas? Dari sana engkau bisa mengetahui rahasia dari firman-Nya,

Jika engkau tanyakan pada mereka, siapa yang menciptakan langit dan bumi, tentu mereka akan menjawab, Allah. 38
38) Q.S. al-Zumar: 38.

Badiuzzaman Said Nursi

| 65

Maknanya, orang yang ingkar dan membangkang, jika ditanya mau tidak mau ia akan menjawab, Allah. Ketahuilah bahwa antara iman kepada Allah, iman kepada nabi, kepada hari akhir, dan percaya kepada eksistensi alam merupakan sesautu yang yang saling terkait secara sangat kuat karena ada keterpautan antara kepastian adanya Tuhan, rasul, dan hari akhir dengan kesaksian alam. Pasalnya, tidak mungkin sebuah kitab ada, terutama jika setiap kata darinya memuat satu kitab dan setiap huruf berisi sebuah kumpulan syair, tanpa ada yang menulis. Demikian pula tidak mungkin kitab alam menjadi bukti tanpa diikuti dengan keimanan terhadap keberadaan Penciptanya yang azali. Tidak mungkin ada sebuah rumah, apalagi jika ia memiliki bentuk yang sangat indah, ukiran yang menakjubkan, dan hiasan luar biasa, tanpa ada yang membangunnya. Demikian pula tidak mungkin mempercayai keberadaan alam tanpa mempercayai Zat yang menciptakannya. Tidak mungkin penyaksian kilau butiran air di permukaan laut, cahaya tetesan air, dan kilau pecahan salju di siang hari disertai dengan sikap mengingkari keberadaan mentari. Karena jika tidak, berarti harus mengakui adanya banyak matahari sebanyak butiran, tetesan, dan pecahan salju tersebut. Selain itu, bagi orang yang berakal sehat, kondisi entitas alam yang terus berubah secara sangat teratur, tidak mungkin disertai sikap mengingkari keberadaan Penciptanya yang telah membangun rumah indah dan pohon besar itu lewat kehendak dan kebijaksanaan-Nya, mengurai dengan hukum qada dan qadarNya, mengatur dengan kaidah sunnah dan hukum-Nya, menghias dengan rambu perhatian dan rahmat-Nya, serta menerangi dengan manifestasi nama dan sifat-Nya. Ya. Tanpa mengakui keberadaan Sang Pencipta Yang Mahaesa, berarti harus mengakui keberadaan tuhan-tuhan yang jumlahnya tak terhingga sebanyak partikel dan bangunan alam di mana setiap tuhan tadi mampu menciptakan keseluruhan. Pasalnya, setiap bagian yang hidup adalah prototipe bagi keseluruhan. Jadi, penciptanya harus mampu mencipta keseluruhan.

66 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Selanjutnya, keberadaan matahari tidak mungkin tanpa disertai penyebaran cahaya. Demikian pula ketuhanan (uluhiyah) tidak mungkin ada tanpa disertai penampakan manifestasinya dengan cara mengirim para rasul. Keindahan yang sangat sempurna tidak mungkin ada tanpa disertai penampakan dan pengenalan terhadapnya lewat utusan yang bisa memperkenalkan. Kesempurnaan kreasi yang sangat indah tak mungkin ada tanpa disertai publikasi lewat pihak yang bisa menunjukkan padanya. Kekuasaan rububiyah Tuhan yang bersifat menyeluruh tak mungkin tanpa penghambaan total melalui ikrar keesaan-Nya dalam tingkatan yang demikian banyak lewat utusan yang memiliki dua sayap. Kebaikan tak terhingga tak mungkin ada tanpa disertai permintaan dan keinginan dari Si Pemilik keindahan agar keindahan dan kelembutan-Nya disaksikan dalam sebuah cermin. Ia juga tak mungkin ada tanpa keberadaan kehendak untuk mempersaksikan ke hadapan orang-orang yang mampu mengapresiasinya lewat seorang hamba yang Dia cintai dan rasul yang Dia buat dicintai oleh manusia. Dengan kata lain, dengan penghambaannya, beliau menjadi cermin untuk menyaksikan Pemilik keindahan lewat keindahan pemeliharaan-Nya dan lewat risalah-Nya. Keberadaan perbendaharaan yang berisi berbagai mukjizat dan hal luar biasa tidak mungkin terwujud tanpa keinginan dari Pemiliknya untuk menampilkan ke hadapan sejumlah mata dan memperlihatkannya kepada makhluk sehingga kesempurnaanNya yang tersembunyi bisa tampak lewat sosok yang memperkenalkan, menggambarkan, dan menampakkannya. Jika demikian, bukankah di dunia ini sifat-sifat tersebut telah terdapat pada sosok junjungan kita, Nabi Muhammad saw? Ya, bahkan beliau lebih komprehensif, lebih sempurna, lebih mulia, dan lebih utama. Beliau adalah pemimpin para rasul yang memperlihatkan, menyampaikan, memperkenalkan, dan menampakkan, yang menjadi abid yang membimbing dan menjadi saksi, yang dicintai, mencintai, dibuat dicintai, yang
Badiuzzaman Said Nursi

| 67

memberi petunjuk, diberi petunjuk, dan mendapat petunjuk. Semoga sebaik-baik salawat dan salam tercurah kepada beliau dan kepada mereka semua sepanjang tegaknya langit dan bumi. Lalu, perhatikan hakikat hari akhir yang demikian kuat. Yaitu bahwa seorang penguasa pasti memberikan ganjaran kepada orang yang taat dan hukuman bagi orang yang menantang. Apalagi jika Dia memiliki sifat yang amat pemurah dan mulia. Apalagi jika Dia memliki rahmat yang luas yang melahirkan perbuatan mulia sesuai dengan keluasan rahmatnya serta memiliki kedudukan yang agung. Apalagi jika Dia demikian bijaksana yang menjaga kekuasaannya dengan membuat orangorang berlindung di bawah perlindungannya dan sangat adil yang penjagaan terhadap kerajaannya terwujud lewat cara menjaga hak-hak rakyat. Apalagi jika Dia memiliki kekayaan berlimpah disertai sikap dermawan yang hal itu menuntut keberadaan tempat baginya untuk memberikan jamuan serta keberadaan orang-orang yang membutuhkan. Dia juga memiliki kesempurnaan yang tersembunyi yang perlu ditampakkan ke hadapan khalayak yang mampu mengapresiasi. Dia juga memiliki keindahan immateril tak terkira dan kelembutan yang tak ada padanannya yang kebaikan tersebut harus disaksikan lewat sebuah cermin, diperlihatkan kepada yang lain, serta ditampak kan lewat keberadaan orang yang selalu mengapresiasi, suci, merindu, dan senantiasa mencinta. Pasalnya, keindahan abadi tidak menginginkan perindu sementara. Apalagi jika Dia memiliki sifat kasih sayang dengan membantu orang yang membutuhkan dan mengabulkan orang yang meminta. Sampai-sampai Dia memperhatikan kebutuhan paling kecil dari rakyat paling jelata. Kalau demikian tentu Dia memenuhi kebutuhan paling utama dari orang kepercayaan-Nya. Terutama, jika kebutuhan tersebut bersifat umum di mana ia mudah bagi-Nya, dan dibutuhkan oleh semua. Apalagi jika dari kreasi-Nya terlihat tanda-tanda kekuasaan-Nya secara sangat indah, padahal apa yang tampak dari rakyat-Nya adalah bagaimana mereka berkumpul di sebuah tempat untuk para musafir, yang setiap waktu diisi dan di-

68 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kosongkan, lalu mereka hadir di medan ujian secara bergantian setiap waktu. Mereka berhenti sebentar di galeri untuk menampilkan berbagai model ciptaan-Nya yang menakjubkan di mana galeri tersebut terus berubah sepanjang masa. Kondisi ini sudah barang tentu mengharuskan keberadaan istana abadi, tempat tinggal permanen, dan perbendaharaan yang pintunya senantiasa terbuka di balik rumah, medan ujian, dan galeri di atas. Apalagi jika Sang Raja sangat cermat dalam memerintah dengan mencatat kebutuhan terkecil, amal teringan, dan pengabdian yang paling remeh sekalipun. Lalu Dia mengambil gambar dari semua kejadian yang terjadi di kerajaan-Nya serta mencatat semua amal dan perbuatan. Hal ini tentu saja mengkonsekwensikan adanya perhitungan. Terutama, jika ia berupa amal besar yang dilakukan orang-orang besar. Apalagi jika Sang Raja telah seringkali berjanji dan mengancam yang hal itu sangat mudah untuk diwujudkan oleh-Nya di mana keberadaannya sangat penting bagi rakyat, sementara jika tidak ditepati berarti berlawanan dengan kekuasaan-Nya. Apalagi jika setiap orang yang pernah menghadap Raja menginformasikan bahwa Dia telah menyiapkan bagi orang yang taat dan maksiat sebuah tempat pemberian balasan dan ganjaran sekaligus memberikan ancaman yang kuat, sementara Dia tidak memiliki sifat ingkar janji. Di samping bahwa para informan tersebut sepakat bahwa pusat dari kekuasaan-Nya yang besar terletak pada kerajaan yang jauh dari kita itu. Sementara, tempat tinggal di medan ujian ini hanya bersifat sementara dan akan segera diganti dengan istana abadi. Kekuasaan-Nya yang abadi tersebut tidak mungkin tegak di atas kondisi yang bersifat sementara dan temporer. Apalagi jika Sang Raja selalu dan terus-menerus memperlihatkan di medan ujian yang bersifat sementara ini begitu banyak perumpamaan tentangnya sehingga dari sana diketahui bahwa berbagai pertemuan dan perpisahan yang ada bukan merupakan tujuan akhir. Ia hanya contoh untuk agar aneka gambarannya bisa diambil, disusun, hasilnya dipelihara, serta dicatat agar kekal. Interaksi dan muamalah akan berlangsung di
Badiuzzaman Said Nursi

| 69

tempat pertemuan terbesar sehingga tempat yang fana ini menghasilkan beragam gambaran yang permanen dan buah yang abadi. Apalagi apabila Sang Raja memperlihatkan di tempat singgah sementara dan galeri yang akan ditinggalkan ini sejumlah tanda yang menunjukkan keberadaan hikmah yang cemerlang, perhatian yang jelas, keadilan yang mulia, dan kasih sayang yang luas sehingga orang yang memiliki mata hati akan mengetahui dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada yang lebih sempurna daripada hikmah-Nya, lebih indah daripada perhatian-Nya, lebih komprehensif daripada kasih sayangnya, dan lebih agung daripada keadilan-Nya. Andaikan di wilayah kerajaan-Nya terdapat sejumlah tempat yang tinggi, rumah yang berharga, kediaman yang kekal abadi sehingga menjadi manifestasi hakikat hikmah, perhatian, kasih sayang, dan keadilan-Nya, maka sikap mengingkari hikmah-Nya yang nampak jelas, sikap mengingkari perhatian-Nya yang terlihat, sikap mengingkari kasih-sayangNya yang nyata, serta sikap mengingkari keadilan-Nya yang terindera, mengharuskan adanya pengakuan bahwa Pelaku dari semua perbuatan penuh hikmah dan mulia tersebut adalah seorang yang bodoh, main-main, zalim, dan curang. Hakikat tadi harus berubah menjadi sebaliknya dan ini bagi orang yang berakal merupakan sesuatu yang mustahil. Masih terdapat berbagai bukti lain yang jumlahnya tak terhingga yang menunjukkan bahwa Dia akan memindahkan rakyat-Nya dari tempat sementara ini menuju markas kekuasaanNya yang abadi. Ada begitu banyak tanda yang menunjukkan bahwa Dia akan mengganti kerajaan fana ini dengan kerajaan permanen. Di samping itu tidak mungkin sama sekali alam ini ada, sementara alam tersebut tidak ada. Tidak mungkin Sang Pencipta menciptakan entitas ini, tanpa menciptakan entitas tersebut. Tidak mungkin Tuhan menciptakan dunia tanpa menciptakan akhirat. Sebab, kekuasaan rububiyah-Nya mengharuskan adanya pemberian balasan dan upah. Apalagi diketahui lewat berbagai bukti yang ada bahwa

70 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Pemilik tempat ini memiliki sifat pemurah. Sifat pemurah tersebut mengkonsekwensikan adanya kebaikan yang sempurna dan pemberian balasan. Dia juga Mahamulia yang mengkonsekwensikan adanya pemberian ganjaran dengan sempurna dan tegas. Sementara, dunia sedikitpun tidak bisa menampung kemurahan dan kemuliaan-Nya. Apalagi pemilik alam ini memiliki rahmat yang mencakup segala sesuatu. Di antara tandanya adalah rasa kasih sayang yang dimiliki oleh ibu, bahkan tumbuhan, terhadap anaknya, serta datangnya rezeki anak hewan dengan sangat mudah. Rahmat tersebut melahirkan perbuatan mulia dan baik yang sesuai dengannya. Lihatlah konsekwensi dari rahmat tersebut. Kemudian bandingkan dengan nikmat yang bersifat sementara di dunia fana ini dalam usia yang sangat pendek yang tak sampai satu tetes dari lautan rahmat-Nya. Ia hilang tanpa pernah kembali. Ia membuat nikmat menjadi bencana; kasih sayang menjadi musibah; cinta menjadi nestapa; akal menjadi hukuman; kelezatan menjadi penderitaan. Hakikat rahmat menjadi berubah. Maka, sifat sombong dengan mengingkari rahmat yang nampak sama seperti mengingkari mentari padahal cahayanya demikian terang di siang bolong. Dari kreasi Pemilik alam ini diketahui pula bahwa Dia Mahaagung dan perkasa. Sebagai konsekwensi dari kedua sifat tersebut adalah Dia menghukum orang yang tidak menghormati-Nya serta menekan orang yang meremehkanNya. Sebagaimana hal itu dilakukan kepada generasi terdahulu. Semuanya menunjukkan bahwa Dia tidak pernah melupakan meski ditunda. Dari sunnah-Nya juga dapat dipahami bahwa Dia tidak menerima terhadap tindakan meremehkan perintah dan larangan-Nya. Ya. Dia telah memperkenalkan diri kepada manusia dengan berbagai ciptaan dan tatanan tersebut, berbaik hati kepada mereka lewat sejumlah bunga yang seimbang, menampakkan cinta pada mereka dengan aneka buah yang terhias rapi. Namun, mereka tidak mengenal-Nya dengan iman, tidak mencintai-Nya dengan ibadah, serta tidak menghormati-Nya dengan rasa syukur kecuali sedikit dari mereka. Dengan demikian, sangat pantas kalau Dia
Badiuzzaman Said Nursi

| 71

menyiapkan untuk mereka pada pusat rububiyah-Nya yang abadi sebuah tempat untuk memberikan balasan dan ganjaran. Apalagi Pengatur alam ini memiliki hikmah yang bersifat umum dan mulia. Hal itu ditunjukkan oleh adanya perhatian terhadap sejumlah kemaslahatan dan manfaat dalam segala hal. Juga dibuktikan oleh sejumlah keteraturan, perhatian, indahnya kreasi pada semua makhluk. Implikasi dari sikap hikmah yang mengontrol kekuasaan Tuhan adalah lahirnya sikap yang lembut terhadap orang yang taat dan kembali kepada-Nya. Selain itu, keadilan hakiki Tuhan dapat disaksikan melalui perbuatan-Nya yang menempatkan segala sesuatu pada tempat yang sesuai, memberikan hak kepada pemiliknya, membantu orang yang membutuhkan sesuai dengan kebutuhannya, serta mengabulkan permintaan orang yang meminta kepada-Nya. Terutama, apabila diminta dengan lisan kebutuhan fitri atau kebutuhan yang sangat mendesak. Konsekwensi dari keadilan-Nya berupa adanya penjagaan terhadap kekuasaan dan rububiyah-Nya, serta pemeliharaan hak-hak hamba di pengadilan terbesar. Di samping itu, negeri yang fana ini tak mampu menjadi tempat manifestasi hakikat keadilan di atas. Karenanya, Raja yang adil, serta Tuhan Yang Maha Bijaksana, Mahaindah, Mahamulia, dan Mahaagung, pasti memiliki sorga dan neraka yang kekal abadi. Apalagi Pemilik alam ini dan Pelaku dari semua aktivitas di atas memiliki sifat sangat pemurah dan dermawan, serta memiliki kekayaan yang tersembunyi. Di antara kekayaan tersebut adalah mentari yang memancarkan cahaya dan pohonpohon yang menghasilkan buah. Kedermawanan abadi berikut kekayaan yang kekal itu mengonsekwensikan keberadaan tempat jamuan abadi dan orang-orang yang membutuhkan. Pasalnya, sifat pemurah yang tak terhingga itu melahirkan pemberian nikmat yang tak terkira pula. Sebagai akibatnya nikmat dan karunia yang datang menjadi tak terbatas. Konsekwensinya, senantiasa ada orang yang mendapat anugerah agar ia bisa membalasnya dengan sikap syukur atas karunia abadi itu. Jika tidak, tentu syukur tadi hanya ditunjukkan di sepanjang usianya yang singkat. Di samping bahwa ia tidak akan mengacuhkan

72 |

Al-Matsnawi An-Nuri

sesuatu yang akan lenyap. Lebih dari itu, kenikmatan yang dirasakan menjadi kurang sempurna. Pelaku perbuatan yang penuh hikmah dan mulia itu juga memiliki kesempurnaan tersembunyi. Lewat kesempurnaan yang tampak melalui berbagai mukjizat indah itu dapat dipahami bahwa Dia ingin memperlihatkan kesempurnaan tersebut kepada semua pihak yang bisa merasakan dan mengapresiasi. Ya. Di antara sifat kesempurnaan abadi adalah penampakannya yang terus-menerus berikut keberadaan pandangan yang senantiasa melihatnya. Orang yang tidak melihat secara permanen membuat nilai kesempurnaan tadi berkurang. Di samping itu, Pencipta semua entitas yang indah, menarik, dan bersinar ini memiliki keindahan murni yang tak tertandingi. Dia memiliki sejumlah kelembutan tersembunyi yang sesuai yang tidak ada bandingannya. Bahkan, pada setiap namaNya terdapat kekayaan tersembunyi yang merupakan manifestasi dari keindahan tersebut. Ya, bagaimana mungkin akal kita tidak memahami keindahan Zat yang di antara cerminnya adalah permukaan bumi yang terus berubah pada setiap masa; bahkan pada setiap musim, dan setiap saat, di bawah naungan manifestasi keindahan-Nya yang abadi bersamaan meski cerminnya lenyap dan hilang. Dalam hal ini di antara contoh bunga dan ukirannya adalah musim semi. Selanjutnya, di antara hakikat yang abadi dan permanen adalah bahwa setiap Pemilik keindahan menginginkan keindahannya terlihat baik oleh dirinya maupun oleh orang lain, baik secara langsung maupun lewat perantara. Ia juga menginginkan keberadaan sebuah cermin yang bisa memantulkan keindahannya sekaligus orang yang merindukannya. Keindahan tersebut mengonsekwensikan keberadaan saksi dan penyaksian. Kedua hal tersebut menuntut keberadaan orang yang bisa mengapresiasi dan merindukan kelembutannya. Keindahan abadi menuntut adanya orang yang bisa mengapresiasi dan merindukan. Ia tidak rela dengan perindu yang bersifat sementara. Di sisi lain orang yang terikat dengan dirinya kerapkali memusuhi
Badiuzzaman Said Nursi

| 73

sesuatu yang tidak bisa dijangkau oleh pemahaman dan tangannya sehingga membalas, dengan cinta dan penghargaan tak terhingga orang tersebut malah membalas keindahan tadi dengan semacam permusuhan, kedengkian, dan pengingkaran. Kesimpulannya, sebagaimana alam ini mengharuskan keberadaan Penciptanya, Penciptanya juga mengharuskan keberadaan akhirat. Apalagi Pemilik alam ini memiliki sifat kasih sayang dengan segera menolong orang yang membutuhkan dan mengabulkan doa yang meminta pertolongan. Dia memperhatikan kebutuhan terkecil makhluk-Nya yang paling sederhana. Buktinya adalah pemenuhan atas kebutuhan pada saat dibutuhkan dari arah yang tak disangka-sangka. Dia mendengar suara yang paling pelan dari makhluk yang paling samar. Buktinya Dia memberikan apa yang diminta meski tanpa harus diucap. Lihatlah pemeliharaan Allah yang demikian baik terhadap anak-anak makhluk hidup dan yang lemah di antara mereka. Kasih sayang tersebut sama seperti mentari yang bersinar. Kasih sayang yang mulia itu tentu saja memenuhi kebutuhan yang lebih besar dan lebih utama yang berasal dari hamba-Nya yang paling agung dan makhluk-Nya yang paling Dia cintai. Terutama, apabila kebutuhan tersebut bersifat menyeluruh di mana doa orang yang dikasihi tersebut diamini oleh semua makhluk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Terutama, apabila ia demikian penting karena menjadi faktor yang membuat sesuatu naik kepada tingkatan paling tinggi, sementara tanpa itu nilainya akan jatuh ke tingkat yang paling rendah. Di sini seluruh entitas bergabung bersama doa yang dipanjatkan oleh sang kekasih lewat lisan kesiapan mereka. Terutama, apabila kebutuhan tersebut diperlukan untuk setiap nama yang termanifestasikan pada seluruh entitas alam. Ya. Kebutuhan tersebut ibarat lemari tujuan bagi berbagai nama dan kesempurnaannya di mana ia tampak lewat pemberlakuan hukum-hukumnya. Dalam kondisi demikian, seluruh nama membantu memenuhi kebutuhan sang kekasih. Terutama, apabila kebutuhannya sekejap mata, mudah, dan gampang bagi Tuhan.

74 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Terutama, jika sang kekasih berdoa lewat berbagai macam doa yang menyentuh, bersimpuh dengan segala bentuk kepapahan, menunjukkan cinta lewat beragam ibadah yang diterima. Sementara, seluruh nabi, wali, dan orang-orang mulia yang merupakan buah pohon penciptaan terbaik berbaris di belakangnya mengamini doanya. Beliau meminta sorga, kekekalan, kebahagiaan abadi, dan rida kepada Tuhan Yang Mahamulia. Indahnya kasih sayang Tuhan yang komprehensif dan terlihat lewat berbagai jejaknya sama sekali tidak bisa menerima sikap buruk dan khianat dengan mengingkari permintaan logis dan kekasih di atas. Ya. Sebagaimana kekasih tersebut yang merupakan poros kesaksian dan persaksian bagi bukti azali adalah seorang rasul yang dengan risalahnya beliau menyingkap misteri alam, menunjukkan keesaan, serta menjadi sebab untuk menggapai kebahagiaan di sorga, beliau juga seorang hamba. Dengan ibadahnya beliau menjadi penyingkap perbendaharaan rahmat Tuhan, cermin keindahan rububiyah-Nya, sarana untuk mendapat sumber kebahagiaan, serta sebab bagi keberadaan sorga. Andaikan semua sebab yang jumlahnya tak terhingga yang mengantar kepada sorga tidak ada kecuali permintaan dari kekasih seperti beliau, tentu hal itu sudah cukup menjadi alasan bagi penciptaan sorga oleh Zat Yang Maha Pemurah yang menciptakan berbagai kebun indah di setiap musim semi sebagai prototipe darinya. Menciptakan kebun tidaklah lebih mudah daripada sorga. Sebaliknya, penciptaan sorga tidak lebih sulit daripadanya. Sebagaimana benar dan tepat ucapan yang berbunyi, Andaikan bukan karenamu, tentu cakrawala itu takkan tercipta, demikian pula dengan ucapan yang berbunyi, Andaikan yang ada hanya doamu, tentu sorga diciptakan karena dirimu. Ya Allah limpahkan salawat dan salam kepada sang kekasih yang merupakan pemimpin jin dan manusia, kebanggaan alam, sarana kebahagiaan dunia dan akhirat, pemilik dua sayap, dan utusan bagi kalangan jin dan manusia. Juga kepada keluarga, sahabat, serta seluruh saudaranya yang terdiri dari para nabi dan
Badiuzzaman Said Nursi

| 75

rasul. Amin. Apalagi, dalam peredaran alam ini tampak berbagai jejak kekuasaan-Nya dalam menundukkan matahari, bulan, pohon, dan sungai. Dari sana diketahui bahwa Zat yang melakukan semua itu memiliki kekuasaan dalam rububiyah-Nya yang agung. Sementara di sisi lain, dengan perubahan dan pergantiannya yang demikian cepat, dunia ini ibarat tempat tinggal di penginapan yang disiapkan bagi para musafir yang setiap hari diisi dan dikosongkan. Ia juga merupakan medan ujian yang terus berganti setiap waktu, serta galeri yang dihadirkan untuk memperlihatkan segala model kreasi dan kemurahan Pemilik alam. Galeri tersebut selalu berubah setiap waktu. Adapun makhluk dan hamba sebagai rakyat dan objek kekuasaan yang berkumpul di tempat tersebut sebagai musafir yang datang dan pergi. Mereka mendatangi medan ujian dengan penuh perhatian sesuai dengan kadar pertanyaan dan jawaban yang ada. Setiap saat mereka selalu berniat untuk keluar. Mereka juga berhenti sebentar di galeri itu guna kemudian berpisah. Karena itu dengan kondisi tersebut, di balik tempat yang fana, medan ujian yang bersifat sementara, dan galeri yang temporer ini, harus ada istana kekal, rumah abadi, dan kekayaan yang pintu-pintunya selalu terbuka yang berisi sumber asli dari berbagai prototipe di atas agar kekuasaan yang tampak padanya tegak. Sebab, rububiyah Tuhan mustahil berdiri dengan barangbarang fana seperti itu. Hal ini seperti yang dipahami oleh orang yang memiliki kesadaran manakala di jalan bertemu dengan sebuah tempat singgah yang secara khusus disediakan oleh raja yang baik untuk para musafir yang ingin berkunjung kepadanya. Sang Raja rela mengeluarkan jutaan dinar guna menghias tempat singgah tersebut hanya untuk kunjungan satu malam. Sebagian besar hiasan yang ada hanya berupa contoh dan model. Lalu, para musafir mengecap berbagai makanan hanya untuk sekedar mencicipi; bukan untuk kenyang. Karena itu, mereka tidak akan pernah puas. Kemudian setiap orang dengan tustel photonya mengambil berbagai gambar yang terdapat di tempat singgah

76 |

Al-Matsnawi An-Nuri

tadi. Para pelayan raja juga mengambil berbagai bentuk muamalah yang mereka lakukan dengan sangat cermat. Setiap hari Sang Raja menghancurkan sebagian besar hiasan yang mahal dan bernilai, untuk digantikan dengan hiasan lain guna diberikan kepada tamu yang baru datang. Dari sini dapat dipahami bahwa Pemilik tempat sementara tersebut tentu memiliki tempat yang mahal dan permanen, kekayaan yang bernilai dan tersimpan, serta kedermawanan yang agung. Dia ingin membuat mereka merindukan sesuatu yang telah dipersiapkan dan disimpan untuk mereka. Selain itu, manusia juga dapat memahami bahwa dunia bukan tercipta dengan sendirinya dan untuk dirinya sendiri. Tetapi, ia merupakan tempat tinggal yang selalu diisi dan dikosongkan dengan datang dan pergi. Yang menempatinya adalah para musafir. Tuhan Yang Mahamulia mengajak mereka menuju negeri yang penuh kedamaian. Hiasan yang ada bukanlah untuk dinikmati dengan cara dikunjungi semata karena ia hanya bisa dinikmati sementara waktu yang ketika lenyap menghasilkan derita. Hiasan tadi juga mendatangkan selera, namun ia tidak pernah bisa memuaskan karena usianya dan usiamu yang samasama singkat. Namun, ia dicipta untuk dijadikan pelajaran, untuk disyukuri, dan untuk membuat manusia merindukan barang orisinalnya yang abadi dan mahal. Adapun hiasan di sini merupakan gambaran dan contoh dari apa yang Tuhan simpan di sorga bagi orang beriman. Semua ciptaan yang fana ini bukan untuk hilang begitu saja. Namun, ia berkumpul dalam waktu singkat untuk diambil gambar, contoh, dan substansinya sehingga terbentuk bayangan tentang pemandangan abadi untuk mereka yang layak kekal. Di antara dalil yang menunjukkan bahwa sesuatu diciptakan untuk menjadi kekal; bukan fana, adalah bahwa sesuatu yang fana dilihat dari satu sisi memang lenyap; tetapi dari berbagai sisi yang tak terhitung banyaknya tetap kekal. Misalnya lihatlah bunga yang menatap kita dalam waktu singkat kemudian menghilang. Ia tampak ibarat kata yang hilang, namun dengan ijin Allah meninggalkan ribuan contoh serupa dalam sejumlah
Badiuzzaman Said Nursi

| 77

pendengaran berikut maknanya di dalam akal manusia. Pasalnya, saat selesai bertugas, dalam memori kita, dalam memori setiap orang yang melihatnya, serta dalam benihnya di alam gaib ia meninggalkan berbagai gambaran dan maknanya. Sehingga seolah-olah memori setiap orang yang melihatnya merupakan kamera photo yang bisa merekam hiasan bentuknya dan tempat untuk kediaman abadinya. Demikian pula yang terjadi dengan pemilik ruh abadi lainnya yang jauh lebih mulia. Manusia tidaklah tercipta dengan sia-sia yang boleh melakukan apa saja. Akan tetapi, seluruh gambaran amal perbuatannya direkam, ditulis, dan hasilnya diingat untuk kemudian dihisab. Musim gugur yang melenyapkan ornamen musim semi yang indah tidak lain merupakan tanda selesainya tugas, proses pengosongan untuk menerima utusan makhluk yang baru, sekaligus sebagai peringatan bagi yang lalai dan alpa. Pencipta alam ini memiliki alam lain yang abadi. Para hamba digiring dan dibuat merindukannya. Dia telah menyiapkan untuk mereka sesuatu yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak terdengar oleh telinga, serta tidak pernah terlintas oleh benak manusia.39 Apalagi Pengatur alam ini memiliki memori dan rekaman sempurna di mana baik yang kecil maupun yang besar dicatat semuanya dalam kitab yang jelas. Di antara kandungan isi kitab tersebut adalah aturan dan timbangan yang tampak. Kita bisa menyaksikan bahwa setiap yang usianya selesai seiring dengan berakhirnya tugas serta menghilang dari alam nyata ini, sejumlah gambarannya direkam oleh Sang Pencipta di lembaran catatan amal. Dia menuliskan sebagian besar sejarah kehidupannya dalam benih dan hasilnya. Dia menjaganya dalam beragam cermin, baik yang tersembunyi maupun yang tampak. Seolah39) Abu Hurayrah r.a. meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa Allah berkata, Aku telah menyiapkan untuk hamba-Ku yang salih sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia. Disebutkan, Manusia tidak mengetahui kenikmatan yang telah disediakan untuk mereka (QS as-Sajadah: 17), (HR Bukhari dan Muslim no. 2824).

78 |

Al-Matsnawi An-Nuri

olah sebagian besar entitas ditugaskan untuk mengambil gambar berlangsungnya transaksi antar berbagai hal yang berada di sekitarnya. Engkau bisa melihat memori manusia, buah pohon, biji buah, dan benih bunga guna memahami keagungan jangkauan sistem memori yang ada, meski pada makhluk yang cepat fana. Lalu bandingkan ia dengan kekuatan memori terhadap berbagai hal yang penting yang akan mendatangkan buah di alam gaib dan ukhrawi. Dari rekaman yang demikian sempurna dapat diketahui bahwa Pemilik semua entitas memiliki perhatian besar untuk mencatat semua yang terjadi dalam kerajaan-Nya. Dia Maha Teliti dalam menjalankan kekuasaan-Nya dan sangat rapi dalam rububiyah-Nya. Dia menulis kejadian, perbuatan, dan pelayanan yang terkecil sekalipun sekaligus memerintahkan untuk merekam semua yang terjadi dalam kerajaan-Nya. Rekaman tersebut menyiratkan, menjelaskan, dan bahkan mewajibkan adanya perhitungan. Terutama terkait dengan amalamal terbesar dan terpenting yang dilakukan makhluk terbaik dan termulia; yaitu manusia. Pasalnya, manusia adalah saksi bagi seluruh aktivitas rububiyah Tuhan, bukti keesaan-Nya dalam berbagai wilayah, serta pengamat dan pemimpin tasbih alam. Serta masih banyak lagi sebab mengapa manusia dimuliakan dengan diberi amanah dan diangkat sebagai khalifah. Kalaui demikian, Apakah manusia mengira dirinya akan dibiarkan begitu saja,40 tanpa ditanya di hari esok? Tentu ia akan dihisab atas seluruh amal yang dilakukan. Kemudian ia akan pergi menuju mahsyar dan alam keabadian. Mahsyar dan kiamat bagi Tuhan adalah seperti musim semi dan musim gugur. Semua peristiwa masa lalu adalah mukjizat qudrat-Nya yang menjadi bukti bahwa Dia Mahakuasa atas segala kemungkinan di masa mendatang. Apalagi, Pemilik alam ini telah berkali-kali berjanji bahwa Dia bisa menghadirkan kiamat dengan sangat mudah dan ringan, serta keberadaannya untuk makhluk dan hamba sangat penting
40) Q.S. al-Qiyamah: 36.

Badiuzzaman Said Nursi

| 79

dan berharga. Sebaliknya, mengingkari janji tersebut sangat berlawanan dengan qudrat dan rububiyah-Nya. Mengingkari janji juga merupakan dampak dari kebodohan di samping ketidakberdayaan. Karena itu, mengingkari janji mustahil bagi Zat Yang Maha Mengetahui dan Mahakuasa. Menghadirkan mahsyar dengan segala peristiwa dan sorganya tidaklah lebih sulit daripada menghadirkan musim semi dengan segala perubahan dan kebunnya. Janji Allah sesuatu yang pasti berlaku sesuai dengan informasi para nabi dan kesepakatan semua wali. Perhatikan kekuatan janji Allah dalam ayat berikut, Dia akan mengumpulkan kamu di hari kiamat, yang terjadinya tidak diragukan lagi. Siapakah orang yang lebih benar perkataan(nya) dari pada Allah? 41 Sungguh celaka manusia. Betapa ia sangat kufur dengan tidak mempercayai ucapan Zat yang seluruh entitas alam merupakan kalimat-Nya yang benar dan merupakan tanda kekuasaan-Nya yang menuturkan kebenaran. Manusia justru berpegang kepada ilusi, kebodohan diri, dan kebatilan setan. Kita berlindung kepada Allah dari sikap durhaka, kejahatan diri, dan setan. Apalagi kita menyaksikan di alam ini sejumlah fenomena rububiyah yang tertata rapi dan abadi serta tanda kekuasaanNya yang kekal. Bayangkanlah keagungan Pemelihara alam ini dilihat dari kondisi bumi berikut makhluk yang menempatinya seperti hewan yang tunduk di bawah perintah-Nya di mana Dia yang menghidupkan dan mematikan serta Dia pula yang menumbuhkan dan menata. Demikian pula dengan matahari berikut planet-planet di sekitarnya yang dihamparkan dan diatur lewat qudrat kekuasaan-Nya di mana Dia yang menetapkan dan memutar. Padahal, pemeliharaan Allah yang abadi serta kekuasaan-Nya yang permanen dan bersifat komprehensif lewat penataan-Nya yang agung yang mencengangkan akal, keduanya tidak tegak di atas pilar-pilar yang cepat lenyap, lemah, dan
41) Q.S. an-Nisa: 87.

80 |

Al-Matsnawi An-Nuri

sementara. Keduanya juga tidak dibangun di atas dunia yang fana. Namun, dunia hanyalah ibarat lahan tempat membangun rumah yang bersifat sementara untuk menguji dan memperlihatkan. Setelah itu, ia dihancurkan dan diganti dengan istana abadi yang seluruh makhluk digiring kepadanya. Karena itu, Zat Pemelihara alam yang fana ini pasti memiliki alam lain yang abadi dan permanen. Hal ini juga telah diberitakan oleh para pemilik jiwa yang bersinar, kalbu yang bercahaya, dan akal yang terang yang telah pergi ke alam hakikat dan masuk ke hadirat-Nya. Dia telah menyiapkan untuk orangorang yang taat dan bermaksiat negeri untuk memberikan balasan. Di samping itu, Dia juga memberikan janji yang tegas dan ancaman yang kuat, sementara Dia tidak mungkin melanggar janji dan mustahil tak mampu mewujudkan ancaman-Nya. Selanjutnya para informan yang terdiri dari para nabi, orangorang pilihan, serta mereka yang membidangi persoalan ini dari madzhab dan aliran apapun adanyatelah sepakat dengan kebenaran informasi tersebut yang didukung oleh entitas lewat sejumlah tandanya. Karena itu, apa ada wahai manusia perkataan yang lebih benar daripadanya?! Adakah informasi yang lebih benar dan lebih haq daripada informasi di atas?! Apalagi Pengatur alam ini pada setiap waktusetiap hari, tahun, abad, dan dekadememperlihatkan di permukaan bumi yang bersifat sementara ini begitu banyak contoh dari alam yang lebih besar dan lebih luas semacam itu berikut isyarat tentangnya. Engkau bisa memperhatikan bagaimana Dia menghidupkan bumi pada musim semi agar engkau dapat melihat sekitar adanya 300 ribu proses pengumpulan dan kebangkitan dengan sangat rapi hanya dalam waktu enam hari serta dengan sangat sempurna dan cermat, disertai makhluk yang mati yang jumlahnya tak terhitung yang tersebar di permukaan bumi. Zat yang melakukan semua itu bagaimana mungkin terhalang oleh sesuatu?! Bagaimana mungkin Dia tidak mampu menciptakan langit dan bumi dalam enam hari?! Bagaimana mungkin pengumpulan manusia tidak terwujud hanya dalam sekejap mata bagi-Nya?! Ya. Zat yang menuliskan 300 ribu buku yang semua
Badiuzzaman Said Nursi

| 81

hurufnya lenyap dalam lembar permukaan bumi dan bercampur dengan sangat sempurna, bagaimana mungkin Dia tak mampu menuliskan kembali lewat memori-Nya tulisan yang kedua, sementara Dia yang telah menulis pertama kali dan menghapusnya?! Dalam hal ini, Engkau bisa melihat ayat berikut, Maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi yang sudah mati. Sesungguhnya (Tuhan yang berkuasa seperti) demikian sangat (berkuasa) menghidupkan orang-orang yang telah mati. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.42 Dari ayat di atas engkau bisa mengetahui hakikat dari perumpamaan ini. Dari semua itu dapat dipahami bahwa pertemuan dan perpisahan yang terlihat bukan merupakan tujuan karena tidak ada keselarasan antara seremoni penting itu dan buahnya yang fana di masa yang singkat. Akan tetapi, ia hanya merupakan perumpamaan agar berbagai gambarannya bisa direkam, disusun, dan hasilnya disimpan untuk kemudian berlanjut di tempat berkumpul yang lebih besar dan penyaksiannya terus berlangsung di galeri yang lebih jelas. Dengan demikian, entitas yang fana tadi menghasilkan bentuk yang abadi, buah yang kekal, serta makna yang permanen. Dunia ini tidak lain merupakan ladang, tempat memanennya adalah mahsyar, serta tempat penyimpanannya adalah sorga dan neraka. Apalagi, apabila Tuhan Yang Mahakekal dan Sang Penguasa Azali telah memperlihatkan di bumi yang fana ini tanda-tanda hikmah yang cemerlang, perhatian yang tampak jelas, keadilan yang yang sangat tinggi dan berharga, kasih sayang yang luas dan mencakup sehingga orang yang memiliki mata yang sehat dan kalbu yang sempurna akan mengetahui bahwa tidak mungkin ada yang lebih sempurna daripada hikmah-Nya, lebih indah daripada perhatian-Nya, lebih mencakup daripada kasih sayang-Nya, serta lebih agung daripada keadilan-Nya.
42) Q.S. ar-Rm: 50.

82 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Andaikan di wilayah kerajaan-Nya tidak terdapat tempat yang abadi, kediaman yang berharga, asrama yang kekal guna menjadi bukti yang memperlihatkan hakikat hikmah, perhatian, kasih sayang, dan keadilan-Nya, tentu orang yang berakal akan mengingkari hikmah di atas, orang yang memiliki mata hati akan mengingkari perhatian-Nya, orang yang memiliki kalbu akan mengingkari kasih sayang-Nya, serta orang yang memiliki akal pikiran akan mengingkari keadilan-Nya. Sementara di sisi lain ia mengakui keberadaan Pemilik perbuatan yang penuh hikmah, kasih sayang, mulia, dan adil ini. Sungguh ini sangat tidak mungkin, sangat bodoh, main-main, zalim, dan penipu. Berbagai hakikat kebenaran akan berbalik. Ini tentu saja mustahil bagi semua orang berakal; bukan bagi orang tidak waras yang yang mengingkari keberadaan sesuatu; bahkan dirinya sendiri. Siapa yang tidak percaya berarti lebih dungu dari Habannaqa (si pandir) yang tidak mengenal kecuali dirinya dan itupun lewat topi miliknya; sehingga ketika topi tersebut dipakai orang ia mengira orang itu adalah dirinya. Pandangan orang yang ingkar sama seperti topi milik si pandir itu. ### Wahai yang terus membaca permasalahan ini dari awal, jangan mengira bahwa dalilnya hanya terbatas pada apa yang telah disebutkan. Namun, Alquran Yang penuh hikmah telah menerangkan berbagai dalil yang tak terhitung banyaknya bahwa Sang Pencipta akan memindahkan kita dari negeri yang bersifat sementara ini menuju pusat kekuasaan rububiyah-Nya yang bersifat abadi. Alquran juga menjelaskan sejumlah petunjuk yang tak terhingga banyaknya bahwa Dia akan mengganti kerajaan ini dengan kerajaan yang kekal di sana. Jangan mengira nama-nama Allah yang mengonsekwensikan keberadaan akhirat dan mahsyar hanya terbatas pada al-Hakm (Yang Maha Bijaksana), al-Karm (Yang Mahamulia), arRahm (Yang Maha Penyayang) , dan al-Hafzh (Yang Maha Menjaga). Akan tetapi, seluruh nama yang tampak dalan pengaturan alam memang mengonsekwensikan keberadaan akhirat.
Badiuzzaman Said Nursi

| 83

Sebagai kesimpulan, permasalahan hari akhir merupakan permasalahan yang telah sama-sama ditegaskan oleh: Zat Yang Mahabenar lewat keindahan, keagungan, dan seluruh nama-Nya; Alquran yang terang yang mengandung kesepakatan semua kitab suci para nabi, wali, dan orang-orang suci; Makhluk paling sempurna, Muhammad saw, yang tepercaya, penggenggam rahasia kesepakatan seluruh jiwa yang bersinar, yang suci, dan tinggi, dari kalangan rasul, nabi, ahli kasyaf, dan kalangan shiddiqin; Alam berikut seluruh tanda dan alamatnya sehingga masing-masing entitas memiliki dua sisi: sisi yang menatap Penciptanya di mana ia memiliki banyak lisan yang mengakui dan memperlihatkan keesaan-Nya; serta sisi lain yang menatap tujuan dan hari akhir. Sisi ini juga memiliki banyak lisan yang menjelaskan dan memperlihatkan keberadaan negeri akhirat. Contohnya, sebagaimana dirimu dengan keberadaanmu dalam bentuk terbaik menunjukkan eksistensi Penciptamu, ketiadaanmu dengan begitu cepat di samping keseluruhan potensimu untuk abadi juga menunjukkan eksistensi akhirat. Kedua sisi tersebut kadangkala bertemu. Misalnya, sebagaimana hikmah yang demikian rapi, perhatian yang demikian indah, kasih sayang yang sangat lembut, keadilan yang begitu seimbang menunjukkan keberadaan Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana, Mahamulia, Maha Penyayang, Mahaadil, dan Maha Menjaga, ia juga menunjukkan kebenaran akhirat, dekatnya kiamat, dan realisasi kebahagiaan. Ya Allah masukkan ke dalam golongan yang bahagia. Kumpulkan kami dalam kelompok mereka yang bahagia. Serta masukkan kami ke dalam sorga bersama mereka yang taat dengan syafaat nabi-Mu. Limpahkanlah salawat dan salam kepada beliau dan keluarganya sesuai dengan rahmat-Mu dan kehormatannya. Selamatkan agama kami. Amin.

84 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Keempat

SETETES LAUTAN TAUHID


Kunci solusi risalah yang terambil dari curahan Alquran ini baru bisa diraih setelah mempelajari keseluruhannya secara cermat 43

rts
PENJELASAN TUJUAN
Bacalah dengan cermat, insya Allah hatimu tenang Ketahuilah! Wahai yang melihat, takdir ilahi telah mengantarku kepada jalan yang aneh. Dalam perjalanan banyak kesulitan, musibah, dan musuh yang kutemui. Kegelisahan menghantui diri. Maka, dengan segala kelemahan aku bersimpuh di hadapan Tuhan. Seketika pertolongan-Nya meraih tanganku. Alquran mengajariku jalan yang benar. Kasih sayang Tuhan menolong dan menyelamatkanku dari kesulitan. Dengan mengucap syukur alhamdulillah, aku berhasil menang dalam perang melawan hawa nafsu dan setan; dua utusan yang mengantar kepada berbagai kesesatan. Pertama-tama, aku memulai perlawanan lewat kalimat penuh berkah yang berbunyi: subhanallah, wal hamdulillah, wa l ilha illallh, wallhu akbar, wal hawla wal quwwata ill billh
43) Risalah ini dicetak pertama kali di penerbit Najm Istiqbl, Istambul, pada tahun 1340 H (1922 M).

Badiuzzaman Said Nursi

| 85

(Mahasuci Allah. Segala puji bagi-Nya. Tiada Tuhan selain Allah. Dan Dia Mahabesar. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Maka, tiga puluh perang tak berkutik di bawah setiap benteng kokoh tersebut. Setiap kalimat; bahkan setiap bagian dari risalah ini adalah hasil kemenangan dari perang yang sama sekali tak diinginkan oleh musuh. Yang kutulis hanyalah yang kusaksikan. Kuterangkan sebuah hakikat panjang berikut dalilnya dengan satu gambaran disertai petunjuk hukumnya yang bisa diketahui dengan perhatian cermat. Yang kujelaskan adalah yang memang dirasa perlu; selebihnya tidak.44 Kukira perjalanan waktu akan menempatkan akal dan kalbu manusia dalam kesulitan yang pernah kulalui. Karena itu, tulisan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka yang menghadapinya. Semoga Allah memberikan taufik. Said Nursi

44) Artinya, ia sejalan dengan spirit syariat yang dijelaskan pada halaman 172 di buku Isyrt al-Ijz. Syariat menguraikan hal-hal yang memang diperlukan dan dibutuhkan. Sementara, dalam hal yang tidak penting atau akal pikiran tidak siap, atau waktu yang ada tidak mendukung, maka ia hanya menyebutkan secara global seraya meletakkan landasan untuk pengambilan kesimpulan hukum darinya serta mengembangkannya dengan pandangan akal.

86 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bismillhirrahmnirrahm Segala puji milik Allah. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi-Nya. Tulisan ini terdiri dari empat bab, penutup, dan pendahuluan.

PENDAHULUAN
Ketahuilah, selama empat puluh tahun perjalanan usia dan tiga puluh tahun perjalanan menuntut ilmu, aku mendapatkan empat kata dan empat kalimat yang nanti akan dijelaskan. Di sini aku akan menerangkannya secara global. Adapun kata yang dimaksud adalah makna harfiy, makna 45 ismiy, niat, dan cara pandang. Maksudnya bahwa memandang kepada sesuatu selain Allah harus dengan makna harfiy (simbolik), sementara memandang kepada entitas harus dengan makna ismiy (hakiki). Pada setiap sesuatu terdapat dua sisi: sisi yang mengarah kepada Zat Yang Mahabenar dan sisi yang mengarah kepada alam. Ketika mengarah ke sisi alam ia harus diposisikan sebagai kiasan atau simbol bagi makna ismiy yang merupakan sisi penisbatannya kepada Allah Swt. Misalnya, nikmat harus dilihat sebagai cermin
45) Penjelasan tentang kedua istilah tersebut akan ditemukan di dalam kandungan isi buku ini. Secara gramatika, harf (huruf) adalah sesuatu yang menunjuk kepada makna yang terdapat pada selain dirinya, sementara ism (nomina) adalah sesuatu yang menunjuk kepada makna yang terdapat ada dirinya tanpa terikat dengan waktu. Jadi, maksudnya bahwa pandangan Qurani terhadap alam wujud menjadikanya seperti huruf-huruf yang mengungkap esensi manifestasi namanama Tuhan dan sifat-Nya yang agung.

Badiuzzaman Said Nursi

| 87

bagi pemberian nikmat oleh Tuhan, sementara sarana dan sebab merupakan cermin bagi perbuatan Tuhan. Demikian pula dengan cara pandang dan niat. Keduanya merubah esensi segala sesuatu dengan membalikkan keburukan menjadi kebaikan sebagaimana tanah dirubah menjadi emas. Dalam hal ini niat juga bisa merubah gerakan biasa menjadi ibadah, serta cara pandang merubah ilmu-ilmu alam menjadi pengetahuan ilahiyah. Jika dilihat dengan ukuran sebab maka merupakan kebodohan. Namun jika dilihat dengan ukuran Allah, ia merupakan pengetahuan ilahiyah. Selanjutnya, terkait dengan kalimat atau ucapan. Yang pertama adalah Aku bukan Pemilik diriku. Pemilik diriku adalah Sang Pemilik kerajaan, Zat Yang Mahaagung dan Mulia. Kubayangkan diriku sebagai pemilik untuk memahami sifat-sifat Pemilikku lewat analogi. Maka dengan sesuatu yang terbatas dan imajinatif aku memahami Zat yang tak terbatas. Akhirnya, pagi datang dan lentera hayalan itupun padam. Kedua adalah Kematian adalah sesuatu yang haq (nyata). Kehidupan dan tubuh ini tidak bisa menjadi pilar kehidupan yang agung. Pasalnya, keduanya tidak abadi; juga tidak berasal dari besi dan batu. Namun ia berasal dari daging, darah, dan tulang, serta berbagai unsur yang saling berlawanan yang untuk beberapa saat bisa sejalan namun kemudian siap berpisah. Bagaimana mungkin istana seluas dunia dibangun di atas pondasi yang rapuh dan pilar yang cepat membusuk. Ketiga adalah Tuhanku Mahaesa. Puncak kebahagiaan setiap orang adalah ketika berserah kepada Tuhan Yang Mahaesa. Jika tidak, tentu ia membutuhkan banyak tuhan yang saling berseberangan. Pasalnya, totalitas manusia memiliki berbagai kebutuhan terhadap banyak hal, sejumlah hubungan dengannya, derita, kesan, kesadaran dan ketidaksadaran terhadapnya. Ini semua merupakan kondisi yang sangat menyiksa. Maka dari itu, mengetahui Tuhan Yang Mahaesa di mana sejumlah tuhan imajiner ini hanyalah hijab halus yang membungkus kekuasaanNya merupakan sorga duniawi. Keempat adalah ego yang merupakan titik hitam yang

88 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kepalanya dibungkus dengan goresan kreasi Tuhan. Padanya tampak bahwa Sang Pencipta lebih dekat daripada dirinya sendiri. Penjelasan tentang sejumlah kalimat ini akan diuraikan di penutup bab pertama.

Badiuzzaman Said Nursi

| 89

90 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bab Pertama

L ILHA ILLALLH
(Tiada Tuhan Selain Allah)

rts
Bismillhirrahmnirrahm

egala puji milik Allah Tuhan Pencipta semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada penghulu para rasul. Serta kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau. Kupersaksikan kepada seluruh saksi dan yang disaksikan bahwa aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah yang wujud dan seluruh sifat sempurna-Nya, serta keberadaan-Nya yang esa dan tunggal ditunjukkan dan diakui oleh: Saksi yang jujur dan dipercaya, hujjah yang bertutur dan diimani, pemimpin para nabi dan rasul, penggenggam rahasia kesepakatan dan pembenaran mereka, imam para wali dan ulama bertakwa, penyimpan rahasia kesepahaman dan pencapaian hakikat mereka, pemilik bukti yang terang, mukjizat yang kokoh, benar, dan dipercaya, pemilik sifat-sifat mulia serta akhlak yang luhur dan sempurna, penerima wahyu ilahi, pengembara alam gaib dan malakut, penyaksi ruh dan penyerta malaikat, pembimbing jin dan manusia, model kesempurnaan alam lewat kepribadiannya yang menunjukkan bahwa beliau merupakan pusat tatapan Pencipta alam, pemilik syariat yang menjadi model
Badiuzzaman Said Nursi

| 91

rambu kebahagiaan sekaligus simbol sistem Pencipta alam. Itulah junjungan dan pembimbing kita menuju iman, Muhammad ibn Abdullah ibn Abdul Muththolib. Semoga salawat dan salam tercurah kepada beliau. Beliau menjadi saksi di alam nyata ini di hadapan seluruh saksi sebagai pemberi kabar gembira dan peringatan serta penyeru seluruh generasi manusia di sepanjang masa dan wilayah lewat seluruh kekuatannya, kesungguhannya yang sempurna, puncak keyakinannya, ketenangannya, dan keimanannya bahwa: Tiada Tuhan selain Allah yang wujud-Nya, sifat agung, indah, dan sempurna-Nya, serta keesaan-Nya ditunjukkan dan disaksikan oleh pembeda yang penuh hikmah yang berisi rahasia kesepakatan seluruh kitab para nabi di berbagai zaman, seluruh kitab para wali dari berbagai aliran, seluruh kitab ahli tauhid dari berbagai pendekatan. Semuanyayakni akal dan hati mereka sepakat membenarkan hukum Alquran yang menerangi enam arahnya. Ia adalah kalam Allah yang menjaga nama-Nya sepanjang masa; sumber wahyu sebagaimana keterangan penerima wahyu dan ahli kasyaf; sumber hidayah yang sangat jelas; sumber iman; kumpulan hakikat; pengantar kebahagiaan; pemilik buah sempurna; yang diterima oleh malaikat, manusia, dan jin; yang lahir dari sejumlah petunjuk; yang didukung oleh dalil-dalil rasional menurut kesepakatan para ilmuwan; yang dipercaya lewat kesaksian fitrah yang bersih dari segala penyakit; serta merupakan mukjizat yang abadi. Itulah lisan gaib yang bersaksi di alam nyata lewat kesaksian yang berulang-ulang dengan mengucap, ketahuilah bahwa tiada Tuhan selain Allah.46 Wujud-Nya serta sifat agung, indah dan sempurna-Nya, juga keesan-Nya ditunjukkan dan dibuktikan oleh alam. Yaitu dibuktikan oleh kitab besar ini dengan seluruh bab, pasal, lembaran, baris, kalimat, dan hurufnya serta oleh manusia dengan seluruh anggota badan, sel, partikel, sifat, dan keadaannya. Dengan kata lain, semua entitas lewat seluruh bagian alamnya mengucap tiada Tuhan selain Allah, lewat pilar-pilar alam
46) Q.S. Muhammad: 19.

92 |

Al-Matsnawi An-Nuri

tersebut ia mengucap, tiada Yang Mencipta selain Dia, lewat anggota dari pilar tersebut ia mengucap, Tiada yang membuat selain Dia, lewat bagian dari anggota tersebut ia mengucap, tidak ada yang mengatur selain Dia, lewat partikel darinya ia mengucap, tiada Yang Memelihara selain Dia, lewat sel-selnya ia mengucap, Tiada yang bertindak selain Dia, lewat atom-atom sel tersebut ia mengucap, tiada Yang Mencipta selain Dia, serta lewat eter atom tadi ia mengucap, tiada Tuhan selain Dia. Jadi, seluruh entitas bersaksi bahwa Dia Zat Yang Wajib ada dan Yang Mahaesa lewat semua spesies, pilar, anggota, bagian, partikel, sel, atom, dan eternya, baik secara terpisah maupun secara tersusun melalui penyusunan yang rapi seraya mengangkat panji kesaksian akan keberadaan Sang Pencipta yang azali, serta mempersembahkan sejumlah lukisan unik yang menunjukkan eksistensi Sang Pelukis azali. Lewat lima puluh lima lisan setiap bagian dari struktur alam bersaksi bahwa Dia adalah Zat Yang Wajib ada dan Mahaesa. Penjelasan mengenai lisan yang dimaksud akan dikemukakan pada waktunya. Hanya saja secara global ia adalah sebagai berikut: Yaitu lewat lisan setiap bagian dan susunannya yang teratur, kepapahan dan kebutuhannya yang terpenuhi, kondisinya yang tertata rapi, bentuknya yang sempurna dan menakjubkan, lukisannya yang indah luar biasa, hikmahnya yang demikian tinggi, keragamannya yang istimewa, dan kemiripannya yang sangat rapi; lalu lewat lisan keteraturan dan keseimbangannya, keindahan kreasi dan kesempurnaanya, respon antar bagian di mana yang satu memenuhi kebutuhan lainnya, serta kondisi saling menopang antar unsur yang berbeda; kemudian lewat lisan hikmah yang bersifat menyeluruh, perhatian yang sempurna, rahmat yang luas, dan rezeki yang tersebar; selanjutnya lewat lisan kebaikan dan perbaikan, keindahan yang terpantul, cinta yang jujur, ketertarikan dan gravitasi, dan bayangan alam; juga lewat lisan kemungkinan dan kejadiannya, kebutuhan dan kepapahannya, kelemahannya, kematiannya, kebodohannya, kefanaannya, perubahannya, ibadahnya, rekamannya, seruannya,
Badiuzzaman Said Nursi

| 93

dan munajatnya, struktur dan setiap bagian alam dengan seluruh lisan tersebut menjadi saksi atas eksistensi Sang Pencipta Yang tak bermula dan Mahakuasa. Ia menjadi bukti yang menunjukkan sifat-sifat sempurna-Nya, bersaksi atas keesaan-Nya, menyebutkan nama-nama-Nya yang mulia, bertasbih memuji-Nya, menjelaskan ayat-ayat Alquran yang bijaksana, membenarkan informasi pemimpin para rasul, merealisasikan ramalan yang benar yang bersambung kepada cahaya Islam yang bersambung kepada tangga kenabian, yang bersambung kepada cahaya iman terhadap Zat Yang Mahaesa. Lewat semua lisannya di bawah perintah kalam Allah serta kepemimpinan penghulu seluruh rasul dan manusia, alam sepakat mengucap Allah. Tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Berdiri sendiri.47 Perhatikan penjelasan dari persoalan tersebut: 1 dan 2. Di alam terlihat kumpulan dan bagian-bagian dari penataan yang nampak jelas serta keseimbangan yang saling menopang yang menjadi dalil wajibnya keberadaan Zat yang seluruh entitas berada dalam genggaman sistem dan neraca-Nya. Lewat penataan yang tampak jelas dan saling menopang itu ia juga menjadi bukti bahwa Pengatur dan Penatanya adalah satu. Ia membuka celah menuju tujuan; yaitu Zat Yang wajib ada dan Mahaesa. Di dalamnya seluruh entitas alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 3 dan 4. Keteraturan dan kerapian yang terdapat di rumah alam yang menunjukkan ketiadaan intervensi pihak lain serta kreasi, lukisan, dan kerajaan milik Yang Mahaesa membuka celah dalam bentuk lain. Di dalamnya alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 5 dan 6. Kreasi yang demikian rapi dan sempurna dalam segala sesuatu berikut kapasitasnya yang sesuai yang diberikan lewat pena takdir Zat Yang Maha Mencurahkan, hal itu menunjukkan keberadaan pena yang satu. Penulis lembaran langit dengan bintang dan mataharinya juga
47) Q.S. al-Baqarah: 255.

94 |

Al-Matsnawi An-Nuri

merupakan Penulis lembaran lebah dan semut berikut sel dan partikelnya. Ia membuka celah dalam bentuk yang berbeda yang di dalamnya alam bersaksi lewat lisan seluruh ciptaan, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 7 dan 8. Respon dan harmoni antar berbagai unsur yang berbeda yang terdapat di jalan yang panjang dan berliku di mana sebagiannya memenuhi kebutuhan yang lain seperti bahan nutrisi sel dan buah, serta kerja sama antar berbagai bagian yang berbeda seperti sejumlah planet yang merupakan buah matahari, semua itu menunjukkan bahwa seluruhnya merupakan pelayan dari Majikan yang sama, berada di bawah komando Pengatur yang sama, serta rujukan mereka pun adalah Pemelihara yang satu. Hal itu membuka celah dalam tingkatan berbeda yang di dalamnya alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 9 dan 10. Kemiripan makhluk yang teratur sebagaimana bintang gemintang di langit serta keselarasan di antara mereka sebagaimana berbagai bunga yang terdapat di bumi, keduanya menunjukkan bahwa segala sesuatu merupakan aset Pemilik yang satu, berada di bawah pengaturan Zat yang satu, serta sumber mereka adakah kekuasaan yang satu. Hal ini membuka celah yang di dalamnya alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 11. Bentuk setiap makhluk hidup yang merupakan manifestasi dari nama-nama yang begitu banyak dengan jejak dan keindahan yang beragam di mana mereka saling memberikan pengaruh, mirip meski dalam satu sel, saling memberikan pantulan, saling berbaur seperti tujuh warna matahari, semua itu menunjukkan bahwa Sang Pencipta Yang Mahahidup merupakan Zat yang mewujudkannya, yang melukisnya, yang memberikan nikmat kepadanya, dan yang memberinya rezeki. Zat yang memberikan rezeki tersebut adalah Pencipta sumber-sumber rezeki. Penciptanya adalah Zat Yang Berkuasa atas segala sesuatu. Hakikat ini membuka celah menuju derajat wajibnya Tuhan dan keesaan-Nya yang di dalamnya alam bersaksi dengan
Badiuzzaman Said Nursi

| 95

mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 12 dan 13. Relasi seperti antara mata lebah dan semut serta keselarasan dalam hal cara kerjanya menunjukkan bahwa keduanya merupakan hasil lukisan pelukis yang sama. Hal ini membuka celah yang di dalamnya entitas alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 14. Daya gravitasi yang tertulis dan terlukis di antara atom serta substansi unik dari gravitasi umum yang tertulis dan terbentang antara bintang dan mentari menunjukkan bahwa keduanya merupakan tulisan pena yang sama, disusun oleh penyusun yang sama, dan bersumber dari kilau mentari yang sama. Hal ini membuka celah menuju keberadaan dan keesaan-Nya yang di dalamnya alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 15. Hubungan antar setiap partikel dalam berbagai konstruksi yang saling bercampur dan teratur di mana partikel tersebut memiliki tugas tertentu, seperti partikel mata yang terdapat dalam konstruksi syaraf yang menggerakkan, merasa, dan melihat, semua itu menunjukkan bahwa Pencipta mata penglihatan dan mata alam (mentari), serta Zat yang meletakkannya di tempat yang sesuai merupakan Pencipta semua konstruksi. Hakikat ini juga menjadi celah yang di dalamnya alam bersaksi lewat lisan setiap partikelnya bahwa Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 16. Luasnya wilayah kekuasaan dalam satu spesies yang pasti berasal dari Zat Yang Mahaesa disertai dengan kondisi sejumlah spesies yang mencakup sebagian besar entitas alamseperti ular dan ikanmaka bisa dikatakan bahwa Sang Pencipta makhluk juga merupakan Pencipta spesies. Sebagai contoh, pena yang menggambar guratan wajah Zayd sudah barang tentu mengetahui guratan wajah seluruh manusia karena bentuknya yang berbeda-beda. Jika tidak, tentu bisa sama. Nah, Pencipta rahasia ini juga merupakan Pencipta seluruh spesies. Hakikat tersebut membuka satu celah yang di dalamnya alam bersaksi bahwa Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia.

96 |

Al-Matsnawi An-Nuri

17.

Perasaan aneh dan bingung akibat keterbatasan pikiran telah mengantarkan manusia untuk tidak mau menisbatkan segala sesuatu kepada Zat Yang Mahaesa. Padahal ketika menisbatkan makhluk ke pada berbagai kemungkinan, sebab, dan dirinya sendiri sebanyak jumlah entitas, justru keanehan dan kebingungan tersebut semakin bertambah. Artinya, yang pertama lebih mudah dan sederhana. Pasalnya, manakala sesuatu yang banyak bersumber dari yang satu, hal itu lebih ringan daripada jika sesuatu bersumber dari jumlah yang banyak dan buta yang ketika mereka berkumpul membuatnya semakin buta. Andaikan seekor lebah tidak bersumber dari kekuasaan Tuhan, tentu seluruh yang terdapat di langit dan di bumi ikut serta dalam keberadaannya. Bebannya akan semakin meningkat di mana benda sebesar atom jika dinisbatkan kepada Allah, akan bisa menjadi sebesar gunung andaikan dinisbatkan kepada sebab dan sehelai rambut bisa menjadi seperti tali. Pasalnya, satu perbuatan yang bersumber dari Zat Yang Mahaesa memberikan maslahat bagi banyak makhluk, di mana hal itu tidak bisa dilakukan oleh sesuatu yang banyak kecuali dengan banyak perbuatan. Sama seperti kedudukan pemimpin terhadap pasukannya; sumber air terhadap tetesannya; dan pusat kekuasaan terhadap titik-titik wilayahnya. Dengan satu perbuatan saja, ketiga hal tersebut bisa menghadirkan banyak hal. Ini tidak mungkin terjadi jika dinisbatkan kepada diri mereka sendiri kecuali dengan perbuatan yang sangat banyak dan dengan beban yang sangat besar. Bahkan ia bisa dikatakan tidak mungkin terjadi dan berbalik menjadi rangkaian kemustahilan. Di antara bentuk kemustahilannya adalah keharusan adanya sifat Tuhan pada setiap atom lantaran adanya lukisan sempurna dan kreasi yang sangat rapi. Demikian pula asumsi keberadaan sekutu yang jumlahnya tak terhingga serta asumsi keberadaan ilmu yang sempurna pada setiap atom lantaran kerja sama dan keseimbangan yang terjadi. Dengan demikian, menisbatkan segala sesuatu
Badiuzzaman Said Nursi

| 97

kepada sebab yang demikian banyak melahirkan sejumlah kemustahilan, kondisi yang tidak rasional, serta kebatilan yang dihembuskan oleh ilusi dan asumsi. Adapun apabila ia dinisbatkan kepada Pemiliknya yang hakiki, Zat Yang Wajib ada dan esa, tentu partikel dan konstruksinyaseperti tetesan hujan yang bersinar seperti mentarimerupakan manifestasi dari kilau manifestasi qudrat azali yang tak terhingga disertai ilmu dan kehendak yang azali dan tak terbatas pula. Sinar yang melekat pada dirinya lebih berpengaruh daripada mentari sebab. Jadi, keberadaan qudrat Tuhan pada benda yang lebih kecil dari atom jauh lebih berpengaruh daripada benda sebesar gunung yang bersandar pada banyak sebab. Di samping itu, tidak ada beban dan kesulitan jika disandarkan pada kekuasaan Tuhan. Sebab ia memang milik Allah yang tak mungkin kebalikannya ikut serta. Bagi kilau kekuasaan Allah, sama saja antara atom dan mentari, antara yang parsial dan keseluruhan, antara individu dan spesies, lewat rahasia kejelasan, komparasi, keseimbangan, kepatuhan, dan keteraturan. Bahkan, lewat intuisi dan penyaksian. Pasalnya, kekuasaan Tuhan sebagaimana bekerja pada semisal benang-benang halus juga bekerja pada berbagai kuntum bunga atau buah. Ia merupakan sesuatu yang luar biasa yang andaikan dinisbatkan kepada sebab tentu satu kuntum saja membutuhkan biaya dan beban yang jumlahnya jutaan kali lipat. Kekuasaan Tuhan terlihat lewat menifestasi wujud yang terpantul dari bayangan Tuhan pada lubang jarum di atas lembaran kepingan halus melalui contoh kehidupan alam barzah. Andaikan semua itu dinisbatkan kepada sebab tentu mustahil atau tentu membutuhkan proses yang tak terhingga banyaknya. Ketahuilah bahwa beningnya wajah kerajaan alam dan malakut membuat kekuasaan Tuhan dalam menciptakannya kehidupan, wujud, dan cahaya tidak tertutup oleh sejumlah perantara yang tebal. Sehingga sebab lahiriah

98 |

Al-Matsnawi An-Nuri

18.

menjadi sangat tipis di mana qudrat Tuhan menjadi tampak jelas di bawahnya. Siapa yang mencermati perkembangan kehidupan dan cahaya akan melihat kekuasaan Allah di balik berbagai sebab. Pasalnya, kekuasaan tersebut tidak membuat sejumlah kuntum anggur kecuali berupa tangkai yang halus, tidak melukis mentari kecil di serpihan kaca kecuali sebagaimana dengan menjalankan cahaya di lubang jarum, tidak menerangi rumah kecuali lewat benang tipis di dalam kaca. Jiwa dan akal juga terguncang hebat akibat berbagai penyakit kesesatan yang muncul dari sikap ingkar yang berasal dari rasa aneh dan bingung saat menyandarkan sesuatu kepada diri sendiri dan kepada sebab. Hal itu memaksa jiwa untuk menyelamatkan diri dan berobat dengan cara berlari menuju Zat Yang wajib ada dan esa di mana dengan kekuasaan-Nya semua persoalan menjadi terpecahkan; kehendak-Nya menjadi kunci bagi semua pintu yang tertutup; dan dengan berzikir hati menjadi tenang. Tidak ada tempat untuk selamat kecuali dengan bersimpuh dan berlari menuju Allah seraya berserah diri kepada-Nya. Allah befirman, Berlarilah menuju Allah!48 Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.49 Hakikat ini membuka celah menuju intuisi yang benar yang bersambung kepada cahaya Islam, yang bersambung kepada penyerahan diri pada jenjang kenabian, serta bersambung kepada cahaya iman kepada Zat yang wajib ada dan esa. Lewat lisan setiap bagiannya, seluruh entitas alam bersaksi, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Sebab-sebab lahiriyah yang demikian sederhana ibarat roti dan susu. Sementara, keterbatasannya, keterkaitannya, kepapahannya, kelemahannya, kematiannya, dan kebekuannya, ketiadaan perasaannya, ketidakmauannya untuk

48) Q.S. adz-Dzariyt: 50. 49) Q.S. ar-Raad: 28.

Badiuzzaman Said Nursi

| 99

menyaksikan, ilusinya, ketiadaan wujud ilusinya kecuali setelah dilihat, kondisinya yang baru melihat setelah keberadaan akibat bersama lukisannya yang luar biasa berikut kehebatan kreasinya, semua itu ibarat pembentukan untaian sel-sel tubuh sesudah memakan roti. Selanjutnya, goresan lukisan yang tak terhingga yang teratur dan tertulis di memori seolah-olah merupakan berkas yang ditulis oleh Allah dari lembaran amal. Kemudian ia diberikan ke tangan manusia agar ingat saat hisab tiba, serta agar merasa tenang lantaran di balik kehidupan ini terdapat cermin untuk kehidupan yang kekal. Di dalamnya Zat Yang Maha mengetahui menggambar segala sesuatu dengan rapi tanpa ada yang kelirumeski jumlahnya banyak dan bercampur. Tempat gambarnya adalah yang paling sempit karena ada pergerakan, pembentukan huruf dan gambar hayalan ketika berbicara dan berpikir, serta karena ketukan anak lidah dan gerakan otak yang menghasilkan berbagai akibat berkat kekuasaan, pengetahuan, dan kehendak yang tak terhingga. Hakikat ini mengimplikasikan bahwa tidak ada Zat yang benar-benar mengatur alam kecuali Pencipta Yang Mahakuasa yang kekuasaan-Nya tak terbatas sama sekali. Adapun sebab ia hanyalah argumen yang lemah. Perantara merupakan hijab lahiriyah semata. Karakter dan tabiat yang melekat hanyalah nama dan perlambang bagi kilau manifestasi kekuasaan azali yang bercahaya dan tak terhingga yang mencakup pengetahuan dan kehendak azali tak terbatas. Jadi, keberadaan hubungan dengan kekuasaan tersebut pada hal terkecil sekalipun lebih agung dan lebih besar daripada pegunungan sebab. Pasalnya, kilau kekuasaan Allah bekerja pada semacam benang halus yang mati dan kering sebagaimana ia bekerja pada sejumlah kuntum. Itulah kekuatan yang luar biasa yang andaikan dinisbatkan kepada sebab lalu seluruh sebab berkumpul untuk mendatangkan hal serupa, tentu tidak akan mampu meski mereka saling membantu. Hakikat tersebut juga berarti

100 |

Al-Matsnawi An-Nuri

19.

bahwa apa yang disebut dengan hukum dan rambu hanyalah nama bagi manifestasi sekumpulan pengetahuan, perintah, dan kehendak atas sesuatu. Hukum hanyalah perintah yang terbentang. Rambu dan sunnah hanyalah kehendak panjang. Hakikat ini membuka celah menuju derajat wajib yang seluruh entitas bersaksi lewat lisan setiap akibat dengan berkata, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Allah. Ketidakterbatasan goresan kreasi alam yang luar biasa dan perhatian terhadapnya mengimplikasikan adanya kekuatan tak terhingga. Bahkan, setiap bagian darinya juga mengimplikasikan kekuatan tersebut. Jadi, ia menunjukkan bahwa alam ini memiliki Pencipta Yang Mahakuasa. Dia memiliki kekuasaan sempurna yang tak terhingga bagi manifestasi kekuasaan tersebut. Dengan demikian ia sama sekali tidak membutuhkan sekutu. Tidak mungkin ada satu sekutupun bagi kekuasaan-Nya. Jika tidak, maka kekuasaan tak terhingga tadi menjadi terhingga. Hal ini sungguh sangat mustahil. Dari sini bisa dikatakan bahwa kemandirian dan keesaan adalah dua sifat yang melekat secara khusus kepada Tuhan. Tidak ada tempat bagi adanya sekutu kecuali hanya dalam hayalan dan imajinasi. Pasalnya, ia sama sekali tidak memiliki alasan, dalil, kemungkinan. Tidak ada tanda yang menunjukkan keberadaan sekutu di alam ini. Dari sisi manapun keberadaan sekutu ditanya, jawabannya sangat jelas lewat penampakan stempel tauhid. Penguasa alam hakiki hanya Zat Yang Mahaesa. Rahasianya bahwa entitas termulia dan sebab yang memiliki pilihan terluas, manusia, tidak memiliki kemampuan menampakkan perbuatannya entah itu makan atau berbicara kecuali hanya satu bagian yang masih diragukan dari seratus bagian yang ada. Kalau demikian, apalagi dengan makhluk atau benda mati lainnya? Bagaimana mungkin sapu tangan yang dipakai oleh raja untuk membungkus hadiah menjadi sekutu atau pembantu raja?! Jadi dari sini dapat dikatakan bahwa sebab atau materi meBadiuzzaman Said Nursi

| 101

20.

21.

22.

23.

rupakan hijab bagi kekuasaan Tuhan dan pijakan hikmahNya. Hakikat ini membuka celah tembus pandang menuju Zat Yang wajib ada dan esa. Di dalamnya entitas alam bersaksi dengan mengucap, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Kerja sama antar nama yang tampak di alam di samping bahwa sebagian nama tersebut mencakup segala sesuatu lewat jejaknya seperti nama al-Alm (Yang Maha Mengetahui), lalu keikutsertaan dan ketersebarannya pada satu sel sekalipun, keterpantulannya secara total pada segala sesuatu, percampurannya sebagaimana tujuh jenis warna pada sinar mentari, semua itu menunjukkan bahwa substansi nama tersebut adalah Mahaesa, Tunggal, dan Tempat Bersandar. Ia membuka celah menuju Zat yang wajib ada dan esa yang di dalamnya seluruh entitas alam bersaksi lewat lisan yang bercahaya, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Hikmah yang bersifat umum yang tampak di alam, baik secara keseluruhan maupun terpisah, yang mengandung tujuan, kesadaran, kehendak, dan pilihan menjadi dalil keberadaan Zat Yang Maha Bijaksana. Pasalnya tidak mungkin perbuatan terjadi tanpa ada pelakunya; serta tidak mungkin pula sebagian dari yang diperbuat menjadi pelaku dari perbuatan tersebut. Perhatian yang sempurna yang tampak terang pada entitas yang berisi hikmah, kelembutan, dan perbaikan menjadi dalil keberadaan Zat Pencipta Yang Maha Pemurah sebab kebaikan tak mungkin terwujud tanpa ada pelakunya. Kasih sayang yang luas yang terhampar pada setiap entitas yang berisi hikmah, perhatian, kebaikan, karunia, kemurahan, cinta dan pengenalan menjadi bukti akan keberadaan Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Pasalnya, tidak mungkin ada sifat tanpa ada pemiliknya. Juga tidak mungkin sifat dan pakaian yang menjangkau seluruh langit dan bumi ini dilekatkan kepada selain-Nya. Mana mungkin makhluk yang mati, singkat, dan hina ini diukur dengan
Al-Matsnawi An-Nuri

102 |

24.

25.

26.

nilai pakaian dan sifat yang tak terhingga tersebut. Rezeki yang bersifat menyeluruh yang didistribusikan kepada seluruh makhluk dengan beragam kebutuhan mereka yang berisi hikmah, perhatian, kasih sayang, perlindungan, penjagaan, cinta kasih, menjadi bukti keberadaan Zat Pemberi rezeki Yang Maha Penyayang. Pasalnya, tak mungkin ada perbuatan tanpa keberadaan pelakunya, serta tidak mungkin sebagian dari objek perbuatan menjadi pelaku bagi perbuatan tersebut. Makhluk dan kehidupan yang tersebar di alam yang berisi hikmah, pertolongan, kasih sayang, rezeki, kreasi yang cermat, goresan yang halus, kerapian, serta perhatian yang menyerap manifestasi tujuan, pengetahuan, dan kehendak sempurna atasnya, hal itu menjadi bukti keberadaan Zat Yang Mahakuasa, Yang Berdiri sendiri, Yang Menghidupkan, Yang Mematikan, dan Esa. Pasalnya, segala sesuatu satu dan Penciptanya juga satu. Yang satu tidak bersumber kecuali dari Zat Yang Satu. Pencipta semuanya adalah satu; berbeda dengan kaidah filsafat palsu dan sekuler yang berbunyi, Yang satu hanya membuahkan satu. Lima hakikat yang bercampur ini seperti tujuh warna sinar serta lingkaran-lingkaran yang saling berbaur dengan pusat yang sama. Ia dengan jelas menunjukkan bahwa alam ini memiliki Tuhan Yang Mahakuasa, Maha Mengetahui, Bijaksana, Pemurah, Penyayang, Pemberi rezeki, Mahahidup, Berdiri sendiri, serta memiliki sifat-sifat sempurna. Lima hakikat yang bercampur dengan satu cahaya ini membuka celah yang tembus menuju intuisi yang benar yang bersambung kepada Islam, bersambung kepada penyerahan diri pada kenabian, serta bersambung kepada cahaya iman bahwa Dia Allah zat Yang wajib ada dan Mahaesa. Dalam celah tersebut seluruh entitas bersaksi lewat lisan yang memiliki lima irama ini dengan mengucap, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Demikian pula dengan bagusnya tampilan yang menunjukkan keberadaan Zat Yang Wajib ada; Zat Pemilik
Badiuzzaman Said Nursi

| 103

kebaikan pribadi. 27. Keindahan tersimpan yang tampak pada entitas alam yang terpantul dan menunjukkan keberadaan Zat Yang Mahaindah. 28. Cinta yang tulus yang tampak di hatinya yang menyeru kekasih hakiki. 29. Ketertarikan dan daya tarik yang terasa di dadanya yang memperlihatkan hakikat yang menarik semua rahasia. 30. Kesaksian yang terdengar dari kalangan sempurna lewat penyaksian mereka bahwa seluruh alam di bawah naungan cahaya Zat Yang Esa merupakan tanda yang terang benderang. Lima hakikat ini menjadi bukti bahwa alam ini memiliki Tuhan Yang Wajib ada yang memiliki sifat agung, indah, dan sempurna. Ia membuka celah yang di dalamnya seluruh entitas bersaksi dengan mengucap, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. 31. Aksi-aksi selaras dan sejalan dengan kemaslahatan yang tampak di seluruh bagian entitas alam yang menunjukkan secara jelas keberadaan Aktor Yang Maha Bijak dan Esa. Pasalnya, tidak mungkin perbuatan terwujud tanpa ada pelaku serta tidak mungkin bagian dari objek perbuatan menjadi pelaku dari perbuatan tersebut. 32 dan 33. Pergantian yang mengandung tujuan serta pengalihan yang memuat hikmah yang tampak pada berbagai jenis tumbuhan dan hewan, semua itu menunjukkan keberadaan Tuhan Pemelihara Yang Maha Bijaksana. 34. Perubahan untuk berbagai tujuan yang tampak di bagianbagian alam seperti perputaran bumi dengan malam dan siangnya, hal itu menunjukkan keberadaan Pelaku Yang Maha Berbuat terhadap apa yang Dia kehendaki. Pasalnya, tidak mungkin perbuatan tersebut terwujud tanpa ada pelakunya dan tidak mungkin sumber dari perbuatan itu selain Zat yang berkuasa. 35. Penataan untuk kesempurnaan yang terlihat di alam menunjukkan secara jelas keberadaan Zat Yang Mahakuasa dan Berdiri sendiri. Pasalnya, tidak mungkin ada penataan

104 |

Al-Matsnawi An-Nuri

36.

37.

tanpa ada yang menata serta tidak mungkin bagian yang banyak yang merupakan objek menjadi pelaku darinya. Mana mungkin kekuatan laba-laba dapat menjahit pakian yang koyak sebagaimana entitas alam? Mana mungkin makhluk yang buta dan lumpuh bisa merajut pakaian seperti alam ini? Selain itu, perbuatan, pergantian, pengalihan, perubahan, dan penataan tersebut juga merupakan petunjuk keberadaan Zat yang wajib ada dan esa. Lima hakikat tersebut seperti tujuh sinar mentari, seperti lingkaran yang saling berbaur dan mempunyai pusat yang sama, di mana ia menjadi bukti bahwa alam ini memiliki Tuhan Pengatur Yang Maha Bijaksana Yang Maha melakukan apa yang Dia kehendaki serta Mahakuasa, Maha Berdiri sendiri, dan memiliki sifat-sifat sempurna. Lima hakikat itu membuka celah menuju kedudukan Zat Yang Wajib ada dan Esa lewat cahaya yang sama. Lewat lisan yang memiliki lima suara itu seluruh entitas bersaksi dengan mengucap, Hanya Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Selanjutnya kemunculan entitas baik secara berkelompok maupun sendiri menuntut keberadaan Zat Yang Memunculkan dan Tak bermula. Silih bergantinya entitas secara berkelompok ataupun sendiri-sendiri di antara berbagai kemungkinan yang tak terhingga yang memiliki sifat dan cara kerja masing-masing sesuai dengan kapasitasnya menambah berbagai kemungkinan yang ada. Kemudian ketika ia mengambil bentuk yang teratur dan rapi semacam itu di antara berbagai jalan yang ada menunjukkan keberadaan Tuhan Pemelihara Yang Maha Bijaksana dan Mahakuasa. Berbagai kebutuhan entitas baik secara kelompok maupun pribadi, baik untuk menunjukkan eksistensi maupun untuk mempertahankan diri, baik materil maupun moril, baik dari sisi kehidupan maupun pemikiran, di samping kelemahan yang terdapat pada dirinya dan keterbatasannya dalam memenuhi kebutuhan yang paling minimal, serta pemeBadiuzzaman Said Nursi

| 105

38.

39.

40.

41.

42.

43.

44.

nuhan kebutuhannya di waktu-waktu yang tepat, semua itu mengimplikasikan sekaligus menunjukkan keberadaan Tuhan Pemberi rezeki Yang Maha Pemurah, Pengasih dan Penyayang. Ketidakberdayaan entitas baik secara kelompok maupun pribadi, baik untuk menunjukkan eksistensi maupun untuk mempertahankan diri, baik materil maupun moril, di samping kelemahan diri dan keterbatasannya dalam memenuhi kebutuhan minimalnya, lalu pemenuhannya dari tempat yang tak terduga di saat yang tepat, hal itu mengimplikasikan sekaligus menunjukkan keberadaan Zat Yang Maha Penyayang, Pemurah, Penganugerah, Lembut, dan Kasih. Kepapahan entitas ibarat pohon dan tanah yang kering di musim dingin, sementara penampakan kekuatan di titik lemahnya ibarat kehidupan pohon dan tanah tadi di musim semi. Hal ini menunjukkan keberadaan Zat Yang Mahakuasa yang sama saja bagi-Nya antara atom dan mentari. Kepapahan alam di tengah-tengah terlihatnya jejak dari kekayaan mutlak seperti kemunculan rezeki dari tanah yang kering, hal itu menunjukkan keberadaan Zat Yang Mahakaya. Di antara sel kekayaan rahmat-Nya adalah matahari dan pohon, serta di antara limpahan telaga rahmat-Nya berupa air dan cahaya. Kematian alam di tengah-tengah kemunculan cahaya kehidupan menunjukkan keberadaan Zat Yang Mahahidup, Yang Berdiri sendiri, Yang Menghidupkan, dan Mematikan. Kebekuan dan kebodohan alam di tengah-tengah keberadaan jejak perasaan yang menyeluruh di mana Pemiliknya Maha Mendengar dan Melihat, hal itu menunjukkan eksistensi Zat Yang Maha Mengetahui dan Mengenal. Kefanaan dan perubahan alam secara permanen dan teratur menunjukkan secara pasti keberadaan Zat Yang Merubah dan tak pernah berubah, Yang Permanen dan Kekal. Ibadah bersinar yang dilakukan oleh makhluk yang diterima dan membuahkan hasil serta berisi penyaksian, percakapan, limpahan karunia, dan munajat, semua itu
Al-Matsnawi An-Nuri

106 |

45.

46.

47.

48.

49.

menunjukkan keberadaan Zat Yang Disembah secara hakiki. Tasbih alam baik yang terucap maupun tak terucap menunjukkan keberadaan Zat yang seluruh yang terdapat di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya .50 Pasalnya, petunjuk fitrah yang benar serta kesaksiannya tak bisa ditolak. Apalagi dengan petunjuk dan kesaksian yang tak terhingga yang dilakukan oleh seluruh pihak yang saling bercampur menjadi satu. Semua itu menunjukkan keberadaan Zat yang, seluruh yang terdapat di langit dan di bumi bertasbih kepada-Nya lewat bahasa terucap dan tak terucap serta lewat guratan dahinya. Doa-doa pihak yang membutuhkan yang diterima dan dikabulkan serta yang berpengaruh dan membuahkan, secara tegas menunjukkan keberadaan Zat yang mengabulkan doa pihak yang berada dalam kesulitan. Bersimpuhnya pihak yang mendapat musibah secara langsung ataupun tidak langsung ketika menghadap kepada Pelindungnya dan bahkan kepada Penciptanya, itu menunjukkan keberadaan Zat tempat mengadu pihakpihak yang berada dalam ketakutan dan pihak yang meminta pertolongan. Penyaksian kalangan mulia yang menembus alam lahir menuju alam batin serta kesepakatan mereka lewat kasyaf (penyingkapan), syuhud (kesaksian), dzauq (perasaan), dan musyahadah (penyaksian) bahwa seluruh alam berada dalam bayangan cahaya zat-Nya, hal itu menunjukkan keberadaan Mentari azali yang seluruh alam merupakan bayangan cahaya-Nya. Berbagai perbuatan yang terlihat jelas berikut manifestasi nama-Nya yang diketahui dan dirasakan seperti tampak memenuhi alam dan angkasa yang mengalir turun dari kedudukan Zat Yang Mahaesa menunjukkan bahwa asal dari perbuatan itu tidak lain berasal dari cahaya-Nya

50) Q.S. al-Hasyr: 24.

Badiuzzaman Said Nursi

| 107

50.

51.

sekaligus menunjukkan keberadaan Zat Yang Suci yang Melakukan semua perbuatan tadi. Kegoncangan makhluk akibat merasa aneh, asing, dan bingung yang mengantarnya kepada sikap ingkar lalu kepada rangkaian kemustahilan dalam menisbatkan alam kepada dirinya dan sebab, hal ini mendorong akal dan jiwa untuk menyelamatkan diri dari penyakit tadi dengan merealisasikan perintah, Berlarilah menuju Allah! 51 Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.52 Kepada Allah semua urusan dikembalikan.53 Itulah Zat yang dengan kekuasaan-Nya muncul penjelasan terhadap segala persoalan dan dengan berzikir mengingatNya hati menjadi tenteram. Ya, Zat yang Memberikan pengaruh hakiki terhadap alam hanya Allah. Ketentuan Tuhan yang terlihat secara langsung pada alam inderawi serta dengan penalaran pada alam yang lain menunjukkan keberadaan Zat Yang Menciptakan segala sesuatu sekaligus menentukan ukurannya secara tepat. Pasalnya, alam yang tampak ini baik secara kelompok maupun terpisah memiliki tujuan yang rapi, akhir yang berbuah, serta batas-batas seolah-olah ia merupakan ajal yang telah tertata yang disebut dengan takdir yang terwujud menurut cetakannya. Sebagai contoh engkau bisa melihat tubuhmu dengan segala lekukannya dan tanganmu dengan semua jarinya. Dari ketentuan yang tampak secara langsung ini, ia berpindah kepada ketentuan yang tak terlihat pada segala sesuatu yang bersifat immateri dan abstrak. Ia juga memiliki akhir, batas, dan ajal yang tertata yang merupakan takdirnya. Ia ditulis dengan tangan qadha dan qadar. Qudrat Tuhan menulis kitab tersebut di atas ukuran takdir. Qudrat-Nya merupakan sumber yang

51) Q.S. adz-Dzriyt: 50. 52) Q.S. ar-Raad: 28. 53) Q.S. Fthir: 4.

108 |

Al-Matsnawi An-Nuri

52.

53.

54.

menatap ukuran takdir.54 Ini menunjukkan secara tegas keberadaan Zat yang seluruh alam merupakan goresan pena qadha dan qadar-Nya. Seluruh potensi manusia menginformasikan kepada kita bahwa manusia merupakan buah pohon penciptaan. Ia lebih sempurna dan lebih jauh. Wajahnya yang bening mengarah kepada kegelapan dan angkasa ketiadaan yang merupakan bagian dalam dunia. Di dalam potensi tersebut terdapat kecenderungan ibadah yang menginformasikan kepada kita bahwa manusia tidak diciptakan seperti itu untuk kekal di alam fana. Namun, kecenderungan ibadah tadi adalah untuk mengarahkan wajahnya dari kegelapan menuju cahaya, dari ketiadaan menuju ada, dari akhir menuju awal mula, dari fana menuju abadi, dari makhluk menuju khalik. Seolah-olah ibadah merupakan rangkaian hubungan antara akhir dan awal dalam wilayah penciptaan. Lewat lisan ini fitrah bersaksi atas keberadaan Zat Yang Menciptakan makhluk untuk dikenal serta Menciptakan jin dan manusia untuk disembah. Kami beriman. Kondisi mungkin, banyak, serta keterpengaruhan yang terlihat di alam secara otomatis menuntut keberadaan Zat Yang wajib ada dan esa serta berbuat. Hal itu menjadi bukti eksistensi Zat yang wajib ada dan esa Yang Maha Melakukan apa yang Dia kehendaki. Kami beriman. Tampak di alam ini segala sesuatu bergerak sebelum sampai ke titik kesempurnaannya. Kemudian setelah sampai ia menetap dan stabil. Dari sini dapat dikatakan bahwa wujud menuntut kesempurnaan. Sementara kesempurnaan menuntut adanya kondisi tetap. Maka, keberadaan wujud terlahir lewat kesempurnaan, dan kesempurnaan baru sempurna dengan kondisi permanen. Oleh sebab itu, Zat Yang Wajib ada dan kekal merupakan Yang Maha Sempurna. Segala kesempurnaan makhluk merupakan

54) Maksudnya, manifestasi qudrat Allah sesuai dengan ukuran takdir yang terdapat dalam pengetahuan Allah.

Badiuzzaman Said Nursi

| 109

55.

bayang-bayang dari manifestasi cahaya kesempurnaanNya. Hakikat ini menunjukkan bahwa Allah adalah Zat Yang Maha Sempurna dalam diri-Nya, sifat-Nya, dan perbuatan-Nya. Kami beriman. Apabila lembutnya batin sesuatu yang tampak dari sisi lahirnya menunjukkan bahwa Penciptanya tidak jauh darinya, maka penjagaan-Nya terhadap keteraturan dan keseimbangan segala sesuatu menunjukkan bahwa Dia juga tidak terdapat di dalamnya. Apabila melihat ciptaan menunjukkan bahwa Penciptanya Maha Mengetahui dan Bijaksana, maka melihat kepada-Nya bersama yang lain menunjukkan bahwa Penciptanya Maha Mendengar dan Melihat. Hakikat ini menunjukkan wajibnya keberadaan Sang Pencipta yang tidak terdapat di dalam alam dan tidak berada di luar. Di samping itu Dia juga terdapat di bagian paling dalam sebagaimana juga berada di bagian yang paling luar. Di samping melihat sesuatu; maka terlihat bersama-Nya segala sesuatu. Kami beriman.

Dua puluh hakikat yang menyatu ini seperti warna pelangi dan seperti lingkaran yang saling berbaur dalam satu titik. Ia merupakan tanda terang yang menunjukkan bahwa alam ini memiliki Pemelihara Yang Tak bermula dan wajib ada. Dia Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Berkehendak, Mahakuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Maha Pemberi rezeki, Mahakaya, Mahahidup, Maha Berdiri sendiri, Maha Mengetahui, Mahakekal, dan Zat yang disembah. Seluruh yang terdapat di langit dan di bumi bertasbih memuji-Nya.55 Dia mengabulkan doa orang yang dalam kesulitan.56 Dia juga tempat berlindung bagi orang yang takut dan tempat meminta pertolongan. Seluruh entitas alam merupakan bayang-bayang cahaya-Nya, manifestasi nama-Nya, dan jejak perbuatan-Nya. Dengan berzikir mengingatNya hati menjadi tenang. Kepada-Nya seluruh urusan dikembali55) Q.S. al-Hasyr: 24. 56) Q.S. an-Naml: 62.

110 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kan. Dia menciptakan jin dan manusia agar mereka beribadah kepada-Nya. Dia mengatur alam dengan hukum qadha dan qadar-Nya. Dia Zat Yang Wajib ada dan Mahaesa. Dia Maha Sempurna dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Dia Mahahalus, Maha Mengetahui, Maha Mendengar, dan Maha Melihat. Kedua puluh hakikat ini lewat cahaya yang tertata membuka celah yang melihat melalui sejumlah wajah, sisi, dan posisi kepada kesimpulan yang benar, yang bersambung kepada cahaya Islam, bersambung kepada kepatuhan terhadap kenabian, serta bersambung kepada keyakinan bahwa Dia Allah adalah Zat Yang Wajib ada dan Mahaesa. Lewat lisan yang memiliki dua puluh suara ini alam bersaksi dengan mengucap, Allah. Tiada Tuhan selain Dia. Ketahuilah bahwa tiada Tuhan selain Allah dengan segala dalilnya yang tertulis menegaskan konsep tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah. Juga perlu diketahui bahwa kesaksian tiada Tuhan selain Allah dengan segala petunjuk yang telah disebutkan mengharuskan keberadaan Muhammad sebagai utusan Allah. Sebagaimana berisi lima pilar iman, Muhammad utusan Allah juga menjadi manifestasi dan cermin sifat rububiyah. Karena itulah ia selalu menyertai dan mengimbangi kalimat tiada Tuhan selain Allah dalam neraca iman. Perhatikan baik-baik! Lalu karena kenabian merupakan manifestasi sifat rububiyah ia menjadi komprehensif dan integral. Sementara, kewalian bersifat khusus dan parsial. Jika dibandingkan dengan kenabian, ia seperti sifat Tuhan Pemelihara semesta alam dan Tuhanku, seperti arasy dan kalbu, seperti tangga yang membentang dari bumi menuju atas arasy yang melewati sejumlah kerajaan dan alam malakut dan tangga mukmin dalam sujudnya.

Catatan:
Perlu diketahui bahwa sejumlah dalil yang menunjukkan tujuan tinggi ini seperti wilayah yang mengelilingi sentral. Setiap titik dari area tersebut ibarat celah yang dengan warna khususnya menatap kepada sentral. Di antara titik-titik itu terdapat kerja
Badiuzzaman Said Nursi

| 111

sama yang melenyapkan kelemahan setiap individu. Dari sejumlah petunjuk lahir sebuah intuisi yang benar yang bersambung kepada cahaya Islam, kemudian bersambung kepada kepatuhan pada kenabian, dan bersambung kepada cahaya iman kepadaNya. Berbagai petunjuk yang ada merupakan sumber yang menghasilkan intuisi tadi. Kelemahan individu bisa hilang lewat rahasia kerja sama. Kelemahan individu tidak membuatnya hilang atau tak terlihat. Ia hanya membuatnya tidak merdeka dan tak menjadi pegangan. Penghapusan individu tidak melenyapkan wilayah yang ada; namun membuatnya menjadi kecil. Pasalnya, cahaya Islam tetap tegak. Ia diikuti dengan sikap patuh terhadap kenabian. Setelah itu, terdapat cahaya iman yang terus abadi. Maka, mencari kejelasan Tujuan yang demikian kuat yang berlandaskan sejumlah petunjuk dari setiap individu adalah dengan membersihkan akal dari penyakit jiwa yang bisa semakin sakit akibat sikap menolak dan ingkar. Ya Allah, jagalah kami! Pertamapertama satu petunjuk menjadi sarana untuk menatap Tujuan. Kemudian model dari keseluruhan makhluk terserap sehingga berbagai ilusi berjatuhan. Perlu diketahui bahwa di antara petunjuk ada yang seperti air, ada pula yang seperti udara, dan ada yang seperti cahaya. Posisi menghadap harus dilakukan dengan halus dan lembut. Namun, jika dengan sikap rakus, mendalam, dan menyentuhkan jari ia akan mengalir, lenyap, dan hilang.57 Selanjutnya perlu diketahui bahwa melihat pohon yang memiliki banyak cabang, ranting, dan buah guna mengetahui kehidupan, rasa, dan tingkat kekuatannya terbagi dua: Pertama, melihat dari sisi pangkal. Ini merupakan cara melihat yang mudah, sederhana, lurus, dan kokoh. Kedua, melihat dari sisi buah dan cabang. Cara melihat semacam ini tanpa melihat kepada pangkalnya adalah cara yang keliru yang mengantarkan kepada kesesatan.

57) Penjelasan tentang petunjuk-petunjuk tersebut dalam bunga taman Alquran dan dalam memoar kesepuluh dari cahaya ketujuh belas.

112 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Demikian pula ketika melihat pohon Islam. Pangkalnya berada di langit dan rantingnya tersebar di cakrawala. Untuk mengetahuinya terdapat dua cara. Serta untuk masuk ke dalam wilayahnya terdapat dua jalan:

CARA PERTAMA
Melihat dari pangkal. Apabila orang yang mendapat taufik melihat kepada pangkal, ia akan melihat telaga besar yang memiliki sumber suci yaitu wahyu ilahi. Telaga tersebut semakin bertambah lewat curahan ayat-ayat yang terdapat di cakrawala dan jiwa. Dari telaga itu muncul materi dan nutrisi bagi kehidupan buahnya. Membuktikan kehidupan satu buah sudah cukup untuk membuktikan keberadaan saudara-saudaranya. Bahkan ia juga cukup untuk membuktikan kehidupan pohon tersebut. Membuktikan kehidupan buah sangat mudah dan cepat bisa dilakukan dengan hanya melihat. Sementara, melenyapkan dan menghapuskan kehidupannya sangat sulit dan sukar selama masih bersambung dan selama akarnya tidak tercabut. Andaikan di saat itu kebetulan melihat ada sejumlah buah yang mati, maka kematiannya dinisbatkan kepada sebab-sebab eksternal. Ini merupakan pandangan imani dan islami yang lurus, mudah, dan mengarah kepada kenabian. Ya Allah, anugerahi kami jalan tersebut dan teguhkan kami di dalamnya.

CARA KEDUA
Sakit yang menjadi sumber kesesatan dan keragu-raguan adalah melihat dari sisi buah secara kritis. Cara melihat semacam ini membutuhkan pembuktian pada setiap buahnya karena tidak ada keterpautan. Menetapkan keberadaan satu buah serta menyambungkan dengan nutrisinya adalah sulit. Ia membutuhkan sesuatu yang dibutuhkan oleh pangkal. Sebaliknya, ia cepat lenyap di mana hal itu bisa terwujud hanya dengan sesuatu yang paling sederhana. Andaikan secara kebetulan terdapat buah yang mati dan kering, hal tersebut langsung dinisbatkan kepada pangkal yang dianggap telah mati. Semoga Allah melindungi kita dari cara melihat semacam ini. Hanya saja, andaikata cara melihat
Badiuzzaman Said Nursi

| 113

seperti ini merupakan lanjutan dari cara melihat yang pertama tentu sangat baik dan membuat hati tenang. Said Nursi

114 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Penutup Bahasan Ini

TENTANG EMPAT PENYAKIT rts


1.

58

Putus Asa Perlu diketahui bahwa apabila engkau takut terhadap siksa, lalu tidak mendapat taufik untuk beramal, sehingga engkau berangan-angan siksa tidak ada dengan mencari sesuatu yang bisa menafikannya di mana tanda-tanda yang menafikannya kau anggap sebagai dalil dan setan pun menyeretmu, dalam kondisi demikian hadirkan hati untuk memperhatikan firman-Nya,

Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Allah mengampuni dosa-dosa semua. Dialah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang.59 2. Ujub (Bangga diri) Ya, wahai manusia! Engkau putus asa dan mencari sandaran dalam menghadapi siksa. Kemudian, engkau melihat
58) Pada (C1) terdapat empat penyakit menyesatkan. 59) Q.S. az-Zumar: 53.

Badiuzzaman Said Nursi

| 115

kebaikan yang terdapat pada diri. Dalam kondisi demikian, engkau terjatuh pada kesesatan lewat pintu ujub. Padahal, sama sekali engkau tidak memiliki kesempurnaan. Renungkanlah! Wahai manusia, wujud yang kau tempati sekarang ini bukanlah ciptaan-Mu yang layak kau miliki. Ia juga bukan barang temuan yang boleh diambil. Ia pun bukan hasil dari sebuah proses kebetulan atau berasal dari sebab-sebab yang mati yang boleh diambil begitu saja. Ia bukan barang murah yang tidak penting dan tidak berguna yang diabaikan oleh pemiliknya sehingga engkau dapat mengambil alih kepemilikannya. Namun, wujud ini dengan segala keajaiban kreasinya dan keindahan lukisannya menunjukkan bahwa ia muncul dari tangan Pencipta Yang Maha Bijaksana, Yang Berkuasa atasnya. Tidakkah engkau melihat bahwa jutaan aksi dan perubahan yang terdapat di alam ini tidak berada dalam kendalimu kecuali hanya satu bagian saja yang masih diragukan di mana ia bisa menjadi dalil yang akan memberatkanmu. Tidakkah engkau melihat bahwa dirimu merupakan sebab yang paling mulia dan paling bisa memilih. Di antara perbuatan disengaja yang paling tampak darimu adalah makan dan berbicara, sementara di dalam keduanya yang berada dalam kendalimu hanya satu bagian dari seratus bagian yang ada. Karakter tersempit yang kau miliki adalah kebebasan memilih, sementara indera terluasmu adalah imajinasi. Padahal imajinasi tersebut tidak mampu menjangkau akal dan hasilhasilnya. Kalau demikian, bagaimana mungkin engkau memasukkannya ke dalam wilayah pilihanmu sekaligus bangga dengannya?! Masih banyak lagi perbuatan yang terjadi pada dirimu dan atasmu yang berada di luar kesadaranmu padahal ia bisa dirasakan. Penciptanya tentu saja Zat Pemilik kesadaran Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat; bukan engkau dan bukan pula sebab-sebab yang buta dan tuli. Engkau tidak boleh merasa memiliki dan tidak boleh mengaku dan menganggap diri ini sebagai sumber kebaikan. Sebaliknya, engkau harus mengakui kalau dirimu lemah dan penuh kekurangan. Pasalnya, dengan

116 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dengan pilihanmu yang keliru, gambaran curahan kesempurnaan yang terlimpah kepadamu menjadi berubah. Engkau harus mengakui kalau fisik yang kau tempati adalah telanjang dan amanah. Sementara engkau hanyalah musafir kelana. Kebaikan yang ada padamu merupakan pemberian, sementara keburukanmu adalah hasil milikmu. Karena itu, engkau harus berujar, Milik-Nya segala kerajaan dan pujian. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. 3. Lupa Diri Di antara bentuk penyakitmu adalah lupa diri. Dengan itu, ketika melihat tokoh-tokoh generasi terdahulu, mereka demikian kecil dalam pandanganmu. Kebaikan petunjuk mereka tidak tampak bagimu. Engkau diuji dengan berbagai ilusi yang terus berubah-ubah terkait dengan perilaku mereka. Lihatlah mereka dari dekat, pasti engkau akan melihat mereka sebagai orangorang besar yang dapat menyingkap dalam empat puluh hari sesuatu yang tidak dapat kau singkap dalam empat puluh tahun. 4. Buruk Sangka Di antara penyakitmu yang lain adalah buruk sangka. Biasanya orang lapar mengira orang lain juga lapar. Karena penyakit dan sifat riya yang kau miliki, engkau berburuk sangka kepada tokoh-tokoh generasi terdahulu. Dengan sikap meremehkan, engkau telah membalik siang menjadi malam atas dirimu semata. Ya Allah lindungi kami dari sikap putus asa, buruk sangka, ujub, dan lupa diri. Amin. Kemudian saat melakukan perjalanan di bagian dalam bumi engkau bisa menyaksikan sejumlah hakikat berikut:

HAKIKAT PERTAMA
Bahwa kelalaian terhadap Sang Pemilik hakiki merupakan sebab munculnya jiwa firaun dalam diri manusia. Ia menganggap diri sebagai pemilik sehingga dalam anggapannya ia mempunyai
Badiuzzaman Said Nursi

| 117

kekuasaan. Lalu ia mengukur manusia bahkan semua sebab kepada diri sendiri. Ia menentang hukum-hukum ilahi dan melawan ketentuan Tuhan. Padahal, ia sengaja diberi sifat ego dengan hikmah agar menjadi neraca dalam memahami sifat-sifat ilahi. Namun, ia telah keliru dengan mempergunakan bukan pada tempatnya. Wahai yang melihat! Hakikat yang detil dan halus ini terlihat lewat keberadaannya yang demikian jelas. Engkau melihat bahwa ego dalam diri manusia yang tumbuh lewat air kelalaian merupakan titik hitam yang menjadi standar untuk memahami Penciptanya yang tidak memiliki sekutu; baik dalam kerajaan, pemeliharaan, maupun uluhiyah-Nya. Pasalnya, pengetahuan manusia tentang sesuatu bersifat relatif dan analogis. Pemahaman tentang sifat-sifat Allah yang mencakup dan tak terbatas terwujud lewat asumsi keberadaan batasan. Dalam hal ini ego telah mengabaikan batasannya. Ia menghayalkan batasan yang ada lalu membuat analogi dan memahami. Setelah itu ia kembali kepada batasannya. Maka, anggapan tentang keberadaan batasan tadi itupun hilang. Seperti telah disebutkan bahwa diri ini bukan merupakan milik sendiri dan bukan pula milik tubuhnya. Ia juga bukan barang temuan atau hasil dari sebuah proses kebetulan. Ia tidak terbentuk dengan sendirinya. Namun, ia sebuah mesin ilahi yang halus dan menakjubkan. Setiap waktu pena ilahi lewat qada dan qadar bekerja di dalamnya. Karena itu, wahai jiwa! Buanglah segala pengakuan dusta! Serahkan kepemilikannya kepada Pemilik hakiki. Hendaknya engkau jujur dalam menjaga amanah tersebut. Wahai jiwa, engkau bukan pemilik dirimu. Jika mengaku sebagai pemilik, tentu Engkau yang mencipta dan menghadirkan tubuh ini. Atau, ia diciptakan oleh sebab yang kemudian kau rampas. Bagaimana mungkin engkau mencipta, sementara engkau sendiri adalah saudara kambing (sebagai makhluk)? Bagaimana mungkin kambing mengaku telah menciptakan

118 |

Al-Matsnawi An-Nuri

tubuhnya, sementara ia merupakan saudaranya delima?! Lalu, bagaimana mungkin delima menciptakan benihnya sendiri?! Kemudian bagaimana mungkin buah yang terdapat di pohon menciptakan pohonnya?! Jika memang demikian adanya, engkau boleh mengaku sebagai pemilik dirimu Pada sisi lain, ciptaan menyeru dengan suara yang paling nyaring bahwa ia merupakan ciptaan Zat Yang Maha Mengetahui, Bijaksana, Mendengar, dan Melihat lewat sebuah sistem dan neraca. Sementara, sebab adalah sesuatu yang buta, tuli, dan mati. Semakin terkumpul dan menyatu, ia semakin buta dan tuli. Pasalnya, menyatunya penyakit buta dan tuli hanya menambah buta dan tuli. Keberadaan sebab jika dinisbatkan ke tubuh sama seperti cawan obat di apotek yang dinisbatkan kepada racikan obat yang memiliki khasiat istimewa di mana ia diambil dari masing-masing bahan dengan ukuran yang jelas tanpa ditambah dan dikurangi. Jika bertambah atau berkurang sedikit saja, khasiatnya berkurang. Apabila bahan-bahan kimiawi tadi bisa keluar dengan sendirinya dari setiap botol tanpa ada yang mengontrol padahal ukurannya berbedabeda lalu racikan itu terwujud sendiri, maka engkau boleh menyatakan bahwa tubuh ini telah kau ambil dan kau miliki dari tangan sebab.

HAKIKAT KEDUA
Ketahuilah wahai jiwa yang memerintahkan kepada keburukan! Engkau memiliki dunia yang berupa istana luas yang dibangun sesuai harapan, ketergantungan, dan kebutuhanmu kepada alam. Batu pertama dari istana tersebut serta pilar pertama darinya adalah eksistensi dan kehidupanmu. Hanya saja, pilar tersebut sangat lemah dan setiap waktu bisa rusak. Tubuh ini tidak kekal, tidak berasal dari besi, atau batu. Ia berasal dari daging dan darah yang setiap waktu bisa berpisah. Ketika itulah engkau meninggalkan dunia. Duniamu akan hancur. Karena itu, lihatlah masa lalu. Ternyata ia kuburan luas yang telah hancur berisi orang-orang mati yang sebelumnya seperti dirimu. Masa
Badiuzzaman Said Nursi

| 119

depan juga merupakan kuburan luas yang akan sama sepertinya. Saat ini engkau berada dalam tekanan dua kubur. Kalau kemarin merupakan kuburan ayah, maka esok adalah kuburanku. Aku juga berada di antara dua kubur. Meski hanya satu, di dalam dunia ini terkumpul dan berbaur dunia milik setiap orang. Ia merupakan sosok yang utuh. Siapa yang mati, berarti kiamatnya telah tiba.

HAKIKAT KETIGA
Aku telah menyaksikan bahwa dunia dengan seluruh kenikmatannya merupakan beban yang berat dan ikatan yang hanya disenangi oleh orang sakit yang jiwanya rusak. Ia bergantung kepada alam, membutuhkan sebab, mendekati sejumlah perantara, dan berdiri di antara berbagai tuhan yang buta dan tuli. Padahal seharusnya ia mengarah kepada Tuhan Yang Mahaesa, Mendengar, dan Melihat yang jika engkau bergantung pada-Nya, Dia akan mencukupimu.

HAKIKAT KEEMPAT
Ketahuilah wahai diri bahwa rangkaian kreasi ilmiah yang terdapat dalam kepalamu, berbagai perbuatan penuh sadar yang bersambung dengan egomu, serta sarana bantuan dan keperluan yang kau raih dengan perasaan butuh, semua itu menunjukkan bahwa Pencipta dan Pelindungmu mendengar rintihan kepapahanmu sehingga Dia merasa kasihan dengannya. Maka, lewat anugerah dan karunia-Nya manusia mengenal-Nya. Pasalnya, Sang Pencipta menolong dan menyambut seruan kebutuhan semua sel yang terdapat dalam dirimu. Bagaimana tidak, sementara Dia mendengar dan melihat doamu. Wahai sel besar yang bernama aku yang terdiri dari sejumlah sel. Ucapkan, Wahai ilahi, wahai Tuhan, wahai Penciptaku, wahai Pelukisku, wahai Pemilikku, wahai Tuanku, wahai Majikanku, Engkau yang memiliki kerajaan dan segala pujian. Aku musafir dalam simpanan, amanah, dan milik-Mu yang berupa tubuh ini. Wahai aku, mengapa engkau merasa memiliki sesuatu

120 |

Al-Matsnawi An-Nuri

yang bukan milikmu? Buang segala pengakuan batil itu. Pasalnya, ketika engkau merasa memiliki, engkau akan merasa sangat sakit. Perhatikan bagaimana kasih sayang menjadi hiasan jiwa. Andaikan ia dibangun di atas prasangkamu tersebut, tentu ia akan menjadi derita. Contohnya apabila engkau melihat anak yatim seorang diri yang lemah dan miskin yang mempunyai sebuah rumah kecil di mana begitu banyak derita yang ia alami, tentu engkau merasa sakit dengan penderitaannya. Andaikan kondisinya bertambah parah, tentu engkau juga bertambah sedih dan lara. Namun, kalau engkau melihat salah seorang pasukan raja, rumahnya terbakar atau kendaraannya dirampas orang, engkau tidak akan sedih dengannya. Pasalnya, aset tersebut milik raja yang tidak akan terpengaruh sama sekali dengan kejadian tersebut serta pasukan itupun tidak akan merasa sangat terpukul dengan lenyapnya rumah tadi. Pasalnya, ia bukan miliknya; namun milik orang kaya yang hartanya lenyap oleh satu sebab. Jadi, rasa kasihan terhadap makhluk Allah adalah dilihat dari posisinya sebagai makhluk Allah. Ketika rasa kasihan itu bertambah, jiwa ini semakin tenang. Sebaliknya, rasa kasihan yang bersumber dari kelalaian dan dibangun di atas landasan rasa memiliki, ketika bertambah sedih, jiwa inipun semakin sakit dan kalbu semakin terpukul karena rasa duka. Demikianlah pandangan yang dilandasi oleh iman dan tauhid. Ia melihat semua makhluk berbuat sebagaimana orang yang disewa di atas kapal milik raja yang bisa berbuat apa saja sesuai kehendaknya. Pandangan semacam ini tidak melihat semut dan lebah yang kecil dan lemah melawan berbagai sebab yang menyerangnya. Namun, ia melihat semut dan lebah tadi berbuat di kapal darat dan udara dengan kendali yang bersambung kepada kekuasaan Zat Yang Mahakuasa. Seluruh sebab yang menyerang menjadi kecil dalam pandangan orang yang menaiki keduanya. Semut dan lebah melawan berbagai sebabbetapapun besarnyadengan bersandar pada kekuatan Pemiliknya yang hakiki. Ucapan yang diucapkan ketika musibah datang, Inn
Badiuzzaman Said Nursi

| 121

lillh wa inn ilayhi rjin bermakna, Harta ini adalah miliknya, aku berada dalam kendali-Nya, dan kepada-Nya aku kembali. Selama tidak berbuat salah tidak ada beban bagiku. Perumpamaannya seperti seorang pasukan yang diserang oleh sejumlah orang untuk mengambil harta raja yang berada di tangannya. Orang itu berkata, Aku dan harta ini ini milik raja dan akan menuju kepadanya. Jika memang dengan ijin-Nya tidak ada beban bagiku. Namun, apabila ia melihat dengan pandangan merasa memiliki, belas kasihan yang ada berubah menjadi api yang membakar. Pasalnya, seluruh makhluk seperti yatim yang disebutkan di atas. Yang tampak di alam adalah upacara duka.

122 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bab Kedua

SUBHNALLH
(Mahasuci Allah)60

rts
Bismillhirrahmnirrahm ahasuci Allah Zat Yang Mahakuasa secara mutlak dengan kekuasaan-Nya sendiri, Yang Mahakaya, Yang Mahabersih dari segala kelemahan dan kebutuhan. Mahasuci Allah Yang Maha Sempurna baik dalam zat, sifat, maupun perbuatan-Nya; Yang Mahabersih dari segala kekurangan dan cacat. Sebab, kesempurnaan makhluk menunjukkan kesempurnaan perbuatan-Nya. Dia memiliki nama-nama sempurna, sifat-sifat sempurna, dan zat yang sempurna. Bahkan seluruh kesempurnaan dan keindahan yang terdapat dalam entitas dan ciptaan adalah bayangan dari kesempurnaan dan keindahan-Nya berdasarkan intuisi yang benar, argumen yang kuat, dan kesepakatan rombongan mulia yang bersifat mutawatir melalui kasyaf, perasaan, dan penyaksian. Semua sepakat bahwa kesempurnaan entitas; bahkan seluruh alam, merupakan bayangan dan cahaya dari Zat Yang Wajib ada.
60) Penjelasan tentang bab kedua ini yang terkait dengan subhnallh terdapat dalam Cahaya Kedua puluh sembilan dan dalam sejumlah Risalah Nur. Karena itu, penjelasan di sini bersifat singkat (Penulis).

Badiuzzaman Said Nursi

| 123

Mahasuci Allah Yang Mahaesa Yang Mahabersih dari segala sekutu. Tiada sekutu bagi-Nya; entah dalam kerajaan-Nya melalui keesaan makhluk yang menunjukkan keesaan Penciptanya; atau dalam uluhiyah-Nya yang mengharuskan kondisi tunggal, esa, dan berdiri sendiri. Mahasuci Allah Yang Mahakuasa dan azali yang bersih dari keberadaan pembantu dan menteri. Pasalnya, kekuasaan-Nya yang sempurna tidak terbatas dan tidak terhingga. Mahasuci Allah Yang tak bermula dan azali, yang tidak serupa dengan makhluk. Mahasuci Allah Zat Yang Wajib ada yang tidak membutuhkan esensi makhluk yang bersifat mungkin. Mahasuci Allah yang memiliki perumpamaan terbaik di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa, Maha Bijaksana, jauh dari sejumlah gambaran yang diberikan oleh berbagai keyakinan batil, oleh berbagai ilusi dusta, serta bersih dari segala kekurangan. Pasalnya, ia berasal dari tiada atau menuju tiada. Bagaimana mungkin ia bersambung dengan Zat Yang Wajib ada?! Mahasuci Allah Zat Yang Mahakekal yang tidak berubah dan tidak pernah berganti; dua keadaan makhluk yang tak mungkin melekat pada-Nya. Mahasuci Allah Pencipta alam dan seluruh tempat yang tidak memihak dan terbagi; dua kondisi yang tidak mungkin dimiliki Zat Yang Mahakaya. Mahasuci Allah yang tak bermula dan kekal, yang bersih dari sifat baru dan lenyap. Mahasuci Allah Zat Yang Wajib ada yang tidak bertempat atau menyatu dengan makhluk, tidak terbatas dan terhingga, tidak beranak dan diberanakkan. Mahasuci Allah dari semua perkataan orang-orang zalim itu. Mahasuci Allah yang seluruh malaikat bertasbih kepadaNya. Demikian pula dengan semua yang terdapat di langit dan di bumi sesuai dengan goresan pena ketentuan yang terdapat padanya.

124 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bab Ketiga

AL-HAMDULILLH
(Segala Puji Milik Allah)61

rts
Bismillhirrahmnirrahm egala puji milik Allah, Zat yang seluruh alam dengan semua lisannya baik yang terucap maupun yang tak terucap memuji dan menyanjung-Nya dengan menampakkan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Seluruh alam dengan semua spesies, pilar, anggota, bagian, atom, dan eternya, lewat lisan kemunculannya, kebutuhannya, kepapahannya, hikmahnya, ciptaannya, keteraturannya, keseimbangannya, kesempurnaannya, ibadah dan tasbihnya merupakan lisan yang bertasbih mengucap seluruh sifat keagungan-Nya bahwa Dia Allah Zat Yang Wajib ada yang tak bermula, kekal, abadi, esa, tunggal, Maha Perkasa, Mahagagah, Mahabesar, dan Maha Memaksa. Seluruh alam juga memuji dengan menuturkan sifat-sifat indah-Nya seraya berkata bahwa Tuhan kami Maha Pengasih, Penyayang, Pemberi rezeki, Pemurah, Dermawan, Kasih, Halus, Baik, dan Indah. Di samping
61) Bab penting tentang alhamdulillah telah ditulis secara panjang lebar dalam bahasa Arab, Tafakkur imani yang mulia (Cahaya Kedua puluh sembilan). Karena itu di sini ia hanya dijelaskan secara singkat (penulis).

Badiuzzaman Said Nursi

| 125

itu, ia mengingat dan menyebut sifat-sifat sempurna-Nya dengan mengakui secara terucap maupun tak terucap bahwa, Pencipta dan Pemilik kami adalah Zat Yang Mahahidup, Berdiri sendiri, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Mahakuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Berbicara, dan Maha Menyaksikan. Iapun menjadi lisan yang menyebut namanama-Nya yang mulia yang termanifestasikan di seluruh entitas alam. Selanjutnya, segala puji milik Allah yang seluruh entitas berikut semua yang terdapat di dalamnya memuji-Nya, bertasbih kepada-Nya, dan menyanjung-Nya dengan memperlihatkan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Sebab, kitab besar dengan seluruh bab, pasal, lembaran, baris, kalimat, dan hurufnya, lewat hikmah dan penciptaannya dengan sifat dan lukisannya, masing-masing sesuai dengan kadar yang telah ditentukan merupakan manifestasi dan cermin beragam dari penampakan sifat-sifat agungNya, cahaya sifat indah-Nya, kilau sifat sempurna-Nya, dan sinar nama-nama-Nya yang mulia. Segala puji milik Allah atas nikmat wujud yang merupakan kebaikan murni, atas nikmat hidup yang merupakan bentuk kesempurnaan wujud, serta atas nikmat iman yang merupakan bentuk kesempurnaan hidup; bahkan sumber kehidupan. Segala puji milik Allah atas cahaya iman yang melenyapkan enam sisi kegelapan dari diri kami, yang menerangi sisi atas dan diri kami, yang bersinar dengan berisi enam cahaya, serta menjadi sumber tiga kilau yang memantul dari mentari makrifatullah. Segala puji milik Allah atas nikmat iman kepada Allah. Pasalnya, dengan nikmat tersebut jiwa terbebas dari gelapnya ketiadaan dan kesendirian serta dari duka yang mendalam. Juga dari berbagai derita dan nestapa yang tak terhitung banyaknya. Segala puji milik Allah atas cahaya iman yang memperlihatkan diri kepada kami sebagai Zat tempat berlindung, Zat Yang berbuat baik, Yang Maha Pemurah, Yang Mahakasih, Yang Maha Penyayang. Pasalnya, iman adalah penerang kehidupan abadi kami dan pemberi kabar gembira yang menyinari kebahagiaan abadi kami. Ia mencakup titik kebergantungan dan

126 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kesinambungan. Ia juga menghijab tempat duka yang tampak di alam. Ia menghapus rasa sakit akibat berpisah dengan berbagai kenikmatan dengan memperlihatkan rotasi makhluk semisal. Ia mengekalkan nikmat dengan penampakan pohon ternak. Di samping itu, cahaya iman merubah sesuatu yang dianggap sebagai musuh yang asing, mati, dan buas menjadi teman dan saudara yang hidup dan jinak. Selanjutnya cahaya iman menggambarkan seluruh alam, serta dunia dan akhirat sebagai tempat yang dipenuhi rahmat yang menjadi hadiah bagi setiap mukmin yang benar. Mukmin bisa mengambil manfaat dari semua hadiah tadi lewat sarana dan inderanya yang demikian berlimpah. Ia juga berhak dan wajib mengucap, Segala puji bagi Allah atas seluruh ciptaanNya. Ia wajib untuk tidak rida jika makhluk yang tidak memiliki apa-apa menjadi tuhan yang disembah, yang dicinta, dan dituju. Segala puji milik Allah, Tuhan Pemelihara semesta alam atas rahmat-Nya bagi semesta alam yang tidak lain adalah Muhammad saw. Pasalnya, dengan kehadiran beliau dan risalahnya cahaya seluruh agama yang sebelumnya padam oleh filsafat menjadi tegak kembali. Demikian pula, dengan risalah beliau berbagai hal yang Allah diridai menjadi terlihat, serta umat manusia mendapat petunjuk kepada iman yang merupakan cahaya alam. Segala puji milik Allah atas nikmat Islam; agama yang Allah ridhai. Pasalnya, Islam yang memperlihatkan kepada kami sesuatu yang diridhai, dikehendaki, dan dicintai oleh Tuhan kami, Tuhan semesta alam, serta Tuhan pemelihara langit dan bumi. Segala puji milik Allah atas cahaya iman yang demikian terang dengan cahaya bismillhirrahmnirrahm. Orang yang memuji Allah harus melihat dari nikmat kepada Zat Pemberi nikmat sehingga tampak bahwa Dia lebih melihat kepadanya dan lebih dekat darinya. Dia berkenalan dengan nikmat tadi, menga sihi dengan cara berbuat baik, mendekat dengan sifat murahNya pada manusia. Manusia baru dikatakan bersyukur apabila bisa merasakan hal tersebut.
Badiuzzaman Said Nursi

| 127

128 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bab Keempat

ALLHU AKBAR
(Allah Mahabesar)

rts

ab ini terbagi dua: bagian pertama sangat singkat, sementara bagian kedua berisi penjelasan yang cukup luas.

BAGIAN PERTAMA
Bismillhirrahmnirrahm Allah Mahabesar daripada segala sesuatu. Pasalnya, Dia Mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang tak terhingga dari berbagai aspeknya. Bagi-Nya sama saja antara atom dan bintang, antara sebagian dan keseluruhan, antara individu dan spesies sesuai dengan firman-Nya,

Allah tidak menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) melainkan hanya seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.62
62) Q.S. Luqman: 28.

Badiuzzaman Said Nursi

| 129

Ya, atom, bagian, dan individu sama mudahnya dengan bintang, spesies, dan keseluruhan. Allah Mahabesar. Pasalnya, Dia Maha mengetahui segala sesuatu dengan pengetahuan yang tak terhingga dilihat dari berbagai aspeknya yang melekat pada diri-Nya.63 Karena itu, tidak ada satupun yang terlepas dari-Nya. Hikmah komprehensif, perhatian yang menyeluruh, perasaan yang mencakup, ketentuan yang rapi, takdir yang berlaku, ajal yang telah ditentukan, rezeki yang ditetapkan, kasih sayang yang beragam, dan perhatian yang indah, semuanya menjadi saksi atas pengetahuan-Nya yang meliputi segala sesuatu sesuai dengan bunyi firman-Nya, Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu tampakkan atau rahasiakan)?! Dia Mahahalus dan Maha Mengetahui.64 Allah Mahabesar. Pasalnya, Dia Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Seluruh entitas berkutat di antara berbagai kemungkinan yang tak terhingga. Kemudian pengaturannya dengan bentuk semacam ini, keseimbangannya, serta penciptaan beragam hal yang tertata indahseperti pohon, daun, bunga, dan buahdari asal yang sedehana, semua itu menunjukkan kehendak-Nya yang bersifat menyeluruh. Hal itu sesuai dengan kaidah, Apa yang Dia kehendaki terwujud, sementara yang tidak Dia kehendaki tak terwujud. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Mengapa dan siapa Dia? Jawabannya, Dia adalah mentari azali yang seluruh entitas merupakan bayangan cahaya-Nya, manifestasi dari namaNya, serta jejak dari perbuatan-Nya seperti pernyataan seluruh kalangan yang telah menyaksikan. Allah Mahabesar daripada segala sesuatu. Apabila engkau bertanya, Mengapa dan siapa Dia? jawabannya, Dia adalah Penguasa azali yang menata seluruh entitas dengan ketetapan sunnah-Nya, konstitusi qadha dan qadar-Nya, rambu-rambu
63) Sama seperti melekatnya cahaya yang mengitari mentari. Allah memiliki perumpamaan yang paling mulia. 64) Q.S. al-Mulk: 14.

130 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kehendak dan hikmah-Nya, penampakan perhatian dan kasih sayang-Nya, serta manifestasi nama dan sifat-sifat-Nya. Ketetapan dan rambu tersebut tidak lain merupakan nama bagi manifestasi keseluruhan pengetahuan, perintah, dan kehendakNya atas berbagai hal. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Mengapa dan siapa Dia? Jawabannya, Dia adalah Pencipta azali yang alam besar ini merupakan hasil kreasi dan penciptaan-Nya. Sementara, alam kecil ini merupakan bangunan dan celupan-Nya. Di celahcelah antara kedua penciptaan tersebut; bahkan di keseluruhan bagiannya terdapat petunjuk atas-Nya. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Mengapa dan siapa Dia? jawabannya, Dia adalah Pelukis azali yang seluruh entitas merupakan goresan pena qadha dan qadhar-Nya, serta goresan busur hikmah-Nya, buah dari limpahan rahmat-Nya, hiasan tangan perhatian-Nya, bunga kelembutan kemurahanNya, serta cahaya manifestasi keindahan-Nya.

Catatan:
Kaidah dari ketiga bab di atas, petunjuknya dapat diketahui secara cermat yang pada kondisinya terdapat sejumlah ketentuan. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Mengapa dan siapa Dia? Jawabannya, Dia adalah Zat Yang Mahakuasa azali yang seluruh entitas merupakan mukjizat kekuasaan-Nya. Mukjizat tersebut menjadi saksi bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak keluar dan tidak akan keluar sesuatupun dari ketentuan qudrat-Nya. Bagi-Nya sama saja antara atom dan mentari. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Siapa Dia? Jawabannya, Dia adalah Pencipta segala sesuatu. Dia Pemberi rezeki seluruh makhluk. Dia Pemberi nikmat bagi semua karunia. Dia Maha Penyayang baik di dunia maupun di akhirat. Di antara bentuk kasih sayang-Nya yang besar adalah kehadiran Muhammad saw dan sorga. Dia pemelihara segala sesuatu, Pengatur segala sesuatu, dan Pendidik segala sesuatu. Allah Mahabesar. Apabila engkau bertanya, Siapa Dia?
Badiuzzaman Said Nursi

| 131

Jawabannya, Dia adalah Pelukis segala sesuatu, Yang Maha Berbuat terhadap segala sesuatu, serta Pengatur alam ini. Allah Mahabesar. Dia tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran, serta bersih dan jauh dari kekurangan dan kelemahan. Allah Mahabesar daripada segala sesuatu. Sesuatu yang diperuntukkan bagi-Nya lebih besar, lebih tinggi, lebih baik, dan lebih utama. Serta sesuatu yang dengan-Nya lebih agung dan lebih mulia. ###

Catatan:
Kalimat penuh berkah ini yang diucapkan berulang-ulang setelah salat menjadi saksi bahwa ia bukan merupakan pengulangan, namun merupakan penetapan atau pengokohan maknanya di mana ia saling menopang; tidak satu. Misalnya, engkau melempar sebuah batu ke tengah-tengah telaga besar. Ketika melihat lingkaran yang terbentuk dari hasil lemparan itu engkau berkata, Luas, luas, dan luas. Setiap kali engkau mengutarakan kata luas, lingkaran itu tampak semakin luas. Di samping itu, ia menguatkan maknanya, serta menetapkan buah dan hasilnya. Barangkali engkau bertanya, Apa makna Allah Mahabesar dari segala sesuatu? Apa nilai dari makhluk sehingga Tuhan lebih besar darinya? Di mana para pencipta dan penyayang selain Allah sehingga dikatakan bahwa Dia Pencipta terbaik di antara seluruh pencipta dan Paling penyayang di antara mereka yang penyayang? Jawabannya: yang berasal dari-Nya tentu lebih besar dan lebih tinggi. Milik-Nya tentu lebih bagus dan lebih utama. Yang bersama-Nya tentu lebih agung dan lebih mulia. Secara Zat Dia lebih besar dari semua yang dibayangkan oleh akal manusia. Demikian pula Dia harus lebih besar dan lebih penting di hati kalian daripada segala tujuan dan keinginan kalian. Dia lebih besar, tidak mungkin tertutupi dan terhijab oleh hijab alam. Adapun maksud dari keberadaan-Nya sebagai Pencipta terbaik dari seluruh pencipta yang ada adalah bahwa dalam zat-

132 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Nya Dia lebih baik dari seluruh pencipta yang terdapat dalam cermin akal lewat manifestasi sifat Pencipta padanya sama seperti mentari yang terdapat di cermin. Mentari adalah cahaya yang contoh-contoh sinarnya terdapat dalam cermin. Dia juga lebih baik dilihat dari kedudukan-Nya yang wajib ada ketimbang pencipta lain yang hanya terdapat dalam imajinasi. Selanjutnya Dia adalah Pencipta terbaik yang tidak terhijab oleh sebab. Karena itu Dia harus menjadi tempat menghadap; tanpa peduli kepada berbagai sebab lahiri. Allah Mahabesar dan Mahagung; tak terjangkau oleh akal pikiran. Dia Mahatinggi; jauh dari kekurangan dan kelemahan. Dia juga Mahasempurna mutlak baik pada zat, sifat, dan perbuatan-Nya. ###

Penjelasan Bab Keempat


Sejumlah Kedudukan Allahu Akbar

BAGIAN KEDUA
Kami akan menyebutkan tujuh dari tiga puluh tiga kedudukan Allahu akbar. Bagian penting darinya telah disebutkan dalam bagian dua dari surat kedua puluh (al-Maktb al-Isyrun), di bagian akhir kondisi kedua dari kalimat ketiga puluh dua (alkalimat ats-Tsniyah wats-Tsaltsn), serta di permulaan kondisi ketiga darinya. Siapa yang ingin melihat hakikat dari kedudukan ini bisa merujuk kepada sejumlah risalah tersebut.

KEDUDUKAN PERTAMA
Bismillhirrahmnirrahm Katakanlah, Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya. Dia
Badiuzzaman Said Nursi

| 133

bukan pula hina yang memerlukan penolong. Agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.65 Kami sambut panggilan-Mu ya Allah. Allah Mahabesar dari segala sesuatu baik dalam hal kekuasaan maupun pengetahuan. Pasalnya, Dia Pencipta, Pembuat, dan Pelukis yang telah mencetak manusia dengan kekuasaan-Nya sebagaimana semua entitas. Dia menulis entitas dengan pena kekuasaan sebagaimana menulis manusia dengan pena tersebut. Sebab, alam yang besar itu sama seperti alam yang kecil ini. Ia merupakan ciptaan kekuasaan-Nya. Dia menciptakan alam dan kemudian menjadikannya sebagai masjid, sementara Dia menciptakan manusia dan menjadikannya sebagai makhluk yang bersujud. Setelah mencipta alam, Dia menjadikannya sebagai kerajaan. Sementara, setelah membuat manusia Dia menjadikannya sebagai pelayan. Setelah menciptakan alam Dia menjadikannya sebagai sebuah kitab. Sementara, setelah mencelup manusia jadilah ia sebagai mitra bicara. Kekuasaan-Nya terhadap alam memperlihatkan kemuliaan-Nya, sementara kasih sayang-Nya terhadap manusia merupakan bagian dari nikmat-Nya. Kebaikannya yang terdapat di alam memperlihatkan bahwa Dia esa, sementara nikmat-Nya dalam diri manusia memperlihatkan bahwa Dia tunggal. TandaNya di alam terdapat baik pada setiap bagian maupun pada keseluruhannya baik dalam diam maupun saat bergerak. Sementara, stempel-Nya terdapat pada manusia baik pada tubuh maupun seluruh anggota badan, baik dalam bentuk sel maupun atom. Karena itu, perhatikanlah tanda-tanda kekuasaan-Nya yang demikian rapi. Engkau akan melihat kedermawanan-Nya disertai keteraturan mutlak, dalam waktu yang sangat cepat yang disertai keseimbangan mutlak, dalam bentuk yang sangat mudah disertai kerapian mutlak, dalam kelapangan disertai bagusnya penciptaan, dalam jarak yang sangat jauh disertai kecermatan mutlak, dalam percampuran disertai keistimewaan mutlak, dan dalam kemudahan yang disertai kemahalan mutlak. Semua yang tampak ini menjadi bukti bagi orang berakal yang mau menelaah,
65) Q.S. al-Isr: 111.

134 |

Al-Matsnawi An-Nuri

sekaligus meluruskan pandangan orang dungu yang munafik untuk menerima kreasi dan keesaan Tuhan Yang Maha Berkuasa dan Maha Mengetahui. Pada keesaan terdapat kemudahan, sementara dalam banyak tuhan dan sekutu terdapat kesulitan luar biasa. Apabila segala sesuatu dinisbatkan kepada Tuhan Yang Mahaesa, maka seluruh entitas seperti pohon kurma, sementara kurma sendiri seperti buah yang penciptaannya sangat mudah. Sebaliknya, apabila ia dinisbatkan kepada banyak tuhan, pohon kurma seperti alam, sementara buahnya seperti pohon dilihat dari tingkat kesulitannya. Pasalnya, dengan satu perbuatan, Zat Yang Mahaesa bisa mewujudkan hasil dan buah bagi banyak hal tanpa ada kesulitan sama sekali. Andaikan buah dan hasil tersebut dinisbatkan kepada banyak tuhan ia baru bisa terwujud dengan begitu banyak kesulitan dan pertentangan seperti pemimpin bersama pasukannya, bumi bersama sejumlah planet, air mancur bersama tetesannya, titik pusat dan sejumlah titik di sekitarnya. Hal itu sesuai dengan kenyataan bahwa dalam keesaan, penisbatan tegak di atas kekuasaan yang tak terbatas. Sebab atau makhluk tidak perlu memikul sumber-sumber kekuatannya sehingga entitas menjadi besar akibat bernisbat kepada-Nya. Sebaliknya, dalam keberadaan sekutu masing-masing sebab atau makhluk dipaksa untuk memikul sumber-sumber kekuataannya sehingga menjadi kecil dan hina. Dari sini kita memahami mengapa semut dan lalat bisa mengalahkan para tiran serta benih kecil bisa memikul pohon yang besar. Ia juga sesuai dengan kenyataan bahwa dalam menisbatkan segala sesuatu kepada Zat Yang Mahaesa proses penciptaannya tidak terjadi dari tiada. Namun, penciptaan tersebut adalah bentuk peralihan entitas dari batini menuju wujud lahiri. Sama seperti peralihan bentuk yang tampak di cermin pada lembaran pas photo guna menegaskan wujud lahiriahnya dengan sangat mudah. Sebaliknya, menisbatkan segala sesuatu kepada sebab dan banyak tuhan mengharuskan penciptaan dari tiada. Jika tidak mustahil, minimal ia merupakan sesuatu yang jauh lebih sulit. Kemudahan dalam keesaan sampai pada tingkat wajib, sementara
Badiuzzaman Said Nursi

| 135

kesulitan dalam banyak tuhan sampai pada tingkat mustahil. Dalam keesaan kreasi dan penciptaan bisa berasal dari tiada. Artinya, penciptaan entitas dari tiada tanpa membutuhkan waktu dan materi, sementara dalam keberadaan sekutu dan banyak tuhan penciptaan tidak mungkin berasal dari tiada seperti pandangan seluruh kaum yang berakal. Kehadiran makhluk hidup harus dengan cara mengumpulkan atom yang bertebaran di bumi dan sejumlah unsur. Tanpa cetakan batini maka untuk melindungi atom-atom tersebut di tubuh makhluk harus terdapat pengetahuan yang bersifat menyeluruh dan kehendak pada setiap atom. Di samping itu, keberadaan sekutu sama sekali tidak dibutuhkan dan mustahil dilihat dari lima sisi yang saling menyatu. Keberadaan sekutu tersebut tidak bisa dibenarkan. Tidak ada petunjuk atau tanda pada entitas yang menunjukkan keberadaannya. Pasalnya penciptaan langit dan bumi mengharuskan kekuasaan sempurna yang tak terbatas sehingga sekutu tak dibutuhkan. Jika tidak berarti kekuasaan tadi menjadi terbatas. Hal ini sangat mustahil dilihat dari lima aspek. Tidak ada petunjuk atau tanda yang menunjukkan keberadaan sekutu yang mustahil tersebut pada satupun entitas. Persoalan ini telah kami jelaskan dalam kondisi pertama dari kalimat ketiga puluh dua, Dari partikel sampai ke Planet serta pada kondisi kedua, Dari langit menuju manifestasi lahiriah. Semua itu memberikan jawaban dan sanggahan terhadap keberadaan sekutu dengan memperlihatkan tanda tauhid. Di samping tidak memiliki sekutu, Dia juga tidak memiliki pembantu dan menteri. Sebab-sebab duniawi tidak lain merupakan hijab halus yang membungkus aksi kekuasaan azali. Sebab sama sekali tidak memiliki pengaruh dalam penciptaan. Pasalnya, sebab yang paling mulia dan paling berkehendak, manusia, pada saat melakukan sejumlah perbuatan yang disengaja seperti makan berbicara, dan berpikir, ia tidak memiliki kekuasaan apa-apa kecuali satu bagian yang masih diragukan dari seratus bagian yang ada. Jika manusia saja demikian lemah untuk melakukan

136 |

Al-Matsnawi An-Nuri

perbuatan di atas seperti yang kau ketahui, apalagi dengan binatang dan benda-benda mati. Bagaimana mungkin mereka akan menjadi sekutu Tuhan Pencipta langit dan bumi dalam proses penciptaan dan pemeliharaan?! Sebagaimana kotak tempat raja menyimpan hadiah, sapu tangan untuk membungkus pemberian, atau pasukan yang diutus untuk mengirimkan nikmat tidak mungkin menjadi sekutu raja dalam kekuasaan-Nya, demikian pula tidak mungkin sebab yang diutus untuk mengirimkan nikmat kepada kita, kotak yang merupakan tempat menyimpan berbagai karunia, serta barang tempat membungkus hadiah menjadi pembantu atau perantara yang ikut memberikan pengaruh.

KEDUDUKAN KEDUA
Allah Mahabesar dari segala sesuatu dari sisi kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Pasalnya, Dia Maha Mencipta, Maha Mengetahui, Maha Membuat, Maha Bijaksana, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang yang seluruh entitas bumi dan bendabenda langit yang terdapat di alam merupakan mukjizat kekuasaan-Nya. Tumbuhan yang berwarna-warni, indah, dan tersebar di mana-mana serta binatang yang beragam dan bertebaran di muka bumi merupakan ciptaan luar biasa Zat Yang Maha Bijaksana. Bunga yang merekah dan buah yang indah yang terdapat di kebun merupakan anugerah rahmat Zat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semua bersaksi, menyeru, dan berkata bahwa Pencipta ini, Pelukis itu, serta Pemberi bagi semua berkuasa atas segala sesuatu dan mengetahui segala sesuatu. Kasih sayang dan pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. Bagi kekuasaan-Nya sama saja antara atom dan bintang, antara yang sedikit dan yang banyak, antara yang kecil dan yang besar, antara yang terhingga dan tak terhingga. Semua yang terjadi di masa lalu dan berbagai hal luar biasa merupakan mukjizat kreasi Sang Pencipta Yang Maha Bijaksana. Mereka bersaksi bahwa Sang Pencipta tersebut Mahakuasa atas segala kemungkinan dan hal luar biasa yang terjadi di masa mendatang. Sebab, Dia Maha Pencipta, Maha Mengetahui, Maha Perkasa, dan Maha Bijaksana.
Badiuzzaman Said Nursi

| 137

Maka, Mahasuci Zat yang telah menjadikan taman buminya sebagai galeri ciptaan-Nya, tempat berkumpul fitrah-Nya, orbit hikmah-Nya, tempat tumbuh rahmat-Nya, ladang kebun-Nya, jalan bagi para makhluk-Nya, saluran entitas, serta ukuran ciptaan. Binatang yang indah, burung yang terukir, pohon yang berbuah, tumbuhan yang berbunga merupakan mukjizat pengetahuan-Nya, kreasi-Nya yang luar biasa, hadiah kedermawananNya, serta bukti karunia-Nya. Senyum bunga dari balik hiasan buah, kicau burung di waktu pagi, rintik hujan di atas bunga, serta kasih sayang ibu terhadap anaknya yang kecil merupakan bentuk perkenalan Zat Yang Mahakasih, cinta Zat Yang Maha Penyayang, kasih Zat Yang Maha Memberi terhadap jin dan manusia, terhadap ruh dan binatang, terhadap malaikat dan jin. Lalu, benih dan buah, biji dan bunga merupakan mukjizat hikmah, anugerah kasih sayang, bukti keesaan, dalil kelembutan-Nya di negeri akhirat, serta petunjuk yang jujur bahwa Penciptanya Mahakuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Dia memenuhi segala sesuatu dengan kasih sayang, pengetahuan, penciptaan, pengaturan, kreasi, dan gambaran. Mentari seperti benih, bintang seperti bunga, bumi seperti benih. Proses penciptaan dan pengaturan, kreasi dan pembentukan tidaklah berat bagi-Nya. Benih dan buah merupakan cermin keesaan, petunjuk ketentuan, lambang kekuasaan bahwa entitas yang demikian banyak itu bersumber dari satu. Mereka muncul sebagai saksi bagi keesaan Tuhan dalam berkreasi dan membentuk. Selanjutnya mereka juga mengingatkan hikmah Tuhan dalam mencipta dan menata. Mereka menjelaskan bahwa Pencipta semua makhluk, lewat tatapan-Nya yang menyeluruh, juga melihat kepada setiap bagian. Pasalnya, jika berupa buah itulah tujuan yang paling jelas dari penciptaan pohon ini. Manusia adalah buah dari entitas alam. Ia merupakan tujuan utama Sang Pencipta. Kalbu seperti atom. Ia merupakan cermin cahaya milik Pencipta makhluk. Dari sini, manusia yang paling kecil di alam ini merupakan orbit utama dari kemunculan, pengumpulan, pengrusakan, pergantian, peralihan, dan perbaikan seluruh

138 |

Al-Matsnawi An-Nuri

entitas alam. Allah Mahabesar. Wahai Yang Mahabesar, Engkau Zat yang akal tak mampu menjangkau hakikat keagungan-Nya. Zat yang tiada Tuhan selain Dia menghampiri segala sesuatu. Mereka selalu meminta dan menyeru, Wahai Yang Mahahidup.

KEDUDUKAN KETIGA66
Penjelasannya terdapat di pangkal kondisi ketiga dari kalimat ketiga puluh dua. Allah Mahabesar daripada segala sesuatu dilihat dari kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Pasalnya, Dia Mahakuasa, Maha menentukan, Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, Maha Membentuk, Mahamulia, Mahalembut, Maha Menghias, Maha Memberi nikmat, Mahakasih, Maha Pengasih, Maha Penyayang, Mahaindah, Maha Sempurna, dan Pelukis azali yang hakikat seluruh entitas, baik secara keseluruhan maupun setiap bagiannya, merupakan goresan pena qada dan qadar-Nya lewat pengaturan, penetapan, pengetahuan, dan hikmah-Nya. Ia merupakan goresan pena pengetahuan dan hikmah-Nya lewat kreasi dan gambaran-Nya. Ia merupakan dekorasi hasil kreasi, gambaran, hiasan, dan penerangan-Nya lewat kelembutan dan kemurahanNya. Ia merupakan bunga kelembutan sifat halus, baik, dan kasih-Nya lewat rahmat dan nikmat-Nya. Ia merupakan hasil curahan rahmat, nikmat, kasih sayangnya lewat keindahan dan kesempurnaan-Nya. Ia merupakan kilau keindahan dan kesempurnaan abadi lewat kesaksian cermin fana di mana keindahan tersebut terus eksis sepanjang musim dan waktu serta nikmatNya terus tercurah sepanjang perjalanan manusia, hari, dan tahun. Ya, lenyapnya cermin dan entitas dengan manifestasi dan nikmat Tuhan yang terus mengalir merupakan petunjuk yang paling jelas dan bukti yang paling terang bahwa keindahan lahiri
66) Kedudukan ketiga ini mengambil bunga yang indah sebagai pelajaran. Musim semi ibarat bunga dan kebun besar. Keduanya merupakan manifestasi kedudukan ini. Sebagaimana alam seperti manusia yang indah dan agung, demikian pula dengan bidadari, makhluk metafisik, dan spesies binatang. Semuanya seperti manusia yang indah yang setiap lembarannya memantulkan nama-nama yang dipantulkan oleh kedudukan ini.

Badiuzzaman Said Nursi

| 139

dan kesempurnaan yang ada bukan milik mereka. Ia merupakan penjelasan yang fasih dan argumen paling nyata yang menunjukkan keindahan murni milik Zat Yang wajib ada, Yang Mahakekal, dan Mahakasih. Ya, jejak yang sempurna menunjukkan adanya perbuatan yang sempurna. Perbuatan yang sempurna menunjukkan adanya Nama dan Pelaku yang sempurna. Kemudian Nama yang sempurna sudah pasti menunjukkan sifat yang sempurna. Sifat yang sempurna menunjukkan kondisi yang sempurna. Lalu kondisi yang sempurna menunjukkan kesempurnaan Zat sesuai dengan keberadaan-Nya. Itulah keyakinan yang benar.

KEDUDUKAN KEEMPAT
Dia Mahabesar. Pasalnya, Dia Mahaadil, Maha Menetapkan, dan Mahabijak yang bangunan pohon alam ini Dia bangun dalam masa enam hari dengan pilar-pilar kehendak dan hikmahNya. Dia mengurainya lewat ketentuan qada dan qadar-Nya, menata dengan hukum kebiasaan dan sunnah-Nya, menghias dengan rambu-rambu perhatian dan rahmat-Nya, menyinari dengan manifestasi nama dan sifat-Nya lewat bukti keteraturan ciptaan-Nya, hiasan entitas-Nya, kemiripannya, keselarasannya, keharmonisannya, kerjasamanya, serta kerapian kreasi dalam segala sesuatu sesuai dengan kapasitas potensinya yang telah ditentukan lewat penetapan qadar. Hikmah menyeluruh dalam menata alam, perhatian komprehensif dalam menghiasnya, rahmat yang luas dalam melembutkannya, rezeki yang mencakup dalam memeliharanya, kehidupan yang menakjubkan lewat manifestasinya terhadap sifat-sifat Tuhan, indahnya tujuan dalam memperbagus penampilannya, kesinambungan manifestasi keindahan yang terpantul bersamaan dengan ketiadaannya, cinta yang jujur yang terdapat dalam kalbu terhadap Tuhan yang disembahnya, kesepakatan seluruh kalangan mulia atas keesaan Penciptanya, tindakan yang mengandung kemaslahatan terhadap setiap bagiannya, penataan yang bijak bagi tumbuhannya, pemeliharaan yang mulia terhadap hewannya, keteraturan yang sempurna dalam berbagai per-

140 |

Al-Matsnawi An-Nuri

ubahan pilarnya, tujuan besar dalam keteraturan keseluruhannya, kemunculan seketika bersamaan dengan kesempurnaan kreasinya tanpa membutuhkan jangka waktu dan materi, diagnosa yang bijak disertai ketakterbatasan frekuensi kemungkinannya, pemenuhan kebutuhannya yang demikian banyak dan beragam pada waktu yang tepat dari tempat yang tak disangka dan tidak dirasa padahal ia tidak mampu meski untuk memenuhi kebutuhan terkecilnya, kekuatan mutlak dalam sumber kelemahannya, kekuasaan mutlak dalam mata air ketidakberdayaannya, kehidupan lahiriah dalam kematiannya, perasaan yang menyeluruh dalam ketidaktahuannya, keteraturan yang sempurna dalam berbagai perubahannya yang mengharuskan keberadaan Perubah yang tidak berubah, kesepakatan tasbihnya yang diterima melalui tiga seruanya: lewat lisan potensinya, lisan kebutuhan alamiahnya, dan lisan keterpaksaannya, munajat, kesaksian, dan limpahan karunia dalam ibadahnya, keteraturan terkait dengan ketentuannya, rasa tenteram dengan berzikir mengingat Penciptanya, posisi ibadah yang merupakan benang penyambung antara akhir dan awalnya, serta yang menjadi sebab wujud kesempurnaanya, semua itu menjadi saksi bahwa seluruhnya mengikuti pengaturan Sang Pengatur yang bijaksana dan esa. Semua berada dalam pemeliharaan Pemelihara yang pemurah dan esa. Semua merupakan pelayan dari satu majikan dan berada dalam kendali satu zat. Sumber mereka adalah kekuasaan yang satu yang stempel keesaan-Nya tampak dan menyebar pada semua tulisan-Nya dalam setiap lembaran entitas. Ya, setiap bunga dan buah, setiap tumbuhan dan pohon, bahkan setiap hewan dan batu, setiap debu dan awan, pada semua lembah dan gunung, serta pada setiap lembah dan padang pasir terdapat stempel yang memiliki ukiran dan jejak yang jelas yang memperlihatkan kepada pandangan yang cermat bahwa Pemilik jejak tersebut adalah penulis tempat itu disertai sejumlah pelajaran. Dia Penulis di permukaan daratan dan di dalam lautan. Dia Pelukis mentari dan bulan dalam lembarang langit yang mengandung pelajaran. Sungguh Allah Mahabesar. Tiada Tuhan selain Allah lebih agung dari seluruh alam.
Badiuzzaman Said Nursi

| 141

KEDUDUKAN KELIMA
Allah Mahabesar. Pasalnya, Dia Pencipta Yang Mahakuasa, Yang Maha Membentuk, dan Maha Melihat di mana benda-benda langit dan bintang merupakan cahaya petunjuk uluhiyah dan keagungan-Nya, kemilau bukti rububiyah dan kemuliaan-Nya. Mereka bersaksi dan mengakui kekuasaan Tuhan, mengakui keluasan hukum dan hikmah-Nya, serta atas keagungan qudratNya. Perhatikan ayat yang berbunyi, Apakah mereka tidak melihat langit yang berada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikan dan menghiasinya?!67 Kemudian tataplah langit bagaimana engkau akan melihat kondisi diam dalam ketenangannya, gerak yang penuh hikmah, cahaya yang indah, senyum yang ceria, disertai keteraturan dan keseimbangan ciptaan. Cahaya lenteranya yang untuk mengganti musim, sinar lampunya yang untuk menerangi alam, gemerlap bintangnya yang untuk menghias dunia, memperlihatkan kepada orang berakal sebuah kekuasaan yang tak terhingga dalam menata alam ini. Itulah Sang Pencipta Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dan berkehendak dengan kehendak yang komprehensif. Apa yang Dia kehendaki pasti berlaku, sementara yang tidak Dia kehendaki takkan berlaku. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu dengan kekuasaan yang mutlak dan mencakup. Sebagaimana wujud mentari di hari ini tidak mungkin tanpa cahaya dan hawa panas, demikian pula wujud Tuhan Pencipta langit dan bumi tak mungkin tanpa pengetahuan yang mencakup dan kekuasaan yang bersifat mutlak. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu dengan pengetahuan yang mencakup. Pengetahuan tersebut sudah pasti terpaut dengan segala sesuatu. Tidak mungkin ada satupun yang terlepas sesuai dengan kehadiran, penyaksian, dan kekuasaan-Nya.

67) Q.S. Qf: 6.

142 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Keteraturan yang seimbang, keseimbangan yang teratur, hikmah yang bersifat menyeluruh, perhatian yang sempurna, ketentuan yang telah tertata, qada yang membuahkan, ajal yang telah ditentukan, rezeki yang telah dikodifikasi, perhatian yang telah dihiaskan, puncak keistimewaan, keteraturan kerapian, dan kemudahan mutlak menjadi saksi atas komprehensifnya pengetahuan Tuhan Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Ayat yang berbunyi, Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu tampakkan atau rahasiakan)?! Dia Mahahalus dan Maha Mengetahui68 menunjukkan bahwa wujud yang terdapat pada sesuatu mengharuskan pengetahuan terhadapnya, cahaya wujud yang terdapat pada sesuatu mengharuskan adanya cahaya pengetahuan terhadapnya. Indahnya ciptaan manusia menunjukkan perasaannya, sementara penciptaan manusia sendiri menunjukkan pengetahuan Penciptanya. Perbandingan antara keduanya sama seperti cahaya bintang di malam hari dan sinar mentari pada siang hari di muka bumi. Di samping Maha mengetahui segala sesuatu, Dia juga Maha berkehendak atas segala sesuatu. Sesuatu tidak mungkin terwujud tanpa kehendak-Nya. Sebagaimana kekuasaan Tuhan memberikan pengaruh dan pengetahuan-Nya memberikan ciri, demikian pula dengan kehendak-Nya. Ia memberikan karakter sehingga kemudian keberadaan sesuatu terwujud. Bukti keberadaan kehendak dan pilihan-Nya sebanyak kondisi dan keadaan sesuatu. Ya, pengaturan entitas serta pemberian tanda lewat sifatsifatnya di antara berbagai kemungkinan tak terhingga dan jalanjalan yang tak berbuah di bawah kendali pengaturan yang rumit dan halus; pengukurannya dengan neraca yang sensitif dan cermat; penciptaan makhluk yang beragam dan memiliki kehidupan lewat benda mati seperti manusia berikut organnya yang berasal dari sperma, burung berikut anggota badannya yang berasal dari telur, pohon berikut bagian-bagiannya yang berasal dari benih, semua itu menunjukkan kekhususan dan penentuan sesuatu lewat keinginan, pilihan, dan kehendak-Nya.
68) Q.S. al-Mulk: 14.

Badiuzzaman Said Nursi

| 143

Kesamaan antara setiap sesuatu dengan jenisnya dan setiap anggota dengan spesiesnya dalam organ-organ utama menunjukkan bahwa Penciptanya adalah satu. Demikian pula perbedaannya dalam bentuk penuh hikmah yang mencakup tanda-tanda pembeda yang demikian teratur menunjukkan bahwa Sang Pencipta yang esa itulah yang berbuat, memilih, dan sekaligus berkehendak. Dia melakukan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia inginkan. Sebagaimana Sang Pencipta Yang Maha Mengetahui dan Berkehendak mengetahui dan berkehendak atas segala sesuatu di mana Dia memiliki pengetahuan yang menyeluruh, kehendak yang komprehensif, dan pilihan sempurna, Dia juga memiliki kekuasaan sempurna yang bersumber dari diri-Nya sendiri. Mustahil ada sifat berlawanan masuk ke dalamnya. Jika tidak, tentu hal-hal yang berlawanan tersebut bersatu. Ini tentu mustahil. Selanjutnya kekuasaan Tuhan tidak bertingkat-tingkat. Sama saja bagi-Nya antara atom dan bintang, antara yang sedikit dan yang banyak, antara yang kecil dan yang besar, antara yang sebagian dan keseluruhan, antara manusia dan alam, antara benih dan pohon. Hal ini sesuai dengan rahasia cahaya, kesepadanan, keseimbangan, keteraturan, dan keserupaan lewat bukti keteraturan mutlak, keseimbangan mutlak, keistimewaan mutlak, yang terjadi dengan sangat cepat, mudah, dan banyak. Hal ini berkat kemudahan dan manifestasi keesaan serta karena hikmah keberadan-Nya yang wajib, tunggal, dan berbeda dengan entitas. Juga berkat rahasia eksistensi-Nya yang tidak terikat, tidak berpihak, dan tidak terbagi karena hikmah berbaliknya rintangan dan hambatan menjadi sarana yang memberikan kemudahan manakala diperlukan. Dia sama sekali tidak membutuhkan sesuatu seperti syaraf manusia atau rel kereta untuk memindahkan curahan karunia-Nya yang halus. Pasalnya, atom, partikel, sesuatu yang sedikit, kecil, manusia, dan benih sama saja bagi Allah dengan bintang, spesies, benda yang banyak, besar, alam, dan pohon. Zat yang menciptakan hal pertama tidak sulit untuk menciptakan hal yang kedua. Menyalin quran hikmah yang tertulis pada inti sesuatu lewat atom eter hampir sama

144 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dengan menyalin quran agung yang tertulis pada lembaran langit lewat tinta bintang dan mentari. Demikian pula penciptaan lebah dan semut hampir sama dengan penciptaan kurma dan gajah. Penciptaan bunga mawar hampir sama dengan penciptaan kilau bintang. Demikian seterusnya. Apabila proses penciptaan sesuatu yang sangat mudah itu membuat kaum yang sesat menganggap sesuatu terbentuk dengan sendirinya di mana hal ini melahirkan berbagai kemustahilan yang tidak diterima akal bahkan sulit diterima oleh ilusi manusia, tidak demikian dengan ahlul haq dan penggenggam kebenaran. Terbukti bagi mereka bahwa planet dan atom memiliki kedudukan yang sama jika dikembalikan kepada Sang Pencipta, Allah Swt. Tiada Tuhan selain Dia.

KEDUDUKAN KEENAM69
Allah Mahabesar dari segala sesuatu dilihat dari sisi kekuasaan dan pengetahuan-Nya. Pasalnya, Dia Mahadil, Mahabijak, Mahakuasa, Maha Mengetahui, Mahaesa, dan Penguasa azali. Seluruh alam berada dalam genggaman penataan dan neracaNya, pengaturan, keseimbangan, keadilan, hikmah, pengetahuan, dan qudrat-Nya. Manifestasi rahasia keesaan-Nya terlihat lewat intuisi nyata; bahkan dengan penyaksian. Tidak ada sesuatupun di alam ini yang keluar dari wilayah tatanan dan neraca-Nya serta pengaturan dan penyeimbangan-Nya. Keduanya merupakan pintu bagi lauhil mahfudz. Keduanya merupakan tanda pengetahuan Zat Yang Maha Mengetahui dan Bijaksana, serta tanda kekuasaan dan kehendak Zat Yang Maha Perkasa dan Maha Penyayang. Tatanan dan neraca tersebut terdapat dalam lauhil mahfudz sebagai dua dalil yang bersinar bagi mereka yang mau memperhatikan dan melihat bahwa tidak ada sesuatu di alam
69) Andaikan kedudukan keenam ini ditulis sebagaimana kedudukan lainnya, tentu akan sangat panjang. Pasalnya, kitab induk yang nyata (lauhil mahfudz) tidak mungkin dijelaskan dengan singkat. Rangkuman darinya telah kami sebutkan dalam kalimat ketiga puluh. Karena itu, di sini kami hanya menjelaskan secara global. Hanya saja, di tengah-tengah pelajaran kami berikan sedikit penjelasan (penulis).

Badiuzzaman Said Nursi

| 145

maupun dalam perputaran zaman yang keluar dari genggaman kekuasaan, pengaturan, dan neraca Tuhan. Kesimpulannya, manifestasi nama al-Awwal (Yang Maha Pertama) dan al-khir (Yang Maha Terakhir) dalam proses penciptaan yang mengarah kepada awal dan akhir, pangkal dan keturunan, masa lalu dan masa depan, serta perintah dan pengetahuan menunjuk kepada lauhil mahfudz. Manifestasi nama azh-Zhhir (Yang Mahatampak) dan al-Bthin (Yang Maha Tersembunyi) pada sesuatu juga menunjuk kepada lauhil mahfudz tadi. Entitas ibarat pohon besar. Setiap alam darinya seperti pohon. Kita bisa mengumpakan penciptaan entitas berikut beragam jenis dan alamnya dengan sebuah pohon kecil. Pohon kecil ini memiliki akar berupa benih yang kemudian tumbuh. Demikian pula dengan keturunan yang melanjutkan tugas setelah kematiannya merupakan benih buah. Pangkal dan akhir merupakan dua bentuk manifestasi nama al-Awwal dan al-khir. Seolaholah pangkal dan benih itu merupakan daftar isi atau indeks keseluruhan rambu pembentukan pohon. Sementara, benih-benih yang terdapat dalam buahnya di akhir perjalanan adalah manifestasi nama al-khir. Benih yang terdapat dalam buah tersebut yang terwujud dengan hikmah sempurna ibarat kotak kecil tempat menyimpan daftar isi dan indeks bagi terbentuknya sesuatu yang menyerupai pohon itu. Seakan-akan ia ditulis dengan pena ketentuan Tuhan yang berisi rambu-rambu terbentuknya pohon berikut. Bentuk lahiriah pohon merupakan manifestasi nama azh-Zhhir (Yang Mahatampak). Bentuk lahiriahnya yang terlihat sangat rapi, indah, dan penuh hikmah ibarat pakaian rapi dan indah yang dipotong sesuai dengan bentuk fisiknya dengan penuh hikmah dan perhatian. Sementara bentuk batiniah pohon itu merupakan manifestasi nama al-Bthin (Yang Maha Tersembunyi). Dengan keteraturan yang sempurna, penataan yang mencengangkan akal, dan pendistribusian bahan-bahan kehidupan kepada berbagai organ secara sangat rapi seolah-olah bagian dalam dari pohon

146 |

Al-Matsnawi An-Nuri

tersebut merupakan mesin luar biasa yang sangat teratur dan seimbang. Kalau bagian pangkalnya berupa petunjuk pelaksanaan yang sangat menakjubkan dan bagian akhirnya berupa daftar isi yang keduanya menunjuk kepada lauhil mahfudz, maka bagian lahiriahnya ibarat pakaian yang menakjubkan dan bagian batinnya ibarat mesin yang sangat rapi yang juga menunjuk kepada lauhil mahfudz. Apabila kekuatan penjaga yang terdapat dalam tubuh manusia menunjuk kepada lauhil mahfudz, maka benih-benih pangkal dan buahnya yang terdapat pada setiap pohon juga mengarah kepada kitab induk yang nyata itu. Demikian pula dengan bagian lahiri dan batininya. Anda bisa menganalogikan pohon bumi berikut masa lalu dan masa depannya, pohon alam berikut awal dan akhirnya, pohon manusia berikut nenek moyang dan keturunannya dengan pohon kecil tadi. Begitulah kondisi Sang Pencipta. Tiada Tuhan selain Dia. Wahai Yang Mahabesar, Engkau adalah zat yang akal tak mampu menjangkau keagunganNya dan pikiran manusia tak mampu mencapai hakikat kebesaran-Nya.

KEDUDUKAN KETUJUH
Allah Mahabesar daripada segala sesuatu baik dalam hal kekuasaan maupun pengetahuan-Nya. Pasalnya, Dia Maha Mencipta, Maha Membuka, Maha Berbuat, Maha Mengetahui, Maha Memberi, dan Mentari azali di mana seluruh alam dengan berbagai spesies dan entitasnya merupakan bayang-bayang cahaya-Nya, jejak perbuatan-Nya, warna lukisan beragam manifestasi nama-Nya, goresan pena qada dan qadar-Nya, cermin wujud sifat, keindahan, keagungan, dan kesempurnaan-Nya. Hal itu sesuai dengan kesepakatan saksi azali dengan seluruh kitab, lembaran, dan ayatnya baik ayat penciptaan maupun ayat Alquran. Ia juga sesuai dengan kesepakatan bumi dan alam berikut kepapahan dan kebutuhannya baik dalam dirinya sendiri maupun bagian-bagiannya seiring dengan keberadaan kekayaan mutlak di atasnya. Ia pun sesuai dengan kesepakatan seluruh kalangan yang
Badiuzzaman Said Nursi

| 147

menyaksikan, pemilik jiwa yang terang, kalbu bersinar, dan akal cemerlang yang terdiri dari pada nabi, wali, dan orang-orang mulia berikut seluruh hakikat, penyingkapan, curahan anugerah, dan munajat yang mereka lakukan. Seluruh mereka, juga bumi dan benda-benda langit, disertai kesaksian mereka yang tak terhingga jumlahnya yang sejalan dengan kesaksian ayat-ayat kauniyyah dan ayat-ayat Alquran, kesaksian lembaran kitab-kitab suci yang merupakan kesaksian Allah, semua sepakat bahwa alam merupakan jejak kekuasaan-Nya, tulisan qadar-Nya, cermin nama-nama-Nya, serta penampakan cahaya-Nya. Allah, tiada Tuhan selain Dia.

148 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Penutup

MENGENAI BERAGAM PERSOALAN YANG TAMPAK rts


PERSOALAN PERTAMA
Perlu diketahui bahwa sepanjang hidupku aku berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Jalaluddin ar-Rumi, Sepanjang hidup, aku merupakan pelayan Alquran dan menjadi tanah tempat jalan Muhammad pilihan (saw). Pasalnya, aku melihat Alquran merupakan sumber segala curahan karunia. Berbagai hakikat yang kudapatkan tidak lain bersumber dari curahan karunia Alquran. Karena itu, hatiku tidak rela jika salah satu peninggalanku kosong dari potongan cermin kemukjizatan Alquran. Dalam al-Lawmi (Kilau-kilau Cahaya)70 aku telah menyebutkan beragam bentuk kemukjizatan Alquran yang mencapai empat puluh sekian macam. Agar keberkahan turun, di sini aku hanya akan menjelaskan satu saja persoalan saja, yaitu: Lihatlah siapa yang berkata? Untuk siapa Dia berkata? Untuk apa Dia berkata? Dan dalam hal apa Dia berkata? Ya, sumber ketinggian ucapan, berikut kekuatan dan
70) Yang diterbitkan sebagai bagian dari al-Kalimat.

Badiuzzaman Said Nursi

| 149

keindahannya ada empat: (1) pembicara atau pengucap; (2) mitra bicara; (3) tujuan; (4) kondisi dan kedudukannya. Jadi, tidak hanya kedudukan sebagaimana anggapan sejumlah sastrawan. Selain itu, redaksi sebuah ucapan bukan merupakan jasad; tetapi pakaiannya. Makna ucapan bukanlah ruh, tetapi tubuhnya. Kehidupannya berupa niat dan perasaan pembicara. Serta, ruhnya berupa makna yang berhembus dari mulut pembicara. Apabila sebuah ucapan berbentuk perintah atau larangan, ia bisa mengandung adanya kehendak dan kekuasaan sesuai dengan tingkat kedudukan si pembicara. Dalam kondisi demikian, ketinggian dan kekuatan ucapan juga semakin bertambah. Ya. gambaran perintah yang bersumber dari angan-angan yang tidak didengar sangat berbeda dengan perintah hakiki yang pasti berlaku yang mengandung adanya kehendak dan kekuasaan. Lihatlah firman Allah yang berbunyi, Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah!71 Bandingkanlah firman di atas dengan ucapan manusia kepada benda-benda mati yang seperti igauan, Diamlah wahai bumi! Terbelahlah wahai langit! Bangkitlah wahai kiamat! Lalu perhatikan perintah Sang Pemimpin yang ditaati oleh pasukan besar yang taat, Majulah! Seranglah musuh Allah! Maka mereka segera menyerang dan menang. Lalu bandingkan jika perintah tersebut berasal dari sosok hina yang perintahnya tidak dipedulikan. Demikian pula dengan gambaran yang diberikan oleh Pemilik hakiki, Pemimpin yang perintah-Nya dipatuhi, Pencipta yang mencipta, Pemberi anugerah ketika Dia mulai menjelaskan semua perbuatan-Nya. Aku telah melakukan ini dan itu. Lakukan ini dan itu! Kujadikan bumi terhampar untukmu dan langit sebagai atapnya. Bandingkan gambaran tersebut dengan yang diberikan oleh manusia terkait dengan perbuatannya yang tidak seberapa. Bagaimana mungkin mata bintang-gemintang bisa dibandingkan dengan contoh miniaturnya yang antara ada dan tiada yang terlihat di kepingan kaca. Bagaimana mungkin malai71) Q.S. Hd: 44.

150 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kat pembawa kalimat ucapan Pencipta mentari dan bulan akan dibandingkan dengan alunan suling manusia? Redaksi Alquran yang berupa gema petunjuk, hakikat iman, dan pilar-pilar yang memancar dari Arasy Tuhan di mana ia mengandung ucapan abadi, pengetahuan, qudrat, dan kehendak ilahi, bagaimana mungkin akan dibandingkan dengan ucapan manusia yang demikian lemah. Bagaimana mungkin pohon yang memiliki banyak cabang, daun, bunga, dan buah dibandingkan dengan racikan yang diambil oleh seseorang dari sebagian buahnya dengan merubah bentuknya, melepaskan ikatan kehidupannya, lalu mencampurnya dengan bahan lain. Ya, Alquran menumbuhkan pohon dengan cara semacam itu. Setiap benih menjadi rambu-rambu kerja dan pohon-pohon lain yang berbuah. Darinya terbentuk dunia Islam dengan substansi dan segala aktivitasnya. Semua pemikiran mengambil darinya dan bekerja di dalamnya hingga saat ini sehingga menjadi hakikat luhur dan tinggi yang saling dikenal dan diterima. Lalu ada yang mengambil hakikat tersebut serta merubah bentuknya hingga menghilangkan ikatan kehidupan darinya. Kemudian, ia merasa telah memperindahnya. Perasaannya yang rusak membandingkan antara kreasinya dengan tanda-tanda kekuasaan Tuhan. Bagaimana mungkin bisa dibandingkan antara bentuk sementara buatan manusia yang diukir dalam bentuk permata dan mutiara yang rapi dengan permata dan mutiara aslinya? Aku memahami bahwa penyaksian keindahan Alquran berbanding lurus dengan tingkat keselamatan dan kesehatan kalbu. Orang yang kalbunya sakit tidak akan bisa menyaksikan kecuali sesuatu yang dikaburkan oleh sakitnya. Gaya bahasa Alquran dan kalbu merupakan dua cermin yang saling memantul.

REHAT72
Karena iman membangun persaudaraan antar segala sesuatu, maka ketamakan, permusuhan, dan kedengkian tidak
72) Dalam edisi pertama disebutkan, Ketahuilah bahwa pengaruh perasaan, pengetahuan, dan penglihatan yang terlihat pada sesuatu menunjukkan sesuatu yang tak terhingga.

Badiuzzaman Said Nursi

| 151

dominan pada jiwa mukmin. Pasalnya, dengan cermat ia melihat musuh utamanya sebagai orang yang masih merupakan saudaranya. Sebaliknya, karena kekufuran membangun keterasingan dan perpecahan antar segala sesuatu, maka ketamakan, permusuhan, dan sikap mengandalkan diri demikian dominan pada orang kafir. Dari sini kita memahami mengapa jumlah mereka lebih banyak dalam kehidupan dunia ini. Lalu, karena orang kafir melihat dunia sebagai balasan bagi segala kebaikannya, sementara mukmin melihat balasan dari sebagian keburukannya terwujud di dunia, maka jadilah dunia sebagai penjara bagi mukmin dan sorga bagi orang kafir.73 Ketahuilah bahwa obat iman apabila telah masuk ke dalam kalbu ia membuat manusia sebagai permata yang layak kekal dan mendapat sorga. Sebaliknya, dengan kekufuran ia layak menjadi tembikar yang fana. Kekufuran melihat kulit sebagai inti sehingga merasa puas dengannya. Maka, derajatnya turun dari berlian menjadi kaca; bahkan menjadi benda mati dan biji. Demikianlah yang kusaksikan.

CATATAN
Aku melihat bahwa ketika ilmu filsafat semakin meningkat penyakit juga meningkat. Akupun melihat peningkatan penyakit ketika ilmu rasional meningkat. Berbagai penyakit non-fisik telah mengantarkan kepada sejumlah ilmu rasional sebagaimana ilmuilmu rasional itu melahirkan sejumlah penyakit kalbu. Selain itu, aku melihat dunia memiliki dua sisi: Satu sisi yang secara lahiriah untuk sementara waktu tampak indah namun secara batiniah melahirkan derita tak bertepi.

Maka perasaan, pengetahuan, dan penglihatan yang terikat dan terbatas tak bisa memberikan pengaruh serupa. Benih kemutlakan dan ketakterbatasan jauh lebih agung dan lebih besar daripada sesuatu yang terbatas. 73) Dunia adalah penjara bagi mukmin, dan sorga bagi orang kafir. Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim (2959) bab zuhud, Ibnu Majah (4113) bab zuhud, atTirmidzi (2324) bab zuhud pula, serta Ahmad dalam musnadnya (2/458). Semua berasal dari Abu Hurayrah r.a.

152 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Sisi lain yang secara lahiriah mendatangkan derita namun secara batiniah melahirkan kenikmatan tak terhingga. Alquran mengarahkan pandangan manusia kepada sisi yang kedua yang bersambung kepada akhirat. Sisi pertama yang bersambung pada ketiadaan adalah lawan dari akhirat. Kebaikan dunia merupakan keburukan akhirat, sementara keburukan dunia merupakan kebaikan akhirat. Demikianlah aku menyaksikan bahwa wujud yang terdapat pada makhluk lewat perasaan ego mengantarkan kepada ketiadaan. Sebaliknya, ketiadaan yang terdapat padanya dengan meninggalkan perasaan ego mengarah kepada Zat Yang Wajib ada. Jika engkau mencintai wujud, hendaknya engkau merasa tiada agar bisa menemukan wujud sejati.

REHAT
Ketahuilah bahwa niat merupakan salah satu dari empat kata yang telah disebutkan di pendahuluan. Ia baru didapat setelah usiaku mencapai empat puluh tahun. Ya, niat merupakan obat mujarab yang ajaib yang dengannya berbagai kebiasaan dan aktivitas di muka bumi berubah menjadi inti ibadah. Ia juga menjadi ruh yang tembus yang dengannya kondisi mati menjadi hidup. Maka, ia menjadi aktivitas ibadah yang hidup. Dalam niat juga terdapat karakter yang membuat keburukan menjadi kebaikan. Niat adalah ruh. Ruh niat berupa ikhlas. Tidak ada keselamatan kecuali dengan ikhlas. Dengan niat amal yang banyak bisa dilakukan dalam waktu singkat dan sorga bisa dibeli lewat apa yang diperbuat dalam waktu singkat tersebut sesuai dengan tekad tadi. Dengan niat, seseorang menjadi selalu bersyukur karena berbagai kenikmatan yang terdapat di dunia dipetik dengan dua cara: Pertama , dengan niat seseorang menganggap nikmat bersambung kepada tangan Zat Yang Maha Penyayang dan Berbuat baik. Pandangannya beralih dari nikmat menuju pemberian nikmat. Dengan itu, ia lebih merasakan nikmat yang ada. Kedua, ia hanya mencari nikmat semata sehingga pemberian
Badiuzzaman Said Nursi

| 153

nikmat tak pernah terpikirkan. Pandangannya terbatas pada nikmat dan kelezatan sehingga dianggap sebagai harta rampasan tanpa harus memberikan balas jasa. Pada kondisi pertama, kenikmatan lenyap seiring dengan ketiadaannya, namun ruhnya tetap ada. Dengan kata lain, rahmat Zat Pemberi nikmat tertanam dalam diri. Adapun pada kondisi kedua kenikmatan sementara itu tidak lenyap agar ruhnya tetap ada. Namun, ia padam dengan asap yang masih ada. Di sini, musibah bisa menghapus asapnya dan mengekalkan cahayanya. Asap dari nikmat tadi berupa ketiadaannya dan dosa akibatnya. Apabila berbagai nikmat yang terdapat di dunia dan di akhirat dilihat dengan cahaya iman, di dalamnya tampak gerakan berputar secara berkala di mana berbagai benda semisal terus datang secara bergantian dengan substansi yang tak pernah padam. Perpisahan hanya terjadi dengan bagian-bagiannya. Karena itu, sakitnya ketiadaan dan perpisahan tidak membuat berbagai kenikmatan iman surut; berbeda dengan kondisi kedua. Setiap kenikmatan pasti akan berakhir dan kondisi berakhir tadi mendatangkan derita. Bahkan membayangkannya saja juga melahirkan derita. Pasalnya, pada kondisi kedua, gerakannya tidak berputar, tetapi lurus . Di dalamnya kenikmatan dipastikan akan mengalami kematian abadi.

CATATAN
Perlu diketahui bahwa bergantung kepada sebab duniawi merupakan penyebab kehinaan dan kerendahan. Tidakkah engkau melihat bahwa anjing dikenal memiliki sepuluh sifat yang baik sehingga persahabatan dan kesetiaannya dijadikan pepatah?! Maka wajar jika semestinya mendapat tempat di hati manusia. Namun, alih-alih dimuliakan ia justru dihinakan dengan dikatakan sebagai binatang najis. Sebaliknya, ayam, sapi, kucing yang tak pandai berterima kasih dan bersahabat ketika diberi sesuatu oleh manusia justru dimuliakan dan mendapat tempat di hati mereka. Aku ingin menegaskansemoga hati anjing tidak terpukul dan tidak menjadi gibahbahwa karena tamak, anjing

154 |

Al-Matsnawi An-Nuri

demikian perhatian dengan sebab lahiri. Sampai-sampai di satu sisi ia lupa kepada Pemberi nikmat hakiki. Ia merasa perantara yang ada sangat berperan. Karena itulah ia mendapatkan akibatnya sehingga dinajiskan. Ia dihinakan sebagai tebusan dari kelalaiannya. Karena itu, sadarlah! Adapun binatang lain yang mendapat tempat tidak mengenal adanya perantara dan tidak memberikan perhatian terhadapnya. Atau, kalaupun ada sangat minim. Misalnya, kucing menunduk-nunduk untuk mendapatkan sesuatu. Kalau sudah didapat, ia seolah tidak mengenalmu dan engkaupun tidak mengenalnya. Ia tidak merasa harus berterima kasih kepadamu. Namun, ia berterima kasih kepada Pemberi nikmat hakiki dengan berkata, Wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Yang Maha Penyayang! Pasalnya, fitrah makhluk mengetahui Penciptanya dan beribadah kepada-Nya baik disadari maupun tidak.

REHAT
Aku melihat andaikan segala sesuatu tidak dinisbatkan kepada-Nya, berarti ada banyak tuhan yang masing-masing saling berlawanan serta ada sekutu dalam satu waktu yang jumlahnya tak terhingga. Jumlahnya bertambah seiring dengan jumlah atom dan konstruksi alam di mana setiap tuhan mengulurkan tangan ke seluruh alam dan beraksi di dalamnya. Sebagai contoh, kekuasaan Pencipta seekor lebah atau biji anggur hukumnya harus berlaku pada seluruh entitas alam. Sebab, keduanya merupakan dua contoh makhluk yang bagianbagiannya terambil dari seluruh alam yang eksistensinya pasti milik Tuhan. Adapun kalau segala sesuatu dinisbatkan kepada dirinya, berarti kekuasaan uluhiyah dimiliki setiap atom. Bebatuan yang terdapat di kubah Ayasophia74 jika keberadaan pembangunnya diingkari berarti setiap batunya menjadi seperti

74) Gereja tua yang oleh Sultan Muhammad al-Fatih dirubah menjadi masjid Jami. Selama berabad-abad ia tetap sebagai masjid sebelum akhirnya dirubah oleh Mustafa Kamal menjadi museum pada tahun 1934.

Badiuzzaman Said Nursi

| 155

arsitek Sinan.75 Keberadaan entitas yang menjadi dalil bagi keberadaan Penciptanya yang esa jauh lebih bercahaya, agung, utama, dan jelas daripada jika ia dianggap sebagai dalil bagi keberadaannya sendiri. Mengingkari alam masih mungkin. Namun, mengingkari Zat Yang Mahaesa dan Yang Mahakuasa atas segala sesuatu sangat mustahil.

CATATAN
Betapa aneh kesesatan yang disebabkan oleh kelalaian. Bagaimana mungkin hukum kausalitas dihasilkan dari komparasi bodoh antara berbagai ciptaan! Ia sungguh tidak masuk akal. Di samping itu belum ada tanda pada sesuatupun yang menunjukkan keberadaan sekutu Tuhan yang mengurus sesuatu tersebut. Sebaliknya, lewat penciptaan segala sesuatu tersingkaplah kekuasaan tak terhingga milik Yang Mahakuasa dan Wajibul wujud. Sungguh manusia sangat rugi dan bodoh. Mengapa konsep syirik itu mendapat tempat dalam diri dan akalnya?!

REHAT
Kata ganti kami dalam kalimat nabudu (kami menyembah) menyiratkan keberadaan jamaah atau kelompok. Tergambar pada orang yang sedang salat pandangan bahwa seluruh bumi merupakan masjid. Bersamanya berbaris seluruh kaum beriman. Ia melihat dirinya berada dalam kelompok jamaah yang besar itu. Kesepakatan para nabi dan wali dalam menyebut l ilha illallh secara bersamaan membuat para pezikir mudah melihat lingkaran zikir di bawah pimpinan imam para nabi. Di samping kanan masa lalu terdapat para nabi yang sedang duduk. Sementara, di samping kiri masa depan terdapat para wali yang sedang duduk. Mereka berzikir mengingat Allah dengan suara yang bisa didengar oleh orang yang mau memperhatikan dan menyaksikan. Jika ia memiliki pendengaran dan penglihatan

75) Arsitek bangunan terbesar pada masa Utsmani (1489-1578). Ia mengawasi pembangunan berbagai masjid jami dan banyak bangunan. Bangunan terpenting adalah Masjid Jami Selimiye, Sulaymaniyah, dan Syahzadah.

156 |

Al-Matsnawi An-Nuri

yang tajam, pasti ia bisa mendengarkan zikir seluruh makhluk serta melihat dirinya berada dalam lingkaran zikir tersebut.

CATATAN
Ketahuilah bahwa mencintai sesuatu selain Allah mempunyai dua bentuk: Bentuk pertama, turun dari ketinggian. Yakni mencintai Allah yang dengan itu seseorang mencintai orang yang Allah cintai. Cinta semacam ini tidak akan berkurang, justru semakin bertambah. Kedua, naik dari bawah. Yakni mencintai sarana duniawi lalu di dalamnya ia naik sebagai perantara menuju cintaNya. Cinta semacam ini dapat menyimpang dan dapat bertemu dengan sarana yang kuat yang bisa memutus dan menghancurkannya. Kalaupun sampai, maka cinta tadi akan cacat.

REHAT
Perlu diketahui bahwa Zat Pemberi rezeki telah berjanji, Tidak ada binatang melata di muka bumi kecuali Allah menjamin rezekinya.76 Hanya saja, rezeki tersebut terbagi dua: Hakiki dan kiasan (majazi). Yang dijamin pada ayat di atas adalah hakiki. Adapun yang bersifat kiasan dan artifisial yang wajib dengan berpegang pada sesuatu yang tidak wajib serta dengan pilihan yang buruk dan kebiasaan berbahaya sehingga kebutuhan yang tidak mendesak menjadi mendesak. Lalu kebutuhan palsu itu mengenakan gambaran rezeki. Rezeki semacam itu tidak merupakan rezeki yang dijamin oleh ayat di atas. Siapa yang mencermati terong yang merupakan ikan darat serta ikan yang merupakan terong laut, bagaimana ia dibesarkan oleh kekuasaan Pencipta di mana keduanya sama-sama besar serta mendapatkan rezeki secara mudah dari arah yang tak disangka-sangka, maka ia akan mengetahui keraguan dalam persoalan rezeki termasuk sikap bodoh.

76) Q.S. Hd: 6.

Badiuzzaman Said Nursi

| 157

REHAT
Ketahuilah bahwa berbagai musibah yang menimpa binatang dan manusia yang terjaga bisa karena sejumlah sebab yang sulit dipahami oleh manusia. Misalnya syariah fitri yang merupakan rambu kehendak-Nya tidak mengarah kepada akal sebelum beban taklif jatuh padanya saat tiada akal. Akan tetapi, ia mengarah ke kalbu dan perasaan, serta kepada kesiapan. Karenanya, kita kadangkala menyaksikan binatang sangat sempurna perasaannya. Demikian pula anak kecil. Bahkan perasaan anak kecil lebih sempurna daripada akalmu dan lebih terjaga. Pasalnya, ketika engkau menganiaya anak yatim dengan memukulnya akalmu membiarkan. Sementara, anakmu yang kebetulan melihat tak kuasa menahan tangis lantaran rasa kasihannya. Jika demikian, anak kecil yang mencincang lebah malang lantaran tidak sadar dan tidak mendengar larangan rasa kasihannya sehingga kepalanya terluka memang sangat layak atasnya. Singa memiliki rasa kasihan yang sangat kuat terhadap kawanannya serta selalu memiliki rasa ingin melindungi temannya. Namun, perasaan tersebut tak mencegahnya dari melumat seekor biawak malang. Setelah memakannya, ia terkena peluru pemburu misalnya. Jika demikian, bukankah ia memang layak atasnya. Pasalnya, rezekinya yang halal adalah binatang yang telah mati; bukan yang masih hidup. Ini terjadi akibat perasaan berhak memiliki binatang tersebut. Padahal ini tidak benar seperti telah dijelaskan sebelumnya. Pemilik hakiki adalah Pemilik segala kerajaan, Mahaagung dan Mahamulia. Dia bertindak dalam kerajaan-Nya seperti yang Dia kehendaki. Dialah Yang Maha Berbuat dan Maha Mengerjakan apa yang Dia kehendaki. Dia tidak ditanya mengenai apa yang Dia perbuat. Namun merekalah yang akan ditanya.77

77) Q.S. al-Anbiy: 23.

158 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Lanjutan Setetes

LAUTAN TAUHID rts


Bismillhirrahmnirrahm Segala puji milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam. Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita, Muhammad, berikut keluarga dan seluruh sahabatnya.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa salat di awal waktu dan merasa melihat Kabah merupakan dua hal yang dianjurkan. Maksudnya agar orang yang salat melihat di sekitar Kabah barisan-barisan seperti lingkaran yang saling menyatu dalam satu titik. Apabila barisan pertama mengelilingi Kabah, barisan yang paling jauh mengelilingi dunia Islam. Kondisi ini membuatnya ingin berada bersama mereka. Setelah itu, keberasamaan jamaah yang besar itu menjadi bukti dan petunjuk tak terbantahkan mengenai setiap ketentuan dan pernyataan yang terdapat di dalam shalat. Misalnya, ketika orang yang melaksanakan shalat mengucap, Alhamdulillh (segala puji milik Allah) seluruh kaum mukmin yang bermakmum di seluruh masjid dunia ini mengucap, Ya, benar.78 Maka, pengingkaran ilusi dan bisikan setan
78) Pasalnya, seluruh mereka juga mengucap, Alhamdulillh sama sepertinya.

Badiuzzaman Said Nursi

| 159

menjadi gagal. Sebaliknya, semua indera dan hati manusia dipenuhi oleh perasaan iman. Tidak ada lagi pertanyaan mengapa dan bagaimana. Pada saat pertama jamaah besar itu terwujud bagi orang-orang bertakwa. Saat berada di tempatnya, orang yang melaksanakan shalat hendaknya melihat Kabah. Kabah tersebut tetap berada di tempatnya tanpa ia tarik kepadanya atau tanpa ia pergi ke tempat Kabah agar semua barisan tadi tampak. Ia tidak sibuk dan berusaha pergi kepadanya; namun cukup dalam perasaan saja. Siapa tahu ketentuan Tuhan yang tidak lalai terhadap sesuatupun menuliskan sejumlah baris dalam lembaran catatan yang selalu Dia jaga lewat bentuk shaf penuh berkah dan teratur itu.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa dalam perjalanan yang gelap gulita aku menyaksikan sejumlah ketentuan mulia sebagai bintang dan lentera. Setiap rambu dan ketentuan syariat berkilau di antara jalan-jalan gelap yang jumlahnya tak terhingga. Ketika seseorang menyimpang dari rambu tersebut ia akan menjadi mainan setan, tunggangan ilusi, galeri berbagai kecemasan, dan tempat penyimpanan beban seperti gunung yang sebenarnya telah dipikulkan oleh rambu-rambu Tuhan jika ia sadar. Aku menyaksikan rambu-rambu yang ada ibarat gunung dari langit yang turun merendah. Siapa yang berpegang pada bagiannya ia akan naik dan bahagia. Sebaliknya, siapa yang berpaling darinya dan berpegang pada akal sama seperti orang yang ingin mencapai langit dengan sarana bumi. Kebodohannya sama seperti Firaun. Wahai Haman, buatkan bagiku sebuah bangunan yang tinggi...79

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa dalam jiwa terdapat kerumitan yang membingungkan di mana ia membuat sesuatu melahirkan
79) Q.S. Ghfir: 36.

160 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kebalikannya. Ia melihat sesuatu yang berbahaya sebagai sesuatu baik baginya. Misalnya, sinar mentari sampai kepadamu. Ia menghapus dan menerpa wajahmu. Namun, tanganmu tidak bisa meraihnya serta suka citamu juga tak mampu mempengaruhinya. Ia demikian dekat denganmu, namun sekaligus jauh darimu. Menjadikan jaraknya yang jauh sebagai dalil bahwa ia tak mempengaruhimu serta jaraknya yang dekat sebagai dalil keterpengaruhannya olehmu adalah sebuah kebodohan. Demikian pula kondisi manusia yang dengan hawa nafsu dan sifat egonya melihat Sang Pencipta yang amat dekat dengannya dan sekaligus jauh darinya merupakan penyebab kesesatannya. Diri manusia melihat ganjaran Tuhan yang besar. Karena tamak dan menginginkannya, ia berkata, Andai saja, kalau saja! dan sebagainya. Ia juga mendengar balasan Tuhan yang dahsyat. Maka, karena sangat takut, ia menghibur diri dengan cara mengabaikan dan mengingkarinya. Wahai diri yang bodoh, segala perbuatan Allah Swt. sesuai dengan-Nya dan mengarah kepada-Nya; tidak sesuai denganmu dan tidak mengarah pada keinginanmu yang sempit. Dia tidak membangun bangunan alam sesuai seleramu. Serta tidak mempersaksikan penciptaanya padamu. Sangat tepat perkataan alImam ar-Rabbn, Tidak bisa memikul anugerah Raja kecuali tunggangan-Nya.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa Zat yang menghias dan memperbagus kepalamu serta meletakkan penglihatan padanya lebih melihatmu daripada dirimu sendiri. Pencipta yang telah menghias kepalamu dengan dua mata dan dua kelopak telinga, serta meletakkan lisan di gua wajahmu lebih melihatmu daripada dirimu sendiri sekaligus lebih dekat kepadamu, lebih kasihan padamu, dan lebih mendengarmu.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa doa terutama yang bersumber dari
Badiuzzaman Said Nursi

| 161

orang-orang yang membutuhkan mempunyai pengaruh yang kuat. Dengan doa tersebut sesuatu yang paling kuat dan paling besar ditundukkan untuk makhluk yang paling lemah dan paling kecil. Misalnya bagaimana murka laut menjadi reda untuk orang yang terjaga yang sedang berada di atas kayu patah ketika ia berdoa dengan hati yang pilu. Ini menunjukkan bahwa Zat Yang Maha Mengabulkan mengendalikan segala sesuatu. Dia adalah Tuhan Pemelihara semua.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa penyakit kesesatan jiwa yang paling utama adalah meminta kekuatan totalitas dari yang mempunyai kekuatan terbatas, serta meminta kekuasaan dari pasukan bawahan. Apabila tidak didapat, maka iapun ditolak. Misalnya engkau mengharap kesempurnaan manifestasi mentari pada bayangannya yang terdapat di biji-bijian. Jika tidak didapat dengan sempurna engkau mengingkari kalau ia berasal darinya. Wahai jiwa, kesatuan mentari tidak mengharuskan kesatuan manifestasi. Petunjuk tidak mengharuskan adanya implikasi. Sesuatu yang menggambarkan tidak harus digambarkan. Atom yang bening menggambarkan mentari serta lebah menggambarkan keberadaan Pencipta Yang Maha Bijaksana.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa meniti jalan kekufuran seperti memasuki benda mati, bawah tanah, atau bahkan besi. Hal itu tentu saja sangat sulit. Sebaliknya meniti jalan iman seperti masuk ke dalam air, bahkan udara atau cahaya. Ia demikian mudah bagi orang mendapat taufik. Misalnya, engkau ingin matahari menghadap ke enam sisimu. Maka caranya engkau bisa berpindah dengan mudah sehingga tujuan tercapai atau engkau memaksa mentari untuk menempuh perjalanan mencengangkan untuk tujuan kecilmu itu. Cara pertama adalah perumpamaan tauhid yang sangat mudah. Sementara, cara kedua perumpamaan syirik yang demikian rumit dan sulit. Argumen tentang petunjuk ini terdapat

162 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dalam qatharah (tetesan). Barangkali engkau bertanya, Mengapa kekufuran masih diterima padahal demikian sulit, sementara keimanan ditinggalkan padahal demikian mudah? Jawabannya bahwa kekufuran diterima secara tidak disengaja. Namun, ia diminyaki dengan hawa nafsu sehingga terjatuh dan terkotori olehnya. Adapun iman, ia memang dituju secara sengaja, lalu diterima dan diletakkan dalam kalbu.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa satu kata bisa didengar oleh ribuan pendengar layaknya satu orang sehingga tidak ada perbedaan antara satu orang dan jutaan. Demikian pula dengan menisbatkan segala sesuatu kepada kekuasaan azali Tuhan. Tidak ada perbedaan antara satu makhluk dan satu kelompok spesies.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa Alquran yang bersifat komprehensif, luas, dan memperhatikan seluruh tingkatan manusia, terutama cara turunnya, dimaksudkan agar bisa diterima oleh kalangan awamyang merupakan kelompok mayoritas dan pertama kali dituju. Di samping itu, ia menjadi sebab yang membuatnya sempurna. Nah, jiwa yang sakit tidak bisa memahami hal tersebut. Ia mencari bentuk pemberian pemahaman yang paling rendah untuk sebuah tingkat kedudukan yang paling tinggi dan bentuk pemaknaan yang paling indah. Ia menjadikan gaya bahasa yang merupakan neraca perasaan dan pemahaman mitra bicara sebagai timbangan dan teropong untuk melihat Pembicara sehingga ia menjadi tersesat jauh.

PETUNJUK
Bagaimana bentuk merasa nyaman dengan dunia lewat wajahnya yang ketiga serta bergembira dengannya? Dunia memiliki tiga wajah: Pertama, wajah yang melihat kepada nama-nama Allah. Kedua, wajah yang menjadi ladang akhirat. Dua wajah di
Badiuzzaman Said Nursi

| 163

atas adalah baik. Ketiga, wajah di mana dunia menjadi fokus utama manusia dan keinginannya yang fana. Diriku disusun sebagai satu titik yang mati. Aku ditunggangi oleh bangkai yang mati. Hariku merupakan peti mati. Antara kemarin dan esok terdapat kuburan ayah dan anakku. Aku dihimpit oleh dua mayat dan ditekan oleh dua kuburan. Namun, melihat dunia sebagai ladang akhirat serta melihat kepadanya dengan cahaya iman merubahnya menjadi sorga maknawi.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa eksistensimu seperti peluru atau kuda milik negara yang berada di tangan tentara. Sebagaimana tentara tersebut diberi tugas untuk menjaga peluru dan kuda tadi, engkau juga diberi tugas untuk menjaga amanat yang ada. Ketahuilah bahwa konteks dari pembicaraan di atas adalah lantaran aku melihat diri ini tertipu oleh berbagai kebaikannya. Maka, akupun berkata pada diri ini, Engkau tidak memiliki apaapa. Ia menjawab, Kalau begitu aku tidak perlu memperhatikan tubuh yang bukan milikku. Ia harus kau perhatikan agar tidak lebih hina daripada lalat. Jika mau, engkau bisa melihat lalat ini. Bagaimana ia membersihkan sayap dengan kedua kakinya lalu membersihkan kedua mata dan kepalanya dengan tangan. Mahasuci Allah Zat yang telah memberikan ilham pada lalat tersebut sekaligus menjadikannya sebagai guru bagiku sehingga aku bisa memahami diriku.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa sesuatu yang bisa menggelincirkan adalah tindakan mencampur rambu-rambu nama al-Bthin (Maha Tersembunyi) dengan rambu-rambu nama azh-Zhhir (Maha Terlihat), sesuatu yang terkait kekuasaan-Nya dengan sesuatu yang terkait hikmah-Nya, tuntutan wilayah sebab dengan tuntutan wilayah keyakinan dan tauhid, berbagai relasi kekuasaanNya dengan penampakan wujud atau manifestasi seluruh sifat-

164 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Nya. Misalnya, keberadaanmu di dunia ini muncul secara bertahap, sementara keberadaanmu dalam cermin barzakh bersifat sekaligus karena perbedaan sifat-sifat ilahi dalam berbagai relasi tersebut serta karena perbedaan antara proses penciptaan dan penampakan.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa agama Islam merupakan rahmat yang bersifat umum. Bahkan, kebahagiaan hidup orang kafir di dunia serta tidak berubahnya kenikmatan yang mereka rasakan kepada derita disebabkan oleh Islam. Pasalnya Islam membalik sikap ingkar dan kufur yang mengandung rasa putus asa dan derita yang hebat menuju keraguan dan kebimbangan. Karena adanya kehidupan abadi seperti keterangan Alquran dalam benaknya masih bersifat mungkin, orang kafir berusaha istirahat dari siksa tersebut. Serta karena tidak yakin, ia beristirahat dari beban agama. Kondisinya sama seperti burung unta. Kalau disuruh terbang, ia menjawab, Saya unta. Sebaliknya, kalau disuruh memikul beban, ia berkata, Saya burung. Inilah bisikan setan yang membuat orang kafir dan fasik secara lahir bahagia dalam kehidupan dunia.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa jiwa manusia tidak mau mengakui dan membayangkan kalau sesuatu yang lebih kecil atau kurang bernilai daripada dirinya berasal dari kekuasaan Tuhan. Hal ini agar ia bisa menjaga wilayah pemeliharaan dirinya, serta memberikan apa yang di atasnya kepada Pencipta dan meremehkan yang di bawahnya. Sepanjang ia tidak melihat dirinya sebagai sesuatu paling kecil atau tidak bernilai, maka kecenderungan untuk menafikan sifat-sifat Sang Pencipta atau syirik halus akan tetap ada.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa karena malas dalam mengerjakan tugas, jiwa ini ingin kalau saja tidak ada yang mengawasinya. Maka, ia
Badiuzzaman Said Nursi

| 165

mulai senang bersembunyi. Lalu, berulang kali menyatakan ketiadaan Tuhan, dan terakhir meyakini kebebasannya. Jadi, pertama-tama, berangan-angan. Kemudian berharap, memperhatikan, membayangkan, dan meyakini ketiadaan-Nya. Terakhir ia lari meninggalkan agama. Andaikan ia mau merasakan keresahan, nestapa, dan kesedihan yang menyakitkan di balik kebebasan, kesenangan, dan ketiadaan tanggung jawab, tentu ia tidak akan memiliki kecenderungan sedikitpun padanya. Namun, ia justru lari, berlepas diri, dan kemudian bertobat atau meninggal dunia.

PETUNJUK
Ketahuilah bahwa segala sesuatu berbeda-beda sesuai dengan perbedaan pusat sandarannya. Misalnya, pasukan yang menisbatkan diri kepada raja agung tidak bisa dikuasai oleh seorang syah. 80 Nyamuk yang diperintah oleh Tuhan bisa mengalahkan pimpinan para Namrud yang keras kepala. Benih yang mendapat ijin dari Pembelah biji mencakup dan menguasai seluruh kebutuhan pohon kurma yang besar, padahal ia tidak bisa dipenuhi oleh pabrik seluas satu negeri. Ketahuilah bahwa perbedaan antara jalanku dalam satu tetes yang bersumber dari Alquran dan jalan kalangan filosof adalah bahwa aku terus menggali di mana saja berada hingga air keluar. Sementara, mereka hanya terus menunggu dengan meletakkan pipa dan selang guna menunggu datangnya air dari penjuru alam serta membuat saluran dan tangga menuju atas arasy agar air kehidupan tercurah. Karena meyakini adanya sebab, mereka harus mendatangkan jutaan penjaga petunjuk di jalan panjang tersebut agar terlindung dari pengrusakan yang dilakukan oleh setan ilusi. Adapun yang Alquran ajarkan kepada kita adalah bahwa kita diberi seperti tongkat Musa. Di mana saja berada, meski di atas padang pasir, aku pukulkan tongkatku sehingga air kehidupan memancar. Tidak perlu berjalan jauh menuju alam lain serta menyambung pipa penderitaan yang demikian panjang.
80) Kedudukan yang dekat dengan raja.

166 |

Al-Matsnawi An-Nuri

PETUNJUK
Sungguh malang! Keberadaan diri membutakan matanya; bahkan merupakan sumber kebutaannya. Andaikan tetap ada meski hanya sebesar sayap lalat ia akan menjadi hijab yang menghalanginya untuk melihat mentari tauhid. Lantaran keberadaannya, diri melihat berbagai petunjuk terang yang terdapat di atas batu karang kecil yang terdapat dalam benteng besar yang tersusun rapi sebagai sesuatu yang lemah. Akhirnya, ia mengingkari keberadaan benteng tadi. Dari sini kita bisa mengukur tingkat kebodohannya yang bersumber dari penglihatannya terhadap keberadaannya.

PETUNJUK
Ketahuilah wahai aku, engkau mengetahui ribuan hal yang terdapat dalam genggamanmu adalah bagian yang masih diragukan. Karena itu, bangunlah di atas bagian yang kecil dan lemah itu sesuatu yang bisa dipikul. Jangan memikul karang besar di atas sehelai rambut yang halus. Jangan memikul pada sesuatu yang bukan milikmu kecuali dengan ijin Pemiliknya. Apabila berbicara atas nama dirimu yang lalai, jangan melampaui batas. Wilayah perjalananmu hanya sebatas sehelai rambut. Namun, apabila berbicara atas nama Pemilik kerajaan ini, bawalah apa yang kau lihat sesuai perintah dan kehendak-Nya, bukan sesuai keinginan-Mu. Ijin dan kehendak-Nya bisa diketahui lewat syariat.

PETUNJUK
Wahai yang mencari popularitas, perhatikan baik-baik! Menurutku, popularitas adalah sumber penyakit riya dan kematian kalbu. Karena itu, janganlah engkau mencarinya agar tidak menjadi budak manusia. Kalaupun engkau menjadi populer ucapkan, Inn lillhi wa inn ilayhi rjin (kami milik Allah dan akan kembali kepada-Nya).

Badiuzzaman Said Nursi

| 167

168 |

Al-Matsnawi An-Nuri

PUJIAN

SYEIKH SHAFWAT AFFANDI


Ketua Majelis Pemeriksaan Mushaf Al-Quran dan Buku-Buku Agama81

rts
Bismillhirrahmnirrahm

Kepada-Nya saya bersandar. Segala puji bagi Allah Swt. Salawat dan salam semoga tercurah kepada nabi-Nya yang menerima Alquran, juga kepada keluarga dan para sahabatnya yang telah menegakkan ramburambu agama serta mengokohkan bangunannya. Amma badu: Saya telah melihat setetes lautan tauhid ini. Tidak ada perbedaan antara keduanya. Pasalnya, tulisan tersebut memperlihatkan dan mencurahkan sumber ajaran Islam. Sebenarnya tulisan itu juga bersumber darinya dan kembali kepadanya. Semoga Allah Swt. membalas upaya saudara kita ini dalam
81) Ia adalah Musthafa Shafwat. Lahir tahun 1282 H di Urfa. Lulusan al-Azhar. Menguasai Bahasa Arab, Bahasa Turki, dan Persia. Ia menerbitkan majalah mingguan di Istambul pada tahun 1327 dengan nama Tasawwuf. Ia menempati sejumlah posisi ilmiah hingga menjadi salah satu anggota Darul Hikmah alIslamiyyah. Ia juga ditunjuk sebagai ketua lembaga pemeriksaan mushaf dan tulisan-tulisan agama pada tahun 1335 H. Untuk kali kedua ia dipilih sebagai wakil dari Urfa sampai tahun 1927 M.

Badiuzzaman Said Nursi

| 169

memelihara ajaran Islam yang terambil dari lautan tauhid, Bediuzzaman Said Nursi; sosok yang langka di era sekarang. Namun, beruntunglah orang-orang yang asing (garib)! Sebagaimana sabda Nabi saw. Segala puji milik Allah Tuhan Pemelihara semesta alam. Hamba yang fakir Shafwat

170 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Kelima

BUTIR LAUTAN ALQURAN YANG PENUH HIKMAH rts


Allah Yang Maha Pemurah membeli milik-Nya darimu sekaligus menjaganya untukmu. Ia telah diberi harga yang mahal.82 Bismillhirrahmnirrahm Salawat dan salam semoga tercurah kepada pemimpin para rasul, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ketahuilah wahai mukmin yang melaksanakan salat dan berzikir. Apabila engkau mengucap, Asyhadu all ilha illallh (aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah) atau Muhammadur Raslullh (Muhammad adalah utusan Allah) atau Al-hamdu lillh (segala puji milik Allah) berarti engkau telah menetapkan dengan satu ketentuan, menyatakan satu pengakuan, serta memproklamirkan sebuah keyakinan di mana semua itu ketika kau ucapkan disaksikan oleh jutaan makhluk. Sebelummu juga terdapat milyaran mukmin yang mengucapkan hal sama seolaholah membenarkanmu. Pengakuan dan kesaksianmu itu juga
82) Risalah ini dicetak pertama kali di percetakan Ali Syukri, Ankara tahun 1341 H (1923 M).

Badiuzzaman Said Nursi

| 171

diperkuat, ditetapkan, dan disucikan oleh setiap yang tegak di atas kebenaran Islam, serta oleh semua yang menguatkan ketentuannya, dan setiap petunjuk, argumen, dan dalil yang menjadi sandaran istana Islam. Telah bercampur dan terkumpul dalam ucapanmu persoalan agung, kebaikan berlimpah yang bersumber dari anugerah dan keberkahan suci mulia. Ucapanmu bersambung dengan makna dan ruh yang bersumber dari percikan ketaatan sebagian besar mukmin serta percikan sesapan kalbu ahli tauhid yang meminum air kehidupan dari sumber kata-kata yang penuh berkah. Ketahuilah bahwa dalam ushul terdapat kaidah yang berbunyi, Sesuatu yang ditetapkan lebih didahulukan daripada yang menafikan. Sebabnya adalah karena penafian terbatas pada tempatnya, sementara penetapan lebih luas. Andai seribu dinafikan dan seribu lagi ditetapkan, maka masing-masing dari yang telah ditetapkan senilai seribu. Alasannya, kalau seseorang melihat matahari dari lampion, sementara yang lain melihat dari media yang lain. Demikian seterusnya. Masing-masing menguatkan yang lain karena kesamaan objek yang dilihat, sedangkan alat untuk melihatnya banyak. Apabila seseorang tidak bisa melihat karena tidak ada lampu atau lentera, yang lain karena matanya lemah, serta lain lagi karena memang tidak melihat, dan demikian seterusnya, maka kekuatan masing-masing hanya terdapat dalam dirinya. Adapun peniadaan tidak menunjukkan peniadaan pada urusan yang sama. Yang satu tidak menguatkan yang lain lantaran perbedaan sebab disertai keragaman pengakuan. Peniadaan bagi orang yang menafikannya terikat dengan menurut pandanganku misalnya. Jika engkau memahami alasan di atas, ketahuilah bahwa kesepakatan golongan sesat dan kafir dalam menafikan salah satu persoalan iman sangat tidak berpengaruh. Namun, ia dianggap satu. Selain itu, argumennya lemah terbatas pada yang menafikan saja. Adapun kesepakatan kelompok yang mendapat petunjuk dalam sejumlah persoalan iman, masing-masing saling menguatkan seolah-olah semuanya menjadi saksi bagi masing-masing.

172 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ketahuilah bahwa sebagaimana sejumlah bagian dan bebatuan dalam bangunan yang kokoh masing-masing bersandar kepada kekuatan keseluruhan sehingga kelemahan seluruhnya lenyap karena semuanya saling menopang. Seakan-akan semua merupakan penolong bagi setiap bagian. Di samping itu, sebagaimana ranting dan buah yang terdapat di pohon pengenalan sifat masing-masingnya bersandar kepada keseluruhannya, maka keseluruhan tadi memperkenalkan kepada semua. Setiap bagian ibarat teropong bagi yang lain. Terdapat standar untuk mengenalinya. Rincian kilau iman dan Islam berikut permasalahan keduanya masing-masing juga bersandar kepada kekuatan keseluruhan. Dengan bertambahnya rincian dan bagian, pemahaman setiap bagian, kuatnya pengenalan setiap bagian, ketundukan terhadap semua ketentuan, serta keyakinan terhadap setiap masalah menjadi semakin jelas. Namun demikian, nafsu setani memantul dan terpantul. Ia menyangka lemahnya satu bagian menjadi sebab bagi lemahnya keseluruhan. Ketahuilah bahwa setiap bagian dari keseluruhan alam adalah satu jika diukur dengan berbagai kemungkinan yang terdapat pada seluruh bagian. Sebaliknya, seluruh bagian dari entitas alam merupakan standar bagi berbagai kemungkinan di mana kesemuanya menjelaskan untuk keseluruhan. Ketahuilah bahwa bagian terkecil dari sesuatu yang paling besar membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh sesuatu yang besar tadi. Buah membutuhkan apa yang dibutuhkan oleh pohon. Pencipta buah; bahkan sel-selnya, tentu merupakan Pencipta pohon itu pula. Bahkan, Dia adalah Pencipta bumi dan Pencipta pohon penciptaan. Ketahuilah bahwa persoalan yang kedua sisinya demikian jauh, di mana setiap sisinya ibarat benih yang mengeluarkan bulir, pohon, dan cabang, maka ia tidak boleh diragukan. Ketidakjelasan satu benih dengan benih yang lain menjadi wajar jika benih tersebut masih berupa benih yang terbungkus. Namun, kalau ia sudah menjadi pohon dan mengeluarkan buah lalu engkau meragukan jenis benihnya, buah itulah menjadi saksi atasnya. Andaikan engkau menganggap itu sebagai benih lain,
Badiuzzaman Said Nursi

| 173

buah tadi menyanggah anggapanmu. Misalnya, bagaimana mungkin engkau bisa menerima benih yang berubah menjadi pohon apel dianggap sebagai benih labu kecuali hal itu hanya anggapan kosong belaka. Atau, semua unsur untuk menghasilkan buah apel diganti dengan labu. Ini tentu saja mustahil. Kenabian merupakan benih yang menumbuhkan pohon Islam lewat bunga dan buahnya. Alquran merupakan mentari yang membuahkan rukun-rukun Islam yang berjumlah sebelas.83 Ketahuilah bahwa orang yang melihat telur yang mengeluarkan burung yang tumbuh sempurna dan terbang di udara, kalau ia mencari sejumlah kehebatan burung yang sedang terbang di angkasa seperti yang ia dengar lewat kulit kering tadi, tentu ia sulit menerima dan tidak percaya. Demikian pula kalau ia melihat terbelahnya benih yang kemudian mengeluarkan pohon yang tumbuh sempurna, berbuah, dan mengeluarkan cabang hingga tinggi ke atas. Kalau ia mencari keagungan pohon berikut buah dan bunganya seperti yang ia dengar lewat kulit yang terhampat di tanah tentu ia tidak percaya. Hal yang sama berlaku pada orang yang melihat gambaran sejarah dari kemunculan pertama Nabi Muhammad saw secara materil dan artifisial. Ia akan sulit menerima, memberikan penilaian padanya, serta mengenali kepribadiannya. Namun, ia harus melihat pada riwayat sejarah dan sejarah perjalanan beliau seperti melihat kulit halus yang mengeluarkan sosok seperti bulan di angkasa. Ia juga harus melihat berbagai sifat manusia dan gambaran fisik yang melekat pada beliau sebagaimana benih yang mengeluarkan pohon Muhammad yang disiram dengan air curahan ilahi. Pohon tersebut tumbuh dengan karunia Tuhan sepanjang masa. Setiap kali ada salah satu keadaan dan gambaran awal yang ia dengar, pikirannya tak boleh terkungkung oleh gambaran tersebut. Namun, ia harus segera mengangkat kepala menuju sesuatu yang ujungnya tak diketahui.
83) Maksudnya lima rukun Islam dan enam rukun iman. Apa benih tadi masih diragukan setelah ia menjadi buah yang matang?! Tentu saja tidak.

174 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Selanjutnya di antara yang menyimpangkan pandangan, terutama pandangan orang yang ragu dan bimbang, adalah bahwa ia tidak membedakan antara sumber dan penampakan, antara rujukan dan pantulan, antara makna dan bentuk formal, antara bentuk hakiki dan manifestasi. Kondisi Nabi saw. sebagai hamba dan makhluk Allah yang paling tunduk kepada-Nya, beliau harus dilihat sebagai bentuk lahir dan pantulan dari manifestasi Allah Swt. Berbagai kesempurnaan yang beliau miliki berasal dari curahan karunia Allah Swt. Ya, kami telah berkali-kali menyebutkan bahwa partikel tidak bisa menampung sumber meski hanya kepala seekor lalat. Namun, ia bisa menampung wujud lahiriah meski berupa bintang di langit. Pandangan yang lalai pertama-tama dan dengan substansinya melihat kepada Zat yang paling mulia yang menjadi sumber segala sesuatu. Maka, ia menganggap ciptaan ilahi sebagai karakter taghut. Ketahuilah bahwa doa merupakan contoh rahasia tauhid dan ibadah. Pasalnya orang yang berdoa dengan suara pelan pasti yakin bahwa Zat yang dipinta mendengar bisikan jiwanya dan berkuasa mengabulkan permintaannya. Sebagai implikasinya terdapat keyakinan bahwa Zat yang dipinta Maha Mengetahui segala sesuatu dan Mahakuasa atas segala sesuatu. Ketahuilah bahwa matahari sebagai lentera alam bisa masuk ke dalam penglihatan lalat lewat manifestasi-Nya sehingga bersinar. Sementara percikan api tidak bisa masuk ke dalam matanya. Kalaupun masuk tentu mata akan langsung padam. Jadi, wujud lahiri setiap partikel bisa bahkan wajib menjadi manifestasi dari nama-nama mentari azali. Partikel tersebut tidak mungkin menjadi sumber stimulus yang sebenarnya meski lebih kecil daripada atom. Ketahuilah wahai aku yang keras kepala dan sombong! Perhatikan tingkat kelemahan, ketidakberdayaan, dan kepapahanmu. Virus yang hanya bisa dilihat kalau diperbesar beberapa kali bisa membuatmu jatuh tersungkur. Ketahuilah bahwa di antara tanda kecilnya manusia adalah bagaimana ia berputar di dalam atom memorinya. Sementara
Badiuzzaman Said Nursi

| 175

atom tersebut ibarat padang luas yang tak mampu ia lewati. Ukurlah tingkat kelemahan makhluk yang terus berjalan tapi tak mampu melewati putaran atom itu. Padahal atom memori tadi ibarat padang luas di atas akal manusia. Sementara akal tersebut seperti laut yang menelan dunia. Mahasuci yang menjadikan atom pada akal manusia seperti dunia, serta menjadikan dunia seperti atom. Ketahuilah bahwa di antara bentuk kezaliman manusia yang paling hebat adalah memberikan hasil usaha satu komunitas kepada seseorang karena menyangka bersumber darinya. Akhirnya kezaliman ini melahirkan syirik yang samar. Sebab, anggapan bahwa hasil upaya kolektif tersebut berasal dari pribadi hanya terwujud dengan adanya anggapan bahwa pribadi tadi memiliki kemampuan luar biasa hingga bisa mencipta. Tuhantuhan bangsa Yunani dan paganis lahir dari berbagai konsep setan yang gelap semacam itu. Ketahuilah bahwa manusia ibarat sejumlah lingkaran yang saling menyatu dalam satu titik. Dalam satu lingkaran terdapat pakaiannya yang berupa fisiknya. Pada lingkaran lain terdapat negerinya. Pada lingkaran lain terdapat permukaan bumi. Pada wilayah lain terdapat alam yang tampak ini. Dan demikian seterusnya. Akan tetapi, yang memberikan pengaruh kepadanya hanya lingkaran yang kecil, sementara yang lain sangat lemah dan hanya bisa menerima limpahan karunia saja. Kalaupun ia berusaha melakukan sesuatu, maka hanya sebatas merubah bentuk anugerah tadi dengan cara yang tidak sempurna yang merupakan bentuk ketiadaan. Ketahuilah bahwa Allah menciptakan manusia dalam susunan yang menakjubkan. Ia satu dalam banyak, sederhana tetapi kompleks, tunggal tetapi berupa komunitas. Ia memiliki organ, indera, dan perangkat halus. Masing-masing memiliki rasa sakit dan nikmat sebagai respon dari keseluruhan dan pengaruh saudara-saudaranya. Hal itu dibuktikan dengan cepatnya kerjasama di antara mereka. Di antara hikmah penciptaan tersebut, Dia menjadikan manusia sebagai makhluk yang memperlihatkan berbagai bentuk kenikmatan, karunia, dan kesempurnaan;

176 |

Al-Matsnawi An-Nuri

terutama di akhirat, jika menempuh jalan penghambaan. Dia juga menjadikannya sebagai tempat bagi berbagai jenis derita, siksa, dan bencana jika tersesat di jalan egosime. Sakit yang diderita gigi berbeda dengan sakit yang diderita telinga. Kenikmatan mata berbeda dengan kenikmatan lisan. Demikian pula dengan sentuhan, khayalan, akal, dan kalbu. Ketahuilah bahwa banyaknya manfaat dari tidak ditentukannya ajal merupakan bukti yang sangat jelas bahwa ia sudah ditentukan dalam pengetahuan Tuhan. Andaikan sudah ditentukan, pasti akan muncul anggapan bahwa penentuannya telah diserahkan kepada hukum alamiah. Namun, karena tidak demikian maka anggapan bahwa ia tidak ditentukan oleh Tuhan tidaklah benar. Ketahuilah bahwa zikir termasuk di antara syiar. Sementara syiar tidak boleh bercampur dengan riya. Ketahuilah bahwa pengulangan kalimat tauhid adalah untuk memurnikan kalbu dari berbagai sangkutan dan berbagai sesembahan batil. Pasalnya dalam diri orang yang berzikir terdapat perangkat halus dan tingkatan indera. Masing-masing memiliki tauhid dan bentuk pemurnian dari syirik yang sesuai dengannya. Ketahuilah bahwa surat al-fatihah yang dibaca misalnya tidak berbeda antara pemberian pahalanya kepada satu orang, kepada ribuan orang, dan kepada jutaan orang. Ia seperti kata yang terucap, sama saja apakah didengar oleh satu atau ribuan orang. Hal ini lantaran rahasia halus yang terdapat dalam proses kloning yang demikian cepat sama seperti lentera yang bisa diterima oleh satu cermin atau ribuan cermin. Ketahuilah bahwa salawat dan salam kepada Nabi saw. merupakan respon dari seruan Tuhan yang telah mencurahkan nikmat-Nya dan menghamparkan hidangan karunia-Nya atas kedudukan sosok yang dimikrajkan itu. Apabila orang yang bersalawat membayangkan satu sifat Nabi, ia harus memperhatikan kondisi sifat tersebut agar muncul kerinduan untuk kembali bersalawat kepada beliau. Ketahuilah wahai ulama, janganlah bersedih dengan
Badiuzzaman Said Nursi

| 177

keengganan dalam melaksanakan dan sedikitnya upah yang didapat. Pasalnya, ganjaran ukhrawi tidak boleh ditukar dengan kenikmatan menipu yang sangat murah.84 Ketahuilah wahai penulis dan penceramah yang berdakwah lewat koran, engkau harus bersikap rendah hati serta melihat kekurangan yang ada. Engkau tidak boleh menyimpang dan menulis sesuatu yang bertentangan syiar Islam. Dari mana engkau mendapat ijin dan dengan hak apa engkau memperlihatkan kekurangan agama,85 bahkan propaganda sesat yang merugikan agama dan umat. Engkau mengira umat tersesat seperti dirimu?! Siapapun tidak boleh berbuat zalim kepada orang lain bahkan kepada saudaranya. Dari mana engkau mendapat ijin untuk memanipulasi sebagian besar umat Islam dengan berburuk sangka kepada mereka dengan memalingkan mereka dari syiar Islam. Tentu saja menyebarkan hal-hal baru di koran yang tidak bisa diterima oleh sebagian besar mukmin merupakan bentuk seruan kepada kesesatan. Orang yang menyebarkannya berarti mengajak kepada kesesatan. Ia tidak hanya harus ditutup mulutnya; bahkan tangannya harus diikat kuat. Ketahuilah bahwa orang-orang kafir; apalagi orang Eropa; terutama setan-setan yang berada di Inggris dan Iblis yang berada di Perancis merupakan musuh penentang abadi bagi kaum muslimin dan ahlul quran. Alquran telah menetapkan orang yang mengingkari Alquran dan Islam serta para orang tua dan nenek moyang mereka untuk dibinasakan selamanya. Mereka harus dibinasakan selamanya serta ditahan di neraka jahannam sesuai dengan bunyi nash Alquran. Karena itu, wahai kaum penggenggam Alquran, mengapa kalian memberikan loyalitas kepada orang yang yang tidak mungkin loyal dan berbuat baik kepada kalian?! Ucapkanlah,

84) Simpanlah milikmu yang istimewa untuk mendapat pahala ukhrawi. Jangan kau pergunakan ia untuk kenikmatan dunia yang tidak berarti apa-apa. 85) Yakni dengan menyebarkan berbagai syubhat dan keragu-raguan yang tidak benar tentang agama.

178 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Cukuplah Allah menjadi penolong Kami dan Allah adalah Sebaik-baik Pelindung.86 Dia adalah Sebaik-baik pelindung dan Sebaik-baik penolong.87 Ketahuilah, perbedaan antara peradaban kafir dan peradaban mukmin adalah bahwa yang pertama berisi keterasingan yang secara lahiriah indah namun isinya buruk. Bentuknya menarik, tetapi bagian dalamnya menakutkan. Adapun peradaban mukmin bagian dalamnya lebih indah daripada bagian luarnya. Substansinya lebih sempurna daripada tampilannya. Ia berisi sesuatu yang damai, cinta, dan tolong-menolong. Sebabnya adalah karena orang mukmin dengan rahasia iman dan tauhid melihat adanya persaudaraan antara entitas alam serta kecintaan antar bagiannya; terutama antar manusia; khususnya antar orang beriman. Persaudaraan tersebut terwujud pada pondasi, permulaan, dan masa lalu di mana terus berlangsung sampai akhir dan hasilnya terlihat di masa mendatang. Sementara orang kafir dengan kekufurannya merasa terasing, terkucil, bahkan memusuhi semua yang dianggap tidak bermanfaat baginya; bahkan dengan saudaranya. Ia tidak melihat adanya persaudaraan kecuali sebagai titik sambung antara perpisahan azali dan perpisahan abadi. Namun dalam bentuk fanatisme suku dan kelompok persaudaraan tersebut untuk sementara waktu demikian kuat. Itupun, saat mencintai saudaranya yang ia cintai sebetulnya adalah dirinya sendiri. Berbagai kebaikan manusiawi dan ketinggian spiritualisme yang terlihat pada peradaban kafir merupakan resapan dari peradaban Islam, pantulan dari petunjuk Alquran, dan sisa-sisa dari kilau agama samawi. Engkau bisa memperhatikan majelis Sayda88semoga Allah membersihkan jiwanyadi daerah Nursyin berikut peradaban Islam yang terlihat lewat persahabatannya yang mulia.
86) Q.S. Ali Imran: 173. 87) Q.S. al-Anfal: 40. 88) Gelar yang diberikan utnuk saudara tua. Maksudnya adalah wali terkenal yang berada di tenggara Turki.

Badiuzzaman Said Nursi

| 179

Engkau akan melihat di dalamnya sejumlah raja yang berpakaian seperti orang miskin dan malaikat berpakaian seperti manusia. Kemudian pergilah ke Paris. Masuklah ke lembaga yang diisi oleh orang-orang ternama di sana. Engkau akan melihat sejumlah kalajengking yang berpenampilan seperti insan serta jin ifrit yang tampil dalam bentuk manusia. Aku telah menjelaskan sejumlah perbedaan antara peradaban Alquran dan peradaban modern dalam al-lawmi (kilau cahaya) dan as-sniht (kesempatan). Merujukan ke sana pasti akan ditemukan sebuah persoalan penting yang sering diabaikan manusia. Ketahuilah wahai yang berusaha berijtihad dalam berbagai persoalan agama di masa kini, pintu ijtihad selalu terbuka. Hanya saja engkau tak bisa memasukinya lantaran enam hal: Pertama, hembusan angin kencang di musim dingin membuat seluruh jendela tertutup. Karena itu, bagaimana ia bisa terbuka? Ketika berbagai kemungkaran dan bidah sudah mengepung, lalu sejumlah faktor yang merusak senantiasa menyerang, tembok-tembok tidak bisa dibuka. Kedua, berbagai kewajiban agama yang tidak boleh menjadi objek ijtihad di mana ia ibarat nutrisi dan makanan kaum muslim telah banyak diabaikan. Karena itu, hendaknya seluruh tekad yang ada diarahkan untuk menegakkan, melaksanakan, dan menghidupkannya. Kemudian sesudah terjadi bencana baik sakala besar maupun kecil, terasa ada kebutuhan untuk berijtihad dalam berbagai pandangan yang berkembang lewat ijtihad para salaf sesuai dengan kebutuhan setiap masa. Ketiga, setiap masa memiliki kesenangan yang diminati. Berbagai kecenderungan serta pemikiran diarahkan kepadanya. Misalnya di masa kini adalah persoalan politik dan jaminan kehidupan dunia, sementara di masa lalu adalah pengambilan kesimpulan hukum tentang hal-hal yang disenangi oleh Tuhan lewat firman-Nya dan jaminan kebahagiaan abadi. Karena pikiran, kalbu, dan jiwa pada sebagian besar masyarakat di masa lalu mengarah kepada bagaimana mengenali sesuatu yang Allah ridhai, maka setiap orang yang memiliki potensi bagus kalbu dan fitrahnya terus belajar dari semua kondisi dan peristiwa yang

180 |

Al-Matsnawi An-Nuri

terjadi di waktu itu seolah-olah semuanya mengajarkan fitrahnya untuk memiliki kesiapan untuk berijtihad. Sehingga seolah-olah minyak otaknya sudah terang meski tidak tersentuh dengan api usaha. Jika bergegeas melakukan ijtihad ia menjadi cahaya di atas cahaya. Adapun pada saat ini karena pikiran dan kalbu sudah tercerai-berai, juga perhatian dan orientasi sudah terbagi, lalu masalah politik dan filsafat sudah menguasai otak, maka orang yang kecerdasannya seperti Sufyan ibn Uyaynah89 misalnya baru bisa menghasilkan ijtihad dengan membutuhkan sepuluh kali lipat waktu yang dihasilkan oleh ijtihadnya Sufyan. Pasalnya Sufyan sudah mulai melakukan hal tersebut sejak awal sehingga memiliki kesiapan seperti korek api. Adapun yang lain karena berbagai hal yang telah disebutkan kesiapannya terpecah lantaran bergelut dengan banyak disiplin ilmu modern sehingga sulit untuk berijtihad. Keempat, kecenderungan untuk memperluas dan berijtihad jika memang dilakukan dengan benar dalam ruang lingkup kesempurnaan Islam yang disertai sikap takwa sempurna dan pengamalan berbagai kewajiban, maka kecenderungan tersebut sempurna dan menyempurnakan. Adapun jika ia dilakukan oleh orang yang mengabaikan kewajiban serta lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat, maka kecenderungan tersebut akan merusak dan menjadi sarana untuk melepas beban dari pundaknya. Kelima, kemaslahatan adalah hikmah pilihan, bukan lantaran sebab untuk penentuan hukum. Sementara, pandangan masa kini merubah maslahat menjadi sebab penetapan hukum.

89) Lahir di Kufah tahun 107 H dan meninggal tahun 198 H di Mekkah al-Mukarramah. Ia merupakan imam, ulama, hujjah, yang zuhud dan wara. Hadist dan riwayat yang berasal darinya dianggap sahih. Ia berhaji sebanyak tujuh puluh kali. Pernah berjumlah dengan delapan puluh sekian tabiin. Ia mengambil riwayat dari azZuhri, as-Sabiy, Ibn al-Munkadir, Abi az-Zinad, Ashim al-Muqrini, al-Amasy, Abdul Malik ibn Umayr dan tokoh ulama lainnya. Tokoh yang mengambil riwayat darinya adalah Imam Syafii, Syubah, Muhammad ibn Ishaq, Ibn Juraij, Ibn Bakkar berikut pamannya, Mushab, ash-Shanani, Yahya ibn Aktsam, serta masih banyak lagi tokoh yang lain. (Ringkasan dari Wafayt al-Ayn karya Ibnu Khalikan 2/ 391-393).

Badiuzzaman Said Nursi

| 181

Jadi, pandangan masa kini pertama-tama mengarah kepada kebahagiaan dunia, padahal pandangan syariat pertama-tama mengarah kepada kebahagiaan akhirat. Baru sesudah itu kepada dunia sebagai sarana menuju akhirat. Demikianlah, sebagian besar persoalan yang dihadapi manusia dan menjadi persoalan umum sehingga termasuk dalam kebutuhan dasar muncul dari pilihan yang keliru dan berasal dari kecenderungan yang tidak benar. Sama halnya dengan orang yang mabuk karena meminum khamar, tindakannya di saat mabuk tidak bisa dimaafkan. Nah, ijtihad dalam cara pandang semacam ini menjadi bersifat duniawi, bukan samawi. Memasuki wilayah hukum Tuhan Pencipta langit dan bumi serta hamba-Nya tanpa ijin-Nya merupakan tindakan terlarang. Misalnya sebagian orang yang lalai memandang bagus khutbah dengan bahasa Turki untuk memberikan pemahaman politik modern kepada sebagian besar kaum muslimin. Orang yang lalai dan malang ini tidak menyadari bahwa politik modern dengan begitu banyak kebohongan, manipulasi, dan perilaku setani di dalamya telah menjadi seperti bisikan setan. Karena itu, ia tidak layak naik ke posisi penyampaian wahyu. Selain itu, orang bodoh ini juga tidak mengetahui bahwa sebagian besar umat perlu disadarkan pada berbagai kewajiban, perlu diingatkan kepada hal-hal aksiomatik, dan dimotivasi untuk melaksanakan berbagai hakikat yang telah dikenal di antara kaum mukmin, seperti rukun iman, rukun Islam, serta tingkatan ikhlas dan ihsan. Dengan banyak mendengar maka kalangan awam dan ulama sama-sama ingat dan perhatian dalam mendengar Alquran. Pasalnya, mereka memahami maksudnya secara umum, meski tidak mengetahui maknanya. Selanjutnya, orang yang lalai itu juga tidak memahami kalau khutbah dengan bahasa Arab merupakan stempel langit yang dipasang dan dihiaskan di langit persatuan Islam. Namun, dengan dirubah ia akan menjadi tato yang memecah belah dan merusak.90
90) Alasan keenam ini disebutkan secara implisit di sini, namun dijelaskan secara panjang lebar dalam kalimat kedua puluh tujuh

182 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ketahuilah wahai yang dikepung oleh kelalaian dan gelapnya alam materi sehingga menjadi buta dan tuli dengan menyembah sebab dalam kegelapan alam ilusi! Aku akan menerjemahkan untukmu salah satu dari lima puluh lima lisan yang diungkap oleh setiap konstruksi alam dan partikelnya sebagai saksi atas keberadaan Allah Swt dan keesaan-Nya dalam uluhiyah dan rububiyah-Nya. 91 Yakni bahwa keguncangan jiwa dan akal pikiran yang bersumber dari kesesatannya yang diakibatkan oleh pengingkarannya karena rasa ragu dan tidak percaya terletak pada sikap menisbatkan sesuatu kepada dirinya serta kepada berbagai sebab lain. Hal ini membuat jiwa dan akal akhirnya berlari menuju Tuhan Yang wajib ada dan esa yang dengan kekuasaan-Nya muncul penjelasan tentang semua persoalan rumit, dengan kehendak-Nya terbukalah semua yang tadinya terkunci, dan dengan berzikir mengingat-Nya hati menjadi tenang. Jika engkau membuktikannya, lihat kepada keseimbangan berikut. Yaitu bahwa seluruh entitas pelakunya bisa sesuatu yang mungkin dan banyak, atau Zat Yang wajib ada dan esa. Anggapan berat, aneh, dan mustahil yang muncul akibat keterbatasaan pandangan ketika menisbatkan sesuatu kepada Wajibul wujud justru menjadi benar ketika menisbatkannya kepada sesuatu yang banyak. Sesuatu yang disangka di sana justru terwujud di sini. Kemudian kondisi berat, aneh, dan mustahil tersebut ikut bertambah dengan semakin bertambahnya jumlah bagian entitas padahal. Sementara ketika semua dinisbatkan kepada Allah, berarti menisbatkan sesuatu yang banyak tak terhingga kepada Zat yang satu yang substansinya berbeda. Sebaliknya, menisbatkan kepada yang banyak berarti menisbatkan sesuatu yang satu kepada banyak tak terhingga yang substansinya sama. Sebagai contoh lebah. Kalau ia dinisbatkan kepada Tuhan, tentu langit dan bumi juga ikut serta menghadirkannya karena ia terkait dengan pilar-pilar alam. Kemunculan sesuatu yang banyak dari sesuatu yang satu jauh lebih mudah ketimbang jika
91) Aku telah menyebutkan seluruh lisan tersebut secara global dalam qatharah (tetesan). Adapun di sini hanya penjelasan mengenai satu lisan saja. Penulis.

Badiuzzaman Said Nursi

| 183

sesuatu yang satu berasal dari sesuatu yang banyak yang samasama buta dan tuli yang berbaurnya mereka hanya menambah buta dan tuli. Selain itu, jika beban yang ada dalam penisbatan pertama itu hanya seberat atom, maka dalam penisbatan yang kedua bisa seberat gunung. Pasalnya, Zat yang esa dengan satu perbuatan menghasilkan banyak, sementara jika penisbatan dialihkan kepada sesuatu yang banyak, maka hasil tadi sulit terwujud. Ia baru tercapai dengan begitu banyak proses dan beban yang berat. Sama seperti pimpinan bersama pasukannya, mata air dan tetesannya, sentral dan titik wilayahnya. Di samping itu, sikap menganggap aneh dan mustahil pada penisbatan yang pertama akan berbalik pada penisbatan yang kedua menuju kemustahilan berantai. Di antara bentuk kemustahilan tersebut adalah anggapan adanya sifat-sifat Tuhan pada setiap partikel. Sebab, kesempurnaan penciptaan mengharuskan adanya pengetahuan yang komprehensif, penglihatan yang mutlak, kekuasaan yang sempurna, dan kehendak yang menyeluruh. Di antaranya pula hayalan adanya sejumlah sekutu yang jumlahnya tak terhingga dalam hal uluhiyah yang sama sekali tidak menerima persekutuan. Pasalnya, jika sesuatu tidak dinisbatkan kepada Zat yang wajib ada, berarti setiap sesuatu harus memiliki banyak tuhan. Lalu asumsi bahwa setiap partikel mengontrol keseluruhan sekaligus dikontrol oleh keseluruhan. Sama seperti batu dalam bangunan yang rumit. Andaikata keberadaan pembangunnya disanggah, berarti setiap batu ibarat pembangun yang memiliki pengetahuan dan mengerti arsitektur. Pasalnya, tatanan, keteraturan, kerapian, dan keberadaan sejumlah hikmah tidak menerima adanya proses kebetulan. Di antara bentuk kemustahilan lainnya adalah asumsi adanya perasaan yang menyeluruh, pengetahuan sempurna, penglihatan utuh pada setiap partikel dan sebab. Pasalnya, keseimbangan, keselarasan, dan kerjasama yang ada mengharuskan adanya perasaan yang komprehensif, penglihatan yang utuh serta berbagai sifat Tuhan lainnya. Andaikan sesuatu dinisbatkan

184 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kepada dirinya berarti sifat-sifat itu harus dibayangkan terdapat padanya. Kalau ia dinisbatkan kepada sebab, berarti sifat-sifat tadi harus terdapat pada sebab tersebut, bahkan harus ada pada setiap partikelnya. Demikianlah rangkaian kemustahilan dan kebatilan yang dimunculkan oleh ilusi dan hayalan. Adapun jika ia disnibatkan kepada Pemiliknya yang hakiki, Pemilik tingkatan Wajibul wujud yang Mahaesa, yang harus dilakukan sekedar memposisikan partikel dan konstruksinya seperti tetesan hujan yang membawa prototipe matahari lewat pantulansebagai wujud yang menampakkan kilau kekuasaan Tuhan yang bersifat mutlak, komprehensif, azali dan tak terhingga di mana ia menunjukkan atau bahkan berisi pengetahuan dan kehendak azali yang tak terbatas. Itulah kekuasaan yang mukjizat dan seluruh makhluk menjadi saksi atasnya. Partikel kekuasaan Tuhan tersebut lebih agung daripada gunung sebab. Sebab, bagian dari penampakan Tuhan memiliki karakter keseluruhan. Seolah-olah semuanya bersifat keseluruhan. Sehingga engkau melihat mentari yang sempurna terdapat dalam partikel kaca. Jika demikian apalagi dengan cahaya dari semua cahaya yang terlihat dari sisi Zat Yang wajib ada dan esa. Perbedaan antara penisbatan pertama dan kedua sama seperti perbedaan antara manifestasi matahari lewat karakteristiknya yang terdapat dalam satu tetes dan anggapan adanya mentari asli pada satu tetes tersebut. Kemustahilan klaim ini tampak dengan sangat jelas. Di samping itu, tidak ada beban kesulitan dalam melaksanakan qudrat azali tersebut. Namun, bagi qudrat Tuhan semuanya sama entah atom dan bintang, partikel dan keseluruhan, individu dan spesies, sedikit dan banyak, kecil dan besar, engkau dan alam, serta benih dan pohon. Sebab, qudrat Tuhan tersebut melekat pada diri-Nya yang azali yang tak mungkin disusupi oleh sesuatu yang bertentangan. Apabila tidak ada kekurangan pada-Nya maka tidak ada perbedaan tingkatan bagiNya. Jika demikian, sama saja di sisi Allah antara yang paling kecil dan yang paling besar. Agar hakikat di atas lebih bisa dipahami, ada sejumlah
Badiuzzaman Said Nursi

| 185

contoh. Perhatikan misalnya, (Allah memiliki perumpamaan yang paling mulia): Manifestasi matahari sama-sama bisa diterima oleh kaca, lautan, dan planet karena sifatnya yang bening atau transparan. Lampu sentral sama-sama diterima, baik oleh kaca yang paling kecil maupun kaca yang paling besar karena kondisinya yang saling berhadapan. Cahaya dilihat dari penerangannya samasama bisa diterima oleh satu atau ribuan karena sifat sinarnya. Ucapan sama-sama bisa didengar baik oleh satu orang maupun ribuan orang. Contoh lain, neraca yang peka yang bisa mengukur atom, andaikan pada dua sisinya terdapat dua mentari atau dua biji pala, maka tidak ada perbedaan antara jika satu sisinya diangkat ke atas dan satu lagi ke bawah dengan meletakkan biji lain di satu sisi lewat rahasia keseimbangan. Contoh lain adalah kapal paling besar yang seorang anak kecil tidak sulit untuk mengemudikannya sebagaimana ia juga tidak sulit untuk menggerakkan kapal mainan yang ada di tangannya atau jam arlojinya lewat rahasia keteraturan. Juga, seorang komandan tidak ada perbedaan dalam memberikan perintah antara kepada satu pasukan dan satu batalion karena rahasia ketaatan. Contoh lain adalah substansi asli pada spesies di mana baginya sama saja antara individu yang paling kecil dan yang paling besar, serta seluruh individu yang jumlahnya tak terhingga lewat rahasia kemurnian. Masih banyak lagi contoh yang menunjukkan tidak adanya perbedaan antara yang sedikit dan yang banyak, serta antara yang kecil dan yang besar bagi sesuatu.92 Lewat rahasia transparansi kerajaan-Nya pada segala sesuatu, lewat kondisi segala sesuatu yang berada di hadapan qudrat-Nya, lewat rahasia cahaya qudrat tersebut, lewat keseimbangan makhluk, lewat keteraturan rambu-rambu qadha dan qadar, lewat rahasia ketaatan setiap partikel alam yang disertai rasa rindu yang sempurna kepada perintah penciptaan yang menyatu dalam perintah kun, serta lewat rahasia kemurnian atau
92) Pada kalimat kesepuluh dan dua puluh sembilan terdapat penjelasan yang cukup komprehensif mengenai enam rahasia di atas.

186 |

Al-Matsnawi An-Nuri

tidak bercampurnya Tuhan dengan materi. Dengan enam rahasia di atas, sama saja bagi qudrat-Nya antara menghidupkan lalat dan menghidupkan bumi, antara menciptakan lebah dan menciptakan langit dan bumi, serta antara menghadirkan partikel dan mentari. Bahkan, kesamaan dan tidak adanya perbedaan tersebut merupakan keniscayaan berdasarkan intuisi yang tegas dan penyaksian. Kekuasaan yang esensinya tidak diketahui itu namun dikenali lewat mukjizatnya bekerja terhadap tangkai yang halus seperti sekuntum kurma, anggur dan yang lain. Itulah kekuasaan luar biasa yang jika dinisbatkan kepada sebab tentu akan membutuhkan kesulitan yang tak terhingga. Sebagai kesimpulan: penciptaan qudrat atau kemampuan pada sejumlah makhluk menunjukkan tiga hal: Pertama, sarana dan sebab lahiri merupakan hijab yang lemah yang sengaja diletakkan untuk menjaga kemuliaan qudrat tersebut dalam aktivitas lahiri di permukaan kerajaan yang tebal dan hina ini semata. Kedua, karena kondisi kerajaan dan alam malakut dari kehidupan, wujud, dan cahaya bersifat transparan, maka hijab tebal itu tidak di diletakkan di atas tangan qudrat. Namun sejumlah sarana mengalir di dalamnya. Ketiga, pengaruh dari qudrat tersebut tidak dibuat-buat dan dipaksakan. Pasalnya Zat yang mencipta pohon tin yang besar lewat benihnya lalu mengeluarkan sekuntum buah dari benih anggur dengan segala isinya tidak sulit melakukan itu semua. Tentu, kehadiran Pemilik qudrat azali tersebut jauh lebih kokoh dari kehadiran alam. Sebab, setiap ciptaan menunjukkan keberadaan dirinya dengan sejumlah aspek visual yang jumlahnya sedikit. Sementara, ia menunjukkan keberadaan Penciptanya dengan sejumlah aspek yang terlihat, rasional, dan lainnya. Ciptaan manapun kalau dinisbatkan kepada sebab lalu seluruh sebab yang di langit dan di bumi bersatu, mereka semua tetap tidak akan bisa menciptakan makhluk yang sama dengannya meskipun yang satu dengan yang lain saling bekerja sama. Pasalnya, benih yang terdapat dalam biji buah tin tidak kalah rumit dengan pohon tin itu sendiri. Penciptaan manusia tidak
Badiuzzaman Said Nursi

| 187

kalah rumit dengan penciptaan bumi. Qudrat yang menghadirkan benih dan manusia tidak sulit untuk memunculkan pohon dan alam. Wahai yang tersesat dengan cara menganggap aneh dan mengingkari kebenaran, engkau telah mendengar lewat sejumlah pembuktian di atas bahwa semua sikap ingkar tadi tidak berujung dan sangat mustahil terjadi. Engkau telah mendengarnya pada sisi kebatilanmu yang telah menisbatkan sesuatu kepada dirinya dan kepada sebab. Keguncangan jiwa dan akal yang bersumber dari kesesatan di atas membuat hati ini menerima keberadaan Zat Yang Wajib ada dan Mahaesa. Penjelasan tentang segala sesuatu hanya bisa terwujud dengan menisbatkannya kepada kekuasaan Allah. Sesuatu yang tertutup hanya bisa dibuka dengan menghubungkannya dengan kehendak Allah. Kalbu baru merasa tenteram dan keyakinan baru menjadi tenang jika semua persoalan diikat dengan zikir mengingat nama-Nya. Ketahuilah bahwa wilayah kesibukan manusia, serta daerah perjalanan perhatiannya tidak terbatas. Manusia bisa berkutat di dalam atom, berenang dalam satu tetesan, tertahan dalam satu titik, padahal alam berada di hadapan matanya. Manusia juga bisa memasukkan alam ke dalam akalnya hingga akhirnya berusaha melihat Allah. Manusia bisa lebih kecil dari atom dan bisa pula lebih besar daripada langit. Ketahuilah bahwa segala sesuatu yang Allah anugerahkan pada manusia memiliki sejumlah kunci pembuka. Sebagian kunci tersebut berada di luar diri manusia, sementara sebagian lagi berada dalam dirinya. Contohnya Allah menganugerahkan cahaya, udara, nutrisi, dan gema. Namun pemanfaatannya bergantung pada terbukanya mata, telinga, hidung, mulut, dan pendengaran. Demikian seterusnya. Meskipun proses pembukaan seluruh indera tadi termasuk bagian dari upaya kita, namun ia tidak akan terwujud kecuali dengan penciptaan dan kerasiNya. Karena itu, janganlah engkau wahai orang yang lalai membayangkan seluruh nikmat yang ada sia-sia dan akan dibiarkan begitu saja tanpa ada hisab. Sama sekali tidak demikian. Namun, ia diberikan kepadamu sesuai dengan maksud Tuhan yang telah

188 |

Al-Matsnawi An-Nuri

memberikannya. Ketahuilah bahwa akhir dan sasaran dari segala sesuatu tidak kalah teratur dan tertata daripada awalnya. Penciptaan dan hikmah dari bentuk lahiriah dan gambarannya tidaklah lebih baik daripada bagian batinnya. Jangan kau kira akhir dan batin sesuatu kurang penting dan sia-sia di mana ia terwujud secara kebetulan. Lihatlah buah bersama bunganya. Ia merupakan hikmah yang paling jelas dari pohon yang tumbuh dari benih. Tuhan Pencipta merupakan Zat Yang Maha Pertama dan Maha Terakhir, Mata Tampak dan Maha Tersembunyi. Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. Ketahuilah bahwa kemukjizatan Alquran di antaranya dalam bentuk penjagaan Alquran dari segala bentuk perubahan. Karena itu, tidaklah mudah ucapan seorang ahli tafsir, penulis, penerjemah, atau yang lainnya tidak bisa gampang bercampur dengan ayat-ayatnya sebagaimana buku-buku yang lain sehingga menjadi berubah. Ketahuilah bahwa pengulangan ayat yang berbunyi, Maka, nikmat Tuhan yang mana yang kau dustakan?! di pertengahan sejumlah ayat yang menjelaskan tentang ayat-ayat penciptaan yang beragam yang terdapat dalam surat ar-Rahman merupakan dalil bahwa sebagian besar pembangkangan jin dan manusia lahir dari sikap tidak mau melihat pemberian Allah dalam nikmat yang ada, sikap lalai terhadap Zat yang telah memberikannya, serta sikap menyandarkan nikmat kepada sebab atau proses kebetulan. Sebagai akibatnya, keduanya mendustakan nikmat-nikmat Allah. Karena itu, seorang mukmin harus membaca basmalah setiap kali akan mengonsumsi nikmat dengan maksud bahwa ia berasal dari-Nya. Aku mengambil nikmat tersebut dengan nama dan berkat anugerah-Nya; bukan karena perantara. Syukur dan pujian layak tertuju untuk-Nya. Ketahuilah wahai yang sedang was-was oleh bisikan setan, penyakit kalbu dan hayalan, bisikan jiwa, serta beragam lintasan yang terdapat dalam akal pikiran saat melihat sejumlah hakikat ilahi, jangan putus asa, jangan terpengaruh, dan jangan biarkan dirimu berada dalam kelalaian agar cepat keluar dari kondisi
Badiuzzaman Said Nursi

| 189

yang ada dan selamat darinya. Bahaya yang ada hanyalah dalam ilusi belaka. Tidakkah ketika engkau melihat mentari dan cahayanya, langit berikut bintang, taman berikut bunga-bunganya lewat celah-celah pakaian yang kotor oleh berbagai hiasan, ia tidak akan mengotori keindahannya. Bahkan dirimu tidak akan memerhatikan pakaian tadi sehingga gambarannya hilang begitu saja. Pasalnya ia hanya ilusi seperti kutu atau lebah yang kalau diusir malah bisa menyerangmu. Namun, jika dibiarkan ia akan pergi dengan sendirinya. Ketahuilah wahai orang yang berfilsafat yang lebih mengutamakan akal ketimbang nas sehingga nas yang ada ditakwilkan dan disimpangkan lantaran tidak bisa diterima oleh akalmu yang telah tertipu dalam dunia filsafat. Dulunya aku seperti dirimu. Kemudian aku menyaksikan sebuah istana megah yang atapnya bersambung dengan langit.93 Lewat celah-celahnya yang tinggi terdapat sejumlah keranjang yang diturunkan. Tali-talinya terdapat di pangkal dan ujung. Sebagiannya dekat dengan bumi sehingga manusia yang mendapat taufik melemparkan dirinya ke keranjang tersebut agar terangkat menuju tempat yang lebih tinggi. Kemudian aku melihat sebagian orang yang rugi dan tertipu tidak peduli dengan keranjang tersebut. Mereka berusaha naik dengan mengumpukan batu dan segala sesuatu. Mereka meletakkannya di bawah kaki. Setelah itu, mereka naik sedikit namun setelah itu terjatuh. Mereka tidak pernah bisa naik ke atas. Aku melihat sejumlah orang yang bersandar pada jiwa firauniyah mereka. Mereka memasukkan paku ke dinding istana lalu menginjaknya untuk naik. Akan tetapi mereka langsung jatuh tersungkur. Aku melihat bahwa upaya dan perangkat yang diberikan kepada mereka adalah untuk dipergunakan sesuai taufik untuk bisa naik ke keranjang; bukan ke kedudukan yang tinggi itu. Akalmu adalah tali kekangmu.

93) Penjelasan tentang masalah ini telah disebutkan dalam keterangan mengenai tiga jalan di akhir surat al-fatihah pada risalah aku (kalimat ketiga puluh). Juga dalam al-lawmi (kilau cahaya) pada wisata fantasi di akhir kalimat. Maksud dari keranjang yang diturunkan adalah Alquran.

190 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Dengan nas ia bisa menaikkanmu. Siapa yang bersandar kepada Allah, maka Dia akan mencukupinya. Ketahuilah wahai yang bingung melihat dominannya jumlah orang jahat dibanding orang baik serta keunggulan mereka atas orang saleh dalam kehidupan dunia. Dalam satu insiden aku melihat sejumlah istana. Setiap istana memiliki paviliun yang berdampingan dan meninggi ke atas. Kenikmatan, posisi, dan cahaya yang di dapat penghuni setiap tingkatnya berbeda-beda. Orang yang berada di pusat tertinggi seperti raja. Sementara, di bawahnya terdapat sejumlah tempat yang kedudukan dan cahaya penghuninya berbeda-beda. Demikian seterusnya sampai ke pintu. Tepat di sisi pintu terdapat pelayan yang tegas dan besar. Sementara di depan pintu terdapat anjing yang sedang menjulurkan lidah. Lalu aku melihat sebagian istana yang terus pintunya demikian terang. Setelah diperhatikan ternyata di dalamnya sang raja sedang bermain-main dengan anjing yang berada di depan pintu. Sementara, para wanita yang tak memakai tutup kepala bersenda gurau dengan sejumlah anak. Karenanya berbagai tugas suci yang terdapat di dalamnya terabaikan, sementara sejumlah tugas anjing, anak-anak kecil, dan pelayan tampak terang. Ia membuat istana tersebut sangat terang dari luar, sementara di dalamnya gelap gulita. Aku sadar bahwa istana tersebut adalah manusia. Dalam pandanganmu setiap manusia adalah istana. Diriku yang bermaksiat juga merupakan istana. Jatuhnya para penghuni istana berbeda-beda. Menurutku apa yang oleh pemilik peradaban saat ini dianggap sebagai kemajuan sebetulnya merupakan kemerosotan. Apa yang dianggap sebagai kemuliaan sebenarnya merupakan kehinaan. Apa yang dimaksud sebagai kesadaran sebetulnya tenggelam dalam kelalaian. Apa yang disebut sebagai kebaikan sebetulnya merupakan riya yang munafik. Apa yang disebut sebagai kecerdasan sebetulnya merupakan tipuan setan. Apa yang disebut sebagai kemanusiaan sebetulnya merupakan kondisi hewani. Hanya saja, di atas sosok yang telah terjatuh dan berbuat maksiat ini bendera kebaikan berkibar lantaran jiwanya yang bercahaya bercampur dengan dirinya yang gelap gulita. Hal
Badiuzzaman Said Nursi

| 191

ini berbeda dengan orang taat yang hanya di depan pintu dirinya tampak kotor. Namun, ia turun bukan karena selera rendahnnya; akan tetapi untuk memberikan petunjuk kepada mereka yang telah keluar batas serta mengembalikan mereka kepada tujuan penciptaannya. Jika Allah mencintai seseorang, ia tidak dibuat mencintai dunia; tetapi membencinya lewat sejumlah musibah. Sungguh malang! Peradaban bodoh ini telah memperlihatkan berbagai hal luar biasa dan sejumlah permainan yang menarik. Banyak penduduk istana berikut para wanitanya yang terperosok sebagaimana kupu-kupu jatuh ke cahaya yang terang yang sebenarnya berupa api yang membakar. Ketahuilah wahai Said yang malang, mengapa engkau tertipu, lalai, dan, merasa kaya? Tidakkah engkau sadar bahwa ikhtiarmu hanya sebatas satu helai dan kekuasaanmu hanya satu butir partikel. Sementara kehidupan ini hanyalah satu nyala yang sebentar kemudian padam. Umur ini hanya sebentar ibarat menit berlalu. Perasaan yang ada ibarat kilau yang kemudian menghilang. Perjalanan waktu datang dan pergi. Dan tempat yang dimiliki hanyalah sebatas kubur. Kelemahanmu tidak terhingga, kebutuhanmu tidak terkira, kepapahanmu tidak terhitung, harapanmu tidak berujung, demikian seterusnya. Sosok yang demikian lemah dan demikian membutuhkan apakah pantas bersandar kepada apa yang terdapat dalam genggamannya dan bergantung kepada dirinya?! Atau, ia harus bersandar kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang di antara bentuk perbendaharaan rahmat dan nikmat-Nya adalah mentari dan pohon yang dipenuhi oleh cahaya dan buah. Serta di antara saluran anugerah dan rahmat-Nya adalah air dan cahaya. Ketahuilah wahai yang membesar-besarkan hasil dan meremehkan dalil, tidak ada dalil yang menjadi saksi atas hakikat iman kecuali ia disucikan, didukung, diperkuat, dan dikokohkan oleh rambu-rambu Islam yang tegak di atas kebenaran. Seolaholah semua bukti, argumen, dan tanda yang jumlahnya tak terhingga memberikan penerangan kepada semua saudaranya. Masing-masing memberikan stempel pembenaran atas semua yang tersebar lewat rahasia yang telah disebutkan di awal risalah.

192 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ketahuilah bahwa kecintaan yang terlalu kepada sesuatu bisa menjadi sebab untuk mengingkarinya. Demikian pula jika terlalu takut, jika berada dalam puncak keagungan, serta jika akal tidak mampu menjangkaunya. Ketahuilah! Aku yakin seolah-olah aku melihat dengan intuisi yang pasti bahwa jahannam telah menyatu dengan benih kekufuran sama seperti pohon hanzhalah yang menyatu dengan benihnya. Sorga juga menyatu dalam biji keimanan seperti pohon kurma yang menyatu dalam benihnya. Sebagaimana tidak mustahil kedua benih tadi menjadi pohon hanzhalah atau pohon kurma demikian pula tidak aneh kalau substansi kesesatan terwujud dalam bentuk jahannam yang menyiksa serta cahaya hidayah terwujud menjadi sorga yang nikmat. Dalam al-Lawmi terdapat terdapat ringkasan penjelasan darinya di alam ini.94 Ketahuilah bahwa sebagaimana biji dalam benih buah apabila berlubang tengahnya tidak membesar dengan cara tumbuh, demikian pula dengan benih aku. Apabila ia dilubangi dengan cahaya zikir Allah... Allah, egonya tidak akan membesar dengan kelalaian dan muncul dengan sikap membangkang terhadap Tuhan langit dan bumi. Para wali dari Tariqat Naqsyabandiah mendapatkan taufik untuk bisa membuka benih hati dan menyingkap jalan singkat dengan menembus gunung aku dan menghancurkan puncak nafsu lewat zikir khafiy (samar). Di samping itu dengan zikir jahry (nyaring), toghut alam materi menjadi hancur berantakan. Ketahuilah bahwa wilayah plural yang paling jauh, luas, dan paling tipis berikut sejumlah tingkatannya memperlihatkan jejak hikmah, kerapian, dan perhatian-Nya. Engkau bisa melihat kulit manusia dan bentuknya yang terbentang secara plural agar bisa memahami bagaimana pena qudrat mengisi lembaran dahi, wajah, dan tangannya lewat goresan dan perangkat yang menunjukkan sejumlah substansi dalam jiwa manusia serta amalnya yang bergantung pada lehernya yang menunjukkan takdir yang
94) Al-Lawmi, semua derita terdapat dalam kesesatan dan semua nikmat terdapat dalam iman, hal 890 dari al-Kalimat.

Badiuzzaman Said Nursi

| 193

digariskan pada fitrahnya. Sehingga pengisian dan penetapan tersebut tidak menyisakan adanya sesuatu bagi proses kebetulan yang buta. Ketahuilah wahai yang diuji dengan rasa cinta terhadap kehidupan ini sehingga engkau mengira bahwa tujuan akhir dari kehidupan dan keabadiannya serta perangkat menakjubkan yang dilekatkan Tuhan pada manusia dan makhluk adalah untuk menjaga kehidupan yang fana ini serta hanya untuk abadi semata. Ini tentu saja sangat keliru. Pasalnya, kalau keabadian hidup menjadi tujuan dari kitab kehidupan, maka dalil hikmah, perhatian, keteraturan, ketidaksia-siaan yang paling jelas, terang, dan bercahaya akan berubah menjadi contoh kesia-siaan, ketidakteraturan, dan ketiadaan hikmah yang paling menakjubkan. Hal itu seperti pepohonan yang hanya memiliki satu buah kecil. Namun, buah dan tujuan hidup ini kembali kepada Zat Yang Mahahidup sesuai dengan tingkat kepemilikan-Nya terhadap kehidupan. Selanjutnya seluruh buah dan tujuan kembali kepada Zat Yang Menghidupkan lewat manifestasi nama-nama-Nya dan penampakan berbagai jenis penampakan rahmat-Nya dalam sorga pada kehidupan ukhrawi yang merupakan buah dari benih kehidupan dunia. Ketahuilah wahai kalbuku bahwa seluruh kenikmatan dan perhiasan dunia tanpa mengenal Pencipta, Pemilik, dan Tuannya meski berupa sorga sebenarnya ia adalah neraka jahannam. Begitulah yang kurasakan dan kusaksikan. Bahkan dalam nikmat kasih sayang yang terdapat dalam setetes dan pengetahuannya hal itu sudah mencukupi dari semua yang terdapat di dunia, bahkan dari sorga sekalipun. Ketahuilah bahwa semua yang terjadi di dunia memiliki dua sisi: sisi yang mengarah kepada dunia, diri, dan hawa nafsu, serta sisi yang mengarah kepada akhirat. Adapun sisi yang mengarah kepada dunia yang paling besar, berat, dan kokoh sama-sama hina, ringan, dan cepat berubah. Karenanya tidak layak kalbu manusia merasa resah, sakit, dan terus memikirkannya. Ketahuilah wahai kalbuku! adakah yang lebih bodoh dan

194 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dungu daripada orang yang melihat pantulan wujud matahari dalam satu benda atau manifestasinya pada celupan bunga lalu mencari semua hal yang dibutuhkan mentari yang bersinar di atap alam pada pantulan mentari dan warna bunga tadi berikut gaya gravitasinya terhadap sejumlah planet dan titik sentralnya di alam. Kemudian ketika pantulan dan manifestasi matahari tersebut lenyap, dengan keterbatasan pandangannya iapun mengingkari keberadaan matahari di tengah siang padahal seluruh partikel, embun, percikan, benih, telaga, lautan, dan planet menjadi saksi atasnya di terik siang. Selanjutnya orang bodoh itu tidak bisa membedakan antara wujud bayangannya yang telah digariskan dengan wujud aslinya. Maka, apabila melihat matahari pada benda transparan ia berkata, Mana keagungan matahari? Mana panasnya? Bagaimana dan Bagaimana? begitulah sampai ke tingkat akhir dari kebodohannya. Bisa jadi ia ingin menjangkau panasnya atau menyentuh dengan tangannya tanpa menyadari bahwa kedekatan dengannya lewat pengaruh yang diterima tidak mengharuskan adanya kedekatan jarak. Lalu ia melihat pada sesuatu yang kecil dan remeh sebuah kerapian yang menakjubkan, kreasi yang istimewa, dan hikmah yang mulia. Namun, dengan analogi yang keliru ia menganggap bahwa Penciptanya telah memaksakan diri dan mengada-ada. Ia berkata misalnya, Apa nilai lalat hingga mendapatkan perlakuan semacam itu dari Pencipta Yang Mahabijak? Akhirnya orang malang itupun tersesat. Wahai fulan, Milik Allah perumpamaan yang paling mulia.95 Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu.96 Engkau harus mengetahui empat hal yang dengannya persoalan menjadi terpecahkan: Pertama, segala sesuatu mulai dari atom hingga mentari digambarkan oleh Allah dengan sifat-sifat-Nya yang mulia dalam koridor kesempurnaan rububiyah-Nya. Ia tidak digambarkan
95) Q.S. an-Nahl: 60. 96) Q.S. az-Zumar: 62.

Badiuzzaman Said Nursi

| 195

hanya semata-mata untuk wujud manifestasi-Nya. Kedua, ada sebuah pintu yang terbuka bagi masuknya segala sesuatu menuju cahaya-Nya. Namun dengan tertutupnya satu pintu dalam pandangan orang yang memiliki pandangan terbatas, tidak berarti tertutup pula pintu-pintu lain yang tak terhingga jumlahnya meski keseluruhannya bisa dibuka dengan satu kali secara sekaligus. Ketiga, ketentuan yang bersumber dari pengetahuan komprehensif Tuhan telah membatasi dan menggariskan bagian dari segala sesuatu sesuai dengan limpahan manifestasi namanama-Nya yang bersifat mutlak dan bercahaya. Keempat, Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu cukup berkata kepadanya, Jadilah! Maka, terjadilah ia.97 Allah tidak menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanya seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.98 Adapun apabila segala sesuatu dinisbatkan kepada dirinya atau kepada sebab, maka semua orang berakal harus menerima berbagai kemustahilan yang muncul dari asumsi bodoh itu. Ketahuilah bahwa Alquran yang gaya penjelasannya merupakan mukjizat banyak memberikan penjelasan tentang berbagai hakikat lewat perumpamaan. Pasalnya, berbagai hakikat ilahi terwujud dalam wilayah kemungkinan lewat bentuk-bentuk perumpamaan. Makhluk yang mungkin ada melihat sejumlah perumpamaan dalam wilayah yang bersifat mungkin. Lalu, ia melihat di balik itu semua kondisi dari wilayah Zat Yang bersifat wajib adanya. Allah memiliki perumpamaan yang paling mulia. Ketahuilah bahwa arasy bagaikan kalbu. Kalbu yang terdapat dalam dirimu ibarat kerajaan, sementara dirimu dalam kalbumu ibarat alam malakut. Maka, dalam wilayah nama azhZhhir arasy-Nya yang agung meliputi segala sesuatu. Dalam wilayah nama al-Bthin ia ibarat kalbu atau jantung bagi alam. Dalam wilayah nama al-Awwal ia diisyaratkan dengan, Arasy97) Q.S. yasin: 82. 98) Q.S. Luqman: 28.

196 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Nya berada di atas air.99 Sementara dalam wilayah nama al-khir ia digambarkan dengan atap sorga merupakan arasy Tuhan Yang Maha Pengasih.100 Pasalnya, arasy Zat Yang Maha Pertama, Maha Terakhir, Maha Tampak dan Maha Tersembunyi, memiliki wilayah awal, akhir, lahiri, dan batini. Ketahuilah bahwa kelemahan merupakan sumber seruan dan kebutuhan merupakan sumber doa. Wahai Tuhanku, wahai Penciptaku, wahai Pemilik diriku! Hujjahku dalam seruanku berupa kebutuhanku. Bekalku dalam doaku adalah kepapahanku. Saranaku berupa lemahnya strategiku. Perbendaharaanku berupa kelemahanku. Modalku berupa harapan dan deritaku. Penolongku berupa kekasih dan rahmatMu. Maafkanlah daku, ampuni diriku, kasihi diriku ya Allah; Zat Yang Maha Pengasih dan Zat Yang Maha Penyayang.

99) Q.S. Hd: 7. 100) Sorga memiliki seratus tingkatan. Jarak antara dua tingkatan sama seperti antara langit dan bumi. Firdaus adalah sorga yang paling tinggi dan paling tengah. Di atasnya terdapat arasy Tuhan Yang Maha Pengasih. Hadis shahih riwayat Ibnu Majah dari Mudz, al-Hkim dari Ubdah ibn ash-Shmit dan Abu Hurayrah, serta Ibnu Asakir dari Abu Ubaydah al-Jarrah.

Badiuzzaman Said Nursi

| 197

198 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Terjemahan Munajat101

YANG TERLINTAS DALAM KALBU DALAM BAHASA PERSIA rts


Wahai Tuhan, aku telah mencari pada seluruh arah (enam arah), namun belum juga menemukan obat bagi penyakitku. Aku melihat ke sisi kanan, ternyata berisi kuburan ayahku di masa lalu. Kuarahkan pandanganku ke sisi kiri, ternyata berisi kuburan di masa mendatang. Hari ini merupakan peti mati yang akan membawa jasadku Jenazahku terbujur di hadapan di atas kepala usiaku. Di bawah kaki terdapat air penciptaan dan tulang belulang yang sudah hancur berantakan. Setiap kali melihat ke belakang, kusaksikan dunia ini ibarat fatamorgana Apabila menatap ke depan, kubur itu terbuka dan jalan keabadian tampak dari kejauhan. Yang kumiliki hanya bagian usahaku yang sangat lemah, terbatas, dan tidak banyak bermakna.

101) Terima kasih kepada saudara Faruk Rasul Yahya yang telah menerjemahkan teks munajat ini. Terjemahan lengkapnya terdapat dalam kalimat ketujuh belas dan pada harapan ketujuh dari cahaya kedua puluh enam (Risalah untuk Lansia).

Badiuzzaman Said Nursi

| 199

Sebab ia tidak bisa menembus masa lalu atau menyeberang ke masa depan. Wilayah perjalananya hanya masa sekarang dan satu waktu yang sedang berputar. Meski sangat papa dan lemah pena qudrat-Mu telah menuliskan di dalam fitrah adanya kecenderungan pada alam keabadian dan harapan untuk kekal. Wilayah kebutuhan demikian luas seluas mata memandang. Sementara wilayah kekuasaanku sangat terbatas seperti tangan. Kepapahan dan kebutuhanku dengan demikian seluas dunia. Modalku seperti partikel yang tidak tidak bisa dibagi. Lalu mana mungkin ia bisa memenuhi kebutuhan seluas alam ini?! Namun, aku berjalan menyusuri jalan-Mu dari bagian yang kecil ini guna menggapai pertolongan-Mu. Rahmat-Mu yang mutlak merupakan sandaranku. Orang yang menemukan limpahan rahmat, tidak akan bersandar kepada upayanya yang hanya sebutir fatamorgana. Wahai Tuhan, dunia ibarat tidur dan usia yang ada akan pergi seperti hembusan angin. Manusia akan lenyap sejalan dengan lenyapnya dunia sementara harapan yang fana merupakan derita di alam baka. Marilah wahai jiwa yang tidak bertepi, korbankan wujudmu yang fana Penciptamu yang menggenggam wujud bersifat maujud (ada). Kerajaan ini adalah milik-Nya di mana Dia yang memberi. Karena itu, fanakan dirimu agar bisa kekal abadi. Yaitu dengan rahasia bahwa menafikan penafian merupakan sebuah ketetapan. Wahai ilahi, Zat Yang Maha Pemurah dan Mulia, berikan untukku kerajaan dari sisi-Mu. Berikan padaku nilai yang tak terhingga. Engkau adalah Zat Yang Maha Menjaga.

200 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Surat Untuk Dewan Perwakilan Rakyat

102

rts
Bismillhirrahmnirrahm Sesungguhnya salat merupakan kewajiban yang waktunya telah ditetapkan Wahai para utusan rakyat, kalian akan dibangkitkan pada hari yang agung. Wahai para pejuang, wahai anggota majelis permusyawaratan! Kuharap kalian memperhatikan persoalan yang hendak kami sampaikan kepada kalian dalam sejumlah nasihat dan sepuluh kalimat: Pertama, nikmat ilahi yang sangat besar dengan memberikan kemenangan kepada kalian patut dibalas dengan rasa syukur agar ia tetap terpelihara dan bertambah. Pasalnya, jika nikmat tersebut tidak disambut dengan rasa syukur ia pasti segera lenyap dan terputus. Kalian telah membela Alquran dari serangan
102) Pesan ini disampaikan dalam Dewan perwakilan Rakyat Turki pada tanggal 19 Januari 1923 (1339 H). Ia tersimpan dalam arsip Dewan. Ketika itu negara sedang berada di persimpangan jalan. Pesan ini memberikan pengaruh yang besar sehingga banyak di antara wakil rakyat yang melaksanakan kewajiban agama. Semuanya disebarkan dalam bahasa Turki dalam satu buku. Kemudian kami terjemahkan ia secara lengkap.

Badiuzzaman Said Nursi

| 201

musuh dengan ijin Allah, maka kalian harus melaksanakan perintah-Nya yang sangat tegas; yaitu salat lima waktu. Hal itu agar karunia dan cahaya-Nya terus bersama kalian dalam bentuk yang luar biasa semacam ini. Kedua, kalian telah membuat dunia islam gembira dengan kemenangan ini. Kalian juga mendapat simpati dan sambutan dari mereka. Namun simpati ini akan terus terpelihara kalau kalian tetap melaksanakan syiar-syiar Islam. Pasalnya, umat islam mencintai dan memberikan simpatinya kepada kalian karena Islam. Ketiga, kalian telah memimpin para pejuang dan syuhada di dunia ini di mana mereka berposisi sebagai wali yang saleh. Karena itu, sudah sepantasnya orang seperti kalian berusaha dan berupaya keras untuk melaksanakan semua perintah Alquran agar bisa bersama orang-orang mulia itu dan menyertai mereka di alam tersebut. Jika tidak, kalian terpaksa harus meminta bantuan dari prajurit yang paling rendah di sana, padahal di sini kalian merupakan pimpinan. Dunia ini berikut popularitas dan kemuliaan yang terdapat di dalamnya tidak layak menjadi kesenangan yang membuat orang-orang semacam kalian menjadi puas; apalagi menjadi tujuan akhir dan titik pencapaian ilmu. Keempat, umat islam meskipun sebagiannya tidak melaksanakan salat, namun mereka ingin kalau para pemimpin mereka adalah orang-orang saleh yang bertakwa, bahkan walaupun mereka fasik. Lebih dari itu, yang pertama kali ditanyakan oleh penduduk Kurdistan yang berada di wilayah timur adalah perihal salat mereka. Jika para pemimpinnya termasuk yang menegakkan salat, mereka senang dan menjadi percaya. Jika tidak, pejabat berwenang akan terus diragukan meski mampu melaksanakan berbagai kewajibannya. Mereka berkata, Jika pemimpin kami tidak menegakkan salat dan meminum khamar, bagaimana kami bisa memenuhi perintah orang-orang seperti mereka yang tidak agamis? Perlu diketahui bahwa yang mengucapkan perkataan semacam ini adalah mereka yang tidak menunaikan salat, bahkan para pencoleng. Kelima, kemunculan sebagian besar nabi di wilayah Timur

202 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dan sebagian besar filosof di wilayah Barat merupakan perlambang ilahi bahwa yang membangkitkan dan meluruskan dunia Timur adalah agama dan kalbu; bukan akal dan filsafat. Maka, selama kalian ingin membangunkan dan menyadarkan Timur, berikan satu jalan yang sesuai dengan fitrah mereka. Jika tidak, segala upaya kalian akan menjadi sia-sia atau bersifat artifisial dan sementara. Keenam, musuh kalian dan musuh Islam yang berasal dari bangsa perancisapalagi Inggristelah memanfaatkan sikap kalian yang mengabaikan agama. Bahkan bisa dikatakan bahwa mereka yang memanfaatkan sikap mengabaikan agama kalian itu telah menimpakan bahaya kepada Islam sebanyak musuh kalian. Karena itu, demi kemaslahatan Islam dan keselamatan umat kalian harus merubah sikap mengabaikan kepada amalamal nyata. Kalian telah mengetahui bagaimana para pemimpin komite persatuan dan kemajuan telah dicemooh oleh umat secara internal meski mereka telah memberikan pengorbanan dan mempersembahkan tekad serta keberanian sehingga pada titik tertentu menjadi sebab kebangkitan Islam. Hal itu lantaran ada sebagian dari mereka yang tidak memperhatikan agama dan syiar-syiarnya. Sementara, umat Islam di luar memberikan penghargaan dan penghormatan lantaran tidak melihat sikap mengabaikan agama yang ditunjukkan oleh para pemimpin tersebut. Ketujuh, meski dunia kafir bisa menyerang dunia Islam sejak beberapa waktu yang lalu, namun mereka tidak mampu mengalahkan secara agama meski memiliki berbagai potensi, kemampuan, dan sarana peradaban, filsafat, pengetahuan, berikut para propagandisnya. Sehingga kelompok sesat yang berada di dalam tetaplah minoritas. Karena itu, di saat Islam masih menjaga soliditas dan imunitasnya lewat kalangan ahlu sunnah wal jamaah, aliran baru yang datang dari sisi buruk peradaban Eropa tidak mendapatkan jalan untuk masuk ke pusat dunia Islam. Dengan kata lain, gerakan revolusi baru bisa terwujud dengan tunduk pada rambu-rambu Islam. Jika tidak, takkan mungkin terwujud. Apalagi gerakan semacam ini tidak
Badiuzzaman Said Nursi

| 203

pernah terjadi sebelumnya. Andaipun pernah terjadi, ia cepat pudar dan menghilang. Kedelapan, aktivitas yang positif dan konstruktif tidak bisa dilakukan dengan sikap mengabaikan agama di mana peradaban Qurani sebentar lagi muncul, sementara peradaban Eropa yang sesat yang bertanggung jawab atas lemahnya agama nyaris runtuh. Aktivitas yang negatif tidak dibutuhkan oleh islam. Berbagai bencana dan musibah sudah cukup menjadi pelajaran. Kesembilan, orang-orang yang memberikan cintanya kepada kalian baik yang keluar dari hati maupun lisan serta menghargai pelayanan dan perjuangan kalian dalam perang kemerdekaan adalah mayoritas kaum mukmin; terutama masyarakat umum yang muslim dan tulus. Mereka benar-benar mencintai kalian, merasa bangga dengan kalian, menyokong kalian dengan ikhlas, menghormati pengorbanan kalian, serta membantu kalian dengan kekuatan yang mereka miliki. Adalah tugas kalian untuk melakukan komunikasi dan hubungan dengan mereka untuk mengikuti perintah Alquran dan untuk kemaslahatan Islam. Jika tidak, sikap mengutamakan pihak-pihak yang meninggalkan Islam dan terpisah dari umat yang ditunjukkan oleh para pengekor Eropa berarti menafikan kemaslahatan Islam secara total. Dunia Islam akan mengarahkan pandangannya ke sisi lain untuk meminta bantuan dan pertolongan. Kesepuluh, jika di sebuah jalan terdapat sembilan kemungkinan untuk binasa dan satu kemungkinan saja untuk selamat, maka jalan tersebut tidak akan dilalui kecuali oleh orang gila yang tidak peduli lagi dengan hidupnya. Dalam menjalan kewajiban agama seperti sholat terdapat keselamatan sebesar sembilan puluh sembilan persen. Apalagi pelaksanaan kewajiban itu hanya memakan waktu tidak lebih dari satu jam sehari. Ia berbanding satu kemungkinan bahaya yang menimpa dunia lantaran lalai dan malas. Adapun sikap meninggalkan kewajiban mengandung kemungkinan bahaya sebesar sembilan puluh sembilan persen berbanding satu persen kemungkinan selamat lantaran lalai dan tersesat. Maka, apa pasal dan alasan meninggalkan kewajiban yang bisa membahayakan agama dan dunia sekaligus?! Bagai-

204 |

Al-Matsnawi An-Nuri

mana semangat mengizinkan hal itu? Sikap dan perilaku para pejuang yang duduk dalam Dewan Perwakilan ini sangat penting karena akan diikuti. Umat bisa mengikuti kekeliruan mereka atau mengkritik mereka. Keduanya penuh dengan bahaya. Artinya, ketika mereka menjaga hak-hak Allah dan menunaikan berbagai kewajiban, berarti mereka juga menjaga hak-hak hamba. Upaya optimal tidak akan berhasil apabila mereka senang menerima bisikan jiwa dan gangguan setan sementara tidak mau mendengar penjelasan gamblang dan petunjuk cemerlang (Alquran). Pondasi pertama bagi revolusi besar harus kuat dan kokoh. Susbtansi Dewan Perwakilan ini sebenarnya mewakili makna kesultanan dengan kekuatan yang dimilikinya. Jika parlemen ini tidak mewakili makna khilafah dengan melaksanakan syiar-syiar Islam, serta tidak menyuruh pihak lain untuk menunaikannya; atau dengan kata lain jika ia tidak mampu mempersembahkan substansi khilafah dan tidak memenuhi kebutuhan agama umatdi mana sekarang berada dalam kondisi fitrah yang rusak dan sangat membutuhkan agama melebihi kebutuhan terhadap fasilitas duniamaka ia harus memberikan substansi khilafah sesuai namanya. Kekuatan juga harus dimunculkan untuk menjaga substansi tersebut. Kenyataannya apabila kekuatan itu tidak berada di tangan Parlemen dan tidak datang darinya, ia menimbulkan perpecahan. Tongkat ketaatan menjadi terbelah sehingga bertentangan dengan perintah Alquran yang berkata, Berpeganglah kalian semua kepada tali Allah dan jangan berpecah belah!103 Masa kini adalah masa berjamaah. Sosok maknawiyah yang merupakan ruh jamaah lebih luat dan lebih kokoh daripada sosok pribadi. Ia lebih mampu menerapkan hukum-hukum syariat. Sosok khalifah dapat menunaikan tugasnya dengan bersandar kepada ruh maknawiyah tadi. Sosok maknawiyah memantulkan ruh bersama. Jika ia lurus, sinarnya akan lebih terang dan lebih cemerlang daripada sosok pribadi. Namun, jika rusak, keru103) Q.S. Ali Imran: 103.

Badiuzzaman Said Nursi

| 205

sakannya akan menyebar lebih dari itu. Kebaikan dan keburukan hanya terbatas pada pribadi, sementara dalam jamaah ia tidak terbatas. Karena itu, janganlah kalian menghancurkan kebaikan yang dimenangkan terhadap luar dengan berbagai keburukan internal. Kalian lebih mengetahui bahwa musuh abadi kalian senantiasa berusaha menghancurkan syiar-syiar Islam sehingga kalian harus menghidupkan syiar ini sekaligus menjaganya. Jika tidak, berarti secara tanpa sadar kalian membantu musuh yang memang sedang bersiap-siap menghabisi kalian. Sikap mengabaikan terhadap syiar agama menunjukkan kelemahan umat. Kelemahan ini mendorong musuh untuk menyerang kalian. Cukuplah Allah bagi kami. Dia Sebaik-baik Pelindung, Sebaik-baik Pemelihara, dan Sebaik-baik Penolong.

206 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Lanjutan Butir

LAUTAN ALQURAN rts


Siapa yang hidupnya untuk Allah, segala sesuatu akan baik untuknya Siapa yang hidupnya bukan untuk Allah, segala sesuatu akan berbahaya untuknya Alam baru bermanfaat dengan meninggalkan segalanya serta dengan memperhatikan bahwa segala sesuatu berasal dariNya dan kembali kepada-Nya.

PENJELASAN TUJUAN
Wahai yang membaca delapan risalahku yang berbahasa Arab!
104

Ketika pertama kali menuliskannya, ia kutujukan untuk diriku. Kemudian terlintas dalam benak ini bahwa di antara bentuk syukur terhadap nikmat ini adalah menyebarkannya. Semoga banyak orang yang mendapatkan manfaat darinya. Kemudian setelah menelaahnya kembali, aku mendapati rahasia yang semula agak ragu untuk diungkapkan. Namun, saat ini akan keinginan dalam hati untuk mengungkapkannya. Yaitu:

104) Yaitu tetes, lanjutannya, benih, aroma, benih, dan lanjutannya, butir, dan lanjutannya, serta sejumlah tulisan tambahan seperti: titik, kilau, dan cahaya.

Badiuzzaman Said Nursi

| 207

Aku melihat persoalan dari sejumlah risalah tersebut terkait dengan keberadaan sarana dan tangga menuju keranjang cahaya yang turun dari arasy Tuhan di mana ia merupakan ayat-ayat petunjuk-Nya. Pangkal dari setiap persoalan darinya mendapatkan pijakan ayat Alquran. Meski setiap persoalannya kudapat lewat penyaksian, intuisi dan rasa, namun karena aku masuk ke dalam padang kegilaan disertai akal yang terbuka di mana ia bisa menyimpan apa yang dilihat oleh kalbu dalam standarnya, menimbang dengan neracanya, dan berpegang kepada petunjuknya, maka seluruh persoalan dalam risalah ini seolah-olah memiliki dalil dan bukti yang jelas. Karena itu, orang yang tersesat dari sisi pemikiran dan ilmu pengetahuan, bisa mengambil darinya sesuatu yang bisa menyelamatkan dari pemikiran-pemikiran filsafat. Bahkan, ia bisa mengeluarkan darinya secara teratur dan jelas sejumlah akidah keimanan dan ilmu kalam baru yang sangat kuat dan kokoh guna membantah kesesatan pandangan yang terdapat di masa kini. Orang yang akal dan kalbunya bercampur atau kalbunya mengikuti akalnya yang tercerai-berai dalam cakrawala pluralitas bisa mengambil darinya sebuah jalan seperti rel yang kokoh dan amal yang bisa dilewati di bawah petunjuk Alquran. Bagaimana tidak, semua kebaikan yang terdapat dalam risalahku bersumber dari curahan Alquran. Segala puji milik Allah. Alquran menjadi pembimbing dan guruku di jalan ini. Ya, siapa yang berpegang kepadanya berarti ia berpegang kepada tali yang kokoh yang tak akan pernah putus. Bismillhirrahmnirrahm Segala puji milik Allah yang Zat-Nya suci dari segala sesuatu yang menyerupai, sifat-Nya bersih dari penyerupaan dengan makhluk; Tuhan Pencipta yang alam besar ini merupakan kreasi-Nya, alam kecil ini (manusia) merupakan hasil penciptaanNya, serta segala sesuatu merupakan bangunan, ciptaan, celupan,

208 |

Al-Matsnawi An-Nuri

lukisan, perhiasan, rahmat, nikmat, qudrat, hikmah, keagungan, pemeliharaan, makhluk, milik, masjid, dan hamba-Nya. Di sekitar celah-celahnya bahkan di setiap bagiannya terdapat tanda yang menuturkan bahwa segala sesuatu merupakan milik-Nya. Ya Allah, Penegak langit dan bumi, kami mempersaksikan kepada-Mu serta kepada pembawa arasy-Mu dan malaikat-Mu lewat kesaksian semua nabi, wali, ayat-ayat-Mu, lewat semua ciptaan dan makhluk-Mu bahwa Engkau adalah Allah; tiada Tuhan selain-Mu semata tanpa ada sekutu bagi-Mu. Kami meminta ampunan dan bertobat kepada-Mu. Kami bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu yang Kau utus sebagai rahmat bagi semesta alam. Ya Allah limpahkan salawat kepada beliau sesuai dengan kemuliaannya dan sesuai dengan rahmat-Mu. Juga kepada keluarga, dan seluruh sahabatnya. Ketahuilah bahwa wujudmu berikut perlengkapannya yang Allah anugerahkan padamu tidak lain merupakan bentuk amanah; bukan pengalihan kepemilikan. Engkau bisa mempergunakan semua yang Dia berikan sesuai dengan keinginan Zat yang memberi; bukan sesuai keinginanmu. Sama seperti orang yang menjamu tamunya. Si tamu tidak boleh bersikap atau melakukan sesuatu yang tidak dikehendaki oleh tuan rumah. Ketahuilah wahai yang tidak mempercayai adanya pengumpulan makhluk di mahsyar, tidakkah engkau melihat berbagai bentuk mahsyar, kebangkitan, dan kiamat kecil di hadapanmu yang jumlahnya tak terhingga. Mengapa engkau mengingkari kiamat besar padahal telah menyaksikan begitu banyak kiamat pada setiap tahun bahkan pada setiap pohon yang berbuah dan berbunga. Jika ingin benar-benar yakin, bawalah akalmu pada akhir musim semi dan panas menuju bawah pohon beri dan aprikot. Lalu lihat bagaimana buah-buahan yang manis dan segar itu dikeluarkan dan dibangkitkan. Ia seperti buah yang telah mati pada tahun sebelumnya. Buah yang bertebaran dan tersenyum di hadapanmu itu merupakan saudara dari buah yang telah mati serta yang sejenisnya seolah-olah sama. Kemudian perhatikan pohon berikut sifatnya yang kering, keras, dan kecil
Badiuzzaman Said Nursi

| 209

serta saluran pembawa rezeki bagi bunga dan buahnya yang sempit, bagaimana pohon tersebut berubah menjadi alam yang menakjubkan. Ia memberikan gambaran kepada orang yang memerhatikannya, Ketika kubur-kubur dibongkar (dibangkitkan).105 Jadi, tidak ada yang sulit bagi kekuasaan yang dari pohon kering ini menyebarkan berbagai ciptaan halus. Kami beriman. Ketahuilah bahwa kandungan setiap surat Alquran yang berisi keterangan global mengenai tujuan dan kisah terpenting yang terdapat pada keseluruhan Alquran adalah agar orang yang membaca satu surat juga bisa memahami tujuan penurunannya. Sebab di antara kaum muslimin yang mendapat beban terdapat orang yang buta huruf, tidak mengerti, atau hanya bisa membaca satu surat pendek. Dari cahaya kemukjizatan ini surat Alquran menjadi seperti Alquran yang utuh bagi yang membacanya. Ketahuilah bahwa Zat Yang Mahaesa yang berbuat pada banyak makhluk tidak harus bersentuhan dan berbaur bersama mereka; apalagi ada perbedaan substansi. Zat yang berbuat pada banyak makhluk sama seperti pimpinan yang berbuat kepada pasukan. Dengan satu kehendak dan satu perintah apa yang dilakukan bisa terwujud tanpa ada percampuran. Andaikan tugas-tugas kepemimpinan itu diserahkan kepada pasukan, tentu harus dengan cara turun ke lapangan atau merubah diri kepada substansi pimpinan. Dengan kedudukan-Nya yang Mahasuci, bersih, tinggi, dan agung Dia berbuat kepada kita seperti yang Dia kehendaki. Dia seperti mentari yang dekat dengan kita, namun kita jauh dari-Nya. Ketahuilah wahai yang merasa nyaman dan puas dengan dunia, engkau seperti orang yang turun menggelinding dari atas istana. Lalu istana itupun runtuh terbawa bah. Sementara, air bah tersebut mengalir deras dari atas gunung. Gunung itupun jatuh akibat gempa hingga ke dalam bumi. Walhasil istana kehidupan runtuh. Usia bergerak cepat bagaikan kilat nyaris mengantarmu ke liang lahat. Perjalanan waktu begitu cepat berlalu sehingga mencengangkan akal. Perahu bumi berjalan
105) Q.S. al-Infithr: 4.

210 |

Al-Matsnawi An-Nuri

bagaikan awan. Siapa yang berada di dalam kereta, bergerak dengan cepat sembari mengulurkan tangannya di tengah jalan kepada bunga-bunga berduri yang berada di pinggir jalan hingga duri itu mengoyak tangannya. Maka, tidak ada yang perlu dicela kecuali dirinya. Jika demikian kondisinya jangan kau arahkan pandangan dan tanganmu kepada bunga kehidupan dunia. Sebab, duri-duri derita perpisahan akan mengoyak hati di saat bersua; apalagi di saat benar-benar berpisah. Wahai jiwa yang memerintahkan kepada keburukan, sembahlah dan mintalah kepada siapa yang kau kehendaki. Adapun diriku hanya akan menyembah Zat yang telah menciptakanku dan menundukkan mentari, bulan, langit, dan pohon untukku. Aku hanya meminta pertolongan kepada Zat yang mengangkutku pada kapal usia yang berenang di angkasa takdir sekaligus menundukkan kapal yang terbang di antara bintanggemintang. Dia menaikkanku ke kereta waktu yang berjalan secepat kilat di muka bumi di bawah gunung kehidupan menuju pintu kubur di jalan keabadian. Dengan ijin-Nya aku duduk dan mengenang gerbong hari ini yang ujungnya bersambung dengan rangkaian masa lalu dan masa mendatang. Aku hanya berdoa dan meminta perlindungan kepada Zat yang menetapkan berbagai ketentuan yang menggerakkan kapal bumi, yang menghentikan putaran zaman dengan mengumpulkan mentari dan bulan, yang mengokohkan dunia yang cepat berubah dan runtuh dari ketinggian wujud menuju kedalaman lembah alam fana dengan mengganti bumi dengan selainnya. Pasalnya aku memiliki sejumlah harapan dan tujuan yang terkait dengan segala sesuatu. Harapanku terus menempel di atas sesuatu yang dilalui oleh perjalanan waktu dan ditinggalkan oleh dunia. Aku memiliki hubungan dan kenikmatan dengan kebahagiaan yang dirasakan oleh penduduk langit dan bumi yang saleh. Aku hanya beribadah kepada Zat yang sebagaimana mendengar bisikan paling halus serta meluruskan harapan dan kecenderungan kalbuku yang paling samar, Dia juga menetapkan kebahagiaan abadi manusia yang diinginkan oleh akal dan hayalan dengan menegakkan kiamat dan mengganti dunia
Badiuzzaman Said Nursi

| 211

dengan akhirat. Tangan-Nya menggapai atom dan mentari. Atom tersebut tidaklah menjadi remeh sehingga lepas dari pantauanNya, sementara mentari itupun bukan sesuatu yang besar bagi kekuasaan-Nya. Apabila engkau telah mengenal-Nya, tentu segala derita akan berubah menjadi nikmat. Sebaliknya, tanpa Dia pengetahuan hanya menghasilkan ilusi dan hikmah membuahkan sakit. Ya, tanpa cahaya-Nya semua wujud akan menangisimu, cahaya menjadi gelap, yang hidup menjadi mati, nikmat menjadi derita. Orang-orang yang dikasihi akan berubah pula menjadi musuh, keabadiaan berubah menjadi bencana, kesempurnaan akan siasia, usia hilang begitu saja, kehidupan menjadi siksa, akal menjadi hukuman, serta harapan akan meratap karena lara. Siapa yang hidupnya untuk Allah, segala sesuatu akan berpihak padanya. Siapa yang hidupnya bukan untuk Allah, segala sesuatu akan berbahaya baginya. Alam baru bermanfaat dengan meninggalkan segalanya serta dengan memperhatikan bahwa segala sesuatu adalah milik-Nya. Dia yang menciptamu dengan bentuk yang berbagai lingkaran kebutuhan saling menyatu mengelilingimu. Dia menyiapkanmu dalam memenuhi kebutuhan terkecil yang setengahnya berupa juluran tanganmu dan menyiapkanmu dalam memenuhi sebagian yang lainnya sejarak antara azali dan abadi serta bumi dan arasy cukup dengan doa. Andai tidak ada doa darimu, Tuhan tidak akan memedulikanmu.106 Anak kecil memanggil kedua orang tuanya terkait dengan sesuatu yang tak bisa dijangkau tangannya. Nah, seorang hamba menyeru Tuhannya terkait sesuatu yang tak mampu ia raih. Ketahuilah bahwa kesempurnaan kreasi segala sesuatu merupakan rahasia keesaan. Kalau bukan karena keesaan yang tak disertai distribusi dan keterpilahan tentu kondisi ciptaan akan sangat berbeda-beda. Hal itu sama seperti satu mentari dan keberadaannya lewat manifestasinya pada setiap yang terkena cahayanya, mulai dari partikel yang bening hingga lautan.
106) Q.S. al-Furqn: 77.

212 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Rahasia ini bisa dilihat pada mentari yang tenang, terikat, terbatas, dan mati yang merupakan satu tetes bercahaya lewat manifestasi nyala nama an-Nur (Maha bercahaya). Apalagi Mentari azali, Raja abadi, Zat yang Maha Berdiri sendiri, Yang Kekal, serta Wajib ada dan esa, Yang Mahahidup dan Mahakuasa. Allah memiliki perumpamaan yang paling mulia. Kesatuan cahaya yang menyeluruh menunjukkan keesaan-Nya, serta keberadaan mentari berikut manifestasi cahayanya pada setiap partikel dan atom menunjukkan keesaan-Nya perhatikanlah baik-baik! Ketahuilah! Di antara bukti keesaan yang paling benar adalah: Keesaan dalam segala hal mulai dari atom-atom sel di matamu hingga keesaan alam. Kerapian yang paling sempurna dalam segala hal berikut potensinya yang ditanamkan lewat pena qadha dan cetakan qadar. Kemudahan mutlak dalam mencipta segala sesuatu. Kemudahan tersebut menunjukkan bahwa wujud Pencipta bukan berasal dari jenis wujud ciptaan; tetapi pasti jauh lebih kokoh.

Ketahuilah bahwa bumi telah memberimu kenikmatan dan harta yang berada di tangannya dengan sangat murah. Andaikan kenikmatan merupakan harta milik dunia yang berharga, tentu engkau tidak bisa membeli satu delima meski dengan seluruh yang kau miliki sebab ia berasal dari seluruh bumi lewat beragam pohon dan ladangnya. Pada setiap benih Penciptanya tampak memberikan perhatian kepadanya sekaligus menghiasnya dengan sangat rapi. Dia kumpulkan di dalamnya semua yang terkumpul dengan perasaan yang sempurna dan kemahiran yang penuh hikmah. Dia memperlihatkannya dengan sejumlah warna, rasa, dan aroma guna menarik perhatian pembeli. Andaikan ia bukan ciptaan Zat yang sama sekali tidak berat dan sulit dalam menciptakannya di mana sama saja bagi-Nya antara benih dan taman, serta atom dan mentari, tentu tidak akan menjadi demikian. Sebab, Pencipta benih anggur dan delima yang diciptaBadiuzzaman Said Nursi

| 213

kan untuk memenuhi selera sementara sejumlah serangga dan binatang, tak memiliki perasaan, kehendak, pengetahuan, pilihan, dan kesempurnaan sehingga ia demikian murahnamun kreasi yang sangat rapi dan penuh hikmah menyanggah asumsi tersebut. Atau, Penciptanya adalah Zat yang wajib ada, Mahakuasa, Maha mengetahui, Maha Bijaksana, yang di tangan-Nya tergenggam kerajaan segala sesuatu. Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu cukup berkata kepadanya, Jadilah! Maka, terjadilah ia.107 Allah tidak menciptakan dan membangkitkan kalian (dari dalam kubur) melainkan hanya seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.108 Setiap ciptaan memiliki hikmah dan tujuan yang mengarah kepada manifestasi nama-Nya dan rahasia perbuatan-Nya, di luar manfaat parsial yang didapat oleh manusia. Tidak mungkin sumber dari karunia ini adalah kekuatan yang buta yang menghasilkan berbagai buah secara kebetulan. Pasalnya, karakteristiknya yang teratur dan penuh hikmah, serta sifat-sifatnya yang rapi dan memiliki cita rasa menolak adanya proses kebetulan dengan keras. Segala kemurahan dan kemudahan, baik dari kuantitas maupun kualitas, berikut kerapian dan keseimbangannya baik secara individu maupun caranya membuktikan kedermawanan, kebijaksanaan, dan kemahakuasaan mutlak Allah yang nikmatNya mencakup segala sesuatu. Mahasuci Zat yang telah mengumpulkan kedermawanan mutlak dan puncak kebijaksanaan, serta memasukkan karunia yang tak terbatas pada tatanan-Nya yang sangat, neraca yang cermat, dan keadilan yang tepat, berupa organ sensorik. Organ inilah yang membuat gajah menolak serangga yang menggigit bagian tubuhnya yang besar, serta membuat manusia yang sombong terganggu oleh gigitan nyamuk sehingga berusaha
107) Q.S. Yasin: 82. 108) Q.S. Luqman: 28.

214 |

Al-Matsnawi An-Nuri

membunuhnya di mana Amat lemahlah yang menyembah dan Amat lemah (pulalah) yang disembah.109 Murka laut, marah angin topan, dan hawa dingin yang menyengat hilang berkat doa lirih yang berasal dari kalbu pilu seorang anak yang selamat ketika berada di atas papan yang pecah di laut berombak, Siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya. 110 Doa itu didengar oleh Zat yang mendengar bisikan kalbu, serta mengendalikan gerakan matahari dan bulan. Ketahuilah wahai yang tertipu dengan sebab, penciptaan sebab, penetapan hukum sebab-akibat, serta penyiapannya lewat perangkat penciptaan akibat, tidak lebih mudah, lebih utama, lebih sempurna, dan lebih mulia daripada penciptaan akibat di saat keberadaan sebab dengan kalimat kun (jadilah) oleh Zat yang atom dan mentari sama saja bagi-Nya. Ketahuilah wahai kalbu, derita akibat berpisah yang tampak memenuhi dunia tidak lain merupakan kemunculan berulang dari contoh semisal. Dalam perpisahan jika disertai iman akan terdapat nikmat akibat kemunculan kembali; bukan derita akibat hilang. Karena itu, berimanlah, pasti engkau merasa aman. Berserah dirilah pasti engkau selamat. Ketahuilah, fanatisme golongan tidak lain merupakan bentuk kelalaian bertumpuk, kesesatan, riya, dan kezaliman yang saling menopang. Akhirnya, makhluk berikut ajarannya menjadi sesembahan, naudzu billah. Adapun semangat keislaman merupakan cahaya yang bergerak dan terpantul dari cahaya iman. Ketahuilah wahai yang sibuk berdebat dengan kaum atheis, kelompok yang ragu, dan pengekor Barat. Engkau sedang dalam bahaya besar jika jiwamu tidak bersih karena dirimu secara tidak sadar dan bertahap terbawa oleh para musuh. Debat yang jujur dan objektif sangat berbahaya bagi jiwa ammrah bis-su (yang memerintahkan kepada keburukan). Pasalnya, dengan terus membiarkan diri jatuh ke dalam permusuhan, dalam benaknya
109) Q.S. al-Hajj: 73. 110) Q.S. an-Naml: 62.

Badiuzzaman Said Nursi

| 215

akan muncul musuh bayangan yang melahirkan lintasan kritikan yang menjadi wakil musuhnya dari dalam. Akhirnya, setan menetap dalam lintasan tersebut. Namun, jangan putus asa jika niatmu memang tulus. Apabila engkau merasakan kondisi tersebut, arahkan jihad untuk melawan musuh terbesarmu yang berada di dalam diri. Engkau harus banyak bersimpuh dan meminta ampunan. Ketahuilah bahwa semua perangkat, makhluk hidup, dan pekerja bodoh yang dipergunakan untuk membangun istana menakjubkan milik raja agung, setiap yang melihatnya akan mengetahui bahwa mereka tidak bekerja untuk dirinya; tetapi untuk orang yang mempekerjakannya sesuai dengan tujuannya yang tinggi, luas, dan halus yang tak mampu dijangkau oleh para kalangan berilmu sekalipun, apalagi oleh masyarakat awam, binatang, dan benda mati. Demikian pula orang yang melihat tampilan bunga yang menarik pandangan makhluk. Tentu mereka meyakini kalau bunga-bunga itu adalah petugas Zat Yang Maha Bijaksana dan Mahamulia. Mereka bertugas memberikan pelayanan dan keramahan kepada para tamu yang datang dengan ijin-Nya ke bumi-Nya. Ya, cita rasa yang dimiliki oleh bunga dan binatang, apa gerangan tujuan dari goresan penuh hikmah dan halusnya kemurahan yang tertanam dalam tampilan bunga dan hiasannya serta dalam perkembangan binatang dan manfaatnya? Semua itu tidak lain merupakan bentuk pengenalan Tuhan Yang Maha Pemurah dan bentuk kebaikan-Nya kepada hamba dan tamuNya. Ketahuilah wahai jiwa yang malang, engkau mencari semua kebutuhan seluruh tingkatan yang berbeda-beda, keperluan semua indera pada masing-masingnya, serta cita rasa perangkat halus pada tingkatan setiap perangkat, kilau setiap nama-Nya yang indah pada setiap nama, keagungan pemberi pengaruh di balik setiap ciptaan, serta karakteristik makna eksternal pada pengertian yang terlintas di benak. Maka, carilah dari setiap yang sesuai dengannya agar tidak dijerumuskan oleh ilusi. Ketahuilah bahwa jika engkau melihat dirimu dengan

216 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kebesarannya engkau harus melihat kepada sesuatu yang lebih besar daripada dirimu, entah langit dan yang lainnya. Apabila engkau melihat yang lebih kecil daripada dirimu entah kutu atau serangga, lihatlah sel-sel badanmu dan masuklah ke dalam salah satunya. Kemudian perhatikan ia hingga engkau melihat nyamuk dan yang lebih besar daripadanya agar tidak luput darimu urgensi hikmah, rahmat, nikmat, dan bagusnya kreasi yang terdapat pada dirimu. Jika engkau melihat nikmat tak terhingga yang diberikan padamu, lihatlah kebutuhanmu, kelemahanmu, dan hikmat di balik nikmat yang ada agar nikmat tersebut tidak diremehkan. Ya. Apakah rasa butuhmu kepada mata berkurang lantaran adanya mata pada semua binatang? Tentu tidak. Justru rasa butuh tersebut semakin bertambah. Ketahuilah bahwa kehidupan yang terdapat pada setiap makhluk memiliki tujuan yang tak terhingga, satu kembali kepada makhluk hidup dan yang lain kembali kepada Zat Yang Menghidupkan sebanyak kepemilikan-Nya yang tak terkira. Orang besar tidak boleh sombong kepada yang kecil. Tidak ada yang sia-sia dalam realitas hidup. Kesia-siaan hanya terdapat dalam pandangan manusia yang tertipu yang mengira bahwa segala sesuatu untuk kepentingan dan keinginannya. Ia menganggap tidak ada gunanya kecuali yang kembali kepadanya. Ya, jamuan yang terhidang di atas bumi merupakan bentuk kemurahan untuk manusia sesuai dengan rahasia pengangkatannya sebagai khalifah. Namun, hal itu dengan syarat harus sesuai dengan kemurahan tadi; bukan semata-mata untuknya dan untuk kepentingannya. Ketahuilah barangkali ada yang berbisik kepadamu, Engkau adalah salah satu di antara sekian banyak binatang yang jumlahnya tak terhingga. Semut adalah saudaramu. Lebah juga saudaramu. Engkau sangat jauh dari Zat yang melipat langit, Sebagaimana menggulung lembaran - lembaran kertas.111 Padahal pada hari kiamat seluruh bumi berada dalam genggaman-Nya dan langit
111) Q.S. al-Anbiy: 104.

Badiuzzaman Said Nursi

| 217

digulung dengan tangan kanan-Nya.112 Maka jawablah ia, Kelemahanku, kefakiranku, dan kehinaanku yang tak terhingga disertai pengetahuanku tentang-Nya menjadi cermin bagi kekuasaan-Nya, kekayaan-Nya, dan kemuliaan-Nya yang tak terhingga. Inilah yang membuatku naik dari kedudukan hewani. Di antara tuntutan keagungan-Nya yang sempurna dan kekuasaan-Nya yang mencakup adalah ketika Dia mendengar seruanku, melihat kebutuhanku, di mana pengaturan langit dan bumi tak membuat-Nya lalai dari mengatur keadaanku yang hina. Ketidakmampuan manusia menjangkau hal-hal kecil bukan bersumber dari keagungan-Nya; namun bersumber dari keterbatasan dan kelemahan manusia itu sendiri. Tidakkah engkau menyaksikan setiap benih; bahkan setiap tetesan dan partikel kaca berisi bayangan mentari. Andaikan mereka bisa berbicara, tentu masing-masing akan berkata, Mentari tersebut adalah milikku, ada padaku, dan bersamaku. Tidak ada yang bersaing dan berlomba dengan partikel-partikel terkait hubungannya dengan mentari; entah itu planet atau lautan. Sesuai dengan tingkat pengetahuan kita tentang kefakiran dan kehinaan kita yang tak terbatas, sejauh itu pula kedekatan kita bertambah. Betapa indah kesesuaian antara makhluk yang kefakiran dan kelemahannya tak terhingga dan Zat yang kekuasaan, kemuliaan, dan keagungan-Nya tak terhingga. Mahasuci Zat yang memasukkan puncak kelembutan dalam puncak keagungan, puncak kasih sayang dalam puncak kegagahan, mengumpulkan puncak kedekatan dengan puncak kejauhan, mempersaudarakan antara pertikel dan mentari, serta memperlihatkan kekuasaan-Nya dengan sejumlah kebalikannya. Perhatikanlah bagaimana pengaturan langit dan bumi tidak melalaikan-Nya dari indahnya pemeliharaan terhadap kutu dan serangga. Pengaturan daratan dan lautan tidak melalaikan-Nya dari penciptaan lebah dan burung terkecil, serta dari burung, dari menghidupkan ikan-ikan kecil di dalam laut. Kerasnya terpaan
112) Q.S. az-Zumar: 67.

218 |

Al-Matsnawi An-Nuri

badai di daratan dan murka laut tidak menyibukkan-Nya dari berbuat baik secara sempurna kepada hewan yang paling samar, yang paling lemah, dan paling kecil yang tinggal di tempat paling tersembunyi di kedalaman lautan dan deras ombaknya, serta di gelap malam dan gelap awan-Nya. Senyum kasih sayang terlihat di celah-celah murka lautan dan di balik wajahnya yang masam. Pasalnya, laut ini menyeru lewat seruannya yang luas, Wahai Yang Mahaagung, wahai Yang Mahabesar, wahai Allah. Mahasuci Engkau. Betapa agung kebesaran-Mu. Binatang kecil tersebut menyertainya dengan ucapannya yang pelan, Wahai Yang Mahalembut, Wahai Yang Maha Pemurah, wahai Yang Maha Pemberi rezeki, wahai Yang Maha Penyayang, wahai Allah, Mahasuci Engkau. Betapa lembut kebaikan-Mu. Dalam kedua zikir yang saling beriringan itu serta dua tasbih yang saling berpadu terdapat bentuk pengabdian yang halus dan ubudiyah yang mulia kepada Zat Yang Mahaesa. Ketahuilah bahwa yang terpenting dan yang paling wajib setelah pengetahuan tentang iman adalah amal saleh. Pasalnya Alquran yang bijak selalu befirman, Orang-orang yang beriman dan beramal saleh. Ya. Usia yang singkat ini tidak cukup kecuali untuk sesuatu yang lebih penting. Adapun ilmu-ilmu alam yang bersumber dari negeri asing cukup berbahaya, kecuali kalau memang ada kebutuhan mendesak dan untuk keperluan kreasi. Ya Allah yang Maha Pengasih dari seluruh yang pengasih Kasihi umat Muhammad saw dan terangi hati umat Muhammad saw Dengan cahaya iman dan Alquran Pancarkan petunjuk Alquran Agungkan syariat Islam Amin!

Badiuzzaman Said Nursi

| 219

220 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Risalah Keenam

BENIH BIJI BUAH TAMAN ALQURAN rts


Benih tersebut berkata: Aku adalah tangkai pohon yang membawa buah tauhid Serta tetes embun dari laut yang penuh dengan permata keagungan113

PENJELASAN TUJUAN
Ada yang memberitahu kalau orang-orang berkata, Banyak dari kandungannya yang tidak kami pahami sehingga menjadi sia-sia. Menurutku, insya Allah ia tidak sia-sia. Dengan kehendak Zat pemegang kunci perbendaharaan segala sesuatu akan tiba waktunya sebagian besar pemikir yang taat untuk memahaminya. Pasalnya, sebagian besar persoalan ini merupakan obat dari Alquran yang pernah kucoba pada diriku. Hanya saja, banyak manusia yang tidak memahami seperti yang kupahami. Karena keliru jalan, diriku mulai dari kepala hingga kaki, penuh dengan beragam luka. Orang yang sehat di mana kalbunya hidup tidak
113) Risalah ini dicetak pertama kali di percetakan Awqaf Islamiyyah di Istambul tahun 1340 H (1922 M)

Badiuzzaman Said Nursi

| 221

memahami tingkat pengaruh sebuah balsem untuk yang sedang sakit akibat gigitan ular hawa nafsu sebagaimana yang ia pahami. Selain itu, dalam kesempatan ini aku tidak berada dalam posisi menjelaskan lantaran tak mampu atau khawatir melakukan perubahan. Karenanya, aku menuliskan apa adanya. Juga, aku berbicara sesuai posisiku, bukan dalam posisi pendengar yang berhadapan denganku; tidak seperti pembicara lain yang menempatkan diri dalam posisi sebagai pendengar. Oleh sebab itu, kendali kitabku yang wajahnya tertuju kepadaku dan pantulannya tertuju kepada pendengar seolah-olah dibaca lewat cermin sehingga nampak sulit. Lantaran aku tidak pergi kepada posisinya, hendaknya ia mengutus hayalannya kepadaku untuk kujamu di hadapanku; tepatnya di kepalaku agar bisa melihat sebagaimana yang kulihat. Kumasukkan dalam titik, tetes berikut lanjutannya, partikel, aroma, dan benih sejumlah intuisi dan potongan cermin ketika dengan ijin Allah datang orang yang menyusunnya dengan mengeditnya. Cermin tersebut memperlihatkan wajah aynul yaqin dan intuisi yang mencerahkan cahaya haqqul yaqin. Betapa tidak, sementara ia bersumber dari limpahan karunia Alquran yang terang. Ya Allah, perlihatkan kebenaran kepada kami sebagai sebuah kebenaran serta anugerahi kami kemampuan untuk mengikutinya. Perlihatkan kebatilan kepada kami sebagai sebuah kebatilan serta anugerahi kami kemampuan untuk menghindarinya! Amin.

222 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Bismillhirrahmnirrahm

egala puji bagi Allah atas karunia agama Islam dan kesempurnaan iman. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Muhammad saw. yang merupakan sentral wilayah Islam dan sumber cahaya iman. Juga, kepada keluarga dan seluruh sahabat beliau sepanjang siang dan malam berputar dan sepanjang mentari dan bulan bersinar. Ketahuilah bahwa ketika engkau melihat alam ini sebagai kitab besar engkau melihat cahaya Muhammad saw sebagai tinta dari pena Penulisnya. Ketika engkau melihat alam ini memakai gambaran pohon, engkau melihat cahaya beliau sebagai benih darinya, kemudian sebagai buahnya. Ketika engkau melihat alam ini seolah-olah dalam bentuk seperti makhluk hidup, engkau melihat cahaya Rasul saw sebagai ruhnya. Ketika engkau melihat alam ini berubah bentuk seperti manusia besar, engkau melihat cahaya Rasul saw sebagai akalnya. Ketika engkau melihat alam ini ibarat taman bunga, engkau akan melihat cahaya Rasul saw sebagai burungnya. Ketika engkau melihat alam laksana istana indah yang tinggi dan memiliki sejumlah paviliun, akan tampak padanya kilau kekuasaan Tuhan azali, tanda-Nya yang luar biasa, manifestasi keindahan-Nya yang indah, serta ukiran kreasi-Nya yang menawan. Jadi, engkau melihat cahaya Rasul saw sebagai kacamata yang pertama-tama melihat untuk dirinya sendiri; kemudian menyeru dengan Wahai manusia, marilah melihat berbagai pemandangan yang suci dan mulia. Marilah menuju sesuatu yang kalian sukai, kagumi, hormati, dan renungi. Serta kepada berbagai tujuan mulia yang diperlihatkan kepada manuBadiuzzaman Said Nursi

| 223

sia di mana Pemiliknya menyaksikan dan bersaksi untuk mereka, mencintai dan membuatnya dicintai oleh mereka, menerangi dan memberikan penerangan untuk mereka, serta menebarkan dan memberikan limpahan karunia atas mereka. Ketahuilah bahwa manusia merupakan buah pohon penciptaan. Buah tersebut merupakan bagian yang paling sempurna, paling jauh dari bakteri, serta paling memiliki karakter komprehensif. Itulah yang membuatnya tetap terpelihara. Di antara manusia ada yang berupa benih di mana darinya Zat Mahakuasa menumbuhkan pohon tersebut. Lalu, Zat Pencipta merubah manusia sebagai buah dari pohon tadi. Setelah itu, Zat Yang Maha Pengasih menjadikan buah tersebut sebagai benih bagi pohon Islam, lentera bagi alamnya, dan mentari bagi tata suryanya. Dalam buah harus terdapat benih yang menghimpun seluruh kebutuhan pohon sebagaimana asalnya. Bentuk benih yang kecil tidak menafikan ukuran pohon yang besar sama seperti benih pohon tin. Dalam diri manusia terdapat biji yang seandainya ia merupakan buahnya, niscaya biji tadi merupakan benihnya. Ia adalah kalbu. Lewat sarana rasa butuh, di dalamnya terdapat begitu banyak relasi dengan berbagai spesies alam, bahkan dengan berbagai bagian dan partikelnya. Di dalamnya terdapat banyak keterpautan dengan seluruh cahaya nama-nama Allah yang indah lewat kebutuhannya yang mendesak pada manifestasi masing-masing darinya. Bahkan, seolah-olah diri manusia memiliki kebutuhan sebanyak bagian alam. Selain itu, ia juga memiliki musuh sepenuh dunia. Manusia baru merasa tenang dengan bersandar pada Zat yang kuasa mencukupi dan memeliharanya dari segala sesuatu. Di dalamnya juga terdapat potensi yang mencerminkan keseluruhan alam laksana peta, indeks, dan contoh. Pusatnya hanya bisa menerima Zat Yang Mahaesa dan tunggal. Ia hanya ridha dengan keabadian. Benih ini yang merupakan biji kalbu, di mana airnya berupa Islam dan cahayanya berupa iman, jika sudah nyaman berada di bawah tanah penghambaan dan keikhlasan, lalu disiram dengan Islam, dan disadarkan dengan

224 |

Al-Matsnawi An-Nuri

iman, maka ia akan menumbuhkan pohon bercahaya yang ideal yang bersumber dari alam perintah di mana ia merupakan ruh dari alam fisiknya. Jika tidak disiram, ia akan menjadi benih yang kering yang layak untuk dibakar dengan api sehingga berubah menjadi cahaya. Betapa dalam benih terdapat banyak elemen-elemen halus dan kecil yang kurang dipedulikan. Namun, ternyata jika benihnya tersingkap, masing-masing memiliki tugas penting dan besar. Begitu pula dengan benih kalbu yang merupakan para pelayan yang tersembunyi dan tidur. Apabila terbangun dan merasa nyaman dengan kehidupan kalbu, mereka akan berjalan-jalan di taman alam laksana burung angkasa. Ia juga sangat senang hingga mengucap, Segala puji bagi Allah atas seluruh ciptaanNya karena semua merupakan nikmat bagiku. Bahkan, asumsi atau hayalan yang merupakan pelayan kalbu paling lemah memiliki tugas menakjubkan. Dengannya si pemilik yang terikat dalam penjara bisa masuk ke dalam taman indah sekaligus saat melakukan salat di Timur atau di Barat ia bisa meletakkan kepalanya di bawah hajar aswad, lalu meninggalkan dua syahadat di sana. Ketahuilah bahwa segala sesuatu memiliki alam khusus dari alam yang bersifat umum ini. Ia merupakan sumber dari alam umum, namun pusatnya adalah individu; sebagai ganti dari mentari. Kunci dari alam tersebut terdapat dalam diri manusia dan bergantung pada perangkat halusnya. Warna, kejernihan, keindahan dan keburukannya, cahaya dan gelapnya tergantung kepada pusat tadi. Sebagaimana taman yang berada dalam bayangan cermin mengikuti kondisi aslinya, begitu pula dengan alam pribadi. Ia mengikuti pusatnya. Satu noda dalam kalbumu bisa mengotori bintang alammu. Ketahuilah bahwa sudah tiga puluh tahun aku berdebat dengan dua toghut: aku dan materi di alam ini. Terkait dengan aku (ego) ia merupakan cermin bayangan. Hanya saja, manusia melihatnya sebagai tujuan hakiki sehingga membangkang. Adapun materi ia merupakan kreasi ilahi dan celupan
Badiuzzaman Said Nursi

| 225

Yang Mahakasih. Namun, manusia melihatnya dengan pandangan lalai sehingga materi berubah menjadi tuhan. Akhirnya, ia melahirkan sikap kufur nikmat yang mengantarkan kepada kekufuran. Segala puji dan syukur bagi Allah. Berkat taufik-Nya dan berkat curahan Alquran, perdebatan tersebut berakhir dengan terbunuhnya kedua toghut tadi dan kehancuran dua berhala tersebut. Yakni lewat titik, tetes, partikel, aroma, biji, dan benih. Kreasi ilahi dan syariah yang bersifat fitri dan rabbani tersingkap dari hijab alam ilusi. Ia terlepas darinya; yakni siangnya dari malamnya. Aku tersingkap dari bayangan Dia. Ia terbelah menuju Dia yang mengarah kepada Zat Yang tiada yang serupa dengan-Nya. Ketahuilah wahai aku engkau memiliki sembilan hal dalam duniamu yang esensi dan akibatnya tidak kau ketahui: 1. Jasadmu ibarat buah yang segar dan indah di musim panas serta menjadi susut dan pecah di musim dingin. 2. Terkait dengan kehidupan materimu lihatlah spesies hewan, bagaimana mereka cepat mati dan lenyap. 3. Adapun kemanusiaanmu berpindah-pindah di antara kondisi padam dan terang, lenyap dan abadi. Karena itu, jagalah agar tetap abadi dengan terus berzikir mengingat Zat Yang Maha Abadi. 4. Usia hidupmu dan posturmu. Ia demikian singkat dengan batasan yang jelas; tak bisa dimajukan atau dimundurkan. Karena itu, jangan bersedih dan pilu. Jangan pula mengkhawatirkannya. Jangan bebani ia dengan sesuatu yang di luar kemampuannya berupa angan-angan panjang. 5. Wujudmu bukan milikmu. Ada Zat yang memilikinya. Semua ini adalah milik-Nya di mana Dia lebih sayang kepadanya daripada dirimu. Sikapmu yang ikut campur melakukan sesuatu di luar perintah-Nya merupakan perbuatan sia-sia dan seringkali malah berbahaya. Sikap tamak hanya membuahkan kecewa dan tidak tidur saja. 6. Musibahmu sebenarnya tidak pahit karena berlalu dengan sangat cepat. Sebaliknya, ia manis karena ia merubah

226 |

Al-Matsnawi An-Nuri

7.

8.

9.

kondisimu dari fana pada sesuatu yang fana menuju keabadian dengan Zat Yang Mahakekal. Engkau di sini sekarang adalah musafir. Kalbunya tidak terpaut dengan sesuatu yang akan segera ditinggalkan. Sebagaimana engkau akan pergi dari rumah menuju masjid, engkau juga akan meninggalkan negeri ini; entah ke dalam perutnya atau ke luarnya. Sebagaimana engkau pasti berpisah dengannya, engkau akan pergi; bahkan dikeluarkan dan diusirsuka atau tidak sukadari dunia yang fana ini. Karena itu, keluarlah dalam kondisi terhormat sebelum diusir dalam kondisi hina. Lalu terkait dengan eksistensimu, serahkan ia untuk Zat yang menciptakannya yang telah membelinya dengan harga mahal. Segera jual secepatnya; atau bahkan relakan! (1) karena ia akan hilang dengan sendirinya; (2) karena Dia adalah milik-Nya dan kembali kepada-Nya; (3) karena jika engkau bersandar padanya engkau akan jatuh pada ketiadaan. Pasalnya, ia merupakan pintu menuju kepadaNya. Jika engkau membuka dengan cara meninggalkannya, engkau akan sampai kepada wujud hakiki; (4) karena jika engkau berpegang padanya berarti di tanganmu hanya terdapat satu titik saja di mana engkau dikelilingi oleh berbagai ketiadaan. Jika engkau membuangnya, berarti engkau menggantinya dengan kilau mentari sehingga dirimu dikelilingi oleh berbagai cahaya wujud yang tak terhingga. Adapun kenikmatan dunia, maka bagianmu akan sampai kepadamu. Karena itu, jangan berlebihan dalam mencarinya. Kondisinya yang cepat lenyap tak layak bagi orang berakal untuk menjadi pautan hati. Kesudahan dunia menjadikan sikap meninggalkan kesenangannya lebih utama. Pasalnya, kesudahan dunia ini bisa mengarah kepada kebahagiaan di mana ia harus dengan meninggalkan dunia, atau mengarah kepada derita. Siapa yang sedang menantikan penyaliban, bagaimana mungkin bersenang-senang dengan menghias salib di mana hal itu hanya menambah
Badiuzzaman Said Nursi

| 227

derita?! Jika kekufuran merupakan ketiadaan, maka ia harus ditinggalkan. Pasalnya, dengan lenyapnya kenikmatan hal itu menambah rasa sakit. Sakit ini jauh lebih berati dibandingkan dengan nikmatnya hubungan jika engkau bisa merasakan. Ketahuilah bahwa berbagai musibah yang telah ditetapkan oleh ketentuan-Nya bisa mengena dirimu. Sama seperti sejumlah kambing yang dilepas dalam tanah gembala. Ketika si pengembala melihat kambingnya melewati batas ia dilempar dengan batu agar kembali. Maka, yang kepalanya terkena lemparan secara tidak langsung berkata, Kami berada di bawah kendali si pengembala. Ia lebih mengetahui kondisi kami. Karena itu, kami kembali. Iapun kembali diikuti yang lain. Karena itu, wahai diri, jangan menjadi makhluk yang lebih sesat daripada kambing itu. Ketika mendapat musibah, ucapkanlah, Inn lillhi wa inn ilayhi rjin. Ketahuilah bahwa di antara bukti bahwa kalbu tidak dicipta untuk sibuk dengan urusan dunia adalah bahwa ketika terpaut dengan sesuatu ia akan terpaut dengan sangat kuat, akan sangat perhatian dengannya, serta berusaha agar ia abadi atau fana di dalamnya secara total. Jika sudah mengulurkan tangan, tangan tadi bisa memegang dan mengangkat batu karang yang besar, padahal dunia yang ia raih dengan tangan itu tidak seberapa atau bahkan hilang percuma. Ketahuilah bahwa Alquran diturunkan diiringi dengan hidangan Tuhan. Hidangan itu berisi beragam jenis yang dibutuhkan oleh berbagai lapisan masyarakat yang memiliki selera berbeda-beda. Di dalam hidangan itu terdapat sejumlah makanan yang tersusun. Yang pertama-tama dihidangkan di atas taplak ilahi adalah rezeki untuk sebagian besar makhluk; atau masyarakat umum. Misalnya, Langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.114 Sebelumnya langit dan bumi menyatu. Yang satu bersih dan
114) Q.S. al-Anbiy: 30.

228 |

Al-Matsnawi An-Nuri

bening, sementara yang lain mati, berdebu, dan kering. Keduanya berpasangan dengan ijin Allah Swt. Yang satu menghasilkan hujan, sementara yang satunya lagi menghasilkan buah. Dalilnya, Dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Di balik keduanya terdapat sejumlah planet berikut mataharinya yang berasal dari racikan materi yang diciptakan dari cahaya Nabi saw. Dalilnya adalah hadits yang berbunyi, Yang pertama kali Allah ciptakan adalah cahayaku115 Misalnya, Apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama? Sebenarnya mereka dalam Keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.116 Yaitu, lembaran pertama yang terlihat oleh mata. Meski mereka mengakui adanya penciptaan pertama yang menakjubkan dan terlihat jelas, namun mereka mengingkari penciptaan baru yang lebih mudah. Pasalnya, sebab sudah ada contoh sebelumnya. Di balik lembaran ini terdapat petunjuk terang tentang kebangkitan sempurna yang terwujud dengan mudah. Wahai yang mengingkari mahsyar, kalian dikumpulkan dan dibangkitkan sepanjang hidup kalian selama berkali-kali. Sepanjang tahun kalian, atau sepanjang hari, kalian memakai dan melepaskan jasad ini seperti makanan pada pagi dan sore hari. Dengan begitu jasad kalian selalu tampil dalam kondisi baru sama seperti pakaian.117 Ketahuilah! Sungguh aneh diri yang bodoh ini. Ia melihat kalau dalam dirinya terdapat jejak penciptaan dan pemeliharaan oleh Tuhan Yang Maha Memilih dan Bijaksana. Lalu, ia melihat kepada seluruh makhluk dan spesies lain yang semisal dengan115) Yang pertama kali Allah cipta adalah cahaya nabimu wahai Jabir. Hadist ini diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dengan sanadnya dari Jbir ibn Abdullah dalam sebuah hadits panjang (Kasyful Khaf1/205). Di dalamnya juga disebutkan (2/ 129): Aku nabi pertama dalam yang dicipta dan yang terakhir diutus). Dalam alMaqshid disebutkan bahwa ia diriwayatkan oleh Abu Naim dalam ad-Dalil dan Ibn Ab Htim dalam tafsirnya dari jalurnya bersumber dari Abu Hurayrah r.a. secara marfu. Ia diperkuat oleh hadist Maysarah al-Fakhr yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dan al-Bukhr serta al-Baghawi, Ibn as-Sakan, dan Abu Naim dalam al-Hilyah. Al-Hakim menyebutnya sebagai hadits sahih. 116) Q.S Qaf: 15. 117) Penjelasannya dalam isyrt al-Ijaz dalam tafsir firman Allah, Terhadap akhirat mereka yakin. Penulis.

Badiuzzaman Said Nursi

| 229

nya. Dari sana tampak rahasia sunnah tersebut yang bersifat komprehensif mencakup semua. Mestinya ia percaya dengan prinsip yang bersifat komprehensif itu. Namun kenyataannya apa yang menguatkan manifestasi nama-Nya yang terdapat di cakrawala ia bayangkan sebagai sebab kelemahan, sarana penutup, tanda pengabaian, serta alamat bahwa tidak ada yang mengawasinya. Inilah kerancuan berpikir yang setan sendiri malu dengannya. Ketahuilah wahai jiwa yang resah dan gelisah, semua kondisimu yang demikian jelas, serta tulisan pada dahimu sesuai dengan pena takdir sejelas terbit dan terbenamnya mentari. Jika engkau ingin membenturkan takdir dengan kepalamu yang lemah tentu engkau akan tersungkur. Yakinlah bahwa siapa yang tidak mampu menembus langit dan bumi, harus menerima dengan suka cita pemeliharaan Zat yang, telah menciptakan segala sesuatu, dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan rapi.118 Ketahuilah di antara hal yang aneh bahwa akal yang berusaha menjangkau alam dan menembus apa yang berada di luar batas kemampuannya tenggelam dalam satu tetes, fana dalam satu partikel, lenyap dalam satu helai, serta wujud ini baginya terbatas pada sesuatu yang di dalamnya ia fana. Ia ingin agar semua yang ia ketahui masuk bersamanya ke dalam satu titik yang telah menelannya.119 Ketahuilah, andaikan kerajaan ini milikmu tentu kenikmatan yang kau rasakan akan rusak oleh keharusan untuk menjaga dan memelihara, serta oleh rasa was-was. Zat Pemberi nikmat yang Maha Pemurah senantiasa memberikan segala tuntutan nikmat. Yang diserahkan kepadamu hanya ijin untuk menikmati dan mengonsumsi hidangan kebaikan-Nya, berikut rasa syukur yang akan menambah nikmat. Pasalnya, syukur adalah melihat pemberian nikmat dalam nikmat yang tersedia.
118) Q.S. al-Furqn: 2. 119) Ya. filosof terbesar di muka bumi tenggelam dalam setetes rasa sakit, fana dalam benih cinta, lenyap dalam untaian kesenangan. Wujud ini baginya segera fana dengan sejumlah perhatiannya. Ia berusaha memasukkan semua pengetahuannya tentang wujud ke kedalaman titik yang telah menelannya.

230 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Hal itu menghilangkan kepedihan akibat hilangnya nikmat. Sebab, ketika nikmat lenyap ia tidak digantikan oleh ketiadaan, namun sengaja tempatnya dikosongkan untuk kedatangan nikmat sejenis seperti buah sehingga kedatangannya kembali mendatangkan kenikmatan. Penutup doa mereka ialah, Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara semesta alam.120 Ayat ini menunjukkan bahwa memuji Allah merupakan sumber kenikmatan. Rahasia hamdalah adalah melihat pohon karunia dalam buah nikmat sehingga bayangan akan lenyapnya nikmat hilang. Ketahuilah, peradaban bodoh yang menjadikan bumi laksana satu negeri ini di mana penduduknya saling mengenal serta membisikkan dosa dan informasi tak berguna lewat harian pagi dan sore, dipenuhi oleh hijab kelalaian. Ia hanya bisa ditembus dengan tekad yang kuat. Demikian pula terdapat celah yang tak terhingga bagi jiwa manusia yang mengarah kepada dunia di mana ia tak mungkin dibendung kecuali bagi orang yang Allah beri anugerah. Ketahuilah bahwa partikel bisa memuat mentari lewat manifestasinya padanya dalam bentuk penyaksian, namun ia tak bisa memuat dua partikel dalam bentuk zatnya. Partikel alam dan susunannya seperti tetesan dan percikan hujan yang bersinar lantaran bayangan mentari. Ia bisa menjadi wujud lahiriah dari kilau manifestasi qudrat Tuhan yang azali dan komprehensif yang berisi pengetahuan dan kehendak azali tak terhingga. Partikel sel matamu tidak mungkin menjadi sumber kekuasaan dan kehendak di mana para pembantunya memikul sepuluh tugasnya di sejumlah syaraf yang menggerakkan, merasa, melihat, menggambarkan dan lainnya. Kreasi yang rapi dan menakjubkan, lukisan yang indah dan teratur, hikmah yang mendalam dan halus ini melahirkan konsekwensi sebagai berikut: Setiap partikel dan susunan alam bisa menjadi sumber bagi sejumlah sifat yang mencakup, mutlak, dan sempurna. Atau, ia bisa menjadi wujud, pantulan, dan bayangan kilau
120) Q.S. Ynus: 10.

Badiuzzaman Said Nursi

| 231

manifestasi mentari azali di mana semua sifat di atas merupakan milik-Nya. Kemungkinan pertama mengandung berbagai kemustahilan sebanyak partikel dan susunan alam. Siapa yang berpikir bahwa kedua sayap lebah menahan beban gunung Subhan dan Ararat lalu kedua mata lalat bisa mengalirkan sungai Nil dan Eufrat, maka ia boleh memilih kemungkinan pertama. Dalam hal ini setiap partikel bersaksi akan kelemahannya dalam memikul sesuatu yang tak mampu ia lakukan. Tidak ada yang menghadirkan, yang mencipta, yang memelihara, yang memiliki, yang berdiri sendiri, dan tidak ada tuhan selain Allah. Partikel dan komposisi alam lewat lisannya yang beragam serta petunjuknya yang bermacam-macam menyatakan: Ekspresi kami beragam sementara kebaikan-Mu satu Segala sesuatu menunjuk kepada keindahan itu Ya. setiap huruf dari buku alam menunjukkan keberadaan dirinya dengan satu aspek dan satu ukuran, sementara ia menunjukkan keberadaan Penulis dan Penciptanya dengan banyak aspek. Dari nama-nama-Nya yang terwujud di alam didendangkan sebuah kumpulan syair yang cukup panjang: Perhatikanlah goresan-goresan alam Sebab ia adalah risalah untukmu dari Tuhan121 Ketahuilah122 bahwa cermin penampakan dan manifestasi beraneka ragam: kaca, air, udaraterutama bagi kata-kata idealita, ruh, akal, fantasi, dan zaman, serta hal-hal lain yang tak kita ketahui. Potret materi padat yang terdapat dalam cermin pada hakikatnya terpisah dan mati. Ia bukan merupakan karakter aslinya dan berbeda dengannya. Buktinya ia bisa berpindah ke pas photo di mana yang berpindah hanya identitas bentuk materinya semata. Adapun potret cahaya benar-benar bersambung dan
121) Karya ahli nahwu (gramatika) ternama yang dikenal dengan nama Ruknuddin ibn al-Qawba (wafat tahun 738 H). 122) Cabang keempat dari kalimat kedua puluh empat menjelaskan persoalan ini.

232 |

Al-Matsnawi An-Nuri

terpaut. Ia juga merupakan pemilik karakter aslinya. Andaikan Tuhan Pencipta menjadikan panas matahari sebagai kehidupannya, cahayanya sebagai perasaannya, serta warna cahayanya sebagai inderanya, tentu matahari tadi akan berbicara padamu dalam kalbu cermin yang terdapat di tanganmu, ibarat telepon yang berada di cermin kalbu. Perumpamaannya yang terdapat di tanganmu juga merupakan miliknya sesuai dengan kadar kesiapannya dalam memberikan panas kehidupan, cahaya perasaan, dan warna indera. Dari rahasia ini Nabi saw. yang merupakan cahaya mengetahui semua salawat orang yang bersalawat kepada beliau dalam satu waktu. Dari sini pula semua rahasia tersembunyi menjadi terbuka.123 Ketahuilah bahwa kalimat subhanallh wal hamdulillh berisi gambaran tentang sifat-sifat Allah. Pertama mengindikasikan keagungan, kedua mengindikasikan keindahan. Kalimat subhnallh melihat kepada jauhnya hamba dari Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung. Sementara, kalimat alhamdulillh melihat kepada dekatnya Allah lewat kasih sayang dan kelembutannya pada hamba dan makhluk. Mentari demikian dekat darimu lewat hantaran panas dan cahayanya. Mentari memberikan pengaruh padamu lewat ijin Penciptanya yang telah menjadikannya sebagai cermin manifestasi nama-Nya, an-Nur, sekaligus menjadi pengantar karunia-Nya berupa panas dan cahaya padahal ia jauh darimu tak terjangkau oleh tanganmu. Dalam hal ini dirimu hanya menerima tanpa bisa memberikan pengaruh. Nah, demikian pula dengan Allah. Allah memiliki perumpamaan yang paling mulia. Dia dekat dengan kita sehingga kita puji. Namun, kita jauh dari-Nya sehingga kita sucikan. Karena itu, pujilah Allah ketika engkau melihat Dia begitu dekat lewat kasih sayang-Nya. Lalu, sucikan Dia ketika engkau melihat dirimu jauh dari-Nya. Jangan engkau mencampur antar dua kedudukan tersebut dan jangan menyatukan antara kedua pandangan itu agar kebenaran dan istikamah tetap bersamamu. Hanya saja, dengan syarat tidak mencampur, engkau boleh
123) Penjelasannya terdapat dalam al-lawami hal. 847 dari buku al-kalimt.

Badiuzzaman Said Nursi

| 233

melihat kedekatan-Nya lewat sisi jauh serta melihat sisi jauh lewat sisi dekat. Terkait dengan kedua sisi itulah kita mengucap, Subhnallh wa bihamdih. Ketahuilah wahai pemburu dunia, engkau harus meninggalkan dunia karena empat alasan:124 Pertama, karena ia cepat lenyap, sementara sakit akibat lenyapnya dunia akan menghinakan sekaligus menghilangkan nikmat berhubungan dengan Tuhan. Kedua, berbagai kenikmatannya menyusut dengan begitu banyak kepedihan yang menyertai dan keruh yang berkelanjutan. Ketiga, sesuatu yang menantiku di mana engkau akan segera menemuinya setelah dari kubur tidak menerima perhiasan dunia sebagai hadiah. Pasalnya, di sana ia berubah menjadi keburukan. Keempat, ukurlah antara ketika engkau berada di satu tempat di tengah-tengah musuh, makhluk yang mengganggu, dan serangga berbahaya dengan ketika engkau berada di satu tempat selama bertahun-tahun di tempat lain di mana di dalamnya engkau bersama para kekasih dan kerabat dekatmu. Karena itu, responlah seruan Allah sebelum engkau diseret kepada-Nya dengan rantai. Mahasuci Allah. Betapa besar karunia Allah atas manusia. Dia membeli dengan harga mahal dari manusia harta yang sebetulnya merupakan titipan-Nya yang dipercayakan untuk dibawa dan dijaga oleh manusia. Jika manusia tidak mau menjual kepada-Nya ia akan berada dalam bencana besar. Andaikan ia memikulnya sendiri tentu akan mematahkan punggungnya. Andaikan ia pegang sendiri, tentu akan segera lenyap dan hilang sia-sia, sementara ia mewarisi dosa dan beban berat. Ketahuilah bahwa ucapan berikut ini benar-benar terwujud dalam diriku, Mataku telah terlelap di malam masa muda Ia baru sadar di waktu subuh yang telah beruban
124) Maksud dari meninggalkannya adalah karena ia merupakan milik Allah. Ia hanya boleh dilihat dengan ijin dan nama-Nya (al-Kalimt hal. 227).

234 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Waktu sadar yang paling berat adalah di saat muda. Saat ini aku merasa ia merupakan masa tidur yang paling lelap. Orangorang yang tercerahkan dan terbangun dalam pandangan materialisme, sama seperti kondisi sadarku di masa lalu. Mereka seperti orang yang bermimpi bahwa dirinya sadar lalu menceritakan mimpinya kepada sejumlah orang. Padahal, ia justru sedang melewati tingkatan tidur yang ringan kepada tidur yang lelap. Siapa yang tidur semacam itu maka ia seperti orang mati. Bagaimana mungkin membangunkan orang yang mengantuk berat dan memberitahukan sesuatu kepada orang yang sedang tertidur lelap? Wahai yang berada di antara kondisi terjaga dan tertidur, jangan mendekati kaum materialis dengan toleransi agama dan sikap menyerupai mereka lantaran mengira bahwa diri kalian adalah jembatan untuk mendekati mereka sekaligus mengisi lembah antar kita. Tidak, jarak antara kaum beriman dan kaum kafir tidak terhingga. Lembah antar kita juga sangat dalam tak mungkin diisi. Sebaliknya, justru engkau yang akan mengikuti mereka atau tersesat jauh. Ketahuilah bahwa dalam esensi maksiatterutama jika berkepanjangan dan banyakterdapat benih-benih kekufuran. Pasalnya, maksiat membuat seseorang menjadi terbiasa dengannya, melahirkan ujian, dan bahkan menjadi penyakit yang hanya bisa diobati dengan terus melakukannya sehingga ada alasan untuk tidak meninggalkan. Dalam kondisi demikian, si pelaku mengimpikan ketiadaan hukuman atasnya serta secara tidak sadar berupaya mencari dalil yang menunjukkan tidak adanya siksa. Keadaan ini terus berlangsung sehingga mengantarkannya kepada sikap mengingkari siksa dan menolak keberadaan negeri hukuman. Begitulah, maksiat yang dilakukan tanpa rasa menyesal dan gundah membuat pelakunya mengingkari maksiat sebagai maksiat, sekaligus mengingkari malaikat pengawas yang melihatnya. Lebih dari itu, ia berharap hisab tidak ada. Kalau kebetulan bertemu dengan ilusi yang menafikan keberadaannya, ia anggap hal itu sebagai petunjuk yang terang. Demikianlah hingga akhirnya hal tersebut menghitamkan kalbu. Naudzu billah.
Badiuzzaman Said Nursi

| 235

Ketahuilah bahwa di antara kilau mukjizat Alquran seperti yang terdapat dalam al-lawmi125 yang berisi penjelasan tentang empat puluh macam kemukjizatannya dan kesempurnaan retorikanya adalah sebagai berikut: Ia menggabungkan antara kehalusan yang tinggi, keselamatan yang unggul, keterpaduan yang kokoh, keselarasan yang mantap, kerjasama antar kalimat dan bentuknya, serta kesesuaian antar ayat dan tujuannya dengan kesaksian ilmu bayan dan semantik. Padahal, ia turun dalam kurun waktu dua puluh tahun secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dengan sedikit demi sedikit namun selaras seolah-olah turun dalam waktu sekaligus. Selain itu, ia turun dengan sebab yang berbeda-beda namun tetap saling menguatkan seolah-olah sebabnya hanya satu. Ia datang sebagai jawaban atas berbagai persoalan yang berulang dan beragam namun tetap padu dan menyatu seolah-olah pertanyaannya satu. Ia menjadi penjelasan bagi berbagai peristiwa hukum yang bermacam-macam, namun demikian teratur seolah-olah peristiwanya satu. Ia turun berisi berbagai karunia ilahi dalam sejumlah gaya bahasa yang sesuai dengan pemahaman mitra bicara. Terutama, ia turun kepada Nabi saw dengan beragam kondisi namun tetap sangat mirip dan indah seolah-olah kondisinya sama. Ia datang dengan berbicara kepada berbagai lapisan manusia, namun penjelasannya tetap mudah, fasih, dan jelas seolah-olah mitra bicaranya satu sehingga setiap lapisan mengira dirinyalah yang sebenarnya dituju. Ia datang untuk memberikan hidayah dan untuk mengantarkan kepada berbagai tujuan petunjuk secara bertahap, namun tetap sangat lurus, rapi, dan seimbang seolah-olah tujuannya satu. Tujuan yang ada berkutat pada empat hal berikut: Yaitu tauhid, kenabian, pengumpulan di mahsyar, dan keadilan. Dengan dipenuhi oleh kandungan tauhid, ia menjadi selaras, padu, teratur, dan menyatu. Siapa yang memiliki mata hati ia akan menemukan di dalam Alquran sebuah mata untuk

125) Penjelasan singkat tentang Kemukjizatan Alquran, hal. 880 dari al-Kalimt.

236 |

Al-Matsnawi An-Nuri

melihat semua alam laksana lembaran yang terlihat jelas. Ia datang secara berulang-ulang untuk menegaskan dan mengaktualisasikan sejumlah kisah dan hukum. Namun demikian, pengulangannya tidak membuat bosan serta tidak menghilangkan cita rasanya. Setiap kali diulang, ia semakin tegas dan nyata. Bahkan, apa yang diulang membuat indah dan menyenangkan. Kesturi yang disebarkan berulang-ulang menjadikan harumnya menyebar ke mana-mana. Setiap kali dihadirkan ia semakin nikmat selama engkau memiliki cita rasa yang sehat, dengan kalbu yang tidak sakit. Rahasianya adalah karena ia merupakan makanan dan nutrisi kalbu, serta kekuatan dan obat bagi ruh. Makanan tersebut tidak membosankan meski berulang-ulang. Orang yang sudah terbiasa akan merasa nyaman dan nikmat. Hal ini berbeda dengan canda yang menyenangkan ketika baru muncul, namun akan membosankan kalau diulang berkali-kali. Sebagaimana manusia dalam kehidupan materinya selalu membutuhkan udara, setiap waktu selalu membutuhkan air, setiap hari selalu membutuhkan makanan, serta setiap minggu membutuhkan cahaya, maka berulangnya semua persoalan ini lantaran berulangnya kebutuhan sehingga tidak disebut sebagai pengulangan. Hal yang sama terjadi pada manusia dilihat dari sisi kehidupan ruhaniahnya. Ia membutuhkan kepada berbagai kandungan Alquran. Pada setiap menit bahkan setiap waktu ia membutuhkan sebagiannya seperti, Dia.. Allah. Dengannya, ruh bisa bernafas. Pada setiap saat ia membutuhkan sebagiannya semacam, Bismillah. Pada setiap masa ia membutuhkan sebagian lagi dan pada setiap waktu ia membutuhkan sebagian lagi sesuai dengan tingkat kebutuhannya. Alquran mengulang apa yang perlu diulang untuk kehidupan kalbu. Misalnya, Bismillah seperti udara sepoi-sepoi yang membersihkan bagian dalam dan serta menghasilkan buah di luar pada dirimu sebagaimana nafas yang terdapat dalam tubuh. Selain itu, pengulangan Alquran terhadap sejumlah peristiwa parsial menunjukkan bahwa peristiwa tersebut berisi ramburambu yang bersifat komprehensif. Sebagaimana yang telah kujelaskan sebagiannya dalam kisah Musa as yang lebih berBadiuzzaman Said Nursi

| 237

makna daripada pecahnya tongkat.126 Sebagai kesimpulan, Alquran yang penuh hikmah merupakan kitab peringatan, kitab pemikiran, kitab hukum, kitab pengetahuan, kitab hakikat, kitab syariat, obat bagi apa yang terdapat dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi kaum beriman. Ketahuilah bahwa di antara fitrah manusia yang paling menakjubkan di saat lalai adalah bercampurnya antara hukum perangkat halusnya dan indera. Sama seperti orang gila yang pandangannya sampai kepada sesuatu. Iapun mengulurkan tangan kepadanya karena mengiralantaran dekatnya mata dengan tanganbahwa apa yang bisa diraih dengan pandangan juga bisa diraih dengan tangan. Manusia lalai yang tangan kekuasaannya tak mampu menata hal terkecil dari dirinya, karena lupa diri dan hayalannya ia berusaha mengontrol dan mengendalikan perbuatan Allah di alam. Demikian pula dengan fitrah manusia. Meski bentuk fisiknya hampir sama, namun secara substansi masing-masing berbeda laksana atom dengan mentari, dan dengan raja mentari; berbeda dengan binatang yang lain. Pasalnya, meski berbeda bentuk fisik seperti ikan dan burung, namun nilai ruhnya berdekatan. Seakan-akan manusia yang tegak dari contoh alam dalam bentuk sempurna menuju kepada raja mentari. Lantaran kekuatannya tidak dibatasi dan tidak terikat, ia bisa turun kepada derajat egoisme sehingga kedudukannya sama dengan atom. Dengan penghambaan dan ubudiyah ia juga bisa meninggalkan egonya untuk naik dengan ijin Allah hingga berkat karunia-Nya menjadi seperti mentari sebagaimana Muhammad saw. Ketahuilah bahwa asal segala sesuatu adalah kekal. Bahkan sejumlah hal yang cepat berlalu dan lenyap seperti kata-kata dan gambaran memiliki tempat lain sehingga terjaga dari kelenyapan. Ia hanya berpindah bentuk sehingga seolah-olah semuanya ditugaskan untuk menjaga sesuatu entah secara total atau salah
126) Perumpamaan untuk orang yang memberikan manfaat lebih banyak daripada yang lain.

238 |

Al-Matsnawi An-Nuri

satu aspeknya. Dengan penuh perhatian mereka segera mengambilnya dan meletakkannya dalam hati mereka yang bening. Hikmah yang baru memahami rahasia ini namun dalam bentuk yang tidak jelas. Karenanya, ia keliru dengan pendangannya yang melampaui batas. Menurutnya tidak ada ketiadaan mutlak. Yang ada hanyalah pembentukan dan perpecahan.127 Sebenarnya tidak demikian. Akan tetapi, penyusunan sesuai kreasi Allah, dan penguraian dengan ijin-Nya, serta penciptaan dan pelenyapan sesuai perintah-Nya. Dia berbuat apa yang Dia kehendaki dan menetapkan apa yang Dia inginkan. Wahai Said yang malang! Kubur adalah pintu yang bagian dalamnya berupa rahmat dan bagian luarnya berisi siksa. Para kekasih dan orang-orang yang kau cintai sebagian besarnya bahkan seluruhnyaberada di balik pintu tersebut. Tidakkah engkau rindu kepada mereka dan pergi menuju alam mereka. Karena itu, bersihkan dirimu. Jika tidak, mereka akan merendahkanmu. Andaikan ada yang memberitahumu bahwa Imam arRabbani Ahmad al-Faruqi sekarang ini berada di India, tentu engkau akan menembus berbagai kesulitan dan meninggalkan tanah air untuk mengunjunginya. Padahal di bawah nama Ahmad saja ribuan bintang mengitari mentari yang dalam injil bernama Ahmad, di dalam Taurat bernama Ahyad, sementara dalam Alquran bernama Muhammad. Di bawah nama Muhammad terdapat jutaan. Demikianlah semuanya berada di balik pintu kubur mendapatkan rahmat Allah. Karena itu, yang harus menjadi fokus perhatianmu adalah hal-hal sebagai berikut: Jika engkau mengabdi untuk Allah, maka segala sesuatu menjadi baik untukmu. Namun, jika tidak, segala sesuatu akan membahayakanmu. Segala sesuatu sesuai dengan ketentuan. Maka, hendaknya engkau ridha dengan jatahmu pasti engkau mendapat tambahan kemudahan. Namun, jika tidak, engkau akan semakin sakit.
127) Lihat penutup dari alam materi kilau kedua puluh tiga. Di dalamnya terdapat penjelasan memadai tentang masalah ini.

Badiuzzaman Said Nursi

| 239

Kerajaan ini adalah milik-Nya. Dia membelinya darimu untuk membuatnya kekal bersamamu. Namun, ia akan hilang begitu saja kalau dibiarkan berada padamu. Dari berbagai aspek, engkau sangat membutuhkan-Nya. Engkau terikat lewat empat arah yang tertutup. Engkau digiring menuju pintu kubur yang terbuka bagimu. Tidak ada kenikmatan hakiki pada sesuatu yang tidak kekal. Engkau akan lenyap demikian pula dengan duniamu. Dunia manusia juga begitu. Gambaran ini akan dicabut dari alam serta akan digantikan dengan yang lain. Ia ibarat detik, menit, jam, dan hari. Seolaholah alam merupakan jam besar sebagaimana disebutkan dalam bagian keempat dari kalimat kesembilan. Maka, engkau tidak boleh fokus kepada sesuatu yang hanya menyisakan jejak dalam hal yang fana. Jangan melihat kepada perbuatan-Nya serta rahmat dan karunia-Nya dari kondisimu yang jauh dan buruk serta dari keagungan dan kemuliaan-Nya. Sebab, dalam kondisi demikian yang layak adalah bertasbih menyucikan-Nya. Jangan engkau melihat sifat-sifat agung-Nya dari bagaimana kedekatan dan peliputan-Nya lewat pengetahuan dan rahmat-Nya serta dari statusmu sebagai makhluk yang berada dalam perhatian dan kemurahan-Nya. Hal itu agar engkau tidak terjerumus ke dalam ilusi. Mahasuci Zat yang tidak bisa dijangkau oleh akal pikiran. Segala puji bagi Allah yang rahmat-Nya meliputi segala sesuatu. Tiada Tuhan selain Allah semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang menggenggam kebaikan dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ketahuilah bahwa orang yang dalam kalbunya terdapat kehidupan apabila menghadap ke alam, pasti ia menyaksikan hal-hal besar yang tak bisa dijangkau dan membuatnya bingung. Maka, agar terbebas dari kepedihan akibat kebingungan tadi ia rindu kepada subhnallh laksana orang haus yang sangat membutuhkan curahan air. Dari berbagai nikmat dan anugerah

240 |

Al-Matsnawi An-Nuri

yang diberikan ia melihat sesuatu yang memaksanya untuk memperlihatkan kenikmatan yang ia rasakan berikut keinginan untuk mendapatkan tambahan kenikmatan tersebut secara terusmenerus dengan cara melihat pemberian nikmat tadi. Si Pemberi dalam pemberian nikmat tadi bertanda al-hamdu . Maka, ia bernafas dengan alhamdulillh ibarat orang yang menang, selamat, dan meraih sukses. Dari keajaiban makhluk ia melihat sesuatu yang tak mampu digapai oleh standar akalnya dan tak mampu diukur oleh otaknya di mana rasa keingintahuan untuk menelusuri hakikat menyibukkannya dari hal tersebut. Akhirnya ia mengucap Allahu akbar sehingga terasa lapang. Dengan kata lain, Penciptanya Mahaagung dan Mahabesar sehingga penciptaan dan pengaturan makhluk tidaklah berat baginya. Ini sama seperti orang yang melihat bulan yang berputar di sekitarnya sehingga merasa takjub, atau melihat keluarnya gunung akibat gempa sehingga tercengang dan bertakbir. Ia lemparkan seluruh beban rasa takjub dan ketercengangan tadi dari pundaknya ke kapal milik Zat Yang Mahakuasa, Mahakuat, dan Mahakokoh. Ketahuilah, dengan seluruh dosamu, engkau tidak bisa menimpakan bahaya kepada Allah. Dosa tersebut hanya akan membahayakanmu sendiri. Dalam kenyataan tidak ada sekutu yang perlu dikuatkan dengan keyakinanmu sehingga memberikan pengaruh pada kesempurnaan kerajaan-Nya. Namun, ia hanya terdapat dalam otak dan duniamu. Ketahuilah bahwa siapa yang bertawakkal Allah, Dia akan mencukupinya. Karena itu, ucapkan, Hasbiyyallh wa nimal wakl: Pertama, karena Dia Yang Maha Sempurna. Sementara, kesempurnaan merupakan sesuatu yang disukai sehingga jiwapun rela dikorbankan untuknya. Kedua, karena Dia Zat yang dicinta dan Kekasih hakiki. Sementara, rasa cinta menuntut pengorbanan. Ketiga, karena Dia Zat yang wajib ada. Dengan mendekat pada-Nya terdapat cahaya wujud, sementara dengan jauh dariNya terdapat gelapnya ketiadaan.
Badiuzzaman Said Nursi

| 241

Keempat, karena Dia merupakan tempat berlabuh bagi jiwa yang dibuat sempit oleh alam, dibuat pedih oleh dekorasi dunia, dan dibebani oleh entitas di bawah panji kasih sayang yang lara. Kelima, karena Dia Mahakekal yang dengan-Nya keabadian terwujud dan tanpanya kelenyapan datang, sementara puncak derita terdapat dalam kelenyapan. Tanpa Dia sejumlah derita bertumpuk dalam jiwa sebanyak alam maujud. Adapun denganNya cahaya tampak pada orang yang bertawakkal sebanyak itu pula. Keenam, karena Dia adalah Pemilik hakiki. Dia memikulkan untukmu kerajaan-Nya yang ada padamu. Pasalnya, engkau tidak bisa memikulnya. Karena itu, jika merasa memilikinya engkau berada dalam penderitaan yang pedih. Namun, dengan pemberian karunia-Nya yang terus berlangsung engkau tidak bersedih dengan kepergian sesuatu yang berada di tanganmu. Sebagaimana butir-butir mentari tidak bersedih ketika berubah dan terurai. Untuk memperlihatkan manifestasi mentari yang baru butir-butir itu rela mengorbankan bentuknya dengan penuh semangat. Bahkan ia mati dalam kondisi tertawa. Sejumlah buah juga tidak menangis lantaran berpisah dengan pohon, demikian pula dengan biji ketika terbelah menjadi buah, serta engkau ketika kehilangan buah tadi. Engkau, benih, dan buah sama-sama berkata, Hiduplah wahai pohon! Kematian kita adalah kehidupan. Wahai saudara, engkau adalah buah dari pemberian nikmat-Nya; bahkan wujud karunia-Nya. Ketujuh, karena Dia Mahakaya dan Mencukupi. Di tanganNya tergenggam perbendaharaan segala sesuatu. Apabila engkau menjadi hamba yang tulus kemudian engkau melihat alam, tentu engkau akan menemukan kerajaan Tuhan Pemilikmu berikut sejumlah rambu dan penjaganya sehingga engkau bisa bersenangsenang dengannya. Seakan-akan ini semua adalah milikmu yang didapat dengan mudah tanpa rasa sedih akibat kehilangan olehnya. Pasalnya, pelayan yang setia dan fana dalam cinta-Nya akan bangga dengan semua milik tuan-Nya. Kedelapan, karena Dia Tuhan para nabi, rasul, wali, dan

242 |

Al-Matsnawi An-Nuri

orang-orang bertakwa. Semua mereka berbahagia dalam rahmatNya. Pengetahuanmu tentang kebahagiaan mereka membuat deritamu menjadi bahagia dan nikmat selama engkau memang memiliki kalbu. Ketahuilah! Jika berakal, engkau tidak pantas merasa risau, sedih, marah, dan kesal dengan urusan dunia yang datang dan hilang darimu. Sebab, dunia memang akan pergi, apalagi duniamu, terutama dirimu sendiri. Engkau tidak abadi di sini. Engkau juga bukan berasal dari besi atau pohon sehingga berusia panjang. Akan tetapi, engkau berasal dari daging yang terus diperbaharui, darah, yang terus mengalir, serta organ-organ pengikat yang sangat halus dan sensitif dengan sesuatu yang paling kecil sekalipun. Semua itu bisa terputus dan beku. Ia bisa rusak hanya oleh dua partikel. Lebih dari itu, fajar masa tua dan kafan setengah badanmu telah bernafas dalam dirimu. Bahkan, sejumlah penyakit yang merupakan awal dan tanda kematian bertamu dan bertempat dalam dirimu. Sementara, di hadapan dirimu terdapat usia abadi yang kau acuhkan. Padahal, kelapanganmu di sana bergantung pada usahamu di dunia. Namun, engkau tamak dan rakus ibarat orang yang akan kekal di dunia. Karena itu, sadarlah sebelum sakaratul maut mengingatkanmu. Ketahuilah bahwa apabila engkau menghadap kepada-Nya dengan alamat yang dikenal ia menjadi sesuatu yang tak diketahui dan mungkar. Pasalnya, pengetahuan dan pengenalan tadi buah dari kebiasaan, tradisi, dan diskusi terminologis semata; yang tak sampai kepada hakikat sama sekali. Bahkan, sesuatu yang tampak di dalamnya olehmu tidak berisi sifat-sifat yang bersifat mutlak. Akan tetapi, hanya satu bentuk persepsi tentang Zat yang suci. Namun, jika engkau menghadap kepada-Nya lewat wujud yang tak diketahui, kilau-kilau pengetahuan akan tersingkap. Demikian pula dengan kilat dan sinar Tuhan. Sifatsifat yang bersifat mutlak, komprehensif, dan tampak di alam bukan sesuatu berat dan besar bagi-Nya sebagaimana mengenakan baju dan sapu tangan dari sutera yang halus tidak berat bagimu. Ketahuilah bahwa engkau sudah cukup untuk benar-benar
Badiuzzaman Said Nursi

| 243

bangga karena memiliki Tuhan Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Di antara kekuasaan-Nya adalah langit yang terlipat di tangan kanan-Nya dan bumi yang berada dalam genggaman-Nya pada hari kiamat nanti. Dia memelihara dirimu dengan kasih sayang yang lebih sempurna daripada kasih sayang orang tuamu. Engkau seperti satu tetes di lautan. Sementara, lautan seperti satu titik di padang pasir. Padang pasir seperti atom di antara jagad raya ciptaan-Nya. Pasalnya, Dia merupakan cahaya dari semua cahaya dan Maha Mengetahui seluruh rahasia. Bukan termasuk keagungan raja dari kalangan manusia ketika ia tidak sibuk dengan detil-detil persoalan. Namun itu termasuk kelemahan dan ketiadaan kekuasaan-Nya. Sementara, di antara keagungan Raja azali adalah di samping menulis tanda-tanda uluhiyah-Nya dengan pena kreasi-Nya di atas lembaran langit dengan tinta bintang yang berkilau, Dia juga menulis tanda-tanda rububiyahNya dengan pena yang sama di atas lembaran hitam mata dengan tinta permata istimewa. Mahasuci Zat yang benda-benda angkasa dan planet yang bersinar menjadi petunjuk akan uluhiyah dan keagungan-Nya, serta lentera indah dan bintang yang tersenyum itu menjadi kilau bukti rububiyah dan kemuliaan-Nya. Ketahuilah bahwa setiap nama-Nya yang mulia berisi semuanya secara global sebagaimana sinar mengandung tujuh warna. Demikian pula, masing-masing darinya menjadi dalil atas masing-masingnya sekaligus buah darinya. Di celah-celahnya terdapat pantulan laksana cermin. Karena itu, nama-nama-Nya dapat diingat sebagai analogi yang buahnya bersambung secara berantai atau sebagai hasil yang dalil-dalilnya berurutan secara sistematis. Hanya saja, nama yang paling agung dan esa berisi keseluruhan melebihi semua kandungan yang bersifat umum. Maka, sebagian orang bisa sampai kepada cahaya nama-Nya yang paling agung lewat nama-nama-Nya yang lain. Nama yang paling agung itu berbeda-beda dengan melihat kepada mereka yang telah sampai. Wallahu alam bish-shawab.

244 |

Al-Matsnawi An-Nuri

MUNAJAT
Ilahi, sudah seharusnya aku tidak peduli walaupun kehidupan dunia dan akhirat hilang dariku dan seluruh alam mendatangiku. Engkau adalah Pemelihara diriku, Penciptaku, dan Tuhanku. Sementara aku adalah makhluk dan ciptaan-Mu. Aku memiliki sisi keterkaitan dan penisbatan meski sangat durhaka dan sangat jauh dari berbagai kemuliaan. Sekarang aku bermunajat dengan lisan kedudukanku sebagai makhluk: Wahai Penciptaku, wahai Pemelihara diriku, wahai Pemilik diriku, wahai Pembentuk rupaku, wahai Tuhanku! Aku memohon dengan nama-nama-Mu yang mulia dan nama-Mu yang paling agung, dengan Alquran-Mu yang bijak dan kekasih-Mu termulia, dengan kalam-Mu yang tak bermula, dengan arasy-Mu yang agung, dan dengan beribu-ribu qul huwallhu ahad. Kasihi diriku ya Allah, Yang Maha Pengasih, Yang Maha Memberi, Yang Maha Membalas. Ampuni diriku wahai Yang Maha Mengampuni, Maha Menutupi, Maha Menerima tobat, dan Yang Maha Memberi. Maafkankan aku wahai Yang Mahakasih, Yang Mahabaik, Yang Maha Pemaaf, dan Yang Maha Pengampun. Sayangi diriku wahai Yang Mahalembut, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Mendengar, dan Yang Maha melihat. Hapuskan kesalahanku wahai Yang Mahasantun, Yang Maha Mengetahui, Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang. Tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus wahai Tuhan, wahai Yang Mahakekal, wahai Yang Maha Menunjuki. Tunjukkan kemurahan-Mu padaku lewat karunia-Mu wahai Yang Maha Mencipta, Maha Abadi, Mahaadil. Wahai Dia, hidupkan kalbu dan kuburku dengan cahaya iman dan Alquran wahai Yang Maha Memberi cahaya, Yang Mahabenar, Yang Mahahidup, Yang Maha Berdiri sendiri, Raja diraja, Yang Mahaagung dan Pemurah, Yang Maha Pertama, Yang Maha Terakhir, Yang Mahatampak, Yang Maha Tersembunyi, Yang Mahakuat, Yang Mahakuasa, Yang Maha Mengampuni, Yang Maha Penyayang. Aku memohon kepadaMu dengan nama-Mu yang paling agung di dalam Alquran, serta dengan Muhammad saw yang merupakan rahasia terbesarmu dalam kitab alam agar engkau bukakan dari nama-nama yang
Badiuzzaman Said Nursi

| 245

mulia itu celah yang mencurahkan cahaya nama yang paling agung itu ke dalam kalbuku yang terdapat dalam tubuh ini serta kepada ruhku yang terdapat dalam kuburku nanti. Ketika itu muka bumi akan menjadi atap kuburku, serta nama-nama tersebut akan menjadi celah yang mengeluarkan kilau mentari hakikat kepada ruhku. Ilahi, aku berharap memiliki lisan abadi yang dengannya bisa menyebut nama-nama tersebut hingga kiamat tiba. Terimalah tulisan abadi ini sesudah kepergianku sebagai pengganti dari lisan yang sudah pergi. Ya Allah limpahkan salawat dan salam kepada junjungan kami, Muhammad saw; yaitu salawat yang dengannya Engkau selamatkan kami dari marabahaya dan kesulitan, Kau penuhi semua kebutuhan, Kau bersihkan kami dari semua keburukan, serta Kau ampuni kami dari semua dosa dan kesalahan. Ya Allah yang mengabulkan doa, berikan untukku sepanjang hayatku dan sepeninggalku pada setiap waktu berkali-kali lipat darinya, ribuan salawat dan salam yang serupa dengannya atas junjungan kami Muhammad saw serta keluarga, para sahabat, pembela, dan pengikut beliau. Buatlah setiap salawat tersebut melebihi nafasku yang durhaka di sepanjang usiaku. Ampuni dan kasihi diriku dengan setiap salawat darinya berkat rahmat-Mu wahai Yang Maha Pengasih. Amin.

246 |

Al-Matsnawi An-Nuri

LANJUTAN BENIH rts


Wahai yang melihat! Kukira lewat jejak peninggalanku yang tercerai-berai diriku sedang menggali satu persoalan besar dengan sebuah bentuk kebutuhanku. Andai saja aku mengetahui apakah itu telah kutemukan, akan tersingkap, atau aku menjadi sarana untuk memudahkan jalan bagi penemuannya di masa mendatang. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah. Cukuplah Allah bagi kami. Dia sebaik-baik Pelindung. Ya Allah, jangan kau keluarkan kami dari dunia kecuali dengan syahadat dan iman. Bismillhirrahmnirrahm Segala puji bagi Allah atas nikmat iman dan Islam sebanyak tetesan air hujan, gelombang lautan, buah yang ada di pohon, lukisan kembang , kicau burung, dan kilau cahaya. Segala syukur adalah milik-Nya atas setiap nikmat dalam semua tahapan sejumlah nikmat-Nya sepanjang zaman. Salawat dan salam semoga tercurah kepada pimpinan orang taat dan pilihan, Muhammad saw juga kepada keluarganya yang suci dan para sahabatnya yang laksana bintang pembawa petunjuk dan pemilik cahaya sepanjang siang dan malam.
Badiuzzaman Said Nursi

| 247

Ketahuilah bahwa sebagaimana seorang musafir dalam perjalanannya menemui sejumlah tempat singgah sementara di setiap tempat tersebut terdapat tanda khusus baginya, demikian pula orang yang menyusuri jalan menuju Allah, ia memiliki sejumlah kedudukan, tingkatan, keadaan, hijab, dan tahapan. Masing-masing memiliki tahapan perkembangan yang khusus. Siapa yang mencampur berarti keliru. Sama seperti orang ketika berada di sebuah desa singgah di tempat peternakan kuda lalu mendengar ringkik kuda. Kemudian ketika berada di sebuah negeri ia singgah di sebuah istana lalu mendengar kicau burung bulbul. Namun, ia sangka kicau tadi sebagai suara ringkik kuda. Ketahuilah bahwa di antara yang membuat kehidupan ini tampak indah adalah kilau potret bintang petunjuk seperti generasi salaf yang terdapat dalam cermin dunia.128 Rahasianya karena masa depan adalah cermin masa lalu, sementara masa lalu akan diikuti dengan alam barzakh dengan meninggalkan gambaran dan dunianya dalam cermin masa depan, sejarah, dan benak manusia. Perumpamaanmu dalam mencintai kehidupan lantaran mereka seperti orang yang dalam perjalananya menemukan cermin besar yang di dalamnya ia melihat gambaran teman-teman dan orang-orang yang ia cintai yang pergi ke wilayah timur (yang di kaca tampak ke barat). Karena itu, ia bergegas dari timur menuju ke barat. Andaikan hijab kelalaian dibuka dari wajahmu tentu engkau akan melihat bagaimana dirimu tergesa-gesa dalam padang yang kosong dan kering menuju fatamorgana dan derita; bukan untuk mendapatkan air yang segar dan minuman. Ketahuilah bahwa di antara agungnya ketinggian Alquran dan dalil kebenarannya yang tepat adalah: Penjagaannya terhadap semua tuntutan tauhid berikut seluruh tahapannya, serta perhatiannya terhadap keseimbangan hakikat ilahi yang tinggi, isinya yang mencakup semua konsekwensi nama-nama-Nya, keserasian di antara mereka, serta kan128) Gambaran indah dan sosok para imam besar itu membuat dunia ini menarik bagimu.

248 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dungannya yang mencakup persoalan rububiyah dan uluhiyah dengan sangat seimbang. Ini merupakan karakteristik yang tidak terdapat dalam jejak manusia, dalam hasil pemikiran para tokoh mereka seperti para wali yang menyusuri alam malakut, kalangan yang mendalami substansi persoalan, serta orang-orang saleh yang menembus alam gaib. Mereka tidak mampu menjangkau kebenaran mutlak lewat pandangan mereka yang terbatas. Mereka hanya bisa menyaksikan satu sisi darinya lalu berhenti padanya. Di situ mereka melakukan sesuatu yang berlebihan dan melampaui batas sehingga keseimbangan menjadi rusak dan keharmonisan yang ada menjadi lenyap. Mereka seperti orang yang menyelam di lautan untuk menyingkap kekayaan yang berlimpah berupa berbagai jenis permata. Secara kebetulan sebagian tangan penyelam menyentuh berlian berbentuk persegi panjang. Lalu, dengan serta merta muncul penilaian bahwa kekayaan tersebut seluruhnya berupa berlian persegi panjang. Ketika mendengar keberadaan seluruh permata dari koleganya yang tergambar adalah bayangan tentang batu berlian. Lalu, yang lain kebetulan mendapatkan corundum bulat, dan yang lain mendapat batu mulia berbentuk persegi empat. Demikian seterusnya. Masing-masing menganggap apa yang dilihatnya sebagai miniatur dari kekayaan yang ada. Dengan demikian keseimbangan menjadi rusak dan keselarasan menjadi lenyap. Mereka melakukan penafsiran dengan cara memaksakan diri sehingga terjerumus ke dalam pengingkaran dan pengabaian. Orang yang memperhatikan jejak kalangan sufi yang bersandar pada apa yang mereka saksikan tanpa menimbang dengan timbangan sunnah pasti akan membenarkan ucapanku di atas. Kemudian lihatlah Alquran. Ia juga menyelam. Namun, ia memiliki mata terbuka yang mampu menangkap seluruh khazanah kekayaan berikut isinya. Maka, ia dapat menggambarkan khazanah kekayaan tersebut sebagaimana adanya dengan harmonis, teratur, dan rapi. Misalnya ia mencakup seluruh konsekwensi keagungan Zat yang, seluruh bumi pada hari kiamat berada dalam genggaman-Nya dan langit digulung dengan tangan
Badiuzzaman Said Nursi

| 249

kanan-Nya.129 Sebagaimana, Pada hari Kami gulung langit laksana menggulung lembaran - lembaran kertas . 130 Sementara Dia, membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya.131 Tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia yang memegang ubun-ubunnya.132 Menciptakan langit dan bumi.133 Padahal Dia, menciptakan kalian berikut apa yang kalian lakukan.134 menciptakan bumi.135 Tuhan memberikan ilham kepada lebah.136 Matahari, bulan, dan bintang tunduk dengan perintah-Nya.137 Apakah mereka tidak memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha melihat segala sesuatu. 138 Dia menulis permukaan langit dengan bintanggemintang dan mentarinya sebagaimana menulis lembaran sayap lebah dengan sel dan partikel-partikelnya. Singgasana-Nya seluas langit dan bumi.139 Padahal, Dia, bersama kalian di mana saja kalian berada.140 Dia Maha Pertama, Maha terakhir, Maha Tampak, dan Maha tersembunyi. Dia Mengetahui segala sesuatu.141 Demikian seterusnya. Kelompok manusia yang sesat muncul lantaran keterbatasan para imam mereka dalam menyusuri alam batini dengan bersandar pada apa yang mereka saksikan di tengah jalan. Hal ini seperti ungkapan yang berbunyi, Engkau hafal satu hal, namun kehilangan banyak hal. Ketahuilah bahwa penggambaran langit dengan dunia dalam firman Allah yang berbunyi, Kami hiasi langit dunia, serta penempatan dunia yang berhadapan dengan akhirat menun129) 130) 131) 132) 133) 134) 135) 136) 137) 138) 139) 140) 141) Q.S. az-Zumar: 67. Q.S. al-Anbiya: 104. Q.S. Ali Imran: 6. Q.S. Hud: 56. Q.S. al-Anam: 73. Q.S. ash-Shfft: 96. Q.S. ar-Rm: 50. Q.S. an-Nahl: 68. Q.S. al-Araf: 54. Q.S. al-Mulk: 19. Q.S. al-Baqarah: 255. Q.S. al-Hadid: 4. Q.S. Fushshilat: 12.

250 |

Al-Matsnawi An-Nuri

jukkan bahwa enam lapis langit yang lain menatap kepada alam yang lain, mulai dari barzakh hingga sorga, yang bintanggemintangnya terlihat dan di antara tingkatanya adalah langit dunia. Wallahu alam. Ketahuilah bahwa engkau didatangkan ke alam wujud ini dari tiada. Kemudian Tuhan menaikkanmu dari tingkatan yang paling rendah menuju sosok manusia muslim dengan anugerahNya. Banyaknya tingkatan yang kau lalui dari awal masingmasing merupakan nikmat yang dikaruniakan kepadamu. Dalam dirimu terdapat buah dan celupan dari masing-masingnya sehingga engkau menjadi untaian kalung yang tersusun indah serta satu bulir konstruksi dari kepala hingga kaki. Engkau laksana indeks bagi seluruh tingkatan karunia-Nya. Karena wujud menuntut adanya sebab, sementara ketiadaan tidak demikian sebagaimana tertanam dalam benak manusia, maka engkau akan ditanya pada setiap tingkatan wujud dari pertikel hingga tiada; bagaimana engkau sampai kepada nikmat tersebut? Dan dengan cara apa engkau mendapatkannya? Serta apakah engkau bersyukur? Orang berakal tentu tidak akan bertanya mengapa batu tidak menjadi pohon atau mengapa pohon tidak menjadi manusia? Wahai Said yang malang, dan tertipu! Engkau adalah satu titik di tengah-tengah rangkaian alam. Padamu terdapat nikmat sebanyak apa yang berada di bawahmu hingga tiada. Engkau bertanggung jawab untuk bersyukur atasnya. Adapun yang berada di atas, engkau dan tiada seorangpun yang berhak bertanya mengapa engkau tidak mencapai yang lebih dari tinggi dari keberadaanmu. Sama halnya dengan partikel yang tidak layak bertanya, Mengapa aku tidak menjadi matahari? Juga, lebah tidak layak bertanya kepada Penciptanya, Mengapa aku tidak dijadikan pohon kurma yang berbuah? Pasalnya, apa yang berada di bawahmu berlaku, sementara yang berada di atasmu hampa, bersifat mungkin, dan nyaris mustahil. Ketahuilah wahai ego, di antara yang membuatmu binasa, jatuh, hina, rendah, dan tersesat, adalah karena engkau tidak memberikan kepada si pemilik hak sesuatu yang menjadi
Badiuzzaman Said Nursi

| 251

haknya, serta kepada si pemilik beban sesuatu yang sesuai dengan kemampuannya. Namun, engkau melewati batas dan berlebihan sehingga membebani sejumlah orang yang tergabung satu pasukan dengan sejumlah tuntutan yang layak untuk pasukan besar. Engkau mencari dalam pantulan mentari yang terdapat dalam tetesan air atau permukaan bunga perangkat pohon mentari yang besar yang membuahkan sejumlah planet. Ya, satu tetes air dan bunga itu hanya memantulkan; tidak memiliki sifat mentari itu sendiri. Ketahuilah bahwa kerajaan ini adalah milik-Nya, amanahNya, lalu Dia beli. Tidak ada kebaikan pada sesuatu yang tidak kekal. Karena itu jangan engkau melanggar janji kepada-Nya. Engkau pasti mati. Kematian yang berujung kepada kehidupan lebih utama daripada kehidupan yang berbalik menuju kematian. Ketahuilah bahwa beragam jenis alam yang terdapat di alam wujud ini tidak mendatangkan kesulitan dan kerepotan. Cobalah di waktu malam yang gelap engkau masuk ke dalam sebuah rumah yang terang oleh sejumlah lampu di mana keempat sisi ruangannya terbuat dari kaca sebagai bentuk lentera alam. Pertama-tama di dalamnya engkau akan melihat sejumlah rumah terang yang bertebaran di seluruh negeri seolah-olah sepanjang mata memandang tidak ada kegelapan. Kedua, engkau bisa melakukan perubahan dan pergantian dengan sangat mudah terhadap sejumlah rumah tersebut. Ketiga, engkau bisa melihat bagaimana lampu yang sebenarnya lebih dekat kepada lampu imajiner yang terjauh daripada yang berada di depannya; bahkan daripada dirinya sendiri sebab ia merupakan Zat yang menegakkannya. Keempat, benih dari alam wujud ini mampu memikul alam lain darinya. Empat kaidah di atas berlaku pada banyak hal, bahkan antara Zat Yang Wajib ada dan makhluk yang mungkin ada di mana eksistensinya berada dalam bayangan cahaya-Nya. Eksistensinya masih dalam ilusi. Hanya saja, dengan perintah Allah, ia memiliki wujud lahiri. Wujudnya ada karena dihadirkan oleh Allah. Perhatikanlah baik-baik!

252 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ketahuilah bahwa sebagaimana tidak mungkin kerajaan yang benar-benar mendapatkan perhatian ini tidak memiliki penguasa, mustahil pula kalau Penguasa tersebut tidak berkenalan dengan manusia yang mengetahui tingkatan kebaikan Sang Penguasa di mana hal itu menunjukkan kesempurnaan-Nya. Di samping itu, manusia adalah khalifah di muka bumi yang memang Dia hamparkan untuknya di mana ia boleh berbuat di dalamnya sesuka hati; bahkan di atap langit dengan akalnya. Demikian pula, manusia merupakan makhluk termulia yang hal itu ditunjukkan dengan berbagai aktivitasnya yang menakjubkan meski kecil dan lemah. Manusia merupakan sebab yang paling memiliki kehendak bebas. Karena itu, Tuhan mengutus seorang nabi yang bertugas memperkenalkan diri-Nya kepada para hamba yang lalai sekaligus memberitahukan tentang sesuatu yang dituntut oleh-Nya dan membuat-Nya ridha . Ketahuilah bahwa semua indera, termasuk ilusi, asumsi, dan khayalan pada akhirnya sepakat berlindung kepada Allah dan berpegang kepada kebenaran tanpa ada tempat bagi kebatilan. Semua mengakui bahwa alam hanya mungkin terwujud seperti yang diberitakan oleh Alquran. Demikian yang disaksikan oleh diriku dan akalku. Ketahuilah sebagaimana alam cahaya, panas, udara, listrik, gravitasi, serta alam eter, dan barzakh tidak berbenturan, demikian pula semuanya berkumpul tanpa ada salah seorangpun darimu yang bercampur dan berdesak-desakan denganmu di tempatmu. Jadi, bisa saja sejumlah alam gaib yang luas berkumpul di alam bumi yang sempit ini. Lalu, sebagaimana udara tidak menghalangi kita untuk berjalan, air tidak menghalangi kita untuk bepergian, kaca tidak menghalangi tembusnya cahaya, benda padat tidak menghalangi masuknya sinar rontgen, cahaya akal, dan ruh malaikat, juga besi tidak bisa menghalangi aliran hawa panas dan listrik, sesuatu tidak bisa menghalangi daya gravitasi, perjalanan ruh, dan cahaya akal berikut perangkatnya, maka demikian pula dengan alam kasat mata ini. Ia tidak menghalangi ruh, jin, setan, dan malaikat untuk berjalan. Ketahuilah bahwa bagi cahaya serta semua yang bersifat
Badiuzzaman Said Nursi

| 253

cahaya seperti mata, lentera, dan mentari, sama saja antara satu bagian dan satu spesies, antara yang bersifat parsial dan keseluruhan, antara satu dan ribuan. Lihatlah mentari bagaimana planet, lautan, telaga, benih, butiran, tetesan, percikan, dan partikel kaca tercelup oleh gambarannya secara langsung dengan sangat mudah di mana dalam hal ini sama saja antara planet dan partikel. Demikian pula dengan perbuatan mentari azali dan cahaya dari segala cahaya dalam kitab alam ini. Seluruh bab, pasal, halaman, baris, kalimat, dan hurufnya ditulis secara sekaligus tanpa ada kesulitan sama sekali. Allah memiliki perumpaman yang paling mulia. Allah befirman, Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja.142 Kami beriman. Ketahuilah bahwa siapa yang memperhatikan elemen sesuatu berikut perjalanannya sampai ke batas tertentu di mana di sana ia berhenti karena sejumlah manfaat, tentu ia yakin bahwa pada batas tersebut ada Zat yang memerintahkan elemen tadi dengan berkata, Berhentilah! Ini sama seperti cetakan yang memberikan perintah kepada emas yang cair lewat lisan besi sekaligus memberikan larangan dengan berkata, Jangan mencair lagi dan berhentilah! Yang memberikan perintah kepada elemen dan partikel di atas tidak lain adalah pengetahuan yang komprehensif yang terwujud sesuai dengan ketentuan sehingga ia menghasilkan kadarnya sebagai cetakan.143 Ketahuilah bahwa sebagaimana bagian Alquran yang satu dengan yang lain saling menjelaskan, demikian pula dengan kitab
142) Q.S. Luqman: 28. 143) Dalam edisi pertama terdapat teks berbunyi, ketahuilah bahwa nama-nama-Nya yang mulia ibarat beragam pintu dan sisi yang mengarah kepada partikel. Sejumlah nama yang saling berhadapan bisa jadi terwujud dalam sesuatu. Misalnya Maha Memberi, Maha Menahan, Maha Memberikan bahaya, serta Maha Memberikan manfaat. Hal itu menunjukkan bahwa di samping memberi untuk satu tujuan, Dia juga menahan dari sesuatu dengan kehendak-Nya, menimpakan bahaya kepada yang satu dan memberikan manfaat kepada yang lain. Semuanya kembali kepada Allah Swt. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Zat yang memiliki sifat dari hakikat salah satu nama-Nya memiliki sifat dari seluruh nama-Nya.

254 |

Al-Matsnawi An-Nuri

alam. Sebagian ayatnya menjelaskan sebagian yang lain. Selanjutnya, sebagaimana alam materi membutuhkan mentari lewat curahan cahaya nikmatnya, demikian pula dengan alam maknawi. Ia juga membutuhkan mentari kenabian agar cahaya rahmat Allah tercurah padanya. Kenabian Muhammad saw yang sangat jelas, tegas, dan pasti layaknya mentari di tengah siang. Apakah siang membutuhkan dalil akan keberadaannya?! Ketahuilah bahwa buah dari keberadaan makhluk hidup tidak hanya mengarah kepada makhluk hidup tersebut berikut keabadian, manfaat, dan kesempurnaannya. Namun, satu bagian dan satu tingkatan mengarah kepadanya, namun dalam tingkatan yang tak terhingga ia mengarah kepada Zat Yang Menghidupkan; Allah Swt. Bagian makhluk bisa jadi baru terwujud dalam waktu yang panjang. Akan tetapi, bagian yang mengarah kepada Zat Yang Menghidupkan bisa terwujud seketika sebagaimana ketika makhluk yang lewat pantulannya terhadap manifestasi dari nama-Nya yang mulia memperlihatkan pujian terhadap Penciptanya dengan melekatkan sejumlah sifat sempurna, indah, dan agung pada-Nya lewat kondisinya. Ketahuilah bahwa diri manusia seperti satu spesies dari seluruh spesies yang ada. Rahasianya karena seorang manusia memiliki masa lalu dan masa depan. Secara maknawi pada pribadinya terkumpul setiap bagian dari dirinya yang mati. Pada setiap tahun secara abstrak meninggal dua sosok darinya yang mewariskan derita, dosa, harapan, dan sebagainya. Seolah-olah ia merupakan pribadi seutuhnya. Akal pikirannya yang komprehensif, kalbunya yang lapang, serta yang lain memberinya satu bentuk totalitas. Keberadaan dirinya sebagai pribadi seperti spesiesnya dalam menjadi khilafah dan kedudukannya sebagai pusat bagi alamnya sendiri sebagaimana bagi alam secara umum. Relasi dengan seluruh bagian alam berikut tindakannya merubah dan mengganti jenis tumbuhan, hewan, dan tambang juga memberikan kepadanya bentuk totalitas. Seolah-olah setiap orang adalah satu jenis atau spesies yang terbatas pada diri manusia. Doa seorang mukmin untuk seluruh penduduk langit dan bumi menunjukkan bahwa seorang diri dengan keimanannya bisa
Badiuzzaman Said Nursi

| 255

menjadi seperti satu alam atau pusatnya. Kiamat yang berulang kali terjadi pada satu jenis atau spesies hewan yang tampak setiap tahun juga terjadi pada setiap diri manusia. Engkau bisa melihat tanda-tanda rahmat Allah pada buah yang terus bermunculan kembali setiap tahunnya persis seperti aslinya. Juga kepada kebangkitan dan kiamatnya segala jenis kutu dan serangga dengan sangat mudah. Jadi, kitab alam pada ayat-ayat penciptaan ini menjadi dalil bagi akan terwujudnya kiamat besar sebagaimana hal tersebut ditunjukkan oleh ayatayat Alquran. Dalil-dalil rasional mengenai kiamat telah kusebutkan dalam isyrt al-Ijaz144 serta pada bab ketiga dalam Nuqthah (Setitik). Engkau bisa merujuk kepada keduanya. Di dalamnya terdapat uraian yang menghilangkan rasa ragu dan bimbang. Ketahuilah bahwa apabila engkau memperhatikan Alquran bungkuslah setiap suaranya yang beragam dalam memberikan petunjuk serta yang tercelup oleh perantara dari mulai Jibril hingga kepada orang yang kau dengar dengan sesuatu yang sesuai. Lewat mendengar dari seorang qari (pembaca) yang berada dalam majlismu, engkau bisa meneruskan untuk mendengar dari Nabi saw yang membacakannya saat berada dalam puncak kenabian di majlis bumi kepada penduduknya; manusia dan makhluk yang lain. Engkau juga bisa mendengar dari Jibril ketika sedang berbicara dengan Nabi di ufuk yang paling tinggi. Engkau bisa mendengar dari balik tujuh puluh ribu hijab dari Sang Pembicara azali, ketika Dia berbicara dengan Nabi saw sejarak dua busur atau lebih dekat lagi. Jika mampu, pakai dan bungkuslah sesuatu lewat yang sesuai dengannya. Ketahuilah bahwa perasaan dan pengetahuan yang terkait denganmu dan berasal darimu, sesuai dengan kadar yang kembali kepadamu. Rahasianya adalah tidak boros, kesesuaian antara sebab akibat, serta kekuatan untuk beramal. Apa yang
144) Ketika menafsirkan firman Allah yang berbunyi, Dan mereka yakin terhadap akhirat. (QS al-Baqarah: 4) Berikan kabar gembira kepada orang-orang beriman dan beramal saleh. (QS al-Baqarah: 25).

256 |

Al-Matsnawi An-Nuri

kembali kepadamu jika diukur dengan apa yang kembali kepada Zat yang menciptakanmu seperti antara sehelai rambut dan tali atau antara tali benang dan pakaian. Pengetahuan dan perasaanmu yang bergantung pada dirimu jika diukur dengan pengetahuan dan penglihatan-Nya yang bergantung padamu seperti kunang-kunang yang mengeluarkan cahaya seperti bintang gemerlap yang berada di waktu siang di bawah sinar mentari. Ketika berada dalam gelap kelalaian dan malam alam materi, engkau melihat cahayamu seperti bintang. Ketahuilah bahwa di antara perbuatan-perbuatan Allah terdapat keselarasan, di antara jejak-jejaknya terdapat kemiripan, di antara nama-nama-Nya saling memantulkan, di antara sifatsifat-Nya saling berkaitan, di antara urusan-Nya terdapat keterpaduan. Hanya saja, masing-masing memiliki tingkatan khusus yang dalam perkembangannya diikuti oleh yang lain. Hukumnya tidak mengarah kepada yang lain serta perangkat yang melekat pada yang lain tidak dituntut darinya. Pasalnya sesuatu yang melekat pada yang wajib tidak otomatis menjadi wajib kecuali dengan maksud baru. Sebab, pihak yang mengikuti tidak diikuti sebagaimana huruf tambahan tidak menjadi objek penilaian. Apabila dari jejak-Nya engkau melihat kepada benda mati, ia mengarah kepada kekuasaan dan keagungan-Nya. Engkau bisa melihat manifestasi seluruh nama-Nya sebagai bentuk digresi dan asesori. Apabila engkau melihat kepada hewan yang tak bisa bertutur, berikan kedudukan yang tepat untuknya. Segala sesuatu ditetapkan di sisi-Nya dengan ukuran tertentu.145 Dia menciptakan segala sesuatu serta menetapkan ukurannya secara cermat.146 Ketahuilah bahwa kalimat l hawl wal quwwata ill billh (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah), mengarah kepada sejumlah tingkatan perkembangan manusia dan fase keberadaannya dari partikel menuju wujud yang hidup, mulai dari materi mati, tumbuhan yang berkembang, hewan yang
145) Q.S. ar-Raad: 8. 146) Q.S. al-Furqn: 2.

Badiuzzaman Said Nursi

| 257

memiliki daya rasa, hingga menjadi manusia beriman. Pada setiap tingkatan darinya terdapat sejumlah derita dan harapan: Tiada daya untuk bisa lepas dari ketiadaan dan tiada kekuatan untuk eksis kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk tidak lenyap dan tiada kekuatan untuk kekal kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk menjauhi bahaya dan tiada kekuatan untuk meraih manfaat kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk lepas dari musibah dan tiada kekuatan untuk mencapai tujuan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk jauh dari maksiat dan tiada kekuatan untuk mendapat nikmat kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk lepas dari malapetaka dan tiada kekuatan untuk meraih anugerah kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk bisa lepas dari keburukan dan tiada kekuatan untuk menggapai kebaikan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk lepas dari derita dan tiada kekuatan untuk meraih harapan kecuali dengan pertolongan Allah. Tiada daya untuk lepas dari kegelapan yang pekat dan tiada kekuatan untuk mendapatkan cahaya terang kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi dan Mahaagung. Ketahuilah147 bahwa siapa yang bertawakkal kepada Allah, Dia akan mencukupinya. Hasbunallh wa nimal Wakl (Cukuplah Allah bagi kami. Dia Sebaik-baik Pelindung). Sebab, Dia adalah Pemilik diri kami dan Pemilik seluruhnya. Keseluruhan alam seperti kerajaan kita ini. Kita adalah milik Allah Swt.

147) Penjelasan tentang bagian ini yang khusus berbicara tentang hasbunallh wa nimal wakil, terdapat dalam cahaya keduapuluh sembilan. Juga pada kilau keempat, harapan, keempat belas, dan kelima belas dari risalah untuk para lansia.

258 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, Dia Yang Maha Sempurna. Sementara itu, kesempurnaan adalah sesuatu yang Dia cintai sehingga wajar kalau mau berkorban untuknya. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, Dia Mahaagung, Indah, Pemilik kesempurnaan, keagungan, dan keindahan yang Dia cintai. Karena ingin memperbaharui manifestasi keindahan-Nya kita mati tertawa dan hidup bahagia. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, Dia Zat Yang Wajib ada serta Yang Menghadirkan semua wujud sehingga dengannya kita mengetahui bagaimana Dia memberi semuanya kepada kita. Sebaliknya, tanpa pengetahuan, apa yang berada di tangan kita menjadi titik eksistensi yang saling dipikul oleh sesuatu yang tiada sepenuh dunia. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, Dia Maha tak bermula, abadi, dan kekal. Segala sesuatu pasti binasa kecuali wajah-Nya.148 Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, dunia bersifat fana dan kehidupan pasti sirna. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, tanpa keberadaan-Nya semua kenikmatan dunia membuahkan penderitaan berkepanjangan, sebaliknya dengan menghadapkan wajah kepadaNya dan dengan adanya keterpautan dengan rahmat-Nya semua kenikmatan yang fana tadi menambah nikmat kemunculan baru yang bersih dari derita kematian. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, dengan-Nya cahaya kehidupan terwujud dan tanpa-Nya terdapat gelapnya ketiadaan. Hasbunallh wa nimal Wakl. Sebab, jika kita mengenal-Nya lalu mengadu kepada-Nya lalu membuatnya ridha, Dia akan mencukupi semua kebutuhan kita terhadap dunia ini. Adapun jika kita berpaling kepada alam sebabyang secara lahir kebutuhan kita terdapat padanyalalu kita mengadu kepadanya, di samping buta dan tuli di mana ia tidak mendengar dan melihat kita, sejumlah urusan akan menjadi sulit dan jalannya menjadi tercerai berai. Sama seperti orang yang mengadu kepada raja di mana ia bisa menyelesaikan seketika. Namun, siapa yang
148) Q.S. al-Qashash: 88.

Badiuzzaman Said Nursi

| 259

mengadu kepada seluruh penduduk negeri seorang demi seorang untuk bersepakat membantunya, maka kalaupun mereka sepakat hal itu bisa terwujud dalam waktu lama dan membutuhkan kesulitan yang luar biasa. Ketahuilah bahwa di antara rahasia kemukjizatan Alquran dan di antara dalil bahwa ia merupakan rahmat yang mencakup semua adalah: Sebagaimana setiap orang di dunia ini memiliki alam sendiri, demikian pula masing-masing sesuai dengan pemahamannya terhadap Alquran memiliki Alquran yang khusus untuknya yang bisa mendidik dan memberikan pengobatan untuknya. Di antara rahasia petunjuknya yang lembut adalah bahwa di samping ayat-ayatnya selaras, sangat terkait, dan saling berhubungan, setiap orang dapat dengan mudah mengambil dari sekian surat sejumlah ayat untuk menjadi hidayah dan obat untuknya. Berbagai aliran secara umum dan para ulama bisa meraih manfaat darinya. Beragam kondisi yang kau lihat sesuai dengan kedudukan dan posisinya membentuk satu untaian rapi yang bersambung dengan saudara-saudara barunya. Adanya keterpisahan tidak menjadikannya cacat serta ketersambungan dengan ayat-ayat lain tidak membuatnya asing. Rahasia ini menunjukkan bahwa sebagian besar ayat-ayat Alquran memiliki hubungan dan korelasi dengan ayat-ayat yang lain yang bisa disebutkan dan dihubungkan dengannya. Sebagaimana surat al-Ikhlas berisi tiga puluh surat dengan menggabungkan sebagian kalimatnya dengan yang lain sebagai dalil dan kesimpulan seperti yang disebutkan dalam al-lawmi149 demikian pula dengan Alquran yang berada dalam diri seseorang di mana dengan ayat-ayatnya yang mengandung banyak makna berisi ribuan Alquran dalam Alquran itu sendiri. Masing-masing memiliki hakikat kebenaran. Di dalamnya terdapat kitab yang khusus untuknya dan untuk yang mengikutinya.

149) Yang diterbitkan sebagai apendiks dalam buku al-Kalimt

260 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Ya Allah, Zat yang menurunkan Alquran dengan kebenaran Alquran, jadikan Alquran ini sebagai pelipur lara bagiku dalam hidup dan sesudah mati serta sebagai cahaya dalam kalbu dan kuburku tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.

Badiuzzaman Said Nursi

| 261

262 |

Al-Matsnawi An-Nuri

Perpisahan

150

LANJUTAN DARI LANJUTAN rts


Bismillhirrahmnirrahm egala puji milik Allah Yang Maha Pengasih yang di antara halusnya keagungan buah pohon rahmat-Nya adalah junjungan kita Muhammad saw. berikut sorga yang terwujud dalam dua alam. Dia juga Mahakuasa yang seluruh entitas baru dan mulia, berikut benda-benda angkasa yang terdapat di taman alam menjadi bukti rububiyah-Nya. Lalu tumbuhan berwarnawarni dan binatang yang beragam jenis yang terdapat dalam taman bumi menjadi ciptaan-Nya yang luar biasa dan bukti uluhiyah-Nya. Bunga yang segar bersinar dan pepohonan berbuah yang terdapat di taman ini menjadi mukjizat kekuasaanNya serta dalil kasih sayang-Nya. Pohon berikut daun, bunga, dan buahnya yang terdapat di kebun ini menjadi mukjizat kekuasaan-Nya. Semua itu menjadi saksi bahwa Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

150) Karena sakitku yang cukup parah, aku merasa ketika itu kalau ajal sudah dekat. Karena itu aku mengatakan sebagai perpisahan. Aku berjalan dari pintu kubur menuju kumpulan para kekasih, guru, dan teman-temanku; para murid madrasah Nur (penulis).

Badiuzzaman Said Nursi

| 263

Peristiwa-peristiwa masa lalu merupakan mukjizat kekuasaan-Nya. Ia menunjukkan bahwa Dia Mahakuasa atas segala kemungkinan yang akan terjadi si masa mendatang. Semua yang telah berlalu dan yang akan datang tidak keluar sedikitpun dari hukum kekuasaan-Nya. Bagi-Nya sama saja antara partikel dan mentari. Dia Mahabenar dan Esa yang seluruh partikel alam berikut susunananya diikat dengan berbagai petunjuk dan lisanya yang beragam di mana semua menunjukkan kepada keindahanNya yang mutlak. Ungkapan kita beragam sementara kebaikan-Mu satu Semua menunjukkan kepada keindahan tersebut Kitab alam dengan seluruh bab, pasal, lembaran, baris, kalimat, dan hurufnya merupakan tanda keberadaan-Nya yang wajib dan esa. Baris-barisnya mengatakan kepada akal: Perhatikan baris-baris alam karena ia Merupakan risalah langit untukmu Salawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Muhammad saw, serta kepada keluarga dan seluruh sahabatnya. Ketahuilah wahai Said yang malang! Janganlah engkau melihat sesuatu yang bukan milikmu. Tetapi lihatlah dirimu! Siapa engkau sebenarnya? Apa engkau ini? Dengan apa engkau bersandar? Engkau lemah, berwujud, butuh, wujud pemberian nikmat, dan tidur yang dibungkus dengan keterjagaan. Kelemahan adalah jasadmu, rasa butuh adalah ruh yang bergerak di dalamnya, anugerah adalah fisikmu, dan hidupmu adalah tidur. Sungguh malang! Aku tenggelam dalam satu tetes yang menjadi lautan atasku. Aku lenyap dalam satu waktu yang menjadi seperti abadi. Aku mengira lintasan hidup ini ibarat mentari bersinar. Wahai Said yang malang! Modalmu kira-kira hanya enam puluh dinar. Engkau telah mengambil empat puluh lima yang dipergunakan untuk kebutuhan satu hari di kedai dunia. Engkau lupa kepada rumahmu dan kebutuhan untuknya. Sehingga hartamu berbalik menjadi hutang dan api neraka. Lima belas

264 |

Al-Matsnawi An-Nuri

dinar yang tersisa masih belum diketahui apakah bisa diambil semua atau sebagiannya; atau bahkan tidak bisa diambil sama sekali. Setiap kali engkau mengambil sebagian darinya pergunakanlah untuk rumah abadimu. Jangan ia kau kurangi lagi. Peliharalah yang sepertiga itu agar menjadi cahaya. Betapa sangat bodoh dan merugi dirimu! Engkau pergunakan semua yang telah diambil untuk hari yang lenyap. Yang tersisa di tanganmu untuk kedudukanmu yang abadi sangatlah sedikit. Engkau adalah pengembara yang lalai. Tadinya engkau memiliki tiga tingkatan. Engkau telah menempuh dua tingkatan dengan keluar dari rumah dan negeri ini. Kau angkat kakimu untuk melangkah kepada tingkatan ketiga dengan keluar dari dunia yang fana. Ketahuilah!151 Sungguh besar dosa akibat ucapan yang keluar dari mulut manusia. Pasalnya mereka berkata, Ia terbentuk dengan sendirinya Alam sudah menentukan demikian Ia tercipta oleh sebab. Ketiga kalimat ini sama sekali tidak benar. Di antara bentuk kemustahilannya adalah: engkau ada. Engkau bisa menciptaanmu sendiri jika melihat kepada kalimat pertama, atau ciptaan sebab alam sebagaimana makna kalimat kedua, atau ciptaan alam ilusi dan kekuatan buta sebagaimana makna kalimat ketiga, atau ciptaan Allah sebagaimana hal itu merupakan tuntutan hakikat kebenaran.

PERTAMA
Adapun pernyataan pertama adalah sangat mustahil dilihat dari berbagai sisi yang tak terhingga: Di antaranya karena engkau harus memberikan kepada setiap partikel yang terdapat dalam dirimu sebuah mata untuk melihat keseluruhanmu, bahkan untuk melihat alam. Demikianlah seharusnya jika melihat penciptaan dirimu yang sangat sempurna. Hal lainnya, engkau harus menghadirkan dalam dirimu sejumlah konstruksi yang saling menyatu, naik, dan turun dalam
151) Cahaya kedua puluh tiga, Risalah alam materi, merupakan penjelasan tentang sejumlah alinea di atas.

Badiuzzaman Said Nursi

| 265

partikel dirimu sebagai cetakan seperti cetakan bentuk huruf besi yang juga buatan. Demikianlah kalau ia memang tidak ditulis oleh pena Zat Yang Mahakuasa, azali dan esa. Hal lainnya, dengan rahasia kesatuan jejak dan pengaruh, setiap partikel harus mengontrol keseluruhan sekaligus tunduk pada keseluruhan. Sama seperti bebatuan yang terdapat dalam bangunan yang rumit jika dianggap tidak ada yang membangunnya. Ia juga bebas dan terikat, serta menjadi sumber dari sejumlah sifat yang mengingkari keberadaannya; bahkan pada Zat yang melipat langit sebagaimana melipat lembaran kertas.

KEDUA
Kemustahilan pernyataan kedua juga tak terhingga: Di antaranya materi yang menjadi bahan penciptaanmu seperti botol obat yang terdapat di apotek. Jika menurutmu ia bisa keluar dengan cara tertuang dan mengalir sendiri tanpa keterlibatan siapapun dari setiap gelasnya dengan ukuran tertentu lewat neraca yang tepat, lalu berbagai kadar berbeda tadi bisa berkumpul membentuk obat kehidupan atau komposisi racikan yang hidup, maka di situlah engkau bisa berhayal bahwa dirimu memang berasal dari sejumlah sebab yang mati. Hal lain bahwa kemunculan sesuatu dengan sangat sempurna dari sejumlah sebab tak terhingga yang tak bernyawa, buta, dan tuli, yang berada di antara berbagai kemungkinan hanya menambah kebutaan dan ketulian. Di samping relasinya dengan lahiriah sesuatu, proses penciptaan aspek batiniahnya lebih halus dan lebih sempurna. Karena itu, kemunculan dirimu darinya sungguh sangat mustahil. Hal lainnya bahwa berkumpulnya berbagai sebab yang tak terhingga dengan sangat rapi dan teratur lewat neraca rasa butuh yang terdapat dalam sel-sel matamu tidak lebih mudah daripada berkumpulnya pilar-pilar alam dalam wujud lahiriahnya berikut benda-bendanya yang besar pada telapak tanganmu; bahkan dalam kukumu atau dalam selnya. Sebab, siapa yang bekerja di sebuah rumah, maka rumah tersebut bisa melingkupinya jika si pekerja tadi bersifat materi. Selama alam ini berikut bagian-

266 |

Al-Matsnawi An-Nuri

bagiannya bekerja dalam bagian dirimu berarti ia bisa masuk ke dalam partikelmu. Ini sungguh bualan yang memalukan. Begitulah rangkaian kemustahilan dan ketidakmungkinan serta kebatilan yang dimunculkan oleh ilusi dan hayalan.

KETIGA
Adanya pengaruh alam. Hal ini lebih batil dan rusak. Pasalnya, alam materi memiliki aspek lahiri yang bersifat ilusi yang disangka oleh pihak lalai dan sesat sebagai hakikat kebenaran. Ia juga memiliki aspek batini yang berupa kreasi ilahi dan celupan rahmat-Nya. Hakikat dari kekuatan yang ada memperlihatkan kekuasaan Zat Yang Maha Bijaksana, Maha Mengetahui, dan Maha Menghendaki. Adapun proses kebetulan yang digambarkan oleh pemikiran lalai merupakan hasil kreasi setan yang bersumber dari kesesatan. Kami telah membuktikan dalam titik, tetesan berikut lanjutannya, aroma, partikel, dan benih berikut lanjutannya tanpa ada keraguan sedikitpun bahwa penciptaan yang luar biasa ini tidak lain bersumber dari kekuasaan Zat Yang Maha Mengetahui dan Melihat, di mana Dia memiliki seluruh sifat sempurna. Bagaimana mungkin tangan makhluk yang lemah, terikat, dan terbatas bisa menjahit pakaian alam?! Bagaimana mungkin tangan nyamuk bisa menyusun baju-baju berukir yang dikenakan oleh alam?! Jika demikian kemungkinan terakhir adalah engkau dan segala sesuatu merupakan ciptaan Sang Pencipta azali di mana bukti penciptaan-Nya sebanyak entitas yang ada: Di antaranya alam berikut partikel dan susunannya. Semua menjadi saksi atasnya lewat lima puluh lima lisan seperti yang terdapat dalam tetesan. Di antaranya Alquran berikut semua kitab suci para nabi, wali dan ahli tauhid disertai ayat-ayat penciptaan yang terdapat di alam. Di antaranya pimpinan manusia berikut seluruh nabi, wali, dan malaikat.
Badiuzzaman Said Nursi

| 267

Di antaranya fitrah yang terdapat dalam jin dan manusia dengan segala kebutuhannya. Di antaranya, Allah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Dia.152 Ketahuilah bahwa menisbatkan penciptaan kepada makhluk dengan tiga bentuknya di atas serta kepada Zat Yang Wajib ada sebagai sebuah kebenaran, sama seperti pohon berikut segala buahnya ketika kau nisbatkan kepada sesuatu yang tunggal. Yaitu dengan kau nisbatkan ia sesuai dengan hukum pertumbuhannya kepada akarnya yang bersumber dari benih yang melaksanakan perintah penciptaan lewat kata kun yang berasal dari Zat Yang Wajib ada. Pohon dengan seluruh bagiannya, daunnya, bunganya, dan buahnya, tidak berbeda antara pohon kecil yang memiliki dua buah dan pohon sebesar gunung yang memiliki buah tak terhingga. Hal itu karena rahasia yang tak diketahui yang terdapat dalam proses yang demikian mudah ketika dilaksanakan oleh pihak yang tunggal. Termasuk dalam menyatukan berbagai upaya dan pendistribusian kerja. Sebaliknya, hal itu menjadi sulit dan sukar ketika dilakukan oleh pihak yang banyak dan berserak. Ketika engkau menisbatkan kepada banyak kemungkinan selain yang ditentukan oleh Sang Pencipta, maka setiap buah, setiap bunga, setiap daun, dan setiap ranting membutuhkan semua yang dibutuhkan oleh keseluruhan pohon. Hal itu lantaran semuanya berkumpul dan menyatu pada bagian demi bagiannya. Lihatlah bahwa apa yang kau perhatikan di antara dua bentuk di atas laksana antara sesuatu yang wajib dan mustahil. Pasalnya, kemudahan pada bentuk pertama sampai pada tingkat di mana bisa dikatakan bahwa seharusnya memang demikian. Sebaliknya, kesulitan pada bentuk kedua memaksa kita untuk berkata bahwa hal itu mustahil terjadi. Kesimpulannya, jika penciptaan dan pengelolaan diserahkan kepada selain Allah, maka: (1) jika dinisbatkan kepada diri sendiri berarti engkau memposisikan setiap sel yang terdapat dalam bagian dirimu mampu meliputi seluruh alam dengan sifat152) Q.S. Ali Imran: 18.

268 |

Al-Matsnawi An-Nuri

sifatnya. (2) jika dinisbatkan kepada sejumlah sebab berarti sejumlah sebab alam yang bekerja berkumpul pada setiap sel. Sebab, kesatuan sel hingga kesatuan alam menunjukkan bahwa penciptanya satu. Yang satu tidak bersumber kecuali dari yang satu. Apalagi sel yang tak mampu membuat dua jari nyamuk. Lalu bagaimana mungkin ia bisa melakukan sesuatu yang seluruh alam pun tidak bisa melakukan sesuatu yang sederhana sekalipun? Dalil keesaan adalah kesatuan. Benda bening yang kecil bisa menampung mentari berikut cahaya, warna, dan hawa panasnya lewat wujud bayangan mentari itu dengan sangat mudah. Sebagaimana wujud lahiri lebih tegas, lebih berat, lebih kokoh daripada wujud imajiner, sehingga partikel yang satu bisa menampung gunung, serta mentari bisa masuk ke dalam kilau cahaya, maka demikian pula dengan wujud yang wajib ada. Ia lebih kuat, lebih kokoh, lebih teguh bahkan ia merupakan wujud hakiki dan lahiri sekaligus. Ia jauh lebih benar dan nyata daripada wujud yang bersifat mungkin. Entitas yang bersifat mungkin dengan seluruh bagiannya yang terwujud dalam cermin alam azali menjadi laksana cermin manifestasi cahaya wujud yang wajib ada. Pengetahuan merupakan cerminnya. Ia merupakan cermin wujud yang wajib ada. Wujudnya keluar dari tingkat pengetahuan menuju wujud lahiri; tidak sampai kepada tingkat wujud hakiki. Ketahuilah bahwa siapa yang mencermati alam akan mendapatkan kesimpulan bahwa pelaku dan pemberi pengaruh padanya adalah Zat Yang Mahahalus, Sumber cahaya, dan Zat yang tunggal. Sementara, reaksi dan pengaruh adalah sifat dari materi dan fisik. Jika mau engkau bisa melihat cahaya dan gunung. Yang pertama berada di langit, sementara tangan halusnya bekerja dan berkeliling di bumi. Adapun yang kedua, ukurannya yang besar dan tangannya yang banyak tak mampu memberikan pengaruh, meski kepada benda yang dekat dan menempel dengannya. Begitulah kita melihat interaksi antar sesuatu secara lahiriah. Tingkatan sebab pada sesuatu sesuai dengan tingkat
Badiuzzaman Said Nursi

| 269

kehalusan dan cahayanya, sementara tingkatan akibat sesuai dengan wujud fisiknya. Dari sini kita mengetahui bahwa Pencipta sebab lahiri dan Zat yang menghadirkan akibat adalah cahaya dari segala cahaya. Tidak ada yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat.153 Penglihatan tidak bisa menjangkauNya, sementara Dia bisa menjangkau penglihatan. Dia Mahahalus dan Maha Mengetahui.154 Tiada Tuhan selain Dia. Ketahuilah bahwa tafakkur adalah cahaya yang dapat melebur kelalaian yang dingin dan mati. Kecermatan adalah api yang dapat membakar ilusi kegelapan yang kering. Apabila engkau bertafakkur tentang dirimu, lakukanlah secara cermat, sabar, dan satu persatu sesuai dengan nama al-Bthin (Yang Maha Tersembunyi) yang dalam. Pasalnya, kreasi yang sempurna membuat analisa dan penelaahannya secara detil menjadi lebih baik. Apabila engkau merenungkan cakrawala lakukanlah secara global dan cepat. Jangan sampai menyelam terlalu dalam kecuali jika untuk menjelaskan kaidah yang ada. Janganlah engkau melihatnya secara teliti sesuai dengan nama azh-Zhhir (Yang Maha Terlihat) yang luas. Pasalnya, kilau penciptaan lebih jelas, lebih cemerlang, dan lebih indah jika secara global dan keseluruhan. Juga agar engkau tidak larut dalam sesuatu yang tak bertepi. Jika engkau mentafakkuri dirimu secara detil lalu menelaah cakrawala secara global, berarti engkau mendekat kepada keesaan-Nya. Namun, jika sebaliknya, di mana engkau mentafakkuri dirimu secara global, lalu melihat cakrawala secara detil, maka engkau diceraiberaikan oleh sesuatu yang banyak, akan dijerumuskan oleh ilusi, lalu egomu akan menguat, kelalaianmu bertambah pekat, sehingga menjadi tabiat yang melekat. Inilah jalan yang mengarah pada kesesatan. Ya Allah, jangan kau masukkan kami ke dalam golongan orang yang sesat. Amin. Ketahuilah bahwa seperti kata pepatah, manusia, jika bergerak rezekinya menjadi diam, namun jika diam, rezekinya yang bergerak. Ia termasuk kilau hakikat yang memiliki spektrum
153) Q.S. asy-Syur: 11. 154) Q.S. al-Anm: 103.

270 |

Al-Matsnawi An-Nuri

luas. Lihatlah pepohonan yang diam karena bertawakkal. Rezekinya bergerak menuju kepadanya. Sebaliknya, hewan yang bergerak lantaran rakus, rezekinya menjadi diam dan tak bergeming di tempatnya dalam kondisi terhubungan dengan akarnya. Warna dan aromanya mengundang hewan yang lapar dan membutuhkan untuk mendatanginya. Ketahuilah! Betapa bodohnya manusia yang lalai dan betapa hal itu sangat menyesatkan dan berbahaya bagi dirinya! Ia meninggalkan kebaikan yang besar lantaran kemungkinan adanya satu hambatan di antara sembilan kemungkinan yang malah memberikan dorongan. Ia mengambil jalan kesesatan dengan meninggalkan petunjuk lantaran satu keraguan di antara ribuan dalil petunjuk yang ada. Faktanya manusia adalah sosok yang banyak berhayal dan sangat berhati-hati. Ia menghindari bahaya yang segera datang lantaran satu kemungkinan di antara sepuluh kemungkinan yang ada. Mengapa ia tidak menghindari sesuatu yang paling berbahaya dengan sembilan kemungkinan; atau bahkan dengan sembilan puluh sembilan kemungkinan yang ada?! Ketahuilah bahwa dalam jiwa manusia terdapat kebutuhan yang tak terhingga, kemampuan mengamati yang tak terkira, kecenderungan untuk bersenang-senang yang tak berujung, serta siap untuk mengarungi harapan dan derita yang tak terbatas. Sehingga kasih sayang yang disertai kesesatan kalbu hanya menghasilkan derita yang berkepanjangan. Sebagaimana disebutkan dalam qatharah (tetesan), engkau tidak layak berkata, Apalah artinya diriku? Siapa aku? dan makhluk seperti apakah diriku sehingga kiamat tegak untukku, timbangan disiapkan untukku, serta hisab diberlakukan padaku? Wahai yang sesat dan ragu. Jangan engkau tertipu dengan kehidupan ini. Sebab, kenikmatan hidup ini bergantung pada sesuatu yang bercampur dengan keraguan kaum yang sesat. Kaum yang sesat dan ragu tidak mempercayai adanya sakit akibat kepergian dan ketiadaan sehingga berusaha mengarah kepada kemungkinan adanya kebahagiaan abadi. Ia juga berlari dari beban dan kewajiban agama menuju kemungkinan ketiadaan
Badiuzzaman Said Nursi

| 271

akhirat. Dari kerancuan berpikir semacam ini untuk sementara waktu ia tampak selamat. Namun tidak lama kemudian, waktunya tiba dan kebenaran tersingkap. Kemungkinan pertama tidak bisa meringankan deritanya, bahkan ia merasakannya sekaligus. Kemungkinan kedua juga demikian, tidak bisa meringankan bebannya. Justru derita yang dialami menjadi berlipat-lipat ganda. Untuk sementara waktu ia juga berkata, Musibah menimpa semua. Karena itu, aku tidak peduli. Namun, tidak lama kemudian musibah yang menimpanya justru berlipat-lipat sesuai dengan jangkauan musibah tadi yang mencakup semua. Hal ini sama seperti orang yang ditimpa musibah berikut para kerabat dan kekasihnya. Pasalnya, dalam jiwa seseorang terdapat kaitan dengan sesama jenisnya sehingga ketika musibah menimpa mereka, bencana dan deritanya juga ikut bertambah. Wahai yang ragu dan lalai, jangan mengira dengan sikap lalai dan ragu engkau bisa mencicipi kenikmatan. Namun, ia justru menyimpan derita yang memilukan. Ia akan menyerangmu secara sekaligus dan akan berbalik menjadi sakit yang tak terperikan. Jika engkau ingin semua derita itu berubah menjadi kenikmatan dan ingin agar api neraka tadi berubah menjadi cahaya, buanglah kelalaianmu dengan cara ruku (shalat) lima waktu, serta persiapkan diri menerima turunnya tamu Alquran yang disertai dengan limpahan iman. Karena itu, engkau harus berobat dengan cara merenungkan ayat-ayat Allah dan terus bersabar menghadapi pahitnya berbagai kesesatan sehingga kenikmatan munajat menjadi terlihat. Ketahuilah155 bahwa pengabdian menuntut ketundukan untuk menerima cobaan dan ujian. Pasalnya, Sang majikan berhak untuk menguji hamba-Nya; bukan hamba yang menguji Tuhannya. Ketahuilah bahwa wilayah nama al-bthin (Yang maha Tersembunyi) dan wilayah azh-Zhhir (Yang Maha Tampak) saling terpaut dan bertemu. Kalangan batini berpendapat bahwa kekuasaan-Nya seperti lautan, sementara kalangan lahiri berpendapat
155) Lihat memoar ketiga belas dari cahaya ketujuh belas.

272 |

Al-Matsnawi An-Nuri

bahwa ia seperti mentari. Laut bagaikan totalitas yang meliputi seluruh bagiannya. Sebaliknya, mentari seperti induk yang memiliki sejumlah cabang berupa pantulan dan bayangan. Nah, kalangan batini yang ekstrem larut dalam paham keterbagian dan kebersatuan dengan Tuhan. Adapun kalangan lahiri yang bertentangan dengan sunnah larut dalam noda syirik terhadap sebab. Dalam hal ini jalan yang lurus berupa Alquran. Wahai Zat Yang telah menurunkan Alquran, dengan kebenaran Alquran tunjukkan kami ke jalan yang lurus! Amin, amin, amin.

Badiuzzaman Said Nursi

| 273