Anda di halaman 1dari 3

PENGERTIAN SHOCK DAN JENISNYA DEFINISI Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler

(jantung dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumlah yang memadai; syok biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah dan kematian sel maupun jaringan (Anderson, 2005).

Syok terjadi akibat berbagai keadaan yang menyebabkan berkurangnya aliran darah, termasuk kelainan jantung (misalnya serangan jantung atau gagal jantung), volume darah yang rendah (akibat perdarahan hebat atau dehidrasi) atau perubahan pada pembuluh darah (misalnya karena reaksi alergi atau infeksi) (Sudoyo, 2007). Syok digolongkan ke dalam beberapa kelompok: Syok kardiogenik (berhubungan dengan kelainan jantung) Syok hipovolemik ( akibat penurunan volume darah) Syok anafilaktik (akibat reaksi alergi) Syok septik (berhubungan dengan infeksi) Syok neurogenik (akibat kerusakan pada sistem saraf).

Syok hipovolumik Syok tipe ini disebabkan karena kehilangan darah atau cairan. Jika berhubungan dengan kehilangan darah lebih dikenal dengan nama syok hemmoragik. Perdarahan dapat merupakan akibat trauma, tetapi dapat juga sebagai akibat dari penyakit seperti ulcer pada traktus gastrointestinal atau kelainan faktor pembekuan dalam darah itu sendiri. Diare dan muntah yang hebat dapat juga menyebabkan penurunan yang cepat dari volume sirkulasi. Oleh karena tidak hanya cairan yang diabsorpsi secara normal berkuarng, tetapi juga pemasukan cairan tidak ada. Syok tipe ini juga sering terjadi pada korban luka bakar hebat karena hilangnya plasma tubuh yang berlebihan.

Syok kardiogenik Syok dalam klasifikasi ini dikarenakan fungsi jantung tidak baik. Gangguan fungsi dapat terjadi karena miokardium tidak baik, dapat karena katub jantung tidak berfungsi sebagaimana semestinya, atau dapat juga dikarenakan sistem penghantaran impuls elektrik tidak berjalan sebagaimana mestinya.atau dikarenakan sistem penghantaran impuls tidak berjalan sebagaimana semestinya. Hal-hal tersebut mengakibatkan jantung tidak dapat

memompa dengan cukup kuat untuk mempertahankah volume yang adekuat atau berdetak atau keduanya dapat terjadi. Syok pada penderita dengan infark jantung cukup tinggi mortalitasnya 75 - 80 %.

Syok Septik / Bakteremik Syok septik merupakan sindrom syok yang paling kompleks, disebabkan oleh endotoksin kuman Gram negatif. Sebagai akibat adanya toksin dalam sirkulasi maka akan terjadi gangguan permeabilitas kapiler, sehingga cairan intravaskuler berkurang, karena masuk ke dalam ruang interstisial.

Syok Neurogenik Pada syok ini terdapat penurunan tekanan darah sistemik sebagai akibat terjadinya vasodilatasi perifer dan penurunan curah jantung. Vasodilatasi tersebut terjadi karena menurunnya resistensi perifer yang disebabkan oleh gangguan saraf otonom, sedangkan penurunan curah jantung disebabkan oleh bertambahnya pengaruh nervus vagus pada jantung, sehingga terjadi bradikardi. Syok ini dapat terjadi pada: 1. rangsangan hebat yang kurang menyenangkan, seperti rasa nyeri hebat pada frajtur tulang, kanker dan lain-lain. 2. rangsangan pada medulla spinalis misal pada penggunaan obat anestesi spinal; 3. trauma kepala

Syok Anafilaktik ( reaksi alergi hebat) Syok jenis ini dapat terjadi dalam hitungan menit bahkan beberapa kasus dalam beberapa detik. Syok anafilaktik ini dicetuskan oleh kontak dengan bahan yang secara individual pernah dihadapi sebelumnya dan tubuh telah mengidentifikasi sebagai musuh, menyebabkan terbentuknya antibodi yang disebut Ig E. Penyebab kematian pertama pada syok ini

disebabkan oleh pembengkakan saluran jalan nafas yang menyumbat aliran udara ke paruparu sedangkan penyebab keduanya adalah insufisiensi sirkulasi darah melalui tubuh. Hal-hal yang dapat menyebabkan syok ini, antara lain:

substansi insekta, misal lebah; substansi yang ditelan, misal kacang, ikan obat dan lainnya; substansi yang dihirup, misal debu, pollen atau bubuk kimia tertentu; substansi yang diserap kulit.

Anderson SP, Wilson LM. 2005. Patofisiologi konsep klinis proses-prose penyakit jilid 1, ed 4. Jakarta: EGC. Sudoyo, Aru W., dkk. 2007. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid 1, Ed 4. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI.