Anda di halaman 1dari 5

PERAN ARTHROPODA YANG PENTING DIKETAHUI DALAM BIDANG VETERINER A.

Arthropoda sebagai agen penyakit langsung Contoh; - entomofobia - gangguan dan menyebabkan kehilangan darah (Caplak keras dan lunak, kutu dan pinjal) - menyebabkan kerusakan pada organ indera (Lalat Oestrus ovis) - mengeluarkan racun/ bisa (Kalajengking, kelompok lebah dan tarantula - dermatosis (Tungau/ Scabies, caplak, kutu dan pinjal) - myiasis dan kaitannya dengan infeksi (belatung/ larva lalat Musca, Fannia, Calliphora, Gasterophilus Hypoderma, Dermatobia, Oestrus. - alergi B. Arthropoda sebagai - vektor, Contoh Anopheles, terhadap dirofilariasis - carrier mekanik, lalat rumah - obligat - inang antara, kecoa bagi cacing cestoda C. Arthropoda sebagai musuh alami bagi serangga yang merugikan Contoh; sebagai - kompetitor - parasit dan predator

STRUKTUR TUBUH SERANGGA DAN ARACHNIDA Struktur serangga secara umum dibagi ke dalam tiga bagian A. Kepala B. Thorax (Prothorax. Mesothorax dan Metathorax) C. Abdomen Kerangka serangga (Exoskleton) Merupakan struktur serangga/ arachnida yang dibentuk dari dinding tubuh untuk mendukung sistem fungsi tubuh dan berperan sebagai tempat pelekatan otot, membungkus dan melindungi tubuh atau organ internal dan mencegah penguapan air. Sklerotisasi adalah proses pengerasan dinding tubuh Detail dinding tubuh/ integumen terdiri atas ; - sel-sel epidermis selapis - membran basal - kutikula Kutikula terdiri atas : - epikutikula (lapisan luar dan tipis) - eksokutila (merupakan lapisan tebal) - endokutikula (lapisan dalam) Epikutikula terdiri atas : - lapisan homogenous - kutikulin - wax - cement Kepala terdiri atas : - kranium - penunjang-penunjang mulut - antena

mata

Mulut : - labrum (bibir atas) - labium (bibir bawah) - sepasang mandibula - sepasang maksilla - probosis (belalai/ sungut) Mata : - mata majemuk (compound eyes) - mata sederhana ( ocelli) contoh : ordo diptera; lalat Thorax dibagi atas beberapa bagian yaitu; - lempeng atas (notum) - lempeng bawah (sternum) - lempeng sisi (pleura) Thorax merupakan tempat melekat - kaki-kaki yang terdiri 5 segmen yaitu; - koksa - trochanter - femur - tibia - tarsus dan cakar - sayap dan venasi (pembuluh sayap) Abdomen ; - alat-alat reproduksi dan organ pernapasan luar (spirakel)
SISTEM FISIOLOGI SERANGGA/ ARACHNIDA

Sistem fisiologi serangga terdiri atas; - Sistem saraf; - sistem saraf pusat (otak dan ganglia) - sistem saraf viscera (corpora cardiaca dan corpora allata) Sistem sirkulasi : merupakan sistem sirkulasi terbuka dan darah mengalir melalui rongga terbuka yang disebut hemocoel. Bagian-bagian sistem sirkulasi darah : - jantung, aorta ostia dan pembuluh darah vena, arteri dan kapiler) - darah (hemolimf) dan sel-sel darah (hemosit). Sistem ekskresi terdiri dari: - tubulus Malphigi - rektum dan anal Sistem respirasi : trakea (organ pernapasan dalam) spirakel (organ pernapasan luar) Sistem reproduksi ; Betina Sepasang ovary Sepasang oviduct Spermatheca (tempat fertilisasi) Kelenjar assesori Ovipositor Sepasang testes Vas efferent Vas defferent Vesica seminalis

Jantan

Spermatophore (capsul sperma) Duktus ejakulator Penis Aedeagus - Sistem pencernaan serangga Menurut tipe makanan yang dimakan; serangga/ arachnida digolongkan dalam beberapa kelompok. Contoh : Phytophagous (pemakan tumbuhan) Zoophagous (pemakan hewan; vertebrata dan invertebrata) Sarcophagous (pemakan material organik non hidup) Secara umum saluran pencernaan serangga yaitu; Foregut/ stomodaeum (usus depan) Midgut/ mesenteron (usus tengah) Hind/ protodaeum (usus belakang) Katup kardia Katup pylorus SIKLUS HIDUP SERANGGA Siklus hidup adalah rantai atau serangkaian peristiwa yang terjadi selama masa hidupnya yang meliputi proses reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan individu organisme di dalam suatu populasi. Fase-fase yang terjadi selama siklus hidup - fase reproduksi dan perkembangan embrionik - fase pertumbuhan pasca embrionik dan perkembangan - fase dewasa Oleh karena itu siklus hidup arthropoda dimulai dari TELUR LARVA PUPA IMAGO/DEWASA

Contoh; Pinjal, Lalat, Nyamuk dan Kutu TELUR LARVA NIMFA DEWASA

Contoh; Caplak keras (Ixodidae), caplak lunak (Argasidae) dan Tungau (Mite) Kaitan siklus hidup dengan siklus musim, serangga digolongkan ke dalam beberapa golongan yaitu : Univoltine : Golongan serangga yang memiliki satu generasi per tahun Multivoltine : Golongan serangga yang mempunyai lebih satu generasi per tahun Delayedvoltine : Golongan serangga dengan yang membutuhkan lebih dari setahun untuk menyeselesaikan siklus hidupnya..

Beberapa Tipe Reproduksi serangga yang dikenal antara lain; - aseksual/ parthenogenesis; contoh (Diptera : Simuliidae) - seksual - kombinasi seksual dan aseksual/ Haplodiploid; contoh Lebah madu METAMORFOSIS Metamorfosis adalah proses perkembangan serangga/arachnida yang berlangsung imulai dari eclosion serangga hidup bebas sampai mencapai perkembangan dewasa. Metamorfosis diprogram secara genetis dan dikontrol oleh juvenil hormon yang dihasilkan oleh kelenjar assesori otak yaitu corpora allata.

Selama metamorfosis terjadi 2 fase dalam membangun tubuh serangga yaitu; 1. Histolisis; penghancuran jaringan tubuh yang mulai terjadi pada tahap akhir perkembangan primer yang berlanjut ke proses transformasi berikutnya. Selama histolisis cadangan nutrisi seperti karbohidrat, lemak dan glikogen dan sejumlah reaksi biokimia serta dibantu oleh sel-sel fagosit akan mengubah lemak tubuh dan jaringan otot menjadi nutrisi mix. Nutrisi mix dibawa oleh aliran darah dan digunakan untuk pertumbuhan jaringan 2. Histogenesis; pembentukan jaringan tubuh baru yang terjadi pada saat bersamaan dengan histolisis. Khususnya pergantian kengkap jaringan otot serangga muda sehingga menjadi serangga dewasa. Rangkaian peristiwa ini dapat diamati selama siklus hidup misalnya pertumbuhan sayap dan organ reproduksi. Model umum metamorfosis arhropoda berkaitan dengan siklus hidup 1. Ametamorfosis. Model ini ditemukan pada golongan serangga tak bersayap (Apterygota) misalnya silverfish (Lepisma sacharina) Siklus hidup dari telur juvenil dewasa. Transisi dari juvenil ke dewasa secara gradual dengan beberapa kali molting pada tahap juvenil. Selama siklus hidup, juvenil tampak sangat mirip dengan tahap dewasa kecuali ukuran tubuh dan kelengkapan organ reproduksi. Semua stadia perkembangan terdapat di dalam habitat yang sama 2. Metamorfosis gradual/ bertahap Siklus hidup mulai dari telur, nimfa dan dewasa. Contoh belalang, kecoa, jangkrik. Stadium nimfa mirip dewasa kecuali pada pembentukan sayap dan organ reproduksi yang belum sempurna 3. Metamorfosis tidak sempurna Siklus hidup dimulai telur, naiad dan dewasa. Contoh capung. Serangga muda mirip seperti dewasa kecuali perkembangan sayap belum sempurna 4. Metamorfosis sempurna Siklus hidup mulai dari telur, larva, pupa dan dewasa. Contoh lalat, kutu, nyamuk dan pinjal Ametamorfosis digolongkan serangga ametabola Metamorfosis gradual dan tidak sempurna digolongkan hemimetabola Metamorfosis sempurna digolongkan holometabola Beberapa arthropoda zoophagous seperti caplak keras (Ixodidae) memerlukan beberapa inang untuk menyelesaikan siklus hidupnya Contoh: Berinduk semang satu. Caplak Boophilus spp. Selama siklus hidup larva keluar dari telur (eclosion) berparasit/makan pada tubuh hewan dan berkembang sampai dewasa. Betina dewasa kenyang darah jatuh dari tubuh inang dan bertelur di tanah. Berinduk semang dua. Caplak Rhipicephalus evertsi. Selama siklus stadium larva nenaiki inang dan mengisap darah hingga kenyang dan jatuh ke tanah serta molting menjadi stadium nimfa. Nimfa lapar naik pada inang yang berbeda atau sama, makan kenyang dan molting menjadi dewasa pada tubuh inang. Berinduk semang tingga. Selama siklus larva menaiki tubuh inang makan kenyang jatuh dan molting menjadi nimfa. Selanjutnya nimfa menaiki tubuh inang yang sama atau beda, makan kenyang dan jatuh ke tanah diikuti molting sehingga menjadi stadium dewasa. Dewasa lapar naik pada inang yang sama atau berbeda dan makan kenyang. Kemudian jatuh ke tanah untuk bertelur.

BEBERAPA ARTHROPODA YANG BERKAITAN DENGAN PARASITOLOGI VETERINER ARTHROPODA (Filum)

Klas Insekta - Ordo Diptera Genus : Musca Hypoderma Gasterophilus Calliphora Oestrus Fannia Dermatobia Simulium Tabanus Phlebotomus Chrysomya Lucia Sarcophaga

Klas Arachnida Ordo : Acarina Famili : Ixodidae (caplak keras) Genus : Rhipicephalus Boophilus Dermacentor Hyalomma Haemaphysalis Lalat Ixodes Amblyomma : Argasidae (Argas) Caplak. lunak : Sarcoptidae (tungau) Sarcoptes : Psoroptidae Psoroptes Chorioptes Otodectes Knemidokoptes : Dermanyssidae Dermanyssus

Anopheles Culex Aedes

Nyamuk

Mallophaga (Kutu penggigit) Anoplura (Kutu pengisap) Ctenocephalides (Pinjal)

: Demodicidae Demodex

Anda mungkin juga menyukai