Anda di halaman 1dari 30

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Pengasinan telur merupakan salah satu cara penambahan umur simpan telur. Telur asin merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat dan berharga relatif murah. Telur asin sebagai bahanmakanan yang telah diawetkan mempunyai daya tahan terhadap kerusakan yang lebih tinggidibandingkan telur mentah. Disamping untuk konsumen rumah tangga, konsumen lainnya yang sangat potensial adalah restoran, rumah makan, kapal-kapal laut, rumah sakit, asrama-asrama, perusahaan jasa boga dan sebagainya. Perkembangan industri telur asin akan mendorong perkembangan peternakan itik akan berdampakkepada peningkatan pendapatan para peternak itik yang umumnya merupakan masyarakat pedesaan.Industri telur asin juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber protein mahal sepertidaging. Ada beberapa cara pengawetan telur antara lain dengan cara pengasinan atau penggaraman, dibuat tepung, dan dibuat pindang. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan cara pengasinan menggunakan garam yang dicampur dengan batu bata merah halus. Selain itu juga dapat dilakukan dengan menggunakan abu maupun perendaman dalam larutan garam. Namun demikian menurut hasil percobaan maupun pengalaman akan lebih baik jika digunakan menggunakan bata merah. Memilih telur dapat dilakukan dengan cara pengamatan, peneropongan, dan dapat juga dimasukkan kedalam air. Bila mengapung maka telur tidak atau kurang baik dan apabila telur melayang atau tenggelam berarti baik. Pembuatan telur asin dapat menggunakan telur bebek maupun telur ayam tetapi yang sering digunakan adalah telur bebek karena selain kulit cangkangnya tebal bila dibuat telur asin rasanya lebih enak. Sebelum dilakukan pengaweten telur harus dibersihkan terlebih dahulu dari kotoran yang menempel selain untuk menjaga kebersihan juga untuk membuka pori-porinya. Dengan cara melihat telur yang telah lama dierami dan hampir menetas. Ternyata didalam telur terdapat mata kehidupan. Larutan garam mempunyai sifat plasmolisis sehingga dapat menerobos poripori kulit telur dengan tekanan. Telur asin yang baik dapat diamati dengan cara membelah telur asin yang baik dapat diamati dengan cara membelah telur asin yang sudah dimasak yaitu kuning telurnya berwarna kecoklatan dan masir. 1.2. Tujuan Proyek

Tujuan proyek ini adalah untuk mengetahui tentang cara-cara yang benar untuk membuat rencana bisnis yang baik untuk dapat digunakan oleh perusahaan kedepannya, seberapa penting rencana bisnis untuk kemajuan perusahaan. Di samping itu mahasiswa diharapkan mampu untuk melaksanakan observasi dan menyajikan dalam bentuk laporan serta membuat presentasi dengan power point. 1.3. Manfaat Proyek 1.3.1. Manfaat Bagi Mahasiswa 1. Dapat menambah wawasan tentang rencana bisnis. 2. Memberi keterampilan dalam melaksanakan observasi dan menyajikannya dalam bentuk laporan. 3. Sebagai sarana pembelajaran apabila memasuki dunia kerja yang nyata. 1.3.2. Manfaat Bagi Jurusan 1. Sebagai bahan referensi mata kuliah. 2. Sebagai pengenalan Politeknik Negeri Malang khususnya jurusan Administrasi Niaga pada perusahaan yang ada di dunia kerja. 1.3.3. Manfaat Bagi Instansi 1. Sebagai sarana untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik antara Politeknik Negeri Malang dengan perusahaan-perusahaa. 2. 2.1. TELUR ASIN 2.1.1. Pengertian Telur Asin Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memiliki rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Kuning telur mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti : besi, fosfor, sedikit kalsium, dan vitamin B kompleks. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar 60 % dari seluruh bulatan telur mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat (Pusbangtepa-IPB). Satu-satunya nutrisi yang potensial hanyalah kalsium, karena kandungannya meningkat tajam dibanding telur segar. Nutrisi lain yang meningkat akibat pengasinan telur adalah kalsium. Hal ini tentu menguntungkan, karena kalsium sangat diperlukan dalam pembentukan tulang yang kuat. Penambahan kalsium ini berasal dari penyerapan mineral dari media pembalut telur selama

penggaraman, terutama dari bata merah atau abu sekam. Kandungan kalsium meningkat 2,5 kali setelah pengasinan Kualitas telur ditentukan oleh : 1) Kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur) 2) Kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, kebutuhan dan kebersihan kulit telur) 2.1.2. Faktor-Faktor Kerusakan Telur asin Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah , retak). Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran merosot. Kerusakana telur dapat pula desebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama disebabkan oleh kotoran yang menempel pada kulit telur. Cara mangatasi dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan lebih awet dari pada yang telah dicuci. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruang penyimpan. 2.1.3. Tujuan pengawetan telur asin Tujuan pengawetan telur asin ada 2, yaitu : 1) Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur. 2) Mencegah keluarnya air dari dalam telur. 2.1.4. Nilai Gizi Telur Asin Dalam telur itik, protein lebih banyak terdapat pada vagian kuning telur, 17%, sedangkan bagian putihnya terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat. Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan bagian putihnya 11%. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat (Pusbangtepa-IPB).

Hasil penelitian mendapatkan, sebutir telur mempunyai kegunaan protein (net protein utilization) 100% dibandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak. Hampir semua lemak dalam sebutir telur itik terdapat pada bagian kuningnya, mencapai 35%, sedangkanm di bagian putihnya tidak ada sama sekali. lemak pada telur tt: 54.0pt; text-align: center;"> Tabel 1 : Perbedaan kandungan gizi antara telur ayam, telur bebek segar dan telur bebek asin
Kom posis i Te lur ay am Telur bebek segar Te lur be be k asi n Kalo ri (kal) Prote in (gr) Hidr at aran g (gr) Kalsi um (mg) 157 Besi (mg) Vit. A 2, 7 90 0 1230 2,8 1, 8 81 4 54 56 12 0 0, 7 0,8 1, 4 12 ,8 14,3 13 ,6 16 2 189 19 5

(SI) Vit. B-1 (mg) Air (gr) b.d.d (%) 90 Strategi pemasaran adalah serangkaian tujuan dan sasaran, kebijakan serta aturan yang memberi arah kepada usaha-usaha pemasaran dari waktu ke waktu pada masing-masing tingkatan serta lokasinya. Strategi pemasaran modern secara umum terdiri dari tiga tahap yaitu: segmentasi pasar (segmenting), penetapan pasar sasaran (targeting), dan penetapan posisi pasar (positioning) (Kotler, 2001). Setelah mengetahui segmen pasar, target pasar, dan posisi pasar maka dapat disusun strategi bauran pemasaran (marketing mix) yang terdiri dari strategi produk, harga, penyaluran/ distribusi dan promosi (Assauri, 1999).

Vi 0 t. C (m g)
74 70,8

66 ,5

2.2.1. Segmentasi Pasar (Segmenting) Secara umum, terdapat tiga falsafah dasar sebagai pedoman bagi perusahaan untuk mendekati pasar, yakni pemasaran masal dimana keputusan untuk memproduksi dan mendistribusi produk secara masal, pemasaran berbagai produk yang menyajikan pilihan produk berbeda untuk segmen berbeda, dan pemasaran terarah yang mengembangkan produk untuk pasar yang spesifik. 1) Pemasaran masal, di mana para penjual memproduksi secara masal, mendistribusikan secara masal, dan mempromosikan secara masal satu produk kepada semua pembeli. Pemikirannya, bahwa biaya produksi dan harga menjadi murah dan dapat menciptakan pasar potensial paling besar. 2) Pemasaran berbagai produk, di mana penjual memproduksi dua macam produk atau lebih yang mempunyai sifat, gaya, mutu,

ukuran dan sebagainya yang berbeda. Pemikirannya, bahwa konsumen memiliki selera berbeda yang berubah setiap waktu, dan selalu mencari variasi serta perubahan. 3) Pemasaran terarah, di sini penjual mengenali berbagai segmen pasar, memilih satu atau beberapa di antaranya, dan mengembangkan produk serta bauran pemasaran yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing konsumen. Produsen atau perusahaan modern, kini menjauhi pemasaran masal dan pemasaran berbagai produk, dan mendekati pemasaran terarah. Penjual dapat mengembangkan produk yang tepat untuk setiap pasar sasaran dan menyesuaikan harga, saluran distribusi, dan iklannya untuk mencapai pasar sasaran secara efisien. Dengan menggunakan pemasaran terarah, yang semakin dekat dengan bentuk pemasaran mikro, perusahaan menyesuaikan program pemasaran pada kebutuhan dan keinginan dari segmen geografik, demografik, psikografik, atau tingkah laku, yang telah ditentukan secara sempit. Bentuk akhir dari pemasaran terarah adalah pemasaran yang disesuaikan, yaitu bila perusahaan menyesuaikan produk dan program pemasaran pada kebutuhan pelanggan secara spesifik. Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuansatuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Kotler, 2001). Dengan kata lain, segmentasi pasar adalah kegiatan membagi pasar menjadi kelompok pembeli yang terbedakan dengan kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku berbeda yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran terpisah. Perusahaan membagi pangsa pasar ke dalam segmensegmen pasar tertentu di mana masing-masing segmen tersebut bersifat homogen. Perbedaan keinginan dan hasrat konsumen

merupakan alasan yang utama untuk diadakannya segmentasi pasar. Jika terdapat bermacam-macam hasrat dan keinginan konsumen, maka perusahaan dapat mendesain suatu produk untuk mengisi suatu heterogenitas keinginan dan hasrat tersebut. Dengan demikian dapat berkreasi dengan suatu penambahan penggunaan yang khusus untuk konsumen dalam segmen yang diinginkan. Konsumen akan mau membayar lebih tinggi terhadap produk yang mereka butuhkan bila mereka menerima berbagai keuntungan dari produk tersebut. Perusahaan atau para penjual mengklasifikasikan beberapa kelompok sasaran segmen pemasaran, yakni segmentasi pasar konsumen, segmentasi pasar industri, dan segmentasi pasar internasional. Kelompok segmen pasar tersebut memiliki karakteristik berbeda, sehingga memerlukan cara tersendiri untuk menanganinya. Membuat Segmentasi Pasar Konsumen Tidak ada cara tunggal untuk membuat segmen pasar. Pemasar harus mencoba variabel segmentasi yang berbeda, secara sendiri atau kombinasi untuk mencari cara terbaik untuk memetakan struktur pasar. Terdapat beberapa variabel utama yang sering digunakan untuk menentukan segmentasi pasar, yakni variabel geografik, demografik, psikografik, dan tingkah laku tertentu. 1) Segmentasi Geografik Segmentasi geografik membagi pasar menjadi beberapa unit secara geografik seperti negara, regional, propinsi, kota, wilayah kecamatan, wilayah kelurahan dan kompleks perumahan. Sebuah perusahaan mungkin memutuskan untuk beroperasi dalam satu atau beberapa wilayah geografik ini atau beroperasi di semua wilayah tetapi tidak memperhatikan kebutuhan dan keinginan psikologis konsumen.

Banyak perusahaan dewasa ini merigionalkan program pemasaran produknya, dengan melokalkan produk, iklan, promosi dan usaha penjualan agar sesuai dengan kebutuhan masingmasing regional, kota, bahkan kompleks perumahan. 2) Segmentasi Demografi Segmentasi pasar demografik membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan pada variabel seperti jenis kelamin, umur, status perkawinan, jumlah keluarga, umur anak, pendapatan, jabatan, lokasi geografi, mobilitas, kepemilikan rumah, pendidikan, agama, ras atau kebangsaan. Faktor-faktor demografik ini merupakan dasar paling populer untuk membuat segmen kelompok konsumen. Alasannya utamanya, yakni kebutuhan konsumen, keinginan, dan mudah diukur. Bahkan, kalau segmen pasar mula-mula ditentukan menggunakan dasar lain, maka karakteristik demografik pasti diketahui agar mengetahui besar pasar sasaran dan untuk menjangkau secara efisien. a. Umur dan Tahap Daur Hidup Perusahaan menggunakan segmentasi umur dan daur hidup, yakni menawarkan produk berbeda atau menggunakan pendekatan pemasaran yang berbeda untuk kelompok umur dan daur hidup berbeda. Misalnya, beberapa perusahaan makanan ringan ciki membuat produknya untuk konsumsi kaum anakanak dan remaja. b. Jenis Kelamin Perusahaan menggunakan segmentasi jenis kelamin untuk memasarkan produknya, misalnya pakaian, kosmetik, dan majalah. Banyak perusahaan kosmetika, yang mengembangkan produk parfum yang hanya ditujukan kepada para wanita atau kaum pria. c. Pendapatan

Pemasar produk telah lama menggunakan pendapatan menjadi segmentasi pemasaran produk dan jasanya, seperti mobil, kapal, pakaian, kosmetik dan jasa transportasi. Banyak perusahaan membidik konsumen kaya dengan barang-barang mewah dan jasa yang memberikan kenyamanan dan keselamatan ekstra, sebaliknya ada beberapa perusahaan kecil yang membidik konsumen dengan level social-ekonomi menengah ke bawah. d. Segmentasi Demografik Multivariasi Perusahaan banyak yang mensegmentasi pasar dengan menggabungkan dua atau lebih variabel demografik. Misalnya, suatu pemasaran produk yang segmentasi pasarnya diarahkan pada umur dan jenis kelamin. 3) Segmentasi Psikografik Segmentasi psikografik membagi pembeli menjadi kelompok berbeda berdasarkan pada karakteristik kelas sosial, gaya hidup atau kepribadian. Dalam kelompok domografik, orang yang berbeda dapat mempunyai ciri psikografik yang berbeda. a. Kelas Sosial Kelas sosial ternyata mempunyai pengaruh kuat pada pemilihan jenis mobil, pakaian, perabot rumah tangga, properti, dan rumah. Pemasar menggunakan variabel kelas sosial sebagai segmentasi pasar mereka. b. Gaya Hidup Minat manusia dalam berbagai barang dipengaruhi oleh gaya hidupnya, dan barang yang mereka beli mencerminkan gaya hidup tersebut. Atas dasar itu, banyak pemasar atau produsen yang mensegmentasi pasarnya berdasarkan gaya hidup konsumennya. Sebagai misal, banyak produsen pakaian remaja yang mengembang-kan desain produknya sesuai dengan selera

dan gaya hidup remaja. c.Segmentasi tingkah laku mengelompokkan pembeli berdasarkan pada pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk. Banyak pemasar meyakini bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling baik untuk membentuk segmen pasar. a. Kesempatan Segmentasi kesempatan membagi pasar menjadi kelompok berdasarkan kesempatan ketika pembeli mendapat ide untuk membeli atau menggunakan barang yang dibeli. Pembeli dapat dikelompokkan menurut kesempatan ketika mereka mendapat ide untuk membeli, benar-benar membeli, atau menggunakan barang yang dibeli. Segmentasi kesempatan dapat membantu perusahaan meningkatkan pemakaian produknya. Sebagai misal, Kodak menggunakan segmentasi kesempatan untuk merancang dan memasarkan kamera sekali pakai. Konsumen hanya perlu memotrek dan mengembalikan film, kamera, dan semuanya, untuk diproses. Dengan menggabungkan lensa, kecepatan film, dan peralatan tambahan yang lain. Kodak mengembangkan kamera versi khusus untuk hampir segala macam kesempatan, dari fotografi bawah air sampai memotret bayi. b. Manfaat yang Dicari Salah satu bentuk segmentasi yang ampuh adalah mengelompokkan pembeli menurut manfaat yang mereka cari dari produk. Segmentasi manfaat membagi pasar menjadi kelompok menurut beragam manfaat berbeda yang dicari konsumen dari produk. Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari orang dalam produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat, dan merek utama yang mempunyai manfaat.

Perusahaan dapat menggunakan segmentasi manfaat untuk memperjelas segmen manfaat yang mereka inginkan, karakteristiknya, serta merek utama yang bersaing. Mereka juga dapat mencari manfaat baru dan meluncurkan merek yang memberikan manfaat itu. c. Status Pengguna Pasar dapat disegmentasi menjadi kelompok bukan pengguna, mantan pengguna, pengguna potensial, pengguna pertama kali, danpengguna regular dari suatu produk. Pemimpin pemasaran akan memfokuskan pada cara menarik pengguna potensial, sedangkan perusahaan yang lebih kecil akan memfokuskan pada cara menarik pengguna saat ini agar meninggalkan pimpinan pemasaran. d. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian sama banyak, yakni separuh pengguna ringan, dan separuh pengguna berat, menurut tingkat pembelian dari produk spesifik. Sebagai contoh, ditunjukkan bahwa sejumlah 41% rumah tangga yang disurvai membeli bir, sebesar 87% pengguna berat peminum bir (hampir tujuh kali lipat dari pengguna ringan). e. Status Loyalitas Sebuah perusahaan dapat disegmentasikan berdasarkan loyalitas konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan. Pembeli dapat dibagi beberapa kelompok menurut tingkat loyalitas mereka. Beberapa konsumen benarbenar loyal(membeli selalu membeli satu jenis produk), kelompok lain agak loyal (mereka loyal pada dua merek atau lebih dari suatu produk, atau menyukai satu merek tetapi kadang-kadang membeli merek yang lain). Pemasar harus berhati-hati ketika menggunakan loyalitas merek dalam strategi segmentasinya. Pola pembelian yang loyal pada merek ternyata mencerminkan sebagai kebiasaan, sikap

acuh tak acuh, harga yang rendah atau daftar yang telah tersedia. Pentingnya Melakukan Segmentasi Segmentasi pasar diperlukan karena : 1) Peusahaan dapat lebih baik memahami perilaku segmensegmen pasar yang lebih homogen sehingga dapat lebih baik dalam melayani kebutuhan-kebutuhan mereka. Program pemasaran dapat lebih diarahkan sesuai dengan perilaku dan kebutuhan masing-masing segmen pasar. 2) Apabila pasar terlalu luas dan berperilaku sangat beragam, perusahaan dapat memilih satu atau beberapa segmen pasar saja. Sehingga kapasitas pasar dapat lebih sesuai dengan luas segmen-segmen pasar yang terbentuk. 3) Pasar bersifat dinamis, tidak statis, yang berarti bahwa pasar berkembang terus yang ditandai dengan perubahan-perubahan seperti sikap, siklus kehidupan, kondisi keluarga, pendapatan, pola geografis dan sebagainya. 4) Produk barang atau jasa berubah sesuai dengan siklus kehidupan produk tersebut, dari tahap perkenalan sampai tahap penurunan. 2.2.2. Target Pasar (Targetting) Dalam menetapkan sasaran pasar (target pasar), perusahaan terlebih dulu harus melakukan segmentasi pasar, dengan cara mengelompokkan konsumen (pembeli) ke dalam kelompok dengan ciri-ciri (sifat) yang hampir sama. Setiap kelompok konsumen dapat dipilih sebagai target pasar yang akan dicapai. Segmentasi pasar dimaksudkan untuk mengkaji dan mencari kesempatan segmen pasar yang dihadapi perusahaan, menilai segmen pasar, dan memutuskan berapa banyak dari segmen pasar yang ada tersebut yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuan target pasar sangat penting karena perusahaan tidak dapat melayani seluruh konsumen atau

pembeli yang ada di pasar. Pembeli yang ada terlalu banyak dengan kebutuhan dan keinginan yang beragam atau bervariasi, sehingga perusahaan harus mengidentifikasi bagian pasar mana yang akan dilayaninya sebagai target pasar. Kegiatan pemasaran akan lebih berhasil jika hanya diarahkan kepada konsumen tertentu sebagai target pasar yang dituju. Target pasar adalah kelompok konsumen yang agak homogen, yang akan dijadikan sasaran pemasaran perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus memperhatikan jenis kebutuhan dan keinginan konsumen. Selain itu perlu diperhatikan pula kebutuhan dan keinginan kelompok konsumen manakah yang akan dipenuhi. Konsumen memang pembeli yang harus dilayani perusahaan dengan memuaskan. Namun, tidak mungkin perusahaan benar-benar dapat memberikan kepuasan kepada seluruh konsumen yang ada di pasar, karena terbatasnya kemampuan atau sumber daya perusahaan. Untuk itu perusahaan perlu menentukan batas pasar yang akan dilayani atau yang menjadi target pasar, melalui pengelompokkan konsumen berdasarkan ciri-ciri atau sifatnya dikaitkan dengan kebutuhan dan keinginan mereka. Adapun yang dimaksud dengan target pasar adalah kelompok konsumen yang mempunyai ciri-ciri atau sifat hampir sama (homogen) yang dipilih perusahaan dan yang akan dicapai dengan strategi bauran pemasaran (marketing mix). Dengan ditetapkannya target pasar, perusahaan dapat mengembangkan posisi produknya dan strategi bauran pemasaran untuk setiap target pasar tersebut. Target pasar perlu ditetapkan, karena bermanfaat dalam : 1) Mengembangkan posisi produk dan strategi bauran pemasaran. 2) Memudahkan penyesuaian produk yang dipasarkan dan strategi bauran pemasaran yang dijalankan (harga yang tepat, saluran

distribusi yang efektif, promosi yang tepat) dengan target pasar. 3) Membidik peluang pasar lebih luas, hal ini penting saat memasarkan produk baru. 4) Memanfaatkan sumber daya perusahaan yang terbatas seefisien dan seefektif mungkin 5) Mengantisipasi persaingan Dengan mengidentifikasikan bagian pasar yang dapat dilayani secara efektif, perusahaan akan berada pada posisi lebih baik dengan melayani konsumen tertentu dari pasar tersebut. Dalam memilih pasar yline-height: 150%; margin-left: 63.0pt; mso-layout-grid-align: none; mso-list: l13 level1 lfo20; text-autospace: none; text-indent: -18.0pt;"> pasar secara keseluruhan. (2) Memusatkan perhatian pada kesamaan kebutuhan konsumen. Menghasilkan dan memasarkan satu macam produk. Menarik semua konsumen dan memenuhi kebutuhan semua konsumen Pasar yang dituju dan teknik pemasarannya bersifat massal. Ditujukan kepada segmen terbesar yang ada dalam pasar. Differentiated Marketing Melayani 2 atau lebih kelompok konsumen tertentu dengan jenis produk tertentu pula. Menghasilkan dan memasarkan produk yang berbeda-beda melalui program pemasaran yang berbeda-beda untuk tiap kelompok konsumen tertentu tersebut. Mengarahkan usahanya pada keinginan konsumen. Memperoleh loyalitas, kepercayaan, serta pembelian ulang dari kelompok konsumen tertentu tersebut. (3) Concentrated Marketing Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi strategi target pasar, Meninjau

antara lain : 1. Sumber-sumber perusahaan. Bila sumber daya yang dimiliki sangat terbatas maka strategi target pasar yang tepat adalah concentrated marketing. 2. Homogenitas produk. Untuk produk yang homogen, maka strategi yang tepat untuk target pasarnya adalah undifferentiated. 3. Tahap-tahap dalam siklus kehidupan produk. Strategi yang tepat bagi produk baru adalah undifferentiated marketing. Untuk produk-produk yang banyak variasinya dapat digunakan juga concentrated marketing. Pada tahap kedewasaan produk digunakan strategi differenciated marketing. 4. Homogenitas pasar. Undifferentiated marketing cocok digunakan karena pembeli punya cita rasa yang sama, jumlah pembelian yang sama dan memiliki reaksi yang sama terhadap usaha pemasaran perusahaan. 5. Strategi pemasaran pesaing. Bila menghadapi pesaing yang menempuh strategi sama dengan strategi perusahaan, maka perusahaan harus lebih aktif mengadakan segmentasi untuk mendapat keberhasilan. Untuk melakukan evaluasi target pasar diperlukan informasi dan analisis data yang berkenaan dengan : 1. Produk yang dipasarkan dan strategi bauran pemasaran yang dijalankan. Perusahaan dapat mengembangkan produk yang tepat untuk setiap target pasar dengan mempertimbangkan apakah produk tersebut masih sesuai dengan kebutuhan dan keinginan target pasar. Strategi bauran pemasaran yang dijalankan diarahkan pada target pasar dengan penyesuai harga yang tepat, saluran distribusi yang efektif, dan promosi yang tepat pola guna menjangkau target pasar. 2. Kepuasan konsumen yang menjadi target pasar.

Kepuasan konsumen dapat diukur dari suara konsumen, kritik, saran, atau keluhan terhadap strategi pemasaran produk perusahaan. Makin kooperatif konsumen, makin puas pula konsumen terhadap strategi pemasaran produk perusahaan. 3. Laba perusahaan. Pencapaian tingkat laba ditentukan oleh pencapaian tingkat penjualan yang direncanakan dan harga penjualan yang ditetapkan. Makin tinggi tingkat berarti makin berhasil strategi perusahaan tersebut. Evaluasi ini dimaksudkan untuk menilai apakah target pasar yang dilayani perusahaan masih dapat diharapkan memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan. Jadi, bila Anda ingin menentukan suatu target pasar yang dikehendaki, perhatikan hal-hal berikut ini: Lakukan segmentasi pasar Kembangkan profil dan daya tarik segmen pasar yang ada Pilih segmen pasar yang dituju Kembangkan posisi produk untuk setiap segmen pasar yang dituju Kemudian kembangkan bauran pemasaran untuk setiap segmen pasar yang dituju. 2.2.3. Positioning Pemposisian Produk di Pasar (Positioning) Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan berada dalam benak pelanggan sasarannya (Kotler, 1997). Positioning merupakan elemen yang sangat utama dalam suatu strategi pemasaran. Sebuah perusahaan dapat menentukan posisinya melalui persepsi pelanggan terhadap produknya dan produk pesaingnya sehingga akan dihasilkan peta persepsi. Dengan menggunakan informasi dari peta persepsi itu, dapat dikenali berbagai strategi penentuan posisi antara lain :

a.

Positioning menurut atribut produk (usaha memposisikan diri menurut atribut produknya)

b. Positioning menurut manfaat (produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu manfaat tertentu) c. Positioning menurut harga/ kualitas (produk diposisikan sebagai nilai (harga dan kualitas) terbaik) d. Positioning menurut penggunaan/ penerapan (usaha memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah penggunaan/ penerapan) e. Positioning menurut pemakai (usaha memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai) f. Positioning menurut pesaing (produk memposisikan diri sebagai lebih baik daripada pesaing utamanya) g. Positioning menurut kategori produk (Produk diposisikan sebagai pemimpin dalam suatu kategori produk) Setelah kita menentukan dan memilih pasar sasaran, maka langkah selanjutnya adalah menentukan strategi pokok untuk masuk ke dalam persaingan bisnis dan pasar yaitu : 1) Memposisikan produk Anda di pasar sebagai langkah merebut pasar di pikiran konsumen (mind share). 2) Strategi diferensiasi produk Anda (differentiation) sebagai langkah strategis untuk membedakan produk Anda dengan produk pesaing dalam pikiran konsumen (mind share). 3) Strategi penguatan merek (branding) dari propduk Anda sebagai langkah strategis untuk menahan konsumen agar tetap loyal, setia, bangga, dan puas dengan cara memasarkan dan menjual secara experiential (pengalaman) dan emotional (emosi) di hati para calon konsumennya (heart share).

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 PROFIL UKM GLOBAL 3.1.1 Sejarah Perusahaan UKM GLOBAL adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi telor asin. UKM GLOBAL berdiri pada tanggal 19 September 2011. Pada awalnya UKM GLOBAL bekerja sama dengan salah satu peternak yang ada di Dau, kabupaten Malang yang tepatnya berada di jalan Sumber Sekar no 10 Dau. Dalam tahun ini UKM GLOBAL berinisiatif untuk berternak bebek sendiri dengan menghasilkan telur bebek yang berkualitas karena penjualan telor asin di UKM GLOBAL berkembang pesat. Nama UKM GLOBAL di ambil dari kata global yang artinya menyeluruh dan konsumen mudah untuk mengenal dan mengingat nama global itu sendiri. Saat ini UKM GLOBAL beralokasikan di jalan Tlogomas no 72 Malang dengan pemilik Bapak Rudianto. Awal mula usaha ini di rintis karena hanya mencoba-coba tetapi mendapat respon yang baik dari konsumen maka usaha ini di kembangkan untuk memenuhi permintaan konsumen. 3.1.2. Strukutur Organisasi Adapun struktur organisasi di UKM GLOBAL adalah berbentuk garis atau linear, dimana arus perintah dan informasi mengalir dari atas ke bawah sebagaimana tampak pada gambar berikut :

Gambar 3 : Struktur Organisasi UKM GLOBAL

PEMILIK ADMINITRASI PEMASARAN

SALES PROMOSI SALES PROMOSI

3.1.3. Tujuan Ukm Global Setiap perusahaan memiliki tujuan masing-masing agar dapat tercapainya sesuai harapan yang di inginkan. Tujuan UKM GLOBAL antara lain: 1. Mempertahankan kualitas citra rasa telur asin itu sendiri. 2. Dapat memuaskan konsumen 3. Dapat bersaing dengan perusahaan perusahaan lain khususnya di industri pangan telur asin. 4. Dapat memperluas area pemasaran produk telur asin. 3.1.4. Modal Awal Dan Omset SITUATION ANALYSIS 3.2.1 Market Summary Yang dilakukan UKM GLOBAL untuk mempromosikan produknya dilakukan dengan beberapa cara, dintaranya: 1) Dari mulut ke mulut konsumen adalah mengenalkan dari

pembicaraan masyarakat mengenai produk tersebut. 2) Promosi adalah babagaimana perusahaan mengenalkan produk mereka diberbagai tempat. Contohnya : pasar 3.2.2 Analisis Swot

1) Kekuatan (strength) No 1. Analisis Produk Jenis bahan utama Keterangan

UKM Global memproduksi telor asin yang be

dasar telor bebek dari jenis bebek pilihan (seh berasal dari peternakan yang bersih). Harga produk

UKM Global menjual hasil produksinya deng

harga terjangkau dan ekonomis, sehingga dap

jangkau berbagai lapisan masyarakat khusuny mahasiswa di sekitar lokasi pemasaran. Kualitas produk Meskipun harga telor asin dari UKM Global

standart dan ekonomis, namun kualitasnya leb

tinggi karena proses produksi yang berbeda d

perusahan telor asin yang lain, misalnya: lam

waktu perendaman yang tepat waktu (tidak ku

atau tidak lebih) dan komposisi bahan baku y pas. 2. Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang professional di bidangnya, pernah bekerja di bidang yang sama.

3.

Lokasi Produksi

Lokasi produksi UKM Global berada di ruma

pemilik Pak Rudy, sehingga tidak mengeluark dana untuk menyewa tempat atau bangunan. Pemasaran Sudah memiliki jangkauan yang cukup luas meskipun perusahaan masih tergolong baru, sehingga sudah banyak masyarakat yang

mengkonsumsi telor asin UKM Global. 2) Kelemahan (weakness) NO ANALISIS KETERANGAN

UKM Global masih memiliki karyawan yang 1. Organisasi

sedikit, sehingga proses produksi terkadang ti tepat waktu.

2.

Sistem Manajemen

UKM Global belum memiliki manajemen unt mengolah data dan informasi secara baik.

3.

Produksi

UKM Global tidak bisa memproduksi telor as

dalam jumlah besar, karena keterbatasan pega

SDM yang tidak menguasai komputer, sehing 4. Pemanfaatan Ti proses administrasi hanya manual dan proses promosinya sederhana. 5. Belum Memiliki Siup

UKM Global belum terdaftar secara resmi, se

perusahaan bisa saja ditutup oleh pemerintah.

UKM Global hanya menggunakan modal awa 6. Modal

sedikit, sehingga pendapatan perbulannya jug

masih rendah namun sudah mencapai keuntun meskipun tidak tinggi.

3) Peluang (Oportunity) NO 1 ANALISIS Kondisi Lingkungan Sekitar KETERANGAN

UKM Global merupakan satu-satunya perusa

telor asin yang ada wilayah Tlogomas, sehing kondisi persaingan yang rendah.

Peluang Pasar

UKM Global yang telah memiliki pemasaran

luas, maka dengan mudah UKM Global dalam mengembangkan pemasaran yang lebih luas. 3 Kondisi Sosial Budaya

Dengan adanya kondisi masyarakat yang tida

dengan makanan seperti telor asin, sehingga b masyarakat yang mengonsumsi telor asin. 4) Ancaman (Threats)

NO 1.

ANALISIS Harga Bahan Baku Semakin Naik

KETERANGAN

Harga telor bebek yang semakin mahal, sehin modal yang dikeluarkan semakin tinggi juga.

2.

Bermunculan Pesaing Baru

Makin banyaknya perusahaan telor asin yang sehingga persaingan semakin tinggi. Wacana tentang naiknya BBM tentu menjadi

3.

Bahan Bakar Yang Semakin Mahal

ancaman bagi UKM Global, karena biaya unt proses distribusi ke daerah semakin mahal.

3.2.3 Competiton UKM Global memiliki beberapa pesaing dipasaran. Secara umum pesaing tersebut dibagi menjadi 2 yakni, pesaing dengan produk bermerk, contoh: merk telor asing SS yang juga berasal dari Malang dan pasaing dengan produk tanpa merk. 3.2.4 Key To Succes Kunci sukses UKM Global untuk bersaing di pasaran adalah mengutamakan kualitas produk dan kuantitas dengan harga yang terjangkau. 3.3 MARKETING STRATEGY 3.3.1 Mission And Objectves Untuk mencapai tujuan, UKM Global memiliki pasokan telor asin dari peternak yang sudah bekerjasama dari awal dan komposisi bahan baku tetap atau konsissten sehingga cita rasa dan kualitas telor asin global tetap terjaga. 3.3.2 Segmentasi Karena telor asin merupakan makanan sehat yang mengandung protein yang tinggi. Protein terdapat pada bagian kuning sekitar 17 persen dan putinnya sekitas 11 persen. Telor asin sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak dalam dasa pertumbuhan, ibu hamil dan menyusui, orang-orang yang

sedang sakit dan dalam masa penyembuhan. Oleh karena itu telor asin bermanfaat bagi semua kalangan. Jadi segmentasi pasar UKM Global adalah masyarakat dari semua umur dan didaerah Malang serta sebagian Blitar, Tulung Agung dan Trenggalek. 3.3.3 Target Target pasar UKM Global adalah semua kalangan masyarakat. Melihat telor asin yang di pasarkan oleh UKM Global lebih banyak di rumah makan sederhana di Kota Malang dan sebagian di daerah Blitar, Tulung Agung, dan Trenggalek, maka target pasar UKM Global dikususkan bagi masyarakat menengah kebawah. 3.3.4 Positioning Dilihat dari produk yang dihasilkan UKM Global merupakan follower, belum banyak inovasi yang dilkukan oleh UKM Global yang masih berkembang ini. 3.3.5 Marketing Strategy Pyramids Salah satu kelemahan UKM Global adalah kurangnya inovasi yang dilakasanakan oleh perusahaan ini. Seharusnya, UKM Global bisa lebih memberikan perbedaan dari telor asin produksi perusahaan lain agar produk telor asin tidak melulu dan stagnan seperti sekarang. Contoh inovasi yang dapat dilakukan adalah dengan membuat telor asin rasa, misalnya rasa balado, rasa ayam, rasa pedas dan lain-lain. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyuntikan rasa-rasa pada telor asin. 3.4 ANALISIS PROSES PEMBUATAN TELUR ASIN UKM GLOBAL 3.4.1 Bahan-Bahan Pembuatan Telor Asin Bahan-bahan yang digunakan oleh UKM Global dalam pembuatan telor asin adalah sebagai berikut :

1. Telor Bebek 2. Garam 3. Batu bata merah halus 4. Air 5. Bak besar 6. Panci 7. Selang 8. Sikat pembersih 9. Tempeh 3.4.2 Proses Pembuatan Telor Asin Proses pembuatan telor asin yang dilakukan oleh UKM Global masih menggunakan cara tradisional, antara lain: 1. Telor bebek yang telah diseleksi, di bersihkan dengan sikat sampai bersih (jangan sampai retak atau pecah). 2. Batu bata merah halus di masukkan ke dalam bak besar, di campur dengan garam dan di tambah air. Kemudian di aduk sampai semua tercampur. 3. Telor bebek dimasukkan ke dalam bak besar yang telah diisi batu bata merah, garam dan air, sehingga telor bebek sampai terendam semua. Proses perendaman selama kurang lebih (1) satu minggu. 4. Telor bebek di angkat dan di bersihkan menggunakan sikat sampai permukaan telor bersih dari batu batu yang menempel. 5. Siapkan air mendidih dalam panci untuk merebus telor bebek selama kurang lebih 1 jam. 6. Telor bebek yang telah matang di angkat dan ditiriskan. 7. Setelah dingin, telor bebek di beri stempel merk Global, dan dikemas dengan kantong plastik. 8. Telor bebek siap dipasarkan. 3.5 FINANCIAL, BUDGET, DAN FORCAST

3.5.1. SALES FORCAST

(1) Financial (keuangan) Pada bulan Maret 2012, UKM Global telah menjual 1000 butir telur, dengan harga Rp. 2000,00 perbutir. Sehingga pendapatan yang di dapat oleh UKM Global pada bulan Maret sebesar Rp. 2.000.000,00. (2) Budget Anggaran perkiraan penjualan telur asin UKM Glonsl 3 bulan ke depan adalah sebagai berikut:
Perkiraan Jumlah Penjualan April 10% x 1000 = 1100 butir Mei 10% x 1210 = 1331 butir 3641 butir JUMLAH Bulan Harga perbutir Total Penjualan Rp. 2.200.000,00 Rp. 2.662.000,00 Rp. 2000,00

Rp. 2000,00

Rp. 7.282.000,00

(3) Forcast (prediksi) UKM Global memperkirakan penjualan telor asin 3 bulan ke depan meningkat 10% dari penjualan di bulan sebelumnya. Sedangkan untuk harga perbutir, masi tetap sama dengan bulan sebelumnya, yaitu Rp. 2000,00.

Jadi perkiraan penjuaalan pada 3 bulan ke depan adalah sebagai berikut


Bulan Jumlah April 10% x 1000 = 1100 butir Mei 10% x 1100 = 1210 butir Juni 10% x 1210 = 1331 butir 3642 butir JUMLAH

3.5.2. EXPENSES FORCAST (2) Financial. Modal awal yang dikeluarkan untuk membuat 1000 butir

telur asin adalah sebagai berikut : KEBUTUHAN BAHAN BAKU N Vol Sat Harg o Uraian Bahan uan a/sat Telor 1000 1.10 1 Bebek biji 0 Jumlah jumlah harga total Rp. 1.10 0.000,Rp. 2 Garam 10 kg 1500 15.000,Rp. 3 Batu Bata 40.000,Rp. 1.155.00 Jumlah biaya bahan baku 0,KEBUTUHAN BAHAN PEMBANTU N Vol Sat Harg Jumlah o Uraian Bahan uan a/sat harga 60.0 1 Bak Besar 4 00 240.000 75.0 2 Panci 2 00 150.000 Sikat Pembersi 4 h 2 3000 6000 5 Tempeh 2 6000 12.000 Rp. jumlah biaya bahan pembantu 480.000,KEBUTUHAN BIAYA OPERASIONAL N Vol Sat Harg Jumlah o Uraian Bahan uan a/sat harga 2 14.00 2 Gas tabung 0 28.000 Biaya Transport 50.0 3 asi 00 50.000 Rp. jumlah biaya operasional 78.000,GAJI DAN UPAH PEKERJA N Vol Sat Harg Jumlah o Uraian Bahan uan a/sat harga 200.0 1 Pekerja 2 00 400.000 Rp. jumlah upah gaji pekerja 400.000,TOTAL BIAYA USAHA Rp.

2.113.00 0,(3) Budget Anggaran biaya pada bulan April 2012 yang dibutuhkan untuk membuat 1100 butir telor asin adalah sebagai berikut : KEBUTUHAN BAHAN BAKU Vol N Baha Sat Harg o Uraian n uan a/sat Telor 1100 1.10 1 Bebek biji 0

Jumlah jumlah harga total Rp. 1.21 0.000,Rp. 2 Garam 11 kg 1500 16.500,Rp. 3 Batu Bata 42.000,Rp. 1.268.50 0,Jumlah biaya bahan baku KEBUTUHAN BIAYA OPERASIONAL Vol N Baha Sat Harg Jumlah o Uraian n uan a/sat harga 2 14.00 2 Gas tabung 0 28.000 Biaya Transport 50.0 3 asi 00 50.000 Rp. 78.000,jumlah biaya operasional GAJI DAN UPAH PEKERJA Vol N Baha Sat Harg Jumlah o Uraian n uan a/sat harga 200.0 1 Pekerja 2 00 400.000 Rp. 400.000,jumlah upah gaji pekerja Rp. 1.746.50 TOTAL BIAYA 0,(4) Forcast Perkiraan keuntungan yang di dapat oleh UKM Global

pada bulan April 2012 adalah sebagai berikut : Hasil Penjualan 1100 butir telor asin adalah 1100 x Rp. 2000,- = Rp. 2.200.000,= Rp. 2.200.000,= Rp. 1.746.500,= Rp. 453.500,-

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN


4.1. KESIMPULAN 4.2. SARAN

DAFTAR PUSTAKA
http://thesis.binus.ac.id/Asli/Bab2/2011-1-00487-mn%202.pdf Sarwono, B; A. Murtidjo dan A. Daryanto. Telur : Pengawetan dan manfaatnya. Jakarta : Penebar Swadaya, 1985. 73 hal. http://www.scribd.com/doc/12781576/Strategi-Pemasaran http://www.warintek.ristek.go.id/pangan_kesehatan/pangan/piw p/telur_asin.pdf

UKM GLOBAL Memproduksi telur asin Jalan Tlogomas No 72 Malang Telp (0341) 9050690 SURAT KETERANGAN

Yang bertandatangan dibawah ini : Nama Jabatan : Rudianto : Pemilik Usaha

Dengan ini menerangkan bahwa Mahasiswa Politeknik Negeri Malang, Nama Riza Rudy P : M. Ali Yusron (1032610052) Zus Syarif Ali A. Dinasti Fitri U. Vika Rahmawati (1032610032) (1032610006) (1032610154) (1032610168)

Jurusan

: Administrasi Niaga

Benar telah melaksanakan penelitian di UD GLOBAL pada tanggal 23 Mei 2012, dalam rangka penyusunan tugas mata kuliah proyek yang berjudul business plan pada UKM GLOBAL Demikian keterangan ini diberikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Malang, 25 Maret 2012

Rudianto