Anda di halaman 1dari 10

Klasifikasi Boiler

Posted by: febriantara on: October 24, 2008


In: Education center | Power plant Comment!


Pendahuluan

1.

Boiler merupakan bejana tertutup dimana panas pembakaran dialirkan ke air sampai terbentuk air panas atau steam berupa energi kerja. Air adalah media yang berguna dan murah untuk mengalirkan panas ke suatu proses. Air panas atau steam pada tekanan dan suhu tertentu mempunyai nilai energi yang kemudian digunakan untuk mengalirkan panas dalam bentuk energi kalor ke suatu proses. Jika air didihkan sampai menjadi steam, maka volumenya akan meningkat sekitar 1600 kali, menghasilkan tenaga yang menyerupai bubuk mesiu yang mudah meledak, sehingga sistem boiler merupakan peralatan yang harus dikelola dan dijaga dengan sangat baik. 1.1. Proses Kerja Boiler Energi kalor yang dibangkitkan dalam sistem boiler memiliki nilai tekanan, temperatur, dan laju aliran yang menentukan pemanfaatan steam yang akan digunakan. Berdasarkan ketiga hal tersebut sistem boiler mengenal keadaan tekanan-temperatur rendah (low pressure/LP), dan tekanan-temperatur tinggi (high pressure/HP), dengan perbedaan itu pemanfaatan steam yang keluar dari sistem boiler dimanfaatkan dalam suatu proses untuk memanasakan cairan dan menjalankan suatu mesin (commercial and industrial boilers), atau membangkitkan energi listrik dengan merubah energi kalor menjadi energi mekanik kemudian memutar generator sehingga menghasilkan energi listrik (power boilers). Namun, ada juga yang menggabungkan kedua sistem boiler tersebut, yang memanfaatkan tekanan-temperatur tinggi untuk membangkitkan energi listrik, kemudian sisa steam dari turbin dengan keadaan tekanan-temperatur rendah dapat dimanfaatkan ke dalam proses industri dengan bantuan heat recovery boiler. Sistem boiler terdiri dari sistem air umpan, sistem steam, dan sistem bahan bakar. Sistem air umpan menyediakan air untuk boiler secara otomatis sesuai dengan kebutuhan steam. Berbagai kran disediakan untuk keperluan perawatan dan

perbaikan dari sistem air umpan, penanganan air umpan diperlukan sebagai bentuk pemeliharaan untuk mencegah terjadi kerusakan dari sistem steam. Sistem steam mengumpulkan dan mengontrol produksi steam dalam boiler. Steam dialirkan melalui sistem pemipaan ke titik pengguna. Pada keseluruhan sistem, tekanan steam diatur menggunakan kran dan dipantau dengan alat pemantau tekanan. Sistem bahan bakar adalah semua perlatan yang digunakan untuk menyediakan bahan bakar untuk menghasilkan panas yang dibutuhkan. Peralatan yang diperlukan pada sistem bahan bakar tergantung pada jenis bahan bakar yang digunakan pada sistem. Sebelum menjelaskan keanekaragaman boiler, perlu diketahui komponen dari boiler yang mendukung teciptanya steam, berikut komponen-komponen boiler: Furnace Komponen ini merupakan tempat pembakaran bahan bakar. Beberapa bagian dari furnace siantaranya : refractory, ruang perapian, burner, exhaust for flue gas, charge and discharge door . Steam Drum Komponen ini merupakan tempat penampungan air panas dan pembangkitan steam. Steam masih bersifat jenuh (saturated steam). Superheater Komponen ini merupakan tempat pengeringan steam dan siap dikirim melalui main steam pipe dan siap untuk menggerakkan turbin uap atau menjalankan proses industri. Air Heater Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan udara luar yang diserap untuk meminimalisasi udara yang lembab yang akan masuk ke dalam tungku pembakaran. Economizer Komponen ini merupakan ruangan pemanas yang digunakan untuk memanaskan air dari air yang terkondensasi dari sistem sebelumnya maupun air umpan baru. Safety valve Komponen ini merupakan saluran buang steam jika terjadi keadaan dimana tekanan steam melebihi kemampuan boiler menahan tekanan steam. Blowdown valve Komponen ini merupakan saluran yang berfungsi membuang endapan yang berada di dalam pipa steam.

1.2. Klasifikasi Boiler Setelah mengetahui proses singkat, sistem boiler, dan komponen pembentuk sistem boiler, perlu diketahui keanekaragaman boiler. Berbagai bentuk boiler telah berkembang mengikuti kemajuan teknologi dan evaluasi dari produk-produk boiler sebelumnya yang dipengaruhi oleh gas buang boiler yang mempengaruhi lingkungan dan produk steam seperti apa yang akan dihasilkan. Berikut klasifikasi boiler yang telah dikembangkan: 1.2.1. Berdasarkan tipe pipa :

Fire Tube Tipe boiler pipa api memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang rendah. Cara kerja : proses pengapian terjadi didalam pipa, kemudian panas yang dihasilkan dihantarkan langsung kedalam boiler yang berisi air. Besar dan konstruksi boiler mempengaruhi kapasitas dan tekanan yang dihasilkan boiler tersebut. Water Tube Tipe boiler pipa air memiliki karakteristik : menghasilkan kapasitas dan tekanan steam yang tinggi. Cara Kerja : proses pengapian terjadi diluar pipa, kemudian panas yang dihasilkan memanaskan pipa yang berisi air dan sebelumnya air tersebut dikondisikan terlebih dahulu melalui economizer, kemudian steam yang dihasilkan terlebih dahulu dikumpulkan di dalam sebuah steam-drum. Sampai tekanan dan temperatur sesuai, melalui tahap secondary superheater dan primary superheater baru steam dilepaskan ke pipa utama distribusi. Didalam pipa air, air yang mengalir harus dikondisikan terhadap mineral atau kandungan lainnya yang larut di dalam air tesebut. Hal ini merupakan faktor utama yang harus diperhatikan terhadap tipe ini.

Tabel 1.1. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tipe pipa.


No. 1 Tipe Boiler Fire Tube Keuntungan Kerugian Proses pemasangan mudah Tekanan operasi steam dan cepat, Tidak terbatas untuk tekanan rendah membutuhkan setting 18 bar khusus Kapasitas steam relatif kecil Investasi awal boiler ini (13.5 TPH) jika diabndingkan murah dengan water tube Tempat pembakarannya sulit Bentuknya lebih compact dijangkau untuk dibersihkan, dan portable diperbaiki, dan diperiksa kondisinya. Nilai effisiensinya rendah, Tidak membutuhkan area karena banyak energi kalor yang besar untuk 1 HP yang terbuang langsung boiler menuju stack Kapasitas steam besar Proses konstruksi lebih detail sampai 450 TPH Tekanan operasi mencapai Investasi awal relatif lebih 100 bar mahal Penanganan air yang masuk ke Nilai effisiensinya relatif dalam boiler perlu dijaga, lebih tinggi dari fire tube karena lebih sensitif untuk boiler sistem ini, perlu komponen pendukung untuk hal ini Karena mampu menghasilkan Tungku mudah dijangkau kapasitas dan tekanan steam untuk melakukan yang lebih besar, maka pemeriksaan, pembersihan, konstruksinya dibutuhkan area dan perbaikan. yang luas

Water Tube

1.2.2.

Berdasarkan bahan bakar yang digunakan :

Solid Fuel Tipe boiler bahan bakar padat memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair dan listrik. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan boiler tipe listrik. Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar padat (batu bara, baggase, rejected product, sampah kota, kayu) dengan oksigen dan sumber panas. Oil Fuel Tipe boiler bahan bakar cair memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling mahal dibandingkan dengan semua tipe. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dbandingkan dengan boiler bahan bakar padat dan listrik.

Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat pembakaran antara percampuran bahan bakar cair (solar, IDO, residu, kerosin) dengan oksigen dan sumber panas. Gaseous Fuel Tipe boiler bahan bakar gas memiliki karakteristik : harga bahan baku pembakaran paling murah dibandingkan dengan semua tipe boiler. Nilai effisiensi dari tipe ini lebih baik jika dibandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakar. Cara kerja : pembakaran yang terjadi akibat percampuran bahan bakar gas (LNG) dengan oksigen dan sumber panas. Electric Tipe boiler listrik memiliki karakteristik : harga bahan baku pemanasan relatif lebih murah dibandingkan dengan boiler yang menggunakan bahan bakar cair. Nilai effisiensi dari tipe ini paling rendah jika dbandingkan dengan semua tipe boiler berdasarkan bahan bakarnya. Cara kerja : pemanasan yang terjadi akibat sumber listrik yang menyuplai sumber panas. Tabel 1.2. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan bahan bakar.
No. 1 Tipe Boiler Solid Fuel Keuntungan Bahan baku mudah didapatkan. Murah konstruksinya. 2 Oil Fuel Sisa pembakaran tidak banyak dan lebih mudah dibersihkan. Bahan bakunya mudah didapatkan. Harga bahan bakar paling murah. Paling baik nilai effisiensinya. 4 Electric Paling mudah perawatannya. Mudah konstruksinya dan mudah didapatkan sumbernya. Kerugian Sisa pembakaran sulit dibersihkan Sulit mendapatkan bahan baku yang baik. Harga bahan baku paling mahal. Mahal konstruksinya. Mahal konstruksinya. Sulit didapatkan bahan bakunya, harus ada jalur distribusi. Paling buruk nilai effisiensinya. Temperatur pembakaran paling rendah.

Gaseous Fuel

1.2.3.

Berdasarkan kegunaan boiler :

Power Boiler Tipe power boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam sebagai pembangkit listrik, dan sisa steam digunakan untuk menjalankan proses industri. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar, sehingga mampu memutar steam turbin dan menghasilkan listrik dari generator. Industrial Boiler Tipe industrial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas untuk menjalankan proses industri dan sebagai tambahan pemanas. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang sedang. Commercial Boiler Tipe commercial boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas sebagai pemanas dan sebagai tambahan untuk menjalankan proses operasi komersial. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini dapat menggunakan tipe water tube atau fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki kapasitas yang besar dan tekanan yang rendah. Residential Boiler Tipe residential boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam atau air panas tekanan rendah yang digunakan untuk perumahan. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang rendah Heat Recovery Boiler Tipe heat recovery boiler memiliki karakteristik : kegunaan utamanya sebagai penghasil steam dari uap panas yang tidak terpakai. Hasil steam ini digunakan untuk menjalankan proses industri. Cara kerja : steam yang dihasilkan boiler ini menggunakan tipe water tube boiler atau fire tube boiler, hasil steam yang dihasilkan memiliki tekanan dan kapasitas yang besar.

Tabel 1.3. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan kegunaan.


No. 1 Keuntungan Dapat menghasilkan listrik dan sisa steam dapat Power Boiler menjalankan proses industri. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan tinggi Penanganan boiler lebih Industrial Boiler mudah. Konstruksi awal relatif murah. Commercial Penanganan boiler lebih Boiler mudah. Konstruksi awal relatif murah. Penanganan boiler lebih Residential Boiler mudah. Konstruksi awal relatif murah. Heat Recovery Penanganan boiler lebih Boiler mudah. Konstruksi awal relatif murah. Tipe Boiler Kerugian Konstruksi awal relatif mahal. Perlu diperhatikan faktor safety. Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah.

Steam yang dihasilkan memiliki tekanan rendah.

1.2.4.

Berdasarkan konstruksi boiler :

Package Boiler Tipe package boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di pabrik pembuat, pengiriman langsung dalam bentuk boiler. Site Erected Boiler Tipe site erected boiler memiliki karakteristik : perakitan boiler dilakukan di tempat akan berdirinya boiler tersebut, pengiriman dilakukan per komponen.

Tabel 1.4. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan konstruksi.


No. 1 Tipe Boiler Package Boiler Keuntungan Mudah pengirimannya. Dibutuhkan waktu yang singkat untuk Kerugian Terbatas tekanan dan kapasitas kerjanya. Komponen-komponen boiler tergantung pada produsen

Site Erected Boiler

mengoprasikan setelah boiler. pengiriman. Tekanan dan kapasitas Sulit pengirimannya, memakan kerjanya dapat disesuaikan biaya yang mahal. keinginan. Komponen-komponen boiler Perlu waktu yang cukup lama dapat dipadukan dengan setelah boiler berdiri, setelah produsen lain. proses pengiriman.

1.2.5.

Berdasarkan tekanan kerja boiler :

Low Pressure Boilers Tipe low pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi kurang dari 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan dibawah 160 psig atau temperatur dibawah 250 0F High Pressure Boilers Tipe high pressure boiler memiliki karakteristik : tipe ini memiliki tekanan steam operasi diatas 15 psig atau menghasilkan air panas dengan tekanan diatas 160 psig atau temperatur diatas 250 0F Tabel 1.5. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan tekanan kerja.
No. 1 Tipe Boiler Low Pressure Keuntungan Kerugian Tekanan rendah sehingga Tekanan yang dihasilkan penanganannya tidak terlalu rendah, tidak dapat rumit membangkitkan listrik. Area yang dibutuhkan tidak terlalu besar, dan biaya konstruksi tidak lebih mahal dari high pressure boiler Tekanan yang dihasilkan tinggi sehingga dapat Tekanan tinggi sehingga membangkitkan listrik dan penanganannya perlu sisanya dapat didaur ulang diperhatikan aspek untuk mengoprasikan keselamatannya. proses industri Area yang dibutuhkan besar dan biaya konstruksi lebih mahal dari low pressure boiler

High Pressure

1.2.6.

Berdasarkan cara pembakaran bahan bakar :

Stoker Combustion Tipe stoker combustion memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar padat untuk melakukan pembakaran, bahan bakar padat dimasukkan kedalam ruang pembakaran melalui conveyor ataupun manual. Tipe ini memiliki sisa pembakaran yang harus diatangani berupa bottom ash atau fly ash yang dapat mencemari lingkungan.

Pulverized Coal Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan ball mill atau roller mill sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 1 mm. kemudian batu bara berupa bubuk ini disemprotkan ke dalam ruang pembakaran. Fluidized Coal Cara kerja : proses ini menghancurkan batu bara dengan crusher, sehingga batu bara memiliki ukuran kurang dari 2 mm. Pada proses ini pembakaran dilakukan dalam lapisan pasir, batu bara akan langsung membara jika mengenai pasir. Firing Combustion Tipe firing memiliki karakteristik : tipe ini memanfaatkan bahan bakar cair, padat, dan gas untuk melakukan pembakaran, pemanasan yang terjadi lebih merata. Cara kerja : bahan bakar cair digunakan sebagai preliminary firing fuel dimasukkan kedalam ruang pembakaran melalui oil gun. Setelah tercapai temperatur yang sesuai, pembakaran diambil alih oleh coal nozzle atau gas nozzle.

Tabel 1.6. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan pembakaran.


No. 1 Tipe Boiler Stoker Combustion Keuntungan Konstruksinya relatif sederhana. Kerugian Limbah yang diproduksi pembakaran lebih banyak Panas yang dihasilkan kurang merata jika tidak ada komponen pendukung. Effisiensi relatif rendah Konstruksinya rumit dan membutuhkan dana investasi yang mahal.

Pulverized

Efisiensi relatif tinggi Proses pembakaran lebih merata pada tungku pembakaran.

Fluidized Bed

Efisiensi relatif tinggi

Konstruksinya rumit dan membutuhkan dana investasi yang mahal.

Firing

Suhu pembakaran tidak mencapai suhu 1000 0C sehingga tidak menimbulkan NOX Limbah yang diproduksi Konstruksi relatif rumit, perlu pembakaran lebih sedikit nozzle. Panas yang dihasilkan lebih merata Effisiensi relatif lebih baik

1.2.7.

Berdasarkan material penyusun boiler :

Steel Tipe boiler dari bahan steel memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat menggunakan steel pada daerah steam. Cast Iron Tipe boiler dari bahan cast iron memiliki karakteristik : bahan baku utama boiler terbuat menggunakan besi cor pada daerah steam. Tabel 1.7. Keuntungan dan kerugian boiler berdasarkan material.
No. Tipe Boiler 1 Steel Keuntungan Kuat dan tahan lama. Dapat dialiri steam untuk tekanan tinggi. Biaya relatif murah. Kerugian Biaya relatif mahal. Konstruksi lebih rumit.

Cast Iron

Rentan dan mudah rusak. Dapat dialiri steam untuk Konstruksi lebih sederhana. tekanan yang terbatas.