Anda di halaman 1dari 8

BIOGRARFI JULIAN ROTTER Julian Roter dilahirkan di Brooklyn pada 22 Oktober 1916, sebagai anak ketiga dari pasangan

orang tua imigran yahudi. Rotter mengingat bahwa ia sangat sesuai dengan deskripsi dari Adler mengenai anak paling kecil yang sangat kompetitif dan selalu berjuang. Ketika menjadi junior disekolah menengah atas, ia telah membaca hampir semua buku fiksi diperpustakaan lokal, kemudian berpaling kerak buku psikologi dan menemukan buku karya Adler dan Freud dan ia sangat mengaguminya kemudian ia mempelajari lebih jauh tentang keduanya. Rotter mengambil jurusan kimia di Brooklyn collage karena menurutnya lebih menjanjikan untuk bekerja, kemudian lulus pada tahun 1937 dan melanjutkan pascasarjana psikologi di University of Lowa. Pengantar Teori Belajar Sosial Rotter Teori belajar social berdasarkan 5 hipotesis dasar, yakni: 1. Teori belajar social berasumsi bahwa manusia berinteraksi dengan lingkungan yang berarti untuknya Rotter(1982). Reaksi manusia terhadap stimulus lingkungan tergantung pada arti atau kepentingan yang mereka kaitkan dengan suatu kejadian. Penguatan tidak hanya bergantung pada stimulus eksternal, tapi pada arti yang diberikan oleh kapasitas kognitif dari manusia. 2. Kepribadian manusia bersifat dipelajari, kepribadian tidak diatur atau ditentukan berdasarkan suatu usia perkembangan tertentu, melainkan dapat dirubah selama manusia mampu untuk belajar. 3. Teori belajar social adalah bahwa kepribadian mempunyai kesatuan mendasar, yang berarti kepribadian manusia mempunyai stabilitas yang relative.\ 4. Bahwa motivasi terarah berdasarkan tujuan. Rotter besikeras bahwa penjelasan terbaik dari prilaku manusia berada pada ekspaktasi manusia, bahwa prilaku mereka akan mengembangkan mereka kearah suatu tujuan. 5. Manusia mampu mengantisipas.kejadian. Disamping itu mereka menggunakn persepsi atas pergerakan kearah kejadian yang diantisipasi sebagai kriteria untuk mengevaluasi penguatan

Konsep-Konsep Dasar Teori Pembelajaran-Sosial

1. Behavior potential ( potensi prilaku)

Adalah seberapa besar kemungkinan suatu perilaku akan muncul dalam situasi tertentu. Apabila diperhitungkan secara luas, potensi perilaku adalah kemungkinan bahwa suatu respons tertentu akan terjadi pada suatu waktu dan tempat. Potensi perilaku dipengaruhi oleh factor eksternal yaitu stimulus dan factor internal yaitu persepsi kita terhadap situasi. 2. Expactancy (pengharapan) Yaitu kepercayaan individu bahwa jika ia berprilaku tertentu dalam situsasi tertentu, naka diprediksikan reinforcement akan muncul.kepercayaan dapat bersifat umum ataupun spesifik. 3. Nilai Penguatan (reinforcement value) Yaitu kecenderungan pilihan yang dijatuhkan seseorang pada suatu penguatan tertentu saat probbilitas terjadinya penguatan yang berbeda-beda setara. 4. Situasi psikologi Situasi psiklogi adalah kumpulan yang kompleks dari tanda-tanda yang saling berinteraksi, yang beroperasi pada seseorang dalam priode waktu spesifik (Rotter,1982). Manusia tidak berprilaku didalam suatu ruang vakum, tetpi bereaksi terhadap tanda-tanda dari lingkungan yang mereka persepsikan. Prilaku bukanlah hasil dari kejadian didalam lingkungan atau sifat pribadi, melainkan berasal dari interaksi antar manusia dengan lingkungan yang berarti untuknya. Rumusan Perilaku Dasar Sebagai cara hipotesis untuk memprediksi perilaku spesifik, Rotter mengajukan suatu rumusan dasar yang memasukkan keempat variabel prediksi. Rumusan ini mempresentasikan cara yang memprediksi yang cenderung idealis daripada realistis, dan tidak ada nilai pasti yang dapat diambil dari rumusan ini. EKSPEKTASI UMUM Berarti mengetahui bagaimana ia melihat pilihan-pilihan yang tersedia untuknya dan juga status dari kebutuhannya saat ini, Kebutuhan Rotter (1982) mendefinisikan kebutuhan sebagai prilaku atau seperangkat prilaku yang dilihat orang dapat menggerakkan mereka kearah suatu tujuan. Kebutuhan bukan suatu kondisi kekurangan atau rangsangan, tetapi indicator dari tujuan prilaku. Saat focus berada pada ligkungan, Rotter akan berbicara mengenai tujuan; saat focus berada pada manusianya, ia akan berbicara mengenai kebutuhan.

Kategori Kebutuhan Rotter dan Hochreich (1975) membuat daftar enam kategori umum dari kebutuhan, Pengakuan status Kebutuhan untuk diakui oleh orang lain dan untuk mendapatkan status dimata orang lain adalah kebutuhan yang kuat untuk kebanyakan orang. Pengakuan status meliputi kebutuhan untuk dapat melakukan dengan baik hal-hal yang dianggap penting oleh orang tersebut. Kebutuhan ini juga meliputi kebutuhan untuk status social ekonomi dan gengsi pribadi. Dominansi Adalah kebutuhan untuk mengendalikan perilaku orang lain, kebutuhan ini meliputi seperangkat perilaku yang terarah untuk mendapatkan kekuasaan atas hidup teman-teman, keluarga, dan orang lain. kebutuhan untuk melakukan tindakan yang dilakukan oleh orang lain sebagaimana yang ia sarankan. Kemandirian Adalah kebutuhan untuk bebas dari dominasi orang lain, kebutuhan ini meliputi perilaku-perilaku yang ditujukan untuk meraih kebebasan, membuat pilihan, bergantung pada diri sendiri dan mencapai tujuan tanpa bantuan orang lain. Perlindungan ketergantungan Adalah seperangkat kebutuhan yang hamper sangat berkebalikan dengan kemandirian. Kategori ini meliputi kebutuhan untuk diperhatikan orang lain, untuk dilindungi dari rasa frustasi dan sesuatu yang menyakitkan, serta untuk memuaskan kategori kebutuhan lainnya. Cinta dan Afeksi Yaitu kebutuhan untuk diterima oleh orang lain yang lebih dari sekedar pengakuan dan status, untuk dapat memasukkan beberapa indikasi bahwa orang lain mempunyai perasaan positif yang penuh kasih sayang untuk mereka. Kenyamanan Fisik Kenyamana fisik mungkin adalah kebutuhan yang paling mendasar karena kebutuhan lainnya dipelajari atas kaitannya dengan kebutuhan ini, kebutuhan ini meliputi perilaku-perilaku yang diarahakn untukmendapatkan makanan, kesehatan yang baik, dan keamanan fisik.

Komponen Kebutuhan 1. Potensi kebutuhan (need potential) Merujuk pada kemungkinan terjadinya seperangkat perilaku yang berhubungan secara fungsional, yang terarah untuk memenuhi tujuan yang sama atau serupa. Potensi kebutuhan tidak dapat diukur hanya melalui observasi dari prilaku. 2. Kebebasan bergerak Adalah ekspektasi keseluruhan untuk diberikan penguatan yang dimiliki seseorang untuk dapat melakukan prilaku yang diarahkan untuk diberikan penguatan yang dimiliki seseorang untuk dapat melakukan prilaku yang dapat diarahakan untuk memuaskan beberapa kebutuhan umum. Sebagai ilustrasi, seseorang yang mempunyai kebutuhan yang sangat kuat dan dominansi, dapat berprilaku dalam berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dapat berperilaku dalam berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 3. Nilai kebutuhan Rotter,Chance,dan Phares (1972) mendefinisikan nilai kebutuhan sebagai rata-rata nilai preferensi dari seperangkayt penguatan yang berhubungan secara fungsional. Saat kebebasan bergerak diasumsikan konstan, orang akan melakukan rangkaian perilaku yang akan mengarah pada pemuasan kebutuhan dengan preferensi paling tinggi. Rumusan Prediksi Umum Rumusan prediksi dasar bersifat terbatas pada situasi yang dikontrol dengan sangat ketat, ketika ekspektasi, nilai penguatan dan situasi psikologi bersifat relative sederhana dan terpisah. Akan tetapi, pada sebagaian besar situasi, memprediksikan perilaku menjadi lebih kompleks karena prilaku dan penguatan biasanya terjadi dalam suatu rangkaian yang berhubugan secara fungsional. Kontrol Internal dan Eksternal dari Penguatan Pada bagian ni teori belajar social Rotter, terdapat pendirian bahwa penguatan tidak secara otomatis menempel pada perilaku, tetapi orang memiliki kemampuan untuk melihat hubungan kausalitas antara perilakunya sendiri dan kemunculan dari penguat(Rotter, 1954; Rotter & Hochreich, 1975). Seseorang akan berusaha meraih tujuannya Karena mempunyai ekspektasi yang digeneralisasikan bahwa usaha seperti itu akan mnghasilkan kesuksesan. Rotter(1975, 1990) besikeras bahwa ekspektasi umum mengidentifikasi adanya rentang dalam generalisasi dan bahwa, dalam situasi spesifik tertentu,seseorang dengan perasaan control internal yang tinggi dapatmeyakini bahwa hasil dari perilaku mereka adalah akhibat dari kebeuntungan,

takdir atau tindakan dari orang lain. Skor eksternal yang terlalu tinggi dapat dihubungkan dengan sikap apatis, dan kesedihan, dengan meyakini bahwa mereka tidak mempunyai control atas lingkungan mereka, sedangkan skor internal yang tinggi dapat orang mengambil tanggung jawab atas apapun yang terjadi pada merekakegagalan bisnis, anak yang nakal kesedihan orang lain. Sekor yang berada ditenggah-tenggah dari kedua titik ekstrem in, tetapi memiliki kecenderungan kearah control interna, mungkin adalah yang paling sehat atau yang paling diinginkan Interpersonal Trust Scale Rotter (1980) mendefinisikan kepercayaan antarpribadi sebagai ekspektasi umum yang dipegang oleh individu bahwa kata-kata, janji, pertanyaan diucapkan atau tertulis dari individu atau kelompok lain dapat diandalkan. Rotter melihat kepercayaan antarpribadi sebagai keyakinan dalam berkomunikasi dengan orang lain ketika tidak ada bukti untuk tidak meyakini hal tersebut, sementara sifat mudah percaya berarti meyakini kata-kata orang lain secara naf atau bodoh. Ketika kepercayaan didefinisikan terlepas dari sikap mudah percaya,seperti yang diajukan oleh Rotter (1980), maka kepercayaan yang tinggi tidak hanya lebih diinginkan, tetapi juga menadi penting dalam kelangsungan hidup sebuah peradaban.

Perilaku Maladiktif Dalam teori belajar social Rotter, perilaku maladiktif adalah perilaku bertahan apapun yang gagal menggerakkan seseorang untuk menjadi lebih dekat dengan tujuan yang diinginkan. Perilaku ini sering kali, walauppun kadang dapat dihindari muncul dari kombinasi antara nilai kebutuhanyng tinggi dan kebebasan bergerak yang rendah, atau berasal dari tujuan yang ditetapkan terlalu tinggi atau tidak realistis apabila dikaitkan dengan kemampuan orang tersebut dalam mencapainya (Rotter,1964). Sebagai contoh, seorang wanita yang memiliki tujuan untuk dicintai oleh semua orang, pada akhirnya akan tidak pedulikan atau ditolak oloeh seseorang. Untuk mendapatkan cinta wanita tersebut akan menjadi agresif dalam lingkup social (strategi tidak produktif yang merugikan diri sendiri) atau akan menarik diri pada orang lain, yang akan mencegahnya merasa tersakiti oleh orang lain, namun juga merupakan perilaku yang tidak produktif. Psikoterapi Permasalahan psikoterapi adalah permasalahan bagaimna membuat perubahan pada perilaku melalui interaksi antara satu orang dengan orang lain. Dengan

perkataan lain, permasalahan tersebut adalah permasalahan pembelajaran manusia dalam situasi sosial. Rotter tidak membatasi fokusnya. Secara umum, tujuan dari terapi Rotter adalah untuk membawa kebebasan bergerk dan nilai kebutuhan agar selaras, sehingga akan mengurang perilaku yang devensif atau menghindar. Treapis mengambil peranan aktif sebagai guru dan akan berusaha untuk memenuhi tjuan terapi dengan dua cara dasar : 1. Mengubah kepentingan dari tujuan 2. Mengeliminasi ekspektasi yang terlalu rendah atas kesuksesan.

Mengubah tujuan Kebanyakan pasien tidak mampu untuk memecahkan permasalahan hidup mereka karena berusaha meraih tujuan yang terdistorsi atau tidak tepat. Peranan terapis adalah untuk membantu pasien-pasien tersebut mengerti ketidaktepatan tujuan mereka dan mengajari mereka cara-cara yang konstruktif untuk berusaha meraih tujuan yang realistis. Rotter dan Hochreich (1975) menjabarkan tiga sumber masalah yang mengikuti tujuan yang tidak tepat. Pertama, akan terjadi konflik antara dua atau lebih dari tujuan yang penting. Sebagai contoh, remaja sering kali menaruh nilai pada kemandirian dan juga perlindungan ketergantungan. Pada satu sisi, mereka ingin bebas dari dominasi dan kontrol orang tua mereka, tetapi pada sisi lain mereka mempertahankan kebutuhan mereka atas orang yang mengasuh mereka untuk memberikan perhatian dan melindungi mereka dari pengalaman yang menyakitkan. Kedua, tujuan yang bersifat destruktif. Beberapa pasien akan bertahan untuk berusaha meraih tujuan yang akan merusak diri sendiri, yang merupakan akibat yang tidak dapat dihindari dari kegagalan dan hukuman. Tuga terapis adalah untuk menunjukan sifat merusak dari usaha ini dan kemungkina bahwa hal tersebut akan diikuti oleh suatu hukuman. Ketiga, kebanyakan orang merasakan dirinya dalam masalah karna menempatkan tujuan mereka terlalu tinggi, dan terus menerus merasa frustasi karena tidak dapat meraih atau melampaui tujuan-tujuan tersebut. Tujuan yang tinggi akan mengakibatkan kegagalan dan rasa sakit, sehingga daripada mempelajari cara yang konstriktif, untuk mencapai suatu tujuan, orang muali beajar dengan cara-cara yang tidak produktif untuk menghindari rasa sakit.

Mengeliminsi Ekspetasi Rendah Sebagai tambahan dari mengubah tujuan, terapis beruasaha untuk mengeliminasi ekspetasi pasien, yang rendah terhadap kesuksesan, dan yang hamper serupa dengannya, kebebasan bergerak yang rendah. Orang yang memiliki kebebasan bergerak yang rendah dapat disebabkan oleh tiga alas an. Pertama, mereka tidak mempunyai cukup keterampilan atau informasi yang dibutuhkan untuk dengan sukss berjuang menuju tujuan mereka (Rotter, 1970). Dengan pasien seperi itu, seorang terapis berperan sebagai guru, dengan hangat dan empati menginstruksikan mereka, teknik-teknik yang lebih efefktif untuk memecahkan masalah dan memuaskan kebutuhan. Kedua, dari kebebasa bergerak yang rendah adaah efauasi yang salah dari situasi di masa sekarang. Sebagai contoh, seorang wanita dewasa mungkin tidak memilki asertifitas yang cukup dengan koleganya, karena masa kanak-kanak ia dihukum akibat bersaing dengan saudara-saudaranya. Terakhir, kebebasan bergerak yang rendah dapat muncul dari generasi yang tidak tepat. Pasien sering kali menggunakan kegagalan dalam suatu situasi sebagai bukti bahwa mereka tidak dapat dalam bidang lain. Sebagai contoh, kita dapat melihat seorang remaja yang memiliki fisik lemah, yang karena ketidakberhasilannya dalam bidang olahraga, meng generalisasikan kegagalan tersebut pada bidang-bidang non atletik lainnya.

Daftar Pustaka

Feist,Jess dan Gregory J.Feist,2010,teori kepribadian(teories of personality),Jakarta:Salemba Humanika http://unikunik.wordpress.com/2009/05/03/teori-julian-rotter/