Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI

Disusun Oleh: Erika Triasih Epsita (20) P3.73.34.1.12.051 Semester II

POLTEKKES KEMENKES JAKARTA III

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI II

1. 2. 3. 4.

Praktikum ke :1 Tanggal Praktikum : 22 Februari 2013 Judul : Pengenalan Alat Destruktor dan Destilator Tujuan : a. Mahasiswa dapat mengenal alat-alat Destruktor dan Destilator b. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari alat-alat Destruktor dan Destilator c. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat-alat Destruktor dan Destilator 5. Prinsip a. Destruktor : Prinsipnya adalah penentuan jumlah Nitrogen (N) yang dikandung oleh suatu bahan dengan cara mendegradasi protein bahan organik dengan menggunakan larutan alkalis untuk menghasilkan nitrogen sebagai amonia, kemudian menghitung jumlah nitrogen yang terlepas sebagai amonia, lalu mengkonversikan ke dalam kadar protein dengan mengalihkannya dengan konstanta tertentu. b. Destilator : Prinsipnya adalah dasar pemisahan dengan perbedaan titik didih yang jauh atau dengan salah satu komponen bersifat volatil. Jika campuran dipanaskan maka komponen yang titik didihnya lebih rendah akan menguap lebih dulu. Selain perbedaan titik didih, juga perbedaan kevolatilan, yaitu kecenderungan sebuah substansi untuk menjadi gas. 6. Alat : a. Destruktor

i. ii. iii. iv. v. vi. vii. viii. ix.

Labu kjedal Alat destructor Alat pemanas Beaker glass Penghisap Batang pengaduk Corong Selang penghubung penampung uap asam dengan botol berisi alkali Penampung uap asam

b. Destilator

i. Labu destilasi (labu alas bulat) ii. Kondensor iii. Penampung destilat (Erlenmeyer) iv. Alat pemanas v. Batu didih vi. Batang Pengaduk 7. Bahan : a. Destruktor i. Asam pekat (H2SO4) ii. NaOH iii. Katalisator iv. Sample yang ingin diuji kadar proteinnya b. Destilator i. Aquadest ii. Gula iii. Garam 8. Cara kerja : a. Destruktor 1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Disiapkan larutan yang akan didekstruksi 3. Lalu dimasukkan larutan tersebut labu kjedahl 4. Dipastikan bahwa inlet sudah tersambung dengan selang air dan outlet tersambung ke cairan basa 5. Disambungkan destruktor dengan sumber listrik, ditekan tombol on 6. Diletakkan labu kjedahl tersebut di destruktor 7. Diputar pemanasnya sampai terbentuk uap, sambil dinyalakan kran airnya b. Destilator 1. Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Dilarutkan garam dan gula didalam beaker glass yang berbeda 3. Lalu dimasukkan larutan tersebut masing-masing ke dalam satu labu kjedahl 4. Dimasukkan batu didih ke setiap labu kjedahl 5. Dipastikan bahwa bagian inlet dan outlet sudah tersambung dengan selang air 6. Disambungkan destilator dengan sumber listrik, ditekan tombol on

7. 8. 9. 10.

Diletakkan kedua labu kjedahl tersebut di destilator Diletakkan erlenmeyer dibagian bawah destilator sebagai penampung destilat Dinyalakan pemanas sampai jarum mengarah ke angka 3 Setelah mendidih, besarnya pemanas dikurangi sedikit demi sedikit sampai tetesan destilatnya konstan 11. Setelah tetesan desilatnya habis, dimatikan pemanasnya *catatan: mulut labu kjedahl bisa ditutup dengan tisu atau kapas agar uap tidak keluar 9. Hasil : a. Hasil sampel yang didestruksi adalah didapatkan sampel yang proteinnya sudah didestruksi b. Hasil larutan gula dan larutan garam yang didestilasi adalah aquadest bebas guta dan aquadest bebas garam 10. Kesimpulan : a. Mahasiswa mengenal alat-alat Destruktor dan Destilator b. Mahasiswa memahami fungsi dari alat-alat Destruktor dan Destilator c. Mahasiswa mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat-alat Destruktor dan Destilator

Pembimbing I

Pembimbing II

Praktikan

(Dra. Siti Rismini,M.Sc.)

(Dra. Angki Purwanti,M.Si.)

(Erika Triasih Epsita)

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI II

1. 2. 3. 4.

Praktikum ke :2 Tanggal Praktikum : 1 Maret 2013 Judul : Pemisahan zat menggunakan corong pisah Tujuan : a. Mahasiswa dapat mengenal alat corong pisah b. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari alat corong pisah c. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat corong pisah 5. Prinsip : Memisahkan zat/senyawa tertentu dalam sampel berdasarkan kelarutan dalam pelarut tertentu yang memiliki perbedaan fasa 6. Alat : i. Corong pisah

ii. Beaker glass iii. Statif dan klem 7. Bahan : i. Aquadest 25 ml ii. Eter 25 ml iii. Kloroform 25 ml 8. Cara kerja : 1. Menyiapkan alat dan bahan. 2. Mengecek kran corong pisah dengan air sebelum digunakan. 3. Memasukkan 25 ml aquadest ke dalam corong pisah kemudian memaukkan lagi 25 ml kloroform. 4. Menghomogenkan dengan menahan penutup corong pisah dan sesekali kran dibuka untuk mengeluarkan gas. 5. Meletakkan corong pisah di statif dan dijepit dengan klem serta meletakkan beaker glass dibawah corong pisah. 6. Membuka tutup corong pisah dan kran dibuka perlahan hingga tetesan stabil. 7. Kran ditutup apabila sudah mencapai batas pisah antara aquadest dan kloroform. 8. Mengulangi langkah kerja diatas tetapi kloroform diganti dengan eter. *catatan: hati-hati saat menggunakan eter, karena tekanan eter yang agak tinggi

9. Hasil : Didapatkan larutan air yang terpisah dari eter/kloroform setelah dilakukan ekstrasi 10. Kesimpulan : a. Mahasiswa mengenal alat corong pisah b. Mahasiswa memahami fungsi dari alat corong pisah c. Mahasiswa mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat corong pisah

Pembimbing I

Pembimbing II

Praktikan

(Dra. Siti Rismini,M.Sc.)

(Dra. Angki Purwanti,M.Si.)

(Erika Triasih Epsita)

LAPORAN PRAKTIKUM INSTRUMENTASI II

1. 2. 3. 4.

Praktikum ke :3 Tanggal Praktikum : 8 Maret 2013 Judul : Pengukuran Absorben dengan Spektrofotometer Tujuan : a. Mahasiswa dapat mengenal alat-alat yang digunakan dalam spektrofotometri b. Mahasiswa dapat memahami fungsi dari alat spektrofotometer c. Mahasiswa dapat mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat spektrofotometer 5. Prinsip : Jika REM dikenakan pada suatu lautan molekul atau atom, maka sebagian Energi Radiasi tersebut ada yang diserap dan ada yang diteruskan. Alat yang didasarkan pada prinsip ini adalah: a. Spektrofotometer sinar UV Visibel b. IRS (Vibrasi Spektrum) Jika REM yang mengenai larutan nol diserap dan energy emisi diukur maka alatnya adalah: Emisi spektrofotometer atau flame fotometer Jika REM ini mengenai atom dan diserap sebagian serta bagian lainnya diteruskan akan menjadi dasar dari Alat AAS 6. Alat : i. Spektrofotometer ii. Tabung reaksi iii. Pipet mikron iv. Tissue v. Parafilm 7. Bahan : i. Larutan KMnO4 0,1 N 40 mm ii. Aquadest 10 ml 8. Cara kerja : 1. Memasukkan 5 ml aquadest dan 40 mm larutan KMnO4 0,1 N ke dalam tabung reaksi. 2. Kemudian mulut tabung ditutup dengan parafilm dan larutan dihomogenkan. Setelah homogen, larutan dipindahkan ke dalam kuvet. 3. Memasukkan 5 ml aquadest ke dalam kuvet lain. 4. Mengatur set zero hingga jarum berada di posisi nol. 5. Membersihkan dinding luar kuffet dan memasukkan kuffet berisi aquadest (blanko) ke dalam insert blank. 6. Mengatur set full scale hingga berada pada posisi nol, kemudian blank dikeluarkan dan kuvet berisi larutan KMnO4 dimasukkan. 7. Membaca absorban.

8. Melakukan cara kerja nomer 4-7 berulang kali hingga mencapai nilai absorban maksimum. Apabila sudah didapat nilai absorban maksimum, panjang interval dipersempit. 9. Data Interfal 10 Panjang Gelombang (nm) 400 410 420 430 440 450 460 470 480 490 500 510 520 530 540 550 560 570 580 590 600 : Interfal 5 Absorbance 0.570 0.620 0.660 0.660 0.660 0.660 0.640 0.620 0.530 0.480 0.420 0.360 0.310 0.260 0.215 0.180 0.150 0.135 0.125 0.130 0.130 Panjang Gelombang (nm) 410 415 420 425 430 435 440 445 450 455 460 465 470 Absorbance 0.580 0.600 0.620 0.620 0.625 0.640 0.640 0.620 0.620 0.600 0.590 0.580 0.540

10. Hasil : 1. Didapatkan absorben tertinggi dan absorben yang berbeda-beda berdasarkan panjang gelombang 2. Grafik spektrofotometer (terlampir) 11. Kesimpulan : a. Mahasiswa mengenal alat-alat yang digunakan dalam spektrofotometri b. Mahasiswa memahami fungsi dari alat spektrofotometer c. Mahasiswa mengetahui prinsip dan cara kerja dari alat spektrofotometer

Pembimbing I

Pembimbing II

Praktikan

(Dra. Siti Rismini,M.Sc.)

(Dra. Angki Purwanti,M.Si.)

(Erika Triasih Epsita)