FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP VAKSINASI HEPATITIS B-1 PADA BAYI UMUR £ 7 HARI (Studi kasus di Kabupaten

Demak dan Temanggung)
Hadi Marhaento, Subur (2005) FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP VAKSINASI HEPATITIS B-1 PADA BAYI UMUR £ 7 HARI (Studi kasus di Kabupaten Demak dan Temanggung). Jurnal Epidemiologi . (Unpublished)

Abstract
1 FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP VAKSINASI HEPATITIS B-1 PADA BAYI UMUR £ 7 HARI (Studi kasus di Kabupaten Demak dan Temanggung) Subur Hadi Marhaento Prof.Dr.dr.Suharyo Hadisaputro.SpPD(K) Prof.Dr.dr. Hariyono Suyitno.SpA(K) Risk Factors Affecting Hepatitis B-1 Vaccination on Babies Aged ≤ 7 days (Case Studie in Demak and Temanggung Regency) Abstract Background. Hepatitis B is an infectious disease affecting liver caused by hepatitis B Virus (HBV). It may develop chronically and cause liver cirrhosis, become hepatocellular carcinoma as terminal stage. It is estimated that more than 11 million Indonesians are infected by this virus. Hepatitis B vaccination is the most most effective strategy to reduce the diseases incidence, it should be given 3 doses with the first dose of hepatitis B-1 at the age of ≤ 7 days. In Central-Java, hepatitis B-1 vaccination rate is still lower (34.5%) than the target (90%). Many factors affected the vaccination rate such as : factors of mother, health workers, and environment. Objectives. To know the rates of factors of mothers, health workers, and environment on hepatitis B-1 vaccination on babies aged ≤ 7 days. Method. Case-control design was used in this study, consisted of 160 babies as cases and 160 babies as controls. The cases population was taken from babies having their vaccination at the age of > 7 days, and the controls were babies vaccinated with hepatitis B-1 at the age of ≤ 7 days. The research location has been done in district of Demak and Temanggung, Central Java in the year 2004. Result. Risk factors of mother which affecting vaccination hepatitis B1 at the age ≤ 7 days were : low education (OR = 3,32; 95% CI = 0,52 – 20,12), working mother (OR = 2,74; 95% CI = 1,27 – 5,89), mother’s lack of knowledge (OR = 4,35; 95% CI = 2,21 – 8,57), ANC < 4 times (OR = 2,56; 95% CI = 1,09 – 6,03). Risk factors of health workers were midwives in another village (OR = 1,60; 95% CI = 1,02 – 2,51), midwives were not trained using uniject HB (OR = 9,13; 95% CI = 1,20 – 69,45), labor helper was not a health worker (OR = 2,99; 95% CI = 1,55 – 5,77), no neonatal visit (OR = 12,49; 95% CI = 5,62 – 27,77). Risk factors of environment were birth place, not qualified health requirement (OR = 2,11; 95% CI = 1,28 – 3,47), low educated husbands (OR = 7,40; 95% CI = 1,06 – 51,64), high hepatitis B-1 vaccination cost (OR = 1,90; 95% CI = 1,12 – 3,24), not informed about hepatitis B-1 application at the age ≤ 7 days (OR = 9,97; 95% CI = 5,05 – 19,69), and social cultural believes about hepatitis B-1 was not favourable (OR = 5,54; 95% CI = 1,65 – 18,66). Factors which not affecting the rate was no local government instruction for hepatitis B- 1 vaccination (OR = 1,29; 95% CI = 0,29 – 5,77) Conclusion. Risk factors were proved to influence hepatitis B-1 vaccination on babies aged ≤ 7 days. Influencing factor from mother was mother’s working status. From the health worker’s factor were midwives in the village were not trained to use Uniject HB, no neonatal visit, labour helper was not a health worker. The affecting environmental factors were no information about the application of hepatitis B-1 at the age ≤ 7 days, social cultural believes about hepatitis B-1 was not favourable, uniject vaccines were not available in the midwives stock.

5%). planning ot the provision of Uniject HB vaccine kept by the midwives should be based on cohort data of pregnant mothers. Kelompok umur responden bidan di desa terbanyak adalah 21-30 tahun pada kasus (66. dessimination of information about the importance of hepatitis B-1 vaccination at the age of £ 7 days should be given to the community. Dinas Kesehatan Kabupaten dan Propinsi 3. Hepatitis B-1 at the age of £ 7 days should be given along with the neonatal visit (KN-1). Tepusan di Kabupaten Temanggung seperti pada tabel 1 dan 2 berikut : Tabel 1 Lokasi dan jumlah sampel bayi Puskesmas Jumlah sampel (n) Kasus Kontrol Kasus % Kontrol % Gajah Demak II 121 75. pelatihan petugas kesehatan. Posyandu service for mothers who are working should be open at afternoon hours.com 2 A. Untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari. Di Jawa Tengah (2003) hasil vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari masih sangat rendah (34. pengetahuan ibu dan frekuensi ANC (Antenatal Care) 2. Faktor ibu yaitu pendidikan ibu.7%). Peningkatan peran serta masyarakat secara aktif dalam memvaksinasi kan bayinya pada umur £ 7 hari. kontrol (87. G.2 Jumlah 15 100 13 100 Kelompok umur responden ibu bayi terbanyak adalah 21-30 tahun baik pada kasus (60%). Hasil analisis . dapat berkembang menjadi kronis sehingga terjadi pengerasan hati (liver cirrhosis) yang selanjutnya dapat berkembang menjadi kanker hati (carcinoma hepatacelluler). Data sekunder dari catatan imunisasi Desa. C. 3. Secara khusus atau spesifik belum ada obat yang dapat mencegah atau memperbaiki dengan cepat proses nekrosis sel hati. Menurut CDC Atlanta diperkirakan 1-2 juta penderita hepatitis B di dunia meninggal setiap tahun karena kanker hati . Data primer diperoleh dari wawancara dengan ibu bayi. kebijakan Pemerintah Daerah. it is necessity training for midwives about vaccination using Uniject HB. 78% dari pengidap penyakit ini bermukim di Asia Tenggara termasuk Indonesia Di Indonesia diperkirakan terdapat lebih dari 11 juta pengidap hepatitis B. 31. Latar belakang Penyakit hepatitis B merupakan penyakit infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (VHB). besar sampel 160 sebagai kasus. Analisis data menggunakan SPSS.4%). Hasil penelitian dan pembahasan Lokasi dan jumlah sampel penelitian di Puskesmas Gajah.51%). the labour of babies should be done by the health personnals (midwives). penolong persalinan dan kunjungan neonatal.2 % menjadi 1. E. kontrol (59. D. Puskesmas. 2.4 %.9%). untuk bayi yang lahir di Kabupaten Demak dan Temanggung pada tahun 2003 dan pada saat pengamatan sudah divaksinasi hepatitis B-1. kontrol Pegawai Tak Tetap / PTT (76. and environment PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory.8 Tepusan Pare 6 40 6 46. 160 kontrol dan 15 bidan di desa sebagai kasus.com 3 F. kontak dengan media informasi dan sosial budaya masyarakat. 13 kontrol. Tujuan Untuk mengetahui faktor risiko yang berpengaruh terhadap vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari setelah kelahiran yang meliputi: 1.9 Jumlah 160 100 160 100 Tabel 2 Lokasi dan jumlah sampel bidan di desa Puskesmas Jumlah sampel (n) Kasus Kontrol Kasus % Kontrol % Gajah Demak II 9 60 7 53. Status ibu bekerja sebagian besar tidak bekerja baik pada kasus (73.75%). upaya yang terbaik dalam pemberantasan penyakit hepatitis B adalah pencegahan dengan imunisasi terhadap semua bayi yang baru lahir sedini mungkin ( umur £ 7 hari) setelah kelahirannya. Pertimbangan dalam kebijakan upaya meningkatkan cakupan vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari. Desain penelitian Jenis penelitian ini adalah studi observasional dengan rancangan kasus kontrol. ketersediaan vaksin uniject HB. Faktor tenaga kesehatan yaitu keberadaan bidan di desa. bivariat dan multivariate H. Pengumpulan dan Analisis Data 1.40 tahun pada kontrol (61. Faktor lingkungan yaitu tempat melahirkan.4 43 26. pendidikan suami. factor of mother. Populasi 1. Populasi sasaran Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi umur £ 12 bulan yang lahir pada tahun 2003 di Jawa Tengah.96%) di Jawa Tengah PDF created with pdfFactory Pro trial version www.pdffactory. diadakan penelitian pada bulan Oktober sampai Desember 2004. case control study. Pada saat ini diperkirakan 350 juta orang pengidap VHB (carrier) di dunia.1 Tepusan Pare 39 24.16%) dan Kabupaten Temanggung tertinggi (78. Keywords : Risk factors of hepatitis B-1 vaccination on babies aged ≤ 7 days. 2. 2. B. kontrol SLTP (56.86%). Populasi studi Populasi studi dalam penelitian ini adalah di Kabupaten Demak dengan hasil vaksinasi hepatitis B-1 £ 7 hari terendah (25. dimana kasusnya adalah bayi yang divaksinasi hepatitis B-1 pada umur > 7 hari.52%) belum mencapai target Propinsi maupun Nasional yaitu 90%.6 117 73.8%). pekerjaan ibu. Sebagian besar pendidikan responden setingkat SD pada kasus (48.10 dengan tahap univariat. sedang kontrol pada umur £ 7 hari. Status kepegawaian responden PNS pada kasus (53. health worker. Sampel Sampel dalam penelitian ini adalah bayi yang divaksinasi hepatitis B-1 umur £ 7 hari sebagai kontrol dan umur > 7 hari sebagai kasus.Suggestion. Hasil uji coba di Pulau Lombok (NTB) dengan memberikan vaksinasi hepatitis B kontak pertama pada bayi umur £ 7 hari terbukti dapat menurunkan prevalensi hepatitis B dari 6.3%). Demak II di Kabupaten Demak dan Puskesmas Pare. Manfaat Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai: 1.

Rendah 2. 95% CI=1. Tinggi (referensi) 3. Pada masyarakat yang sebagian besar ibu status bekerja.49 0.29 0.187 0.4095% CI=1.040 6 Pelatihan tenaga kesehatan 1.Desa lain 2.52 1. 2.006 7 Penolong persalinan 1.Tidak bekerja 2. Saran. Hepatitis B And Prehnancy..³ 4 kali 2.97 0.66).003 10 Pendidikan suami 1. chapter .60 0.001 9 Tempat melahirkan 1.00 0.64) b. Tidak 2.69) c.< 4 kali 2.57 0.69 0.06-51. Ibu yang mempunyai sosial budaya vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi yang bersifat menghambat mempunyai risiko sebesar 5.pdffactory. J.1998.Cukup 3.pdffactory.94 1 0.4 kali dibanding bidan di desa yang tidak pernah kehabisan vaksin Uniject HB (OR=7.45) b. Tinggi (referensi) 4.006 4 Penolong persalinan non tenaga kesehatan 2.Tidak 2. Bahwa ibu yang hepatitis B-1 umur £ 7 hari dibanding ibu dengan status tidak bekerja (OR=2.044 I.5 kali di banding ibu yang mempunyai sosial budaya vaksinasi hepatitis B-1 yang bersifat mendukung (OR=5.b-tm. Faktor ibu yang meliputi ibu status bekerja.001 8 Kunjunan neonatal 1.Baik (referensi) 4.002 3 Pengetahuan ibu 1. Ya 10.037 13 Biaya vaksinasi HB-1 1. ibu tidak mendapat informasi vaksinasi hepatitis B-1 umur £ 7 hari sebelum memvaksinasikan bayinya.65-18.46 1 0.001 5 Status ibu bekerja 2. Penah habis 2.uk/hep. Tidak ada kunjunan neonatal Bayi yang tidak mendapat kunjungan neonatal mempunyai risiko tidak di vaksinasi HB-1 umur £ 7 hari sebesar 12.54. Tidak pernah 9.com 5 Tabel 5 Hasil Analisis Multivariat ( bian di desa ) No Variabel OR p 1 Tidak mendapat pelatihan HB-1 dengan Uniject HB 9.Ya 11.010 PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Faktor lingkungan yang meliputi a.23 0. ibu saat melahirkan ditolong oleh tenaga non kesehatan. Non nakes 2.35 1. Tidak ada 2.49.97.027 5 Keberadaan bidan di desa 1.033 2 Pernah habis vaksin Uniject HB di bidan di desa 7. 2.77).54 0. Non sarkes 2. 95% CI=5. 3.77) c. Faktor lingkungan yaitu pernah habis vaksin Uniject HB di bidan di desa.Bekerja 2. 95% CI=1.8k.56 0.55. Tidak 2. Sosial budaya vaksinasi hepatitis B-1 yang bersifat menghambat.13 9% CI=1.5 kali dibanding bayi yang mendapat kunjungan neonatal (OR=12.49 0. Ditingkatkan penyuluhan pada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari dan himbauan saat melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan ( dengan memasang poster yang sering dikunjungi masyarakat/ tempat strategis) 5.001 3 Sosial budaya hepatitis B-1 yang bersifat menghambat 5.0 0.89).womenchealth. Faktor ibu yaitu ibu dengan status bekerja. Nakes 3.017 14 Informasi Vaksinasi HB-1 1.034 4 Frekuensi ANC 1.40 0. 1. ibu dengan sosial budaya vaksinasi hepatitis B-1 yang bersifat menghambat. Hasil analisis bivariat pada tabel 3 berikut: Tabel 3 Hasil analisis Bivariat No Variabel OR p 1 Pendidikan ibu 1.13 0. bayi tidak mendapat kunjungan neonatal . Ya 2.947 2 Status pekerjaan ibu 1.2069. Faktor tenaga kesehatan yang meliputi: a. Vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari di berikan bersamaan pada kunjungan neonatal (KN-1) 2. Faktor tenaga kesehatan yaitu bidan di desa tidak mendapat pelatihan uniject HB. MRCOG. Tidak 1. dilaksanakan posyandu pada sore hari 3.Satu Desa 1.Kurang 2. Sarkes 2.74. Mendukung 3. Tidak mendapat informasi hepatitis B-1 umur £ 7 hari Ibu yang tidak mendapat informasi vaksinasi hepatitis B-1 umur £ 7 hari sebelum memvaksinasikan bayinya mempunyai risiko sebesar 10 kali dibanding ibu yang sudah mendapat informasi hepatitis B-1 £ 7 hari (OR=9. Menengah 3. Simpulan Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor risiko yang berpengaruh terhadap vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari di Jawa Tengah yang diwakili oleh Kabupaten Demak dan Temanggung adalah : 1.73 1 0.004 0. Ada 1. 3. Menghambat 2.1 kali dibanding bidan di desa yang sudah mendapat pelatihan Uniject HB (OR=9. tenaga kesehatan dan lingkungan berpengaruh terhadap vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari. Pernah habis vaksin Uniject HB di bidan di desa Bidan di desa yang pernah kehabisan vaksin Uniject HB mempunyai risiko tidak memberikan vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari sebesar 7.495 11 Kebijakan Pemda setempat 1. Tenaga kesehatan tidak mendapat pelatihan Uniject HB Bidan di desa yang tidak mendapat pelatihan vaksinasi hepatitis B-1 dengan Uniject HB hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari sebesar 9.001 0.Sept.008 Dari hasil analisis multivariate ternyata ada tujuh variabel yang terbukti berpengaruh terhadap vaksinasi hepatitis B-1 pada bayi umur £ 7 hari yaitu : 1.49 0. Penolong persalinan non tenaga kesehatan Ibu pada saat melahirkan bayinya tidak ditolong oleh tenaga non kesehatan mempunyai risiko bayinya tidak di vaksinasi HB-1 umur £ 7 hari sebesar 3 kali disbanding ibu yang saat melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan (OR=2.www.05-19.99 95% CI=1.62-27.001 15 Sosbud vaksinasi HB-1 1.bivariat semua faktor risiko ibu.com 4 12 Ketersediaan Unijec HB 1. DAFTAR PUSTAKA Andre FE. California Pasific Medical Center (San Francisco).275.001 2 Tidak mendapat informasi hepatitis B-1 umur £ 7 hari 9.99 0.13 0. 95% CI=5. Bidan di desa perlu dibekali dengan pelatihan vaksinasi hepatitis B–1 dengan Uniject HB 4. Tabel 4 Hasil Analisis Multivariat ( ibu bayi) No Variabel OR p 1 Tidak ada kunjungan neonatal 12.90 0. Rendah 2.11 0. Ya 9.74 0. Menengah 3.743 PDF created with pdfFactory Pro trial version www.5. com. Permintaan kebutuhan vaksin Uniject HB di bidan di desa berdasarkan pendataan kohor ibu hamil.

Health Education Planning a diagnostic Approach. UI. www fcms does.California .Semarang. Oxford University Press. 2000.129-176 Chatherine. 1997.11 November 1999 Sudarti. Penularan Infeksi Virus Hepatitis B Vertikal. 2000 Hariadi Wibisono. Jakarta. Universitas Gajah Mada Press. Budiarto. Jakarta . FKM UI.19 No. Pedoman Penggunaan Uniject Hepatitis B. 1993 Notoatmojo.1997. My Fell Publishing Co. Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Status Imunisasi Hepatitis B-1 pada bayi umur 0-11 bulan di Kab. Preventable Desease. Budi Pekerti Dalam Kehidupan Keluarga-Keluarga Jawa. Jakarta.1999 I. RM. Setiawan. Jakarta. Yogjakarat. Jakarta. Sagung seto. New York. Jakarta. Pasca Sastra. Satgas Imunisasi. Buku Kedokteran.2003 Mulyati.218-221 Ahmad.Thomas. Jakarta.Zukerman ed. Pedoman Tatalaksana Medik KIPI. 1993 Susilastuti.P. Jakarta.P. Field Epidemiology. Jenis-jenis Penelitian Epidemiologik.185-205 Green. Hepatitis B Immunization Strateis Expended Programme on immunization. Michael B. Gadjah Mada University Press. WHO. 2001 Koentjaraningrat. 2002 Ditjen PPM & PL. Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan. Metode Pengambilan sampel bertahap (Multistage sampling) dalam : Teknik sampling. 1997: 573-579 Suandi. Pengaruh Penolong Persalinan Terhadap Kontak Pertama Imunisasi di Kabupaten Majalengka. dalam : Dasar-daar Metodologi Penelitian Klinis. Integration of Hepatitis B Vaccine into the Expaded . Julitasari.pdffactory.1982 Gregg. Aceh Besar Propinsi Aceh. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran Dan Kesehatan. FKM-UI. Jakarta. 2003. Idwar. Undip. Pedoman PWS Kesehatan Ibu dan Anak (PWS_KIA). Depok.2002 Notoatmojdjo. 1995 Noviyadi.2001 Supriyadi. Departemen Kesehatan RI. 2000.R Kjellstrom T. Pasca Sastra Undip. Pathogenesis and Treatment Of Chranic Infection. Jakarta. Pasca UIDepok. Gramedia. Jakarta. Vol. chapter. Simposium Program Pengembangan Imunisasi Hepatitis B di Indonesia. Jakarta. Panduan Praktis Hepatitis.L. Hepatitis B. Yogyakarta. 1988. 2002 Ditjen Binkesmas. Epidemiolgi Penyakit Menular . Ali dan Julitasari. FKM-UI. Kediri Jawa Timur. Buku Imunisasi di Indonesia. Gajah Mada Universitas Press.Kontrol. Seminar.com 6 Ditjen PPM & PL. Respon Antibody Pada Bayi Baru Lahir Yang Diimunisasi Hepatitis B Rekombinan Uniject. 2002 Mudjahirin Thohir. Departemen Kesehatan RI. CDC. Departemen Kesehatan RI.In. 2001 Budi. Jakarta.S.G. Pengantar Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku Kesehatan. 1997 PDF created with pdfFactory Pro trial version www. Jakarta. 1995 Sulaiman. Majalah Kedokteran Indonesia. 1996 Surya.Hubungan Karateristik Ibu dengan Status Imunisasi Campak di Sulawesi Selatan Tahun 1999. Qouted Sulaiman A. Perilaku Kesehatan dalam Status Imunisasi di Jakarta Timur. 2002 Sulaiman.1997 Rothman JK.11. In Arei J . Jakarta. Hubungan Beberapa faktor Perilaku Kesehatan Ibu dengan Status Kelengkapan Imunisasi Dasar Anak. Jakarta. Jakarta. 2002 WHO. Departemen Kesehatan RI.W. edisi I. Hepatitis B Recent Advances Tubercolosis Treatment And Prevention.19. 1996 Gordis L.S Penelitian Kasus. WB Saunders. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2001 Sudigdo S. Edition. 740-742 Beaglehole R.E. Perilaku Imunisasi dari Ibu Balita yang Berkunjung ke Pelayanan Kesehatan Swasta di DKI Jakarta. 2000 Sulaiman Ali. DasarDasar Metodologi Penelitian Klinis. Yogyakarta. California Pasific Medical Center (San Francisco). 1995 Rahmadewi. 1993. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Imunisasi Hepatitis B. Semarang .317-38 Ditjen PPM & PL. Yogyakarta : Andi Ofset.W. Seminar.11 bulan di Kab. Jakarta. 2003 Mudjahirin Thohir. Laporan Tahunan Program Imunisasi tahun 2003.Ranuh dkk. dalam Epidemiologi Modern (terjemahan). Jenewa.2003 Sastroasmoro. Soekidjo dan Solita Sarwono.Epidemiology. Pedoman Operasional Program Imunisasi. Indonesia. Pandangan Tradisional Orang Jawa Terhadap Masalah Sehat dan Sakit. Hubungan Kunjungan Neonatal Dini dengan Status Imunisasi di Kabupaten Tasikmalaya .FKM-UI. 2002 Dinkes Prop. 1999 Sugarto.Ed.2.U. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. FKM-UI. 1984 Mulyanto. hiladelphia. Faktor yang Berhubungan dengan Status Imunisasi Hepatitis B-1 pada bayi umur 0. 2003 Beasly R. 2001 Suwandhi. Intergrasi Imunisasi Hepatitis B ke Dalam Program Imunisasi.47. Ikatan Dokter Indonesia.N. Medika. 2003 Cosant YE. Ikatan Dokter Indonesia. Facyna.. F . Jakarta. Following a Seven Year Mass Immunization Program.Viaral Hepatitis. Virus Hepatitis A Sampai E di Indonesia. FKM.11: 417423 Central For Desease Control. 2002 Ditjen PPM & PL. Ali dan Julitasari. No. Evaluasi Serologi Pada Bayi Dengan Imunisasi HB Lengkap. Epidemiologi and Prevention of vaccine. FKM-UI. 171-179 Bhismamurti. Bonita. Epidemiologi On Hepatitis B in : Virus Hepatitis And Its Control. Jateng .1 st . Program Imunisasi HB di Indonesia. Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Ismael. 2003 Ibrahim. FKM-UI. Churchil Livingstone.org/comference/10th. Balai Pustaka Jakarta. Seminar. Vol. untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Case Control and Crosss Sectional Studies.dalam : DasardasarEpidemiologi terjemahan). PT Raja Grafindo Persada. Hepatitis B Seroprevalence among Children in Mataram. Jakarta. Transmisi Virus Hepatitis B Secara Vertikal dan Horizontal Dalam Virus Hepatitis A sampai E di Indonesia. Kebudayaan Jawa. Perkembangan Terbaru Virus Hepatitis B. Biostatistika. November. Jakarta.Soekidjo. Seminar.

.com 7 PDF created with pdfFactory Pro trial version www.... 13 th Meeting..pdffactory...1998.. Egypt. Bulletin of World Health Organization. ==================================================== PENGETAHUAN IBU MENOPAUSE TENTANG GIZI PADA MASA MENOPAUSE DI DESA.. 1999... 77-89 WHO.Unsafe Injection in the developing World an Transmission of Bloodborne Pathogens : A Review. ==================================================== HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN IBU TERHADAP PEMAKAIAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DI DESA.openhagen... ==================================================== PERSEPSI IBU MENOPAUSE TERHADAP AKTIVITAS SEKSUALITAS PADA MASA MENOPAUSE DI DESA. ==================================================== FAKTOR PENYEBAB IBU HAMIL MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN SENAM HAMIL DI DESA. Julitasari . 14-18 Oktober 1990.March. TINJAUAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI DI DESA PUSONG LAMA KECAMATAN BANDA SAKTI KOTA LHOKSEUMAWE TAHUN 2009 BAB I .. Denmark.. Technet Consultation. Hepatitis B-1 .. Qouted Sulaiman .Jakarta .Programme on Immunization (EPI).com HUBUNGAN PENGETAHUAN BIDAN TERHADAP PENATALAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI KECAMATAN... 20-21 WHO. ==================================================== HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN IBU HAMIL TERHADAP KEPATUHAN DALAM MELAKUKAN KUNJUNGAN ANTENATAL DI . Press Release.. ==================================================== HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TERHADAP PELAKSANAAN SENAM NIFAS DI DESA. ==================================================== HUBUNGAN STATUS PEKERJAAN TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI... ==================================================== FAKTOR PENYEBAB IBU HAMIL MELAKUKAN DAN TIDAK MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PADA KEHAMILAN DI .1998 PDF created with pdfFactory Pro trial version www.. ==================================================== HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TERHADAP PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BBL DI BPS. ==================================================== PENDAPAT IBU HAMIL TERHADAP KINERJA BIDAN DESA SEBAGAI PELAKSANA ANTENATAL CARE DI DESA.pdffactory..

Polio. Campak dan Hepatitis B. 2007). dan masih tingginya angka kematian ibu dan anak (UNDP. Hepatitits A. Campak (Measles. tifus. Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting. cacar air ( chicken pox.Latar Belakang Dalam penerapan tujuan pembangunan milenium (millennium development goals) dengan delapan tujuan yang ingin dicapai oleh berbagai bangsa pada tahun 2015 diantaranya adalah untuk menjawab tantangantantangan utama pembangunan di seluruh dunia yang merupakan komitmen bersama negara-negara maju dan negara-negara berkembang dalam menangani permasalahan utama pembangunan termasuk di dalamnya pembangunan kesehatan diantaranya masih tingginya jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan. Difteria. Banyak pula orang tua dan kalangan praktisi tertentu khawatir terhadap resiko dari beberapa vaksin. Batuk Rejan ( Pertusis). 2005). karena penggunaan sarana kesehatan oleh bayi berkaitan erat dengan perilaku dan kepercayaan ibu tentang kesehatan dan mempengaruhi status imunisasi.PENDAHULUAN A. Adapula media yang masih mempertanyakan manfaat imunisasi serta membesar-besarkan resiko beberapa vaksin. Tetanus. rubella. DPT. Imunisasi lain yang tidak diwajibkan oleh pemerintah tetapi tetap dianjurkan antara lain terhadap penyakit gondongan (mumps). Pemerintah mewajibkan setiap bayi untuk mendapatkan imunisasi dasar terhadap tujuh macam penyakit yaitu penyakit TBC. Morbili) dan Hepatitis B. Polio. varicella) dan rabies (Thoephilus. 2000). HiB. khususnya ibu menjadi . Kepercayaan dan perilaku kesehatan ibu juga hal yang penting. Dalam hal ini peran orang tua. Karenanya suatu pemahaman tentang program ini amat diperlukan untuk kalangan tersebut. Masalah pengertian dan keikutsertaan orang tua dalam program imunisasi tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan yang memadai tentang hal itu diberikan (Ali. radang selaput otak (meningitis). yang termasuk dalam Program Pengembangan Imunisasi (PPI) meliputi imunisasi BCG. Banyak anggapan salah tentang imunisasi yang berkembang dalam masyarakat.

2005).1%). diperoleh data hasil cakupan imunisasi bayi dari 674 sasaran bayi secara kumulatif sampai dengan bulan desember 2008.2%). Polio2 3490 (81.9%.4%).4%). kepercayaan.1%) dan DPTHB-3 2899 (67. Polio1 592 (87. diimunisai BCG 561 (83. dan perilaku kesehatan seorang ibu akan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak. Polio2 520 (77. Polio3 494 (73. 2008). Demikian juga tentang pengetahuan. DPT-HB-1 532 (78.2%). Berdasarkan data surveilans penyakit dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). DPT-HB-2 478 (70.1%).9%). Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti bulan desember tahun 2008. Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 2.9%).4%).6%). Pengetahuan. Poli4 483 (71.4%). diimunisasi HB0 ( Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe.0%).952 atau 68. HB-1 (>7 hari) 175 (4.9%) dan DPT-HB-3 446 (66. diimunisai BCG 3489 (81.4%). HB-1(0-7 hari) 363 (53. Campak 523 (77.1%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Dinkes Kota Lhokseumawe. Poli4 3078 (71. . HB-1 (0-7 hari) 2501 (58.1%). pemahaman dan kepatuhan ibu dalam program imunisasi bayinya tidak akan menjadi halangan yang besar jika pendidikan dan pengetahuan yang memadai tentang hal itu diberikan. Polio3 3317 (77.02%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Puskesmas Mon Geudong. HB-1 (>7 hari) 122 (18. karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. (Ali.3%).7%). 2008). DPT-HB-2 3220 (75.8%). diperoleh cakupan imunisasi pada bayi menurut Propinsi tahun 2008 untuk Nanggroe Aceh Darussalam jumlah sasaran bayi 106. kepercayaan. diperoleh laporan hasil cakupan imunisasi bayi secara kumulatif pada tahun 2008. Masalah pengertian. Hal ini menunjukkan ada 1. Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 464 atau 68. Campak 3015 (70.sangat penting.784 orang.7%).2%). DPT-HB-1 3516 (82. Polio1 3771 (88. Hal ini menunjukkan ada 209 (32.333 (31. dan perilaku kesehatan ibu.8%).98%.

DPT-HB-2 7 (6.1%).9%). dan perilaku kesehatan ibu.1%). B.19%. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0 – 12 bulan di desa Pusong Lama Kecamatan Banda Saki Kota Lhokseumawe.0%).Tujuan .1%). Demikian juga tentang pegetahuan.Sedangkan data imunisasi untuk Desa Pusong Lama dari Puskesmas Mon Geudong Kecamatan Banda Sakti bulan desember tahun 2008.Perumusan Masalah Peran seorang ibu pada program imunisasi sangatlah penting karenanya suatu pemahaman tentang program ini amat diperlukan untuk kalangan tersebut. Dalam hal ini peran orang tua.6%) bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap (Puskesmas Mon Geudong. HB-1 (0-7 hari) 9 (7.1%) dan DPT-HB-3 7 (6. sehingga dapat mempengaruhi status imunisasinya. HB-1 (>7 hari) 0 (0%). Polio1 8 (7. DPT-HB1 7 (6. kepercayaan.0%). maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe Tahun 2009. 2008). Polio2 7 (6.1%). D.Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini hanya dibatasi pada ibu-ibu yang mempunyai bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009. dan perilaku kesehatan seorang ibu akan mempengaruhi kepatuhan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan anak. Pengetahuan. Hal ini menunjukkan ada 39 (27. diimunisai BCG 8 (7. khususnya ibu menjadi sangat penting. Campak 8 (7. C. Dari angka cakupan ini terlihat bahwa rata-rata bayi di imunisasi untuk masing-masing jenis imunisasi adalah sebesar 75 atau 53.0%). diperoleh data hasil cakupan imunisasi bayi dari 114 sasaran bayi secara kumulatif sampai dengan bulan desember 2008.1%). karena orang terdekat dengan bayi dan anak adalah ibu. Poli4 7 (6. kepercayaan. Polio3 7 (6.

1.Tujuan Khusus a. 2. c. c. F.Sebagai bahan referensi di perpustakaan Jurusan Kebidanan Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara.Sistematika Penulisan . E.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan sikap ibu.Manfaat Penelitian.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian iminisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan pengetahuan ibu. penatausahaan terhadap kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan.Sebagai bahan masukan bagi pihak Puskesmas Mon Geudong untuk peningkatan pelayanan. b. a. b.Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan berdasarkan pendidikan ibu.Tujuan Umum Untuk mengetahui gambaran dari faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009.Untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan penulis tentang masalah yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi dan sebagai salah satu pra-syarat untuk menyelesaikan studi di jurusan Kebidanan pada Akademi Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara tahun 2009.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA Imunisasi. Lokasi dan waktu penelitian. Fasilitas Desa BAB VIHASIL PENELITIAN Hasil penelitian dan pembahasan BAB VIIPENUTUP Kesimpulan dan Saran . Definisi operasional dan Metode pengukuran Variabel. BAB VGAMBARAN UMUM Letak Geografis. Tujuan Penelitian. Kekebalan. Manfaat Penelitian dan Sistematika Penulisan. Populasi dan sampel. yang terdiri dari VII bab yaitu : BAB I. BAB IVMETODE PENELITIAN Metode dan jenis penelitian. Ruang Lingkup Penelitian. Instrumen penelitian. Pengolahan dan analisa data. Keadaan Geografis. BAB IIIKERANGKA KONSEP Variabel penelitian. Jadwal pemberian imunisasi dan Faktor-faktor yang mempengaruhi imunisasi. Tujuan pelaksanaan imunisasi.PENDAHULUAN Latar Belakang. Metode pengumpulan data.Judul penelitian ini adalah tinjauan faktor-faktor yang berhubungan dengan kelengkapan pemberian imunisasi pada bayi umur 0-12 bulan di Desa Pusong Lama Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe tahun 2009. Perumusan Masalah.

edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil. masa persalinan dan masa nifas. sesuai dengan standard minimal pelayanan antenatal yang meliputi 5T yaitu timbang berat badan. 8. 7. asuhan dan nasehat selama masa hamil. Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan mutakhir. Latar Belakang Masalah Antenatal Care adalah suatu program yang terencana berupa observasi. untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. Menggunakan keterampilan mendengar dan memfasilitasi. dan bayi. serta melaksanakan tindakan kegawat-daruratan. deteksi komplikasi pada ibu dan anak. tetapi juga kepada keluarga dan masyarakat. dan akses bantuan medis atau bantuan lain yang sesuai. penularan dan strategis dan pengendalian infeksi. Menghargai budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan. bayi baru lahir dan anak. Pengertian Antenatal Care Asuhan antenatal adalah suatu program yang terencana berupa observasi. Untuk mengetahui Pengertian Asuhan Pada Antenatal Care b. Bidan telah diakui sebagai tenaga professional yang bertanggung-jawab dan akuntabel. 10. persalinan dan nifas serta mengusahakan bayi yang dilahirkan sehat. bidan. periode pasca persalinan. Untuk mengetahui Cara Melakukan Asuhan Pada Antenatal Care. (pada beberapa kepustakaan disebut sebagai Prenatal Care) Pelayanan antenatal Pelayanan antenatal adalah pelayanan kesehatan oleh tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan. ukur tekanan darah. pemberian imunisasi TT. dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan perinatal. Tujuan Khusus a. meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggung jawab atas kesehatannya sendiri. kehamilan. untuk memperoleh suatu proses kehamilan dan persalinan yang aman dan memuaskan. 9. 5. 2. Perencanaan . Bekerjasama dengan petugas kesehatan lain untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada ibu dan keluarga. Tujuan Umum Sesuai dengan latar belakang di atas maka penulisan makalah ini bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca terutama tentang Asuhan Pada Antenatal Care 2. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Menggunakan cara pencegahan universal untuk penyakit. Bidan mempunyai perilaku-perilaku profesional antara lain : 1. 6. Kegiatan ini harus mencakup pendidikan antenatal dan persiapan menjadi orang tua serta dapat meluas pada kesehatan perempuan. promosi persalinan normal. Untuk mengetahui Tujuan Asuhan Pada Antenatal Care c. Menggunakan model kemitraan dalam bekerja sama dengan kaum wanita/ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan. memimpin persalinan atas tanggung jawab sendiri dan memberikan asuhan kepada bayi baru lahir. Tujuan antenatal yaitu untuk menjaga agar ibu sehat selama masa kehamilan. 4. ukur tinggi fundus uteri dan pemberian tablet besi minimal 90 tablet selama masa kehamilan. yang bekerja sebagai mitra perempuan untuk memberikan dukungan.Antenatal Care BAB I PENDAHULUAN A. kelahiran. etika profesi dan aspek legal. 3. dokter umum. ukur tinggi badan. pembantu bidan dan perawat bidan) untuk ibu selama masa kehamilannya. Tujuan 1. Bidan mempunyai tugas penting dalam konseling dan pendidikan kesehatan. edukasi dan penanganan medik pada ibu hamil. kesehatan seksual atau kesehatan reproduksi dan asuhan anak. B. Berpegang teguh pada filosofi. Melakukan konsultasi dan rujukan yang tepat dalam memberikan asuhan kebidanan. memantau kemungkinan adanya risiko-risiko kehamilan. Advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan. Bertanggung jawab dan mempertanggung jawabkan keputusan klinis yang dibuatnya. Asuhan ini mencakup upaya pencegahan. tidak hanya kepada perempuan.

2005. Apakah ada keluhan / masalah dari sistem organ lain. persalinan preterm. tinggi/berat badan. Menbantu ibu dan keluarganya untuk mempersiapkan kelahiran dan kedaruratan yang mungkin terjadi. Mendeteksi dan mengobati komplikasi-komplikasi yang timbul selama kehamilan. KUNJUNGAN / PEMERIKSAAN PERTAMA ANTENATAL CARE 1. nadi. Obstetri Fisiologi.menentukan usia kehamilan dan perkiraan persalinan menentukan status kesehatan ibu dan janin . serta menjaga kesehatan anak secara fisik. Oleh karena itu. pemeriksaan harus lebih sering dan intensif. siklus haid biasanya berapa hari.menentukan rencana pemeriksaan/ penatalaksanaan selanjutnya 2. apakah semata-mata ingin periksa hamil.Jadwal pemeriksaan (usia kehamilan dari hari pertama haid terakhir) : . Rustam. bedah atau obstetri 3. Ditanyakan apakah sudah pernah periksa kehamilan ini sebelumnya atau belum (jika sudah. kapan hari pertama haid terakhir. Anamnesis Identitas umum. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan Vol. serta ada/ tidaknya faktor risiko kehamilan . T. suplemen immunisasi 4. DAFTAR PUSTAKA Kontjoro.menentukan diagnosis ada/tidaknya kehamilan . baik yang bersifat medis. berarti ini bukan kunjungan antenatal pertama. B. abortus. Pada kehamilan usia remaja. Pengembangan Manajemen Kinerja Perawat dan Bidan Sebagai Strategi Dalam Peningkatan Mutu Klinis. Pemeriksaan Fisis Status generalis / pemeriksaan umum Penilaian keadaan umum. ketuban pecah dini. bidan harus : 1. Mochtar. . mental dan sosial ibu serta bayi dengan memberikan pendidikan. 3. status perkawinan dan tingkat pendidikan. Obstetri Patologi/Rustam Mochtar. pernapasan). 2. Kesimpulan Untuk membantu seorang ibu melalui kehamilan dan persalinan yang sehat. Defli Lutan. Membantu mempersiapkan ibu untuk menyusuai. melalui masa nifas yang normal. Ed 2 – Jakarta : EGC. psikologi dan sosial. komunikasi/kooperasi. Tanda vital (tekanan darah. Jika ada amenorea. perhatian pada usia ibu. namun tetap penting untuk data dasar inisial pemeriksaan kita).di atas 36 minggu : 1 minggu sekali Kecuali jika ditemukan kelainan / faktor risiko yang memerlukan penatalaksanaan medik lain.menentukan kehamilan normal atau abnormal.08/No3. Kemungkinan risiko tinggi pada ibu dengan tinggi BAB V PENUTUP A.. baik yang berhubungan dengan perubahan fisiologis kehamilan maupun tidak. Tidak jarang pasien meminta aborsi. Keluhan utama sadar/tidak akan kemungkinan hamil. harapan penulis kepada pembaca semua agar sudi kiranya memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun. Editor.28 36 minggu : 2 minggu sekali . Tujuan . kemungkinan ada unsur penolakan psikologis yang tinggi. Riwayat kehamilan sekarang / riwayat penyakit sekarang Ada/tidaknya gejala dan tanda kehamilan. Sinopsis Obstetri. atau ada keluhan / masalah lain yang dirasakan. penulis berharap agar dapat menambah ilmu pengetahuan kepada pembaca. Usia muda juga faktor kehamilan risiko tinggi untuk kemungkinan adanya komplikasi obstetri seperti preeklampsia. kesadaran. 1998. Saran Dengan penulisan makalah ini. Hal ini penting untuk memperkirakan usia kehamilan menstrual dan memperkirakan saat persalinan menggunakan Rumus Naegele (h+7 b-3 + x + 1mg) untuk siklus 28 + x hari. apalagi kehamilan di luar nikah. Memelihara peningkatan fisik. suhu. Range usia reproduksi sehat dan aman antara 20-30 tahun.sampai 28 minggu : 4 minggu sekali . B.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful