Anda di halaman 1dari 78

10

Kapasitor

10.1

PENDAHULUAN
Sejauh ini piranti pasif yang ada dalam naskah ini hanya tahanan saja. Kini kita akan memperhatikan dua elemen pasif tambahan yang disebut kapasitor dan induktor, yang berbeda dengan tahanan dalam hal maksud, operasi, dan susunan. Tidak seperti tahanan, kedua elemen tersebut menampilkan karakteristik total hanya bila ada perubahan tegangan atau arus yang dibuat dalam rangkaian di mana mereka berada. Sebagai tambahan, jika kita memperhatikan keadaan ideal, maka mereka tidak akan melesap energi seperti tahanan akan tetapi menyimpannya dalam bentuk yang dapat dikembalikan menuju rangkaian bila diperlukan oleh rancangan rangkaian. Karena perlunya penanganan yang benar pada masing-masing elemen ini maka kami mempersembahkan seluruh bab ini untuk kapasitor dan Bab 12 untuk induktor. Karena pengaruh elektromagnetik merupakan pertimbangan yang utama dalam rancangan induktor, maka dalam Bab 11 ini untai magnet akan dibahas terlebih dahulu.

10.2

MEDAN LISTRIK
Ingat dari Bab 2 bahwa gaya tarik atau tolak-menolak ada antara dua materi yang bermuatan. Kini kita akan menguji kejadian ini secara lebih rinei dengan memperhatikan medan listrik yang ada dalam daerah sekitar sembarang materi yang bermuatan. Medan listrik ini dinyatakan dengan garis fluks listrik, yang digambar untuk menunjukkan kuat medan listrik pada sembarang titik di sekitar materi 494

Kapasitor

495

GAMBAR 10.1

yang bermuatan, jadi semakin rapat garis fluks, akan semakin kuat medan listrik. Pada Gambar to.l, kuat medan listrik pada posisi a lebih kuat daripada posisi b karena garis fluks pada a lebih rapat daripada b. Simbol untuk fluks listrik adalah hurufYunani psi (\jJ).Fluks per satuan luas (rapat fluks) dinyatakan dengan huruf besar D dan ditentukan oleh (fluks/satuan luas)
I

D= ~

(10.1)

Semakin besar muatan dalam coulomb, semakin besar jumlah garis fluks yang keluar atau masuk per satuan luas, yang tidak tergantung pada media di sekitarnya. Dua kali lipat muatan akan menghasilkan dua kali fluks per satuan luas. Oleh karena itu keduanya keduanya dapat disamakan:
t/J=Q

(coulomb, C)

(10.2)

Dengan definisi, kuat medan listrik pada sebuah titik adalah gaya yang bekerja pada sebuah satuan muatan positif pada titik tersebut; jadi (newton/coulomb, N/C) (10.3)

Gaya desak pada sebuah satuan muatan positif (Q2 = 1), oleh sebuah muatan Qt, denganjarak r meter jauhnya, sebagaimana ditentukan oleh hukum Coulomb sebesar,

496

Teknik Rangkaian Listrik

Penggantian gaya F ini ke dalam Persamaan (10.3) menghasilkan

(10.4)

Oleh karena itu kita dapat menyimpulkan bahwa kuat medan listrik pada sembarang titik yang berjarak r dari sebuah titik yang bermuatan Q coulomb berbanding lurus dengan besar muatan dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak dari muatan tersebut. Suku kuadrat dalam pembagi akan menghasilkan penurunan kuat medan listrik yang cepat terhadap jarak dari titik muatan tersebut. Pada Gambar 10.1,penggantianjarak Rl dan R2 ke dalam Persamaan (lOA) akan membuktikan kesimpulan kita sebelumnya bahwa kuat medan listrik di a lebih besar daripada di b. Gar;s fluks listr;k selalu keluar dar; mater; yang bermuatan pos;tif menuju mater; yang bermuatan negatif, yang selalu keluar atau masuk tegak lurus dengan permukaan yang bermuatan, dan t;dak pernah saling berpotongan. Untuk dua muatan yang sarna dan berlawanan polaritasnya, penyebaran fluks akan tampak seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.2. Gaya tarik-menarik dan tolak-menolak antara muatan kini dapat dijelaskan dalam istilah garis medan listrik dan garis fluksnya. Pada Gambar 10.2(a), garis fluks tidak saling terkunci akan tetapi cenderung untuk menjadi penyangga, yang mecegah tarik-menarik dan menyebabkan tolak-menolak. Karena kuat medan listrik lebih kuat (garis fluks lebih rapat) untuk masing-masing muatan yang semakin dekat dengan muatan tersebut, semakin banyak kita mencoba untuk membawa kedua muatan tersebut bersama-sama, maka akan semakin besar gaya tolak menolak antara mereka. Pada Gambar IO.2(b), garis fluks keluar dari muatan positif dan berhenti pada muatan negatif. Hukum dasar fisika menyatakan bahwa garis fluks listrik selalu cenderung untuk semakin dekat. Oleh karena itu dua muatan akan ditarik menuju salah satunya. Sekali lagi, semakin dekat dua muatan, akan semakin kuat gaya tarik antara kedua muatan tersebut karena bertambah kuat medan.

Kapasitor

497

(a)

GAMBAR 10.2

10.3

KAPASITANSI
Sarnpai di sini kita hanya rnernperhatikan rnuatan bola positif dan negatif yang terisolasi, akan tetapi analisis dapat diperluas rnenjadi permukaan yang berrnuatan dengan sernbarang bentuk dan ukuran. Contohnya pada Gambar 10.3,dua buah keping dari bahan penghantar yang sejajar yang dipisahkan oleh celah udara dihubungkan rnelalui satclar dan sebuah tahanan rnenuju sebuah baterei. Jika keping sebelurnnya tidak bermuatan dan saklar dalam keadaan terbuka, rnaka tidak ada rnuatan positif atau negatif pada salah satu keping tersebut. Akan tetapi, begitu saklar ditutup rnaka elektron segera ditarik dari keping bagian atas rnelalui tahanan rnenuju terminal positif baterei. Akan ada sentakan arus pada rnulanya, yang dibatasi besarnya oleh tahanan yang ada. Kernudian besar aliran akan berkurang, seperti yang ditunjukkan pada pasal-pasal"berikutnya. Tindakan ini rnenciptakan rnuatan total positif pada keping sebelah 'atas. Elektron ditolak oleh terminal negatif rnelalui penghantar bagian bawah rnenuju keping'bagian bawah dengan pesat yang sarna rnereka ditarik ke terminal positif. Perpindahan elektron berlanjut sehingga beda potensial yang rnelintas dua keping sejajar betul-betul sarna dengan tegangan baterei. Sebagai hasil akhir adalah rnuatan total positif pada keping bagian atas dan muatan negatif pada keping bagian bawah, sangat mirip dengan dua rnuatan yang terisolasi pada Gambar 10.2(b).

498

Teknik Rangkaian Listrik

e
R

+ V=E

GAMBAR 10.3

Elemen ini, tersusun dari dua keping penghantar sejajar yang dipisahkan oleh bahan penyekat (dalam kasus ini adalah udara), disebut kapasitor. Kapasitansi adalah ukuran kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan pada kepingnya - dengan kata lain, kapasitas penyimpannya. Sehuah kapasitor memiliki kapasitansi 1farad jika muatan sehesar 1 coulomh tersimpan pada keping penghantar dengan heda potensia/ sehesar 1 volt yang melintas keping tersehut. Dinamakan farad setelah Michael Faraday, seorang ahli kimia dan fisika dari Inggris di abad ke sembilan belas. Akan tetapi, farad umumnya terlalu besar bagi ukuran kafasitansi untuk kebantakan aplikasi praktis, dengan demikian mikrofarad (10- ) atau picofarad (10- 2) lebih umum digunakan. Bila dinyatakan dengan persamaan maka kapasitansi ditentukan oleh C = farad (F) Q = coulomb (C) V = volt (V) (10.5)

Kapasitor yang berbeda dengan tegangan lintas yang sarna antar kepingnya akan memerlukan jumlah muatan yang lebih besar atau lebih kecil pada keping mereka. Oleh sebab itu masing-masing kapasitor memiliki kapasitansi yang lebih besar atau lebih kecil. Pandangan potongan-melintang keping sejajar diperlihatkan dengan penyebaran garis fluks listrik pada Gambar 10.4(a). Jumlah garis fluks per satuan luas (D) antara dua keping adalah seragam. Pada ujung-ujungnya, garis fluks memancar keluar luas permukaan keping utama, yang menghasilkan pengaruh yang dikenal dengan nama "fringing". Pengaruh ini mengurangi harga kapasitansi, namun dapat diabaikan untuk kebanyakan aplikasi praktis. Untuk analisis berikut,

Kapasitor

499

- --- - -

GAMBAR 10.4

kita akan menganggap bahwa semua garis fluks yang meninggalkan keping positif akan langsung melewati keping negatif dalarn daerah permukaan bersama [Gambar lOA(b)]. Jika beda potensial V volt diterapkan pada dua keping tersebut yang dipisahkan sejauh d meter, maka kuat medan listrik aIitara keping tersebut dit~ntukan oleh (volt/meter, Vim) (10.6)

Keseragaman penyebaran fluks pada Gambar 10A(b) juga menandakan bahwa kuat medan listrik sarna pada setiap titik antara dua keping tersebut. Banyak harga kapasitansi yang dapat diperoleh untuk keping sejajar yang sarna dengan penambahan bahan penyekat khusus antara keping tersebut. Pada Gambar 1O.5(a),sebuah bahan penyekat ditempatkan di antara keping sejajar yang memiliki beda potensial V volt yang melintas kepingnya. Karena bahan tersebut berupa penyekat, maka elektron dalam penyekat tersebut tidak dapat meninggalkan atom induk dan berjalan menuju keping positif. Akan tetapi, komponen positif (proton) dan komponen negatif (elektron) pada masing-masing atom bergeser, seperti yang diperlihatkan pada Gambar lO.5(a) sehingga membentuk dipole.

500

Teknik Rangkaian Listrik

+1-\'cvollS'~-

I -

+ I

+1 1---:--'
I

..

IVOl~I--

I Dielecmc

+ 1-

+ + f I +1\+ + - (Dielectric + + 11':+ + +

= 31r!

..

1---Dielecmc

I Re,ult:lnl I + +1

! r---J

JI

GAMBAR 10.5

Bila dipole-dipole menyejajarkan diri seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.5(a), maka bahan tersebut dikatakan terpolarisasi. Pengujian dalam bahan yang terpolarisasi ini akan menunjukkan bahwa komponen positif dan negatif pada dipole yang berdekatan menetralkan pengarnh yang satu terhadap lainnya [daerah dalam garis putus pada Gambar 1O.5(a)].Akan tetapi, lapisan muatan positif pada salah satu permukaan dan muatan negatif pada permukaan yang lain tidak dinetralkan, yang akan menghasilkan penetapaan medan listrik dalam penyekat tersebut [Gambar 10.5(b)]. Oleh karena itu medan listrik total antara keping tersebut akan berkurang karena adanya penyisipan bahan dielektrik. Maksud dari penggunaan bahan dielektrik adalah untuk menciptakan medan magnet yang berlawanan dengan medan listrik yang ditetapkan oleh muatan bebas pada keping sejajar. Karena alasan inilah maka bahan penyekat tersebut direferensikan sebagai dielektrik (dielectric), di berarti perlawanan dan electric berarti medan listrik.
Oalam salah satu kasus dengan atau tanpa dielektrik

jika potensial yang

melintas keping dipertahankan tetap dan jarak antara keping tetap, maka medan listrik total dalam keping tersebut hams tetap sarna, sebagaimana ditentukan oleh persamaan E = V/d. Akan tetapi kita tahu bahwa medan listrik total di antara keping tersebut akan berkurang dengan adanya penyisipan dielektrik untuk jumlah muatan bebas yang tetap pada keping tersebut. Untuk mengimbangi dan menjaga agar medan listrik sarna dengan harga yang ditentukan oleh V dan d, maka semakin banyak muatan yang hams disimpan pada keping tersebut. [Lihat Persamaan (10.11).] Muatan tambahan untuk potensial yang melintas keping

Kapasitor

501

yang sarna akan meningkatkana kapasitansi, sebagaimana ditentukan oleh persamaan berikut

cr = QT \'
Untuk bahan dielektrik antara dua keping sejajar, akan berbedajumlah muatan yang dapat disimpan pada keping tersebut. Akan tetapi, \jI== Q, dengan demikian maka juga menentukan jumlah garis fluks antara dua keping tersebut dan akibatnyajuga padarapatfluks (D = \jI/A)karenaA tetap. Perbandingan rapat fluks terhadap intensitas medan listrik dalarn dielektrik tersebut disebut permitivitas dielektrik:
(farad/meter, F/m)

(10.7)

Ini adalah ukuran bagaimana mudah dielektrik aka.n "mengijinkan" penetapan garis fluks dalarn dielektrik tersebut. Semakin besar harganya, maka akan semakin besar jumlah muatan yang tersimpan pada kepingnya, dan akibatnya adalah rapat fluks untuk daerah yang tetap semakin besar. Untuk ruang hampa, harga permitivitas E(yang dinyatakan dengan Eo)sebesar 8.85 x 10-12F/m. Perbandingan permitivitas pada sembarang dielektrik terhadap ruang harnpa disebut permitivitas relatif, Er. la merupakan perbandingan permitivitas dielektrik terhadap udara. Dalarn bentuk persamaan, (10.8) Oleh karena itu harga permitivitas untuk sembarang bahan adalah
E

= E~()

Catat bahwa permitivitas relatif merupakan sebuah besaran yang tidak memiliki dimensi. Permitivitas relatif atau lebih sering disebut tetapan dielektrik untuk bermacarn-macarn bahan dielektrik diberikan dalarn Tabel 10.1. Dengan mengganti D dan 'ifdalarn Persamaan (10.7), kita punya persamaan D tblA E=-=-=-="I; Vld
Tetapi

QIA
Vld

Qd
VA

c=Q

502

Teknik Rangkaian Listrik

Dielectric Vacuum
Air 1'efloo! PapeI!, paraffined

Er (Average

Values)

Rubber ~..on ica."


P6n:elai11 BaQUtc

1.0 1.0006 2.0 2.5 ~.O 4.0 5.0 6,0


7:~0 7.~ 80;0

Glass'h

~~.~ B~strontiUpi dtaoitet~)

TABEL10.1 Permitivitasrelatif(tetapan dielektrik)bermacam-macam dielektrik

oleh karena itu E= dan (F) atau (F) (10.10) (10.9) Cd A

di mana A adalah luas keping dalam meter kuadrat, d jarak antar keping dalam meter, dan &radalah permitivitas relatif. Oleh karena itu kapasitansi akan lebih besar jika luas keping diperebesar, atau jarak antara keping dikurangi, atau dielektrik diubah sedemikian ruP!lsehingga permitivitas relatifbertambah. Penyelesaian untukjarak d dalam persamaan (10.9), kita punya persamaan

Kapasitor

503

= !:2.
C

dan penggantian ke dalam Persamaan (10.6) menghasilkan

\.. 't,=-=-=d Tetapi Q = CV, oleh karena itu

V
v\,C

CV
EA

(Viml

(10.11)

yang memberikan intensitas medan listrik antara keping dalam suku-suku permitivitas E,muatan Q, dan luas permukaan keping A. Perbandingan
C
atau

= EA!d

C.. = E..A..d

E = -= E..

E r

(10.12)

yang mana dengan kata-kata menyatakan bahwa untuk pasangan keping sejajar yang sarna, kapasitansi yang menggunakan sebuah dielektrik antara keping tersebut sebesar Er kali yang diperoleh untuk ruang hampa (atau udara). Hubungan antara permitivitas relatif dan kapasitansi memberikan metode percobaan yang sangat bagus untuk memperoleh harga permitivitas relatif Er untuk bermacammacam dielektrik. CONTOH 10.1. Tentukan kapasitansi masing-masing kapasitor pada Gambar 10.6 yang berada di sebelah kanan.

Penyelesaian:
J. C
b. C
c. C

= J(:,
1

J.LFI = 15 J.iF
J.iF

= -:;-10.1 J.LF)= 0.05 = 2.5.20


~

J.LFI = 50 J.iF

J. C

= 51-11000 11 HI

pF)

= 1104.))1IlX)O pFI

= 0.16 J.iF

504

Teknik Rangkaian Listrik

(a)

/t7~F
(b)

/j
2d~
='?

d~
C=20~F

E"

'"

(d)

q ~ *
c = 1000 F A p E" d it!' GAMBAR 10.6

(paraffined <,= 25
paper)

CONTOH 10.2. Untuk kapasitor pada Gambar 10.7: a. Tentukan kapasitansinya. b. Tentukan kuat medan listrik antara kepingjika tegangan sebesar 450 V diberikan pada keping tersebut. c. Tentukan muatan yang dihasilkan pada masing-masing keping.

Kapasitor

505

d = 1.5 mm

GAMBAR 10.7

Penyelesaian:

. .\.

C" - - d

_ "A _ (8.85 x = 59 pF
450 V
d

10-12 F/m)(O.OI m2) _ -12 - 59.0 x 10 F 1.5 x 10-'1 m

V b. '&= - =

1.5 X 10-3 m

==300 X 103 Vim c. C

= S{
V

atau
Q

= CV = (59.0

= 26.550 X 10-9
= 26.55
nC

X 10-12 F)(450 V)

CONTOH 10.3. Selembar mika dengan teball.5 mm memiliki luas yang sarna dengan keping yang disisipkan antara keping pada Contoh 10.2. a. Tentukan kuat medan antara keping tersebut. b. Tentukan muatan pada masing-masing keping. c. Tentukan kapasiansinya.Untuk kapasitor pada Garnbar 10.7:

Penyelesaian:
a. 'i$ditetapkan oleh

'&=

~ =
d
==

450 V 1.5 X 103 m 300 X 103 Vim

506

Teknik Rangkaian Listrik

b. .'

= JL

atau
(}

= f.':\ = f.f..! A = t:' 1(~Ui:, "


= 1~2.75(

10 I: ~ mlt.~OO , W' \. mllO.1I1 111:) III ., C = 131.75 nC


(I'\C' !1:1".' !~ .Jrn,...m! :~... .ut ~'~I.'"('n :!'K' ;oi..IC"

..:. C = f.e.. = (511:'9, III I: FI = 195 pI-"

10.4

KEKUATAN DIELEKTRIK
Untuk setiap dielektrik ada potensial yangjika diterapkan pada dielektrik tersebut maka akan menyebabkan ikatan yang berada dalam dielektrik tersebut pecah sehingga menyebabkan arus dapat mengalir. Tegangan yang diperlukan per satuan panjang (intensitas medan listrik) untuk menetapkan penghantaran dalam sebuah dielektrik menunjukkan kekuatan dielektriknya yang disebut tegangan dadal. Bila hal ini terjadi maka kapasitor tersebut memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan sebuah penghantar. Contoh khusus untuk kasus dadal adalah kilat, yang terjadi bila potensial antara awan dan bumi sedemikian tinggi sehingga muatan dapat lewat dari salah satu menuju yang lain melalui atmosfer yang bertindak sebagai dielektrik. Kekuatan dielektrik rata-rata untuk bermacam-macam dielektrik ditabelkan dalam harga volt/mil yang terdapat dalam Tabel 10.2 (I mil = 0.001 inci). Permitivitas relatif tampak dalam tanda kurung untuk menekankan pentingnya memperhatikan kedua faktor dalam perancangan kapasitor. Catatlah hal yang khusus mengenai barium strontium dan mika. CONTOH 10.4. Tentukan tegangan maksimum yang dapat digunakan pada sebuah kapasitor 0.2 J.IFyang memiliki luas keping 0.3 m2. Dielektrik berupa porselin. Anggap bahwa hubungan antara kekuatan dielektrik dan ketebalan bahan dielektrik merupakan hubungan linear. Penyelesaian:

Kaposi/or

507

Dielectric Air Barium-strontium titanite (ceramic:)


". Porcelain

Dielectric Strength (Average Value), in VoltslMii 75 (1.006) (7500) (6.0) (4.0) (7.0) (3.0) (2.5) (2.0) (7.5) (5.0)

'D:ansformeroil Bakelite Rubber Paper, 'paraffined

Teflon Glass Mica

'

75 200 .. 400 400 700 1300 1500 3QOO 5000

TABEL 10.2

Kekuatan dielektrik beberapa bahan dielektrik.

atau
(8.85)(6)(0.3 m2) 8.85E,A d = 1012e - (1012)(0.2 x 10 6 F) == 79.65 ILm

= 7.965

x 10-5 m

Pengubahan dari milimeter menjadi mil, 79.76 pm ()~: m) (39.3:1 in') (91~O~~it) = 3.136mil Kekuatan dielektrik = 200 VImil Oleh karena itu,

508

Teknik Rangkaian Listrik

10.5 ARUS BOCOR


Sampai di sini kita menganggap bahwa aliran elektron akan terjadi di dalam sebuah dielektrik hanya bila tegangan dadal terlampaui. Ini mempakan kasus yang ideal. Kenyataannya, dalam setiap dielektrik ada elektron bebas karena adanya ketidak mumian dielektrik tersebut dan gaya dalam bahan itu sendiri. Bila tegangan diterapkan melintas keping sebuah kapasitor, "makaarus bocor disebabkan karena adanya elektron bebas mengalir dari salah satu keping menuju yang lain. Akan tetapi, biasanya arus tersebut sedemikian kecil sehingga dapat diabaikan untuk pemakaian praktis. Pengaruh ini diwakili oleh sebuah tahanan yang sejajar dengan kapasitor tersebut, seperti diperlihatkan pada Gambar to.8(a), yang harganya lebih besar dari 100 megaohm (MQ). Akan tetapi banyak kapasitor seperti jenis "electrolytic" yang memiliki arus bocor yang tinggi. Bila dimuati dan kemudian dilepas dari rangkaian pengisi, maka kapasitor ini akan kehilangan muatannya dalam beberapa detik karena adanya aliran arus (ams bocor) dari salah satu keping menuju yang lain [Gambar 1O.8(b)].

10.6 JENIS KAPASITOR


Seperti halnya tahanan-tahanan, setnua kapasitor ~apat dimasukkan dalam salah satu kelompok, tetap atau variabel. Simbol untuk kapasitor tetap adalah dan untuk kapasitor variabel# . Garis lengkung menyatakan bahwa keping tersebut biasanya dihubungkan ke titik yang potensialnya lebih rendah.

.,

GAMBAR 10.8

Kapasi/or

509

Kapasitor Tetap Banyak jenis kapasitor tetap yang tersedia saat ini. Beberapa jenis yang paling umum adalah kapasitor mika, keramik, electrolytic, tantalum, dan polyster-film. Kapasitor mika yang khusus pada dasarnya terdiri dari lembaran mika yang dipisah oleh lembaran metal foil. Keping tersebut dihubungkan menuju dua elektroda, seperti diperlihatkan pada Gambar 10.9. Luas totalnya adalah luas salah satu lembaran dikalikan denganjumlah lembaran dielektrik. Seluruh sistem tersebut dikemas dalam bahan penyekat plastik seperti diperlihatkan pada Gambar 10.1O( a). Kapasitor mika menampilkimkarakteristik yang sangat bagus untuk pemakaian dalam keadaan tekanan perubahan suhu dan tegangan (kekuatan dielektriknya sebesar 5000 V/mil). Arus bocornya juga sangat rendah (Rbocor sekitar 1000 MQ).

GAMBAR 10.9

Kapasitor mika biasanya memiliki harga dari beberapa pikofarad sampai 0.2 JlF dengan tegangan 100 V atau lebih. Kode wama untuk kapasitor mika pada Gambar 10.10(a) dapat diperoleh dalam lampiran D. . Jenis kapasitor mika yang kedua tampak pada Gambar 10.10(b). Catat pada unit silinder khusus di sudut kiri bawah pada gambar tersebut. Kemampuan untuk menggulung mika agar menjadi bentuk silinder adalah karena sebuah proses di mana pencemar yang dapat larut dalam mika yang alami diambil sehingga meninggalkan struktur seperti kertas karena adanya gaya "cohesive" dalam mika alami. Hal ini biasanya direrefensikan sebagai mika yang tersusun kembali, meskipun istilah tersebut tidak berarti mika yang didaur ulang atau mika bekas. Untuk beberapa unit dalam fotograf tersebut, bermacam-macam harga kapasitansi yang tersedia antara himpunan terminal yang berbeda-beda. Kapasitor keramik dibuat dalam bermacam-macam bentuk dan ukuran, beberapa kapasitor ker<!It)ik diperlihatkan pada Gamba~ 10.11. Akan tetapi susunan

510

Teknik Rangkaian Listrik

(a)

(b)

GAMBAR

10.10

Kapasitor mika. (Kebaikan Custom Electronics Inc.)

dasarnya hampir sarna antara yang satu dengan yang lain, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.12. Sebuah alas keramik dilapisi pada dua sisi dengan sebuah metal, seperti tembaga atau perak, yang bertindak sebagai dua keping. Kemudian kawat dihubungkan melalui elektrode menuju keping tersebut. Selanjutnya penyekat lapisan keramik atau plastik penyekat digunakan untuk menutupi seluruh keping dan dielektrik. Kapasitor keramik juga memiliki arus boeor yang sangat rendah (Rbocorsekitar 1000 MQ) dan dapat digunakan dalam jaringan de dan ae. Mereka dapat diperoleh dengan harga kapasitas antara beberapa pikofarad dan barangkali sampai 2 JLF,dengan tegangan kerja yang sangat tinggi, yakni

5000volt atau lebih.

Pada tahun terakhir ini ada peningkatan minat dalam bidang kapasitor serpih monolthie (struktur-tunggal) seperti yang tampak pada Gambar 10.13(a) karena

GAMBAR10.11 Pilingan kapasitorkeramik(K~

SpragueElecbic Co.)

Kapasitor

511

Dipped phenolic coating

Ceramic dielectric

Metal electrodes

(Alternately deposited layers of ceramic dielectric material and metal electrodes fired into a single homogeneous block)

GAMBAR 10.12

Kapasitor keramik yang memiliki banyak lapisan dengan kawat radial.

pemakaian mereka dalam rangkaian hibrida [jaringan yang menggunakan komponen diskrit dan rangkaian terpadu (IC)]. Juga telab meningkat penggunaan rangkaian "microstrip (strip-line)" yang tarnpak pada Garnbar 10.13(b). Perhatikan serpih kecil dalarn bagian yang terkelupas. L dan H pada Garnbar 10.13(a) menandakan harga kapasitansi. Misalnya, huruf H dalarn hurufhitam menyatakan 16 satuan kapasitansi (dalarn pikofarad), atau 16 pF. Jika digunakan tinta biru, maka dikalikan dengan faktor 100, yang menghasilkan kapasitansi sebesar 1600 pF. Meskipun ukurannya sarna, namunjenis baban kerarnik mengendalikan harga kapasitansi. Kapasitor electrolytic digunakan untuk kebanyakan situasi di mana diperlukan kapasitansi yang berharga dalam tingkatan satu sarnpai beberapa ribu mikrofarad. Mereka terutarna dirancang untuk penggunaan dalarn jaringan di mana hanya tegangan dc yang akan digunakan melintas kapasitor tersebut, karena mere~a memiliki karakteristik penyekatan yang bagus (arus bocor tinggi) antara keping dalarn satu arab akan tetapi seperti karakteristik sebuab penghantar pada arab yang lain. Kapasitor electrolytic yang tersedia dapat digunakan dalarn rangkaian ac (untuk penyalaan motor) dan dalarn kasus di mana polaritas tegang-

512

Teknik Rangkaian Listrik

(a)

(b)

GAMBAR 10.13

Kapasitor serpih monolithic. (Kebaikan Vitramon, Inc).

an dc yang melintas kapasitor tersebut akan terbalik untuk selang waktu yang singkat. Susunan dasar kapasitor electrolytic berisi gulungan alumunium foil yang dilapis pada salah satu sisinya dengan alumunium oksida, alumunium menjadi keping positif dan oksida menjadi dielektrik. Sebuah lapisan kertas atau lapisan yang dijenuhkan dengan bahan electrolyte ditempatkan di atas alumunium oksida pada keping positif. Kemudian lapisan alumunium lain yang tanpa lapisan oksida ditempatkan di atas keping ini yang berperan sebagai keping negatif. Dalam kebanyakan kasus keping negatif dihubungkan secara langsung dengan wadah alumunium yang berperan sebagai terminal negatif untuk hubungan-hubungan luar. Karena ukuran gulungan alumunium foil, maka luas total kapasitor ini besar; dan karena penggunaan oksida sebagai dielektrik, maka jarak antara keping sangat dekat. Terminal negatif dari kapasitor electrolytic biasanya salah satu yang tanpa tanda pada kemasannya. Terminal positifbiasanya ditandai dengan tanda +, kotak, segitiga, dan lain sebagainya. Karena perlu adanya polaritas; maka simbol untuk sebuah kapasitor electrolytic biasanya akan nampak seperti Yang berhubungan dengan masing-masing kapasitor adalah tegangan kerja dc dan tegangan sentak. Tegangan kerja adalah tegangan yang dapat digunakan pada kapasitor untukjangka waktu yang lama tanpa dadal. Dan tegangan sentak adalah

Kapasitor

513

tegangan dc yang dapat digunakan untuk jangka waktu yang singkat. Kapasitor electrolytic dicirikan memiliki tegangan dadal yang rendah dan arus bocor yang tinggi (Rbocor sekitar 1MQ). Bermacam-macamjenis kapasitor electrolytic diperlihatkan pada .Gambar 10.14. Mereka dapat diperoleh dalam harga yang berkisar dari beberapa mikrofarad sampai beberapa ribu mikrofarad dan tegangan kerja setinggi 500 volt. Akan tetapi harga tegangan yang ditingkatkan biasanya berhubungan dengan harga kapasitor yang rendah. Ada dua jenis kapasitor tantalum: yaitu padat dan wet..slug. Dalam masingmasing kasus, bubuk tantalum yang sangat tinggi tingkat kemurniannya ditekan menjadi bentuk persegi atau silinder seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.15. Kemudian hubungan anoda (+) ditekan ke dalam struktur yang dihasilkan seperti yang diperlihatkan dalam gambar tersebut. Unit yang dihasilkan kemudian dibakar pada suhu yang sangat tinggi untuk menghasilkan bahan yang sangat keropos (berpori-pori). Hasilnya adalah sebuah struktur yang memiliki luas permukaan yang sangat besar dalam volume yang terbatas. Melalui pencelupan dalam larutan asam, lapisan manganese dioxide (Mn02) yang sangat tipis terdapat pada permukaan pori-"poriyang sangat luas. Kemudian electrolytic ditambahkan untuk menetapkan kontak antara permukaan dan katoda, yang menghasilkan kapasitor tantalum padat. Jika diberi larutan asam basah yang sesuai, maka disebut kapasitor tantalum wet-slug.

GAMBAR 10.14

Kapasitor electrolytic. (Kebaikan Sprague Electric Co.)

514

Teknik Rangkaian Listrik

Mn02 coat Carbon


I

Solder

GAMBAR 10.15

KapasitorTantalum. (Kebaikan Union Carbide Corp.)

Jenis kapasitor tetap yang terakhir diperkenalkan adalah kapasitor polysterfilm, yang mana konstruksi dasarnya diperlihatkan pada Gambar 10.16. Ia terdiri dari dua metal foil yang dipisahkan oleh sekeping bahan polyster seperti Mylar. Lapisan luar polyster dipakai agar berfungsi sebagai selubung penyekat. Masingmasing metal foil dihubungkan menuju kawat keluar dari kapasitor seeara aksial atau radial. Konstruksi yang digulung akan menghasilkan luas permukaan yang besar, dan penggunaan dielektrik plastik akan menghasilkan lapisan yang sangat tipis antara permukaan penghantar. Data seperti kapasitansi dan tegangan kerja dieetak pada luar bungkus jika kapasitor polyster tersebut eukup besar. Penyandian warna digunakan pada piranti yang lebih keeil (lihat lampiran E). Pita (biasanya hitam) kadang-kadang

GAMBAR 10.16 Kapasitor polyster-film.

Kapasitor

515

GAMBAR 10.17

dieetak dekat kawat yang dihubungkan menuju metal foil bagian luar. Kawat yang paling dekat dengan pita ini selal~ dihubungkan menuju titik yang potensialnya lebih rendah. Kapasitor ini dapat digunakan untuk jaringan de dan ae. Hambatan boeomya dalam tingkat 100 MQ. Sebuah kapasitor polyster khusus tampak pada Gambar 10.17. Kapasitor polyster memiliki harga dari beberapa ratus pikofarad sampai 10-20 ~F, dengan tegangan kerja sebesar beberapa ribu volt. Kapasitor Variabel Kapasitor jenis variabel diperlihatkan pada Gambar 10.18. Dielektrik untuk masing-masing kapasitor adalah udara. Kapasitansi pada Gambar 10.18(a) diubah

.~~ ~ ~~r ~ r
131

cb,

GAMBAR 10.18

Kapasitor udara variabel.

516

Teknik Rangkaian Listrik

dengan memutar poros pada salah satu ujung untuk merubah luasan bersama antara keping yang dapat digerakkan dan yang tetap. Semakin besar luasan bersama, akan semakin besar harga kapasitansinya, sebagaimana ditentukan oleh Persamaan (10.10). Kapasitansi kapasitor trimmer pada Gambar 10.18(b) diubah dengan memutar sekrup, yang akan merubahjarak antar keping, dengan demikian akan merubah kapasitansi.

Pengukuran dan Pengujian Kapasitansi meter dengan pembacaan digital tampak pada Gambar 10.19 yang menampilkan harga kapasitansi dengan hanya menempatkan kapasitor antara penjepit yang tersedia dengan polaritas yang benar. Carn terbaik untuk memeriksa sebuah kapasitor adalah dengan meter yang dirancang untuk melakukan pemeriksaan yang diperlukan. Akan tetapi sebuah ohmmeter dapat digunakan untuk memeriksa apakah dielektrik telah buruk (khususnya dalam kapasitor jenis kertas dan electrolytic). Begitu dielektrik jatuh, maka mutu penyekatan berkurang sampai suatu titik dimana hambatan antara keping tersebut jatuh ke harga yang relatif rendah. Setelah kapasitor benar-benar telah dikosongkan semua muatannya, tempatkan sebuah ohmmeter melintas kapasitor tersebut, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.20. Dalam sebuah kapasitor yang terpolarisasi, polaritas meter harns sarna dengan polaritas kapasitor. Pembacaan hambatan yang rendah (nol ohm sampai beberapa ratus ohm) biasanya menandakan sebuah kapasitor yang cacat. Pengujian kebocoran di atas tidak semuanya produktif, karena banyak kapasitor yang akan bocor hanya bila dipakai tegangan yang lebih tinggi. Akan tetapi, pengujian tersebut mtmandakan apakah kapasitor tersebut kehilangan mutu dielektrik antar keping.

._~ f.

~-

---~

--........... .

):c:

:
~

.!'I~

~---It'! -~-

..

GAMBAR 10.19. Kapasitansi meterdengan pembacaan digital.(Kebaikan Global Specialities Corp.)

Kapasitor

517

GAMBAR 10.20

Pemeriksaan dielektrik sebuah kapasitor electrolytic.

10.7

TRANSIEN DALAM JARINGAN KAPASITIF: FASE PENGISIAN


Pasal 10.3 menguraikan bagaimana sebuah kapasitor memperoleh muatannya. Marilah kita perluas pembahasan ini agar mencakup potensial dan arus yang dihasiikan dalam jaringan pada Gambar 10.21 yang mengikuti penutupan saklar (ke posisi I). Anda akan ingat bahwa begitu saklar ditutup, maka elektron ditarik oleh baterei dari keping di sebelah atas dan disimpan pada keping bagian bawah, yang menghasilkan muatan total positif pada keping sebelah atas dan muatan negatif pada keping sebelah bawah. Perpindahan elektron sangat cepat pada mulanya, kemudian akan turun dengan lambat begitu tegangan pada kapasitor mendekati tegangan batterei yang digunakan. Bila tegangan pada kapasitor sama dengan tegangan baterei, maka perpindahan elektron akan berhenti dan keping tersebut
akan memiliki muatan total yang ditentukan oleh Q = CV c = CEo

GAMBAR 10.21

518

Teknik Rangkaian Listrik

Gambar perubahan arus dan tegangan masing-masing tampak pada Gambar 10.22 dan 10.23. Bila saklat ditutup pada saat t = 0 detik, maka arus melompat ke harga yang hanya dibatasi oleh hambatanjaringan yang kemudian akan berkurang menuju nol begitu keping tersebut dimuati. Catat bahwa penurunan arus yang cepat menunjukkan bahwajumlah muatan yang disimpan pada keping per satuan waktu juga berkurang dengan cepat. Karena tegangan pada keping tersebut berhubungan langsung dengan muatan pada keping tersebut dengan persamaan vc

q/C, semakin cepat pesat muatan disimpan pada keping-keping tersebut akan menghasilkan peningkatan Vcyang cepat. Jelasnya, begitu pesat aliran muatan (I) berkurang, maka pesat perubahan tegangan akan mengikuti. Akhirnya, aliran muatan akan berhenti, arus I akan menjadi nol, dan tegangan akan berhenti
berubah harganya

yang berarti bahwa fase pemuatan te1ah lewat. Pada keadaan

ini kapasitor memiliki karakteristik sebagai untai terbuka: jatuh tegangan yang melintas keping tersebut tanpa adanya aliran muatan antar keping. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 10.24, tegangan yang melintas kapasitor merupakan sumber tegangan karena i = ic = iR = 0 A dan VR= iR R = (O)R = 0 volt. Untuk semua analisis berikutnya: Sebuah kapasitor dapat diganti dengan untai terbuka yang setara begitu fase pemuatan dalam sebuah jaringan de telah terlewati. Lihat kembali saat saklar ditutup, kita juga dapat menduga bahwa sebuah kapasitor berperan seolah hubung pendek begitu saklar ditutup dalam sebuah jaringan pemuat dc, seperti diperlihatkan pada Gambar 10.25. Arus i = ic = iR= detik.

E/R, dan teganganvc = E - VR = E -iR= E - (E/R)R= E - E = 0 v pada saat t = 0

Melalui penggunaan kalkulus, persamaan matematika berikut untuk arus pemuatan iC dapat diperoleh:

} R,p;' <k",
Small change in ic
A

GAMBAR 10.22
ic selama fase pemuatan.

GAMBAR 10.23 vc selama fase pemuatan.

Kapasitor

519

'.

'"' 0 V R

'e = 0 A +

GAMBAR 10.24 muatan.

Untai terbuka yang setara untuk sebuah kapasitor setelah fase pe-

(10.13) Faktor e-tlRCadalah sebuah fungsi eksponensial dengan bentuk e-x, di mana x = tlRC dan e = 2.71828 Gambar fungsi e-x untuk x ~ 0 tampak pada Gambar 10.26. Eksponensial adalah fungsi matematika yang mana semua mahasiswa listrik, elektronika, atau sistem komputer hams kenaI dengannya. Mereka akan muncul pada seluruh analisis berikut dalam kuliah ini, dan dalam kuliah berikutnya.
Yang menarik bagi kita kali ini adalah fungsi e -xyang dibatasi untuk harga x

lebih besar dari nol, seperti yang dicantumkan pada kurva Gambar 10.26. Semua kalkulator modern saat ini memiliki fungsi eX. Untuk memperoleh fungsi e-x, tanda x hams diubah dengan menggunakan tombol tanda sebelum fungsi eksponensial ditekan. Harga e-x telah didaftar dalam TabellO.3 untukjangkauan harga x. Catat bahwa berkurangnya harga e-x yang cepat karena bertambahnya hargax. Faktor RC pada Persamaan (10.13) disebut tetapan wa/ctu sistem yang memiliki satuan waktu sebagai berikut:
R + v.
+ E~

=Ev-

"c = 0 v

GAMBAR 10.25 pada t = 0).

Hubung singkat setara untuk sebuah kapasitor (saklar tertutup

- -.-..--..-

520

Teknik Rangkaian Listrik

x==O

e-X = e-o

= -.!.._

eO-1=

x:= 1,
x=2'
xeS

e-I = ..!.= 1 e 2.11828...= 0.3679 -2 1 e = r = 0.1353


i 1 0006 e_$ =-t' -. 74

x'" 10
x ==100

-10 1 e = eJO = 0.0000454


e-JOO_ 1 - eJOO = 3.72 X 10-44

TABEL 10.3 Harga e'x pilihan.

RC

= (~)( ~) =
t=RC

(~J(~) =t
(detik) (10.14)

Simbolnya adalah huru[Yunani tau (t), dan satuan ukurannya adalah detik. Jadi

peroleh e-tlT.Pada salah satu tetapan waktu, e-t't

Jika kita mengganti t

= RC ke dalam

funtfsi eksponensial e-tIRCmaka kita = e-'t/'t = e-! = 0.3679, atau fungsi

-.
0.04970.0183 0.0067
x

?3/
I

0.1353
I

I
I 012345

GAMBAR 10.26

Fungsi e-x(x~ 0).

Kapasitor

521

Magnitude

o
11' 21' 31' 41'
51'
.

100%
36.8% 13.5% 5.0% 1.8%

6; - - - - - 'O~24%

067% .-Less than 1% of maximum

T ABEL 10.4

ic VS.

(fase pengisian).

tersebut sarna denfian 36.79% harga maksimumnya yang berharga 1. Pada saat t = 2 't, eotlT= e-2 TT = e-2 = 0.1353, dan fungsi tersebut berkurang hanya sarnpai 13.53% harga maksimumnya. .. Harga e-TIt d an persentase perubahan antara tetapan waktu masmg-masmg

ditabulasikan dalarn Tabel 10.4 dan 10.5. Catat bahwa arus turun sebesar 63.2%
(100%

- 36.8%) pada tetapan waktu yang pertama akan tetapi hanya 0.4% antara

tetapan waktu yang kelima dan keenam. Oleh karena itu pesat perubahan ic peka terhadap tetapan waktu yang ditentukan oleh parameterjaringan R dan C. Karena alasan inilah maka grafik tetapan waktu umum pada Garnbar 10.27 diberikan agar lebih memungkinkan adanya perkiraan yang tepat akan harga fungsi e-x untuk selang waktu tertentu yang berhubungan dengan tetapan waktu. Istilah umum digunakan karena sumbunya tidak diberi skala dengan harga khusus. Kembali ke Persamaan (10.13), kita 'peroleh bahwa faktor perkalian E/R adalah harga maksimum arus ic yang dapat dicapai, seperti diperlihatkan pada Gambar 10.22. Penggantian t = 0 detik ke dalam Persamaan (10.13) menghasilkan
ic

= _e-1IRC R

= -e-o =R R
63.2% 23.3% 8.6% 3.0% 1.2%
Less than
1%

(0 -to 1)1'
(1 (2 (3 (4 -to -to -to -to 2)or 3)1' 4)1' 5)1'

[s~ 6); - - - - '0:4%.TABEL 10.5

Perubahan pada ic antara tetapan waktu

522 Teknik Rangkaian Listrik

' 1.0 0.9 \ 0.8 0.7


O.b 0.5 0.4

\
',\ 1\
,

I YI

I I I !..,, ,I I e

--

\- .\ /

I I ,/ 1 I I..... 1/1 /[1 / I !


0.631
1 1

I I
i I

1 I I
I
I

I I I
, I

1
i

I i I

I I
J)
I

(almost I

'

I ; i I ! '1
I

I
I
I

I i
,

!
I

I I i I I

I
I ! '\

I
I I ! I I I I

1 I I
I'

o 1

! I / 1\ I ! - 1-,..0.368 I J "\.1 I II f\-.!

I I (close to I/) ! I 1 I
I

I
J
0,\

I
I I I

I'
"
!

I I i "
Iii
I

Ii'...:
I
I :

I . I ..
I I I

I
I
I

I I
I 1
! I I I I ,
I I I

I I
I !
I I I
Sf'

I I I I

I
i
!
,

Y = e - UT
I

I I

!i

I I I

!III

I I I

I I
\~

ill

i I I I
3f'

I I I I I I I I I

o
1"1'

.
GAMBAR 10.27
Grafik tetapan waktu umum.

yang rnernbuktikan kesirnpulan karni yang sebelurnnya. Untuk pertarnbahan harga t, harga dari e-tl't,dan tentunya ie, akan berkurang seperti diperlihatkan pada Garnbar 10.28. Karena harga ie kurang dari 1% dari harga rnaksirnurnnya setelah lima tetapan waktu, rnaka kita akan rnenganggap untuk analisis selanjutnya bahwa: Arus ic pada sebuah jaringan kapasitif pada hakekatnya sama dengan nol setelah lima tetapan waktu lase pengisian terlewati dalam sebuah jaringan de. Karena C biasanya diperoleh dalarn rnikrofarad atau pikofarad, rnaka tetapan waktu tidak akan lebih besar dari beberapa detik saja kecuali jika R sangat besar. Marilah perhatian kita arahkan ke tegangan lintas pernuatan pada suatu kapasitor. Melalui analisis rnaternatika selanjutnya, persarnaan berikut untuk tegangan lintas kapasitor dapat ditentukan:

Kapositor 523

(10.15) Catat bahwa adanya faktor e-tlRC yang sarna dan fungsi (l_e-tIRC) tampak pada

Gambar 10.27. Karena e-tlt merupakan fungsi yang menurun, maka faktor (1 e-tIRC) akan bertambah besar menuju harga maksimum 1 dengan waktu yang diperlihatkan pada Gambar 10.27. Sebagai tambahan, karena E adalah faktor perkalian, maka kita dapat menyimpulkan bahwa untuk semua maksud praktis tegangan vc akan sebesar E volt setelah lima tetapan waktu dalam fase pemuatan. Gambar graftk hubungan antara vc dan t diberikan pada Gambar 10.29. Jika R harganya kita buat tetap dan mengurangi harga C, maka hasil perkalian RC akan berkurang, dan waktu bangkit .lim~ tetapan waktu akan berkurang. Perubahan watak transien tegangan vc dilukiskan pada Gambar 10.30 untuk bermacam-macam harga C. Perkalian RC akan selalu memiliki harga numerik, meskipun ia berharga sangat kecil dalam beberapa kasus. Karena alasan inilah maka, Tegangan yang melintas pada kapasitor tidak dapat berubah seketika. Kenyataannya adalah bahwa kapasitansi pada sebuah jaringan.juga merupakan ukuran seberapa cepat ia akan melawan perubahan tegangan yang melintas pada jaringan. Semakin besar kapasitansi, maka akan semakin besar tetapan waktu dan semakin lama waktu yang diperlukan untuk memuati sampai harga akhirnya (kurva C3 pada Gambar 10.30). Semakin kecil kapasitansi akan memungkinkan tegangan terbentuk lebih cepat karena tetapan waktu rendah (kurva CI pada Gambar 10.30). Suatu pesat di mana muatan disimpan pada keping selama fase pemuatan dapat diperoleh dengan penggantian harga berikut untuk vc dalam persamaan (10.15)

.. T ic
R

1.8% 0.67%

GAMBAR10.28 Grafikhubungan antara icdengan tselama fase pemuatan.

- - --

524

Teknik Rangkaian Listrik

Vc

o lIT

2T

3T

4T

ST

GAMBAR

10.29 Grafik hubungan antara vcdengan tselama fase pemuatan.

vc=C
dan pemuatan
(10.16)

yang menunjukkan bahwa pesat pemuatan sangat tinggi selama beberapa tetapan waktu yang awal dan kurang dari 1% setelah lima tetapan waktu. Tegangan yang melintas suatu tahanan ditentukan oleh hukum Ohm,

atau

o
GAMBAR 10.30

Kapasitor

525

1.8% 0.67% '.. 4r 5r

GAMBAR

10.31 (10.17)

Grafik vR tampak pada Gambar 10.31.

CONTOH 10.5. a. Tentukan pemyataan matematika untuk watak transien Ve, iR, dan VR untuk rangkaian pada Gambar 10.32 bila saklar dipindahkan ke posisi 1. Gambarlah kurva Ve, ie, dan VR. b. Berapa lama hams melewati sebelum ia dapat diterima untuk semua maksud praktis, yakni ie 0 A dan ve E volt?

+ e*4fJ.F'.c

GAMBAR 10.32

Penyelesaian:
a. T = RC = (8 X 103 0)(4 X 10-6 F)

= 32 X 10-3

S = 32 ms

526

Teknik Ranglcaian Listrik

Dengim Persamaan (10.15),

Dengan Persamaan (10.13),

'e = -e R

40V 1 11"=_ -I/(32XIO-3) 8kOe

= (5
Dengan Persamaan (10.17),

X 10-3)e-I/(32X

10-3)

Kurva-kurva tersebut tampak pada Gambar 10.33 b. 5T = 5(32 ms) = 160 ms Vc(V) 40

7' = 32 ms 37' 47' 51"

7' = 32 ms 31" 4... 5...

GAMBAR 10.33

Kapasitor 527

Begitu tegangan yang melintas kapasitor telah men~apaitegangan masukan E, maka kapasitor tersebut telah dimuati sepenuhnya dan akan masih berada dalam keadaan ini jika tidak ada perubahan yang dibuat dalam rangkaian tersebut. Jika saklar pada Gambar 10.21dibuka seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.34(a), maka kapasitor akan mempertahankan muatannya untuk selang waktu yang ditentukan oleh arus bocornya. Untuk kapasitor seperti mika dan keramik, sangat kecil, yang memungkinkan kapasitor memarus bocor (ibocor= VclRbocor) pertahankan muatannya, dan tentu saja beda potensial yang melintas kepingnya untuk selang waktu yang lama. Untuk kapasitor electrolytic yang memiliki arus bocor yang sangat tinggi, maka kapasitor akan melepas muatan lebih cepat, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.34(b). Dalam sembarang keadaan, untuk menjamin agar mereka benar-benar kosong muatannya, maka kapasi$or dihubung-singkat dengan kawat atau dengan obeng sebelum ditangani.

\...

=0

\"

1=0

131

Ibl

GAMBAR 10.34

1~8

FASEPENGOSONGAN
Jaringan pada Gambar 10.21 dirancang untuk memuati dan mengosongkan kapasitor. Bila saklar ditempatkan pada posisi I, maka kapasitor akan memuati menuju arah tegangan catu sebagaimana diuraikan dalam pasal sebelumnya. Pada sembarang titik dalam proses pengisian,jika saklar dipindahkan ke posisi 2, maka kapasitor akan mulai mengosongkan dengan pesat yang peka terhadap tetapan waktu yang sama yaitu RC. Tegangan yang ditetapkan pada kapasitor akan menciptakan aliran muatan dalam lintasan tertutup yang akhirnya akan mengosongkan muatan kapasitor tersebut. Pada dasarnya kapasitor tersebut berfungsi seperti sebuah baterei dengan tegangan terminal yang berkurang. Catatlah bahwa

528

Teknik Rangkaian Listrik

khususnya arus ie arahnya terbalik, yang merubah polaritas tegangan yang melintasR. Jika kapasitor telah dimuati sarnpai tegangan baterei penuh seperti yang ditunjukkan pada Gambar 10.35, persarnaan untuk penurunan tegangan yang melintas kapasitor tersebut akan menjadi:
pengosongan

(10.18)

yang menggunakan fungsi e -xdan tetapan waktu yang sarna yang digunakan di atas. Kurva yang dihasilkan akan memiliki bentuk yang sarna dengan kurva untuk ie dan VR dalam pasal sebelumnya. Selarna fase pengosongan, arus ie juga akan berkurang dengan waktu yang ditentukan oleh persarnaan berikut:
pengosongan

(10.19)

Tegangan

VR = ve, dan pengosongan

(10.20)

Pengosongan muatan yang sempuma akan terjadi, untuk semua maksud praktis, dalarn waktu lima tetapan waktu. Jika saklar dipindahkan antara terminal 1 dan 2 setiap lima tetapan waktu, maka akan menghasilkan bentuk gelombang ve, ie, dan VR pada Garnbar 10.36. Untuk masing-masing kurva, arab arus dan polaritas tegangan ditentukan oleh garnbar 10.21. Karena polaritas ve sarna untuk fase pemuatan dan pengosongan, maka seluruh kurva terletak di atas sumbu. Arus ie berbalik arah selarna fase pengisian dan fase pengosongan, yang akan menghasilkan pulsa negatif untuk arus clantegangan VR.Catat bahwa tegangan ve tidak pemah berubah harganya dalarn waktu sekejap, akan tetapi arus ie marnpu berubah seketika seperti yang ditunjukkan oleh kenaikan-kenaikannya yang tegak serta penurunan menuju harga maksimum.

- "N +
R

GAMBAR 10.35

Kapasitor

529

E~---~

Charging Vc

Discharging I I

L I

L-

I I
I Pos. 115T Pos. 2

o I Pos.

5T

Pos.

2 lOT

I I

I I

I I

i 5T

t~ I~

r-15T

GAMBAR

10.36

CONTOH
Tentukan penutupan
arah dan

10.6.

Setelah vc dalam Contoh 10.5 mencapai harga akhimya yakni


ke posisi 2 seperti yang matematika untuk watak diperlihatkan pada Gambar transient Vc, ic, dan VR dengan 10.37.

40 V, saklar dipindah pemyataan

VR setelah

saklar. Gambarlah
polaritas pada Gambar

kurva

untuk

Vc, ie, dan

menggunakan

10.32.

- '.R + R
8 k.!1 2

+ c ::::k 4 IJ-F '.c = E Volts= 40 V

GAMBAR 10.37

530

TelcnikRanglcaianListrik

Penyelesaian:
7'

= 32 ms

Dengan Persamaan (10.18),

Dengan Persamaan (10.19),

Dengan Persamaan (10.20)

Kurva-kurva tersebut tampak pada Gambar 10.38.


Vc (V)

l'

= 32 ms
31'
41' 51'

OTic (mA)
31' 41'. 51'

5.0

31'
l'

41'

51'

= 32 ms

40

GAMBAR 10.38

Kapasitor

531

Pembahasan sebelumnya dan contoh yang digunakan pada keadaan di mana kapasitor memuat sampai tegangan baterei. Jika fase pengosongan terganggu sebelum mencapai tegangan catu, maka tegangan kapasitif akan kurang, dan persamaan untuk pengosongan tegangan vc akan bebentuk (10.21) di mana Vj adalah tegangan awal untuk fase pengosongan. Persamaan untuk penurunan arus juga dimodifikasi dengan penggantian Vj untuk E. Jadi (10.22)

Penggunaan persamaan-persamaan di atas akan ditunjukkan dalam Contoh 10.8 dan 10.9. CONTOH 10.7. a. Tentukan pemyataan matematika untuk watak transient tegangan yang melintas kapasitor pada Gambar 10.39jika saklar dipindahkan ke posisi 1 pada saat t =

o detik.

b. Ulangi bagian (a) untuk ie. c. Tentukan pemyataan-pemyataan matematika untuk tanggapan ve dan ie jika saklar dipindahk~ ke posisi 2 pada saat t = 30 ms (anggaplah bahwa harga hambatan bocor kapasitor tersebut sebesar ohm). d. Tentukan pemyataan matematika untuk tegangan vc dan ie jika saklar dipindah ke posisi 3 pada saat t = 48 ms. e. Gambarlah bentuk gelc;>mbang yang diperoleh pada bagian-bagian (a) sampai (d) pada sumbu waktu yang sama untuk tegangan ve dan arus ie dengan menggunakan polaritas clan arah arus yang telah ditentukan pada Gambar 10.39..

2OOkO

GAMBAR 10.39

532

Teknik Rangkaian Listrik

Penyelesa/an: a. Fase pemuatan:


\'c

= (

I ...:.('-1fT)

.. = R.C = (100 X 103n)(0.05 X IO-e. f) = 5 X 10-" s = 5 ms \'c = 10(1 - t'-1\5~1O.)

= ic

IO_V
100 X 10.1

, ("-115'10 )
15' 10")

= (0.1

X 1O-~)t'-'

c. Fase penyimpanan:
Vc

= = 10 V

ic

=0 A

d. Fase pengosongan:
\'c

= e-I'" .. = R~C = (200 x leYnHO.05 x 10-6 F) = lO.x 10-3 s

\'c

= !Oms = 10e-1 (10"

10")

e. Lihat Gambar 10.40

Kapasi/or

533

Vc (V)

10V

----------------------

98
80 90 1100 (ms)

ic(mA)

O.I~------------------

------

------------

------

"

'

48 20 2530
1 ""

60
. .

70

80

98

-0.05 --

IO

5'
u

---

.. . '.'.
" .

50

.
90 0100
(.(ms) 5T' I ~~_:!~~-------

GAMBAR 10.40

CONTOH 10.8. a. Tentukan pemyataan matematika untuk watak transient tegangan yang melintas kapasitor pada Gambar 10.41jika saklar dipindahkan ke posisi 1 pada saat t = o detik. b. Ulangi bagian (a) untuk ie. c. Tentukan pemyataan matematika untuk tanggapan ve dan ie jika saklar dipindahkan ke posisi 2 pada saat t = tetapan waktu fase pemuatan. d. Gambarlah bentuk gelombang yang diperoleh pada bagian (a) sampai (c) pada sumbu waktu yang sarna untuk tegangan ve dan arus ie menggunakan polaritas dan arah arus yang telah ditentukan pada Garnbar 10.41. t
2 5k11 +

e
3k11

10 p.F \'c

GAMBAR 10.41

534

Teknik Rangkaian Listrik

Penyelesaian: a. Fase pengisian: Pengubahan sumber arus menjadi sumber tegangan akan menghasilkan jaringan pada Gambar 10.42.

~.
T 20 V

R,
2 R2 +

c;:::=r::::: IO/LF

\'c

3 kfi

GAMBAR 10.42

Vc

= (1
= (R1

1"1

- e-tIT,) + R3)C = (5 kO + 3 kO)(lO X 10-6 F)

= 80

ms

Vc b. ic

= 20(1 e-tlT,

e-tl(80X 10-'

RI + R3

8 kO ic = (2.5 x

_ --e20 V -tl(ROX10-')
1O-3)e-4/(XOX 10-')

c. Vc = ,Vje-tIT1 At t = 11",'Vc = 0.632 = 0.632(20 V) = 12.64 V.

1"2 = (R2 + R3)C = (l kO + 3 kO)(lO X 10-6 F) = 40 ms


Vc ic

= 12.64

e -'1(40 x 10-')

= _[je-,/T2

At

= IT,.ic = (0.368)(2..5mA) = 0.92 mA.


ic = -(0.92 x 1O-3)e-t/(40X 10-3)

d. Lihat Gambar 10.43

Kapositor

535

Vc (V)

20V 12.64 V

----------~ ~~~~

----------

=---------

o
ic (mA)
2.5

80

160

240

320

400

t(ms)

320

400

((ms)

GAMBAR 10.43

10.9

HARGA SESAAT
Kadang-kadang perlu menentukan tegangan atau arus pada saat tertentu. Contohnya, jika

tegangan vc barangkali diinginkan pada saat t = 5 ms, yang tidak berhubungan dengan harga tetapan waktu khusus. Gambar 10.27 mengungkap bahwa (1 _ e-th)

536

Teknik Rangkaian Listrik

= 18.6

sekitar 0.93 saat t = 5 ms = 2.5 tetapan waktu, menghasilkan harga vc = 20(0.93) V. Lebih tepatnya dapat diperoleh hanya dengan menggantikan t = 5 ms ke untuk vc menggunakan kalkulator

dalam persamaan terse but dan ifnyelesaian atau taOOIuntuk menentukan e- .5. Jadi,

'.c = 20(1- ~-5_~) = 200 - t'-~5)


= 20( I - 0.082)

= 20(0.918) = 18.36\'

Hasil tersebut dekat, akan tetapi ketepatannya melebihi tempat persepuluhan yang dikira-kira dengan menggunakan Gambar 10.27.Prosedur di atas juga dapat digunakan untuk sembarang persamaan yang diperkenalkan dalam pasal ini untuk arus atau tegangan yang lain. Pada saat yang lain diperlukan waktu untuk mencapai harga tegangan atau arus yang khusus. Prosedur agak rumit karena penggunaan logaritma alami (loge, atau In), akan tetapi kalkulator yang ada pada saat ini diperlengkapi agar dapat menangani operasi tersebut dengan mudah. Ada dua bentuk yang memerlukan banyak pengembangan. Pertama, perhatikan urutan berikut: "c = E( I - t'-"1
Vc E

= I - e-'

Joe ( I ~",

- -"C e -r ) = Joe "E ~..


~) E = - ~ ..
(10.23)

log..( I -

dan

Bentuk yang kedua adalah sebagai berikut: \'c "" = e-t.

Kapasitor

537

10" . = 102 ~ -I. T ~ E ~..

,.

\'C _ __t 10~E T dan (10.24)

Untuk iC = (E/R) e-th:,

(10.25)

Contohnya, anggaplah

dan yang diperlukan adalah waktu untuk mencapai tegangan 10 V. Gantikan ke dalam Persamaan (10.23), kita punya persamaan
t = (- 2 x 10 3) lo~ (1 - 20 ) _

10

=(-2x 1O-3)lo~0.5 = (-2 x 10-3)(-0.693)

= 1.386ms

key OIl calcuU&OO'

Dengan menggunakan Gambar 10.27 kita peroleh saat (1 - e-tlT) = vc/E = 0.5 bahwa t 0.7't = 0.7(2 ms) = 1.4 ms, yang re1atifdekat dengan hasil di atas.

10.10

1: = RTh

Kadang-kadang ada jaringan yang tidak hanya memiliki bentuk seri yang sederhana seperti pada Gambar 10.21. Maka pertama-tama perin memperoleh rangkaian setara Thevenin untukjaringan di luar e1emenkapasitif. Kemudian ETh menjadi sumber tegangan E pada Persamaan (10.15) sampai (10.20) dan RTh
sebagai tahanan R. Jadi tetapan waktu 't = RThC.

538

Teknik Rangkaian Listrik

CONTOH 10.9. Untukjaringan pada Gambar 10.44: a. Tentukan pemyataan matematika untuk watak transient tegangan vc dan arus ic setelah penutupan saklar (posisi I pada saat t = 0 detik). b. Tentukan pemyataan matematika untuk tegangan vc dan arus ic sebagai fungsi
waktu jika saklar dipindah ke posisi 2 pada saat t = 9 ms.

c. Gambarlah bentuk gelombang yang dihasilkan pada bagian (a) dan (b) pada sumbu waktu yang sarna.
60 k!l

+ E

R, 21 V 30k!l

GAMBAR 10.44

Penyelesaian: a. Dengan menggunakan teori Thevenin untuk kapasitor 0.2 J..LF, kita peroleh Gambar 10.45:
60 kG 10 kG

ETh:

60 kG

10 kG

E _ 21VRI

:L

R2 30k::--r

E]1.

GAMBAR10.45
RTh

= R]
= 20

II

Rz + R3 =

(60 kO)(30 kO) 90 k0 + 10kO

kO + 10 kO

R Th
ETh

= 30 kO
(30 kO)(21 V) 1 = Rz + R] = 30 kO + 60 kO = 3(21 V) = 7 V RzE

Hasil untai setara Thevenin dengan penempatan kembali kapasitor diperlihatkan pada Gambar 10.46:

Kapasitor

539

GAMBAR 10.46

Ve = ETh(1 - e-tl") T = RThC = (30 kO)(0.2 p,F) T=6ms

= (30 x 1030)(0.2 X 10-6 F) = 6 X 10-3 s

Ve = 7(1
dan

e-tl(6X

10-3

. --eETh 'e- R

-tiRe

= _ 7V

-tl(6x10-3)

30koe

.ie = (0.233 X 1O-3)e-t'(6X 10-3)


b. Pada saat t = 9 ms, Ve = ETh(1 - e-tIT) = 7(1 - e-(9X 10-3)/(6 X10-3

= 7(1 - e-l.~) = 7(1 - 0.223) Ve = 7(0.777)= 5.44 V E ie = -I!!..e-tIT = (0233 . x 1O-3)e-u R


= (0.233X
ie

= 0.052

10-3)(0.223) X 10-3 = 0.052 mA

Dengan Persamaan (10.21),

dengan
T' dan

= R4C = (10
= 2ms

X lW 0)(0.2

X 10-6 F)

=2

X 10-3 S

540

Teknik Rangkaian Listrik

Dengan Persamaan (10.22),

I, = 5.44 V 100 kH = O.05~


dan

mA

c. Lihat Gambar 10.47.


"c (V) En. = 7

::!O

2.S

30

35

I (InS)

-I

0.2

:0

2.5

30

35 I (mSI

GAMBAR 10.47

CONTOH 10.10. Kapasitor pada Gambar 10.48 pada mulanya dimuati sampai bertegangan 80 V. Tentukan pernyataan matematika untuk vc setelah penutupan saklar.

R,~ ":okU

GAMBAR 10.48

Kapasitor

541

Penyelesaian:

Jaringan digambar lagi pada Gambar 10.49:


R:

---v---JWr--

R ,~

5lil

, SLF
~

RI

7 kU

SO~ C ,oW

R,

~ 18 lit
.

i .
GAMBAR 10.49

R.

~
i

~ kil

Rno = R: ... R} illRI

= 5 kH
T

- 18k11II9 kH = 5 Ul

+ R.) = 5 Ul + 18kH II0 kH + 2 kHI


+ 6 U1 = 11 kH

= RnoC = (11 x 10-'(}U"w " 10-" F) = ~) " 10-.\ S = O.oW s

dan
\Oc

= v,t'-""

= 8(W-,.-o,w

CONTOH 10.11. Untuk jaringan pada Gambar 10.50, tentukan pemyataan matematika untuk tegangan vc setelah penutupan saklar (pada saat t = 0 detik).
10 n

..~.

R, = 6 n

...t ..-r- 500 p.F

GAMBAR 10.50

Penyelesaian:
Rn. = R, + R'2= 6 n + 10 n = 160. En. = VI + V'2 = JR, + 0 = (20 X 10-3 A)(6 0) = 120 X 10-3 V = 0.12 V

542

Teknik Rangkaian Listrik

dan

-; = RTitC = (16 m(SOO x 10-6 F) dengan demikian

= g ms

10.11

ARUS iC
Arus ic karena kapasitansi C dihubungkan dengan tegangan yang melintas kapasitor oleh persarnaan

~=c~c

(10.26)
I

di mana dvcldt adalah ukuran perubahan vc dalam selang waktu singkat. Fungsi dvcldt disebut derivatiftegangan vc terhadap waktu t. Jika tegangan tidak berubah pada saat tertentu, maka

dan

'e = c- dr = 0
Dengan kata lain, jika tegangan yang melintas kapasitor tidak berubah terhadap waktu, maka arus ic yang berhubungan dengan kapasitor tersebut sarna dengan DOl.Untuk melangkah ke depan, persarnaan tersebut juga menyatakan bahwa semakin cepat perubahan tegangan yang melintas kapasitor, akan semakin besar arus yang dihasilkan. Usaha untuk mengembangkan pemahaman Persarnaan (10.26) yang lebih jelas, marilah kita hitung arus rata-rata yang berhubungan dengan sebuah kapasitor untuk bermacarn-macam tegangan yang digunakan pada kapasitor tersebut. Arus rata-rata didetinisikan oleh persarnaan
~"c

d\'(,

ica..= C-:1;

(10.27)

Kapositor

543

di mana A menunjukkan perubahan tertentu (yang dapat dihitung) dalam arus, tegangan, atau waktu. Harga arus sesaat dapat diturunkan dari Persamaan (10.27). Dengan membuat A t sangat kecil; maka .
lCsesaat- 61~O

_ lim C A Vc= C dvc


At dt

Dalam contoh berikut, perubahan tegangan akan diperhatikan untuk masingmasing lereng gelombang tegangan. Jika tegangan bertambah dengan pertambahan waktu, maka arus rata-ratanya adalah perubahan tegangan tersebut dibagi dengan perubahan waktu, dengan tanda positif. Jika tegangan berkurang dengan pertambahan waktu, maka arus rata-ratanya adalah perubahan tegangan dibagi dengan perubahan waktu, tetapi dengan tanda negatif. CONTOH 1.12. Tentukan bentuk gelombang arus rata-rata jika tegangan yang melintas sebuah kapasitor 2-J!Fdiperlihatkan pada Gambar 10.51.

'"

10

I (ms)

II

12

GAMBAR 10.51

Penyelesaian: a. Dari 0 sampai 2 ms, tegangan bertambah secara linear dari 0 sampai 4 V, perubahan tegangan = 4 V - 0 = 4 V (dengan tanda positif karena tegangan bertambah dengan pertambahar. waktu). Perubahan waktu = 2 ms - 0 = 2 ms,

dan

.
'Cay

- Cf;t -

~vc _

-6
(2 x 10

F)(2 X 10-3 S)

4V

=4

X 10-3 A

=4

mA

b. Dari 2 sampai 5 ms, tegangan masih tetap 4 V; perubahan tegangan = O.Dan perubahan waktu = 3 ms, dan . ~vc 'Cay= C-= ~t 0 C-= ~t 0

544

Teknik Rangkaian Listrik

e. Dari 5 sampai 11 ms, tegangan berkurang dari 4 menuju 0 volt. Oleh karena itu perubahan tegangan = 4 V - 0 = 4 V (dengan tanda negatif, karena tegangan berkurang dengan pertambahan waktu). Perubahan waktu = 11 ms - 5 ms = 6 ms, dan
4 V . Llvc -6 'Cay= C~ at = -(2 x 10 F) 6 xlO's-3 = -1.33 X 10-3 A = -1.33 mA

d. Dari 11 ms dan seterusnya, tegangan tetap 0 volt dan perubahan tegangan = 0 = O.Bentukgelombang arusrata-ratauntuk V, dengan demikian maka iCrata-rata tegangan yang diterapkan diperlihatkan pada Gambar 10.52.
;c(mA)
4

o
- 1.33 2 3 "----------------4

12

I (ms)

GAMBAR 10.52

Seeara umum, eatatlah dalam Gambar 10.12 bahwa semakin euram lereng tegangan akan semakin besar arusnya, dan bila tegangan tidak berubah, maka arusnya nol. Sebagai tambahan, harga rata-rata adalah sarna untuk harga sesaat pada sembarang titik sepanjang lereng di manaharga rata-rata tersebut diperoleh. Contohnya, jika selang waktu dikurangi dari 0 sampai /1 dan dari /2 sarnpai /3 seperti yang terdapat pada Gambar 10.51, perubahan tegangan dibagi dengan
perubahan arus masih sama. Kenyataannya, tidak ada masalah berapa keeil selang waktu, lereng akan tetap sarna, oleh karena itu arus iC rata-rataakan sama. Jika kita memperhatikan batas perubahan waktu mendekati nol, lerengnya masih tetap sama, oleh karena itu maka iC rata-rata= iC sesaatpada sembarang waktu antara 0 dan /1. Hal untuk sembarang bagian bentuk gelombang tegangan yang memiliki lereng yang tetap. Satu hal penting yang diperoleh dari pembahasan ini adalah bahwa bukan besar tegangan yang melintas kapasitor yang menentukan arus, akan tetapi bagai-

mana eepat perubahan tegangan yang melintas kapasitor tersebut. Tegangan de

Kapasitor

545

mantap sebesar 10000 volt idealnya tidak akan menimbulkan aliran muatan (arus), akan tetapi perubahan tegangan sebesar 1 volt dalam selang waktu tertentu akan menghasilkan arus yang berarti. Metode yang diuraikan di atas hanya untuk potongan bentuk gelombang yang berupa garis-lurus. Untuk bentuk gelombang tidak liner (lengkung), harus menggunakan metode kalkul~s (penurunan).

10.12 KAPASITOR SERI DAN SEJAJAR


Kapasitor, seperti halnya tahanan dapat ditempatkan secara seri dan sejajar. Pertambahan harga kapasitansi dapat diperoleh dengan penempatan kapasitor sejajar, sedangkan pengurangan harga dapat diperoleh dengan menempatkan kapasitor secara serio Untuk kapasitor seri, muatan sama pada masing-masing kapasitor (Gambar 10.53): (10.28)

E-

~
_ Q,

~J~~'

V,

~~\=

v. _.

V,

GAMBAR 10.53

Pemakaian hukum tegangan Kirchoff mengitari kalang tertutup memberikan persamaan

Karena

maka

546

Teknik Rangkaian Listrik

.Qr Cr

=~
C.

+ Q: + Q3 C: C)

Dengan menggunakan Persarnaan (10.28) dan pembagian kedua sisi dengan Q menghasilkan (10.29)

yang mirip dengan eara kita memperoleh harnbatan total sebuah rangkaian harnbatan sejajar. Kapasitansi total dua kapasitor seri adalah (10.30) Untuk kapasitor sejajar seperti yang diperlihatkan pada Garnbar 10.54, tegangan sarna untuk masing-masing kapasitor, dan muatan total adalah jumlah muatan pada masing-masing kapasitor: (10.31)

GAMBAR 10.54

karena

Q=CV maka

dan

Kapasitor

547

Jadi (10.32) yang mirip dengan cara memperoleh hambatan total pada sebuah rangkaian serio

CONTOH 10.13. Untuk rangkaian pada Gambar 10.55: a. Tentukan kapasitansi total. b. Tentukan muatan pada masing-masing keping. c. Tentukan tegangan lintas pada masing-masing kapasitor. c,

GAMBAR 10.55

Penyelesaian:

a. -

Cr

=-

C1

- +C~

C3

dan

200

I I JO-o F . 50 X JO-I> F
JOf> +

.~ . JO

JO-I>F

= 0.005 X

0.02 x JOf> + 0.1 x 1Qf>

= 0.125 x JOf>

I C = =8p.F T 0.125 x 1Qf> b. QT = Q. = Q~ = Q3 QT = CrE = (8 x IO-f>F)(60 V) = 480 p.C QI 480 ~ IO-f>C c. VI= - = = 2.4 V C. 200 X IO-f>F Q~ = 480 X IO-f>C = 9.6 V V, = -

C~
C,

SOx 1O-f>F
10 X
IO-f> F

V, = - =
Q3

~O x IO-f> C'

= 48.0 V

548

Teknik Rangkaian Listrik

dan
E =
VI

\':

\/, = 2A V + 9.0 V + 48 V

= 60 V

(cocok)

CONTOH 10.14. Untukjaringan pada Gambar 10.56: a. Tentukan kapasitansi total. b. Tentukan muatan pada masing-masing keping. c. Tentukan muatan total.

GAMBAR10.56

Penyelesaian:
a. Cr
b. Q.

= C. =

C.> = SOO J..LF+ 60 J..LF+ 1200 J..LF = 1060 ~F C.E = (800 x to-eo FI(48 V) = 38.4 mC C:

Q: = C:E = (60 x to-to f)(48 V) = 2.88 mC Q.> = C,E = 11200x to-to F)(48V) = 57.6 mC c. Qr = Q. + Q::+ Q, = 38.4mC+ 1.88mC ~ 57.0 mC = 98.88 mC

CONTOH 10.15. Tentukan tegangan lintas dan muatan pada masing-masing kapasitor untukjaringan pada Gambar 10.57.
+
E

Jj TI
_c.
C',

c.

1I-LF

c,

100'_

(~ 1-' 1"
,

GAMBAR10.57

Kapasitor

549

Penyelesaian:
C'T = C:! + C3 = 4 J.LF~ 2 J.LF= 6 J.LF F J.L CI + C'T 3 J.LF + 6 J.LF QT = CTE = (2 x 10-" f)(\20 V, = 240 p.C C T--

CIC'T _ n

J.Lf)(6 J.Lf) - ")

Rangkaian setara(Gambar 10.58) memiliki muatan QT = Q. = Q'r

GAMBAR 10.58 karena

dan
\'
I

Q. =-=

2..JOX 10-" C

=80V

CI

X 10-6 F

Q'T = 2..JOJ.LC

oleh karena itu


V'T = Q'T = 240 X 10-" C C'T 6x IO-"F

=-W\"
= 160 p.C

dan
Q:! = C:!\" T = (4 x 10-1> f)(40 Q3 = C3\"T
V)

= 12 x 10-1> F)140 VI = 80 p.C

550

Teknik RJJngkaianListrik

CONTOH 10.16. Tentukan tegangan lintas dan muatan pada kapasitor C) pada Gambar 10.59 setelah ia diisi sampai harga akhirnya.
R, +
E
:

40

~4 \'

GAMBAR 10.59

Penyelesaian: Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, kapasitor merupakan untai terbuka bagi rangkaian de setelah diisi penuh (Gambar 10.60). Oleh karena itu,
Hl

GAMBAR10.60 Vc = Q,
(8 n)(1~ V)

~n+8fi

= 16V
10-0 f)(16 V)

= C.Vc = (10 x = 320 p.C

CONTOH 10.17. Tentukan tegangan lintas dan muatan pada masing-masing kapasitor padajaringan Gambar 10.61 setelah masing-masing diisi sampai harga akhirnya. Penyelesaian:
(7 0)(7:! V) 70+20
(2 0){7:! V)

Vc

=56V

\-'c
1

20+70

= 16 V

QI

= (2 X 10-6 F)(\6 V) = 32 p.C Q;: = C;:Vc: = (3 X 10-6 F)(56 V) = 168 p.C

= C.Vc,

Kapasitor

551

C,

= :! JF

+\',.

I R 7n

E = 7:!\'! 1..

R:

7n

R,8n

2{}

1=1 R 8n

+E=nv

GAMBAR 10.61

10.13 ENERGI YANG DISIMPAN OLEH SEBUAH KAPASITOR


Kapasitor yang ideal tidak melesap sembarang energi yang dicatu kepadanya. Ia menyimpan energi dalam bentuk medan listrik antara permukaan penghantar. Kurva tegangan, arus, dan daya pada kapasitor selama fase pengisian diperlihatkan pada Gambar 10.62. Kurva daya dapat diperoleh dengan mengalikan tegangan dan arus selama selang waktu tertentu dan menghubungkan titik yang diperoleh. (Catat PI pada kurva Gambar 10.62.) Energi yang tersipan diwakili oleh daerah yang diarsir pada kurva daya. Dengan menggunakan kalkulus, kita dapat menentukan luas daerah di bawah kurva:

We = -CE 2
Secara umum,

(J)

(10.33)

di mana Vadalah tegangan mantap yang melintas kapasitor. Dalam suku-suku Q danC

552

Teknik Rangkaian Listrik

v, j

GAMBAR 10.62

atau (J) (10.34)

CONTOH 10.18. Untuk jaringan pada Gambar 10.61, tentukan energi yang disimpan oleh masing-masing kapasitor. Penyelesaian:Untuk Cl:

= 2 (2 X

10-6 F)(l6 V)2

= (1

X 10-6)(256)

= 2S6 pJ

We

= -CV2 2
= -(3 2.
1
X 10-6 F)(56 V)2

= (1.5 x

10-6)(3136)

= 4704 pJ

Kapasitor

553

Karena suku kuadrat, eatat perbedaan energi yang tersimpan kerena tegangan yang lebih tinggi.

10.14

KAPASITANSI MENVIMPANG
Sebagai tarnbahan ootuk kapasitor yang dibahas begitu jauh dalarn bab ini, ada kapasitansi menyimpang yang mooeul bukan karena raneangan akan tetapi karena dua permukaan yang menghantar relatif dekat satu sarna lain. Dua kawat penghantar dalarn suatu jaringan yang sarna akan memiliki pengaruh kapasitif antara mereka, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.63(a). Dalarn rangkaian elektronika, besar kapasitansi yang muneul antara permukaan penghantar pada suatu transistor diperlihatkan pada Garnbar 10.63(b). Dalarn Bab 12 kita akan membahas elemen lain yang disebut induktor yang akan memiliki pengaruh kapasitif antara belitan [Gambar 10.63(e)]. Kapasitansi menyimpang dapat

Conductors /,
/ /1 /1 1 1 1 1

,.

-, I
#

_.L_ ,..,

1 I"

II r"'1,
I

Ctv
1',

I I\ I I I I

r-' ,
P

C", "

P
I

, I' I 1..._ 1j-J " 86 C

~
\.:)

' ..,,..

,.
.\

I""

I~ 1

'

GAMBAR 10.63

554

Teknik Rangklian Listrik

menimbulkan kesalahan serius dalam rancangan sistem jika tidak diperhatikan secara hati-hati.

10.15

ANALISIS KOMPUTER
SPICE dan BASIC dapat memberikan tanggapan transient sebuah rangkaian RC. Dalam bahasa BASIC persamaan yang sesuai digunakan untuk menentukan tegangan atau arus yang berubah terhadap waktu. Kemudian dapat dihasilkan tabel harga atau dapat diperoleh gambar dengan menggunakan rutin penggambaran. PSPICE memi'liki sebuah perintah khusus (.TRAN) yang akan menentukan tanggapan transient sebagai fungsi waktu. Kemudian sebuah gambar tanggapan dapat diperoleh dengan menggunakan perintah .PLOT atau .PROBE.

PSPICE
Perintah .TRAN menentukan tanggapan transient sebuah jaringan dari t = 0 detik sarnpai harga akhir. Format perintah tersebut adalah sebagai berikut:
Final value of t for calculation:.

.TRAN
Example:

TSTEP

TSTOP

Time increment bct\l,cen dctcnnined values .TRAN 5U 100U

TSTEP dan TSTOP ditentukan oleh pemakai. TSTEP adalah selang waktu antara harga tertentu dan TSTOP adalah harga akhir waktu (t) yang ditentukan. Contoh tersebut menentukan bahwa harga akan ditentukan setiap 5 J..lS dari 0
sarnpai 200 J..lS dengan harga pertama ditentukan pada saat t = 5
J..lS.

Kapasitor dimasukkan dengan cara yang sarna dengan tahanan seperti yang ditunjukkan dengan format berikut:

C6YPASS
:-;ame

- 6
T

100U -----Value

I C = 2V

Node

OlIe

Initial value

Kapasitor

555

Pemakai memasukkan harga yang bertanda kurung bawah meskipun harga awal (tegangan lintas kapasitor sebelum adanya penyaklaran) dapat diabaikan jika harga awainya nol volt. "arga yang dimasukkan tersebut adalah untuk sebuah kapasitor 100-J.lFantara titik 6 dan 7 dengan titik 6 ditentukan berpotensial yang lebih tinggi. Dalam PSPIC.Ekapasitor memiliki batasan tambahan yaitu mereka tidak dapat dimasukkan sebagai elemen serioAkan tetapi masalah ini dapat diatasi dengan menempatkan harga hambatan yang sangat tinggi (setara dengan untai terbuka bagi suatujaringan) yang sejajar dengan salah satu kapasitor. Kini marilah kita tulis file masukan untuk jaringan pada Gambar 10.64. Daripada menggunakan sebuah saklar untuk menetapkan tegangan lintas kapasitor sebesar 20 V pada saat t = 0 detik, sebuah pulsa digunakan yang bemula pada t = 0 detik, berubah menjadi menjadi 20 V dalam selang. waktu tertentu yang melampaui lima kali tetapan waktu jaringan tersebut.

III
20V I

r,

...
no

IT]

l'

+
I

L
1s

CT8F

@]

GAMBAR 10.64

Secara umum, format UDtukpulsa yang digunakan memiliki format sebagai berikut: . VPULSE .
Name

+ Node

3 '--"

2 '--" Node

PULSE(2

Initial level of pulse

8 '--"
Pulsed level

iU '--"
Delay time (DT)

iON '---'
Rise time (RT)

20N '---'
Fall time (FT)

Pulse width (PW)

SOU '---'

100U '-Period of pulse (PER)

Semua besaran yang memiliki tanda kurung di bawah harga masukan diatur oleh pemakai. Jangan lupa tanda kurung pada masing-masing ujung pemyataan PULSE! 2 volt adalah harga awal pulsa dan 8 volt adalah harga pulsa. Waktu tunda (1 ~) adalah selang waktu setelah t = 0 sebelum pul~aberubah harga. Jika diinginkan ia bisa berharga nol. Waktu bangkit (rise time, RT) dan waktu turun

556

Teknik Rangkaian Listrik

Evaluation PSpice (January 1989)


Chapter 10 - R-C Circuit Transient Analysis

20:28:04 .......

..*.

CIRCUIT DESCRIPTION

*..*

VE 1 0 PULSE(O 20V 0 1N 1N 1) R 1 2 5K C 2 0 8U
.TRAN 10M 200M .PRINT TRAN V(1) V(2)

. ClPTI ONS
.END

I(C)

NOPAGE

....

TRANSIENT

ANALYSIS

TEMPERATURE

27.000

DEG C

TIME O.OOOE+OO 1.000E-02 2.000E-02 3.000E-02 4.000E-02 5.000E-02 6.000E-02 7.000E-02 8.000E-02 9.000E-02 1.000E-Ol 1.100E-Ol 1.200E-Ol 1.300E-Ol 1.400E-Ol 1.500E-Ol 1.600E-Ol 1.700E-Ol 1.800E-Ol 1.900E-Ol 2.000E-Ol

V(l) O.OOOE+OO 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol

V(2) O.OOOE+OO 4.414E+OO 7.862E+OO 1.055E+Ol 1.264E+Ol 1.427E+Ol


1. 554E+Ol

I(C) O.OOOE+OO 3.117E-03 2.428E-03 1.890E-03 1.472E-03 1.145E-03 8.921E-04 6.943E-04 5.408E-04 4.209E-04 3.278E-04 2.551E-04 1.987E-04 1.547E-04 1.205E-04 9.376E-05 7.302E-05 5.683E-05 4.426E-05 3.445E-05 2.680E-05

2.000E+Ol
2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol 2.000E+Ol

1.653E+Ol 1.730E+Ol 1.790E+Ol 1.836E+Ol 1.872E+Ol 1.901E+Ol 1.923E+Ol 1.940E+Ol 1.953E+Ol 1.963E+Ol 1.972E+Ol 1.978E+Ol 1.983E+Ol 1.987E+Ol

GAMBAR 10.65

Kapasitor

557

(fall time, FT) adalah selang waktu yang diperlukan untuk merubah harga. Waktu bangkit dan turun hams ditentukan (selain nol detik), atau PSPICE akan kembali ke TSTEP pada perintah .TRAN untuk RT dan FT. Untuk eontoh tersebut, waktu bangkit adalah 10 ns dan waktu turun 20 ns. Lebar pulsa (50 fJS)adalah selang waktu pulsa dan periode (100 fJS)adalah waktu antara pulsa-pulsa yang berurutan. Jika lebar pulsa dan periode tidak ditentukan, maka TSTOP pada perintah .TRAN akan digunakan untuk masing-masing harga tersebut. Untuk masukan pada Gambar 10.64, pernyataan untuk pulsa tampak pada file masukan Gambar 10.65. Pulsa mulai -pada t = 0 detik (TD = 0) dan memiliki waktu bangkit dan turun 1 ns, yang mana keduanya lebih keeil dari s~ala waktu masukan atau tetapan waktu jaringan tersebut. Lebar pulsa 1 detik yang besarnya sarna dengan lima kali tetapan waktu (200 ms) untuk jaringan ini dan lebih dari jangkauan yang ditentukan oleh perintah .TRAN. Dengan kata lain, tegangan sebesar 20 volt akan muneul untuk se\ang waktu tertentu antara 0 sampai 5 tetapan waktu. Pernyataan .PRINT pada file masukan menentukan bahwa harga gelombang pulsa, ve dan ie, ditabulasikan untuk selang waktu .TRAN antara 10 ms sampai
Date/TIme run Chapter 03/09/89 10 - R-C Circul l Transient 10 S3 44

Analysis
Temperature: 27 0

4 OmA u - - __- - - u u - u+_ u - - u ____u __- of-- ____- __- - ____- + __u - u - - u u u-t

o o o

.
, , , ,
2 OmA
.J. o o o , , , , ,

o OmA + - - - - - -- - - - - - - - - -+- - - - - - -- - - - - - - - -of- - - - - - --- -- - -- - - -~= I (C)

~T
10V O
/

/~_.,

~
:

OV u _~u u - __- __- _+_- - -u u - u - uh of- -__- _u - - u_ __+ - u u -u_ -u u-1 Oms SOms lOOms 150ms 200ms

//

V(lJ . V(2)

GAMBAR 10.66

--

558

Teknik Rangkaian Listrik

200 ms dengan selang 10 ms. Perhatikan dalam file keluaran bahwa harga yang pertama pada masing-masing besaran tidak ditentukan sehingga lewat dari 10ms. Akan tetapi perlu dicatat juga bahwa begitu lewat selang waktu 10 ms, tegangan yang tersedia pada masukan sebesar 20 volt dan besar ve sangat dekat dengan 20 volt setelah 5 tetapan waktu (200 ms). Arus ieturun dari 4 mA menjadi 3.541 mA pada 10 ms yang pertama yang selanjutnya berlangsung turun sampai harga yang sangat rendah selama sisa waktu yang telah ditentukan. Penggantian perintah .PRINT dengan .PROBE akan menghasilkan gambargambar yang bagus pada Gambar 10.66 untuk tegangan masukan, ve, dan ie. Perhatikan bagaimana .PROBE menentukan sebuah untuk masing-masing gambar dan menentukan skala yang sesuai untuk sumbu-sumbu datar dan tegak. . Seperti yang diharapkan, ve naik menuju 20 volt dalam waktu 5 kali tetapan waktu dan tegangan masukan V(I) melompat menjadi 20 volt dalam waktu nol milidetik dan berlanjut pada harga tersebut sampai akhir gambar. Arus ie mulai sebesar 4 mA kemudian berkurang secara eksponensial menuju hampir nol miliamper dalam selang waktu 5 tetapan waktu.

SOAL
PASAL 10.2 Medan Listrik
1. Tentukan kuat medan listrik pada jarak 2 meter dari sebuah muatan 4 J.1c. 2. Kuat medan listrik sebesar 36 newton/coulomb ( N/C ) pada jarak r meter dari sebuah muatan 0,064 J.1C.Tentukanjarak r.

PASAL 10.3

Kapasitansi

3. Tentukan kapasitansi sebuah kapasitor keping sejajar jika muatan sebesar 1400 J.1C tersimpan pada kepingnya bila antar keping diberi tegangan sebesar 20 volt. 4. Berapa banyak muatan yang tersimpan pada keping sebuah kapasitor 0.05-J.1F jika tegangan lintas yang digunakan pada kapasitor tersebut sebesar 45 volt? 5. Tentukan kuat medan listrik antara keping pada sebuah kapasitor keping sejajar jika tegangan yang dipakai sebesar 100 mV dan jarak antar keping 2 mm. 6. UIangi Soal 5 jika keping tersebut jaraknya 4 mil.

Kapasitor

559

7. Sebuah kapasitor keping sejajar 4-J.lFmemiliki muatan sebesar 160 ~C pada kepingnya. Jika keping tersebut jaraknya 5 mm, maka te~tukan kuat medan listrik antar keping tersebut. 8. Tentukan kapasitansi sebuah kapasitor keping sejajarjika luas masing-masing keping sebesar 0.075 m2 dan jarak antar keping tersebut sebesar 1.77 mm. Dielektrik yang digunakan adalah udara. 9. Ulangi Soal 8 jika dielektrik berupa kertas yang dilapis parafin. 10. Tentukan jarak dalam mil antara keping sebuah kapasitor 2-J.lFjika luas masing-masing keping sebesar 0.09 m2 dan dielektrik berupa oli transformator. 11. Kapasitansi sebuah kapasitor dengan dielektrik udara sebesar 1200pF. Bila sebuah dielektrik disisipkan antar keping, maka kapasitansinya bertambah menjadi0.006J.lF.Dari bahan apakah dielektrik tersebut dibuat? 12. Keping sebuah kapasitor udara keping sejajar yang berjarak 0.2 mm memiliki luas 0.08 m2,dan tegangan sebesar 200 volt dipasltng pada keping tersebut. a. Tentukan kapasitansinya. b. Tentukan intensitas kuat medan antara keping tersebut. c. Tentukan muatan pada masing-masing kepingjika dielektriknya berupa udara. 13. Selembar Bakelite yang tebalnya 0.2 mm dengan luas 0.08 m2 disisipkan antara keping pada Soa112. a. Tentukan kuat medan listrik antara keping tersebut. b. Tentukan muatan pada masing':masingkeping. c. Tentukan kapasitansinya.

PASAL 10.4 Kekuatan Dielektrik


14. Tentukan rating tegangan maksimum kapasitor pada Soal12 dan 13 dengan anggapan bahwa ada hubungan linear antara tegangan dadal dan ketebalan dielektrik. 15. Tentukan tegangan maksimum yang dapat digunakan pada sebuah kapasitor keping sejajar 0.006 J.lF. Luas salah satu keping sebesar 0.02 m2 dan dielektrik berupa mika. Anggaplah hubungan linear antara kekuatan dielektrik dan ketebalan dielektrik. . 16. Tentukan jarak dalam miliamper antara keping pada sebuah kapasitor keping sejajarjika tegangan maksimum yang dapat digunakan pada kapasitor

560

Teknik Rangknian Listrik

tersebut sebesar 1250 v. Oielektriknya adalah mika. Anggap adanya hubungan linear antara kekuatan dadal dan ketebalan dielektrik. PASAL 10.7 Transient dalam Jaringan: Fase Pemuatan

17. Untuk rangkaian pada Gambar 10.67: a. Tentukan tetapan waktu rangkaian tersebut. b. Tulislah persamaan matematika untuk tegangan vc setelah penutupan saklar. c. Tentukan tegangan setelah satu, dua, tiga, dan lima tetapan waktu. d. Tulislah persamaan untuk arus ic dan tegangan VR. c. Sketlah bentuk gelombang vc dan ic.
R

~
E

100kO

"" -

'. ~'"

~ veT

S JJ.F "c

GAMBAR 10.67

18. Ulangi Soal 17 untuk R

= I MQ dan bandingkan hasilnya.

19. Ulangi Soal 17 untuk jaringan pada Gambar 10.68.

r'
~
\00 V

,~o =r"
11_

+
JJ.F "c

C T'\

3.3 U1 ,.. +

GAMBAR 10.68

20. UntukrangkaianpadaGambar10.69: a. Tentukantetapanwakturangkaiantersebut. b. Tentukanpernyataanmatematikauntukteganganvc setelahpenutupan saklar.

Kapasitor

561

g +/5
R S6 ill ~ic

.. (I = Os)

+ ~c

Ool p.F

-10 V

GAMBAR 10.69

c. Tentukan pernyataan matematika untuk tegangan iC setelah penutupan saklar. d. Sketlah bentuk gelombang vc dan ic.

PASAL 10.8 Fase pengosongan


21. Untuk rangkaian pada Gambar 10.70: a. Tentukan tetapan waktu rangkaian bila saklar dipindahkan ke posisi 1. b. Tentukan pernyataan matematika untuk tegangan yang melintas kapasitor setelah saklar dipindahkan ke posisi 1. c. Tentukan pernyataan matematika untuk arus setelah penutupan saklar (posisi 1). d. Tentukan tegangan vc dan arus ic jika saklar dipindahkan ke posisi 3 pada saat t = 100 ms. e. Tentukan pernyataan matematika untuk tegangan vc dan arus ic jika
saklar dipindahkan ke posisi 3 pada saat t = 200 ms.

f. Gambarlah gelombang vc dan ic untuk selang waktu dari t = 0 sampai t = 300 ms.

GAMBAR 10.70

562

Teknik Rangkaian Listrik

22. Ulangi Soal 21 untuk kapasitansi sebesar 20 JlF.

*23. UntukjaringanpadaGambar10.71:

a. Tentukan pernyataan matematika untuk tegangan yang melintas kapasitor setelah saklar dipindahkan ke posisi 1. b. Ulangi bagian (a)untuk arus ic. c. Tentukan pernyataan matematika untuk tegangan vc dan arus ic jika saklar dipindah ke posisi 2 pada saat yang sarna dengan lima tetapan waktu pada rangkaian pengisian. d. Gambarlah bentuk bentUkgelombang vc dan ic untuk selang waktu dari t = 0 sampai t = 30 J.lS.

D
_
80
\'

c _..:!
+

i,

C...,

10 pF ,":'R: =:- wo kH

R, ~ tOOtH

GAMBAR10.7.

24. Untuk kapasitor pada Gambar 10.72 pada mulanya diberi muatan sampai bertegangan 40 volt sebelum saklar ditutup. Tulislah pernyataan untuk tegangan vc dan VRserta arus ic untuk fase penurunan.

GAMBAR10.72

25. Kapasitor 1000-IlF pada Gambar 10.73 dimuati sampai 6 V. Untuk mengosongkan muatan kapasitor sebelum dipakai, sebuah kawat dengan hambatan sebesar 0.002 Q dipasang melintas kapasitor tersebut.

Kapasitor

563

GAMBAR 10.73

a. Berapa lama ia akan mengosongkan muatan kapasitor tersebut? b. Berapakah harga puncak ams? c. Berdasar hasil pada bagian (b), apakah akan ada bunga api bila kontak dihubungkan pada kedua ujung kapasitor?

PASAL 10.9 Harga Sesaat


26. Pemyataan untuk tegangan vc = 8(1 - e a. Tentukan vc setelah lima tetapan waktu. b. Tentukan vc setelah 10tetapan waktu. c. Tentukanvc padasaat t = 5 flS.
-t/(20 ~)

):

27. Untuk keadaan pada Soal 25, tentukan kapan arus pengosongan sebesar setengah harga maksimumnyajika kontak dilakukan pada saat t = 0 detik. 28. Untukjaringan pada Gambar 10.74, VL hams sebesar 8 V sebelum sistem diaktifkan. Jika saklar ditutup pada saat t = 0 detik, maka berapa lama waktu yang diperlukan agar sistem tersebut dapat diaktifkan?

+
\'L

GAMBAR 10.74

564

Teknik Rangkaian Listrik

*29. Rancanglahjaringan pada Gambar 10.75 sedemikian rupa sehingga sistem akan hidup setelah saklar ditutup selama 10 detik.

E _ 20V

C1=OS) . I

VL.= 12Vlotumoa

GAMBAR 10.75

*30. Untukjaringan pada Gambar 10.76, a. Hitunglah ve, ie, dan VRI pada saat 0.5 dan 1 detik setelah saklar berhubungan dengan posisi 1. b. Jaringan berada pada posisi 1 selama 10 menit sebelum saklar dipindahkan ke posisi 2. Berapa lama setelah membuat hubungan dengan posisi 2 agar arus ie turun menjadi 8 J.1A dan berapa lama yang diperlukan oleh ve agar turun menjadi 10 volt?
+ I.W. 1 t ... lMfi

L
E

't

R,
OOV RJ"MO cJl'F ,:

GAMBAR 10.76

PASAL 10.10

=RTh C

31. Untukjaringan pada Gambar 10.77: a. Tentukan pernyataan matematika untuk watak transient tegangan ve
dan arus ie setelah penutupan saklar.

b. Sketlahbentukgelombangve dan ie.

Kapositor

565

+
RI 8kfi
E

Vc

C.

'.
24 kfi

Jr

0---1(

-=-

20 V Rz

15p.F R)

4 kfi

GAMBAR 10.77

*32. Ulangi Soal31 untukjaringan pada Gambar 10.78.


5mA
6.8 kfi

~ t'C
0.56 kfi

+4 V

R) +
Vc

20 p.F

~
J
GAMBAR 10.78

..-.

PASAL 10.11 Arus ic


33. Tentukan bentuk gelombang arus rata-rata jika tegangan yang melintas pada sebuah kapasitor 0.06-J.IFseperti yang diperlihatkan pada Gambar 10.79.
100 80 60 40 20
v (V)

-0 -20 -40 -60


t (ms)

GAMBAR 10.79

566

Teknik Rangkaian Listrik

34. Ulangi Soal 33 untuk bentuk gelombang pada Gambar 10.80.

3 2 )

v (V)

-0 -) -2 -3

GAMBAR 10.80

*35. Untuk bentuk gelombang berikut (Gambar 10.81) adalah arus pada sebuah kapasitor 20-JlF buatlah sketsa bentuk gelombang tegangan yang melintas kapasitor tersebut jika harga awal Vc = 0 volt pada t = 0 detik.

+40 mA
I

41 16

16 In

120

25

t (15)

10-80 mA

-120mA

GAMBAR 10.81

PASAL 10.12

Kapasitor Seri dan Sejajar

36. Tentukankapasitansitotal CT antara titik a dan b untuk rangkaianpada Gambar10.82.

Kapasitor

567

':11

o (b)

~.

~fTI
T~PFTIOPFT'OPF

GAMBAR 10.82

37. Tentukan tegangan lintas dan muatan pada masing-masing kapasitor untuk rangkaian pada Gambar 10.83.
:00 pf

.,ri

Q~PF ~:;
T
(,II (b.

C(-y

~
:

.sov

C'T

t'C()rf

GAMBAR 10.83

*38. Untuk masing-masing susunan pada Gambar 10.84, tentukan tegangan lintas masing-masing kapasitor dan muatan pada masing-masing kapasitor.

(a'
GAMBAR 10.84

Ibl

568

Teknik Ranglcaian Listrik

*39. Untuk jaringan pada Gambar 10.85, tentukan harga berikut setelah saklar ditutup selama 100 ms. a. Vab b. Vac c. Vcb d. Vda e. Jika saklar dipindahkan ke posisi 2 satu jam kemudian, tentukan waktu yang diperlukan bagi VR2 agar tumn ke 20 Y.

GAMBAR 10.85

40. Untuk rangkaian pada Gambar 10.86,tentukan tegangan lintas dan muatan pada masing-masing kapasitor setelah masing-masing kapasitor dimuati sampai harga akhimya.

;: U1

~SO\"

J I..U

0.0.&~
t~1

10.08~.

~ Ul

GAMBAR 10.86

Kapasitor

569

PASAL 10.13

Energi yang Disimpan oleh sebuah Kapasitor

41. Tentukan energi yang disimpan oleh sebuah kapasitor 120-pF dengan tegangan yang melintas kepingnya sebesar 12 volt. 42. Jika energi yang disimpan oleh sebuah kapasitor 6-flF sebesar 1200 J, maka tentukan muatan Q pada masing-masing keping kapasitor tersebut. *43. Sebuah lampu kilat elektronis memiliki sebuah kapasitor 1000-flF yang dimuati sehingga bertegangan 100 volt. a. Berapa banyak energ~yang disimpan oleh kapasitor tersebut? b. Berapakah muatan pada kapasitor tersebut? c. Bila seorang tukang foto mengambil gambar, kilat menyala selama 1/2000 detik. Berapakah arus rata-rata yang melalui tabung-kilat tersebut? d. Tentukan daya yang diberikan pada tabung-kilat tersebut? e. Setelah gambar diambil; kapasitor tersebut harus diisi lagi oleh pencatu daya yang memberikan arus maksimum sebesar 10 mA. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengisi kapasitor tersebut?

PASAL 10.15 Analisis Komputer PSPICE


44. Tulislah file masukan untuk memperoleh gelombang pada Gambar 10.33 untuk jaringan pada Gambar 10.32. 45. Tulislah file masukan untuk memperoleh gelombang transient vc dan ic untuk jaringan pada Gambar 10.39 bila saklar dipindahkan ke posisi 1. 46. Tulislah file masukan untuk memperoleh gelombang vc dan ic untuk jaringan pada Gambar 10.41 jika saklar dipindahkan ke posisi 1 pada saat t =

o detik.

*47. Tulislah file masukan untuk memperoleh gelombang vc dan iC untuk jaringan pada Gambar 10.44jika saklar dipindahkan ke posisi 1 pada saat t = o detik.

BASIC 48. Tulislah sebuah program BASIC untuk membuat tabel tegangan vc dan arus
ic untuk jaringan pada Gambar 10.41 untuk lima tetapan waktu setelah saklar dipindahkan ke posisi 1 pada saat t = 0 s. Gunakan penambahan 1/5 tetapan waktu ('t).

570

Teknik Rangkaian Listrik

*49. Tulislah sebuah program untuk menulis pemyataan matematika untuk tegangan vc untuk jaringan pada Gambar 10.44 untuk sembarang harga elemen bila saklar dipindahkan ke posisi 1. 50. Tulislah sebuah program untuk rnembuat tabel tegangan pada Soal 26 untuk masing-masing tetapan waktu dari satu sampai 20 kali tetapan waktu.

*51. Ada tiga kapasitor dalam sernbarang susunan seri-sejajar, tulislah sebuah program untuk menentukan kapasitansi total. Jadi tentukan jumlah total kemungkinan dan mintalah pada pemakai untuk menentukan susunan dan memberikan harga kapasitor. Kemudian hitunglah kapasitansi totalnya.

DAFT AR ISTILAH
Breakdown voltage: Istilah lain untuk kekuatan dielektrik. Capacitance: Ukuran kemampuan kapasitor untuk menyirnpan muatan; diukur dalam Farad (F). Capacitive time constant: Hasil perkalian antara harnbatan dan kapasitansi yang menetapkan waktu yang diperlukan untuk fase pengisian dan pengosongan transient kapasitif. Capacitive transient: Gelombang untuk tegangan dan arus pada sebuah kapasitor yang dihasilkan selarna fase pengisian dan pengosongan. Capacitor: Elemen listrik dasar yang rnemiliki dua permukaan penghantar yang dipisahkan oleh bahan penyekat dan memiliki kemampuan untuk menyimpan rnuatan pada kepingnya. Hukum Coulomb: Sebuah persarnaan yang rnenghubungkan gaya antara dua muatan yang sarna atau tidak sarna. Dielectric: Bahan penyekat antara keping sebuah kapasitor yang memberikan pengaruh pada muatan yang disirnpan pada keping sebuah kapasitor. Dielectric constant: Istilah lain dari permitivitas relatif. Dielectric strength: Sebuah petunjuk mengenai tegangan yang diperlukan per satuan panjang untuk menetapkan hantaran dalarn sebuah dielektrik. Electric field strength: Gaya yang beraksi pada sebuah satuan muatan positif pada daerah tertentu. Electric flux lines: Garis yang digambarkan untuk menunjukkan kekuatan dan arah medan listrik dalam daerah tertentu. Fringing: Pengaruh karena adanya garis fluks yang tidak lewat secara langsung dari salah satu perrnukaan penghantar menuju penghantar yang lain.

Kapasitor

571

Leakage current: Arus yang akan menghasilkan pengosongan total sebuah kapasitor jika kapasitor tersebut tidak dihubungkan ke jaringan pengisi untuk waktu yang cukup lama. Permitivity: Ukuran seberapa baik sebuah dielektrik akan memungkinkan adanya garis fluks dalam suatu dielektrik. Relative permitivity: Permitivitas bahan dibandingkan dengan permitivitas udara. Stray capacitance: Kapasitansi yang muncul bukan karena rancangan akan tetapi karena dua permukaan yang menghantar relatif dekat satu sarna lain. Surge voltage: Tegangan maksimum yang dapat digunakan pada kapasitor untuk selang waktu yang sangat singkat. .TRAN: Perintah PSPICE untuk menentukan analisis transient. TSTEP: Masukan harga PSPICE untuk menentukan selang antara harga yang ditentukan. TSTOP: Masukan harga PSPICE untuk menentukan harga akhir untuk fungsi yang ditentukan. Working voltage: Tegangan yang dapat digunakan pada kapasitor untuk waktu yang lama tanpa adanya kegagalan listrik.