Anda di halaman 1dari 4

Infertilitas

Definisi Infertilitas dikenal sebagai kegagalan dari suatu pasangan pada usia reproduktif untuk mengandung setelah melakukan koitus yang regular selama paling tidak setahun tanpa menggunakan kontrasepsi (Kimberly. 2007). Infertilitas primer terjadi apabila seorang wanita belum pernah hamil sama sekali. Infertilitas sekunder terjadi ketika seorang wanita pernah memiliki sekali atau lebih riwayat mengalami hamil. Kesuburan merupakan suatu kemungkinan mencapai kehamilan pada satu siklus menstruasi.(Kimberly. 2007)

Etiologi Keberhasilan dair kehamilan tergantung dari beberapa urutan kejadian yang kompleks seperti ovulasi, penangkapan ovum oleh tuba fallopii, fertilisasi, transport ovum yang telah terfertilisasi ke uterus, dan implantasi. Secara umum, infertilitas dapat dihubungkan dengan sepertiga dari pasangan wanita, sepertiga dari pasangan pria, dan sepertiga dari kedua pasangan. Perkiraan ini dapat menegaskan pemeriksaan yang berguna dalam menilai anggota dari pasangan sebelum meberikan terapi. Perkiraan dari insidensi dari berbagai penyebab infertilitas dapat dilihat pada table diatas. (Cunningham, 2008)

I.

Faktor Penyebab Infertilitas Pada Pria A. Pre testikular 1. Endokrin : hipogonadotropik hipogonadisme 2. Gangguan Koitus : a. Disfungsi ereksi : - Psikoseksual - Endokrin, neural, atau vaskular b. Gagal ejakulasi - Psikoseksual - Setelah operasi genitourinaria - Neural - Terkait obat B. Testikular 1. Genetik a. Sindrom Klinefelter b. Delesi kromosom Y c. Sindrom silia immotil 2. Kongenital : kriptorkidismus 3. Infeksi (orkitis) 4. Zat antispermatogenik a. Panas b. Kemoterapi

c. Obat-obatan d. Radiasi 5. Vaskular a. Torsio b. Varikokel 6. Imunologis 7. Idiopatik C. Post-testikular 1. Obstruksi a. Epididimis - Kongenital - Infeksi b. Vas deferens - Genetik : kistik fibrosis - Didapat : vasektomi 2. Epididymal hostlity : epididymal asthenozoospermia 3. Infeksi kelenjar aksesorius 4. Imunologis a. Idiopatik b. Post-vasektomi

II. Faktor Penyebab Infertilitas Pada wanita 1. Faktor Vagina : Vaginismus (kejang otot vagina), Vaginitis (radang/infeksi vagina), dll 2. Faktor Uterus (rahim) : Myoma (tumor otot rahim), Endometritis (radang sel. lendir rahim), Endometriosis(tumbuh sel. ender rahim bukan pada tempatnya), Uterus bicornis, arcuatus,ashermans syndrome, retrofleksi (kelainan bentuk dan posisi rahim), Prolap(pemburutan, penyembulan rahim ke bawah). 3. Faktor Cervix (Mulut Rahim) : Polip (tumor jinak), Stenosis (kekakuan mulut rahim), Non Hostile Mucus (kualitaslendir mulut rahim jelek), Anti Sperm Antibody (antibody terhadap sperma), dll.

4. Faktor Tuba Fallopi (Saluran Telur) :Pembuntuan, penyempitan, perlengketan saluran telur (bias karena infeksi ataukelainan bawaan). 5. Faktor Ovarium (Indung Telur) :Tumor, Cyste, Gangguan menstruasi (Amenorhoe, Oligomenorhoe dengan/tanpaovulasi). Organ ini berinteraksi dengan pusat pengendali hormone di otak (Hypothalamus dan Hipofisis) dalam mengatur siklus menstruasi. 6. Faktor Lain : Prolactinoma (tumor pada Hipofisis), Hiper/hypotroid (kelebihan/ kekuranganhormone tiroid), dll