BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Di seluruh dunia, hipertensi merupakan masalah yang besar dan serius. Di samping karena prevalensinya yang tinggi dan cenderung meningkat di masa yang akan datang, juga karena tingkat keganasan penyakit yang diakibatkan sangat tinggi seperti penyakit jantung, stroke, gagal ginjal dan lain-lain, juga menimbulkan kecacatan permanen dan kematian mendadak. Saat ini terdapat kecenderungan pada masyarakat perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibandingkan masyarakat pedesaan. Hal ini antara lain dihubungkan dengan adanya gaya hidup masyarakat kota yang berhubungan dengan risiko hipertensi seperti stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, minuman beralkohol, dan makan makanan yang tinggi kadar garam dan lemaknya. Selain itu faktor lingkungan juga diduga berpotensi sebagai faktor risiko. Pekerja di terminal yang terdiri dari beragam usia dan pekerjaan merupakan sample yang cocok untuk penelitian hipertensi karena rutinitas mereka yang padat, lingkungan mereka yang tinggi keterpaparan polusi, sehingga sering dijumpai pekerja yang tempramen tinggi dan stress. Hal ini mungkin adalah penyebab tidak langsung dari penyakit hipertensi. Penyakit hipertensi tidak hanya diakibatkan oleh faktor genetik dan riwayat penyakit, namun juga berbagai faktor lainnya. Untuk itulah diadakan penelitian pada pekerja di Terminal Giwangan, untuk mengetahui faktor risiko terjadinya hipertensi. B. Identifikasi Masalah C. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang hendak dibahas antara lain: 1. Apa ?
1

2. Tujuan 2 . Bagaimana usaha yang dilakukan pemerintah untuk menanggulangi masalah tingginya kematian Ibu dan Bayi di Cianjur? D.

BAB II TELAAH PUSTAKA A. Gambaran Umum 3 .

BAB II PEMBAHASAN A. Sedangkan menurut UN dan WHO mati adalah keadaan menghilangnya semua 4 . 1985. yang dimaksud dengan mati adalah peristiwa hilangnya semua tanda-tanda kehidupan secara permanen. Menurut Budi Utomo. Mortalitas Kematian atau mortalitas adalah salah satu dari tiga komponen proses demografi yang berpengaruh terhadap struktur penduduk. yang bisa terjadi setiap saat setelah kelahiran hidup.

Data kematian juga diperlukan untuk kepentingan evaluasi terhadap program-program kebijaksanaan penduduk. atau gerakan otot. yaitu morbiditas diartikan sebagai penyakit atau kesakitan. tanpa memandang apakah tali pusat sudah dipasang atau belum. yang bisa terjadi setiap saat setelah lahiran hidup. Menurut konsepnya tiga keadaan vital tentang kematian yang masing-masing bersifat “mutually exclusive”. Hal ini mengindikasikan tingkat kesehatan masyarakatnya yang masih rendah. mati (dealth). Selain itu ada pula lahir mati yaitu peristiwa menghilangnya tanda-tanda kehidupan dari hasil konsepsi sebelum hasil konsepsi tersebut dikeluarkan dari rahim ibunya. hasil konsepsi bernafas dan mempunyai tanda-tanda hidup lainya. fasilitas pendidikan. menyumbangkan angka kematian ibu dan bayi tertinggi pertama se-Asia Tenggara. B. 5 . dan jasa lain untuk kepentingan masyarakat. seperti denyut jantung. maka sebelum terjadi kematian terjadi lahir hidup. Misalnya perencanaan fasilitas perumahan. Dari kedua definisi tersebut. Tiga keadaan vital tersebut yaitu: lahir hidup (live birth). Penyakit / kesakitan dapat menimpa manusia lebih dari satu kali dan selanjutnya rangkaian morbiditas ini. dan peringkat keempat se-Asia Pasifik. Definisi lahir hidup menurut UN dan WHO adalah peristiwa keluarnya hasil konsepsi dari rahim seorang ibu secara lengkap tanpa memandang lamanya kehamilan dan setelah perpisahan tersebut terjadi. dan lahir mati (fatal dealth). denyut tali pusar.tanda-tanda kehidupan secara permanen. atau yang lebih sering dikenal dengan morbiditas kumulatif pada akhirnya akhirnya menghasilkan peristiwa yang disebut dengan kematian. Angka Kematian Ibu dan Bayi Tertinggi Indonesia yang adalah Negara berkembang. Ada juga istilah lain yang dikenal dalam mortalitas. dan kurang optimalnya pelayanan kesehatan. Data kematian sangat diperlukan untuk proyeksi penduduk guna perencanaan pembangunan.

Angka kematian ibu tersebut menurun disbanding tahun 2009 yaitu sebanyak 814 kasus.710). namun naik dibanding tiga tahun sebelumnya. Menengok data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat.247 orang. 6 . disusul Jateng (723.760) . NTT (710. daerah yang paling banyak menyumbang angka kematian ibu dan bayi di Indonesia adalah Provinsi Jawa Barat (794.853) . Sementara jumlah kelahiran hidup berjumlah 685.912) . pada tahun 2010. Pada tahun 2006 lalu. kematian Ibu melahirkan berjumlah 794. dan Jatim (612. jumlah kematian ibu melahirkan masih dibawah 700 kasus.Menurut sumber survay BKKBN 2010.723). Banten (645.

76 juta jiwa. Proporsi ini tampaknya berbanding lurus dengan jumlah penduduk di masing-masing daerah tersebut.Untuk tahun 2010.764 jiwa dan 175. 7 . masing-masing 3 dan 2 kasus. Penyebab Tingginya AKI di Cianjur Kematian perempuan hamil (maternal) atau kematian dalam 42 hari setelah berakhirnya kehamilan tanpa mempertimbangkan umur dan jenis kehamilan sebagai komplikasi persalinan atau nifas. Mengacu kepada hasil Sensus Penduduk (SP).165 jiwa.16 juta jiwa dan 4. masing-masing 76 dan 74 kasus. penduduk Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bogor masing-masing berjumlah 2. Sementara itu kota Cirebon dan Bandung dihuni masing-masing 295. C. Kabupaten Cianjur dan Bogor menjadi penyumbang terbesar kematian Ibu dan Bayi. Adapun kota Cirebon dan Kota Bandung tercatat sebagai daerah dengan AKI/B terendah. Data tersebut menyatakan bahwa posisi tertinggi kabupaten penyumbang angka kematian ibu dan bayi tertinggi adalah Cianjur.

abortus 3%. masalah tingginya AKI di Cianjur harus segera diatasi. Penyebab tingginya Angka Kematian Ibu di Cianjur ini ada beragam. 8 . dan penyebab lain sebesar 3 %. baik sebab langsung maupun tak langsung. namun menurut data BKKBN tahun 2010 ternyata AKI (Angka Kematian Ibu) tertinggi ditempati oleh Kabupaten Cianjur. infeksi 10 %. namun apapun alasannya. Sebenarnya hal ini sinkron dengan jumlah penduduknya. diantaranya adalah pendarahan 45% . Penyebab langsung kematian Ibu di Cianjur ada.Kabupaten Cianjur sebenarnya bukanlah daerah yang terpencil. tidak hanya oleh pemerintah. namun tiap unsure masyarakat. pelayanan kesehatannya pun cukup memadai. partus lama 4%. hipertensi 33% .

maupun kecelakaan yang berupa terjatuh. maka Ibu tidak dapat lagi menahan rasa sakit dan akhirnya mengalami kematian. dalam kondisi ibu yang masih lemah dapat mengakibatkan kematian ibu. Banyak factor yang dapat menyebabkan seorang ibu mengalami pendarahan.Pendarahan adalah peristiwa keluarnya darah dari pembuluh darah karena pembuluh tersebut mengalami kerusakan. seperti kondisi prenatal. Partus lama dapat menyebabkan kematian sang ibu karena keadaan menjelang melahirkan itu adalah kondisi krusial dan sangat sakit yang dirasakan oleh ibu. dll) ttidak hanya menyebabkan kematian bayi dalam kandungan. Partus ialah tindakan pertolongan persalinan yang dilakukan oleh tenaga medis. dukun beranak. Abortus ialah peristiwa gugurnya janin dalam kandungan dengan disengaja. Hipertensi terjadi karena aliran darah terlalu encer. Hipertensi atau darah tinggi adalah keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal atau kronis (dalam waktu yang lama). 9 . Infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya bibit penyakit (baik bakteri maupun virus). dll. obat-obatan kimia. dengan terlambatnya tindakan partus. sehingga ibu tersebut kehabisan darah sebelum sempat ditransfusikan darah. Aborsi yang dilakukan dengan minim pengetahuan medis (melalui tukang pijat. namun juga beresiko pada kematian sang ibu. tekanan sistolik dan diastoliknya melebihi batas normal. Peristiwa ini dapat tejadi saat proses melahirkan. terbentur. Kasus ini sering terjadi pada remaja yang mengalami kehamilan diluar nikah. darah yang dikeluarkan ibu terlalu banyak. dan infeksi-infeksi lain yang timbul akibat masuknya mikroba pada luka bersalin. Luka yang sangat rentan infeksi tersebut. sehingga dapat mengakibatkan kematian saat melahirkan karena jantung memompa lebih kuat cairan darah setiap detiknya dan memicu pendarahan. Pada kasus kehamilan infeksi yang terjadi dapat beragam dari infeksi saluran urin. Pendarahan dapat menyebabkan kematian ibu karena saat melahirkan.

seperti kehamilan yang tidak diinginkan. terlalu tua untuk mempunyai anak. Keadaan ekonomi. Kedua. terlambat mencapai fasilitas kesehatan. juga turut meningkatkan resiko kematian maternal. terlalu rapat jarak melahirkan. Ketiga. Pertama. Pertama. tetapi bukan karena kecelakaan. tidak disebabkan oleh kurang efektifnya pencegahan kematian. Kedua. merokok. Angka kematian bayi juga merupakan indikator yang sangat berguna. ada “Empat Terlalu” yang juga memicu kematian. 2) kondisi sosial-ekonomi yang kurang menguntungkan. terlalu muda punya anak. terutama memiliki anak pertama sebelum usia 20 tahun. terlambat mendapatkan pertolongan di fasilitas.Adapun penyebab tak langsung dengan penyebab terkait atau diperberat oleh kehamilan dan menajemen kehamilan. dan keterbatasan pengetahuan masyarakat merupakan salah satu penyebab krusial banyaknya kematian ibu di Cianjur. Di sisi lain. tidak saja terhadap status 10 . dan 3) ketidaksetaraan gender. D. Dengan ekonomi kurang maka masyarakat lebih memilih melakukan persalinan di dukun beranak dengan biaya yang minim walaupun beresiko besar akan kematian. Ketiga. Keempat. Ada tiga keterlambatan yang turut memicu kematian ibu. Selain itu faktor sikap dan perilaku ibu. terlambat mengenal tanda bahaya dan mengambil keputusan. Penyebab Tingginya AKB di Cianjur Angka kematian bayi merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan masyarakat. keterlambatan pemeriksaan kehamilan. kurangnya akses pelayanan kesehatan. terlalu banyak melahirkan. Akses bidan desa yang tidak terjangkau juga menyebabkan masyarakat beralih ke dukun beranak. dan tindak kekerasan selama kehamilan. Pengetahuan yang kurang akan resiko kehamilan juga mengambil andil dalam meningkatnya kematian ibu di Cianjur. akan tetapi lebih kepada 1) pelanggaran terhadap hak perempuan.

sanitasi dan social ekonomi akan sangat menentukan terhadap tinggi rendahnya kematian bayi. Cianjur menyumbangkan angka terbesar kematian bayi dibandingkan kabupaten-kabupaten lain di Indonesia. Penyebab langsung kematian bayi ada beragam. Faktor lingkungan luar berkontribusi besar sebagai penyebab kematian bayi. diantaranya: 11 . Sedangkan kematian bayi eksogen adalah kematian bayi yang di sebabkan oleh faktor-faktor yang bertalian dengan pengaruh lingkungan luar. tetapi juga terhadap status penduduk keseluruhan dan kondisi ekonomi dimana penduduk tersebut bertempat tinggal. Semakin meningkatnya usia. Kematian bayi endogen adalah kematian bayi yang di sebabkan oleh faktor-faktor anak yang dibawa sejak lahir. kualitas lingkungan pada bentuk kondisi higene.kesehatan anak. penyebab kematian endogen semakin berkurang dan penyebab kematian eksogen meningkat. yang pengontrolannya memerlukan kemampuan untuk menembus pengetahuan tentang masalah-masalah biologi yang lebih mendasar. Ada dua faktor umum penyebab tingginya kematian pada bayi yaitu endogen dan eksogen. diwarisi oleh orang tuanya pada saat konsepsi atau didapat dari ibunya selama kehamilan. Kematian bayi lebih banyak disebabkan oleh faktor endogen.

avitaminosis. penyakit infeksi 2%. hipervitaminosis. dan salah gizi 1%. ISPA (infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah infeksi pada saluran pernapasan atas yang biasanya ditandai dengan bersin-bersin. Diare sering dialami bayi di masa-masa awal pertumbuhan karena salah asupan makanan atau minuman yang mengandung bakteri penyebab diare. dan bayi sangat rentan akan penyakit ISPA. Keadaan fetus yang buruk baik akibat endogen maupun eksogen dapat mengakibatkan kematian bayi yang belum lahir tersebut. Kondisi prenatal adalah keadaan kesehatan dan kondisi fetus sebelum lahir. dan mungkin juga kejang karena kekurangan oksigen. Kejadian salah gizi pada bayi. ISPA 35% . dapat mengakibatkan kematian pada bayi. diantaranya: Diare 54% . Kondisi prenatal 8% . gizi buruk. Penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan oleh masuknya bibit penyakit (baik bakteri maupun virus). dll. malnutrisi. Bayi pada tahap-tahap pertumbuhan awal sangat membutuhkan asupan gizi yang cukup. Gizi adalah nutrisi yang dibutuhkan tubuh. demam. Bibit penyakit ini menyerang tubuh bayi hingga akhirnya kekebalan tubuh bayi menurun dan bayi pun terinfeksi penyakit.Penyebab kematian bayi di Cianjur ada beragam. contohnya: diabetes mellitus. dan dapat mengakibatkan dehidrasi hingga kematian. dengan atau tanpa darah yang disebabkan oleh bakteri. hidung tersumbat atau meler. Diare adalah defekasi encer lebih dari 3 kali sehari. hingga dapat mengakibatkan kematian. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak. 12 .

• Menggerakkan program KB Program KB digencangkan kembali oleh pemerintah dengan harapan dapat menurunkan fertilitas sehingga mengurangi resiko kematian ibu dan bayi. Saat ini. E. KB juga dapat mencegah efek kehamilan muda dan intensitas seringnya kehamilan (4 anak atau lebih) yang sangat beresiko pada kematian ibu dan bayi. memiliki posisi terdekat ke masyarakat. sehingga dengan pengkaderisasian posyandu di tiap kecamatan bahkan hingga ke desa-desa diharapkan dapat menekan tingkat kematian Ibu dan Bayi dengan pelaksanaan program pencegahan dan penyuluhan untuk mendidik masyarakat. pemerintah sedang melaksanakan usaha penanggulangan diantaranya: • Meningkatkan kaderisasi posyandu di tiap kecamatan dan desa Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Cianjur sangat memperihatinkan. Dengan KB. Masalah AKI/B di Cianjur ini harus segera ditanggulangi untuk mencegah munculnya dampak lain yang mungkin dapat terjadi. posyandu yang merupakan primary health care perpanjangan dari posyandu. Usaha Penanggulangan oleh Pemerintah Tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi di Cianjur membuat sentakan bagi pemerintah khususnya pemerintah kabupaten Cianjur.Itulah hal-hal yang menjadi penyebab langsung kematian pada bayi di Cianjur. • Penempatan bidan desa 13 . masyarakat diajak untuk merencanakan kehidupannya dengan lebih baik memiliki hanya 2 anak.

14 . kurangnya akses pelayanan kesehatan menyebabkan masyarakat terpaksa melakukan persalinan melalui dukun beranak. Karena itulah pemerintah menempatkan bidanbidan di desa-desa untuk membantu masyarakat mendapatkan pertolongan persalinan guna mencegah terjadinya kematian. • Merealisasikan program Jamsosnas Jamsosnas (Jaminan Sosial Nasional) merupakan jaminan kesehatan) adalah jaminan kesehatan yang disubsidikan pemerintah bagi seluruh rakyat tanpa diskriminasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan umum. Di dalam jamsosnas terdapat banyak kemudahan untuk menerima pelayanan kesehatan. Selama ini. khususnya dalam hal pembiayaan kesehatan ibu dan anak serta pengurangan biaya persalinan. dan tenaga nonmedis lainnya. juga pengurangan biaya.Kematian ibu dan bayi sering terjadi karena kurangnya akses menuju pelayanan kesehatan.

yang diantaranya adalah kesadaran masyarakat yang masih minim. kurangnya pemberdayaan perempuan. akses menuju pelayanan kesehatan masih minim. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang didapat dari pembahasan pada bab sebelumnya adalah: 1. pelayanan kesehatan yang kurang optimal. biaya persalinan 15 mahal. Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Cianjur disebabkan oleh banyak faktor.BAB III PENUTUP A. .

khususnya pengurangan biaya persalinan dan penggerakan KB 16 . khususnya Kesehatan Ibu dan Anak untuk dapat menurunkan tingkat kematian Ibu dan Bayi di Cianjur 2. menggerakkan program KB. 5. Sebaiknya Posyandu lebih tegas digerakkan.2. Pemerintah dalam menekan kasus kematian ibu dan bayi di Cianjur melakukan bererapa upaya penanggulangan. B. Sebaiknya kontrak bidan desa diperpanjang. Sebaiknya Pemerintah memonitoring kegiatan pelayanan kesehatan di Cianjur. menempatkan bidan desa terlatih di tiap desa. Sebaiknya pemerintah benar-benar merealisasikan program Jaminan Sosial Nasional. Saran-Saran Adapun saran yang dapat disampaikan adalah : 1. dan akan segera merealisasikan program jamsosnas serta menurunkan biaya persalinan. yaitu: mengkaderisasi posyandu di tiap-tiap kecamatan dan desa-desa. dan profesionalismenya dievaluasi terlebih dahulu sebelum ditempatkan di daerah sasaran. Sebaiknya kaderisasi posyandu diadakan di tiap desa bahkan perdukuhan agar lebih menjangkau seluruh masyarakat 4. dan diberi dana serta prasarana yang mencukupi 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful