Anda di halaman 1dari 10

MORFOLOGI MIKROORGANISME

Oleh : Nama NIM Kelompok Asisten : Ferdyanto : B0A011028 :4 : Sodik Wuryanto

LAPORAN PRAKTIKUM PENGELOLAAN PASCA PANEN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN FAKULTAS BIOLOGI PROGRAM STUDI D-III PENGELOLAAN SUMBERDAYA PERIKANAN PURWOKERTO 2012

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan. Dengan demikian enzim yang tidak diperlukan tidak akan disimpan dalam bentuk persediaan. Enzimenzim tertentu yang diperlukan untuk perngolahan bahan makanan akan diproduksi bila bahan makanan tersebut sudah ada. Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat. Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan (Waluyo, 2004) Dunia mikroorganisme terdiri dari berbagai kelompok jasad renik Kebanyakan bersel satu atau uniseluler. Ciri utama yang membedakan kelompok organisme tertentu dari mikroba yang lain adalah organisasi bahan selulernya. Dunia mikroba terdiri dari Monera (Virus dan sianobakteri), Protista, dan Fungi. Mikroorganisme tersebut diantaranya adalah bakteri, jamur, dan virus. Secara umum, bakteri, jamur, dan virus mempunyai morfologi dan struktur anatomi yang berbeda. Di dalam kehidupannya beberapa mikroorganisme seperti bakteri, jamur, dan virus selalu dipengaruhi oleh lingkungannya dan untuk mempertahankan hidupnya mikroorganisme melakukan adaptasi dengan lingkungannya. Adaptasi ini dapat terjadi secara cepat serta bersifat sementara waktu dan dapat pula perubahan itu bersifat permanen sehingga mempengaruhi bentuk morfologi serta struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus. Untuk mengidentifikasikan suatu mikroorganime dapat dilakukan dengan mengetahui morfologi dan struktur

anatominya. Oleh karena itu kita perlu mengetahui bentuk morfologi dan struktur anatomi dari bakteri, jamur, dan virus (Waluyo, 2004). B. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui morfologi bakteri, yeast, dan jamur.

II. MATERI DAN METODE

A. Alat Alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah cawan petri yang sudah diinkubasi dan terdapat bakteri di dalamnya, yeast, kapang, dan colony counter.

B. Bahan Bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah, biakan-biakan bakteri, yeast, dan jamur yang sudah di inkubasi di media cawan petri.

C. Metode Metode kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut : 1. Siapkan yeast, bakteri dan jamur yang akan di amati. 2. Diamati cawan petri dengan teliti, hitung jumlah koloni bakteri yang ada. 3. Bandingkan setiap bakteri yang berada di cawan petri. 4. Dicatat hasilnya.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Data Pengamatan

Gambar 1. NA 10-3

Gambar 2. NA 10-4

Gambar 3. SSA 10-3

Gambar 4. SSA 10-4

Gambar TCBSA 10-3

Gambar TCBSA 10-4

B. Pembahasan Bentuk umum mikroorganisme terdiri dari satu sel (uniseluler), seperti yang umum didapatkan pada bakteri, ragi, dan mikroalga. Bentuk mikroorganisme dapat juga berbentuk filamen atau serat, yakni rangkaian sel yang terdiri dari 2 sel atau lebih yang berbentuk rantai, seperti yang umum didapatkan pada fungi. Bentuk filamen paa kenyataannya dapat berupa filamen semu bila hubungan antara sel satu dengan lainnya tidak nyata atau tidak ada. Sedangkan bentuk filament benar, kalau hubungan antara satu sel dengan lainnya terdapat hubungan yang jelas, baik hubungan secara morfologis (bentuk) maupun secara fisiologi (fungsi sel) Coyne, Mark S. (1999). Menurut Pelczar, Michael J.(1999), bakteri merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Bakteri memiliki bentuk bermacam-macam yaitu, bulat, batang dan spiral. a. Bakteri bentuk bulat b. Bakteri bentuk bola

c. Bakteri bentuk spiral

Dari praktikum ini dapat hasil Bakteri berwarna Bakteri tersusun atas dinding sel dan isi sel. Disebelah luar dinding sel terdapat selubung atau kapsul. Di dalam sel bakteri tidak terdapat membrane dalam (endomembran) dan organel bermembran seperti kloroplas dan mitkondria. Struktur tubuh bakteri dari lapisan luar hingga bagian dalam sel yaitu flagela, dinding sel, membrane sel, mesosom, lembaran fotosintetik, sitoplasma, DNA, plasmid, ribosom, dan endospora (Coyne, 1999). Bakteri bereproduksi secara vegetatif dengan membelah diri secara biner. Pada lingkungan yang baik bakteri dapat membelah diri tiap 20 menit. Pembuahan seksual tidak dijumpaipada bakteri, tetapi terjadi pemindahan materi genetik dari satu bakteri ke bakteri lain tanpa menghasilkan zigot. Peristiwa ini disebut proses paraseksual. Ada tiga proses paraseksual yang telah diketahui, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi (Syamsuri, Istamar. 2004). Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 m lebarnya dan panjangnya dari 5-30 m atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Selsel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya (Waluyo, Lud. 2004).

Kapang merupakan jenis jamur multiseluler yang bersifat aktif karena merupakan organisme saprofit dan mampu memecah bahan bahan organic kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Di bawah mikroskop dapat dilihat bahwa kapang terdiri dari benang yang disebut hifa, kumpulan hifa ini dikenal sebagai miselium. Kapang tersebut mudah dijumpai pada bagian-bagian ruangan yang lembab, seperti langit-langit bekas bocor, dinding yang dirembesi air, atau pada perabotan lembab yang jarang sinar matahari. Kapang melakukan

reproduksi dan penyebaran menggunakan spora. Spora kapang terdiri dari dua jenis, yaitu spora seksual dan spora aseksual. Spora aseksual dihasilkan lebih cepat dan dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan spora seksual. Spora aseksual memiliki ukuran yang kecil (diameter 1 10 m) dan ringan, sehingga penyebarannya umumnya secara pasif menggunakan aliran udara (Winarni, Endang Widi. 2007).

IV. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1. Bakteri nberwarna, yeast berwarna, dan kapang berwarna. 2. Bakteri bereproduksi secara vegetatif dengan membelah diri secara biner. 3. Kapang melakukan reproduksi dan penyebaran menggunakan spora. B. Saran Sebaiknya pada praktikum ksli ini praktikan dipastikan pemahamannya tentang mengidentifikasi morfolohgi organisme

DAFTAR PUSTAKA

Coyne, Mark S. 1999. Soil Microbiology: An Exploratory Approach. Delmar Publisher, USA. Pelczar, Michael J. 1999. Microbiology. Mcgraw-hill International Editions, USA. Syamsuri, Istamar. 2004. BIOLOGI untuk SMA kelas X. Erlangga, Jakarta. Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. UMM PRESS, Malang. Winarni, Endang Widi. 2007. Biologi 3. Esis, Jakarta.