Anda di halaman 1dari 3

PROSES PEMOTONGAN HEWAN SYARAT HEWAN YANG AKAN DIPOTONG 1.

Pengistirahatan Hewan Hewan yang akan di sembelih harus dilakukan pengistirahatan minimal 12 jam sebelum di lakukan keputusan penyembelihan. Hewan sebaiknya diletakkan pada tempat yang nyaman, teduh, tidak diberi pakan atau dipuasakan selama 8 jam supaya isi perut (feses) dapat keluar, sehingga pada saat disembelih hewan dapat meminimalkan cemaran dari digesta. Istirahat pada hewan di tujukan agar darah terkonsentrasi pada peredaran darah besar, sehingga pada penyembelihan darah hewan dapat tuntas keluar. 2. Pemeriksaan ante mortum Pemeriksaan kesehatan sebelum hewan disembelih dilakukan sesuai dengan kaidah pemeriksaan yaitu dilakukan persistema, mulai dari penampilan luar sampai indicator medic yang spesifik. Misalnya dari pandangan luar apakah terdapat kecacatan tubuh, pincang, tidak mempunyai testes, kondisi tubuh kurus, turgor kulit jelek, penyakit kulit dan sebagainya. Keputusan pemeriksaan ante mortum Setelah dilakukan pemeriksaan antemortum maka dapat disimpulkan keputusa sebagai berikut: 1. Diijinkan untuk disembelih
a. Sehat diijinkan untuk di sembelih b. Disembelih dengan syarat

2. Ditolak untuk disembelih


a. ditolak ------- > untuk dimusnahkan b. ditunda : misalnya pada saat kelelahan, memerlukan observasi lebih lanjut

untuk menunggu kepastian penyakit yang diderita PROSES PEMOTONGAN HEWAN 1. Tanpa "Pemingsanan" Cara ini banyak dilakukan di Rumah-rumah Potong tradisional. Penyembelihan dengan cara ini ternak direbahkan secara paksa dengan menggunakkan tali temali yang diikatkan pada kaki-kaki ternak yang dihubungkan dengan ring-ring besi yang tertanam pada lantai Rumah Potong, dengan menarik tali-tali ini ternak akan rebah. Pada penyembelihan dengan sistem ini diperlukan

waktu kurang lebih 3 menit untuk mengikat dan merobohkan ternak. Pada saat ternak roboh akan menimbulkan rasa sakit karena ternak masih dalam keadaan sadar.

2. Dengan pemingsanan Di Rumah Potong Hewan yang besar dan modern, sebelum ternak dipotong terlebih dahulu dilakukan "pemingsanan", maksudnya agar ternak tidak menderita dan aman bagi yang memotong. Pemingsanan dengan cara memukulkan palu yang terbuat dari kayu keras pada bagian atas dahi, sehingga ternak jatuh dan tidak sadar. Pemingsanan dilakukan dengan menggunakan "senapan" yang mempunyai "pen". Pen ini akan menembus tempurung kepala ternak dan mengenai otak, sehingga ternak pingsan dan roboh. Pemingsanan dilakukan dengan menggunakan sengatan listrik. Penggunaan Chemical Narcosis, umumnya dilakukan pada babi