Anda di halaman 1dari 9

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD)

Oleh Liyana Madayu NIM 1131210137 2A

JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG MEI 2013

PENGERTIAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA DIESEL (PLTD)


Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) adalah pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak pemula (Prime Mover). Prime mover merupakan alat yang mempunyai fungsi menghasilkan energi mekanisyang diperlukan untuk memutar rotor generator. PLTD merupakan suatu instalasi pembangkit listrik yang terdiri dari suatuunit pembangkit (SPD) dan sarana pembangkitan. Mesin Diesel adalah penggerak utama untuk mendapatkan energi listrik yang kemudian dikeluarkan olehGenerator . Pada mesin Diesel Energi Bahan bakar diubah menjadi energimekanik dengan proses pembakaran di dalam mesin itu sendiri. Mesin Diesel pada saat ini sudah banyak mengalami perkembangan dalam pemakaian untuk angkutan darat dan laut, kemudian pembangkitan dalam daya kecil dan menengah bahkan sampai daya besar sudah ada yang menggunakannya. Unit PLTD adalah kesatuan peralatan-peralatan utama dan alat-alat bantuserta perlengkapannya yang tersusun dalam hubungan kerja, membentuk sistemuntuk mengubah energi yang terkandung didalam bahan bakar minyak menjaditenaga mekanis dengan menggunakan mesin diesel sebagai penggerak utamanyadan seterusnya tenaga mekanis tersebut diubah oleh generator menjadi tenagalistrik.

PRINSIP KERJA PLTD


1. Bahan bakar didalam tangki penyimpanan bahan bakar dipompakan ke dalam tanki penyimpanan sementara namun sebelumnya disaring terlebih dahulu.Kemudian disimpan didalam tangki penyimpanan sementara (daily tank ). Jika bahan bakar adalah bahan bakar minyak (BBM) maka bahan bakar dari dailytank dipompakan ke Pengabut (nozzel ), disini bahan bakar dinaikan temperaturnya hingga manjadi kabut. Sedangkan jika bahan bakar adalah bahan bakar gas (BBG) maka dari dari daily tank dipompakan ke convertion-kit (pengatur tekanan gas) untuk diatur tekanannya.

2. Menggunakan kompresor udara bersih dimasukan kedalam tangki udara start melalui saluran masuk ( intake manifold ) kemudian dialirkan ke turbocharger .Didalam turbocharger tekanan dan temperatur udara dinaikan terlebih dahulu.Udara yang dialirkan pada umumnya sebesar 500 psi dengan suhu mencapai600C.

3. Udara yang bertekanan dan bertemperatur tinggi dimasukan kedalam ruang bakar (combustion chamber ).

4. Bahan bakar dari convertion kit (untuk BBG) atau nozzel (untuk BBM)kemudian diinjeksikan kedalam ruang bakar (combustion chamber )

5. Didalam mesin diesel terjadi penyalaan sendiri, karena proses kerjanya berdasarkan udara murni yang dimanfaatkan di dalam silinder pada tekananyang tinggi (35 50 atm), sehingga temperatur di dalam silinder naik. Dan pada saat itu bahan bakar disemprotkan dalam silinder yang bertemperatur dan bertekanan tinggi melebihi titik nyala bahan bakar sehingga akan menyala secara otomatis yang menimbulkan ledakan bahan bakar.

6. Ledakan pada ruang bakar tersebut menggerak torak/piston yang kemudian pada poros engkol dirubah menjadi energi mekanis. Tekanan gas hasil pembakaran bahan bakan dan udara akan mendorong torak yang dihubungkandengan poros engkol menggunakan batang torak, sehingga torak dapat bergerak bolak-balik (reciprocating ). Gerak bolak-balik torak akan diubah menjadi gerak rotasi oleh poros engkol (crank shaft ). Dan sebaliknya gerak rotasi poros engkol juga diubah menjadi gerak bolak-balik torak pada langkah kompresi.

7. Poros engkol mesin diesel digunakan untuk menggerakan poros rotor generator. Oleh generator energi mekanis ini dirubah menjadi energi listrik sehingga terjadi gaya geral listrik (ggl).

8. Tegangan yang dihasilkan generator dinaikan tegangannya menggunakan trafo step up agar energi listrik yang dihasilkan sampai kebeban. 9. Menggunakan saluran transmisi energi listrik dihasilkan dikirim kebeban.Disisi beban tegangan listrik diturunkan kembali menggunakan trafo stepdown (jumlah lilitan sisi primer lebih banyak dari jumlah lilitan sisi sekunder).

KOMPONEN PLTD
Mesin diesel terdiri dari banyak komponen atau sistem, secara garis besar dapat kita bagi menjadi : mesin, sistem aliran bahan bakar (flow of fuel system), sistem pelumasan (lumbrication system), sistem udara masuk dan buang, sistem pedinginan, sistem penggerak awal diesel (starting system), dan sistem pengaturan. 1. Mesin / motor Merupakan komponen dasar dari mesin yang memperkuat daya. Mesintersebut dirangkai dikopel langsung dengan generator.
Mesin diesel merupakan peralatan dari PLTD yang memiliki fungsi sebagai penggerak generator, yang nantinya generator ini akan berputar dan menghasilkan energi listrik sebagai keluaran akhir dari proses PLTD. Pada mesin diesel ada dua jenis mesin yaitu mesin dua langkah (dua fase) dan empat langkah (empat fase). Yang dimaksud dengan mesin dua langkah (dua fase) yaitu mesin yang pada saat melakukan torak mesin ini bergerak maju mundur sebanyak dua kali sehingga

generator baru dapat berputar sekali. Sedangkan yang dimaksud dengan mesin empat langkah (empat fase) adalah mesin yang pada saat melakukan torak mesin ini bergerak empat kali maju mundur, sehingga generator akan menghasilkan putaran sebanyak satu kali. Masingmasing dari jenis mesin diesel ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Adapun kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dari mesin dua langkah adalah lebih cepat memutar generator karena mesin diesel ini terkopel langsung dengan generator, tetapi akan menghasilkan beban yang sangat besar, sehingga akan lebih boros dalam penggunaan bahan bakar. Sedangkan untuk mesin empat langkah akan lebih lambat proses memutar generatornya, karena mesin ini menggunakan sistem transmisi, tetapi dilihat dari segi ekonomis akan lebih menguntungkan karena mesin diesel empat langkah ini lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar. Bagian-bagian dari mesin diesel, yaitu : Silinder berbasis atau V. Turbo charger dan intecooling. Turbo charger memiliki fungsi dalam sirkulasi udara, yaitu memberikan peluang masuknya udara bebas lebih banyak, sehingga bahan bakar dan daya yang dihasilkan akan lebih banyak pula. Dengan menggunakan turbo charger ini mesin diesel akan menghasilkan daya lebih besar sekitar 20% -50%. Pompa bahan bakar. Dalam pompa bahan bakar terdapat tangki bahan bakar yang memiliki fungsi sebagai wadah atau tempat dari bahan bakar itu sendiri. Bahan bakar ini nantinya akan dipompa oleh pompa bahan bakar menuju ke mesin-mesin penggerak generator. Governor Governor merupakan bagian dari mesin diesel yang berfungsi sebagai pengatur kecepatan putaran pada mesin diesel. Governor ini terdiri dari 3 macam, yaitu : a) Governor mekanis. b) Governor kecepatan lebih. c) Governor hidrolis. Mesin dengan dua fase atau empat fase.

2. Sistem aliran bahan bakar (flow of fuel system) Bahan bakar yang digunakan harus memenuhi syarat terjadinya pembakaran di ruang bakar. Bahan bakar harus mempunyai titik nyala (autoignition) sedikit lebih rendah dari temperature yang dihasilkan dari langkah kompresi. Hal ini dimaksudkan supaya bahan bakar dapat teroksidasi dengan baik, sehingga menghasilkan tenaga ekspansi yang besar. Sistem aliran bahan bakar ini dimulai dari storage tank penampung bahan bakar,

kemudian dipompa tentunya sebelum masuk pompa harus difilter terlebih dahulu. Setelah itu bahan bakar akan masuk ke injection pump (pompa injeksi), untuk ditekan dengan besaran tekanan tertentu sehingga masuk ke injektor (injector). Injektor berfungsi sebagai atomizer (pengkabut) bahan bakar, yaitu mengubah bahan bakar menjadi butiran-butiran sangat kecil sehingga secara visual akan terlihat seperti kabut. Sehingga memudahkan bahan bakar meledak. Apa yang terjadi bila bahan bakar tidak mengkabut diruang bakar? Jika mesin diesel ini terdiri lebih dari satu silinder maka akan menyebabkan gas buang menjadi sangat panas, dikarenakan sebagian atau seluruh bahan bakar terbakar setelah masuk ke dalam ekshaus manifol (exhaust manifold). 3. Sistem pelumasan (lumbrication system) Minyak pelumas atau oli merupakan komponen dalam sistem ini. Oli merupakan komponen utama yang sangat vital digunakan pada sistem yang bergerak. Fungsi utamanya adalah mengurangi gesekan yang terjadi pada komponen yang bergesekan dan juga mengurangi panas yang terjadi pada saat gesekan itu sendiri. Pada mesin diesel pelumasan diperlukan pada posisi bearing terutama main bearing dan crank pin bearing or big end bearing , pada gerakan rocker arm juga memerlukan pelumasan. Untuk memastikan komponen-komponen yang bergesekan terlumasi maka diperlukan pompa untuk mengalirkan oli ke seluruh permukaan yang bergesekan. Biasanya jenis pompa yang digunakan adalah pompa roda gigi (gear pump). Karena jenis ini merupakan pompa yang mempunyai hasil tekanan kerja yang tinggi serta aliran yang stabil. Tekanan yang dihasilkan dapat mencapai 3 bar lebih, tekanan yang cukup dipergunakan untuk membuat lapisan film oli terutama pada main bearing mesin diesel dengan ukuran sangat besar. 4. Sistem udara masuk dan buang Sistem udara masuk dan buang terdiri dari filter udara masuk (air intake filter), turbocharger, intercooler, saluran udara masuk air intake manifold, katup isap dan katup buang (intake valve and exhaust valve), exhaust manifold, dan silincer atau knalpot. Fungsi dari filter udara masuk adalah menghalangi kotoran berupa debu dan partikel padat lainnya masuk ke sistem udara masuk dan buang. Untuk mesin-mesin kecil biasanya menggunakan cartridge sebagai filternya, sedangkan untuk mesin-mesin yang sangat besar biasanya dilengkapai dengan oil trap. Turbocharger adalah suatu komponen tambahan yang digunakan pada mesin-mesin diesel sedang hingga besar. Komponen ini sangat membantu meningkatkan performa dari mesin diesel. Terdiri dari dua sisi yaitu sisi blower (sisi isap) dan sisi turbin (sisi buang). Prinsip kerja dari turbocharger adalah pemanfaatan gas buang hasil pembakaran yang masih mempunyai sisa energi digunakan

untuk tenaga pada sisi blower melalui turbin. Udara yang dihasilkan oleh blower mempunyai tekan yang tinggi sehingga sangat meningkatkan daya yang dihasilkan oleh mesin diesel itu sendiri. Intercooler berfungsi sebagai pemampat udara yand ditekan oleh blower sehingga lebih besar densitinya melalui proses pendinginan.

Selain itu juga berfungsi untuk menurunkan temperatur udara masuk ruang bakar, sehingga temperatur hasil kompresi tidak sangat jauh lebih tinggi daripada temperatur titik nyala bahan bakar. Apa yang terjadi jika temperatur jauh lebih tinggi daripada titik nyala bahan bakarnya? Akan terjadi back pressure yang sangat besar, karena bahan bakar disemprotkan sesaat sebelum Top Dead Center (TDC). Sehingga akan mengurangi lifetime dari mesin diesel itu sendiri. Air intake manifold berfungsi sebagai stand bay area dari udara yang siap untuk dimasukkan ke ruang bakar. Katup isap dan katup buang merupakan piranti yang digunakan sebagai pengatur masuknya udara dan juga pengatur keluarnya gas buang hasil pembakaran. Katup isap mulai membuka pada sesaat sebelum TDC pada akhir langkah buang dan menutup pada sesaat setelah BDC pada awal langkah kompres. Katup buang mulai membuka pada sesaat sebelum BDC pada akhir langkah kompresi dan menutup pada sesaat setelah TDC pada awal langkah isap. Exhaust manifold berfungsi sebagai pengumpul gas hasil pembakaran yang akan disalurkan ke turbocharger sisi turbin. Setelah keluar turbin gas dibuang melalui silincer. Fungsi dari silincer adalah mengoptimalkan kerja turbin dan mengurangi getaran dan suara berisik dari mesin diesel. 5. Sistem pendinginan Sistem yang digunakan oleh mesin diesel adalah sistem tertutup (close loop). Air merupakan media pendingin dari sistem ini. Tujuan dari sistem ini adalah mengurangi panas berlebih yang dihasilkan oleh kerja mesin diesel. Sehingga material komponen mesin diesel tidak terjadi overheating, penyebab komponen atau spare part tertentu menjadi rusak.Contoh komponen yang memerlukan pendinginan yaitu silinder liner dan silinder head. Silinder liner merupakan komponen tempat terjadi gesekan antara silinder liner dengan piston. Gerakan translasi piston menyebabkan panas ditambah dengan panas hasil pembakaran menyebabkan silinder liner menjadi sangat panas. Untuk melindungi panas yang berlebih dilakukan pendinginan silinder liner pada sisi luar dari ruang bakar dengan cara mengalirkan air secara kontinyu. Silinder head memerlukan pendingin karena pada bagian bawahnya adalah ruang bakar dan juga tempat pertama keluarnya gas buang sebelum ke exhaust manifold. Dalam silinder head juga terdapat banyak komponen

yang bergerak seperti gerakan rocker arm juga menambah panas yang terjadi sehingga sangat memerlukan pendinginan. Starting system Ada banyak cara yang digunakan sebagai penggerak awal mesin diesel. Mesin diesel memerlukan penggerak awal untuk membantu langkah kompres sehingga dapat memicu timbulnya tenaga awal dari mesin diesel. Cara yang paling banyak adalah dengan menggunakan motor dc sebagai penggerak awalnya. Tetapi untuk mesin diesel yang lebih besar dapat menggunakan motor bakar yang lebih kecil atau juga dapat menggunakan udara yang bertekanan atau air starting or pneumatic starting. 6. Sistem Penggerak Mula Termasuk aki, tangki hampa udara, starter sendiri dan sebagainya. Fungsi sistem penggerak mula adalah menjalankan mesin. Sistem ini memungkinkan mesin pada awalnya berputar dan berjalan sampai terjadi pembakaran dan unit meninggalkannya untuk memperoleh daya. 7. Sistem pengaturan Sistem ini biasa digunakan untuk mesin diesel yang mengharuskan untuk bekerja pada putaran tetap misalnya pada PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Listrik). Alat yang digunakan biasa disebut dengan governor. Fungsi utama dari governor adalah mempertahankan putaran mesin diesel pada putaran sinkronnya, walaupun bebannya berubah-ubah.