Anda di halaman 1dari 4

PERTEMUAN MINGGU III (TIGA) 1. Pokok Bahasan : Perkembangan akuakultur, keunggulan dan kelemahannya. 2. Sub pokok bahasan : a.

Perkembangan akuakultur: lokal dan dunia b. Keunggulan dan kelemahan akuakultur, peluang dan tantangannya

II. Perkembangan, Keunggulan dan Kelemahan Akuakultur 2.1. Perkembangan Nasional Undang-undang Kutara Manawa yang dibuat kira-kira tahun 1400, berisi tentang larangan menangkap ikan alias mencuri ikan di kolam atau tambak (Schuster 1950). Ini menunjukan bahwa budidaya ikan air tawar di kolam dan budidaya air payau (tambak) sudah menjadi kegiatan usaha yang sudah dapat ditarik pajaknya dan apabila terjadi pencurian akan berkurang pemasukan pajaknya. Di pedesaan kolam taman di pekarangan halaman rumah biasanya digunakan untuk pemeliharaan ikan di panen pada hari-hari seperti Hari Raya Idul Fitri atau Acara Perkawinan. Kolam-kolam taman juga sudah dilakukan di lingkungan keraton. Budidaya keramba bambu, ikan Leptobarbus hoeveni dari penangkapan dipelihara di danau Mundung Jambi awal tahun 1920an, jenis karper dilakukan di Bandung sejak 1940 (Vass dan Sachlan 1957). Dunia Budidaya air tawar dimulai di China. Hickling (1971) dan Bardach dkk. (1972) mengutip berbagai informasi bahwa pemijahan ikan karper sudah dilakukan di China sejak tahun 2000 SM. Buku pertama yang terbit tentang pembenihan ikan karper diusahakan dan pertama ditulis oleh Li pada tahun 475 SM dan diterjemaahkan pada tahun 1940. Selain itu, di Mesir berdasarkan relief kuburan kuno yang dibangun tahun 2000 SM, telah digambarkan ada kolam taman dan ikan nila yang sedang ditangkap.

Perkembangan Budidaya Ikan

P3-UGM 2012, BAHAN AJAR: DASAR-DASAR AKUAKULTUR (BUDIDAYA PERAIRAN)

Informasi tentang budidaya ikan secara otentik tercatat pada buku yang paling pertama terbit tentang budidaya karper di China yang ditulis oleh Fan Lai tahun 475. Ikan karper kemudian diintroduksi ke Eropa sekitar tahun 1150, budidaya karper di Austria tercatat (1227) dan tahun 1860 ke seluruh Eropa serta ke USA pada pertengahan abad 19 untuk penebaran di sungai-sungai kecil, kolam bekas tambang dan danau. Budidaya ikan karper sendiri di USA kurang berkembang. Di Asia Tenggara ikan cyprinid lokal, sebagai contoh di Indonesia ikan tawes Puntius javanicus telah dibudidayakan di kolam, sendangkan introduksi karper antara tahun 1914-1957. Tilapia diteliti untuk budidaya di Kenya tahun 1920 an, di Indonesia ditemukannnya ikan Tilapia mossambica (Java tilapia) oleh Pak Mujair tahun 1939. Ternyata ikan mujair ini bukan asli Jawa, meskipun beberapa Negara Asia Tenggara Filipina, Malaysia dan Thailand, ikan mujair disebut sebagai Java tilapia. Budidaya terpadu diperkenalkan John Taverner (1600) mengenai hasil percobaannya pemeliharaan karper di kolam dan buah-buahan. Budidaya ikan dengan pendekatan ilmiah tidak sekedar seni, dimulai di AS dalam abad 19, jenis ikan catfish dan salmon. Perkembangan perbaikan genetik dan teknik pemeliharaan: Genetik karper sudah sejak lama dilakukan, ini terbukti dari jumlah varietas yang dihasilkan dari usaha pemuliaan, paling menonjol ikan salmon Norwegia sejak 1940 dan tahun 1990 dihasilkan pertumbuhan 100%, tilapia baru diteliti dapat mencapai pertumbuhan 23% dari hasil perbaikan genetik

2.2. Kelemahan dan Keunggulan Akuakultur Analisi SWOT Budidaya KEKUATAN (Strength) 1. Potensi dan ketersediaan lahan luas 2. Jenis komoditas banyak dan beberapa ekonomis penting 3. Ikan berdarah dingin, efisien energi produksi protein lebih tinggi (20-40%), berdarah panas (5-15%) 4. Produksi tidak tergantung musim
P3-UGM 2012, BAHAN AJAR: DASAR-DASAR AKUAKULTUR (BUDIDAYA PERAIRAN)

5. Jenis komoditas, ukuran dan bentuk produk dapat disesuaikan permintaan pasar 6. Efisiensi usaha tinggi (ICOR budidaya udang 2,75, pembenihan ikan laut 3,05, rumput laut 3,55, budidaya air tawar 3,55, hortikultura 3,60, tanaman pangan 3,90, perkebunan 3,95) 7. Usaha masa depan karena lestari dan renewable, produktivitas intensif mencapai 200-3.000 ton/ha/tahun 8. Dapat memanfaatkan lahan margin 9. Dapat terpadu 10. Mengatasi kejenuhan pasar dan masalah dengan jenis baru, seleksi ( breeding) dan impor 11. Mempunyai multiplier effect sangat besar 12. Dapat merintis pengembangan wilayah 13. Mampu menunjang otonomi daerah KELEMAHAN (Weakness) 1. Merubah/mengkonversi lahan, fungsi alami berubah dan timbulkan konflik kepentingan 2. Kebutuhan air relatif besar 3. Mencemari melaui eutrofikasi akibat utama penggunaan pakan 4. Rentan penyakit dan penyebab penyebaran penyakit 5. Rentan terhadap pencemaran lingkungan 6. Kemajuan cenderung over produksi, akibatnya penurunan harga dan keuntungan 7. Beberapa teknologi mempunyai tingkat resiko, tradisional produksi tdk pasti, intensif wabah penyakit dan penurunan daya dukung 8. Ketersediaan IPTEK dasar dan terapan terbatas PELUANG (Opportunity) 1. Peluang dan pangsa pasar besar, jenis komoditas, ukuran dan kualitas (hidup, segar dan olahan) 2. Peluang pengembangan besar, ketersediaan lahan, air dan jenis ikan 3. Dapat dilakukan oleh berbagai tingkat masyarakat/pelaku, teknologi berbeda dan modal ANCAMAN (Threat)
P3-UGM 2012, BAHAN AJAR: DASAR-DASAR AKUAKULTUR (BUDIDAYA PERAIRAN)

1. Konflik kepentingan utama antar sektor 2. Persaingan pasar tinggi antar pengusaha dalam dan luar negeri 3. Ancaman wabah dan pencemaran plasma nutfah akibat distribusi berbagai benih, induk dan ikan hias 4. Daya dukung lahan dan air seluruh kawasan turun bila tidak dikelola dengan baik, menjadi tidak produktif dan resiko wabah penyakit tinggi akibatnya tidak bisa digunakan lagi. RANGKUMAN Perkembangan akuakultur di Indonesia diperkirakan sudah lama dipraktekkan, namun tidak/belum ditemukan bukti yang otentik. Bukti yang tertulis berupa Undang-undang Kutara Manawa yang dibuat kira-kira tahun 1400. Perkembangan akuakultur dunia diperkirakan dimulai di China sejak tahun 2000 SM. Sementara bukti tertulis berupa buku tentang pembenihan ikan karper diusahakan dan pertama ditulis oleh Li pada tahun 475 SM. Selanjutnya akuakultur baik nasional maupun dunia berkembang dari satu negara ke negara lain dan pada speies lain, selain karper. Perkembangan tersebut lebih pada praktek dan seni, sedangkan perkembangan akuakultur sebagai ilmu dan teknologi dimulai di Amerika (USA) pada abad 19. Indonesia sebagai negara yang memiliki perairan laut dan darat yang lebih luas daripada daratannya memiliki potensi pengembangan akuakultur yang sangat besar. Disamping memiliki keunggulan, pengembangan akuakultur di Indonesia juga mempunyai kelemahan, maka perlu dinilai dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). CONTOH PERTANYAAN 1. Dari negara/benua manakah akuakultur dan kapan dimulai?. 2. Ceritakan jenis ikan apa yang pertama dipelihara dan bagaimana dengan jenis lain serta perkembangannya masing-masing? 3. Sebutkan secara ringkas analisis SWOT terhadap pengembangan akuakultur!

P3-UGM 2012, BAHAN AJAR: DASAR-DASAR AKUAKULTUR (BUDIDAYA PERAIRAN)