Anda di halaman 1dari 23

BAB V PEMBAHASAN Pada studi lapangan taksonomi tumbuhan yang dilakukan di Kebun Raya Purwodadi, kelompok kami mengamati

kelas Monocotiledoneae. Dalam studi lapang ini kami berhasil mengamati 10 spesies dari beberapa suku seperti dibawah ini : 1. Suku Arecaceae / palmae Suku ini berupa semak, pohon. Batangnya pendek hampir tidak ada atau tinggi besar, biasanya tidak bercabang. Akar pertama dari lembaga yang hilang dan diganti dengan akar-akar yang sama besar yang keluar dari pangkal batang. Daun tunggal, berbagi atau majemuk dengan susunan tulangtulang menjari atau menyirip. Bunga kecil, banci karena adanya reduksi salah satu alat kelaminya menjadi berkelamin tunggal, berumah satu atau berumah dua, kadang-kadang poligami. Tersususn dalam bunga majemuk yang bersifat malai. Kebanyakan diselubungi oleh daun pelindung yang disebut seludang bunga. Ada 5 marga yang kami amati yaitu : Metroxylon Spesies yang kami amati yaitu Metroxylon sagu yang merupakan cultivar dari Indonesia didaerah Maluku dan Papua Nugini. Spesies ini mempunyai nama daerah yang disebut sagu. Klasifikasi : Nama daerah : Sagu Kingdom Divisi Class : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida

Ordo Famili Genus Spesies

: Arecales\ : Arecaceae : Metroxylon : Metroxylon sagu

Ciri-ciri morfologi Metroxylon sagu yaitu: Akar Metroxylon sagu memiliki akar adventif serabut yang mengarah kebawah dan kesamping. Batang Jenis batang dari Metroxylon sagu yaitu berkayu dengan ketinggian 20m dan diameternya 50-70cm, arah tumbuh batang vertikal keatas, tipe pertumbuhan simpodial merumpun, struktur permukaan batang kasar, pada batang terdapat bekas duduk daun sehingga terdapat ruas-ruas pada batang,

Daun

Daun sagu berbentuk memanjang (lanceolatus), agak lebar dan berinduk tulang daun di tengah, bertangkai daun dimana antara tangkai daun dengan lebar daun terdapat ruas yang mudah dipatahkan, Pada waktu muda, pelepah tersusun secara berlapism tetapi setelah dewasa terlepas dan melekat sendiri-sendiri pada ruas batang, Pada waktu muda daun sagu berwarna hijau muda yang berangsurangsur berubah menjadi hijau tua, kemudian berubah lagi menjadi coklat kemerah-merahan apabila sudah tua dan matang. Tangkai daun yang sudah tua akan lepas dari batang, disepanjang tangkai daun terdapat duri, daunnya tunggal, menyirip ( terpisah ), menyerupai anak daun, tangkai daun mencapai 2-3 m dan panjang daun mencapai 6-8m Alat reproduksi Perbungaannya majemuk yang keluar dari ujung atau pucuk batang sagu, berwarna merah kecoklatan seperti karat yang terletak di terminal, perbungaanya sekali, mahkota kelipatan 3, buah bulat kecil, bersisik dan berwarna coklat kekuningan, tersusun pada tandan mirip buah kelapa,

Manfaat Sebagai bahan makanan (batang) yang menghasilkan sagu, sebagai bahan bangunan (daun) seperti atap dan keranjang, untuk tekstil, kertas, tripleks maupun bahan kimia seperti glukosa, fruktosa, dekstrin, asam organik, pelepah (Rachis) untuk dinding atau tali, alat pengolahan. Pati yang tersimpan dalam batang merupakan makanan pokok di Papua. Biasanya pati yang masih basah direbus, digoreng atau di panggang, sendirian atau dicampur dengan bahan makanan lain, menghasilkan produk-produk yang disimpan dengan kualitas berbeda. Di Indonesia dan Malaysia, pati digunakan dalam bidang industri di pabrik kue dan makanan ringan, mi dan kerupuk, dan di Amerika untuk bahan pembuatan bedak. Penggunaan bukan untuk makanan, mencakup adonan lem untuk kertas dan tekstil, dan meluas untuk pelekatan tripleks. Material yang segar sangat cocok untuk memproses industri selanjutnya, misalnya menjadi sirup dengan fruktosa tinggi dan etanol. Palem sagu mempunyai banyak kegunaan sekunder. Seluruh batang yang masih muda, empulur dan sisa-sisa empulur sebagai makanan hewan. Pepagan dari batangnya digunakan sebagai bahan bangunan rumah atau bahan bakar. Dinding, atap rumah dan pagar dapat dibuat dari tangkai daun (`gabagaba`); serabut dari lapisan luar tangkai daun digunakan untuk tali dan anyaman tikar. Penggunaan utama dari palem di Jawa Barat adalah pinak daunnya dapat menghasilkan atap yang terbaik (atap lalang) dan sangat berguna. Pinak daun yang masih muda dapat dibuat menjadi keranjang untuk bepergian dan penyimpanan pati yang masih segar (basah). Ujung palem yang masih tumbuh dan dikelilingi jaringan bisa dimakan secara mentah atau dikukus (kobis palem). Larva serangga yang memakan empulur batang, yaitu bubuk dari marga Rhynchophorus, dapat dimakan mentah, dikukus atau dipanggang di banyak tempat dimana palem sagu merupakan makanan pokoknya. Jamur (Volvariella volvacea Fries) yang tumbuh pada sisa-sisa empulur digemari di Maluku.

Calyptrocalyx Untuk marga ini spesies yang kami amati adalah Calyptrocalyx spicatus

dengan nama daerahnya yaitu palem mutiara Klasifikasi : Nama daerah : Palem mutiara Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Arecales : Arecaceae : Calyptrocalyx : Calyptrocalyx spicatus

Ciri ciri morfologinya yaitu: Akar Calyptrocalyx spicatus memiliki akar serabut yang tumbuh vertikal ke bawah. Batang

Calyptrocalyx spicatus mempunyai batang berkayu denganstruktur permukaan yang kasar. Arah tumbuh batangnya vertikal ke atas, Tipe pertumbuhan adalah monopodial, Pada batang terdapat ruas yang merupakan bekas duduk daun, batang tunggal (karena tidak beranak atau bertunas ) Daun

Termasuk daun tunggal menyirip, daun berbentuk pita dengan filotaksis roset batang, memiliki pelepah daun yang tidak dilengkapi dengan duri Alat reproduksi

Calyptrocalyx spicatus merupakan perbungaan majemuk tipe bulir yang terletak di axiler, tipe buahnya yaitu buah buni.

Ciri khusus mempunyai seludang atau spata yang berbentuk serabut, perbungaanya panjang 1-2m, bunga jantan lebih besar dari pada bunga betina Manfaat sebagai tanaman hias Caryota Marga ini termasuk tumbuhan merumpun, batang tinggi 5-10 m, seluruhnya atau sebagian besar berdaun. Pangkal dari pelepah daun berbentuk buluh, tepi yang lain dengan jaring-jaring dengan serabut. Tongkol bunga bercabang satu kali, diatas tangkai yang besar dan bengkok. Bunga bertiga, tiap kali bunga betina berada di tengah dan diapit bunga jantan. Bunga jantan panjang 6-12 mm, daun mahkota lebih panjang dari daun kelopak, benang sari banyak. Bunga betina panjang 5 mm, bakal buah muncul diatas daun mahkota yang pendek, bulat peluru, dengan kepala putik seperti paruh, hitam gepeng. Untuk marga ini spesies yang kami amati adalah Caryota cumingii dengan nama daerahnya yaitu Caryota Klasifikasi : Nama daerah : Caryota Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Tracheophyta : Liliopsida : Arecales : Arecaceae : Caryota : Caryota cumingii

Ciri ciri morfologinya : Akar Caryota cumingii memiliki akar serabut

Batang Jenis batangnya cumingii dengan struktur permukaan yang kasar, arah tumbuh batang vertikal ke atas, tipe pertumbuhan monopodial tunggal, terdapat ruas-ruas yang merupakan bekas duduk daun, Daun

Daun tunggal beranak daun majemuk ganda karena berkali- kali beranak daun tunggal. filotaksis roset batang. Alat reproduksi

Tersusun dalam perbungaan malai, terletak diaxiler, bunga betina berukaran kecil dibanding dengan bunga jantan dan terletak di tengah.

Ciri khusus Daun tunggal beranak daun majemuk ganda, warna kematangan bunga berbeda, bunga muncul dari atas kebawah. Manfaat Sebagai tanaman hias 2. Suku Poaceae Dalam suku ini kami mengamati marga Paspalum. Merupakan tumbuhan rumput menahun, kerap kali membentuk rumpun besar tanpa tunas menjalar, tinggi sampai 2 m. Batang berongga, pipih, helaian daun berbentuk garis. Benang sari berjumlah tiga, kepala sari berwarna kuning keungguan. Tangkai putik dua. Kepala putik berwarna ungu tua. Salah satu spesiesnya Paspalum conjugatum dengan nama daerah yang disebut rumput gajahan. Klasifikasi: Nama daerah : Rumput gajahan Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Poales : Poaceae : Paspalum : Paspalum conjugatum

Ciri-ciri morfologinya yaitu: Diskripsi spesimen: Akar Adventif serabut Batang Habitus herba, simpodial, beruas-ruas, tumbuh merumpun, perennial panjang dapat mencapai 70cm Membentuk stolon, warna hijau.

Daun Berligula dan berpelepah, daun berbentuk pita, berseling, panjang 4-20cm dan lebar 0,5-1cm, pangkal tumpul, ujung runcing sampai meruncing, permukaan halus, tepi bergerigi dengan rambut halus, warna hijau

Alat reproduksi Perbungaan terminal, dalam satu tangkai bercabang dua, bunga berada pada sisi bawah, memiliki panjang 5-12cm, spikelet-spikelet tunggal muncul dari dua deret tangkai, warna kekuningan, glume berambut pada bagian tepi. Ciri khusus Terdapat trikoma pada pelepah, perbungaan bercabang dua, bunga berada pada sisi bawah

Manfaat Pakan ternak, dan unsur taman.seperti bahan pangan, obat,bahan kerajinan, kertas, bumbu penyedap, perkakas rumah tangga, tanaman hias dan bahan bangunan. 3. Suku Flagellariaceae Dalam suku ini kami mengamati marga Flagellaria. Kebanyakan tumbuhan memanjat dengan daun-daun yang panjang dan bertulang sejajar dan ujungnya berubah menjadi alat pembelit. Pangkalnya berupa upih yang membalut batang. Bunga banci, kecil atau berkelamin tunggal. Tersusun dalam malai pada ujung batang, hiasan bunga berupa tenda bunnga yang metaloid, tersusun dalam dua lingkaran dengan tiga daun tenda bunga dalam tiap lingkaran, tidak gugur. Benang sari 6, berlekatan dengan pangkal tenda bunga, bebas satu dengan yang lain. Bakal buah menumpang, beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruang, 1 tangkai putik yang berlekuk 3. Buah tidak membuka, berupa buah buni atau buah batu berisi 3 biji. Biji dengan endosperma dengan lembaga kecil. Dan spesiesnya adalah Flagellaria indica. Klasifikasi: Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida :Restionales : Flagellariaceae : Flagellaria : Flagellaria indica

Ciri-ciri morfologinya yaitu: Diskripsi spesimen: Akar Adventif serabut Batang Habitus herba, simpodial, beruas-ruas, tumbuh merumpun,

Daun Berligula dan berpelepah, daun berbentuk pita, berseling, Alat reproduksi Perbungaan terminal, dalam satu tangkai bercabang dua, pada sisi bawah, bunga berada

Ciri khusus

Terdapat trikoma pada pelepah, perbungaan bercabang dua, Manfaat Pakan ternak, dan unsur taman. 4. Suku Bromeliaceae Suku ini termasuk tanaman herba. Daun dalam roset akar, pada pangkal melebar menjadi pelepah. Bunga selalu berkelamin dua, beraturan, berbilangan tiga. Daun pelindung tumbuh sempurna. Kelopak dan mahkota jelas berbeda, lepas atau melekat. Benang sari 6. Bakal buah tenggelam atau menumpang. Tangkai putik satu, kepala putik tiga. Buah buni atau buah kotak. Dalam suku ini kami mengamati marga karatas dan spesiesnya Karatas nidus dengan nama daerah yang disebut nanas-nanasan. Klasifikasi: Nama daerah : Nanas-nanasan Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Liliopsida : Karatas :Bromeliaceae : Karatas : Karatas nidus

Ciri-ciri morfologinya yaitu: Akar Serabut Batang Merumpun, pertumbuhan simpodial, roset akar, herba, habitus rendah.

Daun

Tepi daun ujungnya berduri, pertulangan daun sejajar, panjang,tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang pada bagian pangkalnya melebar menjadi pelepah. Helaian daun bentuk pedang, tebal, liat, panjang 80-120 cm, lebar 2-6cm, sisi bawah bersisik putih, berwarna hijau atau hijau kemerahan. Alat reproduksi Perbungaanya terletak di terminal, warna bunga ungu, perbungaanya merah, perbungaan majemuk tersusun dalam bulir yang sangat rapat, bertangkai panjang. Buahnya buah buni buahan majemuk, bulat panjang, berdaging,berwarna hijau.

Ciri khusus Daun kaku, dengan pinggir terdapat duri, warna bunga ungu Manfaat Sebagai tanaman hias, sebagai bunga potong yang punya nilai ekonomis

5.

Suku Smilacaeae

Dalam suku ini kami mengamati marga Smilax dan spesiesnya Smilax zeylanica dengan nama daerah yang disebut gadung cina. Klasifikasi: Nama daerah : gadung cina Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Spermatophyta : Monocotyledoneae : Liliflorae : Smilacaceae : Smilax : Smilax zeylanica

Diskripsi spesimen: Akar Serabut Batang Berkayu dan berduri, pelepah tidak memeluk batang, terdapat sulur pada tangkai Bulat, berduri, hijau keputih-putihan

Daun

Bentuk bulat telur, ujung daun melengkung kebawah, pertulangan daun melengkung berjumlah 3, Tunggal, berseling, panjang 10-11 cm,lebar 5-8 cm, pangkal tumpul. Alat reproduksi Bunga di terminal, perbungaanya majemuk malai, tangkai silindris, panjang + 3 cm, hijau, kelopak bentukcorong, permukaan halus, hijau pucat, benang sari bertangkai, panjang 0,5 cm, putih, mahkota, hijau kemerahan. Buah Bulat, diameter 0,5 cm, masih muda hijausetelah tua biru kehitaman. Biji Bentuk ginjal, diameter, 0,2 cm, hitam. Ciri khusus Pelepah tidak memeluk batang dan tidak terdapat ruaas- ruas, bertulang daun 3, terdapat sulur pada tangkai, ujung daun melengkung ke bawah.

Manfaat Akar Smilax zeylanica berkhasiat sebagai obat rematik, kencing nanah dan disentri. Untuk obat rematik dipakai + 7 gram akar segar Smilax zeylanica, dicuci,direbus dengan 1 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring untuk diminum sekaligus.

6.

Dracaenaceae

Dalam suku ini kami mengamati marga Dracaena dan spesiesnya Dracaena fragrans Klasifikasi: Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Monocotyledoneae : Asparagales : Dracaenaceae : Dracaena : Dracaena fragrans

Ciri ciri morfologinya yaitu: Akar Serabut adventif Batang Beruas-ruas ( bekas duduk daun )

Daun

Bentuk daun pita, duduk daun berseling, tulang daun satu dan sejajar (sekunder)

Alat reproduksi Bunga di terminal, bunga aromatik, Ciri khusus Berakromatik, terdapat pelepah, daun berada diujung hampir meroset walaupun tidak meroset, terdapat ruas pada batang Manfaat Sebagai tanaman hias 7. Suku Araceae Suku ini termasuk tanaman herba atau perdu tidak berambut, menahun, kerap kali dengan umbi atau akar rimpang. Daun sangat berbeda bentuk, kadangkadang selama berbunga tidak ada. Bunga berkupul menjadi tongkol tidak bercabang. Bunga berjejal rapat pada sumbu tongkol, berkelamin dua atau berkelamin satu dan berumah satu, bunga jantan diatas bunga betina.

Monstera

Species yang kami amati yaitu Monstera deliciosa dengan nama daerah Monstera. Klasifikasi Nama daerah : Monstera Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus Spesies : Plantae : Magnoliophyta : Monocotyledoneae :: Araceae :Monstera : Monstera deliciosa

Ciri ciri morfologi : Akar Tanaman ini mempunyai 2 (dua) tipe akar yang dapat keluar dari setiap buku batang : akar yang bersifat geotrophy negatif, biasanya pendek dan berujung pada serabut akar yang mempunyai sifat adhesif, sebagai alat perambat pada tegakan atau pepohonan dan akar yang bersifat geothropy positif, areal memanjang hingga masuk ke dalam tanah, berfungsi untuk mengabsorpsi air dan nutrisi. Batang Batang berbentuk silindris (erete) berbuku. Panjang internode berkisar antara 5-7 cm ataulebih pada batang-batang yang muda, dengan ketebalan mencapai 7 cm.Tangkai terdapat alur berpelepah, pertumbuhan monopodial, merambat (ditunjang dengan akar adventif),

Daun Bentuk bulat telur dengan pangkal menjantung dan ujung daun tumpul, helaian daun terdapat lubang-lubang dan tepi daun berbelah- belah (pinatifid) dengan ratio belahan dapat mencapai lebih dari jarak ke tulang daun,, tulang daun menyirip, berseling, Daun berbentuk hati (ovate-cordate) dengan panjang helaian dapat mencapai 90 cm dan lebar60 cm.),. Daun muda lebih kecil dan sering tidak tersegmentasi. Perkembangan segmetasi pada helaian daun akan meningkat seiring dengan perkembangan daun hingga dewasa. Tangkai daun bersayap (winged type) pada daerah basal dengan duduk tangkai berseling (pinnate).

Alat reproduksi

Bunga terdapat di axiler, terdapat seludang berbentuk bongkol, berbunga sempurna yang panjangnya mencapai 1720 cm dengan ujung mengecil dan tumpul membulat. Bunga betina tersusun membaris (linear) dan melingkar (turbinate) dan berlendir / lengket bila masih muda. Spata bertekstur seperti helaian kulit (coriaceous), berwarna kuning pucat.Tangkai bunga (peduncle) berwarna hijau dengan panjang mencapai10-15 cm dan ketebalan 2 cm. Buah berbentuk lonjong, berwarna hijau dan memerlukan waktu lebih dari satu tahun hingga berubah menjadi hijau kekuningan dengan bintik ungu untuk masak dengan ukuran mencapai 1,5 cm dan tebal 0,75 cm. Ciri khusus Terdapat lubang-lubang pada daun, pertulangan daun menonjol pada bagian atas ataupun bagian bawah, Manfaat Tanaman ini diperdagangkan sebagai tanaman hias taman, indoor dan daun potong, dipergunakan dalam rangkaian bunga, Daunnya yang lebar dan dengan pola belahan pada helaian (split-leaf), halus dan mengkilap dapat membuat visualisasi dasar (background filler) pada rangkaian bunga. Bagian buah dari tanaman ini juga dapat dimakan (edible), beraroma buah nenas dengan rasaseperti buah pisang. Buah-buah yang sudah masak ini kemudian dapat dinikmati langsung atau sebagai campuran dalam minuman dan es krim. Homalomena Species yang kami amati yaitu Homalumena pendula Klasifikasi Nama daerah : Kingdom Divisi Class Ordo Famili Genus : Plantae : Magnoliophyta : Monocotyledoneae :: Araceae : Homalumena

Spesies

: Homalumena pendula

Ciri-ciri morfologinya: Akar Serabut adventif Batang Lunak, bulat, tumbuh merumpun, pertumbuhan monopodial

Daun Tangkai daun lebih panjang dari pada batang, pertulangan daun menyirip, bentuk daun bulat telur, pangkal daun menjantung

Alat reproduksi

Terdapat di axiler, bentuk bongkol, Ciri khusus Tangkai daun panjang, aromatis pada batang Manfaat Sebagai tanaman hias.