Anda di halaman 1dari 2

Cara Review Jurnal Psikologi

Dengan ini pembahasan

mahasiswa telah mengerti apa maksud yang terkandung dalam penelitian tersebut

dari

jurnal

yang

ada

lebih

mudah

dilakukan

karena

baik dosen maupun

Adapun beberapa pokok bahasan yang perlu di tampilkan dalam melakukan review, diantaranya:

1. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian

Mengungkapkan beberapa landasan teori yang digunakan oleh peneliti sebagai acuan dalam penelitiannya dan tujuan apa yang ingin dicapai.

2. Metode

Mengungkapkan mengenai metode apa yang digunakan, subjek penelitian, teknik pengumpulan data, alat pengumpul data, dan analisis data yang digunakan.

3. Hasil dan Pembahasan

Dalam pokok bahasan ini mengambil hasil dari penelitian yang telah dilakukan dengan memberikan deskripsi secara singkat, jelas, dan padat. Masih belum jelas juga?? Ok, berikut contoh review jurnal Psikologi.

Judul: Sosial status dan Agresi By: Andreas Diekmann, Monika jungbauer- gans, Heinz Krassing, Sigrid Lorenz a. Latar Belakang Teori dan Tujuan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen untuk mengetahui efek status social seseorang yang frustasi terhadap tendensi untuk bereaksi dalam cara yang agresif. Penelitian ini melakukan eksperimen dengan membeda-bedakan status mobil yang dihalangi (menurut peringkat asosiasi mobil Jerman), karena status social telah berhubungan positif dengan perilaku yang lebih self assertive dan kurang menghormati dalam kasus kepentingan yang berkonflik (Wright,1994).

Penelitian ini mengharapkan bahwa para pengemudi mobil berstatus tinggi akan menunjukan perilaku yang lebih agresif daripada para pengemudi mobil berstatus rendah. Kemungkinan lain kebalikannya, yaitu para individu yang tidak mempunyai otoritas mungkin mengkompensasi dengan berperilaku secara lebih agresif.

Penelitian ini menganggap bahwa a) Derajat agresi akan berbeda-beda secara negatif menurut menurut usia pengemudi dan umur mobil, b) Wanita akan bereaksi kurang agresif daripada laki-laki, c) Akan ada respon agresif yang lebih sedikit pada akhir minggu, daripada hari kerja, ketika lalu lintas lebih padat. Juga menurut Psikologi warna, peneliti memperkirakan bahwa mobil merah akan menunjukan kecenderungan agresi yang lebih tinggi. Krakteristik-karakteristik tersebut data dimasukan sebagai variable control dalam analisis multivariate untuk waktu respon.

Tujuan dalam penelitian ini ada dua yaitu;

1. Tujuan Primer: Untuk mengetahui efek status social seseorang yang frustasi terhadap tendensi untuk

bereaksi dalam cara yang agresif.

2. Tujuan

Sekunder:

berguna dalam

eksperimen bidang sosio-psikologi.

Untuk

menunjukan

bahwa

metodologi

analisis

urvival

dapat

b.Metode

- Subjek

Subjek dalam penelitian ini adalah para pengemudi yang menunggu di lampu lalu lintas (N=57)

- Tempat

Perempatan yang sibuk di tengah kota Jerman bagian barat.

- Tehnik Pengambilan data

Quasi eksperimental design

- Alat pengumpulan data

Peneliti, yang menumpang di mobil yang menghalangi, menghitung periode latensi antara penghalang dan reaksi pengemudi yang dihalangi dan mencatat tipe reaksi (mengklakson atau menyalakan lampu depan), tipe mobil yang dihalangi, jenis kelamin pengemudi yang dihalangi dan usia perkiraan si pengemudi yang

dihalangi, usia perkiraan mobil yang dihalangi, warna mobil, dan ada/tidak adanya penumpang dalam mobil yang dihalangi. Kecepatan respon (detik) dianggap sebagai indikator pada derajat perilaku agresif. Masing-masing mobil yang dihalangi diklasifikasikan ke dalam salah satu dari enam kategori yang berkisar dari mobil kecil sampai mobil mewah, menurut peringkat asosiasi mobil jerman.

- Analisis Data

Analisis multivariate didasarkan pada model semi parametrik (cox regression) dan model parametrik analisis survival.

c. Hasil dan Pembahasan Bagian pertama pada analisis ini berfokus pada respon pengemudi yang frustasi. Respon yang diamati untuk 56 mobil yang dihalangi (42 mengklakson, 14 menyalakan lampu depan), 1 mobil pindah jalur tanpa respon dan waktu sampai perpindahan jalur dimulai diperlakukan sebagai waktu respon yang disensor. Sepanjang tidak ada perbedaan yang ada antara tipe-tipe respon yang berbeda, penyensoran tidak akan menyebabkan bias yang serius. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa:

1. Mean waktu respon adalah 4.2 detik dan median (dihitung dari estimasi Kaplan Meier pada fungsi

survivak) adalah 3.2 detik. Tidak ada bukti untuk perbedaan jenis kelamin yang signifikan dlam waktu

respon, meskipun wanita agak kurang agresif (Mdn=3.6 detik Vs 3.2 detik, masing-masing).

2. Tidak adanya perbedaan yang sangat signifikan untuk umur mobil, mobil merah, ada atau tidak adanya

penumpang, hari. Waktu respon untuk pengemudi dalam kelompok lanjut usia tampak lebih panjang

daripada pengemudi dalam kelompok muda dan umur pertengahan ( Masin-masing Mdn=4.5 detik; 3.2 detik; dan 3.1 detik)

3. Dengan analisis multivariate ”Hazard rate-equation” dengan kelas mobil dan kovariat lainya sebagai

kontrol, dapat diketahui bahwa adanya korelassi positif antara status sosial dengan kecenderungan agresif. Hasil sekarang ini memperluas hasil eksperimen lapangan yang dilaksanakan oleh Doob and Gross (1968) di AS serta hasil replika oleh Bochner (1971), yang diadakan di Australia. Para peneliti tersebut mengubah status mobil eksperimen dan menemukan bahwa status sosial dari seorang pembuat frustasi menghambat respon agresif. Tampaknya bahwa status sosial yang lebih tinggi tidak hanya menghambat kecenderungan- kecenderungan agresif orang lain namun juga dapat memperhebat kecenderungan agresif seseorang. Namun penelitian Doob Gross dan penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan, karena perbedaan budaya dapat juga memainkan peran dalam agresi.

Setelah saya berikan contoh, cukup mudah sebenarnya cara review jurnal Psikologi. Semoga bermanfaat.