Anda di halaman 1dari 9

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan Sub pokok bahasan Sasaran Hari/Tanggal Tempat Alokasi Waktu A. Tujuan Tujuan umum : Setelah dilakukan penyuluhan ttg Nyeri diharapkan Tn. Th mampu mengerti, memahami tanda dan mengenal nyeri yang timbul. Tujuan khusus : 1. Klien mengetahui tentang pengertian dari nyeri. 2. Klien mengetahui penyebab dari nyeri. 3. Klien mengetahui tipe dan klasifikasi dari nyeri. 4. Klien mengetahui faktor yang mempengaruhi nyeri. 5. klien mampu menyebutkan tindakan untuk mengatasi nyeri. Tahap Kegiatan Pembukaan (3 menit) Kegiatan perawat Salam pembuka Memperkenalkan diri Menjelaskan maksud dan tujuan Kontrak waktu dengan klien Menjelaskan pokok-pokok materi yang akan disampaikan Menyampaikan materi : 1. Menjelaskan pengertian Nyeri 2. Menjelaskan penyebab Nyeri 3. Menjelaskan tipe dan klasifikasi nyeri 4. Menjelaskan faktor yang mempengaruhi nyeri 5. Menjelaskan tindakan untuk mengatasi nyeri. Melakukan tanya jawabMenyimpulkan/mereview Kegiatan klien Mendengarkan keterangan penyaji Metode/Media Ceramah / flipchart : Nyeri : Pemahaman tentang nyeri : Keluarga psien di Ruang 13 : Jumat, 21 September 2012 : Ruang 13 RSSA : 25 menit

Penyajian ( 15 menit )

Memperhatikan dan mendengarkan keterangan penyaji

Ceramah

Penutup ( 7 menit )

Mendengarkan dan bertanya

Ceramah

materi Menutup pertemuan Buku Sumber 1. Soeparman. 1990. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II. Jakarta : Balai penerbit FKUI 2. S. Heru Adi. 1995. Kesehatan Masyarakat. Jakarta. : EGC 3. Mansjoer, Arief. Et all. 1999. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta : Media Aesculapius

NYERI A. Pengertian Nyeri Nyeri adalah sensasi subjektif, rasa yang tidak nyaman biasanya berkaitan dengan kerusakan jaringan aktual atau potensial (Corwin J.E. ). Ketika suatu jaringan mengalami cedera, atau kerusakan mengakibatkan dilepasnya bahan bahan yang dapat menstimulus reseptor nyeri seperti serotonin, histamin, ion kalium, bradikinin, prostaglandin, dan substansi P yang akan mengakibatkan respon nyeri (Kozier dkk). Nyeri juga dapat disebabkan stimulus mekanik seperti pembengkakan jaringan yang menekan pada reseptor nyeri. (Taylor C. dkk) Nyeri adalah peristiwa yang tidak menyenangkan pada seseorang dan menimbulkan penderitaan. B. Penyebab Nyeri Adanya jaringan tubuh yang rusak. Contoh : Patah tulang, luka, pusing sakit gigi. C. Tipe Nyeri 1. Derajat ringan Kecemasan Berlangsung singkat < 6 bulan. Gejala : berkeringat, tensi meningkat, dan pucat. Mengeluh dan menangis (bervariasi). 2. Derajat kronis Berkembang perlahan. Berlangsung lama > 6 bulan. Sulit diingat kapan mulai serangan. Memberi perlawanan atau menganggap seolah-olah nyeri tsb. tidak ada. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi nyeri. Usia. - Anak : kesulitan mengemukakan perasaan nyeri.

- Dewasa : tidak melaporkan nyeri dengan alasan : - Sesuatu yang harus dialami dlm. kehidupan - Mengingkari. - Takut. - Tidak perlu dikemukakan. Jenis kelamin. Mekanisme pertahanan diri. Kecemasan. Pengalaman masa lalu Dukungan orang-orang terdekat. Lingkungan. D. Respon Manusia Terhadap Nyeri Kozier, dkk. (1995) mengatakan bahwa nyeri akan menyebabkan respon tubuh meliputi aspek pisiologis dan psikologis, merangsang respon otonom Respon Simpatis : Peningkatan tekanan darah, Peningkatan denyut nadi, Peningkatan pernapasan, Meningkatkan tegangan otot, Dilatasi pupil, Wajah pucat, Diaphoresis, turun, mual dan muntah, kelemahan, kelelahan, dan pucat (Black M.J, dkk) E. Tindakan untuk mengatasi Nyeri Umum - Penggunaan alat tenun yang kering. - Mengganti balutan secara teratur.

Respon parasimpatis seperti nyeri dalam, berat , berakibat tekanan darah turun nadi

- Atur posisi yang nyaman sesuai dengan kklien - Kompres hangat/dingin. Terapi es (dingin) dan panas dapat menjadi strategi pereda nyeri yang efektif pada beberapa keadaan. Diduga bahwa terapi es dan panas bekerja dengan menstimulasi reseptor tidak nyeri (non-noniseptor) dalam reseptor yang sama seperti pada cedera. Terapi es dapat memnurunkan prostaglandin, yang memperkuat sensivitas reseptor nyeri dan subkutan lain Agar efektif, es harus diletakkan pada tempat cedera segera setelah cedera terjadi. Cohn dkk. (1989) menunjukkan bahwa saat es diletakkan disekitar lutut segera setelah pembedahan dan selama 4 hari pasca operasi, kebutuhan anlgesik menurun sekitar 50%. - Mengalihkan perhatian pasien sehingga lupa terhadap nyeri - Mendengarkan musik, berdoa, menonton televisi dan lingkungan tenang. - Latihan nafas dalam saat nyeri timbul. - Memberikan informasi penyebab, lokasi dan berat nyeri. - Mengajarkan teknik nonfarmakologi untuk mengurangi nyeri, yaitu: 1. Distraksi, memfokuskan perhatian pasien pada sesuatu selai pada nyeri, dapat menjadi stategi yang sangat berhasil dan mungkin merupakan mekanisme yang bertnggung jawab pada teknik kognitif efektif lainnya 2. Relaksasi otot skeletal dipercaya dapat menurunkan nyeri dengan merilekskan ketegangan otot yang menunjang nyeri. Ada banyak bukti yang menunjukkan bahwa relaksasi efektif dalam meredakan nyeri punggung (Tunner dan Jensen, 1993; Altmaier dkk. 1992). 3. Imajinasi terbimbing, Imajinasi Terbimbing, menggunakan imajinasi seseorang dalam suatu cara yang dirancang secara khusus untuk mencapai efek positf tertentu. Sebagai contoh, imajinasi terbimbing untuk relaksasi dan meredakan nyeri dapat terdiri atas menggabungkan suatu napas berirama lambat dengan suatu bayangan mental relaksasi dan kenyamanan 4. Hipnosis, Hipnosis efktif dalam meredakan nyeri atau menurunkan jumlah analgesik yang dibutuhkan pada nyeri akut dan kronis. Teknik ini mungkin

membantu dalam memberikan peredaan pada nyeri terutama dalam situasi sulit ( mis., luka bakar ). Mekanisme bagaimana kerjanya hipnosis tidak jelas tetapi tidak tampak diperantari oleh sistem endorfin. (Moret dkk.,1991). Keefektifan hipnosis tergantung. Obat-obatan analgesic, dll

Tanda dan gejala :


NYERI

a. Derajat ringan
Kecemasan Berlangsung singkat < 6 bulan. Gejala : berkeringat, tensi meningkat, dan pucat. Mengeluh dan menangis (bervariasi).

b. Derajat berat.
Berkembang perlahan. Berlangsung lama > 6 bulan. Sulit diingat kapan mulai serangan. Memberi perlawanan atau menganggap seolah-olah nyeri tsb. tidak ada. Oleh : Tri Nurhudi S. 011908

Apa nyeri itu ?


Adalah peristiwa yang tidak
menyenangkan pada seseorang dan menimbulkan penderitaan.

Departemen Kesehatan RI Politeknik Kesehatan Malang Program Studi Keperawatan Malang 2004

Penyebab nyeri :
Adanya jaringan tubuh yang rusak. Contoh : Patah tulang, luka, pusing sakit gigi.

ri. b. Jenis kelamin.

Mengingka Takut. Tidak perlu dikemukakan.

Penggunaan alat tenun yang kering.

Mengganti balutan secara teratur. yang nyaman. Kompres hangat/dingin. Mengalihka n perhatian pasien sehingga lupa terhadap nyeri Mendengar kan musik, berdoa, Atur posisi

Faktor nyeri
a. Usia. - Anak : kesulitan mengemukakan perasaan nyeri. - Dewasa : tidak melaporkan nyeri dengan alasan : Sesuatu yang harus dialami dlm. kehidupan

c. d. e. f. g.

Mekanisme pertahanan diri. Kecemasan. Pengalaman masa lalu Dukungan orang-orang terdekat. Lingkungan.

Tindakan u/ Nyeri :
Umum

menonton televisi dan lingkungan tenang.

Latihan nafas dalam saat nyeri timbul.

Memberika n informasi penyebab, lokasi dan berat nyeri.

Obat-obatan. (ponstan, antalgin dsb.)

Anda mungkin juga menyukai