Anda di halaman 1dari 3

Komplikasi Infeksi Umbilikus (Omphalitis) Gambar 1.

Komplikasi dari Omphalitis (Winani, 2007; Moss, 1996; Perlemuter, 1996; Fraser, 2006) Cellulitis Nekrosis Fasciitis Abses dinding Abdominal

Menyebar ke Dinding Abdominal

Hernia Umbilical

Omphalitis

Abses Hepar Septic Emboli Trombosis Katub Vena Menyebar ke pembuluh umbilikus Menyebar ke Peritoneal

Infeksi dari umbilikus (Omphalitis) dapat menjadi akut/kronis Peritonitis serta berhubungan dengan Abses Intraabdominal morbiditas dan mortalitas yang signifikan (Winani Adhesions et al, 2007; Moss, 1996; Perlemuter, 1996) 1. Nekrosis Fasciitis Nekrosis Fasciitis adalah salah satu yang paling sering terjadi pada omphalitis. Kondisi tersebut berawal sebagai periumbilical cellulitis yang tidak di obati dan berkembang cepat menjadi nekosis di kulit dan jaringan subkutan sebagai contoh yaitu myonecrosis. Nekrosis Fasciitis sering menimbulkan gambaran klinis yang buruk pada scrotum serta pada dinding abdomen. 2. Peritonitis Peritonitis dapat terjadi dengan atau tanpa abses intraperitoneal. Dengan tidak adanya abses, infeksi bisa diselesaikan dengan penggunaan antibiotik intravena spektrum luas. 3. Evicerasi Evicerasi usus adalah salah satu yang komplikasi yang berdapak serius. Biasanya dijumpai pada usus halus namun pada usus besar juga dapat terjadi. Pada komplikasi ini perawatan lebih lanjut harus diambil mencegah usus terpelintir.

4. Abses Abese dapat mengembangkan di berbagai lokasi, tetapi yang paling sering di intraabdominal. Terdapat pula komplikasi yang berjalan lambat terjadi beberapa minggu, bulan, atau tahun setelah omphalitis dalam periode neonatal (Fraser, 2006). 1. Trombosis katub vena 2. Hernia Umbilikus 3. Peritoneal Adhesiaon Daftar Pustaka Winani S, Wood S, Coffey P, Chirwa T, Mosha F, Changalucha J, 2007.Use of clean delivery kit and factors associated with cord infection and puerperal sepsis in Mwanza, Tanzania. J Midwifery Womens Health; 52:3743. Moss RL, Musemeche CA, Kosloske AM, 1996. Necrotizing fasciitis in children: prompt recognition and aggressive therapy improve survival. J Pediatr Surg; 31:11421146. Perlemuter G, Bejanin H, Fritsch J, et al, 1996. Biliary obstruction caused by portal cavernoma: a study of 8 cases. J Hepatol; 25:5863. Fraser N, Davies BW, Cusack J, 2006. Neonatal omphalitis: a review of its serious complications. Acta Paediatr; 95:519522.

Prognosis Jika penanganan omphalitis tanpa komplikasi biasanya sembuh tanpa morbiditas yang serius. Namun, ketika pengobatan tertunda maka angka kematian bisa tinggi sekitar 7-15 %. Morbiditas dan mortalitas yang seirus dapat terjadi dari komplikasi nekrosis fasciilis, peritonitis dan Evicerasi serta trombosis katub vena mungkin akan menjadi fatal. Kematian dapat mencapai 38-87 % menyusul nekrosis fasciilis dan myonecrosis. Selain itu, faktor-faktor risiko tertentu seperti prematuritas, ukuran kecil untuk usia kehamilan, jenis kelamin laki-laki, dan pengiriman septik berhubungan dengan prognosis buruk (Gallagher; Fraser, 2006) Daftar Pustaka Gallagher PG, Shah SS. Omphalitis: Overview. Available at http:// emedicine.medscape.com/article/975422-overview (diunduh : 18 Mei 2013). Fraser N, Davies BW, Cusack J, 2006. Neonatal omphalitis: a review of its serious complications. Acta Paediatr; 95:519522.