Anda di halaman 1dari 36

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA

SEMESTER GANJIL TAHUN AKADEMIK 2012 / 2013

ACARA :

D-07

SEDIMENTASI

TAHUN AKADEMIK 2012 / 2013 ACARA : D-07 SEDIMENTASI DISUSUN OLEH : KAMANITO YOGAS P.N YUDHA

DISUSUN OLEH :

KAMANITO YOGAS P.N YUDHA RESTU GINANJAR W YOGA MAHESA A

(121 100 130) (121 100 142) (121 100 159)

LABORATORIUM PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA JURUSAN TEKNIK KIMIAFAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”YOGYAKARTA

2012

HALAMAN PENGESAHAN PROPOSAL PRAKTIKUM PRAKTIKUM DASAR TEKNIK KIMIA SEDIMENTASI

(D7)

Disusun oleh Kamanito Yogas P.N

(121100130)

Yudha Restu G W

(121100142)

Yoga Mahesa A

(121100159)

Yogyakarta, 18 Desember 2012 Asisten pembimbing praktikum

Ir. Wasir Nuri, MT

ii

KATA PENGANTAR

Pujidan syukur praktikan panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya

praktikan dapat menyelesaikan laporan praktikum yang berjudul“ Sedimentasi ( D7 ) “ ini untuk diseminarkan sebagai tugas akhir pelaksanaan Praktikum Dasar Teknik Kimia TA 2012/2013. Praktikan juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ir. Gogot Haryono, M.T., selaku Kepala Laboratorium Dasar Teknik Kimia UPN “Veteran” Yogyakarta.

2. Ir .Wasir Nuri, M.T., selaku asisten pembimbing.

3. Rekan-rekan sesame praktikan,atas kerjasamanya yang baik.

4. Petugas Laboratorium, atas kesediaannya membantu praktikan selama praktikium

berlangsung. Praktikan menyadari adanya kekurangsempurnaan pada laporan ini oleh karena itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat praktikan harapkan demi kesempurnaan penyusunan laporan selanjutnya.

Akhir kata praktikan berharap semoga laporan ini bermanfaat bagi para pembaca, khususnya mahasiswa jurusanTeknik Kimia.

Yogyakarta, 18Desember 2012

Praktikan

DAFTAR ISI

 

HAL

Halaman judul

i

Halaman pengesahan

ii

Kata pengantar

iii

Daftar isi……

iv

Daftar lambang

v

Daftar gambar

vi

Daftar tabel

vii

Intisari

viii

BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Tujuan percobaan

1

1.2 Latar Belakang

1

1.3 Tinjauan Pusaka

1

BAB II.PELAKSANAAN PERCOBAAN

2.1 Alat dan Bahan

6

2.2 Gambar Rangkaian alat

6

2.3 Diagaram Alir Cara kerja

7

2.4 Analisa Perhitungan

8

BAB III. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil Pengamatan

9

3.2 Pembahasan

11

BAB IV. KESIMPULAN

13

DAFTAR PUSTAKA

14

DAFTAR LAMBANG

A : Luas penampang tabung, cm 2

C : Konsentrasi padatan pada lapisan, gr/lt.

Co : Konsentrasi slurry mula -mula, gmol.cm -3

Cd : Koefisien gesekan

C L

Dp : Diameter partikel ,cm

g : Percepatan gravitasi ,cm/s 2

m : Massa partikel ,gr

NRe : Bilangan Reynold

V : Kecepatan relative fluida ,cm/s

V L

Vt : Kecepatan terminal ,cm/s

V P

z

: Konsentrasi slurry pada bidang batas ,gr/lt

: Kecepatan sedimentasi ,cm/s

: Volume padatan ,cm 3

: Perpotongan garis singgung kurva z Vs

i

z

L

: Tinggi bidang batas bening keruh pada

μ

: Viskositas fluida ,gr.cm -1 s -1

ρ

: Densitas fluida ,gr. cm -3

ρ S

: Densitas padatan ,gr.cm -3

Ө L

: Waktu sedimentasi ,s

dengan ordinat ,cm

=

L ,cm

DAFTAR GAMBAR

Hal

Grafik

1. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung besar Co = 10 gr/lt

Grafik

…………………………… 20 2. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung kecil Co = 10 gr/lt

Grafik

…………………………… 21 3. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung besar Co = 20 gr/lt

Grafik

…………………………… 22 4. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung kecil Co = 20 gr/lt

Grafik

…………………………… 23 5. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung besar Co = 30 gr/lt

Grafik

…………………………… 24 6. Hubungan antara Z Vs Ө pada tabung kecil Co = 30 gr/lt …………………………… 25

DAFTAR TABEL

Hal

Tabel 1. Hubungan antara tinggi batas bidang dening keruh ( z ) dengan waktu sedimentasi (Ө) pada Co = 10 gr/lt

……………………………….16

Tabel 2. Hubungan antara tinggi batas bidang dening keruh ( z ) dengan waktu sedimentasi (Ө) pada Co = 20 gr/lt

……………………………….17

Tabel 3. Hubungan antara tinggi batas bidang dening keruh ( z ) dengan waktu sedimentasi (Ө) pada Co = 30 gr/lt

……………………………….18

Tabel 4. Hubungan antara Zi, Z L , L , pada konsentrasi 10 gr/lt, 20 gr/lt, 30 gr/lt

……………………………….19

Tabel 5. C L dan V L , pada konsentarasi 10 gr/lt, 20 gr/lt, 30 gr/lt

……………………………….19

INTISARI

Sedimentasi adalah cara pemisahan campuran dalam bentuk slurry berdasarkan prinsip pengendapan oleh gaya berat menjadi cairan bening , cairan yang lebih pekat dan endapannya.

Percobaan ini dilaksanakan dengan menggunakan zat padat CaCO 3 atau kapur dengan konsentrasi tertentu yang berbeda dan menggunakan dua buah tabung dengan diameter yang berbeda sebagai tempat pengendapan. Pengamatan dilakukan dengan mengukur tinggi batas bidang bening keruh ( Z ) setiap selang waktu (Ө) 1 menit. Percobaan dihentikan bila telah tercapai endapan konstan. Kemudian diulang lagi dengan konsentrasi yang berbeda, yaitu pada Co=20 gr/ml , Co=40 gr/ml ,dan Co=60 gr/ml.

Dari pengamatan didapat grafik hubungan antara bidang batas bening keruh (Z) dengan waktu (Ө) pada berbagai konsentrasi akan terlihat bahwa makin besar konsentrasi suspensi, maka waktu pengendapannya akan semakin lama Semakin besar konsentrasi slurry, kecepatan pengendapannya lambat, ini ditunjukkan dengan besarnya waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan semakin banyak. Sebaliknya semakin kecil konsentrasi slurry, kecepatan pengendapannya cepat, ini ditunjukkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan semakin kecil. Berdasarkan grafik hubungan Z Vs Ө kemudian dibuat grafik hubungan kecepatan sedimentasi (V L ) dengan konsentrasi padatan (C L ) dimana semakin besar konsentrasi padatan yang terbentuk maka semakin turun kecepatannya. Kemudian pengaruh diameter tabung terhadap kecepatan sedimentasi didapat dari factor korelasi dinding untuk aliran laminar dimana semakin besar diameter tabung maka semakin besar kecepatan sedimentasinya

A. Latar Belakang Didalam prakteknya banyak dijumpai proses yang melibatkan zat padat dengan cairan, serta proses pemisahan zat padat dengan cairan tersebut. Salah satunya adalah proses sedimentasi. Sedimentasi dapat diartikan sebagai pemisahan suspensi menjadi cairan dan zat padat yang lebih pekat, dimana prinsip pengendapannya berdasarkan gaya berat (gravitasi). Proses sedimemtasi banyak digunakan dalam dunia industri, biasanya pada unit pemisahan. Pada umumnya sedimentasi digunakan pada pengolahan air minum, pengolahan air limbah dan pengolahan air limbah tingkat lanjutan. Proses sedimentasi banyak digunakan karena prosedurnya yang sederhana dan hasilnya baik. pelaksanaanya, sedimentasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu secara batch dan kontinyu. Sedangkan untuk skala laboratorium dilakukan secara batch.

B. Tujuan Percobaan

1. Mempelajariberbagaipengaruhkonsentrasipadatanterhadapkecepatansedimentasi pada

slurry CaCO 3 dalam air dengansedimentasisecara batch.

2. Mempelajarihubunganpengaruhantara diameter tabungdengankecepatansedimentasi.

C. Dasar Teori

Sedimentasi adalah pemisahan suspensi cairan yang jernih dan endapan yang mengandung

padatan dengan konsentrasi yang kebih tinggi (G.G Brown, 1956).Endapanadalahzat yang

memisahkandirisebagaisuatufasepadatkeluardarilarutan (Vogel,1979).

Proses sedimentasi yang dijalankan secara batch, seperti yang dijalankan di dalam

laboratorium, digunakan untuk kapasitas kecil. Sedangkan sedimentasi secara kontinyu biasa

digunakan di dalam industri dengan kapasitas besar.

Mekanisme sedimentasi secara batch dapat digambarkan sebagai berikut :

secara batch dapat digambarkan sebagai berikut : sedimentasi secara batch Gam bar 1. Mek

sedimentasi secara batch

Gam

bar

1.

Mek

anis

me

Keterangan gambar:

A. Cairanbeningataufluidabebasbutiran

B. Bagiandengankonsentrasiseragam

C. Bagian dengan distribusi berbagai ukuran partikel dan konsentrasi tidak seragam

D. Bagiantransisiatautitikkritis

E. Endapanpartikel-partikelpadat

Partikel mulai mengendap dan diasumsikan mencapai kecepatan maksimum dengan cepat.

Zona D yang terbentuk terdiri dari distribusi berbagai ukuran dan konsentrasi partikel yang tidak

seragam (c), bagian (b) adalah bagian dengan partikel - partikel yang berukuran hampir sama dan

mempunyai konsentrasi yang seragam.

Mekanisme sedimentasi dapat dijelaskan dengan teori gerak partikel padat dalam fluida. Jika

butir padat seberat M gram jatuh bebas dengan kecepatan V cm/s relatif terhadap fluida

dimana densitas padatan dan densitas fluida dicari, maka partikel tersebut mengalami tiga

macam gaya yaitu:

1. Gaya gravitasidenganarahkebawah

Fg = mg

dimana :

Fg

= gayagesek

m

=massaparikel

g

= kecepatangrvitasi

2. Gayaapungdenganarahkeatas

Fb = (m. .g)/ s = V s . .g dimana :

Fb

m

g

v

ρ

ρ s

= gayaapung

=massapartikel

= kecepatangrvitasi

s =kecepatanpadatan

= densitas

= densitas

(1)

(2)

3. Gaya gesekan/ drag force berlawanan arah dengan gerak benda

Fd = (Cd.V 2 . .A) / 2

dimana :

Fd

= gaya gesek

Cd

= koefisien gaya gesek

v

= kecepatanpadatan

A

= luaspenampangaliran

ρ

= densitas

(3)

Ketiga gaya pada partikel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

gaya pada partikel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Gambar 2. Gerak jatuh partikel dalam fluida Resultan

Gambar 2. Gerak jatuh partikel dalam fluida Resultan gaya-gaya yang bekerja (Fg Fb Fd) g c = m dv/d θ

Dengan mendistribusikan persamaan (1), (2) , (3) ke dalam persamaan (4), maka :

(4)

dv/d= g ( s / ) g [(Cd.v 2 . .A)/2m]

(5)

dv/dθ = g – (1 - s / ) [(Cd.v 2 . .A)/2m]

(6)

Untuk partikel yang terbentuk bola, A = .Dp 2 / 4 dan m = (. Dp 3 / 6), persamaan (6) menjadi

:

dv/d θ = g (1 - s / ) [(3.Cd.v 2 . .A) /2m]

(7)

Pada “terminal velocity”, dc/d θ = 0, sehingga :

(3.Cd.v 2 . ) / (4.Dp. s ) = g (1- s / )

Persamaan (8) diselesaikanmenjadi :

Vt

4   s    . g Dp . 3. Cd . 
4 
 s  
.
g Dp
.
3.
Cd .

(8)

(9)

Harga Cd dapatdicaridengangrafikDpvsN Rc padabuku “Perry’s Chemical Engineer’s Handbook” edisi 7.

Cd

24

24

DpV

.

.

/

 

N

Rc

(10)

Persamaan (10) disubtitusikan ke persamaan (9):

Vt

dimana :

  s    . g Dp . 2 18. 
 s  
.
g Dp
.
2
18.

(11)

g

= percepatangravitasi (m/s 2 )

Cd

= drager efisien

A

= luas proyeksi partikel terhadap arah gerakan (m 2 )

s

= densitas padatan (kg/m 3 )

= densitas fluida (kg/m 3 )

m

= massa padatan (kg)

Vt

= kecepatan terminal (m/s)

Gerak partikel di dalam fluida, terbagi dalam 3 periode, yaitu :

1. Periode jatuh dengan percepatan karena gaya gravitasi.

2. Free Settling Periode jatuh dengan kecepatan tetap, yang berpengaruh hanya gaya gravitasi.

3. Hindered Settling

Periode dimana kecepatan sedimentasi berkurang ketika terjadi kenaikan konsentrasi, yang disebabkan karena kenaikan densitas dan viskositas. Kecepatan pengendapan merupakan fungsi dari konsentrasi padatan dalam fluida dengan pertolongan grafik hubungan antara tinggi bidang batas bening keruh (z) terhadap waktu (θ).

Gambar 3. Hubungan antara tinggi batas bening keruh (z) dan waktu ( θ ) Kecepatan

Gambar 3. Hubungan antara tinggi batas bening keruh (z) dan waktu (θ)

Kecepatan sedimentasi dapat dicari dari slope garis singgung

(3).

Kecepatansedimentasi:

V L = slope = tg.= y/x = (z 1 z L )/ θ L

kurva. Contoh

(12)

pada gambar

Hubungan antara konsentrasi dengan kecepatan sedimentasi dapat dilihat, sebagai berikut :

C - dCkecepatan sedimentasi dapat dilihat, sebagai berikut : (v + dv + v L ) C, V

(v + dv + v L )

(v + dv + v L ) C, V + V L

C, V + V L L

Gambar 4 . Hubungan kecepatan dengan konsentrasi pada lapisan batas

dimana :

C

= Konsentrasi padatan pada lapisan

V L

= kecepatan pengandapan dari partikel pada lapisan

(V+dV+V L )

= kecepatan padatan masuk ke dalam lapisan dilihat dari permukaan

lapisan

(C dC)

= konsentrasi padatan masuk ke dalam lapisan.

(V+V L )

= kecepatan padatan ke luar lapisan dilihat dari permukaan

lapisan.

Daripersamaandiataslaludibuatneracamassaprosessedimentasi :

(C-dC)A θ (V+dV+V L ) = CA θ (V+V L )

(13)

Untuk luas penampang (A) yang konstan, maka persamaan (13) menjadi:

V L = C dV/dC V dV

(14)

dV dapat diabaikan, karena kecil:

V L = C dV/dC V

(15)

Asumsi kecepatan adalah fungsi dari konsentrasi:

V L = f(C)

dV/dC = f (C)

Jika C tetap pada lapisan, maka f ( C ), f (C) dan V L , tetap. Harga V L yang tetap di dalam

kecepatan bidang batas dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi padatan pada lapisan dari

penyelesaian secara batch.

Jumlah padatan yang melewati lapisan sama dengan jumlah padatan total karena lapisan ini

mempunyai konsentrasi yang mulai terbentuk dari bawah dan menuju atas ke bidang batas,

sehingga :

C L .A L . θ L . (V+V L ) = C 0 .z 0 .A

(15)

dimana:

C 0

= konsentrasiawaldaripadatantersuspensi

z 0

= tinggiawaldaripadatantersuspensi

A

= luassilinder

C L

= kosentrasilapisan batas

θ L = waktuuntukbergerakdaridasarkepermukaan batas

(V+V L )

= kecepatan padatan keluar dari lapisan

Bila Z L adalah bidang batas saat θ L dengan V L konstan, maka:

V

L

Z

L

L

(17)

Dari hasil plot dapat percobaan grafik z vs θ diperoleh V L sebagai slope dari kurva pada θ=θ L .

Garis singgung kurva pada θ L memotong ordinat pada z i . slope dari garis singgung ini adalah :

V

L

Z

i

Z

L

L

(18)

Sedangkan harga C L dapat dicari dengan persamaan (16)

C L .A L . θ L .(V+V L ) = C 0 .Z 0 .A

Karena A L = A, maka :

C L .A L . θ L .(V+V L ) = C 0 .Z 0 .A

C

C

C

C

C

L

L

L

L

L

L

C o

Z

(

V

L

o

V

)

C

o

Z

o

L

V

L

V

L

C

o

Z

o

L

Z

C

i

Z

L

o

L

Z

o

Z

L

(

Z

i

C

o

Z

L

Z

o

)

Z

L

Z

i

(19)

(20)

(21)

(22)

(23)

(24)

Dari data konsentrasi (C L ) dan kecepatan sedimentasi (V L ) dapat dibentuk sebuah grafik V L = f (C L ) sebagai berikut:

V L V L = f (C l ) C L
V L
V L = f (C l )
C L

Gambar 5. Grafik hubungan C L vs V

Didalam sedimentasi secara kontinyu memakai alat yang disebut thickener. Sedimentasi secara batch memakai alat yang disebut silinder, maka suspense dimasukkan di atas, kemudian cairan bening dan padatannya dikeluarkan lewat bawah. Proses sedimentasi secara kontinyu juga akan terdapat bagian-bagian yang sama dengan sedimentasi secara batch, tetapi pada saat keadaan steady state umpan suspense ke dalam penampungan sama tiap satuan waktu dengan sludge (lumpur) dan cairan bening yang dikeluarkan dari penamnpungan, sehingga tinggi masing-masing bagian akan konstan.

BAB II PELAKSANAAN PERCOBAAN

A .Bahan yang digunakan :

CaCO 3

Air

Methyl Orange

B. Alat yang digunakan :

a. Tabungkacabesar

e.Stop watch

b. Tabungkacakecil

f.Timbangan

c. Beker glass

g.Corong

d. Gelasukur

h.Pengaduk

C.Rangkaianalatpercobaan

:

1
1

Keterangan gambar :

1. Tabung besar

2
2

D. CARA KERJA

1. Diukur volume tabung (besardankecil) dengan dimasukkan air kedalamnya sampai ketinggian tertentu, kemudian air dikeluarkan dan ditampung dengan beker glass, kemudiandiukurdengangelasukur.

2. Dibuat slurry (CaCO 3 + Air) dengan konsentrasi (10gr/L;20gr/L;30gr/L ,dicampur / diaduk sampai homogen dengan metyl orange (1% berat).

3. Dimasukkan slurry kedalam tabung besar dan kecil bersama-sama sehingga tinggi permukaan keduanya sama (z o ).

4. Diamati tinggi bidang batas bening keruh pada kedua tabung pada setiap selang waktu 4 menit.

5. Dihentikan percobaan setelah ketinggian konstan.

6. Diulangi percobaan untuk konsentrasi slurry yang berbeda.

E. ANALISA PERHITUNGAN Dari percobaan diperoleh hasil tinggi batas atas bidang bening keruh (ZL) dari pembacaan skala dan harga waktu (θ) pada percobaan dengan selang waktu yang ditentukan, sehingga dari data yang diperoleh dapat digunakan untuk mencari Zi, ZL, dan θL. Dari data harga Zi, ZL, dan θL dapat dicari harga v L dan c L dengan rumus :

c

v

L

L

dimana :

c

o

.

z

o

z

z

i

i

z

L

L

C 0 = Konsentrasi slurry mula-mula Zo = Tinggi slurry mula-mula Z i = Perpotongan garis singgung kurva Z vs dengan ordinat C L = Konsentrasi slurry pada bidang batas Z L = Tinggi bidang batas bening keruh pada = L L = Waktu sedimentasi V L = Kecepatan sedimentasi

Persamaan hubungan V L dan C L dapat dicari dengan metode least square dan kemudian dibuat grafik hubungan V L vs C L . Dengan persamaan eksponensial:

Y

= a.e bX

ln

Y = ln a + bX

Y 1

= c + bX

Lalu dengan pendekatan Least Square,didapat :

1

XY Y   n.c cX bX bX

1

2

Setelah diperoleh c dan b maka persamaan yang didapat :

Y = a.e bX

C L = a.e b(VL)

BAB IV

PERHITUNGAN

1.Hasil pengamatan percobaan Volume tabung besar : 500 ml Volume tabung kecil : 250 ml ∆t pengamatan tinggi bidang batas : 2 menit

A.Ca = 10 gr/liter

Tabung besar

Tabel 1.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggi batas bening keruh

1

2

25.2

2

4

25

3

6

24.9

4

8

24.9

5

10

24.9

6

12

24.9

25.25 25.2 25.15 25.1 25.05 25 24.95 24.9 24.85 0 5 10 15 tinggi batas
25.25
25.2
25.15
25.1
25.05
25
24.95
24.9
24.85
0
5
10
15
tinggi batas bening keruh

waktu

y = 0.0062x 2 - 0.1132x + 25.38

batas bening keruh waktu y = 0.0062x 2 - 0.1132x + 25.38 Tinggi batas bening keruh

Tinggi batas bening keruh

Poly. (Tinggi batas bening keruh)

Grafik 1.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh dengan konsentrasi

Tabel 2.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 10

25,156

24,98

5,7

26

10,33551

0,030877

 

2 10

25,058

24,92

6,6

26

10,37593

0,020909

 

3 10

25

24,856

7,8

26

10,4

0,018462

VL

0.035 0.03 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 10.32 10.34 10.36 10.38 10.4 10.42
0.035
0.03
0.025
0.02
0.015
0.01
0.005
0
10.32
10.34
10.36
10.38
10.4
10.42

CL

VL

Grafik 2.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

Tabung kecil Tabel 3.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggibatasbeningkeruh

1

2

25.8

2

4

25.6

3

6

25.5

4

8

25.5

5

10

25.5

6

12

25.5

25.85 25.8 25.75 25.7 y = 0.0062x 2 - 0.1132x + 25.98 25.65 Series1 25.6
25.85
25.8
25.75
25.7
y = 0.0062x 2 - 0.1132x + 25.98
25.65
Series1
25.6
Poly. (Series1)
25.55
25.5
25.45
0
5
10
15
tinggi batas bening keruh

waktu

Grafik 3.Hubungan waktu(t) dengan tinggi batas bening keruh dengan konsentrasi

Tabel 4.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 10

25,81

25,58

5,1

26

10,07361

0,045098

 

2 10

25,71

25,51

6,1

26

10,1128

0,032787

 

3 10

25,595

25,48

7,8

26

10,15823

0,014744

VL

0.05 0.045 0.04 0.035 0.03 0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 10.06 10.08 10.1 10.12
0.05
0.045
0.04
0.035
0.03
0.025
0.02
0.015
0.01
0.005
0
10.06
10.08
10.1
10.12
10.14
10.16
10.18

CL

VL

Grafik 4.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

B.Ca = 20gr/liter Tabung besar Tabel 5.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggibatasbeningkeruh

1

2

25.3

2

4

25.1

3

6

24.8

4

8

24.8

5

10

24.8

6

12

24.8

25.4 25.3 25.2 25.1 25 24.9 24.8 24.7 0 2 4 6 8 10 12
25.4
25.3
25.2
25.1
25
24.9
24.8
24.7
0
2
4
6
8
10
12
14
tinggi batas bening keruh

waktu

y = 0.0098x 2 - 0.1861x + 25.64

batas bening keruh waktu y = 0.0098x 2 - 0.1861x + 25.64 Tinggi batas bening keruh

Tinggi batas bening keruh

Poly. (Tinggi batas bening keruh)

Grafik 5.Hubungan waktu(t) dengan tinggi batas bening keruh dengan konsentrasi

Tabel 6.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 20

25,38

24,94

5,2

26

20,48857

0,084615

 

2 20

25,22

24,88

6,4

26

20,61856

0,053125

 

3 20

25,2

24,78

7,8

26

20,63492

0,053846

0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 20.45 20.5 20.55 20.6 20.65
0.09
0.08
0.07
0.06
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0
20.45
20.5
20.55
20.6
20.65
VL

CL

VL

Grafik 6.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

Tabung kecil Tabel 7.Hubungan waktu(t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggibatasbeningkeruh

1

2

25.9

2

4

25.8

3

6

25.6

4

8

25.6

5

10

25.6

6

12

25.6

25.95 25.9 25.85 25.8 25.75 25.7 25.65 25.6 25.55 0 2 4 6 8 10
25.95
25.9
25.85
25.8
25.75
25.7
25.65
25.6
25.55
0
2
4
6
8
10
12
14
tinggi batas bening keruh

waktu

y = 0.0058x 2 - 0.1112x + 26.11

batas bening keruh waktu y = 0.0058x 2 - 0.1112x + 26.11 Tinggi batas bening keruh

Tinggi batas bening keruh

Poly. (Tinggi batas bening keruh)

Grafik 7.Hubungan waktu(t) dengan tinggi batas bening keruh dengan konsentrasi

Tabel 8.Hubungan antarakonsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 20

25,93

25,68

5,3

26

20,05399

0,04717

 

2 20

25,82

25,62

6,8

26

20,13943

0,029412

 

3 20

25,71

25,59

8,1

26

20,22559

0,014815

0.05 0.045 0.04 0.035 0.03 0.025 0.02 VL 0.015 0.01 0.005 0 20 20.05 20.1
0.05
0.045
0.04
0.035
0.03
0.025
0.02
VL
0.015
0.01
0.005
0
20
20.05
20.1
20.15
20.2
20.25
CL
VL

Grafik 8.Hubungan antarakonsentrasi (CL) dengankecepatan (VL)

C.Ca = 30 gr/liter Tabung besar Tabel 9.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggibatasbeningkeruh

1

2

25.3

2

4

25.1

3

6

24.8

4

8

24.8

5

10

24.8

6

12

24.8

25.4 25.3 25.2 25.1 25 24.9 24.8 24.7 0 2 4 6 8 10 12
25.4
25.3
25.2
25.1
25
24.9
24.8
24.7
0
2
4
6
8
10
12
14
tinggi batas bening keruh

waktu

y = 0.0098x 2 - 0.1861x + 25.64

batas bening keruh waktu y = 0.0098x 2 - 0.1861x + 25.64 Tinggi batas bening keruh

Tinggi batas bening keruh

Poly. (Tinggi batas bening keruh)

Grafik 9.Hubunganwaktu(t) dengantinggibatasbeningkeruhdengankonsentrasi

Tabel 10.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 30

25,35

24,95

5

26

30,76923

0,08

 

2 30

25,2

24,85

6,4

26

30,95238

0,054687

 

3 30

25,05

24,79

7,6

26

31,13772

0,034211

0.09 0.08 0.07 0.06 0.05 0.04 0.03 0.02 0.01 0 30.7 30.8 30.9 31 31.1
0.09
0.08
0.07
0.06
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0
30.7
30.8
30.9
31
31.1
31.2
VL

CL

VL

Grafik 10.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

Tabungkecil Tabel 9.Hubungan waktu (t) dengan tinggi batas bening keruh

No

Waktu

Tinggi batas bening keruh

1

2

25.9

2

4

25.8

3

6

25.8

4

8

25.8

5

10

25.8

6

12

25.8

25.92 25.9 25.88 25.86 25.84 25.82 25.8 25.78 25.76 0 2 4 6 8 10
25.92
25.9
25.88
25.86
25.84
25.82
25.8
25.78
25.76
0
2
4
6
8
10
12
14
tinggi batas bening keruh

waktu

y = 0.0022x 2 - 0.0384x + 25.95

batas bening keruh waktu y = 0.0022x 2 - 0.0384x + 25.95 Tinggi batas bening keruh

Tinggi batas bening keruh

Poly. (Tinggi batas bening keruh)

Grafik 11.Hubungan waktu(t) dengan tinggi batas bening keruh dengan konsentrasi

Tabel 12.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

No

Co

Zi

ZL

θL

Zo

CL

VL

 

1 30

25,912

25,83

4

26

30,10188

0,0205

 

2 30

25,87

25,8

6

26

30,15075

0,011667

 

3 30

25,836

25,79

7

26

30,19043

0,006571

VL

0.025 0.02 0.015 0.01 0.005 0 30.08 30.1 30.12 30.14 30.16 30.18 30.2
0.025
0.02
0.015
0.01
0.005
0
30.08
30.1
30.12
30.14
30.16
30.18
30.2

CL

VL

Grafik 12.Hubungan antara konsentrasi (CL) dengan kecepatan (VL)

PEMBAHASAN

Berdasarkan data percobaan grafik dapat diamati bahwa semakin lama waktu pengendapan , semakin berkurang kecepatan pengendapan ini ditunjukkan dengan perubahan tinggi bidang batas bening keruh tiap selang waktu semakin turun hingga didapat tinggi bidang batas bening keruh yang konstan . Semakin besar konsentrasi slurry, kecepatan pengendapannya lambat, ini ditunjukkan dengan besarnya waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan semakin banyak. Sebaliknya semakin kecil konsentrasi slurry, kecepatan pengendapannya cepat, ini ditunjukkan dengan waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan semakin kecil. Pada grafik diatas juga terlihat perbedaan kurva pada konsentrasi yang sama pada tabung besar dan tabung kecil. Pada tabung yang besar penurunan tinggi bidang batas tiap

selang waktu lebih kecil daripada tabung yang kecil, sehingga kecepatan pengendapan pada tabung besar lebih cepat daripada tabung kecil. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan densitas massa pada volume tabung yang mempengaruhi gaya gesekan antar partikel. Semakin besar densitas massa pada volume tabung maka semakin besar pula gaya gesekan antar partikel sehingga kecepatan pengendapan semakin lambat, penurunan tinggi bidang batas bening keruh kecil, waktu yang dibutuhkan untuk pengendapan besar. Begitu pula sebaliknya Persen kesalahan yang terjadi disebabkan karena :

1. Selang waktu pembacaan pada saat percobaan lama, sehingga didapatkan pembacaan yang kurang akurat.

2. Ketidaktepatan pembacaan tinggi bidang batas bening keruh.

3. Ketidaktepatan penimbanagan CaO dan methyl orange.

4. Alat yang kurang sempurna.

KESIMPULAN

1. Kecepatan sedimentasi dipengaruhi oleh konsentrasi, dimana makin besar konsentrasi maka kecepatan sedimentasi semakin lambat.

2. Semakin lama waktu sedimentasi maka kecepatan sedimentasi semakin lambat.

3. Semakin besar diameter tabung, maka kecepatan sedimentasi akan semakin cepat, dan waktu pengendapannya akan semakin lama.

4. Dari hasil percobaan diperoleh hubungan antara waktu dengan tinggi bidang batas bening keruh yang dinyatakan dengan persamaan untuk masing-masing konsentrasi dan jenis tabung.

Co (gr/ml)

V tabung besar

Vtabung kecil

10

0,020909

0,032787

20

0,053125

0,029412

30

0,054687

0,011667

DAFTAR PUSTAKA

Brown,G.G,”Unit Operation” hal 110-114 Foust,A.S,”Principles of Unit Operation” hal 629-63

PERTANYAAN DAN JAWABAN

1. Arya Irmansyah (121100040) Apa yang dimaksud hindered settling pada percobaan sedimentasi yang dilakukan ini? Jawaban:

Periode dimana kecepatan sedimentasi berkurang ketika terjadi kenaikan konsentrasi, yang disebabkan karena kenaikan densitas dan viskositas

2. Affan Fajar Hamdani (121100052) Hal apa yang paling mempengaruhi terhadap persentase kesalahan di percobaan ini, jelaskan? Jawaban:

Ketidaktepatan pembacaan tinggi bidang batas bening keruh, karena setiap waktu yang berbeda ketinggian bias sangat cepat berubah.