Anda di halaman 1dari 23
. ARIMATEA (Advokasi Rehabilitasi Imunisasi_Agidah Terpadu Efektif & Aktual) ~Sampaikan islam, Cegah Penurtadan SETELAH 5 THN DIAM, KINI SAATNYA KAMI BICARA Pertimbangan kami menyampaikan ini karena sudah banyak memakan korban, terutama para tokoh/umat yang langsung percaya & ikut menyebar-luaskan isi ghibah/isu/fitnah tentang kami, sehingga akhirnya sangat mungkin jadi ikut menanggung dosa. Mudah- mudahan bagi pihak yang menyadari bisa menghentikan untuk ikut dalam arus gelombang fitnah ini. Berbagai penjelasan dibawah ini, tidak bermaksud untuk ri‘ya/sombong/menyudutkan pihak lain, namun terpaksa memang harus dijelaskan agar kita memperoleh informasi yang sebenarnya, sehingga maksud penulisan ini seperti tersebut diatas bisa tercapai. Humas ARIMATEA ; 087868327978 . ARIMATEA (Advokasi Rehabilitasi Imunisasi_Agidah Terpadu Efektif & Aktual) -Sampaikan islam, Cégah Pemurtadan- Fitnah/Isu sudah 5 tahun (2003-2008) bergentayangan tentang ARIMATEA dan para pengurusnya. Namun kami sepakat tidak perlu melayani fitnah/isu tersebut, berkarya dilapangan adalah jawabannya. Ternyata benar, ditengah-tengah ranjau fitnah, baik diciptakan/disebar oleh Salibis untuk melemahkan ARIMATEA atau oleh internal Islam sendiri, Alhamdulillah kami justru diminta oleh tokoh/aktifis diberbagai daerah untuk membuka perwakilannya. Sampai akhir thn 2008 ARIMATEA sudah ada di 59 kota. Yang mengherankan adalah, hampir semua (kecuali sedikit), tidak pernah memperdulikan standar seorang = muslim untuk _tabayyun/croscek (QS.49:6=menyelidiki), sehingga peringatan dari Allah SWT dalam QS.2:217 (fitnah lebih besar dosanya dari pembunuhan) tidak lagi menakutkan. ARIMATEA/Diki Candra lah yang sebenarnya menyusupkan Andronikus Kaparang (Lask Kristus) ke MMI, yg saat itu dipim Ust Abu Bakkar Ba’asir Tsu ini muncul dari Irena Handono, yang disampaikan kepada beberapa pengurus ARIMATEA Malang & Batu (Irene sebelumnya tidak sadar, itu adalah para pengurus ARIMATEA). Yang menurut Irene jika tidak percaya silahkan tanyakan kepada Mowo Purwito (Orang yang murtad dari muslim karena guncangan ekonomi, menjadi pendeta/pengurus PDS, kemudian kembali lagi jadi muslim, yang setelah disyahadatkan, pernah ditampung & tinggal 5 bulan di markas ARIMATEA, yang akhirnya bergabung dengan Irene). Disini Irene sudah melanggar peringatan dalam al-qur’an dalam QS.49:6. Jawab; © Baik Irena dan Mowo tidak tahu apa-apa tentang kasus tsb, apalagi Mowo yang ditampung oleh ARIMATEA jauh setelah peristiwa penyusupan itu terungkap. (im ARIMATEA sedang menghadap Ust Abu Bakar Ba'asyir, untuk menginjormasikan pada tahun 2003 MMI telah disusupi oleh 5 orang laskar kristus, dimana salah satunya yang sudah masuk Islam kita ajak kebeliau untuk mengaku secara langsung. Pertemuan tersebut Selain dihadiri oleh Sekjen Humas ARIMATEA ; 087868327978 . ARIMATEA (Advokasi Rehabilitasi Imun Agidah Terpadu Efektif & Aktual) ~Savapaikan islave, Cegah Pemurtadan- ARIMATEA (Diki Candra), ketua Umum ARIMATEA Pusat (Hb Muhsin Ahmad Alatas Lc.) yang juga Ketua Dewan Syu’ro FPI. juga ada ARIMATEA Solo, FPI Solo dan beberapa pengurus MMI solo.) Yang sebenarnya terjadi adalah; ARIMATEA mengikuti keputusan Amir MMI saat itu, Ust Abu Bakar Ba‘asir agar Andronikus Kaparang yang pernah menyusup tersebut tidak dilaporkan ke polisi & ke Media. Dengan tujuan agar kita dapat memanfaatkan Andronikus Kaparang untuk membongkar berbagai kasus intelijen Salibis di Indonesia. Namun karena markas MMI di Jogja berbeda paham dengan Ust Abu Bakar Ba’asir yang nota benenya adalah Amirnya, sehingga MMI Jogja tetap memperkarakan kasus tsb ke Polda Jogja, maka akhirnya kasus ini menjadi fitnah. Dari pelajaran ini, yang perlu dikasihani adalah begitu banyak tokoh yang terseret ikut berdosa karena percaya dan ikut menyebarkan fitnah tersebut, yang seolah Diki Candra lah yang menjamin sehingga Andronikus tidak ditahan, padahal polisi sendiri yang tidak menahan, karena dari sisi hukum positif di Negara kita, tidak ada buktinya. Alhamdulillah, ARIMATEA/Diki Candra dan Ust Abu Bakkar Ba’asyir yang sudah mundur dari MMI, sampai bulan Februari 2009 masih menjalin komunikasi dengan baik, dimana Ust Abu pernah menitipkan seorang mulllaf ke Wisma Muallaf yang dikelola ARIMATEA. Dalam bulan Februari 2009 saja ust Abu berkominikasi dengan Diki Candra lebih dari 5 kali. ARIMATEA/ Diki Candra fitnah Irena Handono di mimbar ! Isu ini muncul, dibuat dan disebarkan oleh Sally Sety (assisten pribadi/anak Irena Handono), via SMS pada tanggal 17 Juli 2008 ; “Diki Candra memposisikan diri sebagai Ustadz, maka bersikaplah sebagai Ustadz. Hrs bisa membawa diri, dia figure masyarakat, bukan (maaf) tokoh srimulat yg kalau bicara asal2an dimaklumi saja. Kecuali kalau memang mau dianggap demikian & saya rasa itu tdk. Saya dr Irene Center, himbau P’Diki Candra untuk minta maaf ke bu Irene. Langkah itu akn sgt terhormat utk beliau sbg pejuang. Cc:AT,BS,KH CR (ttd Sally)” Tembusan SMS tsb ke KH CR (mungkin yang dimaksud KH Cholil Ridwan) Jawab; Alhamdulillah fitnah itu tidak perlu saya yang jawab. Ust Yusuf Ismial S.Ag, yang akhirnya menjawab sms fitnah tersebut, yang disampaikan kepada Iwan Setiawan, Wk Sekjen ARIMATEA; “AWW. Mas Iwan, SMS dr Sally (Irene Center) itu fitnah, selama P’diki safari dakwah di Lampung tdk pernah membicarakan Irena di mimbar. Selama 4 hr disana sy selalu bersama. Krn sy jadi pembicara juga. Ada panitia bertanya ttg Irena, tapi itu di mobil ketika sdg antar kita ke bandara. Pertanyaannya; apakah Humas ARIMATEA ; 087868327978