Anda di halaman 1dari 34

Kiat-kiat menghadapi gangguan Jin Sebagaimana telah dijelaskan di atas, bahwa jin (setan) senantiasa mengganggu dan "menyerang"

manusia khususnya orang mukmin dari berbagai sisi dan dalam berbagai keadaan. Untuk itu, agar usaha mereka tidak berhasil dan dapat dipatahkan, maka seorang mukmin harus mempunyai "senjata" khusus dalam menghadapi mereka. Di antara "senjata" yang harus dipegang seorang mukmin dalam melawan "serangan" setan ini, adalah sebagai berikut: 1. Berlindung dan memohon bantuan hanya kepada Allah Swt. Mengenai "senjata" ini, Allah telah berfirman dalam surat al-A'raf ayat 199-200: Artinya: "Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan maka berlindunglah kepada Allah .Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui" (QS. Al-Araf: 199-200). Adapun keadan atau situasi yang memungkinkan adanya gangguan jin adalah sebagai berikut; a. Ketika masuk WC Rasulullah Saw menganjurkan agar setiap kali masuk ke WC, terlebih dahulu membaca doa sebagai permohonan perlindungan kepada Allah dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan. Hal ini sebagaimana tertuang dalam hadits berikut ini: Artinya: "Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah Saw bersabda: "Sesungguhnya toilet-toilet itu dihuni oleh Jin. Oleh karena itu, apabila seseorang di antara kalian masuk WC, maka katakanlah: Allahumma Inni audzubika minal khubutsi wal khabaits (Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari gangguan jin laki-laki dan jin perempuan" (HR. Abu Dawud, Nasa'I, Ibnu Majah dan Ahmad). b. Ketika marah Ketika seseorang marah, maka setan akan dengan mudah masuk dan menggodanya. Oleh karena itu, Rasulullah Saw mengajarkan bahwa ketika seseorang marah, hendaklah ia membaca ta'udz; audzubillahi minasyaithanir rajim. Hal ini sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits berikut ini: Artinya: "Dari Sulaiman bin Shurad berkata: "Ada dua orang saling memaki di hadapan Rasulullah, saat itu kami sedang duduk di sampingnya. Salah seorang dari keduanya memaki temannya dengan sangat marah sehingga tampak mukanya memar merah. Rasulullah Saw kemudian bersabda: "Sesungguhnya saya mengetahui

sebuah kalimat yang apabila diucapkan, maka marah kalian akan hilang, yaitu: Audzu billah minas syaithanir rajim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk)" (HR. Bukhari Muslim). c. Ketika berhubungan badan suami isteri Rasulullah Saw juga menganjurkan agar sebelum melaksanakan hubungan badan, terlebih dahulu berdoa dan berlindung kepada Allah dari godaan setan. Dalam sebuah hadits dikatakan: Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak menggauli isterinya kemudian sebelum menggaulinya ia membaca doa: "Bismillah, allahumma jannibnaas syaithan wa jannibis syaithana ma razaqtana" (Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari gangguan dan godaan setan serta jauhkanlah setan itu dari apa yang akan Eukau anugerahkan kepada kami (anak), maka apabila dari hubungan tersebut ditakdirkan membuahkan seorang anak, maka anak itu tidak akan diganggu oleh setan selamanya" (HR. Muttafaq 'alaih). d. Ketika turun dari lembah atau dari rumah Rasulullah Saw mengajarkan bahwa apabila seseorang keluar dari rumah, atau melewati lembah, tempat angker hendaklah membaca doa sebagaimana tercantum dalam hadits berikut: Artinya: "Rasulullah Saw bersabda: "Kalau saja seseorang di antara kalian keluar rumah lalu berdoa: Audzu bikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq (Aku berlindung kepada Allah dengan perantaraan kalimah Allah yang sempurna dari kejahatan makhluknya), maka ia tidak akan diganggu sedikitpun sejak ia berada di rumah itu sampai ia meninggalkannya" (HR. Ibnu Majah dengan sanad yang shahih). e. Ketika mendengar ringkikan keledai Dalam hal ini Rasulullah bersabda: Artinya: "Abu Hurairah berkata, Rasulullah Saw bersabda: "Apabila kalian mendengar ayam jantan berkukuruyuh (kongkorongok), maka mintalah karunia dari Allah, karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari godaan dan tipu daya syaithan karena keledai itu telah melihat syaithan". (HR. Bukhari Muslim). f. Ketika hendak membaca al-Qur'an Allah berfirman dalam surat an-Nahl ayat 98-99:

Artinya: "Apabila kamu membaca Al-Qur`an hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang- orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya" (QS. An-Nahl: 98-99). 2. Senjata kedua adalah memohonkan perlindungan kepada Allah untuk keluarga dan seluruh keturunan Dalam sebuah hadits dikatakan: Artinya: "Ibnu Abbas berkata: Rasulullah Saw pernah memohonkan perlindungan untuk Hasan dan Husain (cucu beliau) dengan mengatakan: U'idzukuma bikalimatillahit tammah min kulli syaithan wa hammah wa min kulli 'ainin laammah (Aku memohon perlindungan untuk kamu berdua dengan perantaraan kalimah Allah yang sempurna dari semua kejahatan setan dan semua hawa nafsu, juga dari semua kejahatan mata yang penuh dengki)". Rasulullah Saw kemudian bersabda kembali: "Sesungguhnya nenek moyang kalian berdua (maksudnya Nabi Ibrahim) juga pernah memohonkan perlindungan untuk kedua putranya Ismail dan Ishak" (HR. Bukhari). 3. Senantiasa menyibukkan diri untuk terus berdzikir kepada Allah Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Nabi Yahya memerintahkan Bani Israil untuk melakukan lima hal. Salah satunya adalah dzikrullah, karena seseorang tidak dapat menjaga dirinya dari godaan setan, melainkan dengan dzikir kepada Allah (mengingat Allah). Dalam al-Qur'an surat al-Araf ayat 201 Allah berfirman: Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahankesalahannya" (QS. Al- Araf: 201)

dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahuanha, beliau mendengar Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda: Apabila seorang diantara kalian mendatangi suatu tempat hendaklah membaca:

Auudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya. Maka sesungguhnya (jika dia membaca doa tersebut) tidak ada apa pun yang dapat membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat itu. [HR. Muslim, no. 7054]

Cara Menghadapi Penunggu Tol Cipularang


Posted on 21 Mei 2012 by Abdillah Muhammad as Saryr

Telah lama beredar kabar tentang angkernya tol Cipularang, sebuah tol panjang

yang menghubungkan Jakarta-Bandung dan berbagai kota di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Konon kabarnya di kilo meter tertentu sering terjadi keanehan-keanehan yang tidak jarang berakibat pada kecelakaan pengguna jalan hingga merenggut nyawa banyak orang, termasuk istri salah seorang terkenal di negeri ini. Benar tidaknya cerita-cerita keangkeran yang dianggap sebagai penyebab kecelakaan di jalan tol Cipularang, bukanlah maksud kami untuk ikut berpolemik dalam masalah ini. Hanya saja yang perlu dipahami, cerita-cerita tersebut sangat mungkin benar terjadi dan telah dimaklumi cerita-cerita serupa juga terdapat di tempat lain. Sebab, hal itu sudah merupakan metode dan modus operandi para setan dari kalangan jin untuk menyesatkan manusia, yang mereka gunakan dari masa ke masa. Tujuan utama mereka agar manusia tergoda untuk melakukan dosa terbesar yang dapat mengekalkan pelakunya di neraka, yaitu berbuat syirik atau menyekutukan Allah taala dalam bentuk berdoa; memohon perlindungan (istiadzah) kepada selain Allah taala, yaitu kepada setan-setan penunggu atau penguasa suatu tempat. Allah taala berfirman: Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan. [Al-Jin (72): 6] Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafii rahimahullah menjelaskan dalam Tafsirbeliau: Apabila mereka (kaum musyrikin di masa Jahiliyah) mendatangi suatu lembah atau tempat tertentu yang angker di suatu daratan atau tempat lainnya, sebagaimana kebiasaan orang Arab di masa Jahiliyah, mereka memohon perlindungan kepada jin penguasa tempat tersebut. [Tafsir Ibnu Katsir, 8/239] Kaum musyrikin di zaman Jahiliyah memohon perlindungan kepada jin penguasa di tempat tersebut setelah ditakut-takuti oleh setan-setan yang mendiami tempat itu. Dan ternyata, pada awalnya setan juga takut dengan kedatangan manusia di tempat mereka, demi melihat ketakutan manusia kepada mereka dalam bentuk permohonan agar diberi perlindungan, maka para setan pun mulai menakut-nakuti manusia, maka jadilah hal ini sebuah metode untuk menyesatkan manusia. Al-Imam Ibnu Abi Hatim rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya: : . : : . Dari Ikrimah, beliau berkata, dahulu jin lari dari manusia (karena takut) sebagaimana manusia lari dari jin bahkan lebih tak ut lagi. Dan ketika manusia mendatangi lembah tertentu maka jin pun lari, lalu pemimpin kaum manusia (yang melewati lembah tersebut) berkata, Kami berlindung dengan penguasa (jin) yang menghuni lembah ini, maka jin berkata, Kami lihat mereka (manusia) takut kepada kita sebagaimana kita takut kepada mereka. Lalu para jin mulai mendekat kepada manusia dan menimpakan penyakit gila dan linglung (yakni kesurupan). [Tafsir Ibnu Katsir, 8/239]

Maka jelaslah, keangkeran suatu tempat bukan karena adanya kuburan atau makam tertentu, bukan pula karena ada arwah penasaran yang meninggal secara tidak wajar di tempat tersebut, semua itu hanyalah tipu daya setan untuk menyesatkan manusia. Minimalnya, jika seseorang telah berkeyakinan bahwa orang yang sudah mati ruhnya dapat bergentayangan lagi di dunia dan bisa memberi manfaat atau menimpakan bahaya maka aqidah tauhidnya menjadi rusak, sebab telah dikabarkan dalam dalil-dalil syariat bahwa ruh yang sudah meninggal dunia hanya memiliki dua keadaan, apakah nikmat atau azab kubur yang dia dapatkan. Demikian pula, orang yang sudah mati tidak dapat memberi manfaat dan menimpakan bahaya selain Allah taala. Pembaca yang budiman, minimal ada 6 bentuk kesyirikan kepada Allah taala yang tersebar di tengah-tengah masyarakat, sebagai hasil dari metode setan; menakut-nakuti manusia di tempat-tempat angker. Kami sebutkan secara ringkas (insya Allahpada kesempatan lain akan kami rinci): 1. Syirik dalam doa atau istiadzah, yaitu memohon perlindungan kepada selain Allah taala. Dalam hal ini permohonan kepada setan, seperti ucapan sebagian orang, Mbah permisi, saya mau lewat, tolong jangan diganggu. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel Memohon Perlindungan Kepada Selain Allah Taala Termasuk Syirik 2. Syirik dalam tawakal, yaitu bergantungnya hati kepada selain Allah taala dalam perkara yang tidak mampu dilakukan kecuali hanya oleh Allah taala semata. Dalam hal ini tawakal kepada setan dalam meraih suatu keselamatan dari bahaya. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel Bagaimana Merealisasikan Tawakkal Kepada Allah Subhanahu wa Taala 3. Syirik dalam khauf(takut), yaitu takutnya seseorang kepada sesuatu dengan keyakinan ia dapat menimpakan kemudharatan kepadanya selain Allah taala, padahal setan-setan itu tidak sedikitpun mampu menimpakan bahaya kepada manusia kecuali dengan izin Allah taala. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel Janganlah Engkau Takut Kepada Selain Allah Subhanahu wa Taala 4. Syirik dalam roja(harap), yaitu mengharapkan sesuatu yang tidak mampu dilakukan kecuali hanya oleh Allah taala, yaitu mengharapkan perlindungan kepada setan, yang tidak mampu diberikan kecuali hanya oleh Allah taala. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel Gantungkan Harapanmu Hanya Kepada Allah Subhanahu wa Taala Taqorrub(mendekatkan diri) kepada setan. Kesyirikan dalam bentuk ini sangat beragam dan luas, terkadang dalam bentuk sembelihan 5. ataupun sesajen berupa macam-macam makanan untuk setan, sampai-sampai di tempat tertentu manusia dijadikan tumbal untuk setan. Demikian pula, mengadakan ziarah khusus ke makam tertentu disertai ritual-ritual ibadah tertentu, dengan harapan penghuni makam tersebut dapat memberi suatu kemanfaatan atau melindungi dari suatu bahaya. Beribadah di kuburan dan berlebih-lebihan (ghuluw) dalam menyikapi kuburan termasuk sarana yang dapat mengantarkan kepada kesyirikan. Pembahasan masalah ini lebih luas dapat didownload dalam artikel Berlebih-lebihan Terhadap Kuburan Menyebabkan Perbuatan Syirik 6. Syirik dalam rububiyyah, yaitu meyakini ada selain Allah taala yang bisa memberikan kemanfaatan dan menimpakan bahaya atau menolaknya. Lalu bagaimana cara menghadapi setan pengganggu di tempat-tempat angker? Jawabannya adalah dengan mentauhidkan Allah subhanahu wa taala, yaitu dengan menghindari semua bentuk perbuatan syirik kepada Allah taala, sebab hanya dengan itu seseorang akan mendapatkan keamanan dan perlindungan Allah taala dari segala bahaya. Allah taala berfirman: Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. [Al-Anam (6): 82] Makna kezaliman dalam ayat ini adalah perbuatan syirik yang merupakan kezaliman terbesar, sebagaimana diterangkan dalam hadits Abdullah bin Masudradhiyallahuanhu, beliau berkata: ( ) Ketika turun ayat, Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kezaliman. [Al-Anam (6): 82] Hal itu memberatkan para sahabat Rasulullah shallallahualaihi wa sallam, sampai mereka berkata, Siapa diantara kita yang tidak menzhalimi dirinya sendiri. Maka Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda, (Kezhaliman dalam ayat tersebut) tidak seperti yang kalian kira, hakikat kezhaliman yang dimaksud adalah (syirik) sebagaimana ucapan Luqman kepada anaknya, Wahai anakku janganlah menyekutukan Allah, sesungguhnya syirik itu adalah kezaliman yang besar. [Luqman (31): 13]. [HR. Al-Bukhari no. 6973 dan Muslim, no. 342] Terutama mentauhidkan Allah taala dalam 6 perkara di atas, yaitu: 1. Hanya berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah taala, sebagaimana perintah-Nya: Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [Fushshilat (41): 36] 2. Hanya bertawakal kepada Allah taala, karena barangsiapa yang bertawakal kepada Allah taala maka pasti Allah taala akan melindunginya, sebagaimana firman-Nya: Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. [Ath-Tholaq (65): 3] 3. Hanya takut kepada Allah taala, sebagaimana perintah-Nya:

Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman. [Ali Imron (3): 175] 4. Hanya mengharap kepada Allah taala, karena tidak ada satu pun yang dapat diharapkan bisa memberi manfaat dan menolak bahaya selain Allah taala. Oleh karena itu Allah taala melarang kita berdoa kepada selain-Nya: Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudarat (bahaya) kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang lalim. [Yunus (10): 106 5. Hanya mendekatkan diri kepada Allah taala, baik dengan sholat, sembelihan maupun semua bentuk ibadah, hanya boleh dipersembahkan kepada Allah taala, sebagaimana perintahnya: Maka dirikanlah salat karena Rabbmu dan Menyembelihlah (hanya untuk-Nya). [Al-Kautsar (108): 2] Dengan mendekatkan diri kepada Allah taala; melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, seorang hamba akan semakin dekat dengan pertolongan Allah tabaraka wa taala dan semakin jauh dari gangguan setan. 6. Meyakini hanya Allah taala yang dapat memberikan manfaat dan menimpakan bahaya atau menolaknya. Allah taala telah mencela kaum musyrikin yang beribadah kepada selain-Nya, padahal tidak sedikitpun mampu memberi manfaat dan menimpakan bahaya kepada mereka, tidak pula mampu menghilangkan suatu bahaya, sebagaimana firman-Nya: Ibrahim berkata: Maka mengapakah kamu menyembah selain Allah sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) memberi mudarat (bahaya) kepada kamu? [Al-Anbiya (21): 66] Juga firman-Nya: Katakanlah: Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya dari padamu dan tidak pula memindahkannya. [Al-Isra (17): 56] Doa menghadapi Penunggu Tempat Angker Secara khusus, Nabi shallallahualaihi wa sallam telah berpesan untuk meminta perlindungan kepada Allah taala dengan sebuah doa, sebagaimana dalam haditsKhaulah binti Hakim As-Sulamiyyah radhiyallahuanha, beliau mendengar Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda: Apabila seorang diantara kalian mendatangi suatu tempat hendaklah membaca: Auudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya Maka sesungguhnya (jika dia membaca doa tersebut) tidak ada apa pun yang dapat membahayakannya sampai dia meninggalkan tempat itu. [HR. Muslim, no. 7054] Doa ini juga dianjurkan untuk dibaca dalam memohon perlindungan kepada Allah taala dari binatang berbisa (ataupun binatang buas), sebagaimana dalam haditsAbu Hurairah radhiyallahuanhu, beliau berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahualaihi wa sallam lalu berkata, wahai Rasulullah, tadi malam aku disengat oleh kalajengking, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda, Andaikan ketika memasuki waktu sore engkau membaca doa: Auudzu bi kalimaatillaahit taammaati min syarri maa kholaq. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya Maka (jika engkau membacanya) kalajengking itu tidak dapat membahayakanmu.[HR. Muslim, no. 7055] Penjelasan makna doa ini dapat didownload dalam artikel Bacaan di Tempat Angker Juga disunnahkan membaca sebuah doa untuk meminta perlindungan Allah taala terhadap anak-anak dari setan, binatang berbisa dan mata manusia yang dapat menyebabkan penyakit ain, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbasradhiyallahuanhuma, beliau berkata: Nabi shallallahualaihi wa sallam pernah memperlindungkan Al-Hasan dan Al-Husain (kepada Allah taala): Uidzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ainin laamatin. Aku memperlindungkan kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang maha sempurna dari setan, binatang berbisa dan mata yang dengki (makna yang lain: segala macam bahaya) Dan beliau bersabda, (kepada Al-Hasan dan Al-Husain), sesungguhnya bapak kalian berdua (yaitu nabi Ibrahim alaihissalam) memperlindungkan Ismail dan Ishaq dengan doa ini. [HR. Al-Bukhari, no. 3371] Adapun secara umum, masih banyak doa-doa yang dapat dibaca untuk meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wa taala, jika seseorang belum menghapalnya maka boleh berdoa dan memohon perlindungan kepada Allah taala dengan bahasa apa saja yang dia ketahui, tentunya disertai dengan tawakal dan pengharapan hanya kepada Allah tabaraka wa taala. Bagi seorang muslim, doa dan tawakal kepada Allah taala disertai usaha maksimal sudah cukup untuk selamat dari berbagai macam bahaya yang mengancamnya, dengan izin Allah subhanahu wa taala, karena itulah yang diajarkan oleh syariat yang mulia ini. S ehingga

tidak perlu membunyikan klakson ataupun minta permisi kepada para para jin yang mendiami jalan tertentu, apalagi sampai memohon kepada mereka agar dilindungi dan diselamatkan dalam perjalanan, karena perbuatan itu termasuk kesyirikan kepada Allah taala yang jauh lebih berbahaya dibanding musibah kecelakaan yang kita alami di dunia ini. Penulis : Al Ustadz Sofyan Cholid Ruray

Doa Tolak Bala


Posted on 27 Juni 2012 by Abdillah Muhammad as Saryr

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu

alaihi wasallam bersabda: ( ): Barangsiapa yang melihat orang yang tertimpa bala lalu membaca: ALHAMDULILLAHILLADZI AAFAANI MIMMABTALAAHU BIHI WAFADHDHALANI ALA KATSIRIN MIN KHALQIHI TAFDHILAN (Segala pujian hanya milik Allah yang memberikan keselamatan kepadaku dari bala yang menimpa orang itu, dan Dia telah mengutamakan saya di atas kebanyakan makhluknya dengan keutamaan yang besar), niscaya bala itu tidak akan menimpanya. (HR. At-Tirmizi no. 3431 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami no 6248) Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: ( ): Ketahuilah, jika seandainya salah seorang dari kalian membaca -ketika dia melakukan hubungan intim dengan istrinya-: BISMILLAH ALLAHUMMA JANNIBNI ASY-SYAITHANA WA JANNIB ASY-SYAITHANA MAA RAZAQTANA (Bismillah. Ya Allah jauhkanlah aku dari setan dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau rezkikan kepada kami), kemudian ditakdirkan -atau ditetapkan- untuknya anak dari hubungan tersebut, maka anak itu tidak akan dibahayakan oleh setan selama-lamanya. (HR. Al-Bukhari no. 5165)

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: Jika kalian mendengar kokok ayam maka mintalah keutamaan dari Allah karena sesungguhnya ayam itu melihat malaikat. Dan jika kalian mendengar suara ringkikan keledai maka berlindunglah kepada Allah dari setan karena sesungguhnya keledai itu melihat setan. (HR. Al-Bukhari no. 3303) Penjelasan ringkas: Selain manfaat keagamaan dan akhirat, zikir yang syari juga mempunyai manfaat lahirian dan keduniaan, di antaranya adalah terhindarnya orang yang berzikir tersebut dari kejelakan dan bala yang bisa membahayakan dunia dan akhiratnya. Karenanya Nabi shallallahu alaihi wasallam menganjurkan untuk senantiasa berzikir pada waktuwaktu tertentu seperti ketika melihat orang yang tertimpa bala atau ketika akan melakukan jima atau ketika mendengar suara ayam dan keledai. Ustadz Abu Muawiah

DOA MUSTAJAB MEMBAKAR DAN MENGUSIR JIN


Juni 2, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

Kisah ini dituturkan oleh Imam Ibn Al-Qayyim (Murid Syaikh Ibnu Taimiyyah yang fatwa-fatwanya sering jadi rujukan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab wahabi) dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shayyib min Al-Kalim Ath-Thayyib. Saya (admin) menganjurkan setiap umat muslim mempraktekkan tekhnik ruqyah untuk mengusir jin ini (ada banyak tekhnik lainnya yang akan saya bocorkan ).

Para peruqyah wahabi sudah sangat jamak menggunakan tekhnik DOA ini dengan hasil yang sangat MENAKJUBKAN dan bisa dicontoh oleh peruqyah lainnya

Tekhnik ini sangat bagus dan sangat syari dibandingkan dengan mengemis-ngemis minta bantuan khodam jin atau memakai jimat Abu Nadhar Hasyim ibn Al-Qasim mengatakan, Aku melihat dalam rumahku sesuatu makhluk, dan dia berkata kepadaku, Wahai AbuNadhar, menyingkirlah engkau dari dekat kami. Hal itu sungguh menyulitkanku. Karena itu, aku menulis surat ke Kufah, kepada Ibn Idris,Al-Muharibiy, dan Abu Usamah. Al-Muharibiy membalas suratku dan menceritakan bahwa tali sebuah sumur di Madinah putus. Lalu beberapa orang mencoba turun untuk mengambilnya, tetapi tidak berhasil.Kemudian mereka meminta setimba air, dan membacakan beberapa bacaan, lalu menyiramkan air tersebut ke dalam sumur. Tiba-tiba keluar api dari dalam sumur dan padam saat tiba di mulut sumur. Kemudian aku (Abu An-Nadhar) mengambil seember air, dan aku bacakan doa yang diberikan Al-Muharibiy, lalu aku siramkan air itu disudut-sudut rumah,tiba-tiba kudengar suara jeritan, Engkau telah membakar kami, kami akan menyingkir dari dekatmu. Doa itu adalah:

Artinya : Dengan nama Allah, kami berada di sore ini dengan nama Allah Yang tiada sesuatu pun yang dapat menghalangi-Nya, dan dengan keagungan Allah Yang tidak bisa dikalahkan dan direndahkan. Dengan kekuasaan Allah Yang Maha Mencegah, kami berlindung, dan dengan seluruh nama-nama-Nya yang balk kami berlindung dart kejahatan iblis-iblis dan dart kejahatan setan-setan, baik dari golongan manusia maupun jin. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri dan menyembunyikan diri, dari kejahatan segala sesuatu yang keluar di malam hari dan bersembunyi di siang hari, dari kejahatan segala sesuatu yang menampakkan diri di siang hari dan bersembunyi di malam hari, .dan dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih. Kami berlindung dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala makhluk yang berada dalam kekuasaan-Mu. Sesungguhnya Tuhanku selalu menunjukkan jalan yang lurus. Aku berlindung kepada Allah dengan perlindungan yang dimohonkan oleh Musa, `Isa dan Ibrahim yang memenuhi janji, dari kejahatan segala sesuatu yang diciptakan-Nya, yang kotor dan yang bersih, dan dari kejahatan Iblis dan pengikut-pengikutnya, dan dari kejahatan segala sesuatu yang membangkang. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari kejahatan setan yang terkutuk Dengan nama Allah; Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Demi (rombongan) yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya. Dan Demi (rombongan) yang melarang dengan sebenarbenamya (dari perbuatan maksiat), dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa. Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari. Sesungguhnya Kami telah

menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang. Dan telah memeliharanya (dengan se-benar-benarnya) dari setiap setan yang sangat durhaka. Setan-setan itu tidak dapat mencuri-dengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru, untuk mengusir mereka, dan bagi mereka siksaan yang kekal. Akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan), maka dia dikejar oleh kilatan api yang cemerlang (QS. Ash-Shaffat: 1-10). Aplikasi tekhnik ruqyah : Baca Doa ini dengan khusyuk dan persiapan sempurna (berwudhu, tubuh suci dari hadats besar dan kecil) didalam seember air dicampur dengan garam , sewaktu membaca mulut kita didekatkan di air tersebut hingga sebagian ludah/hawa kita mengenai air tersebut, setelah membacanya lalu air tersebut di percikkan ditempat yang angker/ada gangguan jinnya (bisa dipercikkan melingkari tempat tersebut) / bisa juga langsung diguyurkan pada penderita gangguan jin, Insya Allah reaksinya keberhasilannya seketika..

AYAT KURSI YANG MENGHANCURKAN JIN IFRIT


Juni 2, 2011 by Perdana Akhmad S.Psi

Dari Abu Hurairah r.a. katanya, Rasulullah saw. berkata, Dalam surah Al-Baqarah terdapat satu ayat yang merupakan penghulu ayat-ayat Alquran. Setiap engkau membacanya di dalam rumahmu, dan saat itu setan ada di dalamnya, pasti dia akan keluar. la adalah Ayat Kursi. Ibn Qutaibah meriwayatkan, katanya, Seseorang dari Bani Kab menuturkan .kepadaku, katanya, Aku datang ke kota Bashrah untuk menjual kurma. Tetapi aku tidak menemukan satu rumah untuk ber-malam, kecuali satu rumah yang sudah penuh dengan sarang laba-laba. Aku bertanya kepada beberapa orang di sekitar rumah itu, Mengapa rumah ini? Mereka menjawab, Rumah ini ada yang menempati. Aku lalu bertanya kepada pemiliknya, Maukah Anda menyewakannya kepada saya? Orang itu menjawab, Selamatkan diri Anda. Sebab, dalam rumah ini ada `Ifrit yang telah menjadikan rumah ini sebagai tempat tinggal-nya. Dia membunuh setiap orang yang memasukinya. Sewakan kepadaku, dan biarkan malam ini aku bersama dia. Mudah-mudahan Allah SWT menolongku menghadapinya. Terserah Anda sajalah, kata pemilik rumah itu. Aku pun bermalam di rumah itu. Ketika malam tiba, datanglah kepadaku sesosok makhluk yang sangat hitam matanya, dengan sinar merah laksana bara api. Dia memiliki bayangan gelap, dan men-dekatiku. Aku membaca Ayat Kursi seluruhnya. Maka ketika bacaan-ku tiba pada firman Allah yang berbunyi, Dan Dia (Allah) tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar, maka makhluk itu tidak mengatakan apa pun kepadaku. Kuulangi mem-bacanya beberapa kali, sampai bayangan gelap itu menghilang. Aku kemudian menuju salah satu sudut rumah itu, dan tidur. Esoknya, aku menemukan di tempataku melihat makhluk itu, sisa-sisa sesuatu yang terbakar dan menjadi bara. Kemudian aku mendengar suara, Engkau telah membakar `Ifrit yang sangat besar. Aku bertanya,Dengan apa aku membakarnya? Dia menjawab, Dengan firman Allah yang ber-bunyi, Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi lagi Mahabesar.(Sayyid Muhammad Haqqiy An-Naziliy, Khazanah Al-Asrar Jalilat AlAdzkar, Maktabah Abbas Syaqrun, Kairo, hlm. 137.) Penjelasan Admin :

Maka mari kita cukupkan dengan membaca doa-doa yang disyariahkan untuk membunuh/mengusir jin, ketika sudah jelas tuntunannya maka jangan mencari cara lain lagi seperti memakai jimat, atau memohon bantuan jin/khodam anu yang sudah jelas keyirikannya atau menggunakan tenaga dalam, aji-aji kesaktian yang pada hakikatnya tetap meminta bantuan jin..Mari kita langsung sandarkan diri kita hanya meminta pertolongan pada Allah semata.

Terapi Pengobatan Syar'i dari Kesurupan Jin-2


07 DESEMBER, 2012

Sambungan dari artikel sebelumnya Terapi Pengobatan Syar'i dari Kesurupan Jin

Macam-Macam Kesurupan dan Cara Pengobatannya Pembagian Kesurupan 1 Kesurupan alami Yaitu kesurupan yang disebabkan adanya benturan pada kepala, kedinginan, hujan dan lain sebagainya. Kesurupan seperti ini bisa diobati lewat bantuan dokter, dan bisa juga dengan banyak berdoa serta memohon kesembuhan kepada AllahSubhanahu wa Taala. Kesurupan semacam ini pernah menimpa seorang wanita hitam yang datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa Sallam. Ia berharap beliau berdoa kepada Allah untuk menghilangkan penyakitnya. Tetapi Nabi Shallallahu alaihi wa Salam memberikan dua pilihan padanya. Antara tetap bersabar atas penyakit ini dan baginya surga, atau dengan kesembuhan sempurna tetapi ia tidak dijamin masuk surga. Wanita itu memilih bersabar atas penyakit yang menimpanya karena dia dijamin masuk surga. Kemudian NabiShallallahu alaihi wa Salam berdoa jangan sampai auratnya

tersingkap saat kesurupan itu mendatanginya. Demikianlah yang disebutkan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma`ad. 2 Kesurupan karena gangguan Jin. Kesurupan karena gangguan jin ini banyak sekali sebabnya, diantaranya: -Kecintaan Jin laki-laki kepada wanita dari bani Adam. Atau sebaliknya; yaitu adanya cinta dari jin wanita kepada seorang lelaki dari bani Adam. -Akibat perbuatan zhalim seorang manusia (tanpa sepengetahuannya) kepada jin. Apakah karena melemparnya dengan air panas, menjatuhinya dengan barang dari tempat tinggi atau hal-hal lain, yang saat melakukannya dia (manusia) lupa untuk membaca bismillah. -Perbuatan zhalim seorang jin kepada manusia tanpa adanya sebab apapun. Hal ini sekedar perbuatan iseng jin kepada manusia. Kesurupan seperti ini tidak mungkin terjadi pada manusia, kecuali pada situasi-situasi di bawah ini:

Ketika sangat marah. Sangat ketakutan. Saat tenggelam dalam nafsu syahwat. Ketika lalai dari dzikir kepada Allah.

Tanda-tanda orang kesurupan Di saat sedang tidur: Keluar banyak keringat, sering terjaga (Susah tidur), sering mimpi buruk dan menakutkan, merasa kesakitan saat tidur, sering bermimpi seakan-akan jatuh dari tempat sangat tinggi, atau melihat dirinya berada di kuburan, tempat sampah, di jalan-jalan menakutkan dan lain sebagainya. Di saat terjaga dan sadarkan diri: Pusing terus menerus tanpa sebab yang jelas, malas berdzikir kepada Allah, pikiran linglung, badan terasa lemah dan malas melakukan aktifitas apa pun, kejang-kejang, serta merasa sakit pada setiap anggota tubuh, yang para dokter tidak mampu mengobatinya. Cara Mengobatinya Kesurupan Karena Gangguan Jin Cara mengobati kesurupan ini dilakukan dari dua pihak. Pertama dari pasien yang sakit itu, dan kedua dari orang yang mengobatinya. Bagi pasien yang kesurupan, ia harus menguatkan diri dan tidak mudah menyerah dengan penyakit yang menyerangnya, ia harus mempergiat ibadah

kepada Allah dan banyak membaca ta`awwudz, juga doa-doa sahih yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam kepada umatnya, sehingga hati dan lisannya menjadi terbiasa dengan doa dan ta`awwudz-ta`awwudz tadi. Sedangkan dari pihak yang mengobati, ia juga harus melakukan hal yang sama, seperti mempergiat ibadah dan semakin mendekatkan hubungan dengan AllahSubhanahu wa Taala. Dan diutamakan bagi orang yang mengobati ini, adalah seseorang yang mengerti betul tentang Jin dan syetan, mengerti betul dari arah mana saja syetan itu merasuki jiwa manusia. Contohnya adalah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullahu, beliau seorang alim yang sangat terkenal, sampai bangsa Jin pun mengenalnya. Ketika beliau menghadapi pasien yang kesurupan, Jin itu berkata kepada beliau: saya akan keluar karena kemuliaan yang ada padamu. Ibnu Taimiyah menjawab: tidak! Tapi keluarlah karena taat kepada Allah dan rasul-Nya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: Seringkali Syaikh kami [Ibnu Taimiyah] saat meruqyah orang yang sedang kesurupan, beliau membaca ayat ini di telinga pasiennya:


Apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian hanya untuk main-main (saja), dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (QS. Al-Muminun : 115). Beliau juga sering membaca ayat Kursi saat mengobati sang pasien. Bahkan menyuruh setiap pasien dan yang mengobati, untuk senantiasa membaca ayat kursi dan al-muawidzatain [Surat an-Nas dan al-Falaq]. Jika ruh yang merasuk ke dalam tubuh seorang manusia sangat nakal, suka membangkang dan tidak mau keluar, maka cara mengeluarkannya adalah dengan memukulinya (Zaadul Ma`ad: 4/68). Tanda Untuk Mengetahui Hadirnya Jin. Tanda yang bisa dijadikan patokan bahwa kita sedang berbicara dengan Jin, adalah jika sang pasien atau orang yang kesurupan ini: menutup kedua mata atau membelalakkannya, meletakkan kedua tangan pada mata, badan dan seluruh bagian tubuhnya gemetaran, menjerit dan berteriak keras, serta terus-

terusan menyebut namanya. Setelah Penyembuhan: Masa setelah penyembuhan adalah masa yang sangat sulit, karena seorang manusia yang baru saja kerasukan Jin dan berhasil diobati, kemungkinan besar Jin itu akan kembali lagi. Karena itu, orang yang baru saja ditinggalkan Jin ini harus mengkhususkan diri dengan banyak beribadah kepada Allah, selalu menjaga shalat Lima waktu secara berjamaah, banyak membaca dzikir dan doa, banyak membaca atau mendengarkan Al-Qur`an, dan selalu membaca basmalah pada setiap urusan yang akan ia laksanakan. Surat Surat Pengusir Jin dan Setan A.Surat Al-Fatihah Diantara surat-surat yang ampuh untuk mengusir Jin dan syetan adalah surat Al-Fatihah. Seperti dalam hadits di bawah ini:

: : (( : (( )) : (( : .)) : : 0243 : [.)) ] : 2304


Dari Kharijah bin Ash-Shalt dari pamannya ia berkata: saya dulu datang menemui rasulullah shallallaahu alaihi wasallam untuk masuk ke dalam Islam. Setelah itu saya kembali ke kampung halamanku. Di tengah perjalanan, saya bertemu sekelompok kaum, yang diantara mereka terdapat orang gila sedang dibelenggu dengan besi. Kerabat orang gila itu berkata kepada saya: Kami telah diberitahu bahwa temanmu ini (yaitu Rasulullah) telah banyak membawa kebaikan, sekarang berhubung anda baru saja bertemu dengannya, apakah anda memiliki sesuatu darinya untuk mengobati saudara kami yang gila ini? maka saya pun meruqyahnya dengan fatihatul kitab (Surat al-Fatihah), dan sembuhlah ia dari penyakit gilanya, kemudian mereka menghadiahiku seekor kambing. Saya langsung menemui Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam dan

menceritakan kisah yang baru saja terjadi. Beliau bertanya: apakah kamu tidak membaca apa-apa selain Al-Fatihah? saya menjawab:tidak, beliau berkata lagi: Kalau begitu terimalah kambing itu. Sungguh! Saya telah mendapati orang yang memakan upah dari ruqyah yang batil, tapi kamu memakan upah ini dari ruqyah yang benar. (HR. Abu Dawud no: 3420 dan AnNasai no: 1032, Syaikh al-albani berkata: hadits ini adalah sahih). B. Surat Al-Baqarah Surat Al-Baqarah juga Surat yang sangat ampuh untuk mengusir segala roh jahat. Seperti pada hadits berikut ini:

(( : : 68/6 : [.)) .]257/5


Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: Janganlah membuat rumah kalian seperti kuburan1, karena syetan selalu terbirit-birit dari rumah yang surat Al-Baqarah dibaca padanya. (HR. Muslim: 6/68 dan At-Tirmidzi: 5/153). Note 1 Membuat rumah seperti kuburan, adalah dengan membuatnya sunyi dari shalat dan
bacaan Al-Qur`an. Beliau melarang membuat rumah kita seperti kuburan, karena di kuburan kita dilarang padanya untuk mengerjakan shalat dan membaca Al-Qur`an, dan setiap rumah yang sunyi dari shalat juga dari bacaan Al-Qur`an, maka kita telah menjadikannya sebagai kuburan

C. Surat Al-Ikhlash dan Al-Muawidzatain Juga termasuk Surat yang ampuh untuk melindungi seorang hamba dari berbagai gangguan jin dan syetan adalah surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas. Seperti disebutkan dalam hadits dibawah ini:

: - (( : (( : )) )) } {: :

} {: {: )) [ } (( : .] : 453/8 :
Dari Uqbah bin Amir Radhiyallahu `anhu ia berkata: ketika saya membawa kekang kendaraan Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam di suatu medan perang, beliau berkata kepada saya: Wahai Uqbah, bacalah saya hanya mendengarkan saja tanpa berucap apapun. Kemudian beliau berkata lagi: Wahai Uqbah, bacalah! saya tetap mendengarkan saja tanpa berkata apapun. Lalu beliau berkata lagi untuk ketiga kalinya. Disini saya bertanya: Wahai rasulullah! Apa yang harus saya baca? beliau menjawab: katakanlah: Qul huwalloohu ahad, beliau membaca surat ini sampai habis, kemudian membaca: Qul A`uudzu birobbil falaq, saya pun membacanya bersama beliau sampai selesai, kemudian melanjutkannya dengan membaca: Qul A`udzu biroobin naas, saya juga membacanya bersama beliau sampai selesai. Lalu beliau bersabda: Wahai Uqbah! Tidak ada seorangpun yang bakal dilindungi Allah dengan sepenuhnya kecuali dengan ketiga surat tadi (HR. An-Nasai: 8/250. Syaikh Al-Albani berkata: hadits ini adalah sahih). D. Al-Qur`an secara keseluruhan adalah penawar dan obat segala penyakit. Setiap Surat dalam Al-Qur`an yang menyebutkan janji Allah, apakah itu janjiNya yang berupa keni`matan atau siksa. Juga yang membahas tentang neraka, Jin dan syetan. Semua surat yang seperti ini, sangat ampuh untuk mengusir syetan dan jin dengan izin Allah- terutama saat jin dan syetan tadi merasuki tubuh manusia. Contoh surat-surat itu adalah: Surat Al-Mu`minun, surat Yasin, surat Ash-Shaaffat, surat Ad-Dukhan, surat Al-Qari`ah, surat Al-Kafirun dan surat-surat lainnya. Ayat-Ayat Pengusir Jin dan Syetan A. Dengan Mengucapkan Allah Berfirman:

Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Qs. Fushshilat ayat 36). B Ayat Kursi Ayat Kursi sangat ampuh untuk mengusir roh jahat yang suka mengganggu. Hal ini berdasarkan kisah seorang lelaki yang mencuri harta zakat pada bulan ramadhan. Abu Hurairah Radhiyallahu anhu yang saat itu sedang menjaga harta langsung menangkap sang lelaki. Lelaki itu berkata: lepaskan saya, jika anda melepaskanku niscaya kuajarkan beberapa kata yang sangat berguna bagi anda. Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bertanya: kata-kata apakah itu? sang lelaki menjawab: setiap hendak tidur, bacalah ayat kursi sampai selesai, jika anda melakukannya niscaya anda senantiasa didampingi seorang malaikat yang menjaga, dan tak ada seekor syetan pun yang bisa mendekati anda hingga pagi hari. Lalu Abu Hurairah melepaskannya. Keesokan harinya ia mendatangi Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam dan menceritakan peristiwa yang baru saja ia alami. Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda: Ketahuilah wahai Abu Hurairah! Orang ini telah berkata jujur padamu, padahal ia adalah ahli dusta, tahukah kamu siapakah lelaki yang berbicara denganmu selama tiga malam ini? Abu Hurairah menjawab: Tidak wahai Rasulullah! RasulullahShallallahu alaihi wa Salam menjawab: lelaki itu adalah syetan. (HR. Al-Bukhari: 4/487) C. Dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Diantara ayat-ayat yang ampuh untuk mengusir Jin dan syetan adalah dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Yaitu:


Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul rasul-Nya, dan mereka mengatakan: Kami dengar dan kami ta`at. (Mereka berdo`a): Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali. Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo`a): Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. (Qs. Al-Baqarah ayat 285 dan 286). Rasulullah Shallallahu alaihi wa Salam bersabda:

)) ((
Siapa saja membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah niscaya Allah Melindunginya dari segala gangguan (HR. Al-Bukhari: 6/323). D. Setiap ayat dalam Al-Qur`an adalah penawar dan obat yang sangat ampuh bagi segala penyakit. Setiap ayat yang menyebutkan janji Allah, baik yang berupa keni`matan atau siksaan, juga ayat yang membahas tentang neraka, dan ayat yang membahas tentang Jin dan syetan, semua ayat seperti ini adalah pengusir sangat ampuh bagi jin-jin dan syetan-syetan -dengan izin Allah- setiap kita membacanya. Dan keampuhannya semakin hebat terutama saat Jin tadi merasuki tubuh seorang manusia, ayat-ayat itu seperti: Empat ayat pertama dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 1 4 yang berbunyi:

)2( )4( ) 0( )2(


Alif laam miim.Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS Albaqarah 1-4). Dua ayat pada pertengahan Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 163 sampai dengan 164.

) 260( )262(
Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Ayat kursi dan dua ayat setelahnya, yaitu ayat 255 sampai dengan 257 dalam Surat Al-Baqarah.

) 455( 456( ) )457(


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindungpelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. Tiga ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah, yaitu ayat 284 sampai dengan 286.

)482(

485( ) )486(
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali".Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir". Empat ayat pertama dari Surat Ali `Imran, yaitu ayat 1 sampai dengan 4

2( )4( ) ) 0 ( )2(

Alif laam miim.Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya.Dia menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil,sebelum (Al Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al Furqaan. Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat; dan Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa). Ayat ke-18 dari Surat Ali `Imran

)28(
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Tiga ayat dalam Surat Al-A`raf, yaitu ayat 54 sampai dengan 56

. )52( ) 55( )56(


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam. Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang

melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik. Empat ayat terakhir dari Surat Al-Mu`minun, ayat 115, 116, 117, dan 118

)225( )226( )227( )228(


Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?Maka Maha Tinggi Allah, Raja Yang Sebenarnya; tidak ada Tuhan selain Dia, Tuhan (Yang mempunyai) 'Arsy yang mulia.Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalilpun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.Dan katakanlah: "Ya Tuhanku berilah ampun dan berilah rahmat, dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling baik." Ayat ke-3 dari Surat Al-Jinn.

)0(
dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak. Sepuluh ayat pertama dari Surat ash-Shaaffat, ayat 1 sampai dengan 10.

)2( )2( ) 0( )4( )5( 7 ( ) ) 6 ( )8( ) 9( )23(


Demi (rombongan) yang ber shaf-shaf dengan sebenar-benarnya,dan demi (rombongan) yang melarang dengan sebenar-benarnya (dari perbuatanperbuatan ma'siat)dan demi (rombongan) yang membacakan pelajaran,Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Esa.Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari.Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,dan telah memeliharanya (sebenar-benarnya) dari setiap syaitan yang sangat durhaka,syaitan syaitan itu tidak dapat mendengar-dengarkan (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru.Untuk mengusir mereka dan bagi mereka siksaan yang kekal,akan tetapi barangsiapa (di antara mereka) yang mencuri-curi (pembicaraan); maka ia dikejar oleh suluh api yang cemerlang. Empat ayat terakhir dari Surat Al-Hasyr, ayat 21 24.

)42( )44( )40( )42(


Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, Dia-lah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha

Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Empat ayat dalam Surat Ar-Rahman, yaitu ayat 31, 32, 33, dan 34.

)02( )04( )02( )00(


Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? Dua ayat terakhir dari Surat Al-Qalam, yaitu ayat 51 dan 52.

)54( 52( )
Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur'an dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila".Dan Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat.

Wahai saudaraku! Siapapun yang pernah mencoba ruqyah dengan Surat dan ayat-ayat di atas, pasti mengakui betapa ampuh dan hebatnya Al-Qur`an dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Bahkan penyakit-penyakit seperti

kanker, kemandulan, dan lain sebagainya yang para dokter sudah menyerah kalah sekalipun Al-Qur`an tetap bisa mengatasinya. Al-Qur`an adalah senjata yang sangat ampuh, sedangkan penyakit-penyakit yang ada, sangat ganas dan hebat pula. Jadi dalam mengatasinya kita harus menggunakan senjata yang juga ampuh untuk menandinginya. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:


Barangsiapa tidak bisa disembuhkan dengan Al-Qur`an, maka selamanya Allah tak akan Menyembuhkannya. Demikian pula siapapun yang tidak bisa dilindungi dengan Al-Qur`an, selamanya Allah tidak akan Melindunginya. Beliau juga berkata:

. .
Pernah pada suatu ketika, saat berada di kota Makkah, saya terjangkit penyakit yang sangat menakutkan. Saya tidak mendapati seorang dokter atau obat sekalipun, lalu saya berusaha mengobati penyakit ini dengan Surat AlFatihah. Sungguh! Khasiatnya luar biasa, waktu itu saya mengambil seteguk air zamzam, saya membaca Surat Al-Fatihah berulang-ulang padanya. Setelah itu saya minum dan langsung sembuh total. Sejak saat itu setiap terjangkit penyakit apapun, saya langsung menggunakan teori yang sama, dan semua penyakit bisa teratasi dengan sempurna. Sehingga setiap orang yang datang kepada saya mengadukan penyakit apapun, saya memberikan padanya resep tadi, dan semuanya bisa sembuh dengan cepat dari penyakit yang dideritanya.(#3)

Cara Mencegah Dari Kesurupan Jin Sebelum Terjadi 1. Membiasakan untuk berdzikir kepada Allah Taala secara terus-menerus dan mendekatkan diri kepadaNya dengan menjalankan ketaatan-ketaatan, karena sesungguhnya ketika manusia semakin dekat dengan Allah Taala, setan pun akan semakin jauh dari manusia. 2. Membaca bismillah ketika mengerjakan sesuatu, khususnya pada kondisi berikut: Ketika meloncat dari tempat yang tinggi. Ketika melempar sesuatu ke tanah/ bumi seperti menyiramkan air panas atau melempar sesuatu yang berat. Ketika melewati tempat-tempat yang dilalui oleh binatang liar atau tempat-tempat yang gelap atau tempat-tempat sepi. 3. Berdzikir kepada Allah Taala dengan dzikir-dzikir yang terbatas dengan waktu, seperti dzikir pagi petang, ketika hendak makan dan yang lainnya.

4. Tidak membunuh ular-ular yang berada di dalam rumah kecuali setelah memohon dengan nama Allah Taala agar dia mau keluar. 5. Tidak mendengarkan lagu dan musik. 6. Tidak melihat wanita-wanita (bukam mahram) dan seluruh yang diharamkan Allah Taala dan tidak berdua-duaan dengan mereka (khalwat) karena wanitawanita merupakan perangkap dan pancingan setan. 7. Bersungguh-sungguh dalam menjaga shalat berjamaah. 8. Larangan tinggal di tempat-tempat reruntuhan bangunan, kamar mandi, kuburan-kuburan dan tempat-tempat kosong/ sepi dan larangan untuk shalat di kandang unta serta larangan shalat ketika terbit atau terbenamnya matahari. 9. Membiasakan berjamaah dan tidak menyendiri seperti ketika bepergian atau masuk ke padang sahara atau tanah yang lapang, maka jika terpaksa hendaklah memperbanyak dzikir kepada Allah Taala dan memohon perlindungan kepadaNya. 10. Larangan kencing di lubang atau larangan bersuci dengan menggunakan

tulang atau kotoran binatang. 11. Dianjurkan berwudhu sebelum tidur dan membaca dzikir sebelum tidur serta meminta perlindungan kepada Allah Taala. 12. Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat karena hal tersebut dapat menjauhkan seseorang dari Allah Taala dan mendekatkan dirinya kepada setan. Terapi Atau Pengobatan Terhadap Orang-orang Yang Kesurupan. Tahap Pertama: Tahap Terapi/ Pengobatan. Hendaklah meletakkan tanganmu di atas kepala pasien dan membacakan dengan tartil ayat-ayat (al-Quran) yang dapat mengusir setan, seperti membaca al-Fatihah; ayat Kursi; tiga ayat terakhir dari surat al-Baqarah; alMuawidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas); al-Ikhlas; dan semua surat-surat dan ayat-ayat yang memiliki keutamaan dapat mengusir setan. Tahap keDua: Tahap pasca terapi/ Pengobatan. Tahapan ini adalah tahapan yang berat karena dalam tahap ini memungkinkan jin untuk kembali lagi ke dalam tubuh pasien, oleh karena itu wajib atasnya halhal berikut : Menjaga shalat berjamaah. Berdzikir kepada Allah Taala dalam setiap waktu, khususnya pada waktuwaktu tertentu (yang disunnahkan). Hendaklah pasien tersebut kembali kepadamu, agar kamu membacakan kepadanya (meruqyah) setelah beberapa saat, atau dengan memberikan air yang dibacakan ayat-ayat yang dapat mengusir setan, kemudian sebagian dia minum dan sebagiannya ia gunakan untuk mandi. Membaca bismillah ketika hendak melakukan sesuatu. Mendengar dan menyimak ayat al-Quran dan membacanya. Peringatan-peringatan Bagi Penerapi Jin terkadang datang berteriak-teriak, memanggil-manggil, menakut-nakuti dan mengancam, maka janganlah kamu takut kepadanya, akan tetapi pukullah dia dan beri pelajaran kepadanya (dengan menghukumnya), maka niscaya dia akan menjadi tenang dengan izin Allah Taala dan bacakanlah pula kepadanya firman Allah Taala,

Sesungguhnya tipu daya setan adalah lemah. Jin terkadang mencaci maki atau menghinamu, maka janganlah kamu marah. Jin terkadang berkata kepadamu, Kamu adalah seorang lelaki yang shalih dan aku akan keluar karena kemuliaanmu, maka katakan kepadanya, Saya adalah hamba Allah Taala yang lemah dan keluarlah kamu semata-mata karena ketaatanmu kepada Allah Taala dan rasulNya shallallahu alaihi wasallam. Terkadang kamu akan menemukan jin yang sangat keras kepala, maka dalam kondisi seperti ini, ambillah setengah gelas air dan dekatkan dari mulutmu, lalu tiupkan padanya (gelas tersebut) setelah membaca ayat-ayat ruqyah, lalu minumkan padanya (pasien tersebut), maka jin tersebut akan merasa ketakutan dan mematuhimu, serta akan keluar dengan izin Allah Taala. Jika dia belum keluar, maka teruslah kamu membacakannya, walaupun setelah selang beberapa saat sampai dia keluar dengan izin Allah Taala. Hendaklah ruqyah dibaca dengan tartil, Khusyu dan dengan suara yang terdengar. Jin terkadang meminta syarat-syarat tertentu, maka jika dalam syarat-syarat tersebut merupakan bentuk ketaatan pada Allah Taala dan RasulNya shallallahu alaihi wasallam, maka tidak mengapa memenuhi syarat-syarat tersebut, akan tetapi sampaikan kepadanya bahwa dia melaksanakan perbuatan ini bukan karena ketaatan kepadanya, akan tetapi semata-mata hanya menaati Allah Taala. Dan jika jin tersebut menyuruh kepada maksiat, maka janganlah dituruti permintaannya. Akan tetapi berilah dia hukuman atas hal itu. Jika Allah Taala menjauhkan/ memalingkan jin tersebut dari si pasien, maka suruhlah dia dan orang yang bersamanya agar mereka sujud kepada Allah Taala sebagai rasa syukur kepadaNya karena telah menyelamatkan mereka dari jin yang zhalim ini, begitu juga hendaknya kamu sujud sebagai rasa syukur kepada Allah Taala atas taufikNya kepadamu dengan menghilangkan kezhaliman ini. Apabila Allah Taala telah menjauhkan/ memalingkan jin melalui perantara kedua tanganmu, maka janganlah kamu berkata, Aku telah mengeluarkannya (jin tersebut) atau aku telah menjauhkan/ memalingkannya, akan tetapi

katakanlah, Sesungguhnya Allah Taala lah yang telah menjauhkan/ memalingkannya, atau Allah Taala lah yang telah mengeluarkannya. Dan waspadalah kamu dari sifat membanggakan diri (ujub), sesungguhnya hal itu merupakan jalan /tempat-tempat masuknya setan yang paling besar. (#4) Rujukan:
(#1)Majalah AsySyariah Edisi 023, Ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Hamzah Yusuf di http://asysyariah.com/berinteraksi-dengan-jin.html (#2) Majalah AsySyariah Edisi 024 ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi di http://asysyariah.com/kesurupan-dalam-timbangan-islam.html (#3) Disarikan dari `Ilaaju Al-Amroodhi Bi Al-Qur`aani Wa As-Sunnah, karya Abu Anas Abdul Majid Bin Abdul Aziz Az-Zahim, dimurojaah oleh Abdul Muhsin Bin Nashir Al-Ubaikan, Maktabah Daar Al-Arqam, Al-Qashim, Cet. 1414 H/1994 di http://abusalma.wordpress.com/2007/02/16/bagaimana-mengobati-kesurupan/ (#4) Ash-Shahih al-Burhan Fima Yatrudu asy-Syaithan, Ali bin Muhammad bin Mahdi alQarni oleh : Abu Nabiel di www.alsofwah.or.id

CARA MENDETEKSI GANGGUAN JIN PADA DIRI SENDIRI


December 21st, 2012

inShare Oleh Fadhil ZA Mungkin kita pernah mengalami perasaan ganjil di mana kadang-kadang kita melihat seperti ada bayangan orang di tengah malam. Suara ganjil memanggil kita ketika sedang sendiri . Bunyi-bunyi aneh dan seumpamanya. Hal seperti itu mungkin saja terjadi karena adanya mahluk Allah lainnya disekitar kita.. Tidak bisa dipungkiri bahwa didunia ini kita hidup bercampur baur dengan mahluk Allah lainnya yang tidak bisa kita lihat yaitu golongan Jin. Kadangkala ia tinggal bersama dirumah kita, tidak masalah kalau ia tidak mengganggu kehidupan kita. Namun adakalanya ia tinggal didalam tubuh kita, tentu saja ini bisa menimbulkan gangguan pada kehidupan kita. Jin yang menetap didalam tubuh seseorang bisa menimbulkan gangguan serius seperti rasa sakit pada bagian tubuh yang tidak bisa dideteksi secara medis. Sering bermimpi buruk, mendengar bisikan bisikan yang menyuruh melakukan sesuatu. Kadangkala mudah emosi dan marah tidak menentu, malas beribadah dan mengerjakan shalat. Sulit mendapat jodoh, selalu bernasib sial dan lain sebagainya. Perlu sekali bagi kita untuk mendeteksi apakah ditubuh kita ada mahluk jin yang menumpang atau tidak. Mari kita coba untuk mendeteksinya : Langkah 1

Dengarkan rekaman RUKYAH SYARIAH yang diunduh Cahaya Islam.net di youtube berikut ini hingga tamat (20 menit) menggunakan headphone dengan volume yang kuat. Ayat yang dibaca pada rekaman ini adalah surat Al Fatihah, Surat Al Baqarah ayat 1-5, dan surat Al baqarah ayat 102 yang diulang ulang

Langkah Pejamkan mata dan jangan ikut bacaan ayat-ayat ini baik dimulut atau dihati. Langkah

Perhatikan setelah selesai Jika anda batuk, berpeluh-peluh, terasa mual, jantung berdegup kencang, terasa berdebar-debar, ada benda bergerak-gerak di bawah kulit, sendawa, mengantuk, pening dan menguap, maka dapat dipastikan ada jin yang berdiam ditubuh anda Carilah ustadz atau tempat rukyah syariah yang dapat membantu membersihkan jin tersebut dari tubuh anda. Bisa juga anda lakukan dengan rukyah mandiri, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan anda pada Allah. Pada dasarnya Jin tidak sanggup berdiam didalam tubuh orang yang beriman dan bertawakkal sebagaimana disebutkan dalam surat An Nahl ayat 100. Untuk Rukyah mandiri anda juga bisa memutar ayat ayat yang digunakan untuk mendeteksi jin tersebut diatas secara berulang ulang. Pahami dan resapi makna ayat tersebut. Anda bisa mendengarkan suara rekaman ayat tersebut sambil melihat terjemahannya seperti berikut dibawah ini. Hayati makna ayat tersebut hingga anda merasakan kontak dengan Allah penguasa alam semesta. Rasakan getaran ilahi dari ayat yang anda dengar, hingga iman dan keyakinan anda bertambah mantap. Insya Allah jin yang bersarang ditubuh anda akan keluar dengan sendirinya. AL FATIHAH

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam

3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. Yang menguasai di Hari Pembalasan

5. Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

7. (yaitu) Jalan orangorang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat AL BAQARAH 1-5

1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

2. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa,

3. (yaitu) mereka yang berimankepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.

4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat

5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung SURAT AL BAQARAH 102

102. Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui (ALBAQARAH 102) BACAAN RUKYAH INI BISA DILANJUTKAN DENGAN MEMBACA DAN MENDENGARKAN TADABBUR SURAT AL IKHLAS, ALFALAQ DAN AN NAAS PADA : TAUTAN INI DITUTUP DENGAN MENDENGARKAN AYAT KURSI SEBAGAI BERIKUT HAYATI AYAT INI DENGAN SUNGGUH SUNGGUH AYAT INI DAPAT MEMBAKAR JIN YANG TETAP BERSARANG DIDALAM TUBUH KITA

255. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. KursiAllah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (AL BAQARAH 255)

Jika ada perlawanan dari jin tersebut jangan takut dan gentar, teruskan mendengar atau membaca ayat tersebut diatas. mungkin saja ada rasa mual dan ingin muntah, biarkan sampai muntah . Jin tersebut ada yang keluar melalui muntah tersebut. jika mereka bertahan , mereka akan terbakar oleh pembacaan ayat kursi tersebut.