Anda di halaman 1dari 2

Arus Kas Bebas (Free Cash Flow)

3 Replies Dalam tulisan-tulisan mendatang kita akan sering menjumpai istilah Arus Kas Bebas (terjemahan untuk istilah Free Cash Flow). Sangat penting memahami konsep ini sebab inilah ukuran yang dipakai oleh investor untuk mengukur kekuatan keuangan sebuah perusahaan guna menunjang pertumbuhannya. Apa Arus Kas Bebas? Arti sederhana dan singkat Arus Kas Bebas adalah sisa perhitungan arus kas yang dihasilkan oleh suatu perusahaan di akhir suatu periode keuangan (kuartalan atau tahunan)setelah membayar gaji, biaya produksi, tagihan, cicilan hutang berikut bunganya, pajak, dan juga belanja modal (capital expenditure) untuk pengembangan usaha. Sisa uang inilah yang disebut Arus Kas Bebas. Meski dinamankan bebas tapi manajemen tidak bisa sebebasnya menggunakan uang ini karena uang sisa inilah yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha, kalau tidak mengambil dana dari hutang dan sumber dana lainnya. Telaah Penghitungan Arus Kas Bebas Rumus singkat (dan yang paling mudah) untuk menghitung Arus Kas Bebas adalah berikut: Arus Kas Bebas = Arus Kas dari Operasi Belanja Modal Untuk membuat hitungan Arus Kas Bebas, silakan buka Laporan Keuangan perusahaan di bagian Laporan Arus Kas. Untuk telaah nyata, kita gunakan Laporan Keuangan 2011 teraudit dari PT. Astra Graphia Tbk (ASGR), materi bisa diunduh di situs BEI. (1,4 MB). Sebagai pembanding kita bisa gunakan data Arus Kas ASGR di situs FT. (Tips: Anda bisa saja gunakan data FT, tapi kita harus gunakan data nyata untuk telaah kasus ini). Buka Laporan Keuangan ASGR, carilah laporan Arus Kas khususnya Arus kas dari aktivitas operasi (lihat di halaman Lampiran 4/1), lihat bagian Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi. Untuk Belanja Modal, kita harus mencari data arus kas untuk investasi yang digunakan pada periode tersebut (lihat di halaman yang sama), pos belanja modal biasanya tercatat sebagai pembelian aset tetap/mesin, perawatan, upgrade, dll. Pengeluaran/pemasukan investasi untuk aset tetap (termasuk mesin, properti, dll) yang tidak berpengaruh terhadap penambahan aset tetap tidak dianggap sebagai belanja modal. Angka penjualan dan hal lain tidak dipakai karena itu bukan hal pokok untuk membuat usaha berjalan lebih baik melainkan hasil/efek penjualan aset. Dari sana kita dapatkan angka-angka berikut (semua dalam jutaan):

Total Arus kas dari Operasi = Rp54.935 Total Belanja Modal = Rp17.208

Sehingga kita bisa hitung Arus Kas Bebasnya adalah:

Arus Kas Bebas = 54.935 17.208 = Rp37.727 Dengan mengetahui Arus Kas Bebas inilah kita akan bisa melihat proyeksi pertumbuhan/kesehatan suatu perusahaan. Katakanlah dalam lima tahun terakhir, kita bisa menyajikan Arus Kas Bebas ASGR sebagai berikut: 2011 2010 2009 2008 2007 Arus Kas Operasi 54.935 183.429 177.643 167.217 121.785 Belanja Modal (17.208) (18.289) (30.260) (123.569) (75.009) Arus Kas Bebas 37.727 165.140 147.383 43.648 46.776 Dari tabel di atas kita bisa lihat dari tahun ke tahun posisi Arus Kas Bebas ASGR selalu positif. Ini tandanya penghasilan (penjualan jasa/produk) dari perusahaan mampu menunjang usaha. Tanda lain yang kemudian bisa kita cari adalah apa yang dilakukan perusahaan untuk memanfaatkan Arus Kas Bebasnya. Apakah membayar dividen? Membeli saham baru? Yang jelas dan pasti bukan untuk kegiatan belanja modal karena hal ini akan tercatat di laporan keuangan periode berikutnya, sehingga pada akhirnya mengurangi posisi Arus Kas Bebas berikutnya. Kemudian bila memberi dividen, apakah perusahaan memberikan dividen lebih besar dari Arus Kas Bebasnya? Lalu bagaimana bila ada arus kas bebas yang negatif? Arus Kas Bebas yang negatif harus menjadi perhatian kita, ini tandanya pendapatan perusahaan tidak mampu menunjang ekspansi atau pengembangan usaha. Karena negatif atau kekurangan dana, maka perusahaan perlu dana lain untuk menggantikannya. Dana lain ini mau tak mau adalah dari hutang, bisa dari bank atau obligasi (bila perusahaan mampu menerbitkannya). Segala bentuk hutang akan tercatat di laporan arus kas bagian pendanaan (financing) dalam bentuk aliran masuk (positif, bila negatif artinya pembayaran hutang). Bila setahun atau dua tahun ada posisi negatif, mungkin perusahaan sedang ekspansi besar pada saat itu. Kita harus memerika laporan keuangan untuk memastikan kejelasan pengeluaran tersebut. Saya mendapatkan banyak manfaat ketika menghitung Arus Kas Bebas perusahaan dalam investasi saya. Tak saya sangka ternyata ada beberapa emiten mempunyai posisi Arus Kas Bebas merah dalam 2-3 tahun. Saya harus lebih memperhatikan lagi investasi saya. Itulah sekilas tentang Arus Kas Bebas dan gunanya untuk mengecek kesehatan dan pertumbuhan perusahaan. Dalam tulisan berikutnya kita akan memanfaatkan Arus Kas Bebas untuk banyak hal lainnya, termasuk menghitung valuasi harga wajar perusahaan. Baca juga panduan laporan keuangan berikut: Empat Jenis Laporan Keuangan dan Terbentuknya Laporan Keuangan untuk mempelajari jenis laporan keuangan dan bagaimana laporan keuangan terbentuk.