Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pada masa sekarang ini telah begitu banyak dihasilkan teknologi yang begitu canggih baik pada bidang industri dan juga bidang informasi. Begitu juga dengan pompa yang banyak digunakan oleh masyarakat dan juga di pabrik-pabrik maupun industri. Kebutuhan akan pompa yang semakin meningkat tersebut, maka para ahli mulai menciptakan berbagai jenis pompa dengan berbagai bentuk dan juga pompa ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Berbagai jenis pompa yang banyak beredar di pasaran memiliki konstruksi yang cukup sederhana sampai konstruksi yang sangat rumit tergantung dari fungsi pompa itu sendiri. Kebutuhan pompa bervariasi, ada yang lebih ekonomis dalam memasang beberapa unit yang kecil secara paralel dibandingkan dengan pemasangan satu unit pompa yang berkapasitas besar. Bila kebutuhan menurun, satu pompa atau lebih dapat dihentikan operasinya, dengan demikian dapat beroperasi pada atau dekat dengan efisiensi puncaknya. Bila satu unit pompa dipakai untuk mensuplai kebutuhan yang kecil, alirannya harus dicekik dan pompa tersebut akan beroperasi pada efisiensi yang menurun. Lagipula, bila dipakai unit unit yang ukurannya lebih kecil kemungkinan untuk melaksanakan perbaikan selama periode permintaan yang menurun akan ada kemungkinan untuk melaksanakan pemeliharaan unit unit tersebut secara bergantian dan dengan demikian akan terhindar dari penghentian pemompaan dimana hal ini tidak dapat dihindari bila pompa yang dipakai adalah pompa ukuran besar yang hanya satu unit. Sama halnya, beberapa buah pompa dapat diserikan bila diinginkan untuk mensuplai cairan dengan tinggitekan yang besar. Diantara berbagai jenis pompa tersebut salah satunya adalah MULTI PUMP yang terdiri dari beberapa jenis pompa yaitu pompa sentrifugal, pompa aksial, pompa roda gigi dan turbin.

Walaupun disebut dengan MULTI PUMP tetapi pompa ini tidak sama, baik dari segi bentuk maupun ukuran dari setiap pompa. Perbedaan yang terdapat pada setiap jenis pompa ini adalah bentuk impeler pompa. Hal ini diakibatkan oleh kemampuan pompa ataupun kapasitas dan juga jenis fluida yang akan digunakan pada setiap pompa dalam MULTI PUMP. B. 1. 2. 3. 4. 5. 6. pompa. 7. percobaan. 8. C. Dapat menentukan putaran spesifik Ns. Teknik Pengumpulan Data Data-data yang ada dalam laporan ini diperoleh penulis dari beberapa sumber antara lain; 1. Negeri Medan 2. laboratorium 3. ME-6D2 Melakukan diskusi dengan teman-teman di kelas Melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing Melakukan uji coba di laboratorium Politeknik Dapat mengadakan evaluasi dan analisa data Tujuan Percobaan Tujuan dari percobaan praktikum MULTI PUMP antara lain; Dapat memahami prinsip pengoperasian pompa. Dapat memahami prinsip kerja dan pengoperasian pengukuran yang digunakan dalam percobaan. Dapat membuat simbol dan unit SI. Dapat melaksanakan langkah pengukuran. Dapat menyelidiki hubungan antara aliran, head dan efisiensi pada kondisi berbeda dari performasi pompa. Dapat menggambarkan (plot) kurva karakteristik

4.

Melakukan rumus yang telah tersedia.

perhitungan

dengan

menggunakan

BAB II DASAR TEORI


A. Pengertian Pompa Pompa merupakan suatu peralatan mekanis yang berfungsi untuk mengkonversikan energi mekanis menjadi energi fluida. Selain itu pompa juga merupakan suatu peralatan yang berfungsi untuk memindahkan ataupun berfungsi untuk mengalirkan fluida cair. Suatu pompa umumnya terdiri dari satu impeler atau lebih yang dilengkapi dengan sudu sudu, yang dipasangkan pada poros berputar dan diselubungi dengan / oleh sebuah rumah (casing). Fluida memasuki impeler secara aksial di dekat poros dan mempunyai energi baik energi kinetik maupun energi potensial, yang diberikan padanya oleh sudu sudu. Begitu fluida meninggalkan impeler pada kecepatan yang relatif tinggi, fluida itu dikumpulkan di dalam volute atau suatu seri laluan diffuser yang mentransformasikan energi kinetik menjadi tekanan. Ini tentunya diikuti dengan pengurangan kecepatan. Sesudah konversi diselesaikan, fluida lalu dikeluarkan dari mesin tersebut. Pada prinsipnya, pompa mengubah energi mekanis menjadi energi fluida. Perubahan tersebut dapat terjadi karena pompa memberikan kondisi beda tekanan pada sisi isap dan sisi tekan terhadap tekanan udara luarnya. Pompa mampu menghisap fluida karena tekanan isap lebih rendah dari tekanan udara luarnya. Lalu pompa mampu memancarkan fluida karena tekanan keluarannya lebih tinggi dari tekanan udara luar. Jika tekanan isap berkurang sampai di bawah tekanan uap jenuhnya, maka air akan menguap dan menimbulkan gelembung gelembung 3

uap. Hal inilah yang disebut kavitasi. Kavitasi ini menimbulkan getaran dan suara yang berisik pada pompa, yang akhirnya mengakibatkan menurunnya performansi pompa. Oleh sebab itu, sebisa mungkin dikurangi belokan pipa agar tekanan pipa isap tidak menurun.

B. Klasifikasi Pompa Klasifikasi pompa secara umum adalah sebagai berikut : 1. Pompa statis Adalah pompa yang menghasilkan head dengan cara menekan fluida.Tekanan dinaikkan untuk menggerakkan fluida dari katup atau langsung ke saluran buang. Pompa ini diberikan energi secara kontinyu (priodik). Dan dibedakan atas dua jenis : a. Pompa torak b. Pompa rotari 2. Pompa dinamis Pompa yang bertekanan dinamis dengan cara memberikan energi mekanis kepada fluida yang akan dipindahkan. Pemberian energi ini secara terus menerus. Yang termasuk ke dalam jenis pompa ini : a. Pompa Sentrifugal b. Pompa Efek Khusus a. Pompa Sentrifugal Pompa sentrifugal adalah pompa yang memperbesar energi fluida melalui prinsip gaya sentrifugal. Pompa sentrifugal dapat mengubah energi mekanik dalam bentuk kerja poros menjadi energi fluida. Energi inilah yang mengakibatkan pertambahan head tekanan , head kecepatan dan head potensial pada fluida yang mengalir kontinyu. Bentuk dari pompa sentrifugal ini dapat dilihat pada gambar 2.1 berikut ini

Gbr. 2.1 Pompa Sentrifugal Aliran fluida masuk ke sudu yang berputar memiliki percepatan, sehingga aliran fluida tercampak keluar dari sudu-sudu dan berubah menjadi energi tekanan di sudu penyearah (di rumah spiral pompa) dihubungkan ke katup hisap dan katup buang. Proses tercampaknya fluida keluar dari sudusudu, mengakibatkan bergeraknya fluida di katup kempa melalui katup hisap dengan arah aliran terus-menerus (tidak terputus-putus). 1. Grafik Pompa Sentrifugal
30 25 Efesiensi 20 15 10 5 0 0 0.1 0.2 0.3 0.4 Q 0.5 0.6 0.7 0.8

6 5 4 3 2 1 0 0 0.1 0.2 0.3 0.4 Q 0.5 0.6 0.7 0.8 H


PH 10 5 0 0 0.1 0.2 0.3 0.4 Q 0.5 0.6 0.7 0.8

25 20 15

Klasifikasi pompa sentrifugal : Berdasarkan jenis impeller. 1. Pompa Turbin Dikenal juga dengan pompa vorteks, peripheral, dan regeneratif. Cairan pada jenis pompa ini diputar oleh baling baling impeller dengan kecepatan tinggi selama hampir dalam satu putaran di dalam saluran yang berbentuk cincin, tempat impeller tadi berputar. Energi ditambahkan ke cairan dalam impuls. Pompa sumur jenis difuser sering disebut pompa turbin.

Gambar 2.2 Impeller pompa jenis turbin

2. GRAFIK POMPA TURBIN

14 12 10 Efesiensi 8 6 4 2 0 0 0.1 0.2 0.3 Q 0.4 0.5 0.6 0.7

9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 0 0.1 0.2 0.3 Q 0.4 0.5 0.6 0.7

H PH

45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 0.1 0.2 0.3 Q 0.4 0.5 0.6 0.7

2. Pompa Aliran Radial Aliran fluida masuk impeller sejajar dengan poros pompa dan keluar sudu dengan arah radial. Head yang dihasilkan 50 [m] kolom air dan putaran spesifik lebih rendah. (pompa ini digunakan jika putaran spesifik yang dihasilkan pompa 500 300 [rpm] dan head yang dicapai diatas 150 [ft]).

Pada jenis ini impeller membuang cairan ke dalam rumah spiral yang secara berangsur angsur berkembang. Ini dibuat sedemikian rupa untuk mengurangi kecepatan cairan dapat diubah menjadi tekanan statis. Rumah keong pompa ganda atau kembar menghasilkan kesimetrisan yang hampir radial pada pompa bertekanan tinggi dan pompa yang dirancang untuk operasi aliran yang sedikit. Rumah keong akan menyeimbangkan beban beban radial pada poros pompa sehingga beban akan saling meniadakan, dengan demikian akan mengurangi beban poros dan resultan lenturan.

Gambar 2.3. Impeller pompa aliran radial 3. Impeller tipe francis : Aliran fliuda masuk impeller sejajar dengan poros pompa dan keluar sudu dengan arah radial. Head dan putaran spesifik (1500 4500) nya lebih rendah. 4. Pompa Aliran Campur Aliran fluida masuk impeller sejajar dengan arah poros dan keluar dari impeller dengan arah radial dan aksial. Dibandingkan pompa impeller tipe francis, head yang dihasilkan lebih rendah dengan putaran spesifik(4500 8000 rpm) yang besar.

10

Gambar 2.4. Pompa aliran campuran 5. Pompa Aliran Aksial Aliran fluida masuk dan keluar impeller sejajar dengan poros pompa. Jika dibandingkan dengan jenis tiga jenis sebelumnya, head yang dihasilkan pompa ini paling rendah dengan putaran spesifik yang rendah. Sudu antar

Gambar 2.5 Pompa jenis aliran aksial Beberapa jenis impeler yang sering digunakan pada pompa sentrifugal, turbin dan pompa aksial sebagai berikut :

11

3. GRAFIK POMPA AKSIAL

12

7 6 Efesiensi 5 4 3 2 1 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Q 1 1.2 1.4 1.6

1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Q 1 1.2 1.4 1.6 H

13

7 6 5 PH 4 3 2 1 0 0 0.2 0.4 0.6 0.8 Q 1 1.2 1.4 1.6

C. Performasi Pompa 1. Kapasitas Pompa Kapasitas pompa adalah volume fluida per satuan waktu yang dikeluarkan pompa. Dalam rumusan dituliskan :
V t

Q=

dimana

Q = Kapasitas pompa [m3/dtk] V = Kecepatan aliran rata-rata [m/dtk] t = waktu (det)


2 . 3 4 . Tan .Y ) 5

Q=

2.9,81

.(L+

14

L = panjang Lintasan (L) = 5 cm = 0,05 m = Sudut Ambang Trapesium = 450 Y = tinggi air yang mengalir (m) 2. Head Pompa Head total pompa, menyatakan kerja netto dalam suatu berat fluida yang lewat dari sisi masuk ke sisi keluar. Dalam rumus dapat dituliskan :

H = Hd + Hs dimana H hs hd : = head total pompa [m] = head suction [m] = head discharge [m]

3. Daya Hidrolik (Ph) Daya hidrolik adalah daya output pompa terukur yang diberikan kepada fluida. Daya ini dirumuskan sebagai berikut :
Ph = .g.Q.H

dimana : Ph g Q H = daya hidrolik [Watt] = massa jenis air [kg/m3] = gravitasi bumi = 9,81 [m/dtk2] = kapasitas aliran [m3/dtk] = head total pompa terukur [m] = Hd + Hs (head tekan + head isap)

4. Daya Poros (Ps)

15

Daya poros adalah daya mekanik keluaran motor penggerak yang diberikan kepada pompa sebagai daya masukan. Daya ini dirumuskan :
Ps = T W 2N Ps = T 60

Sedangkan untuk T = Torsi = F . L = m . g . l dimana : PS = Daya Poros [Watt] T = Torsi [Nm} N = putaran pompa (rpm)

5. Efisiensi Pompa Efisiensi pompa adalah perbandingan daya hidrolik terhadap daya poros pompa. Dalam rumus dapat dituliskan
daya hidrolik . 100 % daya poros

p =

p =

Ph 100% Ps

6. Putaran Spesifik Putaran spesifik (Ns) merupakan indeks jenis pompa, yang memakai kapasitas dan tinggi tekan yang diperoleh pada titik efisiensi maksimum. Dalam rumus dapat dituliskan :

16

Ns = n P

Q H

2 4

di mana N Q H 7.

= Putaran pompa [rpm] = Kapasitas pompa [m3/dtk] = Head total pompa [m

Putaran Motor
n p = nm zm zp

nm = putaran motor zm = jumlah pully pada gigi motor zp = jumlah gigi pada pully pompa

D. Karakteristik Umum Pompa Karakteristik operasi yang terpenting dari pompa adalah: a. Kapasitas pompa, ( Q ) adalah volume fluida persatuan waktu yang dikeluarkan oleh pompa.Satuan yang digunakan adalah m3/detik. b. Head pompa, ( H ) menyatakan kerja netto dalam suatu berat fluida yang lewat dari sisi masuk ke sisi keluar pompa. c. Daya Hidrolik, ( Ph ) adalah daya out put pompa yang terukur yang diberikan energi fluida. d. Efisiensi pompa, ( ) adalah daya hidrolik dibagi dengan input poros pompa. E. Prosedur Pengukuran

17

Dalam rangkaian percobaan perlu dilakukan prosedur pengukuran agar hasil yang diperoleh dapat sesuai dengan yang diharapkan. 1. Persiapan data sheet yang diperlukan dalam percobaan. 2. Periksa alat-alat ukur dan kedudukannya (posisi), sebelum dilakukan pengoperasian. 3. Lakukan pengkalibrasian torsi motor, sbb : a) b) c) d) e) f) 4. Buka sabuk (belt) yang menghubungkan motor dengan pompa. Switch ON motor dan set kecepatan putar mesin pada kecepatan kira-kira 1500 rpm. Tunggu dan biarkan motor bekerja pada kecepatan 1500 rpm selama kuran lebih 5 menit. Setting alat penunjuk torsi (torsimeter) pada posisi nol. Putar screw untuk mendapatkan torsi beam yang balance dengan melihat ujung dari pada beam menunjukkan tepat di tengah dari notch. Switch OFF motor. Pilih pompa yang dioperasikan. Setelah prosedur pengukuran selesai dilakukan maka tahap selanjutnya adalah mengoperasikan pompa yang akan digunakan. 1. a) b) c) d) e) f) g) Pompa Sentrifugal Hubungkan belt gigi antara pully motor dan pully pompa sentrifugal. Buka katub pelimpah pada tangki volumetrik. Yakinkan karet sumbat masuk pompa aliran aksial di bawah tangki volumetrik pada posisi yang tepat. Tutup katup kontrol aliran. Buka katup pengatur isap. Atur posisi speed meter pada posisi nol. Tekan saklar ON motor, dengan memutar pengatur kecepatan searah jarum jam untuk memberikan posisi kecepatan yang diinginkan .

18

h) i) j)

Buka katup pompa sentrifugal. Buka katup pengatur aliran dan atur pula katup pengatur untuk memberikan laju aliran yang dibutuhkan. Proses dalam mematikan/memutuskan hubungan pompa sentrifugal dikerjakan dengan urutan rangkaian yang tepat.

2.

Pompa Turbin a) Hubungkan sabuk gigi antara pully motor dan pompa turbin. b) Buka katup pelimpah pada tanki volumetrik. c) Yakinkan bahwa karet aliran pompa aksial tertutup dengan baik. d) Tutup katup kontrol aliran. e) Set kontrol kecepatan motor keposisi nol sebelum di ON. f) Hidupkan motor dan putar pengontrol kecepatan untuk mendapatkan kecepatan motor yang diinginkan. g) Buka katup isolasi dan katup seleksi pompa. h) Buka katup kontrol aliran dan atur untuk memperoleh laju aliran yang dikehendaki. i) Pembacaan tekanan vacum turbin diperoleh dengan membuka katup tekanan vakum pompa.

3.

Pompa Aksial a) Buka karet sumbat pada dasar tanki volumetrik. b) Tutup katup pelimpah. c) Isi tanki volumetrik sampai air melimpah keluar ketanki penampung dengan pompa sentrifugal atau turbin atau roda gigi. d) Hubungkan sabuk antara pully pompa aksial dengan pully motor. e) Buka penuh katup pompa aksial. f) Set kontrol kecepatan pada posisi nol sebelum ON. g) Jalankan motor dengan menekan saklar.

19

h) Atur putaran motor pompa dengan potensiometer sesuai dengan yang diinginkan. i) Catat tekanan tekan dan tekanan isap. j) Tabulasikan data pada data sheet. k) Catat ketinggian air pada saluran dengan hook point. l) Ulangi percobaan dengan mengatur katup pompa. m) Matikan pompa.

BAB III DATA PERCOBAAN DAN ANALISA


A. Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump) 1. Data Percobaan T (Nm) 0,35 Hd (m) 4,4 Hs (m) 0 V (m3) 3 . 10-3 t (detik) 0

No. 1.

20

2. 3. 4. 5.

0,41 0,42 0,45 0,51

3,9 3,4 2,9 2,4

0 0 0 0

3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3

13,20 10,57 5,84 4,37

2. Analisa Percobaan Pompa Sentrifugal (Centrifugal Pump) > Putaran Motor (Nm) = 1400 rpm > Jumlah gigi pully motor (Zm) = 23 buah > Jumlah gigi pully pompa (Zp) = 17 buah > Putaran Pompa (Np)
zm

= 1894 rpm

np = nm x z = 1400 x = 1894 rpm 17 p

23

Percobaan 1 Q =
V 3 x10 3 m3 m3 = =~ t s 0s

H = Hd + Hs = 4,4 + 0 = 4,4 m N S = np .

Q H

= 1894 rpm .
4

2 3

= ~ rpm
4

4,4

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,35 Nm. = 51,286 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . ~ m3/s . 4,4 m = ~ Watt


p

ph . 100 pS

% = 51,286Watt . 100 % = ~ %

~ Watt

Percobaan 2 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 2,27 x 10-4 13,20 s t s

H = Hd + Hs = 3,9 + 0 = 3,9 m

21

N S = np .

Q H

2 4

( 2,27 x10 ) = 1894 rpm .


4

3,9

= 9,80 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,41 Nm. =60,080 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,27 x 10-4 m3/s . 3,9 m =8,680 Watt
p
ph . 100 pS

% = 60,080Watt . 100 % = 14,45 %

8,680Watt

Percobaan 3 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 2,83 x 10-4 10,57 s t s

H = Hd + Hs = 3,4 + 0 = 3,4 m N S = np .

Q H

2 4

( 2,83x10 ) = 1894 rpm .


4

3,4

= 12,73 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,42 Nm. =61,554 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,83 x 10-4 m3/s . 3,4 m =9,439 Watt
p
ph . 100 pS

% = 61,554Watt . 100 % = 15,33 %

9,439Watt

Percobaan 4 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 5,14 x 10-4 5,84 s t s

H = Hd + Hs = 2,9+ 0 = 2,9 m N S = np .

Q H

2 4

( 5,14 x10 ) = 1894 rpm .


4

2,9

= 19,32 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,45 Nm. =65,94Watt 60 60

22

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 5,14 x 10-4 m3/s . 2,9 m = 14,62 Watt
p
ph . 100 pS

% = 65,94Watt . 100 % = 22,17 %

14,62Watt

Percobaan 5 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 == = 6,86 . 10-4 4,37 s t s

H = Hd + Hs = 0 + 2,4 = 2,4 m N S = np .

Q H

= 1894 rpm .
4

0,000686 2,4
3 4

= 25,73 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,51 Nm. = 74,732 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 6,86.10-4 m3/s . 2,4 m = 16,15 Watt


p

ph . 100 pS

% = 74,732Watt . 100 % = 21,61 %

16,15Watt

Dari percoban pompa sentrifugal di atas, maka diperoleh hasil seperti tabel di bawah ini : Q (m3/s) (10-4) 2,27 2,83 5,14 6,86

Perco baan 1 2 3 4 5

H (m) 4,4 3,9 3,4 2,9 2,4

Nm

Ns

Np

Ps (watt) 51,28 6 60,08 61,55 4 65,94 74,73

Ph

Zm

Zp

p (%) 14,45 15,33 22,17 21,61

(rpm) (rpm) (rpm) 1400 1400 1400 1400 1400 9,80 12,73 19,32 25,73 1894 1894 1894 1894 1894

(watt) (buah) (buah) 8,680 9,439 14,62 16,15 23 23 23 23 23 17 17 17 17 17

23

2. Pompa Turbin ( Turbine Pump ) a. Data Percobaan T (Nm) 2,45 2,20 2,10 2,00 1,85 1,80 1,72 1,65 1,55 1,50 Hd (m) 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 Hs (m) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 V (m3) 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 3 . 10-3 t (detik) 0 18,95 13,37 10,95 8,61 7,59 6,73 5,59 5,65 5,37

No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.

b. Analisa Data > Putaran Motor (Nm) = 1400 rpm > Jumlah gigi pully motor (Zm) = 23 buah > Jumlah gigi pully pompa (Zp) = 14 buah > Putaran Pompa (Np)
zm
23

= 2464,29 rpm

np = nm x z = 1400 x = 2300 rpm 14 p

Percobaan 1

24

Q =

V 3 x10 3 m 3 m3 = =~ t s 0s

H = Hd + Hs = 12 + 0 = 12 m N S = np .

Q H

= 2300 rpm .
4

12

= ~ rpm
4

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 2,45 Nm. = 359 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . ~ m3/s . 12 m = ~ Watt


p

ph . 100 pS

%=

~ Watt . 100 % = ~ % 359Watt

Percobaan 2
V 3 x10 3 m 3 m3 Q = = = 1,58 x 10-4 18,95 s t s

H = Hd + Hs = 11 + 0 = 11 m N S = np .

Q H

2 4

(1,58x10 ) = 2300 rpm .


4

11

= 4,78 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 2,20 Nm. =322,37 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 1,58 x 10-4 m3/s . 11 m =17,05 Watt


p
ph . 100 pS

% = 322,37Watt . 100 % = 5,29 %

17,05Watt

Percobaan 3 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 2,20 x 10-4 13,37 s t s

H = Hd + Hs = 10 + 0 = 10 m

25

N S = np .

Q H

2 4

( 2,20 x10 ) = 2300 rpm .


4

10

= 6,07 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 2,10 Nm. =307,72 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,20 x 10-4 m3/s . 10m =21,58 Watt
p
ph . 100 pS

% = 307,72Watt . 100 % = 7,01 %

21,58Watt

Percobaan 4 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 2,70 x 10-4 10,95s t s

H = Hd + Hs = 9+ 0 = 9 m N S = np .

Q H

2 4

( 2,70 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 7,27 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 2,00 Nm. =293,07 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,70 x 10-4 m3/s . 9 m = 23,84 Watt


p
ph . 100 pS

% = 293,07Watt . 100 % = 8,13 %

23,84Watt

Percobaan 5 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 == = 3,50 . 10-4 8,61s t s

H = Hd + Hs = 8 + 0 = 8 m N S = np .

Q H

2 4

( 3,50 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 9,05 rpm

26

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,85 Nm. = 271,09 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 3,50.10-4 m3/s . 8 m = 27,47 Watt


p

ph . 100 pS

% = 271,09Watt . 100 % = 10,13 %

27,47Watt

Percobaan 6
V 3 x10 3 m 3 m3 Q = = = 3,90 x 10-4 7,59 s t s

H = Hd + Hs = 7 + 0 = 7 m N S = np .

Q H

2 4

( 3,90 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 10,55 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,80 Nm. = 263,76 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 3,90 x 10-4 m3/s . 7 m = 26,78 Watt


p
ph . 100 pS

% = 263,76Watt . 100 % = 10,15 %

26,78Watt

Percobaan 7 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 5,40x 10-4 6,73s t s

H = Hd + Hs = 6 + 0 = 6 m N S = np .

Q H

2 4

( 4,40 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 12,58rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,72 Nm. =252,03 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 4,40x 10-4 m3/s . 6 m =25,89Watt

27

ph . 100 pS

% = 252,03Watt . 100 % = 10,27 %

25,89Watt

Percobaan 8
V 3 x10 3 m 3 m3 Q = = = 5,36 x 10-4 5,59 s t s

H = Hd + Hs = 5 + 0 = 5 m N S = np .

Q H

2 4

( 5,36x10 ) = 2300 rpm .


4

= 15,93 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,65 Nm. =241,78 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 5,36 x 10-4 m3/s . 5 m =26,29 Watt


p
ph . 100 pS

% = 241,78Watt . 100 % = 10,87 %

26,29Watt

Percobaan 9 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 = = 5,50 x 10-4 5,45s t s

H = Hd + Hs = 4 + 0 =4 m N S = np .

Q H

2 4

( 5,50 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 19,07 rpm

28

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,55 Nm. =227,13 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 5,50 x 10-4 m3/s . 4 m = 21,58 Watt


p
ph . 100 pS

% = 227,13Watt . 100 % = 9,50 %

21,58Watt

Percobaan 10 Q =
V 3 x10 3 m 3 m3 == = 5,59 . 10-4 5,37 s t s

H = Hd + Hs = 3 + 0 = 3 m N S = np .

Q H

2 4

( 5,59 x10 ) = 2300 rpm .


4

= 23,86 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,50 Nm. = 219,80 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 5,59.10-4 m3/s . 3 m = 16,45 Watt


p

ph . 100 pS

% = 219,80Watt . 100 % = 10,13 %

16,45Watt

Dari percoban pompa turbin di atas, maka diperoleh hasil seperti tabel di bawah ini : Perc o baan Q (m3/s) (10-4) H Nm Ns Np Ps (watt) Ph Zm Zp p (%)

(m) (rpm) (rpm) (rpm)

(watt) (buah) (buah)

29

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1,58 2,20 2,70 3,50 3,90 4,40 5,36 5,50 5,59

12 11 10 9 8 7 6 5 4 3

1400 1400 1400 1400 1400 1400 1400 1400 1400 1400

4,78 6,07 7,27 9,05 10,55 12,58 15,93 19,07 23,86

2300 2300 2300 2300 2300 2300 2300 2300 2300 2300

359,00 6 322,37 307,72 293,06 271,08 263,76 252,03 241,78 227,12 219,80

17,05 21,58 23,84 27,47 26,78 25,89 26,29 21,58 16,45

23 23 23 23 23 23 23 23 23 23

14 14 14 14 14 14 14 14 14 14

5,29 7,01 8,13 10,13 10,15 10,27 10,87 9,50 7,48

3. Turbin Aksial (Aksial Pump) a. Data Percobaan T (Nm) 1,03 1,03 Hd (m) 1,2 1,1 Hs (m) - 0,5 - 0,5 Y (mm) 14,0 21,5

No. 1. 2.

30

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

1,02 0,99 0,96 0,93 0,93 0,92 0,92

1,0 0,9 0,8 0,7 0,6 0,5 0,4

- 0,5 - 0,5 - 0,5 - 0,5 - 0,5 - 0,5 - 0,5

27,0 32,0 36,5 43,0 47,0 52,5 57,5

b. Analisa Data > Putaran Motor (Nm) = 1400 rpm > Jumlah gigi pully motor (Zm) = 27 buah > Jumlah gigi pully pompa (Zp) = 14 buah > Putaran Pompa (Np) = 2700 rpm > Sudut Ambang Trapesium () = 450 > Panjang Lintasan (L)
zm

= 5 cm = 0,05 m

np = nm x z = 1400 x = 2700 rpm 14 p

27

Percobaan 1 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

0,014

m . ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,014 m ) 5

= 2,99 . 10-4 m3/S H = Hd + Hs = 1,2 + 0,5 = 1,7 m N S = np .


1

Q H

2 4

( 2,99 x10 ) = 2700 rpm .


4

1,7

= 31,36 rpm

31

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,03 Nm. = 150,93 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,99 x 10-4 m3/s . 1,7 m = 3,82 Watt
p
ph . 100 pS

% = 150,93Watt . 100 % = 2,53 %

3,82Watt

Percobaan 2 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2m

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

( 0,021)

. ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,021 m ) 5

= 6,62 . 10-4 m3/S H = Hd + Hs = 1,1 + 0,5 = 1,6 m N S = np .

Q H

2 4

( 6,62 x10 ) = 2700 rpm .


4

1,6

= 48,43 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,03 Nm. =150,93 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 6,62 x 10-4 m3/s . 1,6 m =10,39 Watt
p
ph . 100 pS

% = 150,93Watt . 100 % = 7,24 %

10,39Watt

Percobaan 3 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5 4 . Tan 450 . 0,027 m ) 5

2.9,81

( 0,027 )

m . ( 0,05 m +

= 9,38 . 10-4 m3/S H = Hd + Hs = 1,0 + 0,5 = 1,5 m

32

N S = np .

Q H

2 4

( 9,38x10 ) = 2700 rpm .


4

1,5

= 61,00 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 1,02 Nm. =149,46 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 9,38 x 10-4 m3/s . 1,5 m = 13,80 Watt
p
ph . 100 pS

% = 149,46Watt . 100 % = 9,23 %

13,80Watt

Percobaan 4 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2m

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

( 0,032)

. ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,032 m ) 5

= 1,278 . 10-3 m3/s H = Hd + Hs = 0,9 + 0,5 = 1,4 m N S = np .


1

Q H

2 4

(1,278x10 ) = 2700 rpm .


3

1,4

= 74,99 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,99 Nm. = 145,06 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 1,278.10-3 m3/s . 1,4 m = 17,55 Watt


p

ph . 100 pS

% = 145,06Watt . 100 % = 12,09 %

17,55Watt

Percobaan 5 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

( 0,0365)

m . ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,0365 m ) 5

= 1,631 . 10-3 m3/s H = Hd + Hs = 0,8 + 0,5 = 1,3 m 33

N S = np .

Q H

2 4

(1,631x10 ) = 2700 rpm .


3

1,3

= 89,56 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,96 Nm. = 140,67 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 1,631 x 10-3 m3/s . 1,3 m = 20,80 Watt
p
ph . 100 pS

% = 140,67Watt . 100 % = 14,78 %

20,80Watt

Percobaan 6 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5 4 . Tan 450 . 0,043 m ) 5

2.9,81

( 0,043)

m . ( 0,05 m +

= 2,22 . 10-3 m3/s H = Hd + Hs = 0,7 + 0,5 = 1,2 m N S = np .


1

Q H

2 4

( 2,22 x10 ) = 2700 rpm .


3

1,2

= 110,95 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,93 Nm. =136,27 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,22x 10-3 m3/s . 1,2 m = 26,13 Watt
p
ph . 100 pS

% = 136,27Watt . 100 % = 19,17 %

26,13Watt

Percobaan 7 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5 4 . Tan 450 . 0,047 m ) 5

2.9,81

( 0,047)

m . ( 0,05 m +

= 2,62 . 10-3 m3/s

34

H = Hd + Hs = 0,6 + 0,5 = 1,1 m N S = np .

Q H

2 4

( 2,26 x10 ) = 2700 rpm .


3

1,1

= 119,50 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,93 Nm. =136,27 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 2,62 x 10-3 m3/s . 1,1 m = 28,27 Watt
p
ph . 100 pS

% = 136,27Watt . 100 % = 20,75 %

27,27Watt

Percobaan 8 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

( 0,0525)

m . ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,0525 m ) 5

= 3,27. 10-3 m3/s H = Hd + Hs = 0,5 + 0,5 =1,0 m N S = np .


1

Q H

2 4

( 3,27 x10 ) = 2700 rpm .


3

1,0

= 154,39 rpm

35

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,92 Nm. =134,81 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 3,27 x 10-3 m3/s . 1,0 m = 32,08 Watt
p
ph . 100 pS

% = 134,81Watt . 100 % = 23,79 %

32,08Watt

Percobaan 9 Q = =
2 . 3 2 . 3
2.9,81

. .

.(L+
3 2

4 . Tan .Y ) 5

2.9,81

( 0,0575)

m . ( 0,05 m +

4 . Tan 450 . 0,0575 m ) 5

= 3,909. 10-3 m3/s H = Hd + Hs = 0,4 + 0,5 =0,9 m N S = np .


1

Q H

2 4

( 3,909 x10 ) = 2700 rpm .


3

0,9

= 182,69 rpm

PS = T. W = T .

2..N 2.3,14.1400 = 0,92 Nm. =134,81 Watt 60 60

Ph = . g. Q . H = 1000 kg/m3 . 9,81 m/s2 . 3,909 x 10-3 m3/s . 0,9 m = 34,51 Watt
p
ph . 100 pS

% = 134,81Watt . 100 % = 2

34,51 Watt

Dari hasil percobaan pompa aksial, maka dapat di buat dalam tabel sebagai berikut : Perc o baan 1 2 3 Q (m3/s) (10-4) 2,99 6,26 9,38

Nm

Ns (rpm) 31,36 48,43 61,00

Np (rpm) 2700 2700 2700

Ps (watt) 150,9 3 150,9

Ph

Zm

Zp

p (%) 2,53 7,24 9,23

(m) (rpm) 1,7 1,6 1,5 1400 1400 1400

(watt) (buah) (buah) 3,82 10,39 13,80 27 27 27 14 14 14

36

3 149,4 74,99 89,56 4 5 6 7 8 9 12,78 16,31 22,23 26,23 32,68 39,09 1,4 1,3 1,2 1,1 1,0 0,9 1400 1400 1400 1400 1400 1400 110,5 0 119,5 0 154,3 9 182,6 9 2700 2700 2700 2700 2700 2700 6 145,0 6 140,6 7 136,2 7 136,2 7 134,8 1 134,8 1 17,55 20,80 26,13 28,27 32,08 34,51 27 27 27 27 27 27 14 14 14 14 14 14 12,09 14,78 19,17 20,75 23,79 25,59

37

BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan Q (m3/s) 6,86 5,59 39,09 1. 2. 3. 4. 5. H (m) 2,4 3 0,9 Jenis Pompa Pompa Sentrifugal Pompa Turbin Pompa Aksial

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa debit air yang besar (Q = 6,86 m3/s ) dengan Head (H = 2,4 m) dihasilkan oleh pompa sentrifugal. Begitu juga pompa turbin menghasilkan debit air terbesar (Q = 5,59 m 3/s) dengan Head (H = 3 m). Pompa aksial juga menghasilkan debit air terbesar (Q = 39,09 m 3/s) dengan Head (H = 0,9) m) Semakin besar debit air yang dihasilkan pompa, maka Head pompa akan semakin kecil; Efesiensi rata-rata terendah pada percobaan terjadi pada pompa aliran aksial, hal ini kemungkinan disebabkan instalasi pada pompa ini lebih banyak seperti: sambungan pipa, belokan, diameter pipa dan hal ini menyebabkan besarnya gesekan pada pipa;

6.

Rata-rata efesiensi yang dimiliki pompa tidak terlalu tinggi. Hal ini karena disebabkan tidak seimbangnya antara daya poros dengan daya hidrolik, dimana daya hidrolik sangat ditentukan oleh kapasitas pompa

B. 1. 2. 3.

Saran Dalam melakukan percobaan diharapkan para praktikan mengikuti prosedur pengukuran dan pengoperasian pompa Dalam melakukan praktek agar betul-betul teliti dalam melihat hasil pengukuran. Praktikan diharapkan menyadari pentingnya keselamatan kerja

38

Lampiran 1

Kurva Karakteristik Pompa Sentrifugal

39

Lampiran 2

Kurva Karakteristik Pompa Turbin

40

Lampiran 3

Kurva Karakteristik Pompa Aksial

41