Anda di halaman 1dari 5

Materi UKG Matematika 2013, didasarkan pada Indikator Esensial yang telah ditentukan.

Bagi Bapak Ibu guru Matematika yang akan mengikuti UKG (Uji Kompetensi Guru), Berikut ini Indikator Esensial untuk Soal UKG Guru Matematika Tahun 2013, dari indikator ini Bapak Ibu guru dapat mencari Materi sebagai bahan belajar. 1. Memanfaatkan potensi kognitif yang dimiliki oleh peserta didik dalam mendukung pembelajaran matematika yang efektif 2. Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan siswa dalam pembelajaran suatu topik/konsep matematika 3. Mengenali ide atau konsep teori belajar Vigotsky 4. Mengidentifikasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan teori belajar tertentu (Bruner dan Ausuble) 5. Mengidentifikasi prinsip pembelajaran dengan pendekatan tertentu (Pendidikan Matematika Realistik, pembelajaran kontekstual, atau pembelajaran berbasis masalah) 6. Mengidentifikasi pihak yang menyusun silabus 7. Menentukan fungsi atau kegunaan RPP 8. Menentukan langkahlangkah penyusunan instrumen penilaian hasil belajar 9. Menentukan urutan penyampaian materi pembelajaran berdasarkan hirarkhi materi matematika dan kesiapan siswa untuk mendukung pencapaian sandar kompetensi tertentu 10. Melakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui ketercapaian kompetensi hasil belajar 11. Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajar matematika di SMP 12. Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajar matematika di SMA 13. Menganalisis kegiatan siswa dengan pemberian berbagai latihan yang mendukung kemampuan pemecahan masalah 14. Menganalisis kegiatan siswa dengan pemberian berbagai latihan yang mendukung kemampuan pemecahan masalah 15. Menganalisis kegiatan matematika rekreasi guna mengaktualisasikan potensi siswa 16. Memilih teknik bertanya yang tepat guna mengaktifkan iklim pembelajaran 17. Menerapkan komunikasi yang mendidik pada pembelajaran kooperatif 18. Menentukan prinsip penilaian yang diacu pada suatu permasalahan atau kasus pengolahan hasil penilaian proses dan hasil belajar matematika 19. Menentukan teknik penilaian proses dan hasil belajar pada peristiwa kegiatan pembelajaran 20. Menentukan persyaratan penyusunan instrumen penilaian berdasarkan suatu kasus/peristiwa pengembangan instrumen penilaian di satuan pendidikan 21. Menentukan macam tahapan program remedial mengacu Standar Penilaian 22. Menentukan macam hasil penilaian yang dikomunikasikan/ dilaporkan kepada pimpinan satuan pendidikan untuk diteruskan kepada orangtua/wali peserta didik berdasarkan tugas pendidik dalam mengelola penilaian mengacu pada Standar Penilaian 23. Memilih kegiatan yang sesuai dalam pelaksanaan refleksi 24. Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil refleksi pembelajaran satu kompetensi dasar (KD) matematika 25. Menentukan jenis bilangan pada suatu akar kuadrat 26. Menggunakan konsep barisan dan deret untuk menyesaikan masalah matematika

27. Menganalisis hubungan persamaan polinomial, pembagi, dan sisa pembagiannya 28. Menaksir (menduga) hasil operasi beberapa bilangan 29. Membandingkan beberapa hasil operasi dua bilangan 30. Memutuskan di antara bangunbangun yang mempunyai luas/keliling terbesar jika diketahui keliling/luasnya sama 31. Mengidentifikasi pernyataan 32. Menentukan ingkaran suatu pernyataan majemuk 33. Menentukan pernyataan yang ekuivalen dengan pernyataan yang diketahui 34. Mengidentifikasi sifatsifat atau karakteristik bangun datar 35. Menentukan ukuran sudut suatu segi-banyak 36. Menyelesaikan masalah terkait luas bangun datar 37. Dapat menggunakan konsep ratarata untuk menyelesaikan masalah 38. Dapat menggunakan aturan kombinasi untuk menyelesaikan masalah 39. Dapat menggunakan pola bilangan untuk menyelesaikan masalah 40. Dapat menentukan persamaan garis lurus 41. Dapat menerapkan konsep fungsi linear untuk menyelesaikan masalah 42. Dapat menerapkan sifat fungsi linear 43. Memfaktorkan suku banyak 44. Menyelesaikan sistem persamaan linier dua variabel 45. Menggunakan sifat-sifat barisan aritmetika untuk menyelesaikan soal 46. Menggunakan sifat akarakar persamaan kuadrat untuk menyelesaikan soal 47. Menentukan invers komposisi dua fungsi 48. Menghitung luas daerah yang dibatasi oleh 2 grafik fungsi yang diketahui beberapa titik yang dilaluinya 49. Menghitung nilai limit fungsi aljabar 50. Menentukan banyaknya bilangan dengan menerapkan aturan/kaidah pencacahan 51. Menentukan nilai peluang suatu kejadian 52. Mennggunakan hukum De Morgan untuk menentukan banyaknya anggota suatu himpunan 53. Menggunakan perbandingan trigonometri untuk menghitung nilai sinus suatu sudut 54. Menggunakan aturan sinus untuk menentukan luas segitiga 55. Diketahui nilai sinus suatu sudut, guru dapat menghitung nilai tangen sudut lain yang berkaitan dengan sudut tersebut 56. Menggunakan nilai maksimum fungsi trigonometri dalam menyelesaikan masalah 57. Menentukan hasil kali bilangan dengan vektor 58. Menghitung nilai hasil kali suatu matriks 59. Menentukan nilai determinan suatu matriks ordo 3 x 3 60. Diketahui 2 vektor tertentu dan proyeksi skalar salah satu vektor terhadap vektor yang lain, guru dapat menentukan nilai kosinus sudut yang diapit oleh 2 vektor tersebut. 61. menjelaskan proses penemuan rumus barisan/deret 62. Memilih alat ukur yang tepat untuk membantu pembelajaran matematika 63. Menganalisis penggunaan MS Excell untuk menyajikan data 64. Mengetahui tujuan pembelajaran matematika 65. Menentukan keberadaan standar kompetensi, kompetensi dasar, atau indikator berdasarkan KTSP 66. Menganalisis indikator yang sesuai dengan kompetensi dasar 67. Menentukan indikator dari suatu kegiatan belajar yang diberikan 68. Merancang pembelajaran secara kreatif pembelajaran pada suatu topik tertentu 69. Memahami kriteria soal/masalah yang disajikan kepada siswa 70. Menelaah konteks sebagai pemicu proses pembelajaraan

71. Mengidentifikasi kegiatankegiatan refleksi atas kinerja sendiri 72. Menjelaskan bentuk tindak lanjut dari kegiatan refleksi atas kinerja seorang guru 73. Mengidentifikasi karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK) 74. Mengidentifikasi aspek yang sesuai pada suatu komponen proposal penelitian tindakan kelas 75. Mengidentifikasi tindakan yang tepat untuk mensikapi atau menghadapi perkembangan zaman 76. Menentukan prosedur pengiriman atau penerimaan/down load file via email 77. Menggunakan software aplikasi Internet untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui Internet 78. Menjelaskan kegunaan berbagai aplikasi Internet yang berkaitan dengan pengembang profesi sebagai guru matematika di SMP 79. Menjelaskan kegunaan berbagai aplikasi Internet yang berkaitan dengan pengembang profesi sebagai guru matematika di SMA 80. Menggunakan berbagai fasilitas di Internet untuk mendukung pengembangan profesi sebagai guru matematika di SMA

Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keahlian (expertise) para anggotanya. Artinya pekerjaan itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak disiapkan secara khusus untuk melakukan pekerjaan itu. Profesional menunjuk pada dua hal, yaitu (1) orang yang menyandang profesi, (2) penampilan seseorang dalam melakukan pekerjaan sesuai dengan profesinya (seperti misalnya dokter). Kompetensi guru untuk melaksanakan kewenangan profesionalnya, mencakup tiga komponen sebagai berikut: (1) kemampuan kognitif, yakni kemampuan guru menguasai pengetahuan serta keterampilan/keahlian kependidikan dan pengatahuan materi bidang studi yang diajarkan, (2) kemampuan afektif, yakni kemampuan yang meliputi seluruh fenomena perasaan dan emosi serta sikap-sikap tertentu terhadap diri sendiri dan orang lain, (3) kemampuan psikomotor, yakni kemampuan yang berkaitan dengan keterampilan atau kecakapan yang bersifat jasmaniah yang pelaksanaannya berhubungan dengan tugas-tugasnya sebagai pengajar. Dalam UU Guru dan Dosen disebutkan bahwa kompetensi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan profesi guru setelah program sarjana atau D4. Kompetensi pribadi meliputi: (1) pengembangan kepribadian, (2) berinteraksi dan berkomunikasi,

(3) melaksanakan bimbingan dan penyuluhan, (4) melaksanakan administrasi sekolah, (5) melaksanakan tulisan sederhana untuk keperluan pengajaran. Guru sebagai Profesi Djojonegoro (1998:350) menyatakan bahwa profesionalisme dalam suatu pekerjaan atau jabatan ditentukan oleh tiga faktor penting, yaitu: (1) memiliki keahlian khusus yang dipersiapkan oleh program pendidikan keahlian atau spesilaisasi, (2) kemampuan untuk memperbaiki kemampuan (keterampilan dan keahlian khusus) yang dimiliki, (3) penghasilan yang memadai sebagai imbalan terhadap keahlian yang dimiliki itu. Menurut Vollmer & Mills (1991:4) profesi adalah sebuah pekerjaan/jabatan yang memerlukan kemampuan intelektual khusus, yang diperoleh melalui kegiatan belajar dan pelatihan untuk menguasai keterampilan atau keahlian dalam melayani atau memberikan advis pada orang lain dengan memperoleh upah atau gaji dalam jumlah tertentu.

Usman (1990:4) mengatakan bahwa guru merupakan suatu profesi yang artinya suatu jabatan atau pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Suatu profesi memiliki persyaratan tertentu, yaitu: (1) menuntut adanya keterampilan yang mendasarkan pada konsep dan teori ilmu pengetahuan yang mendasar, (2) menekankan pada suatu keahlian dalam bidang tertentu sesuai dengan profesinya, (3) menuntut tingkat pendidikan yang memadai, (4) menuntut adanya kepekaan terhadap dampak kemasyarakatan dari pekerjaan yang dilaksanakan, (5) memungkinkan perkembangan sejalan dengan dinamika kehidupan, (6) memiliki kode etik sebagai acuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, (7) memiliki obyek tetap seperti dokter dengan pasiennya, guru dengan siswanya, dan (8) diakui di masyarakat karena memang diperlukan jasanya di masyarakat.

Pengertian di atas menunjukkan bahwa unsur-unsur terpenting dalam sebuah profesi adalah penguasaan sejumlah kompetensi sebagai keahlian khusus, yang diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan khusus, untuk melaksanakan pembelajaran secara efektif dan efisien. Kompetensi guru berkaitan dengan profesionalisme adalah guru yang kompeten (memiliki kemampuan) di bidangnya. Karena itu kompetensi profesionalisme guru dapat diartikan sebagai kemampuan memiliki keahlian dan kewenangan dalam menjalankan profesi keguruan. aljabar aritmetika asosiatif diagram venn : bagian ilmu matematika dimana huruf dan simbol digunakan untuk mewakili bilangan dalam sebuah rumus atau persamaan : cabang ilmu matematika yang mengkhususkan mempelajari sifat-sifat dan manipulasi bilangan : sifat operasi bilangan dimana bilangan-bilangan yang dioperasikan dikelompokkan terlebih dahulu baru selanjutnya diselesaikan : sebuah diagram yang mewakili suatu model matematika atau rancangan logika dalam bentuk lingkaran-lingkaran, dimana hubungan elemenelemennya dinyatakan dengan perpotongan dari lingkaran-lingkaran tersebut

distributif

: sifat operasi bilangan dimana bilangan-bilangan yang dioperasikan diuraikan terlebih dahulu, kemudian dikelompokkan, lalu operasi diselesaikan himpunan : kumpulan dari benda-benda atau objek-objek yang dapat dibedakan atau dapat didefinisikan dengan jelas identitas : sifat operasi bilangan dimana bila bilangan tersebut dioperasikan dengan bilangan identitas akan menghasilkan bilangan itu sendiri jajargenjang : sebuah bidang datar yang memiliki dua pasang sisi sejajar yang sama panjang. kalimat terbuka : kalimat yang belum dapat ditentukan benar atau salahnya komutatif : sifat operasi bilangan dimana jika posisi bilangan yang dioperasikan dipertukarkan letaknya akan tetap memberikan hasil yang sama