Anda di halaman 1dari 41

ASUHAN KEPERAWATAN GYNEKOLOGI PADA Ny.

E G2P2A0 U26THN DENGAN ABORTUS IMMINENS DI RUANG GYNEKOLOGI RSUD KOTA SEMARANG

Disusun untuk memenuhi tugas Praktek Klinik Keperawatan Maternitas

Pembimbing Ns. Siti Lia Apriliani S.Kep

Disusun oleh : JHEFRIN INDRA NOVRIZA 22020110141077

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN JURUSAN KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2013

ASUHAN KEPERAWATAN ABORTUS IMMINENS PADA NY.E G2P1A0 U26TH RUANG GYNEKOLOGI RSUD KOTA SEMARANG

I. Ringkasan Kasus Ny. E usia 26 tahun dengan status gravidium G2P1A0 umur kehamilan 10 minggu HPHT 8 maret 2013 datang ke RSUD kota semarang pada tanggal 17 Mei 2013 pukul 15.30 WIB dengan keluhan adanya pendarahan pada jalan lahir. Klien mengatakan sudah mengalami pendarahan sudah sejak 2 minggu, darah yang keluar berupa gumpalan-gumpalan. Kemudian klien memeriksakan ke bidan. Bidan setempat mengatakan bila janin klien sudah keluar. Setelah dari bidan, beberapa hari kemudian klien memijatkan perutnya ke tukang pijat. Bukan semakin merasa enak tetapi perut klien semakin sakit dan tetap terjadi pendarahan. Klien kemudian di bawa keluarga untuk di rawat ke RSUD Kota Semarang. Setelah sampai di IGD klien mendapat terapi infus RL 20tpm, kemudian pada pukul 18.10 WIB klien di sarankan rawat ke ruang gynekologi. Sampai di ruang gynekologi dilakukan pemeriksaan diketahui TD : 100/60mmHg, Nadi : 80x/menit, RR : 20x/menit, Suhu : 36, 5oC, BB : 52kg dan TB : 155cm. Pemeriksaan pada genetalia terdapat pengeluaran darah .

II. Pengkajian Tanggal pengkajian Jam Pengkajian Ruang : 17 Mei 2013 : 18.10 WIB : Ruang Gynekologi

Identitas 1. Identitas Klien Nama Umur Agama Suku/bangsa Pekerjaan Pendidikan : Ny. E : 26 tahun : Islam : Jawa/Indonesia : Pedagang (Buka counter) : SMP

Status perkawinan : Menikah pertama

Alamat No. RM Diagnosa

: Kalisari, Kec. Sayung, Demak : 254613 : G2P1A0 U26th H5minggu 6 hari Abortus Imminens

Identitas penanggung jawab Nama Umur Agama Pekerjaan Pendidikan terakhir : Tn. K : 27 tahun : Islam : Bengkel : SMK

Hubungan dengan Klien : Suami

III.Riwayat Obstetri 1. Riwayat Menstruasi a. Menarche b. Siklus c. Lamanya : 14 tahun : 28 hari : 7 hari

d. Keluhan Haid : kadang merasa disminore 2. Riwayat persalinan a. Tipe persalinan Normal, spontan di bantu dengan bidan b. BB lahir 3500 gram c. PB lahir 50 cm d. Umur anak 9 tahun e. Keadan bayi Normal, tidak ada kelainan, laki-laki f. Komplikasi nifas Tidak ada

3. Riwayat kontrasepsi yang digunakan Klien mengatakan menggunakan KB suntik selama 2 tahun

4. Riwayat kehamilan sekarang a. HPHT : 8 Maret 2013 b. HPL : 15 Desember 2013

c. ANC petama umur kehamilan : 3minggu d. Kunjungan ANC : 30 Maret 2013 Trimester I Frekuensi Keluhan Komplikasi Terapi : 2x : Mual, lemas, dan keluar darah : Tidak ada : Asam folat

Trimester II Frekuensi Keluhan Komplikasi Terapi ::::-

Trimester III Frekuensi Keluhan Komplikasi Terapi ::::-

e. Imunisasi TT : 1 kali TT I tanggal : 30 Maret 2013 f. Pergerakan janin selama 24 jam ( dalam sehari ) Klien enatakan belum merasakan gerakan janin

IV. Riwayat Keperwatan a. Keluhan utama Klien mengatakan nyeri dan mules pada abdomen bagian bawah uteri b. Riwayat penyakit sekarang Ny. E datang ke RSUD Kota Semarang pada 17 Mei 2013 pukul 15.20 WIB dengan keterangan G2P1A0 U26th. Klien mengatakan nyeri dan mules pada perut selain itu terjadi pendarahan. Klien terlihat sangat lemas sekali. Pada pukul 20.00

wib klien mengatakan perut terasa sangat mules sekali dan nyeri hebat. Setelah di periksa terjadi pendarahan lagi. Dari jalan lahir klien keluar darah dan banyak yang berupa gumpalan-gumpalan bukan berupa jaringan melainkan darah. Pemeriksaan dalam dilakukan dengan hasil Osdium uterus menutup. Pada pukul 20.30 WIB dilakukan pemeriksaan TD 100/60mmHg, Nadi 80x/mnt, RR : 19x/menit, Suhu : 36,5oC dan pada hari senin tanggal 20 Mei 2013 akan dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat serta memastikan apakah jaringan sudah keluar apa belum. c. Riwayat penyakit dahulu Klien mengatakan tidak pernah menderita penyakit seperti asma, hipertensi, DM, dan lain sebagainya. d. Riwayat penyakit keluarga

Keterangan

: Laki-laki

: Tinggal dalam satu rumah

: Perempuan

: Klien

: Menikah

V. Kebutuhan Dasar A. Kebutuhan aktivitas dan latihan 1. Sebelum dirawat Mandi 2 kali sehari tanpa bantuan orang lain Makan 3 kali sehari tanpa bantuan orang lain

Mengganti pakaian 2 kali sehari tanpa bantuan orang lain Melakukan toileting tanpa ada keluhan serta tanpa bantuan orang lain Minum tanpa bantuan orang lain Berjalan tanpa ada keluhan dan tidak dibantu orang lain 2. Selama dirawat Mandi 1 kali dengan bantuan orang lain yaitu suami menyiapkan perlengkapan untuk mandi Makan 3 kali sehari dengan disuapin oleh suami klien Menganti pakaian 2 kali sehari dengan bantuan suami terkadang oleh perawat atau bidan Toileting dengan keluhan nyeri pada bagian abdomen, serta dibantu oleh suami Minum tanpa bantuan orang lain Berjalan dibantu oleh suami karena klien mengeluh nyeri dan lemas B. Kebutuhan hygien dan integritas kulit 1. Sebelum dirawat Klien mandi 2 kali sehari Klien menggosok gigi 2 kali sehari saat mandi Klien mencuci rambut 2 hari sekali menggunakan shampo Klien memotong kuku 2minggu sekali dan membersihkannya bila kotor 2. Selama dirawat Klien mandi 1 kali sehari Klien menggosok giginya 1 kali saat mandi Klien belum pernah keramas selama dirawat Klien tidak pernah memotong kuku dan tidak membersihakannya C. Kebutuhan istirahat dan tidur 1. Sebelum dirawat Klien tidak terbiasa tidur siang dikarenakan bekerja menjaga counter Jumlah jam tidur klien 8-9jam/hari Kebiasaan tidur memakai guling, bantal dan selimut 2. Selama dirawat Klien tidak bisa tidur siang karena perutnya selalu terasa mules seperti ingin BAB dan terkadang juga nyeri

Jumlah jam tidur 4-5 jam Tidur hanya menggunakan bantal dan selimut D. Kebutuhan nutrisi dan cairan 1. Sebelum dirawat a. Makan Frekuensi : 3 kali/hari Jenis asupan makan : Nasi, lauk, sayur, dan buah Porsi : 1 piring habis Kebiasaan : Menggunakan piring dan sendok Volume : 3 kali 600ml = 1800ml b. Minum Frekuensi : 6-7 gelas perhari Jenis minuman : air putih, susu ibu hamil, teh Porsi : 1 gelas terkadang tersisa sedikit, tetapi lebih sering habis Kebiasaan menggunakan gelas Volume : 200ml x 7 = 1400ml 2. Selama dirawat a. Makan Frekuensi 3 kali/hari Jenis asupan makanan : nasi, sayur, lauk, dan buah Porsi : sisa setengah piring Volume : 300ml x 3 = 900ml Kebiasaan makan menggunakan sendok b. Minum Frekuensi 5-6 gelas/hari Jenis minuman : teh dan air putih Porsi : sisa setengah gelas Volume 150mlx 5 = 750ml Kebiasaan menggunakan gelas E. Kebutuhan oksigenasi 1. Sebelum dirawat Klien mengatakan tidak mengalami kesulitan saat bernafas, klien mengatakan tidak ada gangguan ketika bernafas dan tidak sesak nafas

2. Selama dirawat Klien mengatakan tifak mengalami kesulitan bernafas, tidak ada gangguan dan tidak sesak nafas. F. Kebutuhan eliminasi 1. Sebelum dirawat a. Eliminasi urine Frekuensi 6-7 kali/hari Bau khas Warna kuninga jernih Waktu : pagi, siang, sore, malam Keluhan : tidak ada b. Eliminasi fekal Frekuensi 2 kali sehari Bentuk : semi solid Warna : kuning kecoklatan Bau : khas Waktu : pagi 2. Selama dirawat a. Eliminasi urine Frekuensi 4-5 kali/hari Volume urine 150x 4 = 600ml Waktu : pagi, siang dan malam

b. Eliminasi fekal Belum BAB selama dirawat di Rumah sakit

G. Kebutuhan termoregulasi a. Sebelum dirawat Klien mentakan tidak mengalami demam dan kedinginan. Klien mengatakan suhu yang dirasakan klien masih normal. Terkadang bila kedinginan klien dapat mengatasinya dengan menggunakan selimut atau jaket. b. Selama dirawat Klien tidak mengalami demam suhu klien dalam rentang normal 36,7oC H. Kebutuhan sensori dan kognitif 1. Sebelum dirawat

Klien tidak pernah lupa setelah melakukan sesuatu hal, keluarga klien mengatakan klien bila ditanya dapat menjelaskan dengan baik dan dapat dimengerti. 2. Selama dirawat Klien dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan mudah dimengerti serta rasional, klien kooperatif walaupun dalam keadaan lemas dan menahan nyeri pada saat kontraksi uterus. a. Respon klien membuka mata dengan spontan b. Respon motorik klien spontan I. Kebutuhan Kosep diri 1. Sebelum dirawat Klien sudah siap bila harus kehilangan janin yang ada dikandungannya. Klien hanya merasa cemas karena janin yang di dalam belum keluar dan sering keluar gumpalan-gumpalan darah. 2. Selama dirawat a. Gambaran diri : Klien mengatakan pasrah bila harus kehilangan janin yang dikandungnya b. Ideal diri : Klien mengatakan perasaanya sedih c. Harga diri : Klien mengatakan takut bila janinya tidak kunjung keluar dan terus mengalami pendarahan d. Peran diri : klien mengatakan sakit yang dialami ini sedikit menghambat pekerjaanya dan menjadi ibu bagi anak pertamanya mengalami sedikit gangguan. e. Identitas diri : Klien mengatakan setelah mengalami keguguran ini klien ingin hamil lagi dan akan lebih menjaga kehamilannya. J. Kebutuhan Seksual reproduksi 1. Sebelum dirawat Klien mengatakan terkadang melakukan hubungan seksual dengan suaminya 2. Selama dirawat Hubungan seksualitas klien dengan suaminya melalui perhatian yang diberikan oleh suaminya dalam memnuhi kebutuhan dasar klien, menemani klien dan membantu klien untuk minum obat oral. K. Kebutuhan stress dan koping 1. Sebelum dirawat

Klien mengatakan ketika di rumah sering mengobrol dengan keluarganya dan menonton tv bersama keluarga. 2. Selama dirawat Klien mencoba untuk memikirkan hal-hal yang positif dan terkadang klien ngobrol dengan suami dan anaknya di ruang rawat inapnya. L. Kebutuhan komunikasi informasi 1. Sebelum dirawat Klien mengatakan sering menonton TV, ngobrol dengan keluarga dan

terkadang dengan tetangga rumahnya. 2. Selama dirawat Kebutuhan komunikasi informasi klien kurang terpenuhi, klien hanya tiduran saja dan hanya berkomunikasi dengan tenaga kesehatan serta suami dan anaknya.

M. Kebutuhan Rekreasi dan spiritual 1. Sebelum dirawat Klie mengatakan bila ada waktu luang pergi berlibur dengan keluarganya, dan klien mengatakan melaksanakan sholat 5 waktu. 2. Selama dirawat Klien tidak melaksankan kewajiban solat dan klien hanya berzikir serta berdoa.

VI. Pengkajian Fisik A. Keadaan Umum 1. Klien terlihat lemas, pucat dan nyeri ketika terjadi kontraksi uterus 2. Tinggi Badan : 155 cm 3. Berat Badan B. Kesadaran Compos metis 1. Respon mata spontan ketika membuka dan menutup 2. Verbal : orientasi 3. Motorik : sesuai dengan perintah, GCS : 15 E : 4 M : 6 V : 5 : 52 kg

C. Vital sign TD : 100/60mmHg, Tekanan darah normal Sistol : 100-140mmHg diastol 60-90mmHg. Nadi : 80x/mnt Nilai normal 60-100x/mnt RR : 20x/mnt 12-20x/mnt Suhu : 36,5oC Normal : 36oC-37oC D. Kepala Bentuk kepala mesosepal, tidak ada benjolan, lesi tidak ada, rambut pendek bergelombang berwarna hitam, belum ada uban. E. Mata 1. Posisi mata 2. Kelopak mata 3. Gerakan mata : Simetris : Normal : Normal

4. Pergerakan bola mata : Normal 5. Konjungtiva 6. Kornea 7. Sklera F. Hidung 1. Rongga hidung 2. Hidung bersih, tidak ada lesi 3. Nafas cuping hidung : Tidak ada G. Mulut 1. 2. 3. 4. 5. Mukosa bibir: Pucat Bibir Caries gigi Stomatitis Sputum : Simestri atas dan bawah : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Simetris : Anemis : Normal : Ikterik

H. Telinga Simetris, tidak ada serumen, tidak ada pendarahan, tidak ada lesi I. Leher

Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada lesi, tidak ada edema. J. Dada dan paru 1. Inspeksi : simetris antara paru kanan dan kiri, tidak ada retraksi intercosta, lesi negatif 2. Palpasi : nyeri tidak ada, getaran tidak ada, edema tidak ada 3. Perkusi : letak paru kanan dan kiri simetris, bunyi paru resonan 4. Auskultasi : tidak ada bunyi tambahan K. Jantung 1. Inspeksi : Tidak ada ictus cordis, perikordium normal. 2. Palpasi : Nyeri tekan tidak ada, ictus cordis tidak teraba, getaran negative 3. Perkusi : letak paru kanan dan kiri simetris, suara pekak. 4. Auskultasi : tidak ada bunyi tambahan L. Abdomen 1. Inspeksi : Tidak ada lesi, tidak ada strie gravidium dan bekas luka operasi 2. Palpasi : Terdapat nyeri tekan, tidak ada pembesaran hati da limfa 3. Perkusi : Suara tympani 4. Auskultasi : Tidak ada bunyi tambahan M. Genitalia Terdapat darah pada vagina klien terutama pada jalan lahir N. Kuku Capillary refile <3 detik, kuku sedikit kotor. O. Kulit Sawo matang, turgor kulit elastic. P. Ekstremitas 1. Tangan dan kaki teraba dingin 2. Tidak terdapat lesi Q. Pemeriksaan penunjang Tanggal 17 Mei 2013 Pemeriksaan Golongan darah Hemoglobin Hematokrit Jumlah lekosit Hasil O 12.0 33.80 9.9 g/dL % /uL 12.0-16.0 37-47 4.8-10.8 Satuan Normal

Jumlah trombosit Imunologi HbsAg Urin Gravindex

260

10^31,1

150-400

Tanggal 19 Mei 2013 Pemeriksaan Hematologi Hemoglobin Hematokrit Jumlah leukosit Jumlah trombosit 8.9 26.70 7.3 235 g/dL % /uL 10^uL 12.0-16.0 37-47 4.8-10.8 150-400 Hasil Satuan Normal

Hasil : - Hb rendah kurang dari nilai normal - Hematokrit rendah kurang dari nilai normal

R. Terapi Jenis terapi Infuse RL Dosis 500mg/20 tpm Rute IV Indikasi dan cara kerja Indikasi : Mengembalikan Kontra indikasi Hipernatremia, Efek samping Reaksi-reaksi Peran perawat yang Monitoring dosis

kelainan ginjal, mungkin terjadi karena sel larutannya atau cara

keseimbangan elektrolit kerusakan pada keadaan dehidrasi hati, dan syok hipovolemik. laktat. Ringer laktat menjadi

asidosis pemberianya termasuk timbulnya infeksi pada panas, tempat

kurang disukai karena menyebabkan hiperkloremia asidosis karena menyebabkan penumpukan asam laktat yang tinggi akibat dan metabolik, akan

penyuntikan, trombosis vena atau flebetis yang meluas dari tempat

penyuntikan, ekstravasasi.

metabolisme anaerob.

Cara Kerja : Keunggulan terpenting

dari

larutan

Ringer

Laktat adalah komposisi elektrolit konsentrasinya sangat serupa dan yang dengan

yang dikandung cairan ekstraseluler. Natrium

merupakan kation utama dari plasma darah dan menentukan osmotik. tekanan Klorida

merupakan anion utama di plasma darah. Kalium merupakan kation

terpenting di intraseluler dan berfungsi untuk

konduksi saraf dan otot. Elektrolit-elektrolit dibutuhkan menggantikan kehilangan cairan pada ini untuk

dehidrasi hipovolemik

dan

syok

termasuk

syok perdarahan. Papaverin 10mg 3x1 tablet Oral Indikasi : Glaukoma, Pandangan kabur, Memonitoring mengantuk, dosis

Kolik kandung empedu syok, hipotensi, mual, & ginjal & kondisi insufisiensi

berkeringat.

dimana relaksasi embolisme

memerlukan jantung, otot polos, kerusakan hati, & adenoma atoni dan

perifer

mesentrium. Spasmolitik, prostat, kejang perut, kejang usus

saluran kemih, saluran kandung kemih, empedu, dismenore, kehamilan dan

migrain (emboli perifer menyusui. dan mesenterik) Cara Kerja : Papaverin relaksan yang merupakan non bekerja spesifik secara

langsung pada otot polos. Cefoperazon 1-2gram/ IV Indikasi : Hipersensitif Reaksi Memonitoring

12 jam

Untuk mengobati infeksi terhadap bakteri tertentu. sefalosporin.

hipersensitivitas, reaksi dosis hematologik, peningkatan sementara enzim hati, gangguan gastro intestinal, reaksi lokal injeksi. pada tempat

Ranitidin

1 ampul

IV

Indikasi : Pengobatan

Kontraindikasi jangka bagi

- Sakit kepala

pasien - Efek samping pada yang susunan saraf pusat, jarang terjadi : malaise, mengantuk, vertigo, depresi,

pendek tukak usus 12 jari yang aktif, tukak

lambung hipersensitif

aktif, mengurangi gejala atau refluks esofagitis. terhadap - Terapi pemeliharaan Ranitidin. setelah penyembuhan

alergi pusing, insomnia, agitasi, halusinasi. jarang

tukak usus 12 jari, tukak lambung. - Pengobatan hipersekresi keadaan patologis,

Kardiovaskular, dilaporkan :

aritmia

seperti

takikardia, bradikardia, atrioventricular block, premature ventricular

misal sindroma Zollinger Ellison dan mastositosis

sistemik. Cara Kerja : Ranitidine adalah

beats. Gastrointestinal / :

konstipasi

susah

antihistamin penghambat reseptor H2 (AH2). reseptor

buang air besar, diare, mual, muntah, nyeri perut, dilaporkan pankreatitis. Hematologik : jarang :

Perangsangan H2 akan

merangsang

sekresi asam lambung. Dalam menghambat

reseptor H2, ranitidine bekerja cepat, spesifik dan reversibel melalui pengurangan volume dan kadar ion hidrogen cairan lambung. Ranitidine meningkatkan penghambatan asam lambung sekresi akibat obat juga

leukopenia, granulositopenia, trombositopenia. Kasus jarang terjadi seperti agranulositopenia, pansitopenia, trombositopenia, anemia aplastik pernah dilaporkan. Endokrin :

perangsangan

ginekomastia, impoten, dan hilangnya libido

muskarinik atau gastrin.

Pada

pemberian

oral,

pernah dilaporkan pada penderita pria. Kulit, : jarang ruam,

ranitidine dengan

diabsorbsi cepat dan

lengkap, tetapi sedikit berkurang bila ada

dilaporkan eritema alopesia.

multiforme,

makanan atau antasida. Pemberian dosis tunggal 150 mg ranitidine, kadar puncak dalam darah akan tercapai 1 2 jam setelah pemberian, waktu paruh kira-kira 3 jam dan lama kerja sampai 12 jam. Ranitidine diekskresi

terutama bersama urin dalam bentuk utuh (30%) dan metabolitnya, serta sebagian kecil bersama feses. Vit K 1 ampul IV Indikasi : Digunakan Vitamin K Tidak ada toksisitas

untuk peranteral harus yang ditemukan terkait

mencegah atau mengatasi diberikan perdarahan akibat dengan kewaspadaan terutama normal bayi

dengan

dosis

tinggi

phylloquinone (vitamin K1), menaquinone K2), dan

defisiensi vitamin K. Cara kerja : Pada vitamin mempunyai farmakodinamik, orang K

pada (vitamin dengan menadione

(vitamin

tidak bayi berat pada K3) serta turunannya. aktivitas kurang dari 2,5 Namun, asupan tinggi tetapi kg karena vitamin K tidak

pada penderita defisensi peningkatan vitamin K, vitamin ini resiko berguna untuk kernikterus.

dianjurkan untuk orang yang memakai obat seperti

antikoagulan

meningkatkan biosintesis beberapa faktor

warfarin (Coumadin). Dosis harian vitamin K yang disarankan adalah 22 IU untuk pria dan wanita di atas usia 19 termasuk wanita hamil, dan 28 IU untuk wanita menyusui. Vitamin K dapat

pembekuan darah yang berlangsung Sebagai di hati.

hemostatik,

vitamin K memerlukan waktu untuk dapat

menimbulkan efek, sebab vitamin merangsang K harus

diperoleh dari sumber

pembentukan

faktor-

makanan atau melalui sintesis dalam usus

faktor pembekuan darah lebih dahulu.

tubuh kita. Vitamin ditemukan sumber nabati K yang dalam makanan (sayuran)

disebut phylloquinone, sedang dalam sumber hewani disebut sebagai menaquinone.

VII. Analisa Tindakan No. 1. Ds : Klien lemas Klien mengatakan masih mengatakan Data Fokus Masalah Devisit sangan cairan Etiologi Devisit berhubungan perdarahan Diagnosa volume caira dengan

volume Perdarahan

mengalami pemdarahan

Do : Klien terlihat berbaring lemah di tempat tidur Klien terlihat pucat Hb : 8,9g/dl TD : 100/60mmHg N : 80x/mnt S : 36, 5oC

RR : 20x/mnt 2. Ds : Gangguan Klien mengatakan nyeri di nyaman : nyeri bagian abdomen Klien mules Klien mengatakan seperti di tusuk-tusuk dan di remas Do : Klien kesakitan Klien perutnya terlihat memegangi terlihat merintih mengatakan mulesrasa Kerusakan intrauteri jaringan Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan kerusakan jaringan intrauteri

Klien menyeringai Skala nyeri P : Saat terjadi kontraksi Q : Seperti di tusuk-tusuk dan di remas R : Klien mengatakan nyeri di bagian abdomen S : Nyeri skala 8 T : Klien mengtakan nyeri hilang timbul

3.

Ds : Klien mengatakan lebih sering di atas tempat tidur Klien mengatakan lemas saat akan ke kamar mandi Do : Klien terlihat jaran turun dari atas tempat tidur Klien tampak selalu berbaring diatas tempat tidur Klien jarang ke kamar mandi

Gangguan aktivitas

Kelemahan, penurunan sirkulasi

Gangguan berhubungan

aktivitas dengan

kelemahan penurunan sirkulasi

VIII. Diagnosa Keperawatan 1. Devisit volume caira berhubungan dengan perdarahan 2. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan kerusakan jaringan intrauteri 3. Gangguan aktivitas berhubungan dengan kelemahan penurunan sirkulasi

IX.

Perencanaan No. Diagnosa Keperawatan Dx 1. Tujuan dan Kriteriahasil Devisit volume caira berhubungan Devisit volume cairan kembali Mandiri dengan perdarahan normal setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam : Seimbang antara Intake dan ouput baik jumlah maupun pengeluaran Klien terlihat segar tidak pucat Klien tidak lemas Membran mukosa lembab Nadi 60-10x/menit RR 12-20x/menit Kolaborasi Berikan cairan IV dapat berupa RL 20tpm Kaji vital sign klien Dorong peningkatan pemasukan oral berdasarkan kebutuhan Perencanaan Tindakan TTD

individu Catat perubahan turgor kulit dan membran mukosa Timbang berat badan klien

Berikan injeksi melalui IV untuk mengehentikan perdarahan dapat berupa cefopirazon dan vit K Pemberian transusi darah 2. Gangguan rasa nyaman : nyeri Nyeri berhubungan dengan dapat berkurang setelah Mandiri Kaji nyeri PQRST Perhatikan (skala 0-10 ) tampak Observasi reaksi verbal Ajarkan teknik relaksasi Berikan posisi yang nyaman lokasi, intensitas

kerusakan dilakukan

tindakan

keperawatan

jaringan intrauteri

selama 3x 24jam : Tampak rileks Klien tidak

menyeringai dan memegangi bagian nyeri Klien dapat istirahat dan tidur

Kolaborasi Pemberian obat-obatan analgetik Pemberian injeksi ranitidin melalui IV

3.

Gangguan aktivitas berhubungan Setelah dengan sirkulasi kelemahan

dilakukan

tindakan Mandiri Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas Kaji pengaruh aktivitas terhadap

penurunan keperawatan diharapkan

dalam 3x24 jam gangguan aktivitas

dapat teratasi dengan kriteriahasil :

Klien dapat beraktivitas Klien tidak hanya berada di tempat tidur Dapat kekamar mandi tanpa rasa khawatir jatuh Dapat melakukan aktivitas

kondisi uterus/kandungan Mengevaluasi kemampuan aktivitas Ajarkan membantu melakukan keluarga klien tindakan untuk dalam sesuai perkembangan klien melakukan

tanpa adanya komplikasi

dengan kemampuan dan kondisi klien

X.

Implementasi Dx. 1 Tgl./ jam 17-5-2013 18. 15 wib Implementasi Mengkaji TTV Klien Respon S : Klien mengatakan bersedia O : Klien Kooperatif 1 18.40 wib Memberikan cairan infus RL TD : 100/60mmHg N : 80x/mnt S : 36, 5oC TTD

RR : 20x/mnt

S : Klien mengatakan infusnya habis O : Mengganti infus klien dengan yang

baru 2 18. 55 wib Mengkaji tingkat nyeri klien S : Klien mengatakan nyeri dibagian abdomennya O : Klien terlihat menyeringai Skala nyeri 1 19.00wib Vit K 1 ampul, ranitidin 1 ampul melalui injeksi IV dan obat oral papaverin 3x1 2 19.10 wib P : Saat kontraksi Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dibagian abdomen S : Nyeri skala 8 T : Hilang timbul

Memberikan injeksi cefoperazon 10mg/12jam, S : Klien diberikan injeksi dan mau meminum obat O : Klien kooperatif

Mengajarkan teknik relaksasi

S : Klien mengatakan bersedia O : Klien tampak melakukan apa yang di ajarkan perawat

19.20 wib

Mengkaji tingkat aktivitas klien

S : Klien mengatakan masih lemas untuk kamar mandi O : Klien tampak berbaring lemas di atas tempat tidur

19. 25 wib

Mencatat perubahan turgor kulit dan membran S : Klien bersedia saat diperiksa mukosa O: Turgor kulit klien tampak kering Membran mukosa tampak pucat klien masih

19.50 wib

Mengkaji pengaruh aktivitas terhadap kondisi uterus/kandungan

S : Klien mengatakan saat digunakan untuk jalan abdomennya sakit O : Klien nampak kelelahan dan memegangi abdomen

19. 55 wib

Memberikan posisi yang nyaman

S : Klien mengatakan nyaman dengan posisi terlentang O : Klien dalam posisi terlentang

20.15 wib

Menganjurkan klien untuk minum dan makan

S : Klien mangatakan bersedia O : Klien terlihat minum teh hangat dan makan buah

20.20 wib

Mengajarkan keluarga untuk membantu klien dalam melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan dan kondisi klien

S : Keluarga klien bersedia O : Keluarga klien tampak kooperatif dan melakukan apa yang diajarkan oleh perawat

18 - 5- 2013 07.30 wib

Memberikan injeksi cefoperazon 10mg/12jam, S : Klien diberikan injeksi dan mau Vit K 1 ampul, ranitidin 1 ampul melalui meminum obat

injeksi IV dan obat oral papaverin 3x1 2 08.00 wib Mengkaji tingkat nyeri klien

O : Klien kooperatif S : Klien mengatakan nyeri dibagian Abdomennya berkurang O : Klien terlihat sedikit menyeringai Skala nyeri P : Saat kontraksi Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dibagian abdomen S : Nyeri skala berkurang menjadi 6 T : Hilang timbul

08.05 wib

Mengkaji tingkat aktivitas klien

S : Klien mengatakan sudah ke kamar mandi O : Klien tampak mulai melakukan aktivitas namun belum maksimal

08. 10 wib

Memberikan posisi yang nyaman pada klien

S : Klien mengatakan nyaman dengan posisi terlentang O : Klien dalam posisi tidur terlentang

08. 15 wib

Mencatat perubahan turgor kulit dan membran S : Klien bersedia untuk di periksa mukosa O: Turgor kulit klien tampak sedikit

kering 3 08. 50 wib Mengevaluasi Membran mukosa tampak pucat perkembangan kemampuan S : Klien mengatakan masih lemas saat beraktivitas O : Klien nampak belum mampu untuk beraktivitas 1 09.00 wib Menimbang berat badan klien S : Klien bersedia O : Klien nampak kooperatif BB : 52kg 1 09. 05 wib Mendorong klien untuk menabah pemasukan S : Klien mengatakan bersedia oral berdasarkan kebutuhan 3 10.18 wib O : Klien nampak makan dan minum walaupun sedikit Membantu klien untuk melakukan aktivitas S : Klien meminta bantuan perawat sehari-hari O : Klien nampak mulai kuat untuk berjalan ke kamar mandi mesti masih di bantu. 3 10.25 wib Mengevaluasi klien 2 10. 55 wib perkembangan kemampuan S : Klien mengatakn sedikit kuat O : Klien nampak mulai berusaha untuk Berakhtivitas Mengobservasi reaksi verbal klien mengenai S : Klien mengatakan nyeri sudah mulai klien masih

klien melakukan aktivitas

nyeri Mengkaji TTV klien

berkurang O : Klien tampak rileks S : Klien bersedia O : Klien kooperatif TD : 110/70mmHg N : 84 x/mnt S : 36, 3oC

11. 20 wib

RR : 20x/mnt

19-5- 2013 14.30 wib

Mengkaji tingkat aktivitas klien

S : Klien mengatakan sudah kekamar mandi 4 kali O : Klien nampak mulai kuat untuk beraktivitas walaupun masih di bantu oleh keluarga

14. 35 wib

Mencatat perubahan turgor kulit dan membran S : Klien bersedia saat di periksa mukosa O : Klien kooperatif Turgor kulit sudah tidak kering Mukosa bibir lembab

15.47 wib

Mengaji tingkat nyeri klien

S : Klien mengatakan nyeri sudah berkurang O : Klien tampak biasa Skala nyeri

1 16. 30 wib Memberikan injeksi cefoperazon

P : Saat kontraksi Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dibagian abdomen S : Nyeri skala berkurang menjadi 3 T : Hilang timbul

10mg S : Klien bersedia 5ccmelalui injeksi IV dan obat oral papaverin O : Klien nampak kooperatif saat diberi 3x1 injeksi dan dianjurkan untuk meminum obat oral

16. 50 wib Mengajarkan teknik relaksasi

S : Klien mengatakan bersedia O : Klien tampak melakukan apa yang diajarkan oleh perawat

17. 10 wib Memberikan posisi yang nyaman

S : Klien mengatakan nyaman dalam posisi berbaring namun kadang mirng sebentar O : Klien dalam posisi terlentang

17. 35 wib

S : Klien bersedia Mencatat perubahan turgor kulit dan membran O : Klien kooperatif mukosa Turgor kulit sudah tidak kering Mukosa bibir lembab

18.05 wib Mengevaluasi klien perkembangan kemampuan

S : Klien sudah mulai duduk di tempat tidur dan kadang ke kamar mandi O : Klien terlihat sudah mulai duduk di tempat tidur

18. 15 wib Mengkaji TTV klien

S : Klien bersedia O : Klien kooperatif TD : 100/60mmHg N : 84 x/mnt S : 36, 5oC

RR : 20x/mnt

XI. Evaluasi Hari/Tanggal Jumat 17-5-2013 Diagnosa Keperawatan 1. Devisit volume caira berhubungan S : dengan perdarahan O: Klien tampak masih lemas Klien terlihat turgor kulitnya kering dan mukosa bibir kering Klien mengatakan masih lemas Klien mengatakan bibirnya masih terasa kering Evaluasi Hasil TTD

Klien tampak tidak segar Klien tampak masih mengeluarkan darah dari jalan lahir Hasil pemeriksaan TTV TD : 100/60mmHg N : 80x/mnt S : 36, 5oC

RR : 20x/mnt A: Masalah belum teratasi

O : Lanjutkan intervensi Kaji vital sign klien Dorong peningkatan pemasukan oral

berdasarkan kebutuhan individu Catat perubahan turgor kulit dan membran mukosa Berikan injeksi melalui IV dapat untuk berupa

mengehentikan

perdarahan

cefopirazon dan vit K 2. Gangguan rasa nyaman : nyeri

S:

berhubungan

dengan

kerusakan

O:

Klien mengatakan masih terasa nyeri di bagian abdomen Klien mengatakan nyeri saat berkontraksi

jaringan intrauteri

Klien terlihat menyeringai Klien terlihat memegangi perutnya Skla nyeri P : Saat kontraksi Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dibagian abdomen S : Nyeri skala 8 T : Hilang timbul

A : Masalah belum teratasi P : Lanjutka intervensi Kaji nyeri PQRST Perhatikan lokasi, intensitas (skala 0-10 ) Observasi reaksi verbal Ajarkan teknik relaksasi Berikan posisi yang nyaman Memberikan injeksi IV ranitidin

3. Gangguan aktivitas berhubungan S : dengan sirkulasi kelemahan penurunan O: Klien terlihat terbaring di tempat tidur Ketika dikamar mandi klien dibantu oleh suami Klien terlihat belum dapat berakitivitas banyak hanya sekali kekamar mandi A : Masalah belum teratasi P : Lanjutkan intervensi Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas Mengevaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas Ajarkan keluarga untuk membantu klien dalam melakukan tindakan sesuai dengan kemampuan dan kondisi klien Sabtu 18-5-2013 1. Devisit volume caira S : Klien mengatakan sudah tidak begitu lemas Klien mengatakan perdarahannya sudah mulai berkurang Klien mengatakan tidak bisa beraktivitas Klien mengatakan belum kuat untuk beraktivitas Klien mengatakan merasa lemah

berhubungan dengan perdarahan

O: Klien terlihat sudah tidak begitu lemas Mukosa bibir klien lembab dan turgor kulit sudah tidak kering Hasil pemeriksan TTV TD : 110/70mmHg N : 84x/mnt S : 36,4 oC RR : 20x/mnt A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi 2. Gangguan rasa nyaman : nyeri berhubungan dengan kerusakan Kaji vital sign klien Dorong peningkatan pemasukan oral berdasarkan kebutuhan individu Timbang berat badan klien Berikan cairan IV dapat berupa RL 20tpm

S: O: Klien mengatakan nyerinya sudah mulai berkurang Klien mengatakan nyeri terasa saat kontraksi

jaringan intrauteri

Klien terlihat menyeringai Klien terlihat tidak memegangi perutnya terusterusan Skala nyeri P : Saat kontraksi Q : Seperti ditusuk-tusuk R : Dibagian abdomen S : Nyeri skala berkurang menjadi 6 T : Hilang timbul

A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi Kaji nyeri PQRST Perhatikan lokasi, intensitas (skala 0-10 ) Observasi reaksi verbal Ajarkan teknik relaksasi Berikan posisi yang nyaman 3. Gangguan aktivitas berhubungan dengan sirkulasi kelemahan penurunan

S: Klien mengatakan sudah mulai berakativitas meskipun masih terbatas

Klien mengatakan sudah mulai duduk di tempat tidur

O: Klien terlihat sudah agak sering kamar mandi dan tidak menahannya ketika ingin BAK Klien masih di bantu oleh suami saat ke kamar mandi A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas Mengevaluasi perkembangan kemampuan klien melakukan aktivitas Minggu 19-5-2013 1. Devisit volume caira berhubungan S : dengan perdarahan O: Klien terlihat sudah tidak begitu lemas Mukosa bibir klien lembab dan turgor kulit sudah Klien mengatakan sudah tidak begitu lemas Klien mengatakan perdarahannya keluar sedikitsedikit Klien mengatakan pusing

tidak kering Hasil pemeriksan TTV TD : 110/60mmHg N : 80x/mnt S : 36,4 oC

RR : 20x/mnt A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi Kaji vital sign klien Dorong peningkatan pemasukan oral berdasarkan kebutuhan individu Berikan cairan IV dapat berupa RL 20tpm

2. Gangguan rasa nyaman : nyeri S : berhubungan dengan kerusakan Klien mengatakan sudah tidak begitu nyeri lagi jaringan intrauteri O: Klien terlihat rileks

A : Masalah teratasi P:-

3. Gangguan aktivitas berhubungan S :

dengan sirkulasi

kelemahan

penurunan

Klien mengatakan sudah mulai berakativitas meskipun masih terbatas Klien mengatakan sudah mulai duduk di tempat tidur

O: Klien terlihat sudah agak sering kamar mandi dan tidak menahannya ketika ingin BAK Klien masih di bantu oleh suami saat ke kamar mandi A : Masalah teratasi sebagian P : Lanjutkan intervensi Kaji tingkat kemampuan klien untuk beraktivitas Mengevaluasi perkembangan kemampuan klien

melakukan aktivitas