Anda di halaman 1dari 4

the figure shows the stress-strain diagram obtained from static tensile tests (Example diagram is low carbon

steel material) from the image is that the line is a full line OABCDE states as engineering stressstrain curve in terms of its foreign called "Engineering stress strain curve" pada gambar menunjukan diagram tegangan-regangan yang didapat dari tes tarik statik (Contoh diagram tersebut adalah material baja karbon rendah) Dari gambar terlihat bahwa garis OABCDE adalah garis penuh menyatakan sebagai kurva tegangan-regangan teknik dalam istilah asingnya disebut "Engineering stress strain curve" While advanced curve from B to F in the form of the dotted line is referred to as the actual stress-strain curve Sedangkan kurva lanjutan dari B ke F yang berupa garis putus-putus disebut sebagai kurva teganganregangan sebenarnya Stress-Strain Diagram Explanation: Penjelasan Diagram Tegangan-Regangan: Proportional Limit: This limit is shown by point A represents the amount of load external unity (psi, MPa) to the region where the load increase is proportional (linear, proportional) to the strain that occurs so that the area under the curve is called the elastic region Limit Proporsional : Limit ini ditunjukan oleh titik A menyatakan besarnya beban persatuan luar (psi,MPa) dimana sampai daerah ini kenaikan beban sebanding (Linier,Proporsional) terhadap regangan yang terjadi sehingga daerah dibawah kurva sangat disebut daerah elastis This limit is indicated by point B is called the elastic limit and stated the burden of broad unity (Psi, MPa). Up to this point the material has a slight plastic deformation so that the line AB is not a straight line Limit ini ditunjukan oleh titik B yang disebut sebagai limit elastis atas dan menyatakan besar beban persatuan luas (Psi, MPa). Sampai dititik ini material sudah mengalami sedikit deformasi plastis Sehingga garis AB tidak merupakan garis lurus lagi sebagai kelanjutan garis OA This limit is indicated by point B is called the elastic limit and stated the burden of broad unity (Psi, MPa). Up to this point the material has a slight plastic deformation So that the line AB is no longer a straight line as a continuation line OA In the picture seen also the line BC which provides a point C as the elastic limit, the point is only seen in low carbon steel material, in general material only shows point B.

Dalam gambar terlihat pula adanya garis BC yang memberikan titik C sebagai limit elastis bawah, titik ini hanya terlihat pada material baja karbon rendah, secara umum material hanya menunjukan titik B. The calculated voltage at point B is reached, called the yield stress and is often also called the yield strength or yield point and symbolized SYP Tegangan yang dihitung pada saat titik B ini tercapai, disebut sebagai tegangan luluh dan sering juga disebut kekuatan luluh atau titik luluh dan disimbolkan Syp. The measurement / observation point B when the test is often difficult because the inflection point of the curve linear to non-linear curve is also difficult to determine, then there is no way of determining point B is referred to as "0.20% offset yield point" Pengukuran/pengamatan titik B saat tes juga sering mengalami kesulitan karena titik perubahan dari kurva linier ke kurva tidak linier juga sulit ditentukan, maka ada cara penentuan titik B yang disebut sebagai "0.20% offset yield point" point D in the picture stated maximum tensile stress of the material (often also called Ultimate Strength) is a vast amount of weight unity (Psi, MPa), symbolized by Su. For material that is not brittle tensile strength and compressive strength generally have the same price, so Sut = Suc titik D pada gambar menyatakan tegangan tarik maksimum dari material (Sering juga disebut Ultimate Strength) adalah besarnya beban persatuan luas (Psi,MPa), disimbolkan dengan Su. Untuk material yang tidak getas kekuatan tarik dan kekuatan tekannya umumnya mempunyai harga yang sama, jadi Sut = Suc This voltage is shown by point E are loads wider unity and also referred to as the fracture strength and symbolized as Sf. To get the true fracture stress fracture load current must be divided by the specimen cross-sectional area at fracture and the actual value of the fracture stress will be greater than Sf Tegangan ini ditunjukan oleh titik E yaitu beban persatuan luas dan disebut pula sebagai kekuatan patah dan di simbolkan sebagai Sf. Untuk mendapatkan tegangan patah sebenarnya maka beban saat patah harus dibagi dengan luas penampang saat benda uji patah dan nilai dari tegangan patah sebenarnya akan lebih besar dari Sf shown in the picture 4.1. shown by point F terlihat pada gambar 4.1. ditunjukan oleh titik F ductility is defined as the mechanical properties of the material to be able to receive loads without deforming causing broken material. if the specimen has dimensions: L0 = initial length, Lf = length after fracture and A0 = initial cross-sectional area, Af = cross-sectional area after fracture then: duktilitas didefinisikan sebagai sifat mekanik dari material untuk sanggup berdeformasi saat menerima beban tanpa menyebabkan patahnya material. jika benda uji mempunyai dimensi : L0 = panjang awal, Lf = panjang setelah patah dan A0 = Luas penampang awal, Af = luas penampang setelah patah maka :

modulus of elasticity of the material consists of two kinds of the tensile modulus of elasticity (Young's modulus) E is the "Slope" and the modulus of elasticity of the shear (Shear Modulus) G, with unit load broad unity modulus elastisitas dari material terdiri dari dua macam yaitu modulus elastisitas terhadap tarik (Young's Modulus) E adalah "Slope" dan modulus elastisitas terhadap geser (Shear Modulus) G, dengan satuan beban persatuan luas This attribute indicates the ability of the material to absorb energy in the event of an elastic deformation up to a proportional or elastic limit and release it when the load causing the deformation is removed. Modulus of resilience is symbolized by Ur. Sifat ini menunjukan kemampuan material menyerap energi pada saat terjadi deformasi elastik sampai batas proporsional atau elastik limit dan melepaskannya kembali bila beban yang menyebabkan deformasi tersebut dilepaskan. Modulus resilience ini disimbolkan dengan Ur. is the ability of material to absorb energy and deforming the plastic before the break, modulus can be calculated by finding the total area under stress strain curve, thus obtained: adalah kemampuan material menyerap energi dan berdeformasi secara plastik sebelum patah, Modulus ini dapat dihitung dengan mencari luas daerah total dibawah kurva tegangan regangan, sehingga didapat : Ssu value of the material of the experiment can be calculated with the conversion of the Su test results as follows: (Ssu is the maximum permissible shear stress) nilai Ssu dari material dari eksperimen dapat dihitung dengan konversi dari Su hasil test sebagai berikut : (Ssu adalah tegangan geser maksimum yang diijinkan) In (a) and (b) is a way of testing to get the mechanical characteristics of shear (shear stress Ssu) of a material. Shear test is actually very difficult to implement and also from the different experimental results Ssu of type (a) and (b) which can reach 20% Pada gambar (a) dan (b) adalah cara test untuk mendapatkan karakteristik mekanik geser (Tegangan geser Ssu) dari suatu material. Sebenarnya test geser ini sangat sulit dilaksanakan dan juga dari eksperimen adanya perbedaan hasil Ssu dari tipe (a) dan (b) yang dapat mencapai 20% Steel in general: Ssu = 0.82 Su Capable of forging steel castings: Ssu = 0.90 Su Iron Castings: GSS = 1.30 Su Copper and copper mixed: GSS = 0.90 Su Aluminium and aluminum mixture: Ssu = 0.65 Su

For shear stress "Yield" its effect relationship:

Aluminum and Aluminum mixed: Ssyp = 0:55 SYP Steel in general: Ssyp = 0.58 SYP

Baja secara umum : Ssu = 0.82 Su Baja tuang mampu tempa : Ssu = 0.90 Su Besi tuang : ssu = 1.30 Su Tembaga dan tembaga campuran : ssu = 0.90 Su Aluminium dan aluminium campuran :Ssu = 0.65 Su

Untuk tegangan geser "Yield"nya berlaku hubungan :

Aluminium dan Aluminium campuran : Ssyp = 0.55 Syp Baja secara umum : Ssyp = 0.58 Syp

dimana Ef adalah regangan teknik atau regangan yang terjadi saat patah in which Ef is engineering strain or strain that occurs when broken Ssyp