Anda di halaman 1dari 12

PERENCANAAN JEMBATAN

DASAR PEMILIHAN JENIS JENIS JEMBATAN DAN APLIKASINYA PADA KONSTRUKSI

KUKUH RIDWAN JANIRWAN 421 221 511 2

TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS PANCASILA

PERENCANAAN JEMBATAN A. PENDAHULUAN Jembatan merupakan bagian dari jalan yang menghubungkan jalan yang terputus, merupakan satu struktur yang dibuat untuk menyeberangi jurang atau rintangan seperti sungai, rel kereta api ,ataupun jalan raya. Dewasa ini jembatan memiliki peranan penting dalam menghubungkan berbagai kegiatan / aktifitas oleh karenanya itu perencanaan pembangunan jembatan dibutuhkan studi yang baik dengan meihat beberapa aspek diantaranya : 1. Kekuatan Kekuatan struktur bangunan jembatan diharapkan tidak bergeser, melendut, atau bahkan rubuh dikarenakan peran yang sangat krusial dalam menghubungkan berbagai kegiatan. 2. Kelayanan Aspek kenyamanan pengguna jembatan baik pejalan kaki atau pengendara kendaraan harus diperhatikan sehingga timbul rasa aman bagi pengguna jembatan untuk melintasi jembatan tersebut. 3. Pelaksanaan Pekerjaan pelaksanaan konstruksi jembatan sebisa mungkin mudah untuk dilaksanakan supaya pengerjaan pembuatan jembatan menjadi efisien dan efektif. 4. Ekonomi Jembatan harus memiliki nilai ekonomis yang sesuai dengan pembuatan, selain itu juga dipertimbangkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi disuatu daerah setelah dibangun jembatan tersebut. 5. Keindahan Selain untuk menghubungkan , sekarang jembatan juga sudah menjadi Landmark dan mempunyai nilai estetika tersendiri untuk suatau daerah yang dibangun jembatan. 6. Durabilitas Ketahanan dalam jembatan diukur dari umur rencana jembatan. Jembatan yang dibangun harus mampu melayani selama umur rencana (rata rata 100 tahun) dan diharapkan tidak terjadi masalah sebelum perkiraan umur jembatan rencana tersebut. Seiring dengan berkembangnya zaman, jembatan memiliki banyak ragam sehingga timbul berbagai alternatif dalam pemilihan tipe tipe jembatan baik ditinjau dari segi material, bentang, struktur, dan kegunaan jembatan tersebut. Berikut ini dijelaskan berbagai jenis jembatan dari segi struktur bangunanya dan dasar pemilihannya.
KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 1

PERENCANAAN JEMBATAN B. JENIS JENIS JEMBATAN

1. Jembatan Pelat (Slab Bridge) Definisi Suatu jembatan slab slab pada tumpuan sederhana tersusun dari plat monolit, dengan bentang dari tumpuan ke tumpuan tanpa didukung oleh gelagar atau balok melintang (stringger). Jembatan beton bertulang dengan tipe struktur atas berupa slab ini akan lebih efisien bila digunakan dalam bentang pendek. Hal ini disebabkan berat slab yang tidak ekonomis lagi bila digunakan pada bentang yang sangat panjang, karena dibutuhkan ketebalan slab yang tidak wajar. Penggunaan struktur ini akan lebih ekonomis bila tidak lebih dari 20 25 ft ( 6 8 m) karena jika bentangan semakin panjang akan dibutuhkan tebal pelat yang sangat besar pula. Material Jenis Struktur Jembatan pelat rata rata didominasi oleh material beton bertulang, hal ini dikarenakan struktur beton sangat fleksibel untuk dibuat variasi dimensi yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan tebal pelatnya. Untuk material lainya seperti kayu dan baja ukuran pelat nya sangat dibatasi oleh ketersediaan materialnya dan ketidak ekonomisan sehingga biasanya material tersebut hanya digunakan untuk bentangan plat sangat pendek dan untuk beban yang ringan. Jenis 1. Jembatan pelat penuh (slab bridge)

Gambar 1. Jembatan Pelat

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 2

PERENCANAAN JEMBATAN 2. Jembatan pelat berongga (voided slab bridge)

Gambar 2. Jembatan pelat berongga

2. Jembatan Gelagar (Beam Bridge) Definisi Jembatan gelagar / balok merupakan bentuk jembatan paling sederhana dari pemodelan struktur jembatan lainya. Jembatan ini tersusun dari pelat / lantai jembatan yang di tumpu di atas satu / beberapa balok gelagar jembatan yang berfungsi untuk meneruskan beban kerja diatasnya dan kemudian didukung oleh abutmen di kedua sisi bentangnya. Jembatan jenis efektif untuk melayani bentang yang pendek. Bentangan maksimum rata rata yang dapat dilayani jembatan ini adalah 250 ft (76 m), meski demikian bentang utama struktur jembatan Rio Niteroi Bridge (Tipe Box Girder) mencapai panjang 980 ft (300 m). Material Jenis material untuk struktur jembatan balok bervariasi mulai dari kayu, baja, dan beton. Tetapi untuk aplikasi pada bentang panjang komponen struktur lebih dominan menggunakan beton bertulang. Jenis 1. Jembatan Balok Sederhana (Simple Beam) Jembatan Balok Sederhana adalah jembatan yang tersusun dari satu / beberapa balok dengan dimensi profil beragam sesuai dengan material dan kebutuhanya. Dimensi balok pada umumnya berbentuk I dikarenakan kebutuhan inersia untuk menahan lendut yang diakibatkan momen dari beban kerja diatas jembatan tersebut.
KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 3

PERENCANAAN JEMBATAN Jenis jembatan ini cocok untuk digunakan pada bentang yang pendek karena kemudahan pengerjaan dan ekonomis dari segi biaya konstruksinya dengan jarak efektif sejauh 32 ft (15 meter).

Gambar 3. Jembatan Balok Sederhana

2.

Jembatan Balok Prategang Jembatan balok prategang adalah jembatan balok yang diberi tegangan dalam (berupa kabel selongsong) untuk mengurangi tegangangan tarik potensial dalam akibat beban yang bekerja. Pada jembatan balok kayu dan baja kabel selongsol prategang dipasang disisi luar profil balok, sedangkan pada material beton kabel selongsol terletak didalam profil beton dan biasanya dikombinasikan dengan beton pracetak untuk kemudahan pemasangan pada saat konstruksi jembatan. Jenis jembatan ini mampu melayani untuk bentang menengah hingga 50 - 196 ft (15 60 meter).

Gambar 4. Jembatan Balok Prategang

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 4

PERENCANAAN JEMBATAN

3.

Jembatan Box Girder Jembatan box girder adalah sebuah jembatan dimana struktur atas jembatan terdiri dari balok-balok penopang utama yang berbentuk kotak berongga. Box girder biasanya terdiri dari elemen beton pratekan, baja struktural, atau komposit baja dan beton bertulang. Bentuk penampang dari box girder umumnya adalah persegi atau trapezium dan dapat direncanakan terdiri atas 1 sel atau banyak sel. Jembatan jenis ini hanya menggunakan material beton dan mampu melayani bentang yang cukup panjang hingga 250 ft (76 meter).

Gambar 5. Jembatan Balok Box Girder

3. Jembatan Rangka (Truss Bridge) Definisi Jembatan rangka adalah Jembatan dengan struktur yang terdiri dari elemen terhubung membentuk unit segitiga. Unsur-unsur yang terhubung (biasanya lurus) dapat tekanan dari ketegangan , kompresi , atau kadang-kadang baik dalam respons terhadap beban dinamis. Jembatan rangka adalah salah satu jenis tertua dari jembatan modern. Dasar penggunaan struktur rangka jembatan adalah untuk mendapatkan efisien bahan. Jembatan ini biasa digunakan pada bentang menengah dengan panjang bentang standar jembatan antara 98 196 ft (30 60 meter). Model untuk struktur rangka sangat bervariasi bisa disesuaikan dengan kebutuhan kekuatan, efektifitas dimensi, dan estika jembatan tersebut.

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 5

PERENCANAAN JEMBATAN

Gambar 6. Jembatan Balok Box Girder Material Jenis material untuk struktur jembatan balok bervariasi mulai dari kayu, baja, dan beton. Tetapi untuk aplikasi sambunagan antara elemen batang rangka lebih efektif struktur tersebut menggunakan material kayu atau baja sebagai bahan bangunannya.

4. Jembatan Pelengkung (Arc Bridge) Definisi Sebuah jembatan lengkung adalah jembatan dengan abutment pada setiap akhir berbentuk sebagai melengkung lengkungan . Jenis 1. Jembatan Pelengkung Sederhana Jembatan pelengkung sederhana adalah jembatan pelengkung konvesional seperti jembatan pelengkung pada umumnya denga abutment pada setiap akhir jembatan berbentuk lengkungan. Lengkung jembatan bekerja dengan mentransfer berat jembatan dan yang beban sebagian ke dorong horisontal tertahan oleh abutment di kedua sisi.

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 6

PERENCANAAN JEMBATAN

Gambar 7. Jembatan Pelengkung

2. Jembatan gerbang tertekan Sebuah jembatan gerbang tertekan merupakan jembatan lengkung di mana gaya horisontal luar diarahkan dari lengkungan, atau atas kord, ditanggung sebagai ketegangan dengan akord bawah (baik tie-batang atau dek itu sendiri), bukan oleh tanah atau fondasi jembatan. Menyodorkan ke bawah di dek jembatan seperti yang dijabarkan, karena ketegangan, oleh ikatan vertikal dari dek ke akord atas melengkung, cenderung meratakan itu dan dengan demikian mendorong kiat yang terbentang ke abutment, seperti jembatan lengkung lainnya. Namun di jembatan terikat-lengkung atau tali busur, gerakan ini tidak tertahan oleh abutment tetapi oleh akord bawah, yang mengikat tips ini bersama-sama, mengambil menyodorkan karena ketegangan, bukan seperti tali busur yang sedang diratakan.Oleh karena itu desain ini sering disebut sebuah tali busur-arch atau tali busur-girder jembatan. The penghapusan pasukan horizontal pada bagian abutment memungkinkan diikat-arch jembatan yang akan dibangun dengan yayasan kurang kuat, dengan demikian mereka dapat terletak di puncak dermaga ditinggikan atau di daerah tidak stabil tanah . [1] Selain itu, karena mereka tidak bergantung pada gaya kompresi horisontal untuk integritas mereka, jembatan terikat-lengkungan

dapat prefabrikasi offsite, dan kemudian melayang, diseret atau diangkat ke tempatnya.

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 7

PERENCANAAN JEMBATAN

Gambar 7. Jembatan Gerbang Tertekan 5. Jembatan Cable Stayed Definisi Jembatan Cable Stayed adalah agak baru.ekaan Jembatan ini menggunakan beberapa kabel yang berasingan yang menghubungkan jalan dengan menara. Kabel kabel pepenjuru ini diikat dengan tegang dan lurus (tidak melentur kecuali disebabkan oleh berat sendiri) ke beberapa tempat yang berlainan di sepanjang jalan. Kabel kabel itu boleh diikat di tengah-tengah jalan (satu jaringan) atau di tepi jalan (dua jaringan). Biasanya dua menara digunakan, dan kabel-kabel disusun dalam bentuk kipas. Kelebihan jembatan ini dibanding jembatan gantung adalah tambatan yang kukuh di ujung jembatan untuk menahan tarikan kabel tidak diperlukan. Ini disebabkan oleh geladak Jembatan itu senantiasa berada di dalam keadaan tekanan. Ini menjadikan Jembatan ini sebagai Jembatan pilihan di tempat - tempat yang keadaan tanahnya kurang baik, asalkan menara-menaranya boleh dipasak dengan baik.

Gambar 6. Jembatan Cable Stayed

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 8

PERENCANAAN JEMBATAN 6. Jembatan Gantung (Suspension) Definisi Jembatan gantung adalah satu lagi jenis jembatan yang pertama, dan masih lagi dibuat menggunakan bahan asli, seperti tali jerami di setengah daerah di Amerika Selatan. Sudah semestinya jembatan ini diperbarui secara berkala kerana bahan ini tidak tahan lama, dan di sana, bahan-bahan ini dibuat oleh keluarga-keluarga sebagai sumbangan masyarakat. Sejenis variasi yang lebih kekal, sesuai untuk pejalan kaki dan kadang kala penunggang kuda boleh dibuat daripada tali biasa. Puak Inca di Peru juga pernah menggunakan jembatan ini pada abad ke-16 untuk jarak sejauh 60 meter. Bagi jembatan ini, laluan jalan akan mengikut lengkungan menurun dan menaik kabel yang membawa beban. Tali tambahan juga diletakkan pada paras yang lebih tinggi sebagai tempat berpegang. Untuk berjalan di jembatan seperti ini, dengan cara berjalan seperti meluncur, karena cara berjalan yang biasa akan menghasilkan gelombang bergerak yang akan menyebabkan jembatan dan pejalan kaki bergoyang atas-ke-bawah atau kiri-kekanan. Jembatan gantung modern yang mampu membawa kendaraan menggunakan dua menara menggantikan pokok. Kabel yang merentangi jembatan ini perlu ditambat dengan kuat di kedua belah ujung jembatan, karena sebagian besar beban di atas jembatan akan dipikul oleh tegangan di dalam kabel utama ini. Sebagai jalannya dihubungkan ke kabel utama dengan menggunakan jaringan kabel-kabel lain yang digantung menegak. Jembatan seperti ini hanya cocok digunakan untuk jarak yang jauh, atau tidak memungkinkan didirikan tiang penahan karena arus deras dan berbahaya. Jembatan seperti ini juga selalu menjadi suatu pemandangan yang bagus. jembatan ini tidak sesuai untuk digunakan oleh kereta api karena akan melentur disebabkan oleh beban kereta.

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 9

PERENCANAAN JEMBATAN

Gambar 7. Jembatang Suspension Material Untuk jembatan suspension sederhana (beban kerja yang tidak besar) jembatan ini biasa menggunakan papan kayu sebagai material pelat dengan material tali simpul. Sedangkan untuk jembatan suspension modern digunakan kombinasi material antara baja dan beton dengan kabel kabel baja sebagai penahanya.

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 10

PERENCANAAN JEMBATAN C. REFERENSI Jembatan (http://id.wikipedia.org/wiki/Jembatan) Bridge (http://en.wikipedia.org/wiki/Bridge) RSNI T-03-2005 Perencanaan Struktur Jembatan Baja RSNI T-12-2004 Perencanaan Struktur Jemabtan Beton Flens prategang jembatan gelagar baja (http://balitbang.pu.go.id/flens-prategangjembatan-gelagar-baja.balitbang.pu.go.id) Bentuk Struktur Jembatan (http://zaialqudri26.blogspot.com/2011/11/bentukstruktur-jembatan.html) Jembatan DR. IR. Bambang Supriyadi, CES., DEA. & Agus Setyo Muntohar, ST Jembatan Ir. H. J. STRUYK C. I, & PROF. IR. K.H.C.W. VAN DER VEEN C. I ; diterjemahkan oleh Soemargono

KUKUH RIDWAN JANIRWAN (4212215112) 11