Anda di halaman 1dari 14

PERALATAN DAN PEMISAHAN FLUIDA HIDROKARBON BERDASARKAN KONDISI RESERVOIRNYA

PROPOSAL KOMPREHENSIF

JURUSAN TEKNIK PERMINYAKAN FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA 2002

PERALATAN DAN PEMISAHAN FLUIDA HIDROKARBON BERDASARKAN KONDISI RESERVOIRNYA

PROPOSAL KOMPREHENSIF

Disusun Oleh :

Disetujui Untuk Jurusan Teknik Perminyakan, Fakultas Teknologi Mineral, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Oleh Dosen Pembimbing:

Pembimbing I

Pembimbing II

()

()

I. JUDUL

PERALATAN

DAN

PEMISAHAN

FLUIDA

HIDROKARBON

BERDASARKAN KONDISI RESERVOIRNYA II. LATAR BELAKANG Fluida produksi dari kepala sumur dialirkan ke tempat pengumpulan dan fluida tersebut dapat terdiri dari minyak, air dan gas. Sesuai dengan permintaan dari refinery ataupun persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dikapalkan, maka antara minyak, air dan gas harus dipisahkan. Proses-proses pemisahan tersebut meliputi berbagai cara pemisahan padatan-padatan dari minyak, pemisahan air dan gas dari minyak serta pemecahan emulsi. Minyak yang telah dipisahkan akan dikirim ke refinery atau ke terminal pengapalan dengan jalan mengalirkannya melalui pipa-pipa. Pada proses pemisahan fluida hidrokarbon akan sangat dipengaruhi oleh karakteristik reservoir. Karakteristik reservoir tersebut meliputi semua sifat-sifat yang dimiliki oleh suatu reservoir, antara lain: sifat fisik batuan reservoir, sifat fisik fluida reservoir, maupun kondisi reservoirnya. Peran dari karakteristik reservoir (sifat fisik batuan reservoir, sifat fisik fluida reservoir, dan kondisi reservoir) dalam proses pemisahan fluida hidrokarbon ialah untuk mendapatkan hasil pemisahan fluida hidrokarbon yang seefisien dan semaksimal mungkin. Dan dari segi teknis serta ekonomis, dapat menguntungkan. III.MAKSUD DAN TUJUAN Maksud : Untuk dapat menghasilkan pemisahan fluida hidrokarbon yang seefisien dan semaksimal mungkin, yang didasarkan pada kondisi reservoir. Tujuan : Untuk dapat merencanakan peralatan pemisahan hidrokarbon yang sesuai dengan kondisi reservoir.

IV. TEORI

DASAR

PERALATAN

DAN

PEMISAHAN

FLUIDA

HIDROKARBON Secara garis besar, proses pengaliran fluida hidrokarbon dari kepala sumur ke tangki pengumpul dengan menggunakan peralatan produksi permukaan dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu : 1. Fasilitas transportasi 2. Fasilitas pemisah 3. Fasilitas treating section 4. Fasilitas penampung Dibawah ini akan dijelaskan mengenai bagaimana proses pengaliran fluida hidrokarbon dari kepala sumur ke tangki pengumpul melalui pipa salur horizontal atau miring, sesuai dengan kondisi permukaan tanah serta semua fasilitas-fasilitas peralatan produksinya. 4.1. Fasilitas Transportasi Pada fasilitas transportasi proses pengaliran fluida hidrokarbon dapat dibagi manjadi 3 bagian yaitu: Gathering system Flow line Header dan manifold

4.1.1. Gathering System Yang dimaksud dengan gathering system ( sistem pengumpul ) adalah suatu proses yang dialami oleh fluida yang terproduksi dari sumur-sumur, yaitu berupa proses pemisahan dan pengukuran baik selama produksi tersebut mengalir dalam sistem maupun selama penyimpanan di tangki. Untuk mengirimkan fluida produksi menuju ke fasilitas pemisah guna diproses pada suatu lapangan minyak dapat digunakan 4 tipe sistem gathering yaitu : Individual gathering system ( setiap sumur mempunyai separator yang dihubungkan oleh flow line ).

Radial gathering system ( flow line yang ada menyatu ke arah header yang terletak di tengah-tengah lokasi dari sumur minyak ). Axial/trunk line ( tepat bila digunakan pada lapangan minyak yang luas atau dengan alternatif lain dimana tidak praktis dan tidak ekonomis untuk didirikan fasilitas proses pada titik tengah dari sumur-sumur minyak yang ada.

Common line gathering system.

4.1.2. Flow line Flow line merupakan pipa transportasi yang mengirimkan fluida produksi dari wellhead sampai ke peralatan pemisah. Berdasarkan kemampuannya menahan tekanan alir dari fluida produksi maka flow line dapat dibagi menjadi dua yaitu low pressure flow line dan high pressure flow line. A. Korelasi kehilangan tekanan sepanjang flow line. 1. Perhitungan kehilangan tekanan aliran pada pipa horizontal (korelasi Dukler I dan II, korelasi Eaton, korelasi Beggs dan Brill). 2. Perhitungan kehilangan tekanan aliran pada pipa miring (korelasi Flanigan, korelasi Beggs dan Brill). B. Perencanaan Diameter Pipa Diameter pipa yang dibutuhkan pada suatu flow line ditentukan dengan 2 metoda perhitungan yaitu : 1. Metoda trial & error Meliputi beberapa metoda, yaitu metoda Dukler, Beggs dan Brill atau Flanigan dan Metoda Eaton ). 2. Metoda Praktis Dengan menggunakan variabel faktor gesekan dan bilangan Reynold untuk menentukan diameter pipa. C. Perhitungan Kapasitas Pipa D. Perencanaan Sistem Loop

E. Perhitungan Penggunaan Beberapa Diameter Pipa Secara Seri F. Perhitungan Horse Power Pompa 4.1.3. Header dan Manifold. Header merupakan suatu pipa yang berukuran cukup besar untuk menampung aliran fluida produksi dari beberapa flow line yang kemudian dialirkan ke fasilitas pengolahan atau pemisahan di lapangan, berdasarkan kegunaannya dapat dibagi 2, yaitu: Production header Test header Manifold merupakan kumpulan valve-valve yang berfungsi untuk mengatur arah aliran fluida produksi ke separator yang dikehendaki melalui header. 4.2. Fasilitas Pemisah Yang dimaksud fasilitas pemisahan adalah semua peralatan untuk

memisahkan fluida produksi antara minyak dengan gas atau air sebelum dikirim ke pengilangan. Menurut fungsinya dapat dibagi menjadi 2 yaitu : 1. 2. Fasilitas pemisah minyak Fasilitas pemrosesan gas ikutan

4.2.1. Fasilitas Pemisah Minyak Penurunan tekanan yang dialami oleh fluida sejak keluar dari sumur telah menyebabkan terpisahnya fasa gas dan fasa cair tapi belum secara sempurna. Ketika produksi memasuki separator, kondisi separator ini memungkinkan terjadinya suatu pemisahan fas gas dan cair secara sempurna dan cukup baik. Proses pemisahan dalam separator berjalan pada tekanan dan temperatur tertentu yang kondisi optimumnya diperhitungkan berdasarkan komposisi dari hidrokarbon yang terproduksi. Tekanan kerja separator dapat diatur dengan suatu pressure control valve yang dipasang pada saluran gas outlet sesudah separator.

A. Komponen Separator 1. bagian pemisah utama (pemisah cairan). 2. bagian pengumpul cairan (penampung cairan yang telah terpisahkan). 3. bagian pemisah kedua (memisahkan butir-butiran cairan). 4. mist extraction section (memisahkan sisa cairan yang berbentuk kabut). B. Macam Separator 1. Separator Vertikal 2. Separator Horisontal 3. Separator Spherical C. Perencanaan Separator 1. Penentuan kapasitas separator (kapasitas cairan dan gas) 2. Penentuan tekanan kerja separator bertingkat : Pemisahan bertingkat dua (dimana fluida dari sumur dialirkan ke separator sebagai pemisah tingkat pertama kemudian dialirkan ke tangki pengumpul). Pemisahan tiga tingkat (terdiri dua separator pemisahan dan satu tangki pengumpul). Pemisahan empat tingkat (terdiri tiga separator pemisahan dan satu tangki pengumpul). 4.2.2. Fasilitas Pemrosesan Gas Ikutan Fasilitas pemrosesan gas dirancang jika produksi gas ikutan dari sumur minyak dengan GOR yang tinggi, mempunyai nilai ekonomis baik untuk diproses atau digunakan sebagai gas injeksi pada sumur-sumur gas lift atau gas flooding. Besar dan kapasitas, serta ukuran-ukuran dari peralatannya ditentukan berdasarkan kapasitas gas ikutan yang dihasilkan dari separator serta kondisi kebutuhan gas dari lapangan minyak tersebut.

4.3.

Fasilitas Treating Section Treating section merupakan peralatan-peralatan pemisah fluida produksi

yang bekerja dengan menggunakan energi tambahan dari luar sistem. 4.3.1. Metoda-metoda pemisahan 1. Gravity Dehidration Terjadinya pemisahan minyak dari air yang mengendap disebabkan karena adanya perbedaan berat jenisnya. 2. Electrical dehydration Prinsip kerjanya berdasarkan prinsip contrell dimana emulsi minyakair dipanaskan untuk mengurangi viskositas dan kemudian diberikan medan listrik bertegangan tinggi sehingga membantu penggabungan partikel-partikel air membentuk tetesan air dan akhirnya mengendap. 3. Chemical Dehidration Penggunaan bahan kimia untuk proses pemisahan emulsi biasanya digabung dengan salah satu peralatan yang bekerja secara gravitasi. Suatu emulsi akan menjadi stabil apabila terjadi perubahan kondisi pada lapisan tipis antar permukaan lapisan antar muka tersebut. 4.3.2. Peralatan Treating Section 1. Heater treater Alat ini bekerja dengan metoda panas, dimana panas membantu memisahkan minyak dan memperlemah tegangan permukaan antara minyak dan air. Jenis-jenis heater treater antara lain : heater treater vertical dan horisontal. 2. Oil Skimer Berguna memisahkan butir-butir minyak yang masih tertinggal dalam air dari heater treater sebelum dibuang atau diinjeksikan ke dalam sumur.

3. Wash Tank Merupakan tangki pemisah yang dilengkapi dengan alat pemanas yang dapat menaikkan effisiensi pemisahan. Pada dasarnya pemisahan karena gravitasi, sehingga perbedaan gravitasi diantara minyak dan air sangat menentukan dalam pemisahan ini. 4.4. Fasilitas Penampung Fasilitas penampung minyak diperlukan untuk menampung minyak mentah sebagai hasil pemisahan fluida produksi sebelum dikirim ke pengilangan atau dikapalkan untuk diekspor. 4.4.1. Jenis Tangki Pengumpul Minyak A. Ditinjau dari fungsinya 1. Surge tank (menampung minyak yang berasal dari fasilitas pemisah) 2. Emergency tank (menampung minyak sementara sebelum dikirim ke terminal) 3. Terminal storage tank (menampung minyak sebelum dikapalkan). B. Ditinjau dari jenis bahannya 1. Wooden tank (terbuat dari kayu untuk mencegah korosi). 2. Plastic tank (tahan korosi tetapi mahal dan tebatas untuk jangka pendek). 3. Steel tank (terbuat dari lempengan baja tapi mudah terkena korosi). C. Ditinjau dari atapnya 1. Fixed Roof tank (mempunyai atap yang permanen dan menyatu dengan tangki). 2. Floating Roof tank (paling umum digunakan untuk menampung minyak dimana atap dapat mengambang pada

permukaan minyak, sehingga fraksi ringan dari hidrokarbon (gas) tidak terbebaskan dari minyak. 4.4.2. Penentuan Jumlah dan Kapasitas Tangki Faktor-faktor yang berpengaruh dalam hal ini antara lain : 1. Kapasitas produksi harian. 2. Kapasitas proses di lapangan. 3. Jumlah minyak mentah yang dibutuhkan. 4.4.3. Perubahan Volume Minyak Pada Tangki Perubahan temperatur antara siang dan malam atau waktu panas dan hujan akan menyebabkan adanya kehilangan minyak karena penguapan untuk tangki-tangki yang bekerja pada kondisi atmosfer. Pengaruh perubahan temperatur akan berpengaruh pada perubahan volume minyak pada tangki. V. PEMBAHASAN SEMENTARA Pada proses pemisahan fluida hidrokarbon akan dipengaruhi oleh kondisi reservoirnya. Kondisi reservoir yang dimaksud meliputi : sifat fisik fluida reservoir, sifat fisik batuan reservoir, serta P & T reservoir. Kondisi reservoir, khususnya tekanan reservoir akan sangat berpengaruh pada kemampuan reservoir itu sendiri. Parameter tekanan ini dapat digunakan sebagai dasar untuk merencanakan peralatan pemisahan fluida hidrokarbon yang tepat agar didapatkan hasil yang optimum. Agar dapat merencanakan peralatan pemisahan fluida hidrokarbon yang tepat yang didasarkan pada kondisi reservoirnya, maka perlu ditinjau faktor-faktor yang mempengaruhi proses pemisahan. Faktor-faktor tersebut antara lain : Tekanan kerja separator, yang tergantung pada : tekanan aliran fluida pada wellhead serta jumlah minyak dan gas yang akan dipisahkan. Temperatur mempengaruhi kapasitas fluida dari separator. Penambahan temperatur akan menurunkan kapasitas.

Effisiensi dari pemisahan partikel cairan tergantung density gas & cairan. Kemampuan kapasitas separator Kenaikan kecepatan gas akan memperbesar ukuran & volume dari butir cairan yang mencapai mist extractor, dengan demikian akan timbul penambahan cairan dalam jumlah banyak dengan tiba-tiba. VI. KESIMPULAN SEMENTARA Kondisi suatu reservoir akan sangat berpengaruh terhadap perencanaan peralatan yang sesuai dalam proses pemisahan fluida hidrokarbon, antara lain menurut jenis dan ukuran peralatan produksi di permukaan, yang meliputi : flowline, manifold, header, separator, treating section dan tangki pengumpul.

RENCANA DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL BAB I BAB II PENDAHULUAN KARAKTERISTIK RESERVOIR 2.1. Karakteristik Batuan Reservoir 2.1.1. Komposisi Kimia Batuan Reservoir 2.1.1.1. Batupasir 2.1.1.2. Batuan Karbonat 2.1.1.3. Batuan Shale 2.1.2. Sifat Fisik Batuan Reservoir 2.1.2.1. Porositas 2.1.2.2. Wettabilitas 2.1.2.3. Tekanan Kapiler 2.1.2.4. Saturasi Fluida 2.1.2.5. Permeabilitas 2.1.2.6. Kompresibilitas 2.2. Karakteristik Fluida Reservoir 2.2.1. Komposisi Kimia Fluida Reservoir 2.2.1.1. Komposisi Kimia Hidrokarbon 2.2.1.1.1. Golongan Hidrokarbon Jenuh 2.2.1.1.2. Golongan Hidrokarbon Tak Jenuh 2.2.1.1.3. Golongan Naftena 2.2.1.2. Komposisi Kimia Air Formasi 2.2.2. Sifat Fisik Fluida Reservoir 2.2.2.1. Sifat Fisik Gas 2.2.2.1.1. Vicositas Gas 2.2.2.1.2. Densitas Gas 2.2.2.1.3. Faktor Volume Formasi Gas 2.2.2.1.4. Kompressibilitas Gas 2.2.2.1.5. Faktor Deviasi 2.2.2.2. Sifat Fisik Minyak 2.2.2.2.1. Viscositas Minyak 2.2.2.2.2. Densitas Minyak 2.2.2.2.3. Faktor Volume Formasi Minyak

2.2.2.2.4. Kompressibilitas Minyak 2.2.2.2.5. Kelarutan Gas Dalam Minyak 2.2.2.3. Sifat Fisik Air Formasi 2.3. Kondisi Reservoir 2.3.1. Tekanan Reservoir 2.3.2. Temperatur Reservoir BAB III PERALATAN PRODUKSI DI PERMUKAAN 3.1. Fasilitas Transportasi 3.1.1. Gathering System 3.1.1.1. Individual Gathering System 3.1.1.2. Radial Gathering System 3.1.1.3. Axial/Trunk Line 3.1.1.4. Common Line Gathering System 3.1.2. Flow line 3.1.2.1. Perhitungan Diameter 3.1.2.2. Perhitungan Kapasitas Flow line 3.1.3. Header & Manifold 3.1.3.1. Penentuan Diameter Header 3.1.3.2. Penentuan Posisi Header 3.1.3.3. Perhitungan Manifold 3.2. Fasilitas Pemisah Fluida Hidrokarbon 3.2.1. Separator 3.2.1.1. Bagian-Bagian Separator 3.2.1.2. Jenis-Jenis Separator 3.2.1.3. Perencanaan Separator A. Penentuan Kapasitas Separator B. Perhitunagn Tekanan Kerja Separator C. Perhitungan Fasa Pada Separator 3.2.2. Treating Section 3.2.2.1. Peralatan Treating Section 3.2.2.2. Perhitungan Treating Section A. Penentuan Ukuran Heater Treater B. Penentuan Ukuran Oil Skimmer 3.2.3. Tangki Penimbun 3.2.3.1. Jenis Tangki Ditinjau Dari Fungsinya 3.2.3.2. Jenis Tangki Ditinjau Dari Jenis Bahannya 3.2.3.3. Jenis Tangki Ditinjau Dari Konstruksi Atapnya 3.2.3.4. Penentuan Kapasitas Tangki Penimbun 3.2.3.5. Perencanaan Tekanan Kerja Tangki Penimbun BAB IV PROSES PEMISAHAN FLUIDA HIDROKARBON 4.1. Pemisahan di Separator 4.1.1. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pemisahan Fluida Hidrokarbon 4.1.2. Pemisahan Bertingkat

4.2. Pemisahan di Treating Section 4.2.1. Metode Pemisahan BAB V BAB VI PEMBAHASAN KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA