Anda di halaman 1dari 30

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PAFI4447

LEMBAR PERSETUJUAN NASKAH PROGRAM MEDIA NON CETAK (WEB SUPLEMEN) Mata Kuliah Judul Program Penulis : Fisika Zat Padat (PEFI4420) : Superkonduktor : Heni Safitri

NASKAH INI TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI OLEH:

Penelaah Materi

Penelaah Media

(Paken Pandiangan, S.Si, M.Si) NIP. 132 174 683

(..) NIP.

Ketua Jurusan PMIPA

(Dra. Ucu Rahayu, M.Sc.) NIP. 131993845

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

GARIS-GARIS BESAR PROGRAM WEB(GBP-WEB)

Matakuliah Topik Deskripsi singkat

: Fisika Zat Padat/ PEFI4420 : Superkonduktor : Matakuliah Fisika Zat padat ini akan membahas konsep-konsep yang berkaitan dengan fisika zat padat terutama tentang ikatan kristal, getaran kisi kristal, sifat termal kristal, gas elektron bebas, teori pita energi, kristal semikonduktor, superkonduktor temperatur kritis rendah, superkonduktor temperatur kritis tinggi dan sifat kemagnetan zat padat.

Tujuan Instruksional umum : Setelah mempelajari topik superkonduktor ini mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dalam pembelajaran konsep-konsep yang berkaitan dengan superkonduktor No Tujuan Instruksional Khusus 2 Mahasiswa diharapkan dapat Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Strategi Rujukan/Referensi

1 1

3 superkonduktor

4 5 6 pengertian Artikel/teks Kardiawarman, dkk. (2002). BMP Fisika Zat Padat . Jakarta: Universitas Terbuka. superkonduktor
Kittel, C. (1986). Introduction to Solid State

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

No

Tujuan Instruksional Khusus menjelaskan pengertian superkonduktor Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan sejarah superkonduktor Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan manfaat superkonduktor Mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan tipe 1 superkonduktor Mahasiswa

Pokok Bahasan

Sub Pokok Bahasan

Strategi

Rujukan/Referensi

Physics

(6th

edition).

New

York:

John

Wiley&Sons, Inc.

superkonduktor

sejarah Artikel/teks superkonduktor

Tinkham,

M.

(1996).

Introduction

to

Superconductivity.(2th edition). New York:


McGraw-Hill, Inc. http://www.superconductors.org http://www.kompas.com/kompas-

superkonduktor

manfaat Artikel/teks http://www.pikiransuperkonduktor

cetak/0201/25/iptek/meng34.htm

rakyat.com/cetak/1203/11/cakrawala/lainnya01.htm http://www.gomemorize.com/id/Superkonduktivitas

superkonduktor

tipe 1 Artikel/teks superkonduktor

superkonduktor

tipe 2

Artikel/teks

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

No

Tujuan Pokok Bahasan Sub Pokok Strategi Instruksional Bahasan Khusus diharapkan superkonduktor dapat menjelaskan tipe 2 superkonduktor Mahasiswa superkonduktor era baru Artikel/teks diharapkan superkonduktor dapat menjelaskan era baru superkonduktor

Rujukan/Referensi

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

TIU :Setelah mempelajari topik superkonduktor ini mahasiswa diharapkan dapat menerapkan dalam pembelajaran konsep-konsep yang berkaitan dengan superkonduktor.

TIK:Setelah

mempelajari

topik

superkonduktor

pada

matakuliah

ini

kompetensi yang diharapkan adalah agar Anda dapat: 1. 2. 3. 4. 5. 6. menjelaskan pengertian superkonduktor menjelaskan sejarah superkonduktor menjelaskan manfaat superkonduktor menjelaskan tipe 1 superkonduktor menjelaskan tipe 2 superkonduktor menjelaskan era baru superkonduktor

Deskripsi mata kuliah: Matakuliah Fisika Zat padat ini akan membahas konsep-konsep yang berkaitan dengan fisika zat padat terutama tentang ikatan kristal, getaran kisi kristal, sifat termal kristal, gas elektron bebas, teori pita energi, kristal semikonduktor, superkonduktor temperatur kritis rendah, superkonduktor temperatur kritis tinggi dan sifat kemagnetan zat padat.

Fakultas

: FKIP

Kode/ Matakuliah : PEFI4420/ Fisika Zat Padat Judul materi Alamat e-mail : Superkonduktor : henip@mail.ut.ac.id

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Superkonduktor
Pendahuluan

Pengertian Superkonduktor

Superkonduktor tipe 2

Sejarah Superkonduktor

Era Baru Superkonduktor

Manfaat Superkonduktor

Latihan

Superkonduktor tipe 1

Daftar Pustaka

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Pendahuluan
Web Suplemen mata kuliah Fisika Zat Padat ini dirancang khusus untuk mahasiswa S1 Pendidikan Fisika yang bersifat memperkaya dan mamperluas wawasan yang berkaitan dengan Fisika Zat Padat khususnya mengenai superkonduktor. Materi yang terkandung dalam topik matakuliah ini merupakan bekal dalam meningkatkan penguasaan konsep tentang superkonduktor. Selain konsep-konsep materi, superkonduktor dipelajari juga penerapan penggunaan superkonduktor dalam kehidupan. Setelah mempelajari matakuliah ini kompetensi yang diharapkan adalah agar Anda dapat: 1. menjelaskan pengertian superkonduktor 2. menjelaskan sejarah superkonduktor 3. menjelaskan manfaat superkonduktor 4. menjelaskan tipe 1 superkonduktor 5. menjelaskan tipe 2 superkonduktor 6. menjelaskan era baru superkonduktor

Pembahasan web suplemen Fisika Zat Padat ini akan lebih difokuskan pada modul 7 dan 8 yang membahas tentang superkonduktor dari 9 modul Mata Kuliah Fisika Zat Padat. Tulisan singkat berikut mengajak Anda mengenal lebih jauh tentang superkonduktor.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Pengertian Superkonduktor
Superkonduktor belakangan ini menjadi topik pembicaraan dan penelitian yang paling populer. Superkonduktor menjanjikan banyak hal bagi kita, misalnya transmisi listrik yang efisien (tak ada lagi kehilangan energi selama transmisi). Memang saat ini penggunaan superkonduktor belum praktis, dikarenakan masalah perlunya pendinginan (suhu kritis superkonduktor masih jauh di bawah suhu kamar). Apa itu superkonduktor? Berdasarkan bahasa, konduktor artinya suatu bahan yang dapat menghantarkan listrik ( conduct = hantar), dan super artinya luar biasa. Sehingga superkonduktor itu adalah suatu bahan yang bisa menghantarkan listrik dengan sangat hebat dan memiliki tahanan listrik nol. Superkonduktor adalah suatu material yang tidak memiliki hambatan dibawah suatu nilai suhu tertentu. Suatu superkonduktor dapat saja berupa suatu konduktor, semikonduktor ataupun suatu insulator pada keadaan ruang. Suhu dimana terjadi perubahan sifat konduktivitas menjadi superkonduktor disebut dengan temperatur kritis (Tc). Jika tahanan listrik ini nol maka arus yang dialirkan tidak akan kehilangan energi, dengan kata lain efisiensi arus menjadi sangat tinggi. Hal tersebut dapat terjadi jika temperatur bahan tersebut berada di bawah temperatur kritis (Tc).

Sejarah Perkembangan Superkonduktor


Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 1. Heike Kamerlingh Onnes

Superkonduktor pertama kali ditemukan oleh seorang fisikawan Belanda, Heike Kamerlingh Onnes, dari Universitas Leiden pada tahun 1911. Pada tanggal 10 Juli 1908, Onnes berhasil mencairkan helium dengan cara mendinginkan hingga 4 K atau -269 0C. Kemudian pada tahun 1911, Onnes mulai mempelajari sifat-sifat listrik dari logam pada suhu yang sangat dingin. Pada waktu itu telah diketahui bahwa hambatan suatu logam akan turun ketika didinginkan di bawah suhu ruang, tetapi belum ada yang dapat mengetahui berapa batas bawah hambatan yang dicapai ketika temperatur logam mendekati 0 K atau nol mutlak. Beberapa ahli ilmuwan pada waktu itu seperti William Kelvin memperkirakan bahwa elektron yang mengalir dalam konduktor akan berhenti ketika suhu mencapai nol mutlak. Di lain pihak, ilmuwan yang lain termasuk Onnes memperkirakan bahwa hambatan akan menghilang pada keadaan tersebut. Untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi, Onnes kemudian mengalirkan arus pada kawat merkuri yang sangat murni dan kemudian mengukur hambatannya sambil menurunkan suhunya. Pada suhu 4,2 K, Onnes terkejut ketika mendapatkan bahwa hambatannya tiba-tiba menjadi hilang (Gambar 2). Arus mengalir melalui kawat merkuri terus-menerus.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 2. Hasil Pengukuran terhadap superkonduktivitas Merkuri

Dengan tidak adanya hambatan, maka arus dapat mengalir tanpa kehilangan energi. Percobaan Onnes dengan mengalirkan arus pada suatu kumparan superkonduktor dalam suatu rangkaian tertutup dan kemudian mencabut sumber arusnya lalu mengukur arusnya dan setelah satu tahun kemudian ternyata arus masih tetap mengalir. Fenomena ini kemudian oleh Onnes diberi nama superkonduktivitas. Atas penemuannya itu, Onnes dianugerahi Nobel Fisika pada tahun 1913.

Gambar 3. Walter Meissner

Penemuan lainnya yang berkaitan dengan superkonduktor terjadi pada tahun 1933. Walter Meissner dan Robert Ochsenfeld menemukan bahwa suatu superkonduktor akan menolak medan magnet. Sebagaimana diketahui, apabila

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

10

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

suatu konduktor digerakkan dalam medan magnet, suatu arus induksi akan mengalir dalam konduktor tersebut. Prinsip inilah yang kemudian diterapkan dalam generator. Akan tetapi, dalam superkonduktor arus yang dihasilkan tepat berlawanan dengan medan tersebut sehingga medan tersebut tidak dapat menembus material superkonduktor tersebut. Hal ini akan

menyebabkan magnet tersebut ditolak. Fenomena ini dikenal dengan istilah diamagnetisme dan efek ini kemudian dikenal dengan efek Meissner.

Gambar 4. Efek Meissner

Dengan berlalunya waktu, ditemukan juga superkonduktor-superkonduktor lainnya. Selain merkuri, ternyata beberapa unsur-unsur lainnya juga menunjukkan sifat superkonduktor dengan harga Tc yang berbeda. Sebagai contoh, karbon juga bersifat superkonduktor dengan Tc 15 K. Hal yang ironis adalah logam emas, tembaga, dan perak, yang merupakan logam konduktor terbaik bukanlah suatu superkonduktor.

Gambar 5. Bardeen, Cooper, dan Schrieffer

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

11

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Fenomena superkonduktor ini tidak bisa dijelaskan oleh teori pita keadaan (teori ini bisa menjelaskan fenomena konduktor, isolator dan semikonduktor), akan tetapi dapat dijelaskan oleh teori BCS. BCS singkatan dari Bardeen, Cooper, dan Schrieffer tiga orang pencetus teori tersebut pada tahun 1957 dan mendapat hadiah Nobel bidang fisika pada tahun 1972. Teori BCS menjelaskan bahwa elektron tunggal pada bahan superkoduktor (T<Tc) tidak dapat menghantarkan listrik melainkan harus berpasangan, yang dikenal dengan pasangan Cooper (Cooper pairs). Padahal dua elektron tersebut memiliki muatan yang sama maka hal ini bertentangan dengan hukum Coulomb yang mengatakan bahwa dua buah partikel dengan muatan yang sama akan saling tolak-menolak. Alasannya, karena pada saat sebuah elektron bertumbukan dengan sebuah atom positif, hal itu menghasilkan muatan positif dengan konsentrasi kecil pada elektron. Akhirnya elektron tersebut tertarik oleh elektron lain yang bermuatan negatif sehingga membentuk pasangan Cooper. Ketidakmurnian dan kecacatan kristal membantu aliran elektron pasangan Cooper sehingga tidak memiliki hambatan (tahanan listrik = nol).

Gambar 6. Brian Josephson

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

12

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Teori signifikan lainnya adalah ketika Brian D Josephson pada tahun 1962 memprediksi bahwa arus listrik akan mengalir di antara dua bahan superkonduktor walau keduanya dipisahkan oleh bahan non superkonduktor atau isolator. Prediksinya kemudian terbukti dan Ia memenangkan

penghargaan Nobel pada bidang Fisika tahun 1973. Fenomena pengkabelan ini kemudian dikenal sebagai effect Josephson dan telah diaplikasikan pada devices elektronik seperti SQUID sebagai alat yang dapat mendeteksi medan magnet lemah.

Gambar 7. SQUID

80an merupakan dekade penemuan dalam medan superkonduktor Pada tahun 1964 Bill Little dari Universitas Stanford memberikan pendapat tentang kemungkinan adanya superkonduktor organic. Orang pertama yang berhasil mensintesa adalah Klaus Bechgaard dari Univeristas Copenhagen pada tahun 1980 dan tiga anggota tim Lembaga Penelitian Danish yang berasal dari Perancis.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

13

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 7. Alex Mller and Georg Bednorz

Pada tahun 1986 terjadi sebuah terobosan baru di bidang superkonduktivitas. Alex Mller and Georg Bednorz, peneliti di Laboratorium Riset IBM di R| schlikon, Switzerland, berhasil membuat suatu keramik yang terdiri dari unsur Lanthanum, Barium, Tembaga, dan Oksigen, yang bersifat

superkonduktor pada suhu tertinggi pada waktu itu, 30 K. Penemuan ini menjadi spektakuler karena keramik selama ini dikenal sebagai isolator. Keramik tidak mengantarkan listrik sama sekali pada suhu ruang. Hal ini menyebabkan para peneliti pada waktu itu tidak memperhitungkan bahwa keramik dapat menjadi superkonduktor. Penemuan ini membuat keduanya diberi penghargaan hadiah Nobel setahun kemudian Temuan tersebut memicu semangat para ilmuwan untuk menemukan bahan yang mampu memiliki sifat superkonduktor pada suhu yang lebih tinggi. Penemuan demi penemuan di bidang superkonduktor kini masih saja dilakukan oleh para peneliti di dunia. Penemuan lainnya yang juga fenomenal adalah berhasil disintesisnya suatu bahan organik yang bersifat superkonduktor, yaitu (TMTSF)2PF6. Titik kritis senyawa organik ini masih sangat rendah yaitu 1,2 K. Pada bulan Februari 1987, ditemukan suatu keramik yang bersifat

superkonduktor pada suhu 90 K. Penemuan ini menjadi penting karena dengan demikian dapat digunakan nitrogen cair sebagai pendinginnya. Karena, suhunya cukup tinggi dibandingkan dengan material superkonduktor yang lain, maka material-material tersebut diberi nama superkonduktor suhu tinggi. Suhu

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

14

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

tertinggi suatu bahan menjadi superkonduktor hingga saat ini adalah 138 K, yaitu untuk suatu bahan yang memiliki rumus Hg0.8Tl0.2Ba2Ca2Cu3O8.33. Kelompok peneliti dari Universitas Alabama dan Universitas Houston, Texas, Amerika Serikat di bawah pimpinan Prof. Wu kemudian menemukan superkonduktor baru yang memiliki temperatur kritis di atas titik didih nitrogen cair yakni 77 derajat Kelvin. Ini merupakan kemajuan besar karena harga nitrogen cair relatif lebih murah. Bahan superkonduktor tersebut merupakan campuran yitrium, barium, tembaga dan oksigen (Y-Ba-Cu-O) dan disingkat menjadi YBCO dengan temperatur kritis 92 derajat Kelvin Meski begitu, boom aplikasi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari belum kunjung tiba. Padahal, penerapannya sudah ditunggu tiga bidang industri yakni industri tenaga listrik, industri medan magnet tinggi, superkonduktor dan industri superconducting electronics.

Pemanfaatan Superkonduktor

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

15

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 8. Kereta Api Maglev Tipe Yamanashi MLX01.

Superkonduktor kini telah banyak digunakan dalam berbagai bidang. Hambatan tidak disukai karena dengan adanya hambatan maka arus akan terbuang menjadi panas. Apabila hambatan menjadi nol, maka tidak ada energi yang hilang pada saat arus mengalir. Penggunaan superkonduktor di bidang transportasi memanfaatkan efek Meissner, yaitu pengangkatan magnet oleh superkonduktor. Hal ini diterapkan pada kereta api supercepat di Jepang yang diberi nama The Yamanashi MLX01 MagLev train (Lihat Gambar 8). Kereta api ini melayang di atas magnet superkonduktor. Dengan melayang, maka gesekan antara roda dengan rel dapat dihilangkan dan akibatnya kereta dapat berjalan dengan sangat cepat, 343 mph atau sekitar 550 km per jam.

Gambar 9. MRI dari Tengkorak Manusia.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

16

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Magnetic Resonance Imaging, dipergunakan dalam bidang kedokteran.


Menggunakan medan magnet dan gelombang radio sehingga lebih aman dibandingkan X-ray.

Gambar 10. Pengeboran Minyak dan Mineral Menggunakan SQUID

Superconducting Quantum Interference Device (SQUID), dapat mendeteksi medan magnet sangat kecil. Dipakai mencari minyak dan mineral. Penggunaan superkonduktor yang sangat luas tentu saja dibidang listrik. Generator konvensional yang menggunakan kawat tembaga memiliki efisiensi 98,5-99,0 persen, sedangkan generator superkonduktor efisiensinya dapat mencapai 99,6 persen. Hal ini disebabkan superkonduktor dapat menghasilkan medan magnet sangat kuat sehingga generator dapat dibuat dengan ukuran lebih kecil dari yang konvensional. Jepang telah menciptakan generator superkonduktor berdaya 70 MW. Penggunaan lain superkonduktor adalah sebagai transformator. Komponen transformator merupakan 25 persen dari keseluruhan jaringan tegangan tinggi.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

17

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 11. Generator

Demikian pula dengan tenaga baterai. Alat penyimpan energi listrik (Superconducting Magnetic Energy Storage/SMES) dengan elektrokimia mempunyai efisiensi 50-90 persen. Sementara, dengan magnet

superkonduktor mempunyai efisiensi 95 persen. Suatu perusahaan Amerika, American Superconductor Corp diminta untuk memasang suatu sistem penstabil listrik yang diberi nama Distributed

Superconducting Magnetic Energy Storage System (D-SMES). Satu unit DSMES dapat menyimpan energi listrik sebesar 3 juta Watt yang dapat digunakan untuk menstabilkan listrik apabila terjadi gangguan listrik.

Gambar 12. The General Atomics/Intermagnetics General superconducting Fault Current Controller, employing HTS superconductors.

Untuk transmisi listrik, Pemerintah Amerika Serikat dan Jepang berencana untuk menggunakan kabel superkonduktor dengan pendingin nitrogen untuk menggantikan kabel listrik bawah tanah yang terbuat dari tembaga. Dengan menggunakan kabel superkonduktor, arus yang dapat ditransmisikan akan jauh

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

18

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

meningkat. 250 pon kabel superkonduktor dapat menggantikan 18.000 pon kabel tembaga mengakibat efisiensi sebesar 7.000 persen dari segi tempat dan jaringan transmisi. Kabel transmisi yang membawa listrik tanpa kehilangan energi, artinya akan membawa listrik lebih banyak daripada kabel tembaga. Hal ini akan menghemat biaya dan ruang yang diperlukan pun menjadi lebih kecil.

Gambar 13. Kabel transmisi superkonduktor

Computer tercepat saat ini hanya bekerja sampai pada kecepatan teraflop sekitar jutaan/detik. NASA beserta berbagai Universitas mulai

mengembangkan komputer petaflop. Petaflop dapat bekerja dengan kecepatan jutaan ribu/detik. Komputer, akan lebih cepat dan tidak memerlukan ruang untuk pendinginan. Bagaimanapun, tanpa kesimpulan apapun komputer dimasa depan akan dibangun berdasarkan device superkonduktor

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

19

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 14. Hypres Superconducting Microchip, Incorporating 6000 Josephson Junctions.

Penggerak (motor) sering digunakan dalam bidang militer, biasa dipakai di kapal selam dan kapal laut. Dengan berbahan superkonduktor maka wujudnya akan lebih kecil dan lebih efisien. Sedangkan teknologi pencitraan terhadap suatu benda dapat menggunakan superkonduktor dengan mengurangi kesalahan mendekati nol. Detektor sinar superkonduktor dikembangkan dengan berbagai jenis kemampuan untuk mendeteksi sejumlah energi yang sangat lemah. Saat ini peneliti Eropa telah mengembangkan S-Cam, yaitu kamera optik dengan kemampuan sensitifitas yang mengagumkan (lihat gambar 14). Dan mungkin sebentar lagi

superkonduktor akan memainkan peranan pentingnya dalam komunikasi internet.

Gambar 15. A photo of Comet 73P/Schwassmann-Wachmann 3, in the act of disintegrating ,taken with the European Space Agency S-CAM.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

20

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Tipe 1 Superkonduktor

Gambar 16. Karakteristik Hambatan Superkonduktor Tipe 1 Terhadap Temperatur

Superkonduktor tipe I

memiliki kekhasan dimana tahanan yang diamati

adalah nol. Ketika dinaikkan temperaturnya melebihi 4,153 K ternyata, tahanannya mendadak naik. temperatur dimana suatu bahan memiliki sifat superkonduktif maka disebut temperatur kritik (Tc). Pada tipe ini, terjadi peristiwa unik dimana medan magnet luar yang cukup kecil pada bahan superkonduktor akan menginduksikan arus super. Arus ini akan menimbulkan medan magnet induksi dalam bahan itu sendiri sehingga induksi magnetik total dalam bahan bernilai nol (diamagnet sempurna). Gejala ini dikenal dengan efek Meissner dan terjadi di bawah temperatur kritik. Gejala inilah yang membuat bahan superkonduktor dapat melayang di udara (gambar 8) atau yang membuat kereta api maglev melayang di atas rel. Namun, jika medan magnet luar terlalu besar (melebihi medan magnet kritik, Hc) maka bahan tersebut kehilangan sifat superkonduktivitas.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

21

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Berikut diberikan unsur-unsur superkonduktor (tipe 1 unsur yang berwarna biru).


Gambar 17. Unsur-Unsur Superkonduktor

Tipe 2 Superkonduktor

Gambar 18. Bentuk Kristal Tipe 2 Cuprate

Berbeda dengan superkonduktor I, superkonduktor tipe II memiliki dua buah nilai medan kritik, yaitu medan kritik bawah, Hc1 dan medan kritik atas, Hc2. Jika medan luar (H) yang diberikan lebih kecil dari Hc1 (H<Hc1) maka bahan tersebut akan bersifat seperti superkonduktor tipe 1, tapi jika diantara Hc1

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

22

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

dan Hc2 (Hc1 < H < Hc2) maka fluksi magnet akan menembus bahan dan berada pada keadaan campuran dimana efek Meissner terjadi secara parsial. Sedangkan, jika medan luar lebih besar dari Hc2 maka sifat superkonduktor akan hilang. Superkonduktor tipe II biasanya disusun oleh beberapa logam sehingga dikenal sebagai intermetallic superconductor.
Tabel 2. Contoh Tipe II Superkonduktor
Nama Superkonduktor (Hg0.8Tl0.2)Ba2Ca2Cu3O8.33 HgBa2Ca2Cu3O8 HgBa2Ca3Cu4O10+ HgBa2(Ca1-xSrx)Cu2O6+ HgBa2CuO4+ Suhu (K) 138 K (record-holder)
*

Keterangan

133-135 K 125-126 K 123-125 K 94-98 K

Gambar 19. Grafik YBa2Cu3O7

Era Baru Superkonduktor


Mulanya superkonduktor tidak dapat diaplikasikan dengan alasan Tc nya sulit untuk dicapai. Namun sejak tahun 1986, terjadi sebuah terobosan baru di

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

23

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

bidang superkonduktivitas. ketika Alex Miller dan George Bednorz, peneliti di Laboratorium Riset IBM di Zurich, Switzerland, berhasil membuat keramik yang terdiri dari unsur Lanthanum, Barium, Tembaga, dan Oksigen, yang bersifat superkonduktor pada suhu tertinggi pada waktu itu, 35 K. Padahal selama ini keramik dikenal sebagai isolator. Keramik tidak mengantarkan listrik sama sekali pada suhu ruang. Hal ini menyebabkan para peneliti pada waktu itu tidak memperhitungkan bahwa keramik dapat menjadi superkonduktor. Penemuan ini dipublikasikan di Jerman dalam jurnal Zeitschrift for Physik, September 1986. Pada tahun 1987, Paul C. W. Chu dari Universitas Houston berhasil membuat bahan superkonduktor dengan Tc 93K. Bahan tersebut disusun oleh yttrium, barium, tembaga dan oksigen dengan rumus molekul YBa2Cu3O7-x. Setahun kemudian Paul Chu membuat superkonduktor dengan Tc yang lebih besar, 120K. Tersusun dari unsur bismuth, stronsium, kalsium, tembaga dan oksigen. Para ahli terus berusaha meneliti berbagai material agar diperoleh superkonduktor temperatur kamar. Bangsa kita pun bisa membuat superkonduktor, salah satunya di Laboratorium Fisika Material, Superkonduktor dan Organik Terkonjugasi (FISMOTS) di jurusan fisika ITB. Bahan yang digunakan berbentuk keramik. Pembuatannya dengan metoda padatan, dipanaskan dalam tungku lalu digerus. Proses tersebut dapat dilanjutkan dengan proses pelelehan dan pendinginan bertahap. Setelah tahap ini selesai maka masuk ke dalam tahap terakhir yaitu proses annealing dalam atmosfer tertentu untuk mencapai tingkat kadar

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

24

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

oksigen tertentu sesuai yang diinginkan. Biasanya kadar oksigen dalam kristal mempengaruhi Tc yang tinggi. Umumnya karakterisasi dasar bahan

superkonduktor yang dilakukan meliputi karakteriasasi efek Meissner, pengukuran tahanan terhadap suhu, pengukuran difraksi sinar X (XRD) dan pengukuran Scanning Electron Microprobe (SEM). Prof. Dr. Barmawi menyebut superkonduktor sangat bermanfaat untuk pembuatan kabel listrik yang stabil serta menghindari masalah mekanik yang muncul karena adanya gaya yang bekerja pada arus yang berasal dari medan magnet yang ditimbulkan arus tersebut. Dalam pembuatan kumparan bermedan magnet tinggi, misalnya, bila medan magnet diperbesar maka medan magnet tersebut dapat menembus bahan superkonduktor tanpa merusak daya

superkonduktifitasnya. Superkonduktor organik merupakan bagian dari keluarga konduktor organik termasuk didalamnya adalah molekul Garam, Polimer dan Sistem Karbon murni (termasuk didalamnya adalah C60). Molekul Garam dengan keluarganya merupakan molekul organic terbesar yang memiliki superkonduktivitas dengan suhu sangat rendah. Dengan alasan ini mereka sering dikatakan sebagai superkonduktor molekul.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

25

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Gambar 20. (TMTSF)2PF6 superkonduktor organik pertama yang ditemukan Courtesy Laboratoire de Physique des Solides

Secara teori hal ini telah diperkirakan oleh Bill Little dari Universitas Stanford pada tahun 1964. Tetapi superkonduktor organik pertama (TMTSF)2PF6 baru tersintesis pada tahun 1980 oleh Peneliti Danish yaitu Klaus Bechgaard dari Universitas Copenhagen beserta anggota tim Perancis D. Jerome, A. Mazaud, and M. Ribault. Lima puluh superkonduktor organik telah ditemukan dengan Tc dari 0,4K sampai 12K (pada tekanan ambient).

Latihan
1. Jelaskan tentang superkonduktivitas suatu bahan berdasarkan

penelitian HK Onnes terhadap Merkuri! 2. Apa yang dimaksud dengan efek Meissner dalam bahan

superkonduktor dan apa hubungannya dengan sifat diamagnet yang sempurna pada superkonduktor? 3. Mengapa fenomena superkonduktor tidak bisa dijelaskan oleh teori pita keadaan namun hanya dapat dijelaskan dengan teori BCS?, dan jelaskan teori BCS tersebut! 4. Jelaskan manfaat penggunaan kabel superkonduktor dibandingkan dengan kabel tembaga! 5. Jelaskan perbedaan antara superkonduktor tipe 1 dengan tipe 2!

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

26

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Daftar Pustaka
Kardiawarman, dkk. (2002). BMP Fisika Zat Padat . Jakarta: Universitas Terbuka. Kittel, C. (1986). Introduction to Solid State Physics (6th edition). New York: John Wiley&Sons, Inc. Tinkham, M. (1996). Introduction to Superconductivity.(2th edition). New York: McGraw-Hill, Inc. http://www.superconductors.org http://www.kompas.com/kompas-cetak/0201/25/iptek/meng34.htm http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/1203/11/cakrawala/lainnya01.htm http://www.gomemorize.com/id/Superkonduktivitas

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

27

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Jawaban Latihan: 1. Berdasarkan penelitian Onnes mengalirkan arus pada kawat merkuri yang sangat murni dan kemudian mengukur hambatannya sambil menurunkan suhunya. Pada suhu 4,2 K, mendapatkan bahwa

hambatannya tiba-tiba menjadi hilang (Gambar 2). Arus mengalir melalui kawat merkuri terus-menerus. Dengan tidak adanya hambatan, maka arus dapat mengalir tanpa kehilangan energi. Pada waktu itu telah diketahui bahwa hambatan suatu logam akan turun ketika didinginkan di bawah suhu ruang, tetapi belum ada yang dapat mengetahui berapa batas bawah hambatan yang dicapai ketika temperatur logam

mendekati 0 K atau nol mutlak. Fenomena ini kemudian oleh Onnes diberi nama superkonduktivitas. Sehingga kemudian dapat dikatakan Superkonduktor adalah suatu bahan yang bisa menghantarkan listrik dengan sangat hebat dan memiliki tahanan listrik nol. 2. Walter Meissner dan Robert Ochsenfeld menemukan bahwa suatu superkonduktor akan menolak medan magnet, dalam superkonduktor arus yang dihasilkan tepat berlawanan dengan medan tersebut sehingga medan tersebut tidak dapat menembus material

superkonduktor tersebut. Hal ini akan menyebabkan magnet tersebut ditolak. Fenomena ini dikenal dengan istilah diamagnetisme dan efek ini kemudian dikenal dengan efek Meissner. 3. teori pita keadaan ternyata hanya dapat menjelaskan fenomena konduktor, isolator dan semikonduktor. Fenomena superkonduktor ini dapat dijelaskan oleh teori BCS. BCS singkatan dari Bardeen, Cooper, dan Schrieffer tiga orang pencetus teori tersebut pada tahun 1957.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

28

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

Alasannya, karena pada saat sebuah elektron bertumbukan dengan sebuah atom positif, hal itu menghasilkan muatan positif dengan konsentrasi kecil pada elektron. Akhirnya elektron tersebut tertarik oleh elektron lain yang bermuatan negatif sehingga membentuk pasangan Cooper. Ketidakmurnian dan kecacatan kristal membantu aliran elektron pasangan Cooper sehingga tidak memiliki hambatan (tahanan listrik = nol). Teori BCS menjelaskan bahwa elektron tunggal pada bahan superkoduktor (T<Tc) tidak dapat menghantarkan listrik melainkan harus berpasangan, yang dikenal dengan pasangan Cooper (Cooper pairs). Padahal dua elektron tersebut memiliki muatan yang sama maka hal ini bertentangan dengan hukum Coulomb yang mengatakan bahwa dua buah partikel dengan muatan yang sama akan saling tolak-menolak. 4. Dengan menggunakan kabel superkonduktor, arus yang dapat

ditransmisikan akan jauh meningkat. 250 pon kabel superkonduktor dapat menggantikan 18.000 pon kabel tembaga mengakibat efisiensi sebesar 7.000 persen dari segi tempat dan jaringan transmisi. Kabel transmisi yang membawa listrik tanpa kehilangan energi, artinya akan membawa listrik lebih banyak daripada kabel tembaga. Hal ini akan menghemat biaya dan ruang yang diperlukan pun menjadi lebih kecil. 5. Superkonduktor tipe I memiliki kekhasan dimana tahanan yang diamati adalah nol. Ketika dinaikkan temperaturnya melebihi 4,153 K ternyata, tahanannya mendadak naik. Pada tipe ini, terjadi peristiwa unik dimana medan magnet luar yang cukup kecil pada bahan superkonduktor akan menginduksikan arus super. Arus ini akan menimbulkan medan magnet

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

29

Naskah Web Suplemen Fisika Zat Padat (PEFI4420)

induksi dalam bahan itu sendiri sehingga induksi magnetik total dalam bahan bernilai nol (diamagnet sempurna). Gejala ini dikenal dengan efek Meissner dan terjadi di bawah temperatur kritik. Berbeda dengan superkonduktor I, superkonduktor tipe II memiliki dua buah nilai medan kritik, yaitu medan kritik bawah, Hc1 dan medan kritik atas, Hc2. Jika medan luar (H) yang diberikan lebih kecil dari Hc1 (H<Hc1) maka bahan tersebut akan bersifat seperti superkonduktor tipe 1, tapi jika diantara Hc1 dan Hc2 (Hc1 < H < Hc2) maka fluksi magnet akan menembus bahan dan berada pada keadaan campuran dimana efek Meissner terjadi secara parsial. Sedangkan, jika medan luar lebih besar dari Hc2 maka sifat superkonduktor akan hilang.

Superkonduktor tipe II biasanya disusun oleh beberapa logam sehingga dikenal sebagai intermetallic superconductor.

Pengembang Naskah_henisafitri@fisika.doc

30