Anda di halaman 1dari 36

Pengertian Drama

A. ARTI DRAMA Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani yaitu draomai yang berarti berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak dan konflik merupakan sumber pokok dari drama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) drama memiliki beberapa pengertian. Pertama, drama diartikan sebagai komposisi syair atau prosa yang diharapkan dapat menggambarkan kehidupan dan watak melalui tingkah laku (akting) atau dialog yang dipentaskan. Kedua, cerita atau kisah terutama yang melibatkan konflik atau emosi, yang khusus disusun untuk pertunjukan teater. Ketiga, kejadian yan menyedihkan. B. BENTUK-BENTUK DRAMA 1. Berdasarkan bentuk sastra cakapannya, drama dibedakan menjadi dua a. Drama puisi, yaitu drama yang sebagian besar cakapannya disusun dalam bentuk puisi atau menggunakan unsur-unsur puisi. b. Drama prosa, yaitu drama yang cakapannya disusun dalam bentuk prosa.

2. Berdasarkan sajian isinya a. Tragedi (drama duka), yaitu drama yang menampilkan tokoh yang sedih atau muram, yang terlibat dalam situasi gawat karena sesuatu yang tidak menguntungkan. Keadaan tersebut mengantarkan tokoh pada keputusasaan dan kehancuran. Dapat juga berarti drama serius yang

melukiskan tikaian di antara tokoh utama dan kekuatan yang luar biasa, yang berakhir dengan malapetaka atau

kesedihan. b. Komedi (drama ria), yaitu drama ringan yang bersifat menghibur, walaupun selorohan di dalamnya dapat bersifat menyindir, dan yang berakhir dengan bahagia. c. Tragikomedi (drama dukaria), yaitu drama yang sebenarnya menggunakan kebahagiaan. 3. Berdasarkan kuantitas cakapannya a. Pantomim, yaitu drama tanpa kata-kata b. Minikata, yaitu drama yang menggunakan sedikit sekali katakata. c. Doalogmonolog, yaitu drama yang menggunakan banyak kata-kata. 4. Berdasarkan besarnya pengaruh unsur seni lainnya a. Opera/operet, yaitu drama yang menonjolkan seni suara atau musik. alur dukacita tetapi berakhir dengan

b. Sendratari, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi. c. Tablo, yaitu drama yang menonjolkan seni eksposisi. 5. Bentuk-bentuk lain a. Drama absurd, yaitu drama yang sengaja mengabaikan atau melanggar konversi alur, penokohan, tematik. b. Drama baca, naska drama yang hanya cocok untuk dibaca, bukan dipentaskan. c. Drama borjuis, drama yang bertema tentang kehidupan kam bangsawan (muncul abad ke-18). d. Drama domestik, drama yang menceritakan kehidupan rakyat biasa. e. Drama duka, yaitu drama yang khusus menggambarkan kejathan atau keruntuhan tokoh utama f. Drama liturgis, yaitu drama yang pementasannya

digabungkan dengan upacara kebaktian gereja (di Abad Pertengahan). g. Drama satu babak, yaitu lakon yang terdiri dari satu babak, berpusat pada satu tema dengan sejumlah kecil pemeran gaya, latar, serta pengaluran yang ringkas. h. Drama rakyat, yaitu drama yang timbul dan berkembang sesuai dengan festival rakyat yang ada (terutama di pedesaan).

3. UNSUR-UNSUR DRAMA 1. Dalam drama tradisional (khususnya Aristoteles), lakon haruslah bergerak maju dari suatu beginning (permulaan), melalui middle (pertengahan), dan menuju pada ending (akhir). Dalam teks drama disebut sebagai eksposisi, komplikasi, dan resolusi. Eksposisi, adala bagian awal yang memberikan informasi kepada penonton yang diperlukan tentang peristiwa sebelumnya atau

memperkenalkan siapa saja tokoh-tokohnya yang akan dikembangkan dalam bagian utama dari lakon, dan memberikan suatu indikasi mengenai resolusi. Komplikasi, berisi tentang konflik-konflik dan pengembangannya. Gangguan-gangguan, halangan-halangan dalam mencapai tujuan, atau kekeliruan yang dialami tokoh utamanya. Alam komplikasi inilah dapat diketahui bagaimana watak tokoh utama (yang menyangkut protagonis dan antagonisnya). Resolusi, adalah bagian klimaks (turning point) dari drama. Resolusi haruslah berlanagsung secara logis dan memiliki kaitan yang wajar dengan apa-apa yang terjadi sebelumnya. Akhir dari drama bisa happy-en atau unhappy-end. 2. Karakter merupakan sumber konflik dan percakapan antartokoh. Dalam sebuah drama harus ada tokoh yang kontra dengan tokoh lain. Jika dalam drama karakter tokohnya sama maka tidak akan terjadi

lakuan. Drama baru akan muncul kalau ada karakter yang saling berbenturan. 3. Dialog merupakan salah satu unsur vital. Oleh karena itu, ada dua syarat pokok yang tidak boleh diabaikan, yaitu (1) dialog harus wajar, emnarik, mencerminkan pikiran dan perasaan tokoh yang ikut berperan, (2) dialog harus jelas, terang, menuju sasaran, alamiah, dan tidak dibuat-buat.

UNSUR-UNSUR PEMENTASAN 1. Dalam pentas drama sekurang-kurangnya ada 6 unsur yang perlu dikenal, yaitu (1) naskah drama, (2) sutradara, (3) pemeran, (4) panggung, (5) perlengkapan panggung : cahaya, rias, bunyi, pakaian, dan (6) penonton. 2. Naskah drama. Adalah bahan pokok pementasan. Secara garis besar naskah drama dapat berbentuk tragedi (tentang kesedihan dan kemalangan), dan komedi (tentang lelucon dan tingka laku konyol), serta disajikan secara realis (mendekati kenyataan yang sebenarnya dalam pementasan, baik dalam bahasa, pakaian, dan tata

panggungnya, serta secara simbolik (dalam pementasannnya tidak perlu mirip apa yang sebenarnya terjadi dalam realita, biasanya dibuat puitis, dibumdui musik-koor-tarian, dan panggung kosong tanpa hiasan yang melukiskan suatu realitas, misalnya drama karya Putu Wijaya. Naskah yang telah dipilih harus dicerna atau diolah, bahkan mungkin diubah, ditambah atau dikurangi disinkronkan dengan tujuan

pementasan

tafsiran

sutradara,

situasi

pentas,

kerabat

kerja,

peralatan, dan penonton yang dibayangkannya. 3. Sutradara. Setelah naskah, faktor sutradara memegang peranan yang penting. Sutradara inilah yang bertugas mengkoordinasikan lalu lintas pementasan agar pementasannya berhasil. Ia bertugas

membuat/mencari naskah drama, mencari pemeran, kerabat kerja, penyandang dana (produsen), dan dapat mensikapi calon penonton. 4. Pemeran. Pemeran inilah yang harus menafsirkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Memang sutradaralah yang menentukannya, tetapi tanpa kepiawaian dalam mewujudkan pemeranannya, konsep peran yang telah digariskan sutradara berdasarkan naskah, hasilnya akan sia-sia belaka. 5. Panggung. Secara garis besar variasi panggung dapat dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, panggung yang dipergunakan sebagai pertunjukan sepenuhnya, sehingga semua penonton dapat mengamati pementasan secara keseluruhan dari luar panggung. Kedua,

panggung berbentuk arena, sehingga memungkinkan pemain berada di sekitar penonton. 6. Cahaya. Cahaya (lighting) diperlukan untuk memperjelas penglihatan penonton terhadap mimim pemeran, sehingga tercapai atau dapa mendukung penciptaan suasana sedih, murung, atau gembira, dan juga dapat mendukung keratistikan set yang dibangun di panggung. 7. Bunyi (sound effect). Bunyi ini memegang peran penting. Bunyi dapat diusahakan secara langsung (orkestra, band, gamelan, dsb), tetapi

juga dapat lewat perekaman yang jauh hari sudah disiapkan oleh awak pentas yang bertanggung jawab mengurusnya. 8. Pakaian. Sering disebut kostm (costume), adalah pakaian yang dikenakan para pemain untuk membantu pemeran dalam

menampilkan perwatakan tokoh yang diperankannya. Dengan melihat kostum yang dikenakannya para penonton secara langsung dapat menerka profesi tokoh yang ditampilkan di panggung (dokter, perawat, tentara, petani, dsb), kedudukannya (rakyat jelata, punggawa, atau raja), dan sifat sang tokoh trendi, ceroboh, atau cermat). 9. Rias. Berkat rias yang baik, seorang gadis berumur 18 tahun dapat berubah wajah seakan-akan menjadi seorang nenek-nenek. Dapat juga wajah tampan dapat dipermak menjadi tokoh yang tampak kejam dan jelek. Semua itu diusahakan untuk lebih membantu para pemeran untuk membawakan perwatakan tokoh sesuai dengan yang diinginkan naskah dan tafsiran sutradara. 10. Penonton. Dalam setiap pementasan faktor penonton perlu dipikirkan juga. Jika drama yang dipentaskan untuk para siswa sekolah sendiri, faktor mpenonton tidak begitu merisaukan. Apabila terjadi kekeliruan, mereka akan memaafkan, memaklumi, dan jika pun mengkritik nadanya akan lebih bersahabat. Akan tetapi, dalam pementasan untuk umum, hal seperti tersebut di atas tidak akan terjadi. Oleh karena itu, jauh sebelum pementasan sutradara harus mengadakan survei perihal calon penonton. Jika penontonnya ganas awak pentas harus diberi tahu, agar lebih siap, dan tidak mengecewakan para penonton.

PEMBAGIAN TUGAS DALAM PEMENTASAN

1. Sebelum sampai pada penggarapan naskah untuk pementasan, terlebih dahulu perlu kita kenal beberapa fungsi atau peran dalam pementasan. Pada dasarnya kerja pementasan adalah kerja kelompok atau tim. Tim terbagi menjadi dua, yaitu tim penyelenggara dan tim pementasan. Yang dimaksud tim penyelenggara pementasan adalah orang-orang yang bekerja untuk melaksanakaan "acara" pementasan. Tim penyelenggara meliputi ketua panitia (pimpinan produksi), sekretasis, bendahara, sie dana, sie publikasi, sie perlengkapan, sie dokumentasi, si konsumsi, dam masih banyak lagi. Tim ini berperan dalam "menjual" karya seni (drama). Sukses jumlah penonton tidaknya yang acara

pementasan

(dengan

indikasi

banyak,

keuntungan finansial minimal balik modal, apresiasi penonton, soundsistem, lighting yang bagus) bergantung pada tim ini. 2. Tim kedua adalah tim pementasan. Yang dimaksud tim pementasan adalah sekelompok orang yang bertugas menyajikan karya seni (drama) untuk ditonton. Tim pementasan terdiri dari sutradara, penulis naskah, tim artistik, tim tata rias, tim kostum, tim lighting, dan aktor. Sebenarnya tim pementasan ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu tim on stage (di atas panggung) atau aktor, dan tim behind stage (belakang panggung). Kedua tim ini memiliki peran yang sama dalam mensukseskan pertunjukan/pementasan. 3. Pertama-tama kita bahas dulu tim pementasan beserta tugas dan kewenangannya.

a. Sutradara. Seperti kita ketahui bersama, sutradara adalah pimpinan pementasan. Ia bertugas melakukan casting (memilih pemain sesuai peran dalam naskah), mengatur akting para aktor, dan mengatur kru lain dalam mendukung pementasan. Pada dasarnya seorang sutradara berkuasa mutlak sekaligus bertanggung jawab mutlak atas pementasan. b. Penulis Naskah. Sebenarnya ketika sebuah naskah dipilih untuk dipentaskan, penulis naskah sudah "mati". Artinya, ia tidak memiliki hak lagi untuk mengatur visualisasi atas naskahnya. Tanggung jawab visualisasi ada pada sutradara. Biasanya, dalam

perencanaan akting, seorang penulis naskah hanya diminta sebagai komentator. c. Penata Panggung. Tugas utama penata panggung adalah

mewujudkan latar (setting panggung) seperti yang diinginkan oleh sutradara. Biasanya sutradara akan berdiskusi dengan penata panggung untuk mewujudkan setting panggung yang mendukung cerita. d. Penata Cahaya. Tugas utama penata cahaya adalah

merencanakan sekaligus memainkan pencahayaan pada saat pementasan sehingga pencahayaan mendukung penciptaan latar suasana panggung. Jelas bahwa penata caha perlu berkoordinasi dengan penata panggung. Seorang penata cahaya harus memiliki pengetahuan memadai dalam hal mixer cahaya.

e. Penata Rias dan Busana. Tugas utama penata rias dan busana adalah mewujudkan rias dan kostum para aktor sesuai dengan karakter tokoh yang dituntut oleh sutradara. Biasanya, penata rias dan busana berkoordinasi erat dengan sutradara. f. Penata Suara. Tugas utama penata suara adalah mewujudkan sound effect yang mendukung pementasan. Bersama dengan penata busana, penata panggung, dan penata cahaya, penata suara menciptakan latar yang mendukung pementasan. Jelas bahwa prasyarat untuk menjadi penata suara adalah memiliki kemampuan mengelola soundsistem dan soundeffect. g. Aktor. Tugas utama aktor adalah memerankan tokoh yang ditugaskan kepadanya oleh sutradara. 4. Tim penyelenggara dan kewenangannya adalah sebagai berikut. a. Ketua Panitia b. Sekretaris c. Bendahara d. Sie Acara e. Sie Dana f. Sie Dokumentasi g. Sie Perlengkapan h. Sie Konsumsi i. Sie Tempat

Naskah Drama Penyesalan

Ada suatu Keluarga yang hidup dengan serba kemewahan mereka sering menghambur-hamburkan uangnya untuk hal yang tidak penting, padahal mereka mempunyai anak yang sangat berbeda sifat dengan orang tuanya, yang baru duduk di kelas 2 SMP, walaupun anaknya sering menasehati kedua oarangtuannya tetapi malahan mereka tidak mau menanggapinya, mereka menganggap omongan anaknya tidak berarti apa-apa baginya, anak mereka juga tidak boleh bergaul dengan orang miskin. sampai pada malam hari di rumah mereka sedang berkumpul dan berbicang bincang di ruang keluarga.

Mamah : Papa ! tadikan mama ke Mall bersama teman arisan mamah, mamah melihat perhiasan yang sangat bagus dan langka lho !!! bolehkah mamah membeli perhiasan itu ??? ( duduk di samping suaminya sambil menarik-narik baju suaminya )

Papah : Tentu saja boleh, apa sih yang enggak buat mamah, mau mamah membeli Tokonya juga papa belikan kok !

Mamah : Wah ! papa baik sekali dengan mamah terima kasih ya pah !!!

Papah : Iya mah sama-sama !

Lucy : Mamah, bukankah kemarin mamah baru membeli kalung berlian ? mengapa sekarang mamah ingin membeli perhiasan lagi ?

Mamah : Sudahlah biarkan saja, lagi pula papah mu mengizinkan mamah untuk membelinya kok !! memangnya kamu ingin membelinya juga ?

Lucy : Tidak-tidak, tapi mah itu kan sama saja kita melakkan pemborosan, apa lagi mamah kan setiap hari selalu mejeng diMall bersama teman arisan mamah

Papah : Sudahlah nak.. tidak apa-apa selama kita masih hidup berkecukupan, kita boleh kok melakukan atau membeli-beli barang yang kita mau, memangnya kamu mau papah belikan apa ?

Lucy: Oh tidak usah pah terima kasih, tapi apa salahnya kita berhemat, bisa saja saat kita kesusahan dan krisis nanti kita dapat memakainnnya .

Mamah : Helloo ???? jaman sekarang berhemat untuk apa sayang ??? apa kau tidak melihat perusahaan papah mu itu ada dimana-mana, seharusnya kamu bersyukur hidup serba berkecukupan seperti ini malah ingin berhemat !!

Lucy: Ya sudahlah mah, aku kan tadi hanya usul saja ! baiklah mah sudah larut malam aku ingi tidur dulu ya ! selamat malam semuanya (

bersalaman kepada kedua orang tuanya )

Papah : Salamat malam juga sayang, mimpi indah ya nak !!!

Lucy: Iya pah ! ( sambil menuju Kamar )

Pada keesokan paginya mereka bersiap-siap untuk melakukan aktifitasnya masing-masing, anaknya ber Sekolah dan papahnya berangkat ke Kantor, di sekolah Lucy mempunyai tiga teman mereka mempunyai sifat yang berbeda-beda ada salah satu temannya yang kurang mampu tetapi sangat baik hati, pintar, ramah rendah hati dan percaya diri, sedangkan dua temannya itu memliki sifat yang sombong, suka memilih-milih teman, jahat,,memang mereka berdua adalah orang yang serba berkecukupan,sampai padasuatu hari di sekolah ada sedikit perselisihan dan kebetulan juga mereka sekelompokuntukmengerjakan tugas Sekolah.

Lucy: Hai bagaimana ini, kita kerja kelompoknya kapan ? sebentar lagikan tugas Sekolahnya akan seger dikumpulkn.

Ikal :Wah ia juga ya,bagaimana jika nanti sehabis pulang Sekolah, tetapi kita berkerja kelompok dimana ?

Gisela :Yang pasti kita jangan bekerja kelompok di Rumah Ikal, Rumah

dia kan kecil dan kumuh,laginkan aku nggak boleh sama orang tua aku jika bermain ketempat kumuh-kumuh seperti itu .

Joe : Iya betul sekali itu pastikan Rumah Ikal itu bau banget dan sempit sekali, pokoknya aku tidak akan mau kerja kelompok jika dirumah Ikal !

Lucy : Teman kalian jangan ngomong seperti itu, belum tentu apa yng di ucapkan kalian itu benar, lagiankan tujuan kita itu untuk belajar bukan untuk bermain !

Ikal : Sudahla tidak apa-apa perkataan mereka itu benar kok,kalu kita belajar di tempat yang tidak nyaman kan juga mempengaruhi tugas kita juga .

Joe: Bagaimana kalau di Rumah Lucy saja !

Gisela: Iya aku setuju, papah dan mamah aku kan kenal dekat dengan orang tua mu Lucy!

Lucy : Ya sudahlah, kalian langsung ke Rumah ku ya, nanti aku di jemput dengan mobil, kalian bisakan ?

Ikal : Okelah !

Bel pulang Sekolah pun berbunyi mereka bersiap-siap untuk ke Rumah Lucy, Lucy sudah dijemput oleh supir pribadinya, mereka semua pun langsung menuju Rumah Lucy. Sampai di sana mamah Lucy sedang membaca-baca buku.

Lucy : Mamah aku pulang ! ( mencium tangan mamahnya )

Mamah : Sayang kamu sudah pulang, wah teman-teman mu kok pada kesini emangnya ada acara apa ?

Lucy : Mau kerja kelompok mah !

Joe : Selamat Siang tante ! ( mencium tangan mamahnya Lucy)

Mamah : Iya selamat Siang !!!

Gisela : Tante selamat Siang, (mencium tangan mamahnya Lucy )

Mamah : Iya selamat Siang juga.

Ikal : Tante, selamat Siang !(mencium tangan mamahnya Lucy)

Mamah : Iya selamat Siang juga !Ayo semua masuk jagan malu-malu silahkan duduk!

Ikali : Terima kasih tante !

Lucy : Teman-teman ku tinngal sebentar dulu ya!

Ikal : Oh.. yasudah !!

Mamah : Kalian mau minum apa ?

Gisela : Oh tidak usah tante terima kasih banyak!

Joe: Iya tante tidak usah, jadi merepotkan !

Mamah : Oh tidak kok !

Agak lama kemudian Lucy pun datang, dia baru saja mengganti baju ! lalu bekajar pun dimulai, pada saat belajar Lucy dan Ikal sangat serius,tetapi Gisela dan Joe malah asyik bermain dam mengobrol- ngobro ! hingga terjadi perselesihnan.

Ikal : Hai kalian jangan bisanya santai-santai saja ! cepat bantu aku dan Lucy menyelesaikan ini semua agar cepat selesai .

Ikal : Iya kalau kalian santai- santai seperti ini akan kulaporkan pada pak

guru lho !!

Gisela : Cerewet sekali kalian berdua aku itu lelah dan capek !

Joe : Lagian kan tugasnya mudah sekali, kita berdua hanya ingin beristirahat sebentar saja kau jangan emosian gitu dong !

Lucy : Siapa coba yang emosian, aku hanya memperingati kau saja kok.

Ikal: Sudah-sudah kalian jangan bertengkar lagi, nanti kita tidak bakal selesai nih mengerjai tugasnya kan besok harus di kumpulkan !

Gisela : Baiklah !

Mereka mengerjakan tugas sekolah hingga larut malam Gisela dan Joe menunggu jemputan di Rumah Lucy, sedangakan Ikal pulang dengan berjalan kaki. Pada saat Gisela dan Joe menunggu jemputan, papah Lucy pun datang, mereka berdua pun mengobrol-mgobrol dengan kedu orangtuanya Lucy tentang si Ikal, pada saat mengobrol Aulia sedang Kamar.

Mamah : Kalian belum juga di jemput ?

Joe : Belum tante sedang di perjalanan !

Mamah : Apa perlu supir tante yang mengantarkan kalian pulang ?

Gisela : Oh.. tidak usah tante, lagian juga supir aku sedang di perjalanan !

Papah : Sepertinya om pernah meliat kamu ! (berbicara dengan Gisela)

Gisela: Iya om aku anaknya pak Bastian pemilik perusaan Mobil terkenal itu lho

Papah : Oh iya om ingat sekali dia itu kan temn kerja om !

Gisela : Saya juga tau om.. Papah aku kan sering cerita sama aku !

Papah : Om nitip salam ya buat papa kamu !

Gisela : Oke om !

Papah : Terima kasih ya, oh ya om mau kebelakang dulu ya !

Mamah : Oh ternyata kamu itu anaknya pak Bastian ya !

Gisela : Iya tante !

Joe : Wah sepertinya jemputan ku sudah datang nih ! tante aku pulang dulu ya terima kasih banyak tante, Gisela aku pulang duluan ya !

Mamah : Oh iya sama-sama hati-hati ya, lain kali main kesini lagi ya ! (melambai-lambaikan tangannya)

Gisela: Iya, hati-hati ya !

Joe : Iya tante !!! (melambai lambaikan tangannya)

Setelah Joe pulang., mamahnya Lucy bersama Gisela membicarakan kehidupannya Ikal. . Mamah : Tadi anak laki-laki itu siapa namanya ?

Gisela : Oh itu namanya Ikal tante, memangnya ada apa dengan dia tante ?

Mamah : Sepertinya dia beda ya dengan kalian semua, maksudnya tante itu dia dekil seperti orang miskin !

Gisela : Emang benar tante dia itu orang miskin, aku saja malu sekelompok sama dia, dia itu bau tante ! Rumahnya saja kumuh dan kecil

sekali,

Mamah : Wah menjijikan sekali , jangan sampai lah Lucy bermain dengan anak itu!

Gisela : Tante, Lucy itu kalau di Sekolah selalu bermain bersama Ikal, kita saja udah sering bilang ke Lucy untuk jangan bermain bersama Ikal tapi tetap saja Lucy tidak mau mendengar kata-kata aku !

Mamah : Baiklah nanti tante saja yang akan bicara dengan Lucy !

Gisela : Tante itu dia jemputan ku sudah datang. Aku pulang dulu ya tante terima kasih banyak ya

Mamah : Iya terima kasih kembali, lain kali main kesini lagi ya !! (melambai-lambaikan tangannya)

Pada malam harinya papah dan mamahnya Lucy memperingati Lucy untuk jangan bermain dengan Ikal, tetapi Lucy tidak mau mengikuti apa yang dikatakan orang tuanya.

Mamah : Lucy! kemarilah ada yang ingin papah dan mamah sampaikan kepada mu !

Papah : Lucy kemarilah sayang !

Lucy : Iya pah ! mah ! ada apa ? sepertinya ada hal penting yang ingin di sampaikan kepadaku ! (berjalan menghampiri mamah dan papah nya)

Papah : Sini duduklah di samping papah !

Lucy : Ada pah! Mah! ?

Mamah : Kamu ingat tidak dulu mamah sudah pernah bilang kepada mu untuk tidak boleh bermain bersama anak miskin !

Lucy : Jadi ini yang ingin papah dan mamah sampaikan ? mengapa sih mah pah aku tidak boleh bermain berama Ikal ? dia itu anak baik- baik dia juga pintar dalam segala pelajaran

Papah : Bukan begitu Lucy , bisa saja dia itu jahat , memang dia pintar dalam segala pelajaran, jadi kamu dekat dengan dia itu karena dia pintar ?

Lucy : Iya juga pah, dia itu juga baik, rendah hati, tidak sombong, maka dari itu aku ingin bermain dengan dia !

Papah : Pintar ? papah bisa menyewa guru atau orang paling pintar untuk mengajari kamu, banyakkan teman yang lebih baik dari pada dia !

Lucy : Tidak pah, dia adalah teman terbaikku !

Mamah : Cukup sudah Lucy, kesabaran mamah sudah hilang, mamah tidak mau mendengar alasan kamu lagi ! ( membentak dan berdiri dari duduknya )

Lucy : Baiklah kalau mau mamah seperti itu, mamah dan papah tidak tau mana yang baik dan mana yang buruk, hanya bisa menilai orang dari kaya dan miskinnya saja !

Mamah : Beraninya kamu bicara seperti itu !! (hampir menampar Lucy dan sempat di tahan tangannya oleh papah )

Papah : Sabar mamah !

Lucy : Tampar Lucy mah silahkan ! (menangis dan sambil membentak mamahnya)

Papah : Lucy cepat kamu masuk kamar

Lucy : Baiklah ! kalau itu mau mamah aku akan menurutinya, demi kebaikkan mamah. (meninggalkan papah dan mamahnya)

Keesokan pagi harinya di Sekolah Lucy pun pada saat istirahat tidak mengobrol dan bermain bersama Ikal lagi, tetapi bermain bersama Gisela dan Joe, tetapi Lucy sebenarnya terpaksa melakukan hal ini.

Lucy : Gisela kita ke kantin yuk !

Gisela :Tumben kau mau bermain bersama kita ! ada apa dengan mu ?

Lucy : Tidak apa-apa kok, memangnya aku tidak boleh bermain dengan mu?

Joe : Ya.. aneh aja biasanya kan kamu bermain bdengan Ikal !

Lucy : Tidak, aku tudak mau bermain dengannya lagi!

Joe : Memangnya kenapa ?

Lucy : Sudah lah jangan banyak omong, aku sudah malas membicarakannya lagi !

Gisela : Hahhahaha bagus ! gue suka gaya lo !

Pada saat bermain Ikal pun menghampiri Lucy, Gisela, dan Joe yang sedang asyik bermain, tetapi mereka malah mengusir

Ikal :teman-teman bolehkah aku ikut bermain bersama kalian ?

Gisela: Apa iku bermin bersama kita hahaha nyadar dong !

Ikal : mamangnya ada apa dengan aku ?

Joe :kamu udah bau, dekil, kumel, jorok, jelek mirip Sarimin topeng monyet juga masih ga nyadar ?

Ikal :aku itu salah apa sih sama kalian sampai-sampai kalian menjauhi ku ?

Gisela : masih kurang jelas juga ? (membentak Ikal )

Joe : Dasar bdoh !!!

Ikal : Dan kamu Lucy mengapa tiba-tiba kamu menjauhi ku?

Lucy : Karena????

Ikal : Mengapa Lucy jawab pertanyaa ku !!!!

Gisela : Udah sana pergi !!!

Ikal : Gisela aku ini berbicara dengan Lucy bukan dengan kamu!

Lucy:hmmm. Kamu Tanya saja kepada mereka !!!

Ikal : Lucy ku mohon jawab pertanyaan aku !

Joe : Apa belum jelas apa yang udah aku omongi tadi ?

Ikal : apakah semua itu benar Lucy ?

Lucy : sudah cepat kamu pergi! (membentak dan mendorong Ikal hingga terjtuh)

Ikal : Baiklah kalau itu yang kalian mau aku akan pergi !

Pada saat itu Lucy sangat menyesal atas semua perbuatn yang ia lakukan pada Ikal. Pada saat itu Ikal ketempat yang sangat sepi dari orang-orang dia merenungkan sesuatu hal yaitu mengapa teman-temannya menjauhinya.

Ikal : Mengapa teman-teman menjauhi aku ? sebenarnya salah aku itu apa ? apa karena aku miskin, jelek ? aku benar-benar tidak tau apa yang menyebabkan mereka semua menjauhi ku !! apa lagi dengan Lucy tiba-

tiba tanpa ada sebab dia menjauhi ku berarti sekarang aku harus bergaul dengan orang yang selevel dengan ku, bukan bersama Lucy, Gisela, dan Joe mereka semua kan orang kaya tidak sepeti aku, yang bisanya menyusahkan orang lain saja.

Pada saat pulang Sekolah Lucy bersama Keluargannya pergi bersenangsenang ke Mall membeli-membeli belanjaan sangat banyak sekali menghabiskan uang banyak sekali, sebenarnya Lucy tidak suka melakukan hal ini karena dipaksa oleh orang tuanya.

Lucy : Mamah kita pulan saja yuk kita sudah berbelanja barang-barang banyak sekali nih

Mamah : Iya juga sih kam tdak mau membeli apa-apa lagi nih ?

Papah : Iya Lucy kamu tidak ingin membeli apa-apa lagi ?

Lucy : Sudah pah, aku tidak ingin membeli apa-apa lagi !

Papah : Ya sudah ayo kita pulang !!!

Pada saat sampai di Rumah, Lucy pun beristirahat pada saat itu mamahnya dan pembantunya sedang tidak masak untuk makan malam, akhirnya Lucy pergi keluar Rumah untuk membeli makanan sendirian dan

pada saat itu Lucy bertemu dengan Ikal yang sedang berjalan sendirian membawa buku, dan tidak sengaja mereka bertabrakan. Brukkk !!!!!!

Lucy : Aduh, bagaimana sih kamu seharusnya kalau jalan tuh jangan meleng dong gimana sih !!!

Ikal : Aduh maaf ya aku tidak sengaja ! (membereskan bukunya yang jatuh)

Lucy: Iya tidak apa-apa kok !

Ikal: Eh Lucy kamu mau kemana ?

Lucy : aku ingin membeli makanan, kamu mau kemana ?

Ikal : aku tadi habis mambawakan makanan untuk orang tia ku yang sedang berjualan, sambil membantu-membantu di sana !

Lucy : Tetapi megapa kamu membawa buku ?

Ikal: Oh iya tadi aku sambil membaca buku !

Lucy : Wah kamu rajin sekali ya!

Ikal : Tidak ah biasa sja !

Lucy: Oh ya suda aku mau membeli makanan dulu ya !

Ikal : Oh yasudah hati-hati ya !

Keesokan harinya sepulsang Sekolah Lucy mendapakan berita buruk dari orang tuanya yaitu, ternyata perusahan yang dimiliki oleh papanya bangkrut Lucy dan Keluarganya sangat sedih, sampai-sampai Rumah yang ia tempati bersam Keluargaya pun juga disegel oleh Bank, mereka tidak tau harus kemana lagi, merekapun akhirnya mengontrak disebuah rumah kecil, mamanya sangat tidak bisa menerima ini semua.

Mamah : Aku tidak menyangka bisa terjadi hal seperti ini, semua perhiasan mamah koleks-koleksi mamah yang mamah beli di luar negeripun juga di ambil oleh Bank.

Papah : Sabar mah. Ini cobaan yang berat untuk kita!

Lucy : Coba saja dulu kita menabung pada saat ini kan bisa terpakai, maksud aku itu ini, jadi pada saat krisis seperti ini bisa terpakai!

Mamah : Iya mamah sangat menyesal sekali, tapi sekarang kita ingin

tinggal dimana ??

Papah : Sudah kita cari saja kontrakan yang m urah

Mamah : Memangnya paah punya simpanan uang ?

Papah : Alhamdulillah papa masih punya simpanan uang !

Setelah mereka mencari-mencari kontrakan akhirnya mereka mendapatkan kontrakan yang kecil dan murah. Pada keesokan harinya Lucypun Sekolah. Sesampainya di Sekolah ternyata teman-teman Lucy sudah tau bahwa Keluarganya Lucy jatuh miskin, dan mereka mengejekngejek Lucy.

Gisela : Eh. Lihat ternyata seorang anak orang kaya, sekarang sudah jatuh miskin hahahaha

Joe : Huu pasti orangtuanya mendadak bangkrut, karena mempunyai banyak hutang !!

Ikal : Eh Kalian jangan begitu dong kalian itu bukan sahabat yang baik, saat Lucy susah seharusnya kalian menghibur bukan malah mengejek !!

Gisela : Apa ?? bersahabat dengan dia ga salah denger, kapan kita bersahabat dengan dia kayanya ga pernah tuh!!1

Lucy : Gisela kamu jangan kaya gitu dong !!! kitakan pernah bersahabat

Joe : Aku cuman bersahabat dengan Lucy yang kaya raya, bukan Lucy yang anak miskin!

Ikal : Sudah Ikal kita pergi saja tidak ada gunanya ngomong sama anak kaya raya yang sombong.

Lalu Ikal dan Lucy pun pergi ke kantin

Lucy : Ikal kamu kenapa membela aku ? padahalkan dulu Keluarga ku pernah mencela kmu ?

Ikall : Aku tidak pernah memikirkan apa yang pernah papa dan mama kamu katakan pada ku dan lagi pula aku tau sebenarnya kamu dipaksa oleh orangtua mu untuk menjauhi aku !!!

Lucy : Kau memang sahabat ku yang baik !!!

Saat pulang Sekolah dan sesampainya di Rumah!!!

Lucy : Assalamualaikum !

Mamah : walaikumsalam !

Lucy : Papah kemana mah ?

Mamah : Papah pergi mencari pekerjaan, sudah kamu makan sana !

Lucy : Iya mah

Mamah : Sayang kamu tau ga tadi Malam mamah tidur digigit nyamuk kamu gimana pasti kamu juga terganggu kan ?

Lucy : Iya sih mah tapi mau bagaimana lagi, ini cobaan untuk kita tadi di SEkolah di ejek-ejek orang miskin !

Mamah : Apa ? siapa yang mengejek kamu orang misin ? kurang ajar!!

Lucy : Biarkan sajalah mah. Kitakan dulu juga bersifat seperi itu kepada orang yang kurang mampu !

Mamah : Sudahlah biarkanlah seperti itu yang lalu biarkanlah berlalu nasi telah menjadi bubur! Lucy : Ya sudah mah aku sudah lelah mau tidur dulu !!!!!!!

Pada malam hari papahnya pun datang, lalu mamahnya pun menceritakan kejadian yang telah di alami Lucy di Sekolah.

Mamah : Pah, tadi di Sekolah Lucy diejek oleh teman-temannya oaring miskin !

Papah :Mamah ini semua salah kita, seharusnya pada sat kita kaya dulu kita rajin menabung bukan menghambur-hamburkan uang, jadinya seperi ini deh kita susa dan tidak mempunyai uang !

Mamah : Iya pah mamah juga menyesal atas kelakuan mamah yang sering menghambur-hamburkan uang, mama juga menyesal telah menghina orang miskin.

Papah : Ya sudah lah mah..! kita menitip salam permintaan maaf saja kepada Lucy untuk Ikal !!

Mamah : Oh iya benar juga pah !

Papah : Mah maaf ya hari ini papah belum mendaptkan pekerjaan !!!!!

Mamah : Tidak apa-apa kok pah ! kita harus berusaha lagi !

Papah : Sudah larut malam, ayo kita tidur mah !!!

Pada keesokan Pagi harinya papah dam amah Lucy menitip permintaan maaf untuk Ikal kepada Lucy.

Mamah : Lucy, mamah mau menitip permintan maaf kepda Ikal ! (di depan pintu )

Papah : Lucy, papah juga ya..!!

Lucy : Iya nanti akan kusampaikan kepda Ikal, aku senang sekali mamah dan papah mau minta maaf kepada Ikal, mah pah aku berangkat dulu ya!!!!

Mamah : Iya hati-hati ya nk !!

Pada saat sampai di Sekolahan, Lucypun menyampaikan kepada Ikla atas permintaan maaf dari papah dan mamahnya.

Lucy : Ikal ! aku ingin menyampaikan permintaan maaf mamah dan papah ku atas kesalahan yang telah membuat hati mu terluka !

Ikal : Tidak apa-apa kok Lucy. Aku sudah memaafkannya, syukurlah mereka sadar.

Lucy : Terimakasih ya, kmu memang sahabat terbaik ku !

Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ikal pun pulang, Ia melewati Rumah Joe yang ternyata kebakaran, ia pun memberitahukan pada Lucy dan Gisela atas musibah itu.

Ikal : Astagfirullah Rumah Joe kebakaran aku harus memberi tahukan pada Gisela !

Ketika menuju Rumah Gisela, ia bertemu dengan Lucy.

Lucy : Ada apa Kal ? kamu sepertinya terburu-buru sekali !!

Ikal : Rururu.. Rumah Joe kebakaran !!

Lucy : Yang benar kamu ??

Ikal : Benar aku tidak bohong !

Lucy : Ayo kita beri tau Gisela !

Ketika sampai di Rumah Gisela.

Ikal : Assalamualaikum !!! Gisela !!!

Lucy : Gisela !!!

Gisela : Ada apa sih Lucy anak miskin di bawa keRumah ku ?

Lucy : Jangan begitu Gisela, kamu hargai teman mu dong !!

Ikal : Kamu jangan salah paham dong kita berdua kesini ke Rumah kamu tuh pingin beri tau doing, bahwa Rumah Joe kebakaran.

Gisela : apa ? kebakaran ?

Ikal : Iya benar cepat kita ke Rumah Joe ! (lari keluar panggung )

Mereka bertiga menuju Rumah Joe. Sampai di Rumah Joe.

Joe : Ngapain kalian kesini ? kalian mau menghina ku ya, karena Rumah ku kebakaran dan menjadi orang miskin ?

Ikal : Tidak kok, kami hanya ingin melihat keadaan mu saja, kamu baikbaik sajakan ?

Joe : Tidak jangan mendekat, kalian senangkan melihat aku seperti ini ?

Gisela : Kamu sabar ya, mungkin ini cobaan untuk kamu !!!

Joe : Kamu bisa bicara seperti itu ? kamu tidak merasakan apa yang kurasa sekarang ini !

Ikal : Sudahlah Joe, mungkin ini cobaan untuk kamu yng tabah ya !

Joe : Terimakasih ya atas suportnya aku minta maaf ya selama ini aku sering berbuat jahat kepada kalian berdua, aku sering menghina.

Gisela : Iya kal, aku juga mintaa maff ya aku sudah mempermalukan mu.

Ikal : Sudahlah aku sudah memaafkan kalian kok, lupakan yang kemarin, kita buka lembaran baru.

Lucy : Nah gitu dong, coba aja dari dulu kayak gini pasti asyik, gak ada yang saling megejek.

Gisela : Sekarang keta berteman ya!!!!