Anda di halaman 1dari 30

BAB I PENDAHULUAN

Pertumbuhan dan perkembangan anak pada umumnya amat bergantung dari genetic dan pengasuhan ibunya masing-masing. Pengasuhan anak yang optimal akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan berkembangannya. Menurut Elizabeth B. Hurlock (2005) pertumbuhan ( growth) dan perkembangan (development) sebenarnya memiliki makna yang berbeda, tetapi antara keduanya tidak dapat dipisahkan. Pertumbuhan menunjukkan arti

perubahan kuantitatif, pertambahan dalam ukuran dan struktur. Sejalan dengan pertumbuhan otak anak, dia memiliki kapasitas belajar lebih besar untuk belajar, mengingat, dan bernalar. Perkembangan dapat didefinisikan sebagai kemajuan terurut berkesinambungan, perubahan-perubahan koheren (menyatu). Kemajuan artinya perubahan itu berlanjut ke arah depan. Terurut dan koheren, artinya

terdapat relasi tertentu antara perubahan yang sedang terjadi dan apa yang dilalui atau berikutnya. Berkembang, yaitu menunjukkan perubahan kuantitatif dan kualitatif berikutnya (Hurlock, 2005). Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait, yaitu ; faktor genetik / keturunan , lingkungan biofisiko-psiko-sosial dan perilaku. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. Pertumbuhan pesat terjadi pada masa bayi dan prasekolah, dimana anak sangat sensitive terhadap lingkugannya.

Perkembangan

(development)

berkaitan

dengan

pematangan

dan

penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. Sedangkan Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Penilaian terhadap pertumbuhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan dan sampai anak berusia 2 tahun masih dapat digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak. Beberapa cara penilaian melalui pemeriksaan fisik atau klinikal , pemeriksaan antropometri (membandingkan tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur) , contohnya KMS (kartu menuju sehat) yang membandingkan berat badan terhadap umur , pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet.

BAB II PEMBAHASAN

A.

Pengertian Pemeriksaan fisik adalah tindakan dimana kita menganalisa dan mensintesa informasi yang terkumpul dalam rangka mengambil keputusan tentang status kesehatan klien sebagai bagian dari proses keperawatan. ada 4 tehnik utama yang digunakan dalam pemeriksaan fisik, meliputi inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi. hal-hal yang harus diperhatikan sebelum dilakukan pemeriksaan fisik adalah pemberian posisi sesuai tujuan pemeriksaan dan universal precaution.

B. 1. 2.

Tujuan pemeriksaan fisik pada anak Memberikan data dasar mengenai kemampuan fungsional klien Menambahkan, menyesuaikan serta memberikan data dalam riwayat keperawatan 3. Memberikan data dalam membantu perawat membuat diagnosa dan rencana tindakan keperawatan kepada klien 4. Dapat mengevaluasi fisiologik dan perkembangan masalah kesehatan klien 5. Membuat keputusan clinic tentang status kesehatan klien

C.

Persiapan pemeriksaan fisik

Dalam pelaksanaan pemeriksaan fisik yang harus dipersiapkan dan diperhatikan adalah : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Persiapan klien Persiapan lingkungan Memberikan posisi Selimut / draping Instrumental / alat-alat Metode dalam pemeriksaan fisik

D.

Pedoman umum pemeriksaan fisik pada anak 1. Lakukan pemeriksaan dalam ruang yang menyenangkan dan tidak mengancam a. b. c. d. e. f. g. Penerangan, dekorasi dengan warna netral Suhu Penempatan alat Gunakan mainan dan permainan Bila mungkin, dekorasi ruangan sesuai tingkat usia Privasi Ketersediaan supply dan demand

2. Berikan waktu bermain dan saling mengenal a. b. c. Berbicara pada perawat Kontak mata Menerima peralatan yang ditawarkan

d.

Duduk diatas meja pemeriksaan

3. Jika anak tidak siap a. b. c. d. Bicara pada o.t. dulu, bertahap pada anak atau objek favorit Beri anak pujian Cerita lucu aau sulap sederhana Berikan teman yang tidak mengancam (mis. Boneka tangan/jari ) untuk bicaradengan anak 4. Bila anak menolak bekerjasama a. b. c. d. e. f. g. h. i. Kaji alasan perilaku menolak bekerjasama Libatkan anak dan orangtua dalam proses Hindari penjelasan yang panjang tentang prosedur pemeriksaan Lakukan pemeriksaan secepat mungkin Minimalkan adanya gangguan/stimulasi Libatkan anak dalam proses pemeriksaan Beri pilihan posisi duduk Izinkan untuk memegang atau memainkan alat Anjurkan untuk menggunakan alat tersebut pada boneka, keluarga atau perawat j. k. l. m. n. Posisi aman dan nyaman Lakukan pemeriksaan secara sistematis Tenangkan anak sepanjang pemeriksaan Diskusikan hasil temuan dg kelg. Puji anak untuk kerjasama selama pemeriksaan

E.

Parameter penilaian pemeriksaan fisik Ukuan atropometrik menurut Hinchiliff (1999) adalah pengukuran tubuh manusia dan bagian-bagiannya dengan maksud untuk membandingkan dan menentukan norma-norma untuk jenis kelamin,usia, berat badan, suku bangsa dll. Antropometri dilakukan pada anak-anak untuk menilai tumbuh kembang anak sehingga dapat ditentukan apakah tumbuh kembang anak berjalan normal atau tidak. Ketepatan dan ketelitian pengukuran sangat penting dalam menilai pertumbuhan secara benar. Kesalahan atau kelalaian dalam cara pengukuran akan mempengaruhi hasil pengamatan. Adapun cara pengukurannya adalah sebagai berikut : a. Berat badan Pengukuran dilakukan dengan menggunakan alat timbangan yang harus ditera secara berkala. Jenis alat timbangan sesuai dengan umur anak.

b. Tinggi badan Pada anak dibawah usia lima tahun dilakukan secara berbaring. Pengukuran dilakukan dari telapak kaki sampai ujung puncak kepala. Jika pengukuran dilakukan saat berdiri maka posisi anak harus berdiri tegak lurus, sehingga tumit, bokong dan bagian atas punggung terletak pada dalam 1 garis vertical, sedangkan liang telinga dan bagian bawah orbita membentuk satu garis horizontal.

c. Lingkaran kepala Pengukuran ini terutama dilakukan pada bayi sampai umur 3 tahun. Pada anak lebih dari 3 tahun bukan mnerupakan pemeriksan yang rutin. Pita ukur diletakkan pada oksiput melingkar ke arah supraorbita dan glabela. Lingkaran kepala mencerminkan volume intrakranial, dipakai untuk menaksir pertumbuhan otak. Untuk rentang normal menurut nellhaus pada anak usia 1 tahun adalah 43,5 49( perempuan) & 43,5 49 ( laki laki ) , kemudian anak usia 2 tahun adalah 45 51( perempuan ) & 46 51( laki laki ) dan anak usia 3 tahun adalah 46,25 53 (perempuan) & 46,25 53 ( laki laki ).

d. Lingkar lengan atas LLA mencerminkan tumbuh kembang jaringan lemak dan otot yang tidak terpengaruh banyak oleh keadaan cairan tubuh dibandingkan dengan berat badan, laju tumbuh lambat, dari 11 cm waktu lahir menjadi 16 cm pada satu tahun, selanjutnya tidak banyak berubah pada umur 1 3 tahun. e. Lipatan kulit Tebalnya lipatan kulit pada daerah triseps dan subskapular merupakan refleksi tumbuh jaringan lemak dibawah kulit, yang mencerminkan kecukupan energi. dalam keadaan defisiensi lipatan kulit akan menipis dan sebaliknya menebal jika masukan energi berlebihan

f. Lingkar dada Dilakukan pada bayi/anak dalam keadaan bernafas biasa dengan titik ukur pada areola mammae.

g. Lingkar perut Pengukuran dimulai dari umbilicus melingkar kearah punggung sehingga membentuk bidang yang tegak lurus pada poros tubuh bayi/anak ( Soetjiningsih, 2005)

F.

Gejala atau tanda pemeriksaan fisik 1. Keseluruan fisik Dilihat bentuk tubuh, perbandingan bagian kepala, tubuh dan anggota. 2. Jaringan otot Pertumbuhan otot diperiksa pada lengan atas, pantat, dan paha dengan cara cubitan tebal. 3. Jarinan lemak Jarinan lemak diperiksa pada kulit dibawah triseps dan sub kaplar denan cara subitan tipis. 4. Rambut Pada rambut yang diperiksa aalah pertumbuhanna, warnanya, diameter ( tebal / tipis ), sifat ( keriting / lurus ), dan akar rambut ( mudah dicabut / tidak ).

5. Gigi geligi Saat erupsi gigi susu,saat tanggal, dan erupsi gigi permanent. (Soetjiningsih, 2005) G. Interprestasi hasil pemeriksaan Keadaan pertumbuhan anak dinilai dalam 4 aspek : 1. Corak atau pola pertumbuhan 2. Proses pertumbuhan 3. Hasil pertumbuhan pada suatu waktu 4. Keadaan atau status gizi. (Soetjiningsih, 2005) H. Langkah-langkah pemeriksaan fisik pada anak 1. Pemeriksaan fisik yang baik diawali dengan anamnesis yg sistematis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien 2. Pemeriksaan fisis pada anak dinilai: 3. Penemuan fisis dihubungkan dengan tingkat pertumbuhannya (bayi & anak tumbuh dan berkembang) 4. Auto-anamnesis (langsung pada pasien) 5. Alo-anamnesis (pada orangtua/ sumber lain) 6. Didapat data subyektif (rinci) Langkah pengkajian pemeriksaan fisik pada anak tersebut adalah : 1. Identitas a. Nama (+ nama keluarga) b. Umur/ usia

c. Neonatus/ bayi d. Balita/ prasekolah e. Sekolah f. Akil balik g. Jenis kelamin h. Nama ortu i. Alamat j. Umur/ pendidikan/ pekerjaan ortu 2. Agama dan suku bangsa 3. Riwayat penyakit a. Keluhan utama b. Keluhan/ gejala yang menyebabkan pasien dibawa berobat c. Tidak harus sejalan dengan diagnosis utama 4. Riwayat Perjalanan Penyakit a. Cerita kronologis, rinci, jelaskan keadaan pasien sebelum ada keluhan sampai dibawa berobat b. Pengobatan sebelumnya dan hasilnya (macam obat dll) c. Tindakan sebelumnya (suntikan, penyinaran) d. Reaksi alergi e. Perkembangan penyakit gejala sisa/ cacat f. Riwayat penyakit pada anggota keluarga, tetangga g. Riwayat penyakit lain yg pernah diderita sebelumnya

Hal-hal yang perlu tentang keluhan/gejala: 1) 2) sesaat 3) 4) 5) 6) 7) Keluhan lokal: lokasi, menetap, pindah-pindah, menyebar Bertambah berat/ berkurang Yang mendahului keluhan Pertama kali dirasakan/ pernah sebelumnya Keluhan yang sama adalah pada anggota keluarga, orang serumah, sekelilingnya 8) Upaya yang dilakukan dan hasilnya Lama keluhan Mendadak, terus-menerus, perlahan-lahan, hilang timbul,

5. Riwayat kehamilan a. Kesehatan ibu saat kehamilan b. Pernah sakit panas (rubella dsb) c. Makan obat-obatan d. Tetanus toxoid 6. Riwayat Kelahiran a. Tanggal lahir b. Tempat lahir c. Ditolong oleh siapa d. Cara kelahiran e. Kehamilan ganda f. Keadaan stlh lahir, pasca lahir, hari-hari 1 kehidupan

g. Masa kehamilan h. Berat badan dan panjang badan lahir (apakah sesuai dengan masa kehamilan, kurang atau besar) 7. Riwayat pertumbuhan Kurva berat badan dan panjang badan terhadap umur 8. Riwayat perkembangan a. Patokan perkembangan (milestones) b. Pada bidang: motor kasar, motor halus, sosial-personal, bahasa pada balita c. Prestasi belajar pada anak usia sekolah d. Masa pubertas 9. Riwayat imunisasi 10. Riwayat makanan 11. Riwayat penyakit yang pernah diderita 12. Riwayat keluarga

I.

Cara pemeriksaan pada bayi dan anak 1. Inspeksi (pemeriksaan lihat) a. Inspeksi umum: dilihat anak secara umum apa ada perubahan (kesan: keadaan umum pasien) b. Inspeksi lokal: pemeriksaan setempat, dilihat perubahan sampai sekecil-kecilnya 2. Palpasi (pemeriksaan raba)

a. b.

Meraba dengan telapak tangan dan jari-jari tangan Ditentukan bentuk, besar, tepi, permukaan dan konsistensi organ: 1) Permukaan: licin/ benjol-benjol Konsistensi: lunak, keras, kenyal, kistik, fluktuasi 2) Tepi: tajam, tumpul Bebas/ melekat

c.

Palpasi abdomen dilakukan dengan: 1) Fleksi sendi pinggul dan lutut 2) Abdomen diraba dengan telapak tangan mendatar dan jari-jari II III IV rapat 3) Bila ada bagian yang sakit, dimulai dari bagian yang tidak sakit 4) Dengan 2 tangan untuk mengetahui adanya cairan atau ballotement

3. Perkusi (pemeriksaan ketok) a. b. Perkusi: dada abdomen kepala Untuk mengetahui perbedaan suara ketuk ditentukan batas suatu organ: paru, jantung, hati atau mengetahui batas-batas massa abnormal dalam rongga abdomen c. d. e. Cara langsung: dengan jari II/ III (jarang) Cara tidak langsung: Jari II atau III diletakkan lurus di bagian tubuh sebagai landasan ketuk

f.

Diketuk pada phalange bagian distal proximal kuku dengan jari II/ III tangan kanan yang membengkok

g.

Suara perkusi: 1) Sonor (suara paru normal) 2) Pekak (pada perkusi otot)

h.

Timpani (perkusi abdomen bagian lambung) 1) Redup (di antara sonor dan pekak) 2) Hiper sonor (antara sonor dan timpani) 3) Ketukan tidak terlalu keras (fibrasi dan resonansi)

4. Auskultasi (pemeriksaan dengar) a. Alat stetoskop b. Pediatrik (neonatus dan anak) c. Diameter membran 3 3.5 cm d. Diameter mangkok 3 cm e. Nada rendah pada : 1) 2) 3) Bising presistolik mid diastolik Bising jantung I, II, III, IV

f. Nada tinggi pada 1) 2) 5. Keadaan umum Bising sistolik Friksi pericard

a.

Pemeriksaan fisik dimulai dengan penilaian keadaan umum, yaitu : 1) Pasien dlm keadaan distres akut perlu pertolongan segera ; baru dilakukan pemeriksaan fisik 2) Relatif stabil pertolongan dilakukan setelah pemeriksaan fisik lengkap 3) a) b) c) 4) a) b) Pasien dengan dehidrasi berat (mata cekung, napas sesak) Periksa cepat tanda-tanda vital Pertolongan awal dengan IVFD Kemudian baru pemeriksaan fisis lain Pasien dengan status konvulsivus Berantas dulu kejangnya Kemudian baru pemeriksaan fisis lain Pada keadaan umum yang dinilai adalah : 1) Tampak sakit: a) b) c) 2) Berat Sedang Ringan Kesadaran (pasien dalam keadaan tidak tidur) a) Komposmentis Sadar penuh Respons adequat thdp semua stimulus Keadaan sakitnya

b.

b) Apatik Sadar tapi tak acuh Masih ada respons terhadap stimulus

c) Somnolen Tamapk mengantuk Responsif thd stimulus kuat tapi tidur lagi

d) Sopor Sedikit responsif thd stimulus kuat Refleks pupil thd cahaya masih positif

e) Koma Tidak responsif sama sekali thd stimulus Refleks pupil thd cahaya negatif (kesadaran yang paling rendah) f) Delirium 3) Kesadaran menurun, kacau, disorientasi, iritatif Sering ada halusinasi (salah persepsi thd rangsang itu) Status mental dan tingkah laku a) Gembira, tenang, koperatif b) Ketakutan, agresif, hiperaktif c) Gelisah, murung, cengeng 4) Kelainan-kelainan yang segera tampak a) Dyspnoe, retraksi

b) Napas cuping hidung sianosis pd pneumoni c) Icterus, edema anasarca, dll

d) Karakteristik tangisan Kuat Lemah (sakit berat) Cengeng (malnutrisi, penyakit kronik) Nada tinggi/ high pitched cry (tekanan intracranial meningkat) 5) Serak (kelainan larynx, tetani, kretinisme) Posisi dan Aktivitas a) Datang dengan berjalan/ digendong b) Posisi abnormal (paresis/ paralisis) c) Posisi duduk (sesak nafas) d) Posisi berjalan membongkok dengan memegang perut kanan bawah (appendisitis) berbaring miring ke kanan dengan flexi tungkai 6) Fasies pasien a) Fasies kolerika (mata cekung, layu, kering) b) Fasies obstruksi hidung: napas melalui mulut, mulut selalu terbuka (atresia koana, hipertrofi adenoid, sinusitis kronik c) Fasies pasien tetanus khas:

Wajah kaku, mulut trismus Tetanus neonatorum fasies dengan mulut ikan (karper mond)

d) Fasies khas: Sindroma down Sindrom Pierre Robin

e) Ekspresi kosong 7) a) Berat badan Diukur secara rutin Tiap bln pd 6 bulan pertama Tiap 3 bln pd 6 bln berikutnya 2x sethn dlm 3 thn berikutnya 1 kali setahun selanjutnya Untuk menilai tumbuh kembang anak Diplot pada grafik BB anak baku Pengukuran berkala penting daripada sesaat Kehilangan BB akut: dehidrasi malnutrisi Kehilangan BB kronik: penyakit menahun Kelebihan/ kenaikan BB cepat: Overhidrasi/ edema Status gizi

Makan berlebih Obesitas Makan terlalu banyak dan aktivitas kurang Kelainan hormonal (hypothyroid)

b) Tinggi badan/ panjang badan Untuk menilai tumbuh kembang anak Berkala penting Diplot pd grafik tumbuh kembang (tinggi/ panjang badan anak) yang baku Pada anak < 3 tahun dengan berbaring Pada anak yang diduga cebol, bandingkan tinggi anak waktu duduk dengan tinggi total anak berdiri (dwarfism) Tipe dewasa dini (pubertas prekoks): Cebol Mukoposakaridosis Tipe infantil menetap atau tipe dewasa terlambat: Adolesensi tertunda Hipotiroid Kondrodistrofi Tinggi badan berlebih: sindroma MARFAN (gigantisme akibat kelebihan hormon)

c) Lingkar kepala dan dada Diukur pada bayi < 2 tahun: protuberans occipitalis glabela Berkala Lingkar dada melewati kedua puting susu (BBL 2 th) Diplot pada grafik baku LKBBL: 34 37 cm LD 2 cm lebih pendek 2 tahun lingkar kepala mendekati lingkar dada setelahnya lingkar dada lbh cepat tambah d) Gizi cukup/ baik : BB 80 120% P50 nilai baku tanpa edema e) Gizi kurang f) Gizi berlebih 8) Nadi Yang dinilai adalah: a) Frekuensi/ laju nadi Dihitung saat tidur Ditulis keadaan saat dihitung Disertai frekuensi denyut jantung (pulsus defisit) Tachycardi (laju nadi/ denyut jantung lebih cepat dr normal) terdapat saat: Demam : BB 60 80% P50 baku tanpa edema : BB > 120% P50 nilai baku

Demam; kenaikan 1C naik 15 20/ menit Aktivitas fisis, anxietas Miocarditis, gagal jantung tireotoksikosis tidak ada kelainan organis Dehidrasi, renjatan

Bradikardia (laju denyut jantung lebih lambat dari normal) Bradikardi sinus: Tekanan intrakranial , sepsis Hipotiroidisme Anorexia nervosa Intoksikasi digitalis Olahragawan Blok jantung komplit (myocarditis difterika)

b) Ekualitas nadi (keteraturan sama/ tidak ekstremitasnya) Isi nadi normal sama pada 4 ekstremitas Ekstremitas atas kuat ekstremitas bawah lemah koarktasio aorta Ekstremitas atas lemah ekstremitas bawah kuat penyakit TAKAYASU c) Irama

Normal: teratur Disritmia sinus Inspirasi cepat (denyut nadi lebih cepat) Ekspirasi lambat

Sering pada anak > 3 tahun remaja Nadi irregular (extrasistole, fibrilasi atrium)

Ketidakteraturan yg teratur: Pulsus bigeminus dek dek .... dek dek .... Pulsus trigeminus dek dek dek ... dek dek dek ...

d) Kualitas nadi (perabaan nadi) Pulsus seler/ waterhammer/ corrigans pulse: sangat kuat oleh karena beda tekanan sistole-diastole besar, terdapat pada : Pada insufisiensi aorta Ductus arteriosus persisten Fistula arterio vena Tireotoksikosis dan anemia Isi nadi lemah terdapat pada Kegagalan sirkulasi (renjatan) Gagal jantung

Pulsus parvus et tardus : nadi dg amplitudo rendah teraba lambat naik . Terdapat pd stenosis aorta berat

Pulsus alternans (denyut nadi selang seling kuat & lemah pd gagal jantung kiri)

Pulsus paradoxus (inspirasi lemah dan ekspirasi kuat); ditemui pada : Tamponade jantung (trdpt pengeluaran darah yang banyak di jantung)

Efusi perikardium Perikarditis konstriktiva 9) Tekanan Darah a) Ideal dilakukan/ dinilai pada ke 4 ekstremitas b) Diperiksa pd 1 ekstremitas, klo denyut nadi ke-4 ekstremitas normal, yi diperiksa pd lengan atas kanan (krn menghindari koarktasio aorta prox/ a. subclavia pd lengan atas kiri) c) Tekanan darah meninggi pada: Kelainan ginjal Tekanan intrakranial meningkat Hiperfungsi adrenal

d) Sistolik dan diastolik normal, terdapat pada : Duktus arteriosus persisten Insufisiensi aorta

Fistula A-V Ansietas dan anemia (hiperkinetik)

e) Sistolik dan diastolik normal: pada stenosis aorta f) Sistolik dan diastolik : renjatan g) Tekanan darah meningkat pada ekstremitas superior dan menurun pada ekstremitas inferior: pada koarktasio aorta h) Penyakit TAKAYASU (pulseless dis nadi tidak teraba): ekstemitas sup / O inf N i) Pulsus paradoksus (beda tekanan darah sistolik waktu insp dan ekspirasi > 10 mmHg) pada tamponade jantung dan gagal jantung berat, asma bronchitis [tekanan sistolik inspirasi lebih rendah drpd tekanan sistolik ekspirasi] 10) Pernapasan a) Frekuensi/ laju pernapasan b) Tipe/ pola c) Kedalaman d) Irama/ keteraturan e) Tipe normal: Bayi: abdominal/ diafragmatikal (bila torakal lbh bsr dr abdomen kelainan paru) Makin besar anak torakal (7 8 th torako abdominal)

f) Tipe Cheyne Stokes

Normal pd BBL/ prematur (cepat dalam lambat dangkal apneu beberapa saat)

Hilang pada umur beberapa minggu Patologis: penyakit SSP

g) Tipe Kussmaul Cepat dan dalam Pada asidosis metabolik (dehidrasi, hipoxia, keracunan salisilat, dsb)

h) Pernapasan BIOT Irama sama sekali tidak teratur (penyakit SSP) i) Frekuensi Takipne/ cepat = dyspnoe Pada berbagai penyakit paru ; Bronchopneumonia cepat, tidak terlalu dalam j) Bradipne Pd ggn pusat pernapasan Tekanan intrakranial meningkat Alkalosis

k) Hiperpne (dalam) : pada asidosis, anoksia, kelainan SSP

l) Hipopne (dangkal) : pada gangguan SSP m) Eupne n) Dispne Kesulitan bernapas dengan tanda TRIAS BP: : kedalaman normal

Cuping hidung Retraksi sub kost, intercostal, supra sternalis Dpt dengan sianosis dan takipne o) Ortopne Sulit bernapas bila tiduran bertambah bila duduk/ berdiri Asma, gagal jantung, edema paru / epiglottis, fibrosis kistik, croup konstruksi saluran napas p) Dispne nocturnal paroxismal ada edema paru akut (stenosis mitral berat) 11) Diambil dari : a) Suhu aksila (1C lebih rendah dari rectal; N: 36 - 37C) b) Suhu rektum praktis sekali lebih cepat (1) Pada bayi < 2 tahun Diolesi vaselin Bayi posisi tidur miring, lutut bengkok termometer. Columna vertebral c) Suhu oral (0,5C lebih rendah dari rectal) Pada anak > 6 tahun Sublingual Suhu

d) Hipertermia: suhu > 41C Dalam keadaan bahaya (turunkan suhu segera)

e) Hipotermia: < 35C Dapat fatal terutama pada bayi prematur, sepsis pd bayi, dehidrasi renjatan 6. Pada abdomen: pemeriksaan auskultasi didahulukan (supaya tidak mengganggu pemeriksaan akibat palpasi 7. Bayi/ anak dibaringkan pada meja pemeriksaan dengan posisi kepala sebelah kiri dokter (pemeriksa di kanan pasien) 8. Posisi pasien yang nyaman 9. Dokter cuci tangan sebelum pemeriksaan (sesudah selesai cuci tangan lagi) untuk membuktikan bahwa dokter bersih 10. Sebaiknya pemeriksaan dilakukan: a. b. Tidak berulang pada bagian tubuh yang sama Tidak didahului dengan alat-alat spt tenggorok, mulut, telinga, tekanan darah, suhu c. Bila pasien tidak mau berbaring, periksa dalam gendongan/ pangkuan dulu, atau dalam posisi duduk/ berdiri kemudian dibaringkan

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Pertumbuhan dan perkembangan merupakan peristiwa percepatan dan perlambatan. Peristiwa tersebut merupakan suatu kejadian yang berbeda dalam satu organ tubuh, namun saling berhubungan satu sama lainnya (Alimul, 2008). Perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan

penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. Sedangkan Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang. Penilaian terhadap pertumbuhan seorang anak dapat dinilai melalui pertambahan berat dan tinggi badan dan sampai anak berusia 2 tahun masih dapat digunakan penilaian melalui lingkar kepala yang biasanya dibandingkan dengan usia anak. Beberapa cara penilaian melalui pemeriksaan fisik atau klinikal , pemeriksaan antropometri (membandingkan tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap umur, lingkaran kepala terhadap umur, lingkar lengan atas terhadap umur) , contohnya KMS (kartu menuju sehat) yang membandingkan berat badan terhadap umur , pemeriksaan radiologis, laboratorium, dan analisa diet.

DAFTAR PUSTAKA

AP Purwanto, dkk. 2005. Diktat Praktikum Patologi Klinik Untuk Pramedis. Semarang: Bagian Patologi Klinik FK UNDIP. Dona L. Wong. 2003. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik (Editor edisi bahasa Indonesia: Sari Kurnianingsih). Jakarta: EGC. Juffrie M. 2003. Panduan Praktek Pediatrik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Nursalam. 2003. Konsep dan Penerapan Metodologi Keperawatan. Edisi I. JAKARTA: Salemba Medika. Penelitian Ilmu

Potter, Perry. 2005. Foundamental Keperawatan. Edisi IV. JAKARTA: EGC. Potter, Perry. 1991. Basic Nursing Theori and Practice. Edisi II. SYDNEY: Mosby Year Book. Soetjiningsih. 2005. Tunbuh Kembang Anak. SURABAYA: EGC. White, Lois. 2002. Basic Nursig : Foundation of Skill and Concepts . COLUMBIA: Delmar. Potter, Perry. 2005. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Volume 2. Jakarta: EGC. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. 2005. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI