Anda di halaman 1dari 17

I.

PENDAHULUAN
Pertanian modern memerlukan orang yang mengerti cara- cara

menganalisis tanah baik laboratorium maupun lapangan, tahu dan mampu memilih bahan- bahan untuk pengembangan pertanian dalam arti luas, mampu mengelola kondisi tanah untuk mendukung pertumbuhan tanman secara optimal dan dapat memanfaatkan tanah secara lestari. Dengan pertanian sempit pertanian adalah kegiatan untuk menghasilkan barang atau jasa yang didasarkan pada pertumbuhan tanaman dan hewan. Atas dasar pengertian tersebut, faktor tanah sangat menentukan baik pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan. Faktor tanah yang dimaksud meliputi faktor tanah dari segi pedologi dan edapologi dengan sifat sebaran sspasialnya, sampai pada faktor tanah sebagai benda ekonomi, sosial, dan hukum. Faktor fisik tanah yang berpengaruh pada kegiatan pertanian antara lain tekstur, struktur, konsistensi, kapasitas memegang air, kapasitas infiltrasi, permeabelitas, drainase, kedalaman efektif dsb. Faktor kimia tanah yang penting adalah kandungan hara tersedia ( makro dan mikro), pH tanah, kandungan bahan organic,kapasitas tukar kation, kadar beracun (mis Al-dd) dsb. Tekstur,warna dan konsistensi tanah Tekstur tanah adalah distribusi ukuran partikel primer tanah terdiri dari liat (clay) berukuran < 0,002mm,debu (silt) berukuran 0,002-0,05mm,dan pasir (sand) berukuran 0,05-2mm. Tekstur tanah menunjukan kemampuan menahan air, kemampuan menjerap unsur hara, menentukan laju dekomposisi bahan organic, mempengaruhi biodiversitas tanah, berperan dalam pemantapan agregat, menentukan laju infiltrasi dan perkolasi, menentukan kondisi aerasi tanah, dan kemudahan untuk diolah. Warna tanah dapat menjadi indikator beberapa sifat fisik tanah yang lain. Warna pada horizon permukaan terutama dipengaruhi oleh kandungan bahan organik. Makin banyak bahan organik, maka warna tanah akan makin gelap. Mempengaruhi agregasi, ketersediaan air tanah, dan suhu tanah. Pada horizon tanah, warna menunjukan keadaan aerasi yang baik. Pada umumnya, warna kemerahan dan kecoklatan menunjukan keadaan aerasi yang baik. Warna kelabu menunjukan reduksi besi pada tanah- tanah yang sering tergenang. Warna karatan

dalam subsoil menunjukan reaksi oksidasi dan reduksi pada tanah-tanah berdrainase buruk. Dengan demikian berdasarkan warna tanah dapat diperkirakan secara kasar kondisi yang berkaitan dengan pembentukan tanah tersebut. Konsistensi tanah adalah tanggapan tanah terhadap gaya dari luar pada berbagai kadar air baik kering,lembab, atau basah. Konsistensi dalam keadaan lembab dan basah sangat penting diketahui terutama berkaitan dengan kemudahan pengolahan tanah. Pengenalan pupuk
Pupuk adalah sarana produksi pertanian yang sangat penting, keberadaannya sangat dibutuhkan petani. Petani menyadari akan manfaat dari pupuk dan pemupukan yang dilakukan pada usahataninya, yaitu untuk peningkatan produktivitas dan produksi pertanian. Bahan yang diberikan pada tanaman baik secara langsung maupun tidak

langsung guna mendorong pertumbuhan tanaman, meningkatkan produksi dan kualitasnya akibat perbaikan nutrisi tanaman. Pada pertanian modern ini, peran pupuk sebagai penyediaan tambahan hara bagi tanaman sangat penting. Hal ini terjadi akibat tanah dalam kondisi alamiah tidak mampu menyediakan hara untuk tingkat produksi tanaman yang diharapkan. Sementara itu tingkat hasil pertanian harus terus ditingkatkan untuk mengimbangi pertumbuhan penduduk. Atas dasar ini, maka perlu mengetahui berbagai jenis pupuk,mengetahui berbagai jenis sumber hara yang beragam, sehingga mampu memilih pupuk sesuai dengan keperluannya. Infiltrasi Apabila hujan jatuh ke permukaan bumu maka air hujan tersebut terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : menguap,masuk ke dalam tanah (terinfiltrasi) dan mengalir di atas permukaan tanah. Aliran air di atas permukaan tanah merupakan agen erosi utama di daerah tropis seperti Indonesia. Sedangkan air terinfiltrasi akan mengisi air tanah dan menyediakan kebutuhan air bagi tumbuhan,hewan, dan manusia. Tanah atas dasar sifat yang dibawanya mempunyai kapasitas infiltrasi beragam baik akibat perbedaan sifat tanah bagian permukaan maupun akibat horizonisasi di dalamnya. Nilai kapasitas infiltrasi berikan gambaran tentang usaha- usaha yang harus dilakukan untuk meningkatkannya air tanah sekaligus menurunkan peluang terjadinya erosi. Nilai kapasitas infiltrasi juga member

gambaran tentang nasib air irigasi yang ditambahkan pada pertanaman yang diusahakan. Pengenalan data dan peta-peta tanah Peta dapat didefinisikan sebagai : media penyajian informasi dari unsurunsur alam dan buatan manusia pada permukaan bumi yang dibuat secara kartografis (informasi yang berreferensi geografis) pada bidang datar menurut proyeksi tertentu dan skala tertentu. Peta yang baik, adalah peta yang mempunyai nilai informatif, komunikatif, artistik dan estetik. pengetahuan khusus yang mempelajari peta disebut kartografi. Morfologi tanah Morfologi tanah adalah sifat tanah yang dapat diamati langsung di lapang yang menunjukan profil tanah ke arah dalam. Hal ini penting untuk diamati karena akar tanaman berjangkar di tempat tersebut. Semakin baik akar berjangkar pada umumnya pertumbuhan tanaman semakin baik dan sebaliknya. Pengamatan profil tanah perlu dilakukan mengingat sifat morfologi tanah bias sangat menentukan pertumbuhan tanaman. Contoh sifat morfologi tersebut antara lain ketebalan top soil, kedalaman efektif, duripan, fragipan, horizon argilik,petroferik, petrogibsik dsb. Dari sifat- sifat morfologi tersebut tergambar potensi tanah untuk digunakan sebagai media tumbuh tanaman. Sedang

II.

BAHAN DAN METODE

Tekstur,warna, dan konsistensi tanah Bahan terdiri dari tanah latosol Darmaga, podsolik Jasinga, andosol Sukamantri, regosol darmaga, dan air. Metode dalam menentukan tekstur tanah adalah dengan membasahi tanah kering atau lembab dengan air,dispirit diantara ibu jari dan telunjuk sehingga menjadi pasta tanah yang sempurna. Selajutnya dispirit- pirit sambil diperhatikan rasa kasar, lengket dan licin. Rasa kasar menunjukan adanya komponen pasir, lengket menunjukan adanya komponen liat, sedangkan licin seperti tepung menunjukan adanya komponen debu. Selanjutnya dibuat gulungan- gulungan sambil dilihat daya tahan terhadap tekanan dan kelekatan masa tanah pada ibu jari dan telunjuk. Warna tanah membutuhkan buku Munsell, metode dalam menentukan warna tanah adalah pada saat tanah dalam keadaan lembab dan tidak langsung terkena sinar matahari. Sehingga warna tanahpun akan didapat dengan mengunakan notasi seperti 7,5 YR 5/4 yang berarti tanah tersebut memiliki Hue 7,5 YR, Value 5 dan Chroma 4 secara keseluruhan tanah tersebut berwarna coklat. Konsistensi tanah akan didapat apabila tanah tersebut dalam keadaan lembab atau basah. Pada saat basah ada dua sifat yang akan didapat yaitu kelekatan dan plastisitas. Sifat melekat ditetapkan dengan memijat pasta tanah yang basah diantara ibu jari dan telunjuk, kemudian ibu jari dan telunjuk direnggangkan. Sedangkan untuk menentukan sifat plastisitas maka pasta tanah tersebut dipilin antara telunjuk dan ibu jari sehingga menjadi pita. Konsistensi lembab akan didapat dengan cara menggenggam segumpal tanah yang lembab lalu berikan tekanan antara jari- jari dan telapak tangan. Pengenalan pupuk Pengenalan pupuk membutuhkan bahan yaitu berbagai jenis pupuk yang dijual di pasaran. Metode pada praktikum pengenalan pupuk adalah dengan mengamati dan mencatat beberapa nama jenis pupuk, rumus kimia pupuk, hara yang dikandung pupuk tersebut serta unsur ikutan hara diluar unsur utama apabila ada. Infiltrasi

Pada praktikum infiltrasi membutuhkan alat- alat seperti double ring infiltrometer,penggaris, ember,gayung,air,pencatat waktu(stopwatch). Metode yang digunakan dalam penetapan laju infiltrasi adalah dengan metode infiltrometer. Metode ini adalah mengamati laju penurunan permukaan air

interval waktu tertentu pada silinder dalam yang dipasang konsentris dengan silinder luar. Penggunakan silinder ganda ini untuk meminimumkan kesalahan karena adanya rembesan kesamping pada pinggiran silinder.Pengukuran ini dilakukan sampai laju penurunan air di dalam silinder menjadi konstan.

Pengenalan peta dan data tanah Pengenalan peta dan data tanah membutuhkan peta rupa bumi dan peta tematik yang terdiri dari peta tanah dan peta geologi. Pada praktikum ini, mengamati dan mencatat informasi- informasi yang terdapat pada peta tersebut dan mengamati perbedaan antara peta rupa bumi dan peta tematik serta antara peta geologi dan peta tanah. Morfologi tanah Dalam menentukan morfologi tanah perlu dicatat pula kondisi lingkungan disekitarnya seperti : bahan induk, fisiografi, topografi, drainase, vegetasi, penggunaan lahan, lokasi,lereng dsb. Data tersebut dapat membantu untuk memilih teknik pengolahan yang tepat untuk tanah yang diamati.

III.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tekstur, warna dan konsistensi tanah Hasil pengamatan tekstur,warna,dan konsistensi tanah pada empat contoh tanah dapat dilihat pada table di bawah ini: Konsistensi Tanah Lembab Gembur

Jenis Tanah Latosol Darmaga Regosol Darmaga Andosol Sukamantri Podsolik Jasinga

Tekstur Lempung berdebu

Warna Basah

Konsistensi Tanah Basah Lekat, plastis

liat 7,5 YR 3/3 (coklat gelap) Pasir 10 YR 3/3 berlempung (coklat gelap) Lempung liat 2,5 YR berpasir 2,5/1 (hitam kemerahan) Liat berdebu 10 YR 4/6 (coklat kekuningan gelap)

Tidak lekat,agak Sangat plastis gembur Agak lekat,agak Teguh plastis Lekat, plastis teguh

Data Pupuk yang Beredar di Pasaran No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Nama Pupuk NPK BAS F Seng sulfat NPK SUPER-Z (agrosari) Controlled Realease Fertilizer Super Phosphate-18 (SP-18) TSP Indonesia Grow more SUPER FOSFAT Rock Phosphate (RP) Triple Super Phosphate Diamonium Phosphate CHILI SALPETER Controlled Realease Fertilizer Controlled Realease Fertilizer Fosfat alam Terusi Fero sulfat Rock Phosphate (RP) Kalsium karbonat NPK PT. VISI KARYA AGRITAMA Magnesium oksida Boraks Triple Super Phosphate Super Phosphate 36 (SP36) Paten kali Rumus Kimia ZnSO4 7H2O Bentuk butiran bubuk butiran butiran butiran butiran kristal serbuk serbuk butiran serbuk serbuk butiran butiran serbuk kristal kristal serbuk serbuk butiran serbuk kristal butiran butiran serbuk Warna coklat muda putih pink biru abu-abu abu-abu biru coklat coklat abu-abu putih putih merah orange coklat muda biru hijau coklat putih merah putih putih biru Abu-abu putih Unsur Utama N P K ( 15:15:15) 23% Zn NPK NPK 18% P2O5 NPK 18,67% P2O5 18,64% P2O5 48% P2O5 21% N, 53% P2O5 16% N NPK ( 14:14:14) NPK ( 14:21,5:21,5) 30% P2O5 Cu 19% Fe 26% P2O5 Ca NPK ( 15:7:8) 90% MgO 11% B 48% P2O5 36% P2O5 50% K2O Unsur Ikutan

Ca(H2PO4) Ca(H2PO4)2 (NH4)2 H2PO4 NaNO3

CuSO4 FeSO4 7H2O CaCO3 MgO Na2B4O7 10H2O Ca(H2PO4)2 CuSO4 ZnSO4 Ca(H2PO4)2 K2SO4

26.

Grow more

kristal

biru

NPK (32:10:10)

B,Cu,Fe ,Mo,Zn, Mg,Ca

27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51.

Sulfur Kalium klorida Phonska Kapur tohor Gipsum Magnesium oksida NPK grow Garam inggris Controlled Realease Fertilizer Amonium Sulfat (ZA) Cupri sulfat Fosfat alam natural Controlled Realease Fertilizer Dolomit Dolomit super Gipsum Kieserit Kapur tohor PARP 25% Urea Mangaan sulfat Kalium klorida Kapur pertanian Kalsium karbonat Zeolit

S KCl CaO MgO MgSO4 7H2O (NH4)2 SO4 CuSO4 5H2O

CaMg(CO3)2 CaMg(CO3)2 CaSO4 2H2O MgSO4 H2O CaO Co(NH2)2 MnSO4 5H2O KCl CaCO3

serbuk kristal butiran serbuk serbuk serbuk butiran kristal butiran kristal kristal serbuk butiran serbuk serbuk serbuk bongka han serbuk serbuk kristal serbuk kristal serbuk bubuk butir

kuning merah merah putih putih putih merah putih orange putih biru coklat kuning putih putih putih putih putih coklat putih putih merah putih putih abu

95% S K NPK (15:15:15) Ca Mg NPK 16% MgO NPK (16:43:0) 21% N, 23% SO4 25% Cu NPK (36:0:0) MgO < 18% 30% CaO, 18% MgO 2% CaO 29% MgO 90% CaO 18,67% P2O5 46% N Mn 60% K2O 36% CaO

52. 53. 54. 55.

Kalium klorida NPK tablet NPK tablet top TBM NPK tablet top TBM

KCl

kristal tablet tablet tablet

merah Putih,merah putih merah

60% KCl NPK NPK (10:12:20) NPK ( 18:12:10)

Data Infiltrasi

Data hasil pengamatan laju infiltrasi di dua lokasi yang berbeda dapat dilihat pada table di bawah ini:

Lokasi : tanah bervegetasi rumput waktu (menit) 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 0,5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Waktu Kumulatif (menit) 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 5,5 6 6,5 7 7,5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kedalaman air dalam ring(cm) 5,6-5,1 5,1-4,2 4,2-3,6 3,6-3,3 3,3-2,7 2,7-1,8 1,8-1,4 1,4-0,9 6-5,2 5,2-4,5 4,5-4 4-3,5 3,5-3 3-2,5 2,5-2,1 2,1-1,6 5,8-4,7 4,7-3,9 3,9-2,9 2,9-2,3 2,3-1,4 5,5-4,6 4,6-3,8 3,8-2,6 2.6-1,8 1,8-1,6 1,6-1,4 1,4-1,2 h 0,5 0,9 0,6 0,3 0,6 0,9 0,4 0,5 0,8 0,7 0,5 0,5 0,5 0,5 0,4 0,5 1,1 0,8 1 0,6 0,9 0,9 0,8 1,2 0,8 0,2 0,2 0,2 h/t 1 0,9 0,4 0,15 0,24 0,3 0,114285714 0,125 0,177777778 0,14 0,090909091 0,083333333 0,076923077 0,071428571 0,053333333 0,0625 0,122222222 0,08 0,090909091 0,05 0,069230769 0,064285714 0,053333333 0,075 0,047058824 0,011111111 0,010526316 0,01

Grafik laju Infiltrasi


1.2 1 h/ t (cm/menit) 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Waktu(menit)

Lokasi : Kebun singkong

waktu (menit) 0,5 0,5 0,5 0,5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

Waktu Kumulatif (menit) 0,5 1 1,5 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Kedalaman air dalam ring(cm) 3,8-3,0 3,0-2,2 2,2-1,5 1,5-1,5 4,5-4,0 4,0-2,8 2,8-1,5 1,5-1,5 4,0-3,9 3,9-3,0 3,0-1,5 1,5-1,5 3,0-2,0 2,0-2,0 6,0-5,5 5,5-4,8

h 0,8 0,8 0,7 0 0,5 1,2 1,3 0 0,1 0,9 1,5 0 1 0 0,5 0,7

h/t 1,6 0,8 0,466666667 0 0,166666667 0,3 0,26 0 0,014285714 0,1125 0,166666667 0 0,090909091 0 0,038461538 0,05

1 1 1

15 16 17

4,8-3,8 3,8-2,8 2,8-2,8

1 1 0

0,066666667 0,0625 0

Grafik laju Infiltrasi


1.8 1.6 1.4 1.2 1 0.8 0.6 0.4 0.2 0 0.5 1 1.5 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

h/ t (cm/waktu)

waktu (menit)

Pengenalan peta dan data tanah Tabel Pengenalan Peta Jenis Peta Peta Rupa Bumi Fungsi Peta Menyajikan hubungan spasial dari berbagai objek permukaan bumi Tidak menginformasikan pada salah satu objek permukaan bumi untuk ditonjolkan menjadi sebuah tema dari peta tersebut Deskripsi Informasi unsur hypsografi/relief (garis kontour, titik tinggi, gunung, lembah dll.) unsur hydrologi (sungai, danau, laut) unsur vegetasi (hutan, belukar, kebun sawah) unsur buatan (jalan, pemukiman, pelabuhan) Jenis tanah Karakteristik tanah Kemampuan informasi dasar seperti jalan, sungai beserta namanya, gunung beserta namanya. Jenis batuan

Peta Tematik - Peta tanah

Menggambarkan penyebaran jenis- jenis tanah di suatu daerah -

Peta geologi

Menggambarkan penyebaran informasi formasi batuan pada suatu daerah

Stratifikasi geologi (urutan formasi geologi berdasarkan pada umur batuan tersebut) Penampang melintang beberapa lokasi Kenampakan proses geologi seperti patahan, lipatan Kenampakan informasi dasar seperti kontur,sungai,gunung,jala n.

Tabel Hasil Analisis Kimia Andosol Sukamantri (Tambunan, 1983)

Simbol Horizon A B11 B12 BC H2 O 5.0 5.8 6.0 6.1

pH KCl 4.7 5.4 5.6 5.7

C-tot 6.8 6.5 5.0 4.4

N-tot 0.76 0.56 0.45 0.39

C/N 9.0 11.6 11.2 11.3

P2O5 1.55 0.45 0.57 0.46

BasaNa 0.11 0.08 0.07 0.20

Basa Dapat Ditukar K 0.11 0.07 0.06 0.12 Ca 2.40 2.76 3.57 2.87 Mg 0.66 0.57 0.34 0.48

Aldd 1.23 0.25 0.27 0.17

H-dd KTK 0.49 0.49 0.27 0.01 28.7 24.5 29.7 27.7

KB 11.4 14.2 13.6 13.2

Data Morfologi Tanah 1. Tanah Darmaga Macam tanah Fisiografi Topografi Bahan induk Drainase Vegetasi Penggunaan lahan Lokasi : Latosol(Typic Dystropepts) (USDA,1975) : Daratan kaki bukit : Berlereng 20% : Vulkanik : Cepat : Karet (Hevea sp.) : Kebun karet : Kampus IPB Darmaga, Bogor Horizon Kedalaman (cm) 0-3

Simbol

Uraian Coklat keabuan (10YR 5/2); liat berdebu; gumpal,sangat halus,2; sangat gembur,agak lekat; (halus,banyak)(sedang,banyak)(kasar,banyak); batas jelas rata; beralih ke Coklat gelap (7,5 YR 3/4); liat berdebu; gumpal,sangat halus,2; teguh,sangat lekat; (halus,sedang)(sedang,sedikit)(kasar,sedikit); batas jelas rata; beralih ke Coklat (7,5 YR 4/4); liat berdebu; gumpal,sangat halus,2; teguh,agak lekat; (halus,sedikit)(sedang sedikit)(kasar,sedikit); batas jelas rata; beralih ke Coklat gelap (7,5 YR 3/4); liat berdebu; gumpal,sedang,2; gembur lekat; (halus,sedikit)(sedang,sedikit)(kasar,sedikit); batas nyata rata;

3-23

23-50

50-70

2. Tanah Sukamantri Macam tanah Fisiografi Topografi Bahan induk Drainase Vegetasi Penggunaan lahan Lokasi : Andosol (Typic Melanundant) : Lereng bukit : Berlereng (5%) : Vulkanik : Agak cepat : Kopi, harendong ( Melastoma sp.) : Kebun campuran : Kebun Percobaan Sukamantri, Bogor

Simbol

Horizon Kedalaman (cm) 0-10

Uraian Hitam (5 YR 2,5/1); lempung berdebu; remah,sangat halus,1; gembur,agak lekat,agak plastis; (halus,banyak)(sedang,banyak)(kasar,banyak); batas baur rata; beralih ke Coklat sangat gelap (7,5 YR 2,5/`2); lempung berdebu; gumpal membulat,sedang,2; gembur,agak lekat,agak plastis; (halus,banyak)(sedang,sedang)(kasar,sedang); batas jelas gelombang; beralih ke Coklat gelap (7,5 YR 3/4); lempung liat berdebu; gumpal membulat,halus,2; teguh,lekat,agak plastis; (halus,sedang)(sedang,sedikit)(kasar,sedikit); batas baur rata; beralih ke Coklat (7,5 YR 4/4); kerikil lempung berpasir; gumpal membulat,halus,2; teguh,tidak lekat,agak plastis; (halus,sedikit)(sedang,sedikit)(kasar,sedikit); batas baur rata;

10-32/45

32/45-63

63-dst

http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/07/pengertian-peta.html http://www.bakosurtanal.go.id/perpres/Bab%20I.pdf
Notohadipranoto, R. M. Tejoyuwono. 1978. Asas-Asas Pedologi. Departemen Ilmu Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

http://epetani.deptan.go.id/berita/pembuatan-pupuk-organik-3247 http://www.agrina-online.com/show_article.php?rid=7&aid=1300
Pupuk adalah sarana produksi pertanian yang sangat penting, keberadaannya sangat dibutuhkan petani. Petani menyadari akan manfaat dari pupuk dan pemupukan yang dilakukan pada usahataninya, yaitu untuk peningkatan produktivitas dan produksi pertanian. Definisi atau pengertian pupuk adalah bahan makanan yang terdiri dari berbagai unsur hara (zat-zat makanan) yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang dengan memuaskan.
pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis hara. Ambil contoh, NPK, Nitrophoska, dan Rustika.

pupuk tunggal (Urea, TSP, dan KCL). Pupuk padat diperdagangkan dalam bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pupuk cair diperdagangkan dalam bentuk konsentrat atau cairan. Pupuk padatan biasanya diaplikan ke tanah/media tanam, sementara pupuk cair diberikan secara disemprot ke tubuh tanaman. Pupuk tunggal mengandung hanya satu unsur, sedangkan pupuk majemuk paling tidak mengandung dua unsur yang diperlukan.